Category: Detik.com Kesehatan

  • Foto Pria yang Jalani Transplantasi Wajah, Begini Penampilan Terbarunya

    Foto Pria yang Jalani Transplantasi Wajah, Begini Penampilan Terbarunya

    Foto Health

    Dokumentasi Mayo Clinic – detikHealth

    Kamis, 21 Nov 2024 15:01 WIB

    Jakarta – Penerima transplantasi wajah ini adalah seorang pria berusia 30 tahun dari Michigan. Dia akhirnya mendapatkan transplantasi wajah setelah menunggu 10 tahun

  • Ciri-ciri Tubuh Overdosis Gula, Mudah Lapar hingga Sering Jerawatan

    Ciri-ciri Tubuh Overdosis Gula, Mudah Lapar hingga Sering Jerawatan

    Jakarta

    Konsumsi gula tambahan dalam makanan dan minuman semakin sering disoroti karena dampaknya yang dapat membahayakan kesehatan.

    Mulai dari perubahan berat badan hingga kondisi kulit, kebiasaan mengonsumsi gula dalam jumlah berlebih sering kali membawa dampak yang tidak diinginkan. Berikut merupakan tanda bahwa tubuh mengonsumsi gula berlebih, dikutip dari Everyday Health.

    Ciri-ciri overdosis gula

    1. Peningkatan Rasa Lapar dan Berat Badan

    Konsumsi kalori berlebih dari gula tambahan dapat memicu rasa lapar yang terus meningkat.
    “[Gula] memang memuaskan selera, tapi tidak benar-benar memuaskan atau mengenyangkan perut kita,” kata Keri Stoner-Davis, RDN, yang bekerja di Lemond Nutrition di Plano, Texas.

    Hal ini mendorong pola makan yang tidak terkendali, sering kali memicu ngemil tanpa sadar.

    Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman berpemanis meningkatkan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa. Namun, penambahan kalori bukan satu-satunya penyebab.

    Mikrobioma usus juga memainkan peran penting dalam mengatur metabolisme dan menjaga kadar gula darah serta insulin. Konsumsi gula berlebihan mengganggu keseimbangan mikrobioma, memicu pertumbuhan bakteri jahat, dan menghambat kerja hormon seperti leptin yang seharusnya mengurangi rasa lapar. Dampak ini menjadikan tubuh semakin bergantung pada asupan gula yang tinggi.

    2. Mudah Marah

    Perubahan suasana hati, seperti mudah marah atau gelisah, dapat diakibatkan oleh konsumsi gula yang berlebihan. Riset menunjukkan bahwa gula tambahan meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang berdampak pada suasana hati dan gejala depresi.

    Gula yang cepat diserap menyebabkan peningkatan energi sementara, tetapi saat kadar gula darah turun drastis, tubuh menjadi lelah dan mudah tersinggung. Kadar glukosa rendah dalam otak juga mengganggu kinerja otak, mengakibatkan perasaan murung dan kurang bertenaga.

    3. Kelelahan dan Lemas

    Gula adalah sumber energi cepat yang mudah dicerna, tetapi tanpa nutrisi pendukung seperti protein atau serat, energi yang diperoleh cepat habis.

    Stoner-Davis menjelaskan bahwa meski mengonsumsi banyak gula, tubuh akan kembali merasa lelah dan kekurangan energi dalam waktu singkat. Lonjakan dan penurunan drastis kadar gula darah juga memengaruhi stabilitas energi sepanjang hari, membuat tubuh terasa lelah.

    4. Makanan Tak Terasa Cukup Manis

    Jika makanan mulai terasa kurang manis atau keinginan menambahkan gula muncul, ini bisa menandakan kecanduan gula.

    Tubuh terbiasa dengan kadar kemanisan tinggi yang didapat dari konsumsi gula tambahan, sehingga sulit merasa puas dengan makanan yang kurang manis.

    Pemanis buatan, yang sering kali lebih manis dari gula asli, dapat memperkuat kecenderungan ini dan membuat keinginan untuk mengonsumsi gula makin meningkat.

