Category: Detik.com Kesehatan

  • Viral Penampilan Baru Ariana Grande, Disebut Tak Sehat gegara Terlalu Kurus

    Viral Penampilan Baru Ariana Grande, Disebut Tak Sehat gegara Terlalu Kurus

    Jakarta

    Viral penampilan terbaru Ariana Grande yang dinilai nyaris tak dikenali karena terlalu kurus. Beberapa netizen menyoroti masalah kesehatannya karena bobotnya tampak berbeda dari beberapa penampilan sebelumnya.

    Berpose bersama lawan mainnya Cynthia Erivo dan Jonathan Bailey, bintang Wicked yang memukau itu memperlihatkan bahu ramping, tulang selangka menonjol, sementara tulang dadanya juga terlihat.

    “Saya suka Ariana dan saya rasa orang-orang tidak boleh mengomentari tubuh orang lain sama sekali, tetapi tidak mungkin Anda bisa melihatnya dan tidak berpikir dia tidak sehat,” tulis seorang pengguna TikTok mengomentari penampilan Ariana.

    Dikutip dari Daily Mail, para ahli telah lama memperingatkan bahwa memiliki tulang dada yang terlihat dan pipi yang tirus bisa saja merupakan tanda kondisi kesehatan termasuk kekurangan gizi dan lipoatrofi atau hilangnya jaringan lemak. Saat menurunkan berat badan, tulang dan otot di area dada sering kali menjadi lebih terlihat.

    Kekurangan gizi merupakan faktor risiko yang signifikan untuk kesehatan yang buruk.

    Selain energi dan suasana hati yang rendah, hal itu menyebabkan hilangnya massa otot, meningkatkan risiko jatuh dan mengurangi mobilitas, serta kekebalan tubuh yang buruk, yang menyebabkan kemungkinan infeksi yang lebih besar.

    Hilangnya hampir seluruh lemak subkutan – tepat di bawah kulit – dapat menyebabkan luka tekan dan penyembuhan luka yang tertunda.

    Tahun lalu, penyanyi Thank U, Next membuat postingan di akun TikToknya setelah disoroti terkait berat badannya yang turun drastis. Penyanyi Yes And? itu juga mengklaim versi dirinya saat itu adalah yang paling sehat.

    “Ada banyak cara berbeda untuk terlihat sehat dan cantik. Dan bagi saya pribadi, tubuh yang Anda bandingkan dengan tubuh saya saat ini adalah versi tubuh saya yang paling tidak sehat,” kata Ariana.

    (kna/kna)

  • Viral Wanita Kena Tumor Payudara gegara Sering Jajan Seblak, Ini Kata Onkolog

    Viral Wanita Kena Tumor Payudara gegara Sering Jajan Seblak, Ini Kata Onkolog

    Jakarta

    Viral di media sosial curhatan seorang pengguna TikTok @put***sis***in mengidap tumor mammae. Tumor mammae merupakan sebuah istilah medis yang merujuk pada pertumbuhan abnormal atau munculnya tumor pada jaringan payudara.

    Dalam unggahannya yang viral tersebut, wanita berusia 20 tahun itu mengatakan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan kebiasaan jajan seblak dan makanan tidak sehat lainnya.

    “Stop apa? Stop jajan seblak dan jajan jajanan gasehat lainnya,” katanya dikutip detikcom, Rabu (20/11/2024).

    Berkaitan dengan kondisi yang dialami wanita tersebut, spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi dr Mira Anna Lubis, SpPD-KHOM menjelaskan bahwa tumor mammae secara umum merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh berbagai faktor, tergantung apa penyebab dari tumor tersebut.

    dr Mira menjelaskan tumor bisa bersifat jinak, ganas, atau bahkan bersifat kanker. Beberapa jenis tumor jinak yang umum misalnya adalah fibroadenoma dan kista payudara. Untuk jenis kasus tumor mammae jinak seperti itu, faktor hormonal bisa memiliki pengaruh.

