Category: Detik.com Kesehatan

  • Dokter Ortopedi Sebut Tulang Rangka Cowok Beda tapi Tak Berarti Duduknya Harus Ngangkang

    Dokter Ortopedi Sebut Tulang Rangka Cowok Beda tapi Tak Berarti Duduknya Harus Ngangkang

    Jakarta

    Kebiasaan duduk rada ngangkang beberapa pengguna transportasi publik dinilai meresahkan. Bukan hanya memakan space, tapi juga bikin penumpang lain merasa tidak nyaman.

    Tidak selalu, tapi seringkali kebiasaan duduk ngangkang seperti itu dilakukan para cowok. Sebenarnya, apa yang bikin cowok-cowok sesulit itu duduk dengan posisi yang biasa saja?

    “Memang bentuk pinggul pada perempuan dan laki-laki sedikit berbeda,” kata dr Benedictus Deriano, SpOT, AIFO-K, seorang dokter ortopedi, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (5/12/2025).

    Perbedaan tersebut, menurut dokter yang akrab disapa dr Ben tersebut antara lain berkaitan dengan fungsi reproduksi. Panggul cewek cenderung lebih lebar karena secara struktur dibutuhkan untuk hamil dan melahirkan.

    Namun demikian, ia menegaskan perbedaan tersebut tidak sampai membuat para cowok tidak bisa duduk normal. Secara anatomi, struktur tulang cowok sangat memungkinkan untuk duduk biasa saja tanpa ada risiko cedera serius.

    “Jadi, pada laki-laki duduk, tidak ada bagian anatomi yang mengharuskan untuk lebih melebar (ngangkang),” tegas dr Ben.

    Sependapat dengan dr Ben, Zizu seorang pengguna KRL Commuter Line juga menganggap kebiasaan duduk ngangkang umumnya bukan sesuatu yang disengaja. Meski memang makan tempat, berdasarkan pengalamannya para penumpang yang duduk agak mengangkang akan segera memperbaiki posisi duduknya ketika diingatkan.

    “Risih sih yang nggak terlalu. Bisa aja, kita tinggal minta duduk,” sarannya jika memang butuh berbagi tempat di bangku panjang.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Buka Puasa saat di KRL-Transjakarta? Simak Aturannya!”
    [Gambas:Video 20detik]
    (dgh/up)

  • Video Kemenkes soal Bantuan Obat dari Malaysia untuk Korban Banjir Sumatera

    Video Kemenkes soal Bantuan Obat dari Malaysia untuk Korban Banjir Sumatera

    Video Kemenkes soal Bantuan Obat dari Malaysia untuk Korban Banjir Sumatera

  • Minum Kopi Sebelum Lari Bisa Tingkatkan Performa? Ada Benarnya Sih, Tapi…

    Minum Kopi Sebelum Lari Bisa Tingkatkan Performa? Ada Benarnya Sih, Tapi…

    Jakarta

    Siapa yang suka minum kopi? Minuman satu ini memang kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk menambah energi.

    Tak heran, banyak orang memilih secangkir kopi sebagai ‘pemanasan’ sebelum mulai berolahraga, termasuk saat akan berlari, karena dianggap bisa meningkatkan performa. Tapi, benarkah demikian?

    Spesialis kedokteran olahraga Siloam Hospitals TB Simatupang dr Bernadette Laura, SpKO, menuturkan secara umum kopi memang dapat bermanfaat untuk meningkatkan performa olahraga. Hal ini disebabkan oleh kandungan kafein yang ada di dalamnya.

    Namun, dr Laura menjelaskan manfaat tersebut lebih efektif pada orang yang sudah terbiasa mengonsumsi kopi. Pada sebagian orang yang jarang atau tidak terbiasa minum kopi, kafein justru bisa menimbulkan efek samping seperti rasa tidak nyaman.

    “Kalau sudah terbiasa sebetulnya nggak masalah dia menggunakan kopi untuk boost performa,” ucap dr Laura ketika ditemui di Jakarta Barat, Jumat (5/12/2025).

