Category: Detik.com Kesehatan

  • Video: YLKI Dorong Produsen Cantumkan Informasi Lemak Trans di Produknya

    Video: YLKI Dorong Produsen Cantumkan Informasi Lemak Trans di Produknya

    Video: YLKI Dorong Produsen Cantumkan Informasi Lemak Trans di Produknya

  • Aurel sampai Masuk RS gegara Diet, Aman Nggak Sih Turun 21 Kg dalam 5 Bulan?

    Aurel sampai Masuk RS gegara Diet, Aman Nggak Sih Turun 21 Kg dalam 5 Bulan?

    Jakarta

    Artis Aurel Hermansyah mengungkapkan kisah perjuangannya menurunkan berat badan hingga 21 kg hanya dalam waktu 5 bulan. Aurel menceritakan bahwa semua berawal dari komentar-komentar buruk soal bentuk badannya yang ia dapatkan dari netizen.

    Ia menjadi korban perundungan dari netizen karena perubahan bentuk tubuhnya pasca hamil dan melahirkan. Demi mengembalikan bentuk tubuhnya, istri dari Atta Halilintar itu melakukan diet dengan sungguh-sungguh.

    Ia bahkan sempat jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Hal tersebut menurutnya terjadi akibat gangguan asam lambung yang dialaminya.

    “Waktu itu sempat turun 18 kilo, tapi karena aku sempat sakit itu aku turun lagi 2 kilo. Jadi totalnya aku turun 21 kilo sih alhamdulillah banget,” kata Aurel saat hadir dalam acara Pagi Pagi Ambyar di TransTV, Jakarta Selatan, dikutip detikcom, Jumat (22/11/2024).

    “Perjuangannya ya sampai masuk rumah sakit, iya memang sempat karena aku ada asam lambung kan. Nah, dokternya waktu itu bilang jangan ngoyo lagi deh sudah cukup,” sambungnya.

    Berkaitan dengan situasi yang dialami oleh Aurel, sebenarnya normal nggak sih berat badan turun hingga 21 kg dalam waktu hanya 5 bulan? Spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK berpendapat idealnya penurunan berat badan yang normal ada di angka 2-4 kg dalam waktu sebulan.

    “Per bulan idealnya turun 2-4 kg. Kalau turun 21 kg selama 5 bulan berarti masih tergolong normal,” kata dr Raissa ketika dihubungi oleh detikcom, Jumat (22/11/2024).

    Meski masih dalam kategori yang normal, penurunan berat badan sebanyak 21 kg dalam waktu 5 bulan tetap tergolong cepat. Oleh karena itu, konsultasi ke dokter gizi tetap perlu dilakukan untuk memeriksa dan memonitor kondisi tubuh selama menjalani program diet.

    Hal ini juga penting untuk mengetahui apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang dapat mengganggu tubuh selama diet dan menjaga proses penurunan berat badan tetap sehat.

    Penurunan berat badan sehat dapat diterapkan dengan jadwal makan yang teratur. dr Raissa menyarankan penerapan gerakan ‘Isi Piringku’ dari Kementerian Kesehatan dengan cara satu piring berisi 1/2 porsi sayur dan buah, 1/4 karbohidrat kompleks, dan 1/4 protein.

    Penting juga untuk menerapkan olahraga secara rutin demi menjaga massa otot, menjaga cairan tubuh, dan istirahat cukup.

    “Defisit kalori sebaiknya dilakukan bertahap ya 500-1.000 kalori per hari. Sebaiknya konsultasi dulu ke dokter gizi,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • Sinyal Canggih, Pelayanan Puskesmas di Pulau Terluar Sudah Online

    Sinyal Canggih, Pelayanan Puskesmas di Pulau Terluar Sudah Online

    Sinyal Canggih, Pelayanan Puskesmas di Pulau Terluar Sudah Online

  • Alkohol Oplosan Tewaskan Turis di Laos, Sefatal Ini Efek Keracunannya

    Alkohol Oplosan Tewaskan Turis di Laos, Sefatal Ini Efek Keracunannya

    Jakarta

    Setidaknya lima orang turis dilaporkan tewas usai minum alkohol oplosan saat berlibur di Laos dalam dua minggu terakhir. Penyebabnya diduga karena keracunan metanol yang ada di dalam minuman tersebut.