    “Kalau belum tahu kanker, ya bisa apa saja ya. Hormon pun bisa, seperti tumor payudara yang karena hormon kan banyak tuh yang disebut fibroadenoma mammae, atau kista, kan itu biasanya hormon related. Apalagi kan usianya reproduktif yang hormon masih tinggi. Tapi apakah itu related dengan hormon? itu bisa,” kata dr Mira ketika ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Berkaitan dengan kebiasaan jajan dan pola makan tidak sehat, dr Mira mengatakan hal tersebut mungkin saja juga mengambil peran. Ia mengingatkan keberadaan tumor atau kanker biasanya bersifat multifaktorial atau tidak memiliki pemicu tunggal.

    Oleh karena itu, masyarakat harus bisa menghindari berbagai faktor risiko terkontrol seperti gaya hidup lebih sehat, diet, aktivitas fisik, hingga menghindari asap rokok. Apabila memiliki faktor risiko tidak terkontrol seperti genetik dan riwayat kanker di keluarga, pemeriksaan dini sangat diperlukan.

    Hal ini penting untuk memeriksa apakah seseorang memiliki kanker atau tumor yang dimiliki berkaitan dengan kanker atau tidak. Dengan begitu, pengobatan yang diberikan bisa tepat, efektif, dan lebih cepat.

    dr Mira mengingatkan seringkali pasien kanker jenis apapun didiagnosis dalam waktu yang terlambat. Hal tersebut membuat pasien lebih sulit untuk sembuh karena sudah stadium lanjut.

    “Tapi apakah kemudian pola makan tidak sehat yang memengaruhi metabolisme secara umum, misalnya kemudian dia jadi high fat dan sebagainya, itu memengaruhi metabolisme dan itu membuat menjadi lebih besar dari rangsangan hormonalnya ya bisa-bisa saja. Jadi memang multifaktor,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • Rina Nose Jaga Tubuh Tetap Ramping dengan ‘Diet Puasa’, Tak Pantang Nasi

    Rina Nose Jaga Tubuh Tetap Ramping dengan ‘Diet Puasa’, Tak Pantang Nasi

    Jakarta

    Komedian Rina Nose belakangan menjadi sorotan lantaran memiliki tubuh yang ramping dan sehat. Dirinya menjaga kesehatan pada tubuhnya dengan menerapkan intermittent fasting atau metode diet puasa.

    Rina Nose mengaku tak punya pantangan. Hanya saja jam makan untuk dirinya atur mulai dari jam 1 siang hingga jam 7 malam.

    “Pokoknya makan tiap hari dimulai dari jam 1 sampai jam 7, jam 6. Nggak (makan) apa pun (juga). Kalau nasi masih, sayur, makanan yang kayak gini kan dimasak semua,” kata Rina Nose dikutip dari detikHot, Rabu (19/11/2024).

    Dikutip dari Medical News Today, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan ini dapat memberikan manfaat seperti menurunkan massa lemak, kesehatan yang lebih baik, dan peningkatan umur panjang.

    Pola intermittent fasting didasarkan pada jadwal yang ditetapkan dan tidak mengikuti waktu acak. Meskipun demikian, pengalaman setiap orang tentang intermittent fasting bersifat individual, dan gaya yang berbeda akan cocok untuk orang yang berbeda.

    Berikut sejumlah aturan metode intermittent fasting yang perlu diketahui.

    1. Puasa selama 12 jam sehari

    Aturan untuk diet ini sederhana. Seseorang perlu memutuskan dan mematuhi jendela puasa 12 jam setiap hari.

    Menurut beberapa peneliti, berpuasa selama 12 hingga 14 jam dapat membuat tubuh mengubah simpanan lemaknya menjadi energi. Ini akan mendorong penurunan berat badan.

    Jenis rencana intermittent fasting ini mungkin merupakan pilihan yang baik untuk pemula. Ini karena jendela puasa relatif kecil, sebagian besar puasa terjadi saat tidur, dan orang tersebut dapat mengonsumsi jumlah kalori yang sama setiap hari.