    “Tapi kalau tidak biasa, ya itu efeknya cukup tidak enak ya. Karena itu kan berpengaruh pada heart rate jadi deg-degan segala macam,” sambungnya.

    Ini juga belum ditambah dengan faktor jenis kopi yang dikonsumsi. Apabila kopi ditambahkan susu, maka ada juga risiko untuk merasakan mulas ketika lari, sehingga performa tentu makin drop.

    Oleh karena itu, dr Laura mengingatkan pentingnya menyesuaikan kondisi tubuh dengan asupan yang dibutuhkan. Sebaiknya, tidak terlalu mudah mengikuti tips-tips olahraga yang mungkin dianggap bagus untuk meningkatkan performa.

    “Karena memang banyak sih yang ngikut-ngikut, biar meningkatkan performa. Akhirnya dia minum, padahal tidak terbiasa. Akhirnya nggak nyaman, mungkin berefek ke perut juga,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/suc)

  • Fasilitas Kesehatan di Aceh-Sumatera Terendam Banjir, Layanan Sempat Kolaps

    Fasilitas Kesehatan di Aceh-Sumatera Terendam Banjir, Layanan Sempat Kolaps

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa beberapa rumah sakit terdampak akibat banjir dan longsor yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera. Beberapa rumah sakit bahkan belum bisa beroperasi maksimal karena masih terendam.

    “Total faskes (fasilitas kesehatan) yang terdampak itu 31 rumah sakit, 156 puskesmas,” tutur Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus dalam konferensi pers, Jumat (5/12/2025).

    Adapun faskes yang terdampak yakni di provinsi Aceh dengan 13 rumah sakit dan 122 puskesmas, Sumatera Utara dengan 18 rumah sakit dan 22 puskesmas, dan Sumatera Barat dengan 9 puskesmas.

    “Tugas kami adalah melihat agar segera faskes itu mana yang bisa beroperasi, mana yang sama sekali tidak bisa, dan mana yang segera ditolong, termasuk SDM-nya,” tambah dr Benny.

    Rumah Sakit di Langkat Terendam 9 Hari

    Dalam kunjungannya ke lapangan, dr Benny menyoroti kondisi di Langkat, Sumatera Utara, sebagai contoh krisis terparah. Banjir di Langkat memiliki karakteristik air yang sulit surut.

    “Di Langkat lain lagi, itu terendam dan air nggak turun. Bayangkan itu sudah hari ke-9, rumah sakit terendam sembilan hari,” ungkap dr Benny.

    Kondisi ini membuat pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut sempat berhenti. Pasien yang seharusnya dirawat di RS yang terdampak terpaksa dievakuasi.

    “Bersyukur ada RS swasta yang posisinya tidak terkena bencana. Jadi saling bantu,” kata dr Benny, merujuk pada pemindahan pasien dari RS Tanjungpura ke RS Putri Bidadari.

    Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Sumarjaya merinci beberapa fasilitas yang hingga kini masih belum beroperasi dengan normal, ada enam di provinsi Aceh dan tiga di provinsi Sumatera Utara dengan rincian:

    Aceh Tamiang: RS Muda Sedia, RS Pertamina RantauAceh Utara: RS Prima Inti MedikaAceh Timur: RS Mulia Raya, RS Graha Bunda, RSUD Sultan Abdul AzisSumatera Utara (Langkat): RS Tanjung Pura, RS Pertamina Pangkalan BrandanSumatera Utara (Medan): RS Sundari

    “Di Sumatera Barat semuanya sudah beroperasi,” beber Sumarjaya.

    Halaman 2 dari 2

    (kna/kna)

  • Cowok Duduk Ngangkang di Transportasi Umum, Risih atau Biasa Saja? Ini Kata Penumpang

    Cowok Duduk Ngangkang di Transportasi Umum, Risih atau Biasa Saja? Ini Kata Penumpang

    Jakarta

    Pengguna transportasi publik pasti pernah mengalami susahnya mencari bangku untuk duduk. Dalam situasi tersebut, rasanya pasti jengkel sekali jika mendapati ada penumpang lain duduk dalam posisi rada ngangkang sehingga memakan space.