    Turis yang tewas dalam kasus ini berasal dari Inggris, Australia, Amerika Serikat, dan dua warga negara Denmark. Sementara satu orang wanita dari Australia lainnya saat ini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

    Kematian tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Tetapi dari laporan, berita, dan kesaksian daring dari wisatawan lain menunjukkan bahwa para korban diduga mengkonsumsi minuman yang dicampur dengan metanol.

    Metanol merupakan zat mematikan yang sering ditemukan dalam alkohol ilegal.

    Dikutip dari BBC, keracunan metanol sudah lama menjadi masalah yang populer di seluruh Asia Tenggara, khususnya di negara-negara di sepanjang sungai Mekong, Laos. Meski pemerintah asing telah mengeluarkan peringatan terkait konsumsi minuman alkohol di tempat-tempat tersebut, para turis masih sering mengabaikannya.

    Kandungan metanol pada minuman beralkohol sulit dideteksi karena tidak mengubah rasa maupun warna. Bahkan, orang yang meminumnya tidak langsung bisa melihat gejala keracunannya.

    Apa Itu Keracunan Metanol?

    Metanol adalah alkohol beracun yang digunakan dalam produk industri dan rumah tangga, seperti pengencer cat, antibeku, pernis, dan cairan fotokopi. Senyawa kimia tersebut tidak berwarna dan memiliki bau yang mirip dengan etil alkohol, zat kimia yang ditemukan dalam minuman beralkohol.

    Namun, metanol dapat berbahaya bagi manusia. Meski meminumnya hanya 25 ml saja, dapat menyebabkan kematian. Dalam waktu 24 jam, korban dapat menunjukkan tanda-tanda yang meliputi:

    MualMuntahNyeri perut yang dapat meningkat menjadi hiperventilasiMasalah pernapasan

    “Jika tidak diobati, tingkat kematian sering dilaporkan mencapai 20 persen hingga 40 persen, tergantung pada konsentrasi metanol dan jumlah yang dikonsumsi,” kata badan amal medis internasional Medicins Sans Frontiers (MSF) yang melacak jumlah kasus global.

    Namun, jika keracunan didiagnosis dengan cukup cepat, idealnya dalam 30 jam pertama, pengobatan dapat mengurangi beberapa efek yang lebih buruk dari zat tersebut.

    (sao/kna)

  • 10 Cara Memutihkan Gigi Kuning Secara Alami, Bisa Pakai Siwak

    10 Cara Memutihkan Gigi Kuning Secara Alami, Bisa Pakai Siwak

    Jakarta

    Memiliki gigi yang putih dan bersih merupakan dambaan setiap orang. Namun sayang, kurangnya perawatan serta kebiasaan yang buruk bisa membuat gigi menjadi kotor dan menguning.

    Bagi sebagian orang, memiliki gigi kuning terkadang bikin nggak percaya diri. Sebenarnya, gigi kuning masih bisa diatasi dengan melakukan perawatan khusus di dokter gigi. Meski begitu, diperlukan biaya yang tak sedikit hanya untuk perawatan rutin.

    Jika detikers punya budget yang pas-pasan, jangan khawatir. Sebab, ada berbagai cara untuk memutihkan gigi kuning secara alami. Penasaran? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Gigi Menguning

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan gigi menjadi kuning. Dilansir situs Cleveland Clinic, berikut penyebab gigi menjadi kuning:

    Mengkonsumsi makanan dan minuman yang berwarna gelap, seperti kopi, teh, hingga kecap manis.Merokok.Jarang merawat kesehatan gigi.Jumlah fluoride yang terlalu banyak.Terlalu banyak makan permen.Mengkonsumsi alkohol berlebih.Malas menggosok gigi, terutama di pagi dan siang hari.Cara Memutihkan Gigi Kuning Secara Alami

    Ada sejumlah cara untuk memutihkan gigi yang kuning secara alami. Dilansir situs Medical News Today dan Healthline, berikut cara-caranya:

    1. Siwak

    Cara memutihkan gigi kuning yang pertama adalah menggunakan siwak. Batang atau ranting dari pohon arak (Salvadora persica) ini sudah digunakan sejak zaman dahulu untuk menjaga kesehatan gigi, salah satunya sebagai pemutih gigi alami.

    Cara pakainya juga mudah, cukup gosokkan batang siwak secara merata ke seluruh gigi. Lakukan sebanyak 2-3 kali sehari sampai gigi kuning mulai menghilang.