    Cara termudah untuk melakukan puasa 12 jam adalah dengan memasukkan periode tidur dalam jendela puasa.

    Contohnya, seseorang dapat memilih untuk berpuasa antara pukul 7 malam dan 7 pagi. Mereka harus menyelesaikan makan malam sebelum pukul 7 malam dan menunggu hingga pukul 7 pagi untuk sarapan tetapi akan tertidur selama sebagian besar waktu di antaranya.

    2. Puasa selama 16 jam

    Puasa selama 16 jam sehari, menyisakan jendela makan selama 8 jam, disebut metode 16:8 atau diet Leangains.

    Selama diet 16:8, pria berpuasa selama 16 jam setiap hari, dan wanita berpuasa selama 14 jam. Jenis puasa berselang ini mungkin bermanfaat bagi seseorang yang telah mencoba puasa 12 jam tetapi tidak melihat manfaat apa pun.

    Pada metode puasa ini, orang biasanya menyelesaikan makan malam mereka pada pukul 8 malam dan kemudian melewatkan sarapan keesokan harinya, tidak makan lagi hingga tengah hari.

    3. Puasa selama 2 hari dalam seminggu

    Orang yang mengikuti diet 5:2 mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah standar selama 5 hari dan mengurangi asupan kalori pada 2 hari lainnya.

    Selama 2 hari puasa, pria umumnya mengonsumsi 600 kalori dan wanita 500 kalori.

    Biasanya, orang memisahkan hari puasa mereka dalam seminggu. Misalnya, mereka mungkin berpuasa pada hari Senin dan Kamis dan makan secara teratur pada hari-hari lainnya.

    Harus ada setidaknya 1 hari tanpa puasa di antara hari-hari puasa.

    Sebuah uji coba terkontrol acak tahun 2021 menemukan bahwa orang dewasa dengan obesitas yang mencoba metode puasa 5:2 dengan dukungan kelompok mengalami penurunan berat badan yang lebih besar dalam 6 minggu.

    (suc/kna)

  • Ini yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Meninggal Dunia

    Ini yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Meninggal Dunia

    Jakarta

    Seorang perawat di Los Angeles, Amerika Serikat, menceritakan pengalamannya saat bekerja di unit perawatan intensif. Selama bertugas di sana, wanita bernama Julie McFadden itu melihat kematian dari banyak pasien.

    Julie mencoba menjelaskan apa saja yang terjadi pada tubuh seseorang setelah meninggal dunia. Ia seperti melihat kekuatan yang dimiliki setiap tubuh untuk mati secara alamiah.

    1. Keluarnya Cairan Tubuh

    Setelah kematian, Julie menjelaskan kondisi tubuh akan benar-benar rileks. Saat itulah tahap pertama pembusukan terjadi.

    “Inilah sebabnya orang buang air kecil, buang air besar, terkadang cairan keluar dari hidung, mata, atau telinga. Semua hal dalam tubuh yang menahan cairan menjadi rileks,” jelas Julie yang dikutip dari Metro UK.

    “Terkadang kematian itu bisa membingungkan. Tapi, saya kerap membicarakannya, sehingga orang-orang tidak terkejut jika itu terjadi, karena sangat normal,” sambungnya.

    Di tahap selanjutnya, suhu tubuh akan menurun. Namun, setelah melihat banyak mayat sepanjang kariernya, Julie mengatakan suhu tubuh mayat akan mendingin dengan kecepatan yang berbeda. Sampai akhirnya mencapai suhu ruangan tempat mereka berada.

    3. Darah Mengalir ke Bawah Tubuh

    Kemudian, semua darah yang ada di dalam tubuh mulai terkumpul ke bawah menuju bagian bawah tubuh.

    “Jika Anda membiarkan seseorang berbaring cukup lama dan mulai membalikkannya, Anda biasanya akan melihat bagian belakang kaki dan seluruh sisi belakang tubuh akan terlihat ungu atau lebih gelap,” terang Julie.