    5. Mengidam Makanan Manis

    Rasa ingin mengonsumsi makanan manis bisa menjadi tanda kecanduan gula. Gula menjadikan pusat kesenangan di otak, yaitu jalur mesokortikolimbik, dengan melepaskan dopamin, hormon yang menciptakan perasaan senang.

    Dopamin yang dihasilkan memicu keinginan berulang untuk mengonsumsi gula. Mengalihkan fokus pada makanan alami dan camilan bergizi dapat membantu mengurangi keinginan ini.

    6. Brain Fog

    Kejernihan mental, fokus, konsentrasi, dan daya ingat dapat terganggu akibat konsumsi gula berlebihan.

    Glukosa memang merupakan bahan bakar utama otak, tetapi jika jumlahnya terlalu tinggi, dapat memicu hiperglikemia atau peningkatan kadar gula darah yang berlebihan, yang menimbulkan peradangan di otak serta berdampak buruk pada fungsi kognitif dan suasana hati.

    Pengidap diabetes tipe 2 yang mengalami hiperglikemia berisiko mengalami penurunan kemampuan kognitif, seperti lambat dalam memproses informasi, melemahnya daya ingat kerja, dan menurunnya perhatian.

    Namun, dampak negatif ini ternyata juga dapat dialami oleh orang tanpa diabetes. Tinjauan sistematis dan meta-analisis dari 77 penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi gula tambahan berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif, bahkan pada mereka yang tidak memiliki diabetes.

    7. Jerawat dan Keriput

    Pengendalian gula darah penting bagi kesehatan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin dapat meningkatkan risiko jerawat, sementara kadar gula tinggi menyebabkan tubuh memproduksi produk akhir glikasi lanjut yang mempercepat penuaan kulit.

    Makanan tinggi gula tidak hanya memicu jerawat tetapi juga mempercepat proses penuaan kulit, termasuk munculnya keriput.

    (kna/kna)

  • Pantas Banyak yang ke Penang, Biaya Berobat di RI Lebih Mahal dari Malaysia

    Pantas Banyak yang ke Penang, Biaya Berobat di RI Lebih Mahal dari Malaysia

    Jakarta

    Permasalahan berobat mahal di Indonesia sampai saat ini masih menjadi sorotan publik. Bahkan disebut 2 hingga 3 kali lipat lebih mahal dibandingkan di luar negeri.

    Hal tersebut juga didukung dengan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menyebut masih ada banyak orang Indonesia yang memilih untuk berobat ke luar negeri.

    Terungkap dari data tersebut bahwa Malaysia menjadi destinasi ‘favorit’ warga untuk berobat ke luar negeri. Salah satunya disebut karena biayanya lebih murah dibandingkan di Indonesia.

    Selain itu di media sosial juga viral pengakuan warga Indonesia yang lebih memilih ke Penang dibandingkan di dalam negeri. Beberapa menyoroti terkait pelayanan sampai harga yang lebih murah.

    “Beberapa kasus teman antar ortunya ke Penang karena dokter di Indo bilang nggak bisa, tetapi di Penang bilang masih ada alternatif lain,” ujar pengguna X.

    “Perawatan bagus, biaya lebih murah juga,” cuit pengguna lainnya.

    Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI Azhar Jaya mengatakan pihaknya sampai saat ini masih terus mencari upaya untuk mengatasi permasalahan mengenai berobat mahal di Indonesia.

    Kata Azhar, kemungkinan ada faktor lain yang membuat biaya berobat di RI lebih mahal dibandingkan di luar negeri. Azhar mengatakan pihaknya juga tengah berusaha bernegosiasi dengan Kementerian Keuangan untuk mengurangi pajak.

    “Sehingga tarif kita bisa lebih kompetitif. Walaupun belum tentu semuanya karena pajak, tapi faktor-faktor X yang di luar itu yang perlu kita tingkatkan,” katanya saat ditemui di kantor Kemenkes RI, Kamis (21/11/2024).

    “Obat-obatannya harus terstandar. Terus obat-obatannya kalau bisa diproduksi di Indonesia. Terus jangan ada lagi kolusi antara pabrik obat dengan dokter,” sambungnya lagi.

    Tak hanya itu, Azhar menyebut dari sisi pelayanan dokter di Indonesia juga perlu ditingkatkan. Jangan sampai, katanya, komunikasi antar pasien dengan dokter itu sulit di Indonesia.