    2. Garam

    Bumbu dapur yang satu ini tak hanya menambah cita rasa makanan, tapi juga bisa menghilangkan gigi kuning. Selain itu, kandungan antibakteri pada garam juga dapat membunuh kuman dan bakteri penyebab gigi berlubang.

    Untuk cara penggunaannya, siapkan 1 sendok teh garam, lalu masukkan ke dalam segelas air mineral, kemudian aduk hingga merata. Larutan air garam tersebut jangan ditelan, tapi cukup dikumur-kumur selama 10-15 detik.

    3. Lemon

    Lemon ternyata bisa digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi gigi kuning, lho. Kandungan asam pada lemon ternyata dapat mengangkat bakteri di gigi. Selain itu, kadar pH yang seimbang pada lemon diklaim dapat menjaga kesehatan mulut dan gigi.

    Cara pakainya juga gampang, ambil 1 buah lemon yang masih segar kemudian peras sampai habis. Lalu, tuang 1 sendok teh baking soda ke dalam perasan air lemon. Setelah itu, gosokkan ke seluruh gigi menggunakan sikat gigi.

    4. Kulit Jeruk

    Setelah makan jeruk, jangan langsung buang kulitnya ke tempat sampah. Sebab, kulit jeruk juga bisa digunakan untuk memutihkan gigi kuning.

    Cara pakainya, cukup gosokkan kulit jeruk ke seluruh gigi secara merata. Lakukan sebanyak satu kali dalam sehari hingga gigi kembali putih dan bersih.

    5. Arang

    Bahan alami selanjutnya untuk memutihkan gigi yang kuning adalah dengan arang . Sebagai informasi, arang mengandung alkali yang dapat mengikis dan membersihkan noda kuning di gigi.

    Namun, disarankan untuk menggunakan arang secukupnya. Soalnya, penggunaan arang kayu terlalu sering dapat mengikis lapisan enamel gigi. Lalu, arang yang digunakan bukanlah arang untuk pembakaran, tetapi ‘arang aktif’.

    Cara pakainya juga mudah, yakni ambil arang secukupnya dan tambahkan dengan perasan air lemon, lalu aduk hingga merata. Setelah itu, oleskan campuran arang dan perasan air lemon ke seluruh gigi.

    6. Baking Soda

    Salah satu bahan dalam membuat kue ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi gigi kuning. Sebab, baking soda dapat mengangkat noda penyebab gigi kuning yang sulit dihilangkan.

    Untuk cara pakainya sangat mudah, yakni tuangkan baking soda secukupnya ke dalam mangkuk kecil, lalu ambil dan gosokkan ke seluruh gigi. Diamkan selama 3-5 menit agar bakin soda bereaksi, setelah itu berkumur dengan air.

    7. Cuka Apel

    Cara memutihkan gigi kuning berikutnya adalah dengan menggunakan cuka apel. Sebagai informasi, cuka apel dapat digunakan sebagai antibiotik alami untuk mulut sekaligus membantu memutihkan gigi secara alami.

    Cara pakainya juga mudah, cukup gosokkan cuka apel ke seluruh gigi dengan jari atau sikat selama 1-2 menit. Setelah itu, berkumur dengan air untuk menghilangkan sisa cuka apel di gigi.

    8. Minyak Kelapa

    Minyak kelapa memiliki sifat antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan yang dipercaya dapat menjaga kebersihan mulut sekaligus memutihkan gigi. Untuk cara pakainya, cukup campurkan 1-2 sendok makan minyak kelapa dengan air, lalu masukkan ke dalam mulut selama 10-30 menit. Pastikan agar tidak tertelan ke dalam mulut ya.

    9. Jahe

    Selain dapat menghangatkan badan, jahe juga bermanfaat untuk mengatasi gigi kuning. Sebab, kandungan antibakteri dalam jahe dipercaya mampu memutihkan gigi secara alami sekaligus menjaga gusi tetap sehat.

    Cara pakai jahe sebagai obat alami untuk memutihkan gigi juga mudah, yakni dengan mencampur jahe yang sudah digeprek, garam, dan jeruk yang sudah dikupas dari kulitnya. Aduk campuran tersebut hingga merata, lalu gosokkan ke seluruh gigi secara perlahan.