    “Itu karena gravitasi menarik darah ke bawah.”

    4. Tubuh Menjadi Kaku

    Tahap selanjutnya, tubuh akan menjadi kaku atau yang dikenal sebagai rigor mortis. Menurut Julie, kebanyakan orang pasti tahu tentang hal ini.

    Biasanya, tubuh mayat akan menjadi kaku dalam waktu 1-2 jam setelah kematian. Tubuh akan semakin kaku sampai akhirnya mengendur selama 24-36 jam berikutnya.

    “Saya telah melihat orang menjadi sangat kaku dengan cepat setelah kematian, seperti beberapa menit setelahnya. Dan bagi orang lain, tubuh mereka membutuhkan waktu lebih lama, jadi itu bisa berbeda-beda,” kata dia.

    “Ada otot menjadi kaku yang dimulai dari otot yang lebih kecil, seperti mata dan wajah. Kemudian leher dan secara bertahap seluruh tubuh akan kaku hingga ekstremitas, tangan, jari tangan, dan kaki,” lanjutnya.

    Julie menjelaskan kondisi itu terjadi karena metabolisme tubuh berhenti dan tidak dapat lagi menghasilkan ATP yang merupakan adenosin trifosfat, energi seluler tubuh.

    Ketika kadar ATP turun, filamen protein otot terikat bersama dan berkontraksi secara permanen. Hal ini menyebabkan otot menjadi kaku dan kehilangan elastisitas.

    5. Tubuh Menjadi Sangat Berat

    Pasca meninggal dunia, Julie mengatakan tubuh seseorang akan menjadi sangat berat. Sekitar satu hari setelah meninggal, tubuh mengendur lagi karena jaringannya mengendur hingga terasa lebih berat.

    Umumnya, di tahap ini tubuh sudah dibawa ke kamar mayat untuk dilakukan langkah selanjutnya, mencakup pembalseman, kremasi, atau penguburan.

    6. Tahap Akhir Pembusukan

    Julie mengungkapkan tahap akhir dari pembusukan akan dimulai antara 4-10 hari pasca kematian. Di saat itulah, gas di dalam tubuh mulai dilepaskan.

    “Ada bau, akan ada perubahan warna pada kulit dan tubuh. Pembusukan hitam terjadi antara 10-20 hari setelah kematian,” terang dia.

    Kulit yang terbuka mulai menghitam, sedikit kembung, dan cairan dikeluarkan dari tubuh. Ini adalah bagian di mana tubuh benar-benar membusuk,” pungkasnya.

    (sao/kna)

  • Dokter Wanti-wanti Risiko PPOK saat Polusi Udara DKI-Tangerang ‘Ugal-ugalan’

    Dokter Wanti-wanti Risiko PPOK saat Polusi Udara DKI-Tangerang ‘Ugal-ugalan’

    Jakarta

    Polusi udara di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, seperti Tangerang terpantau buruk beberapa waktu terakhir. Bahkan menurut data IQ Air, indeks kualitas udara DKI hingga Tangerang sempat mencapai lebih dari 200 atau sangat buruk pada hari Minggu (17/11/2024).

    Indeks kualitas udara pada hari Rabu (20/11) juga terpantau di atas 100 atau tidak sehat bagi kelompok sensitif di DKI Jakarta pada pukul 9.00 pagi. Konsentrasi polutan utama atau PM2.5 (partikel udara) di Jakarta saat ini 5,6 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Tak bisa dipungkiri, polusi udara dapat menimbulkan dampak negatif terutama pada masalah kesehatan. Sebut saja penyakit pada pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    Menurut Prof Dr dr Arto Yuwono Soeroto. SpPD K-P, Finasim, FCCP, polusi udara menjadi salah satu pemeran utama yang menyebabkan PPOK.

    “PPOK adalah merupakan kondisi paru yang disebabkan kerusakan saluran napas atau bagian lain dari paru-paru,” imbuhnya dalam media briefing, Rabu (20/11/2024).