    Tidak hanya bikin susah cari tempat duduk, kebiasaan duduk rada ngangkang yang umumnya dilakukan oleh penumpang cowok tersebut juga bisa bikin penumpang lain merasa tidak nyaman. Kesannya egois banget!

    Salma, seorang pengguna Transjakarta mengaku risih jika menemukan penumpang cowok duduknya tidak bisa rapat. Menurutnya, tempat duduk yang tersedia bisa menampung lebih banyak orang jika para penumpang bisa duduk rapi.

    “Apalagi kalau jam pulang kantor, makin kasian sama yang lain,” keluhnya, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (5/12/20205).

    Seorang pengguna KRL ‘Greenline’ jurusan Rangkasbitung-Tanah Abang, Zizu, mengganggap kebiasaan duduk ngangkang yang memakan space bisa dihindari jika semua penumpang punya kesadaran diri. Menurutnya, perilaku semacam itu terkadang muncul tanpa disengaja, terutama saat kelelahan atau membawa banyak barang bawaan.

    Meski kadang merasa terganggu, ia berusaha untuk berempati dengan apapun situasi yang mungkin dialami penumpang lain. Jika memang membutuhkan tempat duduk, maka tinggal minta baik-baik dan biasanya penumpang yang rada ngangkang tersebut langsung memperbaiki posisi duduknya.

    “Kalau lagi sepi atau bukan jam-jam kantor, sebenernya gapapa juga sih. Karena semuanya pasti kan capek yaa,” katanya.

    Shalli, pengguna Transjakarta ‘jalur langit’ CSW-Tegal Mampang juga mengaku tidak nyaman jika melihat penumpang duduk ngangkang ketika kondisi bus sedang ramai. Bukan hanya memakan tempat, menurutnya hal tersebut bisa ‘mengganggu pemandangan’.

    “Mungkin ke depannya untuk memberikan edukasi melalui media sosial, serta meningkatkan awareness dengan hal-hal seperti ini,” katanya.

    Halaman 2 dari 2

    (dgh/up)

  • Fakta-fakta ‘Brain Rot’, Dikaitkan Sering Nonton Video Pendek TikTok-Reels

    Fakta-fakta ‘Brain Rot’, Dikaitkan Sering Nonton Video Pendek TikTok-Reels

    Jakarta

    Dari TikTok, Instagram Reels, hingga YouTube Shorts, konten video pendek kini menjadi ‘menu wajib’ di hampir semua platform online. Namun semakin banyak penelitian menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi video pendek berlebihan dengan gangguan fokus dan kontrol diri.

    Temuan ini sejalan dengan kekhawatiran publik terhadap fenomena ‘brain rot’, istilah slang internet yang oleh Oxford University Press didefinisikan sebagai kemunduran kondisi mental atau intelektual seseorang. Istilah ini begitu populer hingga dinobatkan sebagai Word of the Year 2024.

    Temuan Studi

    Sebuah tinjauan ilmiah pada September 2025 yang menggabungkan 71 studi dengan hampir 100.000 peserta menemukan bahwa konsumsi video pendek yang tinggi berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif, terutama kemampuan mempertahankan perhatian dan mengendalikan impuls. Analisis tersebut didasarkan pada gabungan uji perilaku dan data laporan diri peserta.

    Ulasan tersebut, yang diterbitkan di Psychological Bulletin, jurnal milik American Psychological Association (APA), juga menemukan hubungan antara tingginya penggunaan video pendek dengan gejala depresi, kecemasan, stres, dan kesepian.

    Makalah lain yang terbit Oktober lalu, merangkum 14 studi tentang penggunaan video pendek, melaporkan hasil serupa: penggunaan berat berkorelasi dengan rentang perhatian yang lebih pendek serta penurunan performa akademik.

    Meski kekhawatiran publik kian meningkat, beberapa peneliti menilai gambaran jangka panjangnya belum sepenuhnya jelas.

    Apa Kata Pakar?