    10. Stroberi

    Cara yang terakhir untuk memutihkan gigi kuning adalah dengan menggunakan stroberi. Buah berwarna merah ini mengandung enzim asam malat yang dipercaya dapat memutihkan gigi secara alami.

    Cara pakainya, siapkan 2-3 buah stroberi yang sudah digiling halus, kemudian campurkan dengan setengah sendok teh soda kue, lalu aduk sampai merata hingga menjadi pasta. Setelah itu, oleskan ke gigi secara menyeluruh dan diamkan hingga lima menit.

    Itu dia 10 cara memutihkan gigi kuning dengan bahan-bahan alami. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)

  • Dirjen WHO Dilarikan ke RS usai Alami Hipertensi saat KTT G20, Begini Kondisinya

    Dirjen WHO Dilarikan ke RS usai Alami Hipertensi saat KTT G20, Begini Kondisinya

    Jakarta

    Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dilarikan ke rumah sakit setelah mengikuti KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (20/11/2024). Dia dirawat di Rumah Sakit Samaritano Barra da Tijuca.

    Surat kabar Brasil O Globo melaporkan kondisi Tedros terlihat tak fit sejak awal KTT G20.

    “(Tedros menunjukkan) Gejala labirinitis dan krisis hipertensi setelah menunjukkan tanda-tanda tidak sehat awal pekan ini di sela-sela pertemuan puncak Kelompok 20 (G20),” demikian laporan O Globo, dikutip dari Reuters.

    Menurut laporan, Tedros sempat diperiksa pada tanggal 18 November oleh para profesional kesehatan yang bertugas di KTT G-20 dan diberi obat untuk tekanan darah tinggi.

    Ia kemudian diperbolehkan pulang setelah kondisinya stabil. Menurut pihak rumah sakit, Tedros dirawat pada Rabu sore dan menjalani semua tes yang diperlukan.

    “Mengonfirmasi indikator klinis tanpa tanda-tanda keseriusan, dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pagi ini.”

    KTT G20 di Rio, Brasil, berakhir minggu ini dengan seruan untuk kerja sama dalam perubahan iklim, pengurangan kemiskinan, dan kebijakan pajak.

    (suc/naf)

  • Kabar Nggak Enak Buat ‘Alumni’ COVID-19, Gejala Ini Bisa Jadi Tak Akan Hilang

    Kabar Nggak Enak Buat ‘Alumni’ COVID-19, Gejala Ini Bisa Jadi Tak Akan Hilang

    Jakarta

    Seseorang yang pernah terkena COVID-19 dan masih mengalami gejala dalam enam bulan hingga dua tahun setelahnya, kemungkinan kecil ‘sembuh’ dari Long COVID. Kondisi ini dikaitkan dengan gejala yang menetap pasca terkena SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19 hingga sistem imun melemah.

    Temuan baru para peneliti di Inggris dan Amerika Serikat menemukan tren kasus long COVID meningkat.

    “Bagi pasien yang telah berjuang selama lebih dari dua tahun, peluang untuk pulih sepenuhnya akan sangat tipis,” kata Manoj Sivan, profesor kedokteran rehabilitasi di Universitas Leeds dan salah satu penulis temuan baru yang dipublikasikan di The Lancet.

    Sivan menyebut sejumlah keluhan yang masih dialami penyintas COVID-19 adalah:

    Kondisi kronis ensefalomielitis mialgik/sindrom kelelahan kronisFibromyalgia

    Seseorang bahkan perlu waspada mengalami long COVID bila gejala tidak kunjung hilang lebih dari tiga bulan.

    Umumnya keluhan berikut akan terus bertahan. Apa saja?

    Kelelahan ekstremBrain fog atau sulit fokus pada sesuatu halSesak napasNyeri sendi

    Gejalanya bisa ringan hingga sangat parah, dan belum ada tes diagnostik atau perawatan yang bisa menunjukkan diagnosis tersebut.

    Satu studi di Inggris menunjukkan hampir sepertiga dari mereka yang melaporkan gejala pada 12 minggu, pulih setelah 12 bulan. Sementara yang lain, terutama di antara pasien dengan perawatan di rumah sakit, menunjukkan tingkat pemulihan jauh lebih rendah.