    Prof Arto mengatakan kerusakan pada paru-paru tersebut akan menghambat aliran napas dan membuat kesulitan napas atau sesak napas pada pengidapnya. Selain itu, PPOK juga membuat pengidapnya mengalami rasa capek, mengi, hingga batuk berdahak.

    Senada, Direktur pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi juga mengatakan polusi udara buruk, seperti yang terjadi di Jakarta bisa menyebabkan seseorang terkena PPOK. Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker apabila bepergian ke luar rumah.

    Ia juga mengimbau untuk selalu membaca indeks kualitas udara apabila ingin bepergian, atau berolahraga di luar ruangan.

    “Kita rajin membaca indeks kualitas udara. Kurangi aktivitas di luar apabila indeks kualitas udara tidak baik. Kalau mau olahraga, pilih tempat yang banyak pohonnya sehingga menghirup udara yang segar,” sambungnya lagi.

    baca juga

    (suc/kna)

  • Terungkap Manusia dengan Otak Terberat di Dunia, Bobotnya Nyaris 3 Kg

    Terungkap Manusia dengan Otak Terberat di Dunia, Bobotnya Nyaris 3 Kg

    Jakarta

    Seorang pria di Belanda mencatat rekor manusia dengan otak terberat di dunia. Bobot otaknya itu bahkan dua kali lebih berat dari rata-rata orang normal.

    Dikutip dari IFL Science, pemegang rekor manusia dengan otak terberat di dunia versi Guiness World Record yakni seorang pria Belanda yang hidup di akhir abad ke-19. Setelah mengalami epilepsi dan masalah perkembangan, pria pemilik otak terbesar ini meninggal di Rumah Sakit Jiwa Meerenberg pada usia 21 tahun.

    Selama autopsi pria tersebut pada tahun 1899, ahli patologi Belanda Gerard Christiaan van Walsem mencatat berat otak sebesar 2,85 kilogram. Biasanya, berat otak manusia berkisar antara 0,9 dan 2 kilogram, dengan berat rata-rata sekitar 1,35 kilogram.

    Fakta unik lainnya, otak manusia sebenarnya telah menyusut selama beberapa ribu tahun terakhir dan para peneliti tidak sepenuhnya yakin mengapa. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2021, penyusutan ukuran otak mungkin ada hubungannya dengan “eksternalisasi pengetahuan” yang dihasilkan dari penemuan tulisan dan bentuk penyimpanan data lainnya.

    Para peneliti juga berspekulasi bahwa evolusi manusia yang kompleks mungkin telah mengurangi kebutuhan akan otak yang besar karena kita sekarang dapat mengandalkan “kognisi terdistribusi” untuk pengambilan keputusan kolektif daripada individu.

    Meski demikian, memiliki otak yang lebih kecil tidak selalu membuat seseorang kurang pintar, sama seperti otak yang lebih besar tidak selalu meningkatkan kecerdasan. Pada tahun 2019, para peneliti mengamati volume tengkorak dan kemampuan kognitif lebih dari 13.500 orang di Inggris, menyimpulkan bahwa IQ tidak ditentukan oleh ukuran atau besarnya otak.

    Sebaliknya, struktur dan konektivitas otak kemungkinan lebih penting daripada ukuran dalam hal kapasitas kognitif. Itulah sebabnya wanita dan pria memiliki tingkat kecerdasan yang sama meskipun otak pria sekitar 11 persen lebih besar, yang mencerminkan perbedaan ukuran tubuh antara kedua jenis kelamin.

    (kna/kna)

  • Bolehkah Pengidap Gula Darah Tinggi Makan Nanas? Begini Penjelasannya

    Bolehkah Pengidap Gula Darah Tinggi Makan Nanas? Begini Penjelasannya

    Jakarta

    Nanas merupakan salah satu buah yang dikonsumsi oleh banyak orang. Tak hanya rasanya yang manis dan enak, nyatanya mengonsumsi nanas juga memberikan sederet nutrisi bagi tubuh, termasuk mineral, vitamin, dan serat.