    James Jackson, neuropsikolog dari Vanderbilt University Medical Center, mengatakan sejarah menunjukkan bahwa setiap teknologi baru, mulai dari video game hingga konser Elvis, sering memicu kekhawatiran berlebihan. Ia tetap berhati-hati menanggapi fenomena video pendek, meski menurutnya sejumlah kekhawatiran memang beralasan.

    “Narasi bahwa hanya ‘kakek-kakek pemarah’ yang peduli atau bahwa kekhawatiran ini dianggap ketinggalan zaman itu terlalu menyederhanakan,” kata Jackson, dikutip dari NBC News.

    Jackson menambahkan, riset yang ada menunjukkan video pendek berdampak negatif pada otak bila dikonsumsi dalam jumlah besar. Namun masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memahami rinciannya: siapa yang paling rentan, apakah efeknya permanen, dan mekanisme apa yang menyebabkan dampak tersebut.

    Di sisi lain, riset soal dampak jangka panjang penggunaan video pendek berlebihan saat ini masih berkembang, terutama di AS. Namun studi dari Inggris, Yordania, Arab Saudi, hingga Mesir juga menemukan kaitan antara konsumsi video pendek dengan masalah perhatian, gangguan memori, hingga kelelahan kognitif.

    Meski begitu, studi-studi ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat, dan kebanyakan baru menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu, bukan mengikuti peserta dalam jangka panjang.

    Sementara itu, dr Nidhi Gupta, dokter endokrinologi anak yang meneliti efek screen time, menyebut meski banyak riset fokus pada anak muda, kelompok usia lanjut juga perlu diperhatikan. Mereka cenderung memiliki lebih banyak waktu luang dan kurang mahir teknologi, sehingga mungkin sama rentannya terhadap risiko video pendek.

    Menurut Gupta, mungkin dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengetahui apakah perubahan kognitif akibat konsumsi video pendek bersifat reversibel. Ia bahkan menyebut fenomena ini sebagai ‘video game dan televisi versi steroid’.

    “Mungkin terlalu dini untuk mengatakan bahwa semuanya akan buruk,” kata Gupta.

    “Penelitian soal alkohol, rokok, dan narkoba butuh lebih dari 75 tahun. Tapi saya tidak akan terkejut jika dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan kita mendapatkan bukti yang menguatkan kekhawatiran moral soal video pendek.”

    Mengapa Medsos Bisa Picu Kerusakan Otak?

    “Media sosial bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, media sosial menyediakan akses informasi dan pendidikan, tetapi di sisi lain, penggunaan yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif. Konten yang hanya berfokus pada hiburan instan membuat otak terbiasa dengan stimulus cepat tanpa tantangan berpikir mendalam,” tuturnya dalam keterangan tertulis, dikutip detikcom Jumat (5/12/2025).

    Berikut lima hal yang terjadi saat seseorang terkena efek brain rot:

    Gangguan Kognitif

    Penurunan daya ingat dan kesulitan dalam pengambilan keputusan. Kurangnya kemampuan berpikir analitis dan pemecahan masalah.

    Gangguan Emosional

    Peningkatan stres dan kecemasan akibat paparan informasi yang tidak sehat. Ketergantungan pada media sosial sebagai bentuk pelarian.

    Dampak Sosial

    Pengurangan interaksi sosial yang bermakna. Ketidakmampuan untuk menyelesaikan konflik secara efektif melalui komunikasi.

    Bagaimana Mencegah Kerusakan Otak?

    Untuk menghindari dampak negatif brain rot, Artika menekankan perlu mengelola penggunaan media sosial dengan bijak. Berikut beberapa langkah yang disebutnya dapat dilakukan:

    Pertama, membatasi penggunaan media sosial. Para ahli menyarankan agar konsumsi media sosial tidak melebihi 1-1,5 jam per hari.

    Kedua, memilih konten berkualitas, mendapatkan informasi dari sumber terpercaya dan mengurangi paparan konten yang murni hiburan.

    Ketiga, melatih keterampilan berpikir kritis. Mengembangkan kebiasaan seperti membaca artikel, terlibat dalam diskusi mendalam, atau kembali mencerna informasi yang diterima.