    “Kalau di luar negeri kan dokter punya waktu lebih. (5:36) Nah ini semuanya kita akan rancang, masih dalam proses penilaian ke depan, di dalam langkah memperbaiki sistem kesehatan di Indonesia,” imbuhnya lagi.

    (suc/suc)

  • 5 Jus yang Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah, Termasuk Bayam dan Tomat

    5 Jus yang Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah, Termasuk Bayam dan Tomat

    Jakarta

    Banyak dari pasien yang memiliki kadar gula darah tinggi atau mengidap diabetes takut untuk mengonsumsi jus buah karena takut glukosanya tidak terkontrol. Padahal, ada beberapa jenis buah yang justru bisa membantu mengontrol kadar gula darah tetap di batas aman.

    Beberapa jenis buah dan sayuran yang memiliki indeks glikemik rendah bisa dikonsumsi oleh mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi. Namun, perlu diperhatikan untuk tidak menambahkan pemanis buatan secara berlebihan.

    Dikutip dari Truemeds dan Health berikut adalah beberapa pilihan buah dan sayuran yang bisa dipilih untuk membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

    1. Jus Tomat

    Sebuah uji coba pada tahun 2020 dan diterbitkan di Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, mengevaluasi 25 wanita sehat. Mereka yang minum sekitar 7 ons jus tomat 30 menit sebelum makan sarapan kaya karbohidrat mengalami kadar gula darah yang lebih rendah setelah makan dibandingkan dengan yang minum air sebelum makan.

    Serat dalam tomat dapat membantu memperlambat pencernaan, sehingga memperlambat kenaikan gula darah yang terjadi setelah makan.

    2. Jus Beri

    Buah beri, seperti blueberry, rasberi, dan blackberry termasuk buah paling bergizi yang dapat dimakan. Buah beri tidak hanya kaya akan serat, vitamin, mineral, antioksidan, dan senyawa dengan efek antiradang, tetapi penelitian juga mengaitkan konsumsi buah beri dengan kontrol glikemik yang lebih baik.

    3. Jus Jeruk

    Jeruk diketahui memiliki indeks glikemik yang rendah, selain itu buah ini kaya akan nutrisi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung kontrol glikemik yang sehat.

    4. Jus Bayam

    Bayam diketahui memiliki banyak nutrisi meliputi zat besi, vitamin C, antioksidan, magnesium, dan serat yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah.

    Pengidap diabetes dapat memperoleh manfaat dari asam alfa-lipolat dari bayam yang mengontrol glukosa dengan meningkatkan sensitivitas insulin.

    5. Jus Delima

    Jus buah delima merupakan pilihan bergizi yang kaya akan nutrisi bermanfaat. Jus ini mengandung vitamin C, serat, folat, dan kalium yang penting bagi kesehatan.

    Jus ini juga memiliki indeks glikemik rendah, yang berarti tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara cepat dibandingkan dengan makanan atau minuman lain.

    (dpy/kna)

  • Duh! Banyak Warga +62 Beli Antibiotik di Warung Tanpa Resep Dokter

    Duh! Banyak Warga +62 Beli Antibiotik di Warung Tanpa Resep Dokter

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memprediksi angka kematian akibat resistensi antimikroba (AMR) bakal meningkat berkali-kali lipat pada 2050. Kemenkes memprediksi, jumlah kematian akibat AMR pada 2050 capai 10 juta orang.

    Resistensi antimikroba diartikan sebagai obat yang tak lagi efektif menangani sejumlah infeksi akibat bakteri hingga jamur. Resistensi antimikroba juga dipicu akibat asal mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter.

    Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI Lucia Rizka Andalusia mengatakan sebanyak 22,1 persen masyarakat Indonesia menggunakan antibiotik oral, baik berbentuk tablet maupun sirup dalam satu tahun terakhir.

    Dari total tersebut, 41 persen di antaranya memperoleh antibiotik tanpa resep. Hal ini tentunya sangat berbahaya lantaran bisa memicu resistensi atau kebal antibiotik.