    Meskipun begitu, disebut-sebut bahwa pengidap diabetes harus menghindari mengonsumsi buah nanas sebab kandungan gula alami dan karbohidrat di dalamnya.

    Dikutip dari Medical News Today, sebagian besar buah memang mengandung skor indeks glikemik (IG) yang rendah, yang artinya dampak terhadap kadar gula darah lebih kecil dibandingkan dengan makanan lainnya.

    Skor tersebut cenderung rendah sebab buah mengandung fruktosa dan serat yang dapat membantu tubuh mencerna karbohidrat secara lebih lambat sehingga kadar gula darah lebih stabil seiring berjalannya waktu.

    Beda dengan buah yang lain, nanas memiliki skor IG sedang, yang artinya mengonsumsi nanas dapat memberikan efek lebih besar pada glukosa darah dibandingkan dengan buah yang lainnya.

    Berikut merupakan kategori IG secara umum:

    Makanan dengan IG rendah memiliki skor di bawah 55Makanan dengan IG sedang memiliki skor antara 56 dan 69Makanan dengan IG tinggi memiliki skor 70 atau lebih

    Nanas mentah memiliki skor 66, yang menjadikannya sebagai makanan dengan IG sedang.

    Meskipun begitu, pengidap diabetes dapat mengonsumsi nanas dengan beberapa catatan. Pilihan yang paling menyehatkan adalah dengan mengonsumsi nanas mentah atau nanas beku. Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi nanas kalengan yang diolah dalam kemasan sebab biasanya mengandung gula tambahan.

    Jus nanas dan nanas kering juga umumnya mengandung gula tambahan sehingga dapat menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah.

    Untuk membatasi efek mengonsumsi buah nanas pada kadar gula darah, disarankan untuk mengonsumsi buah nanas secukupnya dan padukan dengan makanan tinggi protein atau lemak sehat sehingga dapat meminimalkan nilai IG total dari makanan tersebut.

    (kna/kna)

  • Duh! Kemenkes Prediksi Ada 28,6 Juta Warga RI yang Kena Diabetes di 2045

    Duh! Kemenkes Prediksi Ada 28,6 Juta Warga RI yang Kena Diabetes di 2045

    Jakarta

    Direktur pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini Indonesia berada di urutan kelima sebagai negara dengan jumlah diabetes tertinggi, diperkirakan mencapai 19,5 juta jiwa.

    Angka tersebut diprediksi akan meningkat tajam mencapai 28,6 juta pada tahun 2045.

    “Tapi itu belum terdiagnosis ataupun kalau sudah terdiagnosis tidak terkontrol dengan baik. Namun ternyata nanti itu akan diperkirakan akan ada 28,6 juta pada tahun 2045,” imbuhnya saat konferensi pers, Selasa (19/11/2024).

    dr Nadia mengatakan apabila tak ada langkah serius hal ini bisa berdampak terhadap cita-cita negara Indonesia menjadi negara maju.

    Bonus demografi yang diharapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat justru akan menjadi beban jika masalah kesehatan, termasuk diabetes, tidak segera ditangani.

    “Kalau kita tidak segera tangani di tahun 2045 generasi SDM emas yang kita impikan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara maju itu tentunya akan sangat sulit tercapai,” katanya.

    “Jadi bonus demografi yang kita harapkan akan memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat kita itu akan tentunya hanya menjadi impian saja,” sambungnya.

    dr Nadia mengatakan penyakit tidak menular, seperti diabetes dapat terjadi akibat sejumlah faktor. Salah satunya dari kebiasaan buruk, seperti merokok, kurang aktivitas fisik, kurang makan buah dan sayur, serta mengonsumsi gula, garam, dan lemak berlebih.

    “Kurang lebih 30 persen atau sepertiga dari masyarakat kita itu sangat berisiko karena melebihi batas konsumsi gula, garam, lemak, yang dianjurkan per hari,” katanya lagi.