    Keempat, meningkatkan interaksi sosial di dunia nyata. “Habiskan lebih banyak waktu untuk berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman,” saran dia.

    Halaman 2 dari 4

    (suc/kna)

    Otak lemot gegara Video Pendek

    6 Konten

    Konten singkat di media sosial membuat sejumlah pengguna betah scrolling hingga hitungan jam, bahkan seharian tanpa henti. Kebiasaan tersebut bisa mengarah ke ‘brain rot’.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Air Hangat Vs Dingin, Mana yang Efektif untuk Turunkan BB? Ini Jawabannya

    Air Hangat Vs Dingin, Mana yang Efektif untuk Turunkan BB? Ini Jawabannya

    Jakarta

    Banyak orang mencari cara sederhana untuk membantu menurunkan berat badan. Salah satu yang sering diperdebatkan adalah keefektifan dari minum air putih hangat atau air putih dingin.

    Ada yang menganggap air hangat bisa meningkatkan metabolisme dan lebih cepat menurunkan berat badan. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa keduanya memiliki khasiat yang sama dalam menurunkan berat badan. Bagaimana faktanya?

    Spesialis gizi dr Diana F Suganda, M Kes, SpGK mengatakan tidak ada kaitan suhu air minum dengan metabolisme lemak dalam tubuh. Jika kaitannya dengan berat badan, maka yang lebih berpengaruh adalah kandungan kalori di dalamnya.

    “Sebenarnya air hangat maupun air dingin dalam jumlah kalori sama saja, nggak ada kalorinya alias nol kalori,” ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Menurut dr Diana, yang paling penting dalam mengonsumsi air minum adalah memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Adapun jumlah konsumsi air putih yang dianjurkan dalam mencukupi kebutuhan tubuh adalah 2 liter, atau setara dengan 8 gelas per hari.

    Untuk menurunkan berat badan, minuman yang dianjurkan adalah yang tidak ditambahkan gula atau pemanis lainnya.

    “Selama tidak ditambahkan gula, tidak ditambahkan sirup, atau tidak ditambahkan pemanis-pemanis lain di dalamnya,” tuturnya.

    Dikutip dari laman Healthline, minum air hangat bisa membantu melancarkan pencernaan dan membantu tubuh membuang racun lebih cepat. Sementara, minum air dingin saat berolahraga bisa membantu mencegah tubuh kepanasan dan membuat sesi latihan lebih efektif.

    Awali hari dengan segelas air hangat untuk merangsang pencernaan dan metabolisme. Sementara, dikutip dari laman Times of India, air dingin bisa diminum saat berolahraga atau sepanjang hari, terutama saat cuaca hangat atau setelah beraktivitas fisik.

    Cara Air Putih Memengaruhi Berat Badan

    Minum air putih berapapun suhunya dikaitkan dengan asupan kalori yang lebih rendah sepanjang hari. Minum air putih sebagai alternatif minuman manis baik untuk pencernaan dan menjaga berat badan dalam batas wajar.

    Berikut cara air memengaruhi berat badan dikutip dari laman Medical News Today:

    1. Air Meningkatkan Pembakaran Kalori

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum air bisa membantu membakar kalori. Air juga bisa meningkatkan pengeluaran energi tubuh saat istirahat atau jumlah kalori yang terbakar saat istirahat.

    2. Air Membantu Membuang Limbah dari Tubuh

    Jika mengalami dehidrasi, tubuh tidak bisa membuang limbah berupa urine dan feses dengan benar. Air membantu ginjal menyaring racun dan limbah, sekaligus mempertahankan nutrisi dan elekrolit esensial. Saat tubuh mengalami dehidrasi ginjal menahan cairan.

    Dehidrasi juga bisa menyebabkan feses keras atau menggumpal, serta sembelit. Air membantu pergerakan tinja dengan melunakkan atau melonggarkan feses yang mengeras.