    “Nah, ini merupakan tantangan buat kami, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, untuk menertibkan pendistribusian antimikroba di sarana pelayanan kesehatan, secara khususnya adalah di apotek,” katanya saat ditemui di kantor Kemenkes RI, Kamis (21/11/2024).

    Lucia mengatakan sebanyak 18 provinsi di Indonesia memiliki proporsi antibiotik oral tanpa resep dokter di atas rata-rata nasional (41 persen). Di antaranya:

    Maluku UtaraSulawesi TengahMalukuKalimantan SelatanSulawesi SelatanKalimantan TengahSulawesi TenggaraGorontaloSulawesi UtaraNusa Tenggara TimurNusa Tenggara BaratSulawesi BaratBengkuluJawa TimurSumatera SelatanPapua Barat DayaKep Bangka BelitungPapua Barat

    Tak hanya itu, Lucia juga menyebut lebih dari 60 persen masyarakat Indonesia mendapatkan antibiotik tanpa resep di apotek atau toko obat berizin. Termasuk dari pembelian online. Berikut datanya.

    Pembelian antibiotik di apotek dan toko obat berizin: 61,3 persenWarung: 22,2 persenPraktik mandiri (non-dokter): 9,3 persenRS, klinik, puskesmas, praktik mandiri dokter: 4,3 persenPembelian orang lain: 2,8 persenPembelian online: 1 persen.

    (suc/kna)

  • Jepang dan Korsel Jadi Negara Paling Rendah soal Cinta-Kepuasan Seks Sedunia

    Jepang dan Korsel Jadi Negara Paling Rendah soal Cinta-Kepuasan Seks Sedunia

    Jakarta

    Sebuah survei global yang dilakukan perusahaan riset Prancis, Ipsos, menemukan bahwa Jepang dan Korea Selatan berada di peringkat terbawah soal kehidupan percintaan. Hal ini yang memicu terjadinya krisis demografi di kedua negara tersebut.

    Dikutip dari CNA, survei yang mencakup 31 negara tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan penduduk Jepang paling rendah. Hanya 37 persen warganya yang ngerasa puas dengan kehidupan seks mereka.

    Korea Selatan juga menempati posisi kedua terendah, dengan kondisi yang tidak terlalu berbeda dengan Jepang. Diketahui, sekitar 45 persen warganya saja yang merasa puas dengan kehidupan percintaannya.

    Krisis demografi di kedua negara tersebut juga semakin diperburuk oleh tingkat kelahiran yang rendah. Tahun lalu, Jepang mencatat angka kelahiran terendah dalam delapan tahun berturut-turut dengan tingkat kelahiran 1,20.

    Bahkan, hal tersebut membuat Kementerian Kesehatan Jepang menyebutnya berada di kondisi ‘kritis’. Meski begitu, angka kelahiran itu masih lebih tinggi dari Korea Selatan yang hanya mencatatkan tingkat kelahiran terendah sedunia, yakni 0,75.

    Selain masalah kepuasan seksual, survei Ipsos juga menunjukkan bahwa orang-orang di Korea Selatan merasa tidak puas terhadap hubungan mereka dengan pasangan hidup mereka. Sementara Jepang, berada di posisi kedua terendah.Pemicu Rendahnya Kepuasan soal Hubungan

    “Ketidakpuasan tersebut sebagian disebabkan oleh kepribadian orang Jepang yang tidak pandai mengungkapkan emosi dan sikap mereka dalam hal percintaan”, kata Ipsos.

    Sebagai upaya dalam mengatasi penurunan angka kelahiran, pihak berwenang di Tokyo meluncurkan aplikasi kencan. Untuk bisa menggunakannya, para pengguna harus mengajukan dokumen yang membuktikan mereka masih lajang secara hukum.

    Selain itu, mereka juga harus menandatangani surat pernyataan terkait kesediaan mereka untuk menikah. Cara ini diharapkan dapat mengatasi tren menurunan jumlah kelahiran yang semakin mengkhawatirkan.

    (sao/kna)

  • Kemenkes Masih Tangguhkan PPDS Penyakit Dalam FK Unsrat Imbas Bullying-Pungli

    Kemenkes Masih Tangguhkan PPDS Penyakit Dalam FK Unsrat Imbas Bullying-Pungli

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan RI pada bulan Oktober lalu menyetop sementara kegiatan prodi ilmu penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di RSUP Prof Dr dr R D Kandou. Hal tersebut dilakukan buntut temuan kasus bullying atau perundungan.