    (suc/kna)

  • Donald Trump Tunjuk Dokter Seleb ‘Dr Oz’ Pimpin Asuransi Kesehatan Publik AS

    Donald Trump Tunjuk Dokter Seleb ‘Dr Oz’ Pimpin Asuransi Kesehatan Publik AS

    Jakarta

    Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjuk dokter selebriti Dr Mehmet Oz menjadi pemimpin program asuransi kesehatan publik atau Pusat Layanan Medicare and Medicaid (CMS).

    “Dia adalah seorang Dokter, Ahli Bedah Jantung, Penemu, dan Komunikator Kelas Dunia terkemuka, yang telah menjadi pelopor gaya hidup sehat selama beberapa dekade,” kata Trump dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa Dr Oz akan bekerja sama dengan Robert F Kennedy Jr, seorang aktivis antivaksin yang Trump tunjuk sebagai Kepala Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

    Diberitakan NBCNews, Pusat Layanan Medicare dan Medicaid bertanggung jawab untuk menyediakan asuransi kesehatan berbasis pemerintah kepada lebih dari 160 juta orang melalui Medicare, Medicaid, dan Program Asuransi Kesehatan Anak, yang menyediakan pertanggungan kepada anak-anak yang keluarganya berpenghasilan tinggi untuk memenuhi syarat Medicaid.

    “Dr Oz menjadi pemimpin dalam memberi insentif bagi Pencegahan Penyakit, sehingga kita mendapatkan hasil terbaik di Dunia untuk setiap dolar yang kita belanjakan untuk Layanan Kesehatan di Negara Besar kita,” ujar Trump.

    Dr Oz terkenal di acara televisi utama Oprah Winfrey sebelum membuat serialnya sendiri, “The Dr. Oz Show,” pada tahun 2009. Dia berhenti melakukan operasi pada tahun 2018 tetapi lisensi dokternya masih berlaku di Pennsylvania hingga akhir tahun ini, menurut basis data negara bagian tersebut.

    Namun, pandangannya tentang COVID-19 memicu kontroversi. Di awal pandemi, misalnya, Dr Oz membicarakan obat antimalaria hidroksiklorokuin sebagai cara untuk mengobati virus corona, meskipun kurangnya bukti ilmiah yang kuat bahwa obat itu efektif.

    Trump sempat tampil di acara televisi Oz, “The Dr. Oz Show,” selama kampanye presidennya tahun 2016 untuk mengungkap hasil pemeriksaan fisiknya.

    (kna/kna)

  • Ciri-ciri Sakit Dada Pertanda Serangan Jantung, Sering Dikira ‘Angin Duduk’

    Ciri-ciri Sakit Dada Pertanda Serangan Jantung, Sering Dikira ‘Angin Duduk’

    Jakarta

    Serangan jantung terjadi ketika bagian otot jantung tidak menerima cukup oksigen. Gejala serangan jantung bisa berbeda pada setiap orang namun ciri-ciri yang paling khas yakni adanya nyeri dada.

    Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Ade Meidian Ambari, SpJP(K) FIHA dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita mengatakan kasus serangan jantung di Indonesia kerap terlambat mendapat pertolongan karena masyarakat masih abai dengan tanda-tandanya. Padahal ada golden time atau waktu terbaik penanganan serangan jantung agar efeknya tak makin parah.

    “Nyeri dada yang khas orang serangan jantung itu biasanya di tengah, namanya restostenal pain. Jadi nyerinya tuh seperti ditusuk, berat, ditindih,” kata dr Ade saat ditemui detikcom, Minggu (17/11/2024).

    Sakit dada akibat serangan jantung juga bisa sampai menjalar ke punggung. Biasanya dibarengi dengan sensasi kesemutan di area tengah tubuh.

    Selain itu rasa sakitnya juga akan berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Ada gejala lain yang juga dialami seperti keringat dingin dan mual muntah.

    “Baju basah, terus mual muntah kadang-kadang. Orang kita selalu menganggap itu angin duduk. Dikerokin pasiennya, meninggal,” ucap dr Ade.

    (kna/kna)