    Dalam sebuah studi Kantor Statistik Nasional Inggris, 2 juta orang melaporkan sendiri gejala COVID jangka panjang atau long COVID pada Maret lalu. Sekitar 700.000, atau 30,6 persen di antaranya mengatakan mereka pertama kali mengalami gejala setidaknya tiga tahun sebelumnya. Secara global, perkiraan yang diterima menunjukkan 65 juta hingga 200 juta orang mengalami long COVID.

    “Itu bisa berarti antara 19,5 juta hingga 60 juta orang menghadapi gangguan selama bertahun-tahun berdasarkan perkiraan awal,” kata Sivan.

    Amerika Serikat dan beberapa negara seperti Jerman terus mendanai riset long COVID. Namun, lebih dari dua 24 pakar, advokat pasien, dan eksekutif farmasi mengatakan kepada Reuters bahwa dana dan perhatian untuk kondisi tersebut semakin berkurang di negara-negara kaya lain, yang secara tradisional mendanai penelitian berskala besar.

    Pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, hal itu tidak pernah ada. “Perhatian telah bergeser,” kata Amitava Banerjee, seorang profesor di University College London yang memimpin uji coba besar obat-obatan yang digunakan kembali dan program rehabilitasi.

    Ia mengatakan long COVID harus dilihat sebagai kondisi kronis yang dapat diobati untuk meningkatkan kehidupan pasien daripada disembuhkan, seperti penyakit jantung atau radang sendi.

    “Sangat melumpuhkan,” demikian pengakuan Leticia Soares (39) dari Brasil, yang terinfeksi pada 2020 dan telah berjuang melawan kelelahan hebat dan nyeri kronis sejak saat itu.

    Pada hari yang baik, ia menghabiskan waktu lima jam di luar tempat tidur. Ketika ia dapat bekerja, Soares menjadi salah satu pemimpin dan peneliti di Patient-Led Research Collaborative, sebuah kelompok advokasi yang terlibat dalam tinjauan bukti COVID jangka panjang yang diterbitkan baru-baru ini di Nature.

    Soares mengatakan ia yakin pemulihan jarang terjadi lebih dari 12 bulan. Beberapa pasien mungkin mendapati gejala mereka mereda, lalu kambuh lagi, semacam remisi yang dapat disalahartikan sebagai pemulihan.

    “Ini sangat melumpuhkan dan mengisolasi. Seseorang bisa menghabiskan waktu setiap kali bertanya-tanya, ‘Apakah kondisi saya akan memburuk setelah ini?’” katanya, menggambarkan pengalamannya sendiri.

  • Template ‘Earpods Berdarah’ Muncul Terus? Ini Dampaknya Buat yang Fobia Darah

    Template ‘Earpods Berdarah’ Muncul Terus? Ini Dampaknya Buat yang Fobia Darah

    Jakarta

    Mendengarkan musik bisa menenangkan dan meningkatkan suasana hati. Beberapa orang mungkin punya lagu favorit yang tak bosan didengarkan meski sudah diputar berpuluh-puluh kali.

    Saling berbagi lagu favorit dengan template ‘earpods berdarah’ di Instagram tengah jadi tren di media sosial. Namun gambarnya lumayan triggering, karena memperlihatkan gambar darah yang membuat orang ngilu saat melihatnya.

    “Ada yang beneran fobia tuh yang hemofobia, yang takut banget sama darah. Ada yang memang karena darah ini terlalu sering diasosiasikan oleh sekitar kita sebagai sesuatu yang mengerikan. Jadi kayak mengasosiasikan hal yang sama,” kata psikolog klinis Rosdiana Setyaningrum saat dihubungi detikcom, Kamis (21/11/2024).

    “Terus kan gimana pun juga kan kayak telinga berdarah itu agak ngeri, ya kan? Telinga berdarah itu kan emang membuat banyak oranglah yang takut,” sambung dia.

    Istilah untuk ketakutan irasional terhadap darah adalah hemofobia. Ini termasuk dalam kategori “fobia spesifik” dengan spesifikasi fobia terhadap suntikan darah dan cedera (BII) dalam edisi terbaru Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5).

    Dikutip dari Healthline, hemofobia adalah ketakutan ekstrem terhadap darah, atau menjalani tes atau suntikan yang mungkin melibatkan darah. Banyak orang yang hidup dengan fobia darah mungkin hanya mengalami gejala jika mereka melihat darah.

    Namun, bagi sebagian orang, bahkan hanya memikirkan darah dapat membuat mereka merasa panik atau cemas. Ini disebut sebagai kecemasan antisipatif.