    Sedikitnya ada tiga pertimbangan di balik pemberhentian sementara FK Unsrat, termasuk pemungutan uang di luar biaya pendidikan. Perundungan dilakukan peserta PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) senior kepada junior.

    Kapan dibuka kembali?

    Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Azhar Jaya mengatakan pada prinsipnya prodi ilmu penyakit dalam di FK Unsrat bakal dibuka kembali tergantung dari universitas tersebut.

    Hal ini dikarenakan sampai saat ini FK Unsrat belum memberi nama-nama senior yang melakukan perundungan.

    “Memang tidak semuanya, istilahnya (prodi) penyakit dalam di Unsrat bersalah, tetapi saya minta mereka memberikan nama-nama senior-senior yang melakukan perundungan untuk kami berikan hukuman yang sesuai porsinya,” imbuhnya saat ditemui di kantor Kemenkes, Kamis (21/11/2024).

    Sehingga prodi ilmu penyakit dalam di FK Unsrat, kata Azhar, masih ditutup sementara.

    “Sampai saat ini saya belum dapat nama-namanya dari mereka, sehingga saya belum buka,” katanya lagi.

    “Tapi kalau misalnya mereka sudah menyerahkan nama-namanya, yang senior-seniornya siapa, yang melakukan pembelian atau melakukan pemerasan, ya tentu kita buka lagi,” imbuhnya lagi.

    (suc/kna)

  • 7 Alat Bantu Kesehatan yang Ditanggung BPJS, Kruk hingga Kacamata

    7 Alat Bantu Kesehatan yang Ditanggung BPJS, Kruk hingga Kacamata

    Jakarta

    BPJS Kesehatan tidak hanya menjamin pemeriksaan kesehatan dan obat, tetapi juga alat bantu kesehatan, seperti kruk dan kacamata. Selain itu, masih ada sejumlah alat bantu kesehatan yang juga ditanggung BPJS.

    Namun ada ketentuan khusus dan batas biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan. Simak artikel ini untuk mengetahui jenis alat bantu kesehatan yang ditanggung BPJS Kesehatan, beserta batas biaya dan ketentuannya.

    Alat Bantu Kesehatan yang Ditanggung BPJS

    Dalam Permenkes RI Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, tepatnya pada Pasal 47 diatur mengenai jenis alat bantu kesehatan yang ditanggung BPJS Kesehatan. Berikut penjelasannya:

    1. Kruk

    Kruk adalah alat bantu berjalan bagi seseorang yang memiliki keterbatasan fisik karena cacat atau cedera di bagian kaki. Batas biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan untuk pembelian kruk adalah sebesar Rp 385 ribu. Klaim ini hanya berlaku paling cepat 5 (lima) tahun sekali berdasarkan indikasi medis.

    2. Alat Bantu Dengar

    Bagi peserta BPJS Kesehatan yang memiliki gangguan pendengaran dapat membeli alat bantu dengar dengan bantuan biaya maksimal sebesar Rp 1,1 juta.

    Alat bantu kesehatan ini diberikan paling cepat lima tahun sekali dengan syarat indikasi medis tanpa membedakan satu atau dua telinga, untuk telinga yang sama. Diperlukan resep dokter spesialis THT untuk mendapatkan alat bantu dengar.

    3. Protesa Gigi

    Protesa gigi adalah gigi tiruan bagi seseorang yang kehilangan fungsi giginya. Biaya maksimal untuk protesa gigi adalah Rp 1,1 juta dengan rincian Rp 550 ribu untuk masing-masing rahang. Peserta hanya bisa menggunakan hanya dua tahun sekali atas indikasi medis untuk gigi yang sama.

    4. Korset Tulang Belakang

    Korset tulang belakang dibutuhkan bagi seseorang dengan masalah tulang belakang. Alat ini dapat membatasi gerakan yang bisa membuat rasa nyeri di punggung.

    BPJS Kesehatan akan membiayai maksimal Rp 385 ribu. Alat bantu ini diberikan paling cepat dua tahun sekali berdasarkan indikasi medis.