    3. Air Diperlukan untuk Membakar Lemak

    Tanpa air, tubuh tidak bisa memetabolisme lemak atau karbohidrat yang tersimpan dengan baik. Proses metabolisme lemak disebut dengan lipolisis. Langkah pertama dalam proses ni adalah hidrolisis, yang terjadi saat molekul air berinteraksi dengan trigliserida (lemak) untuk menghasilkan gliserol dan asam lemak. Jadi, minum air cukup sangat penting untuk membakar lemak dari makanan dan minuman, serta lemak yang tersimpan.

    Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/suc)

  • Video: Wamenkes Ungkap Strategi Penanganan Kesehatan Korban Banjir Sumatera

    Video: Wamenkes Ungkap Strategi Penanganan Kesehatan Korban Banjir Sumatera

    Video: Wamenkes Ungkap Strategi Penanganan Kesehatan Korban Banjir Sumatera

  • Video: Wamenkes Ungkap Strategi Penanganan Kesehatan Korban Banjir Sumatera

    Video: Wamenkes Ungkap Strategi Penanganan Kesehatan Korban Banjir Sumatera

    Video: Wamenkes Ungkap Strategi Penanganan Kesehatan Korban Banjir Sumatera

  • Kelihatan Jelas atau Samar? Uji Ketelitian Mata lewat Tebak Gambar Buah Ini

    Kelihatan Jelas atau Samar? Uji Ketelitian Mata lewat Tebak Gambar Buah Ini

    Jakarta

    Ingin tahu seberapa jeli matamu dalam membedakan warna? Tes buta warna biasanya identik dengan pola titik-titik dan perpaduan warna.

    Kali ini ada cara lebih seru, yaitu menebak gambar buah. Lewat permainan ini, kamu bisa tahu seberapa besar kemampuan kamu dalam mengenali objek. Siap mencoba?

    Tes Buta Warna Tebak Gambar Buah

    Perhatikan dengan baik tes buta warna tebak gambar buah ini. Coba jawab tanpa mengintip kunci jawabannya.

    1. Buah yang terkenal dengan bentuknya yang kecil, manis, dan warna merahnya.

    Ingin Mengukur Ketajaman Saraf Mata? Tebak Gambar Apa di Tes Buta Warna Ini Foto: Firdaus/detikHealth

    2. Berwarna kuning, buah ini mengandung potasium, serat, hingga protein. Salah satu manfaatnya adalah meningkatkan kesehatan pencernaan.

    Ingin Mengukur Ketajaman Saraf Mata? Tebak Gambar Apa di Tes Buta Warna Ini Foto: Firdaus/detikHealth

    3. Rasanya manis dan asam. Ada kandungan enzim bromelain di dalamnya.

    Ingin Mengukur Ketajaman Saraf Mata? Tebak Gambar Apa di Tes Buta Warna Ini Foto: Firdaus/detikHealth

    4. Rasanya manis dengan biji yang kecil. Sekali berbuah bisa ada banyak butir.Ingin Mengukur Ketajaman Saraf Mata? Tebak Gambar Apa di Tes Buta Warna Ini Foto: Firdaus/detikHealth

    5. Warnanya merah atau hijau. Seringkali buah ini dimakan untuk diet.

    Ingin Mengukur Ketajaman Saraf Mata? Tebak Gambar Apa di Tes Buta Warna Ini Foto: Firdaus/detikHealth

    6. Terkenal dengan rasanya yang manis dan satu biji besar di tengahnya. Warna kulitnya hijau.

    tes buta warna Foto: detikHealth

    7. Buah dengan bintik-bintik di bagian luar. Rasanya manis dan asam.tes buta warna Foto: detikHealth

    8. Dagingnya berwarna merah. Kandungan airnya begitu melimpah.

    tes buta warna Foto: detikHealth

    Jawaban Tes Buta Warna Tebak Gambar Buah

    Inilah jawaban dari tes buta warna tebak gambar buah.

    1. Ceri
    2. Pisang
    3. Nanas
    4. Anggur

    5. Apel
    6. Mangga
    7. Stroberi
    8. Semangka

    Halaman 2 dari 5

    (elk/suc)