    Setiap orang dengan hemofobia mungkin bereaksi terhadap darah secara berbeda, tetapi beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:

    Tremor atau palpitasiGemetarBerkeringatDada terasa sesak atau nyeriSesak napasPingsan atau pusingMual

    Mereka yang takut darah mungkin sangat tertekan dan berusaha keras untuk menghindari situasi yang melibatkan darah.

    Beberapa orang mungkin mengalami fobia terhadap darah setelah mengalami pengalaman traumatis di masa lalu. Kecelakaan mobil, misalnya, dapat menyamakan emosi negatif dengan melihat darah, dan dapat menyebabkan ketakutan yang tidak rasional terhadap darah.

    (kna/up)

  • Mudah Didapat, Ini 7 Makanan yang Bantu Turunkan Gula Darah dengan Cepat

    Mudah Didapat, Ini 7 Makanan yang Bantu Turunkan Gula Darah dengan Cepat

    Jakarta

    Beberapa jenis makanan diketahui mengandung nutrisi yang mampu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Hal ini membuat makanan-makanan ini sangat dicari oleh mereka yang sudah merasakan gejala akibat hiperglikemia.

    Dikutip dari Healthline dan Medical News Today, makanan terbaik yang dianjurkan untuk dapat membantu menurunkan kadar gula darah adalah karbohidrat kompleks atau yang memiliki nutrisi seperti serat, protein, dan lemak sehat.

    Lalu, apa saja yang makanan-makanan yang direkomendasikan untuk membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dengan cepat?

    Sulforaphane adalah sejenis isotiosianat yang memiliki sifat menurunkan kadar gula darah. Zat kimia tanaman ini diproduksi melalui reaksi enzim ketika brokoli dicincang atau dikunyah.

    Cara terbaik untuk menikmati broccoli agar mendapatkan hasil yang optimal dari sulforaphane adalah dimakan secara mentah atau dikukus sebentar.

    Berwarna cerah dan kaya akan serat dan antioksidan, labu merupakan pilihan yang tepat untuk mengatur kadar gula darah. Labu merupakan obat diabetes tradisional di banyak negara, termasuk Meksiko dan Iran.

    Biji labu mengandung banyak lemak dan protein yang sehat, yang menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk manajemen gula darah.

    Kangkung mengandung banyak senyawa yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah, termasuk serat dan antioksidan flavonoid. Penelitian telah menunjukkan bahwa antioksidan flavonoid yang ditemukan dalam kangkung, termasuk quercetin dan kaempferol memiliki efek penurun gula darah dan sensitivitas insulin yang kuat.

    Alpukat diketahui kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral, sehingga buah ini dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Selain itu, buah alpukat juga bisa meningkatkan rasa kenyang sehingga akan berdampak positif pada tekanan darah dan inflamasi di dalam tubuh, serta sensitivitas insulin.

    Telur merupakan sumber protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang terkonsentrasi. Beberapa penelitian telah mengaitkan konsumsi telur dengan pengaturan gula darah yang lebih baik.

    Sebuah penelitian terhadap 42 orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas dan prediabetes atau diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa mengonsumsi satu telur per hari menyebabkan penurunan gula darah puasa yang signifikan sebesar 4,4 persen dan peningkatan sensitivitas insulin dibandingkan dengan pengganti telur.

    Apel diketahui mengandung serat larut dan senyawa lain seperti quercetin, asam klorogenat, dan asam galat, yang dapat menurunkan gula darah serta melindungi dari diabetes.

    Salah satu penelitian juga sudah membuktikan bahwa makan apel 30 menit sebelum makan nasi akan menurunkan kadar gula darah setelah makan secara signifikan.

    Gandum utuh mengandung serat, fitokimia, dan nutrisi-nutrisi lain yang dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh. Beberapa penelitian juga sudah membuktikan bahwa konsumsi gandum dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah setelah makan.

    (dpy/kna)

  • Waspadai Lemak Trans pada Butter di Olahan MPASI

    Waspadai Lemak Trans pada Butter di Olahan MPASI

    Jakarta – Pemberian butter pada olahan MPASI perlu diperhatikan, sebab butter mengandung lemak trans yang jika banyak dikonsumsi dapat berpotensi penyakit di tubuh. Kemenkes dan YLKI pun mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan asupan untuk anak.

    (/)