    5. Collarneck

    Collarneck adalah penyangga leher yang biasa digunakan seseorang dengan trauma di bagian sekitar leher akibat kecelakaan, baik jatuh dari ketinggian, atau cedera saat olahraga.

    Biaya maksimal yang ditanggung BPJS Kesehatan adalah sebesar Rp 165 ribu. Alat ini bisa diberikan paling cepat dua tahun sekali atas indikasi medis.

    6. Protesa Alat Gerak

    Protesa alat gerak ini meliputi kaki palsu dan tangan palsu. Biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan untuk protesa alat gerak maksimal Rp 2,7 juta. Protesa alat gerak diberikan paling cepat lima tahun sekali dan membutuhkan resep dari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.

    7. Kacamata

    Terakhir adalah kacamata. Biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan berbeda-beda tergantung kelasnya. Peserta kelas 3 mendapatkan maksimal Rp 165 ribu, peserta kelas 2 sebesar Rp 220 ribu, dan peserta kelas 1 mendapatkan Rp 330 ribu.

    Indikasi medis yang bisa diklaim minimal sferis 0,5D, silindris 0,25D, dan diberikan berdasarkan resep dari dokter spesialis mata. Kacamata hanya diberikan paling cepat dua tahun sekali.

    Itulah 7 alat bantu kesehatan yang ditanggung BPJS Kesehatan, mulai dari kruk, gigi tiruan, hingga kacamata.

    (row/row)

  • Pria AS Jalani Transplantasi Wajah, Mukanya Hancur usai Percobaan Bunuh Diri

    Pria AS Jalani Transplantasi Wajah, Mukanya Hancur usai Percobaan Bunuh Diri

    Jakarta

    CATATAN: Depresi dan munculnya keinginan bunuh diri bukanlah hal sepele. Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh atau fisik. Jika gejala depresi semakin parah, segeralah menghubungi dan berdiskusi dengan profesional seperti psikolog, psikiater, maupun langsung mendatangai klinik kesehatan jiwa. Layanan konsultasi kesehatan jiwa juga disediakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) di laman resminya yaitu www.pdskji.org. Melalui laman organisasi profesi tersebut disediakan pemeriksaan secara mandiri untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa seseorang.

    Dokter bedah dari Mayo Clinic Amerika Serikat berhasil melakukan transplantasi wajah untuk seorang pria Michigan yang terluka parah akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri 10 tahun lalu.

    Operasi yang dilakukan pada Februari 2024 itu membutuhkan setidaknya 50 jam proses pengerjaan dengan dengan tim medis yang terdiri dari sedikitnya 80 anggota.

    Dikutip dari laman Mayo Clinic, tim medis menggunakan rencana bedah digital dan panduan cetak 3D untuk mengganti hampir semua bagian di bawah alis (pasien) dan sebagian dahinya, termasuk kelopak mata atas dan bawah serta lemak intraorbital, rahang atas dan bawah, gigi, hidung, struktur pipi, kulit leher, langit-langit keras, dan sebagian langit-langit lunaknya.

    Dr. Samir Mardini, yang memimpin operasi tersebut memperkirakan bahwa sekitar 85% wajah baru pria itu direkonstruksi dan diganti berkat jaringan donor.

    “Sebagian besar transplantasi organ menyelamatkan nyawa. Transplantasi wajah adalah operasi yang menyelamatkan nyawa. Anda bisa hidup tanpanya, tetapi Anda kehilangan kesempatan untuk hidup,” kata Dr Mardini.

    Tim medis yang terlibat dalam operasi tersebut mencakup spesialis dari Bedah Plastik dan Rekonstruksi, Transplantasi, Nefrologi, Neurologi, Oftalmologi, Dermatologi, Patologi, Radiologi, Perawatan Kritis, Anestesi, Psikiatri, Penyakit Menular, Histocompatibilitas, Farmasi, Keperawatan, Pekerjaan Sosial, Rehabilitasi, serta Patologi Bicara dan Bahasa.

    Penerima transplantasi, Derek Pfaff dari Harbor Beach, Michigan mengatakan dia tidak ingat apa pun tentang insiden 5 Maret 2014 yang menyebabkan wajahnya rusak parah.

    “Saya berada di bawah banyak tekanan di perguruan tinggi. Saya tidak ingat membuat keputusan untuk bunuh diri. Ketika saya terbangun di rumah sakit, awalnya saya pikir saya mengalami kecelakaan mobil,” katanya.

    Pfaff telah menjalani 58 operasi rekonstruksi sebelum transplantasi pada bulan Februari di Mayo. Tidak ada prosedur sebelumnya yang dapat membantunya makan makanan padat, atau berbicara dengan santai, kata Mayo. Sekarang dia berharap dapat menceritakan kisahnya kepada orang lain sebagai advokat pencegahan bunuh diri.

    “Operasi ini telah mengubah hidup saya. Saya merasa jauh lebih percaya diri. Saya berharap suatu hari nanti dapat bertemu seseorang, berumah tangga, dan memiliki keluarga,” katanya.

    Pfaff, 30 tahun, kini menjadi satu dari beberapa lusin orang di dunia yang berhasil menerima transplantasi wajah yang mengubah hidup. Di antara mereka adalah Aaron James, yang menerima transplantasi mata utuh dan sebagian wajah pertama di dunia, dan Katie Stubblefield, yang merupakan orang termuda yang menerima transplantasi wajah di Amerika Serikat.

    (kna/kna)

  • Mayapada Hospital Pakai Radioterapi Berteknologi LINAC untuk Tangani Kanker

    Mayapada Hospital Pakai Radioterapi Berteknologi LINAC untuk Tangani Kanker

    Jakarta

    Salah satu metode pengobatan kanker payudara yang efektif adalah dengan radioterapi. Terapi ini bermanfaat sebagai langkah kuratif untuk mencapai kesembuhan, mengecilkan tumor sebelum operasi atau untuk terapi lanjutan, serta sebagai langkah paliatif untuk meringankan gejala.

    Radioterapi dibutuhkan oleh sebagian besar pasien kanker payudara untuk membunuh sel kanker dengan sinar berenergi (radiasi) yang diberikan menyesuaikan stadium kanker dan faktor lainnya. Layanan radioterapi ini bisa didapatkan melalui Oncology Center Mayapada Hospital, layanan terpadu yang komprehensif dalam menangani berbagai kasus kanker termasuk kanker payudara.

    Dokter Spesialis Onkologi Radiasi di Mayapada Hospital Tangerang, Dokter Kartika Brohet, Sp.Onk.Rad (K) menjelaskan beberapa kondisi yang menjadi alasan bagi pasien kanker payudara harus mendapatkan radioterapi.

    “Pertama, pasien yang telah menjalani operasi Breast Conserving Surgery (BCS) untuk menurunkan risiko kekambuhan dan juga penyebaran ke kelenjar getah bening terdekat (di ketiak). Kedua, setelah Mastektomi (pengangkatan tumor sekaligus payudara), di mana kondisi tumor yang besarnya lebih dari 5 cm, atau ditemukan penyebaran ke banyak kelenjar getah bening, atau ditemukannya sel kanker di otot maupun kulit di batas pembedahan,” papar dr. Kartika dalam keterangan tertulis, Kamis (21/11/2024).

    Selain alasan yang sudah disebutkan, dr. Kartika menambahkan indikasi lain ketika adanya jarak yang dekat antara kanker dan sayatan operasi, ataupun masih ditemukannya sisa sel kanker di dasar atau bekas sayatan operasi. Ia juga mengatakan terapi ini diberikan pada situasi tertentu tergantung dari stadium dan faktor kondisi lainnya.

    Saat ini, radioterapi telah ditunjang dengan pesawat radioterapi canggih berteknologi LINAC atau Linear Accelerator yang dapat ditemukan di Oncology Center Mayapada Hospital. Pesawat radiasi ini memiliki radiasi yang relatif lebih aman dibandingkan pesawat radiasi lama.

    Sementara itu, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr.Ratnawati Soediro, Sp.Onk.Rad mengungkapkan alat radioterapi yang canggih seperti LINAC bisa mempercepat proses radioterapi hanya sekitar 5-10 menit.

    “Kelebihan lainnya dengan LINAC, radiasi menjadi lebih presisi dan akurat menyasar ke sel kanker tanpa banyak memberikan efek samping ke sel sehat di sekitarnya,” ungkap dr. Ratna.

    Sebagaimana disampaikan dr. Ratna, pengobatan Radioterapi dilakukan sesuai jadwal yang dianjurkan dokter. “Jadwal terapi sinar atau radioterapi ada 2 opsi, yang pertama kita berikan dengan dosis normal, secara berturut-turut setiap hari dari hari Senin sampai Jumat, selama 6-7 minggu. Opsi kedua, yaitu hipofraksi, di mana dosis yg diberikan lebih besar, tetapi durasi terapi lebih singkat hanya 3-4 minggu,” ujarnya.

    Perlu diperhatikan, radioterapi juga memberikan efek samping pada pasien kanker payudara sama seperti jenis pengobatan lainnya. Efek samping tersebut berupa rasa tidak nyaman pada area payudara atau area dada yang mendapat radiasi, perubahan kulit mirip sunburn (kemerahan, mengelupas, dan menggelap), dan juga tubuh terasa lemas dan lelah (fatigue).

    Kendati demikian, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi dari Mayapada Hospital Tangerang dr. Steven Octavianus mengatakan pasien tidak perlu khawatir dengan efek samping radioterapi.

    “Efek samping radioterapi biasanya akan membaik dalam jangka waktu 1-3 bulan setelah selesai radioterapi. Pasien tidak perlu khawatir terhadap efek samping dari radioterapi, karena tim onkologi radiasi di Mayapada Hospital akan mendampingi perjalanan terapi pasien yang kami temui sehari-hari, termasuk memberikan terapi suportif atau lainnya yang disesuaikan dengan efek samping yang dihadapi pasien,” jelas dr. Steven.

    Pengobatan kanker payudara dengan Radioterapi dapat diakses di Oncology Center Mayapada Hospital oleh seluruh peserta jaminan kesehatan dari berbagai badan penyelenggara jaminan kesehatan, baik milik pemerintah seperti BPJS Kesehatan (JKN-KIS), asuransi, dan perusahaan dalam negeri hingga multinasional.

    Untuk mengetahui prosedur dan langkah pengobatan kanker payudara yang lengkap, Anda dapat melakukan konsultasi lebih lanjut bersama tim dokter yang ada di Oncology Center Mayapada Hospital. Layanan ini menerapkan pelayanan berstandar internasional, termasuk pada proses diagnosis sesuai standar protokol internasional dan memiliki Tumor Board aktif untuk memberikan rencana perawatan yang tepat.

    Selain itu, pasien akan dipandu oleh tim Patient Navigator yang berpengalaman dalam mendampingi pasien menjalani rangkaian perawatan kanker. Ditambah Oncology Center Mayapada Hospital kini semakin komprehensif dengan hadirnya Mayapada Breast Clinic. Sebuah layanan satu pintu (one stop services) untuk menangani keluhan terkait kesehatan payudara mulai dari pencegahan kanker payudara, deteksi, pengobatan kanker payudara, hingga perawatan pasca operasi kanker payudara.

    Mayapada Breast Clinic ini dilengkapi oleh teknologi deteksi kanker payudara yang mutakhir seperti 3D Mammografi berteknologi Fit Sweet Paddle dan teknologi Streotactic Biopsy yang membuat pasien lebih nyaman dalam melakukan deteksi kanker dan hasil pemeriksaan yang lebih akurat.

    Informasi mengenai layanan di Oncology Center Mayapada Hospital dan Mayapada Breast Clinic kini dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi MyCare. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melihat jadwal dokter, menjadwalkan sesi konsultasi dan pemeriksaan, serta mendapatkan nomor antrean lebih awal. Selain itu, MyCare telah terhubung dengan berbagai metode pembayaran untuk mempermudah transaksi layanan.

    Anda bisa mengunduh aplikasi MyCare melalui Google Play Store dan App Store untuk mendapatkan kemudahan akses layanan di Mayapada Hospital. Selain itu, bagi yang baru pertama kali registrasi di MyCare akan mendapat reward poin untuk potongan harga layanan.

    (akn/ega)