Category: Detik.com Kesehatan

  • Tren Puasa Gorengan-Gula Viral di Medsos, Apa Efeknya ke Tubuh?

    Tren Puasa Gorengan-Gula Viral di Medsos, Apa Efeknya ke Tubuh?

    Jakarta

    Baru-baru ini pengguna media sosial X bercerita tentang manfaat kesehatan, khususnya pada kulit yang mereka dapatkan ketika rutin ‘puasa’ mengonsumsi gula, tepung, dan gorengan. Banyak dari warganet yang mengatakan kulit wajahnya menjadi lebih sehat dan jerawat lebih cepat mereda.

    “Makin jarang jerawatan, komedo berkurang, jarang begah, ga gampang ngantuk dan kecapekan, siklus haid lebih teratur, PMS ga drama, berat badan turun,” tulis salah satu pengguna X, dikutip detikcom, Sabtu (23/11/2024).

    “Ada dong, jadi gak gampang jerawatan, ngebantu proses diet juga, perut kempes tidak buncit lagi, badan rasanya enteng,” tambah akun lain.

    “Aku semenjang ngurangin semua itu jadi jarang bgt jerawatan, tidur makin enak, badan makin enteng, ga gampang capek, kulit badan jd halusan ternyata (pokok beda dari sebelumnya),” tulis akun lain.

    Terkait hal tersebut, dokter spesialis kulit dr Ruri Diah Pamela, SpKK, mengatakan puasa makan gula, tepung, dan gorengan memang bisa memberikan efek positif pada wajah.

    dr Ruri mengatakan konsumsi gula berlebihan dapat memicu proses glikasi yaitu pengikatan molekul gula dengan kolagen dan elastin di kulit. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas kulit, seperti kulit menjadi kendur, timbulnya kerutan, dan inflamasi yang memicu jerawat.

    Sementara itu, terigu (produk olahan tinggi gluten) juga bisa memicu peradangan yang dapat memperburuk jerawat. Gorengan pun tak jauh berbeda, lemak trans yang cukup tinggi dapat berkontribusi pada berbagai masalah kulit seperti jerawat dan kusam.

    Manfaat Puasa Gula, Terigu, dan Gorengan

    dr Ruri menambahkan, mereka yang ingin mendapatkan kulit yang lebih cerah dan bebas masalah bisa saja mencoba untuk melakukan ‘puasa’ terhadap gula, terigu, atau gorengan.

    “Manfaatnya mengurangi jerawat dan bruntusan, terutama pada individu dengan kulit berminyak atau rentan,” kata dr Ruri saat dihubungi detikcom, Jumat (22/11/2024).

    “Menurunkan risiko peradangan pada kulit, sehingga kulit tampak lebih sehat dan cerah,” lanjut dia.

    Selain itu, dr Ruri menambahkan manfaat lain adalah dapat meningkatkan kualitas kolagen dan membuat kulit wajah jadi glowing. Lalu membantu menstabilkan kadar minyak di kulit, sehingga menjadi lebih seimbang.

    (dpy/suc)

  • Ini Manfaat Bunga Telang untuk Kesehatan, Khasiatnya Tak Disangka-sangka

    Ini Manfaat Bunga Telang untuk Kesehatan, Khasiatnya Tak Disangka-sangka

    Jakarta

    Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing dengan bunga telang. Bunga yang memiliki nama ilmiah clitoria ternatea ini memiliki ciri khas yang unik, yaitu berwarna biru yang mencolok dan cerah.

    Tak hanya warnanya yang unik saja, bunga telang juga memiliki sederet manfaat kesehatan bagi tubuh. Oleh sebab itu, sebagian masyarakat memanfaatkan rebusan bunga telang sebagai pengobatan herbal.

    Lantas, apa saja manfaat mengonsumsi rebusan bunga telang untuk kesehatan? Dikutip dari Healthline dan MedicineNet, berikut adalah daftarnya:

    Mengontrol Kadar Gula Darah

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi bunga telang dapat mengurangi risiko penyakit diabetes dan gejala terkait.

    Penelitian yang melibatkan 15 pria menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman yang mengandung ekstrak bunga telang dapat membantu meningkatkan kadar antioksidan dan menurunkan kadar gula darah serta insulin, walaupun minuman tersebut mengandung kadar gula.

    Bunga telang mengandung zat yang memiliki sifat antikanker. Mengonsumsi teh telang biru memungkinkan memiliki peranan dalam melawan kanker. Mengonsumsi rebusan bunga telang tersebut dapat membantu dengan masuk ke dalam sel kanker dan menghambat pertumbuhannya.

    Membantu Mengurangi Peradangan

    Mengonsumsi teh bunga telang dapat membantu mengurangi pembengkakan di area tubuh. Teh tersebut dapat mengurangi rasa nyeri pada tubuh, penyakit migrain, dan pembengkakan akibat luka dan sakit kepala.

    Mengonsumsi teh bunga telang dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah. Seseorang yang mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat mengonsumsinya.

    Meningkatkan Kesehatan Sistem Pencernaan

    Kandungan antioksidan yang ada dalam teh bunga telang dapat membantu untuk merelaksasi otot perut sehingga pencernaan dapat lebih lancar. Teh tersebut juga dapat memiliki manfaat anthelmintik, yaitu membantu mencegah pertumbuhan cacing dalam usus.

    (suc/suc)

  • Pria Ini Idap Tumor Otak Seukuran ‘Bola Tenis’, Awalnya Keluhkan Gejala Migrain

    Pria Ini Idap Tumor Otak Seukuran ‘Bola Tenis’, Awalnya Keluhkan Gejala Migrain

    Jakarta

    Seorang pria berusia 50 tahun asal Bridgend, Wales, Inggris mengidap penyakit tumor otak berukuran seperti ‘bola tenis’.

    Pria bernama Nathan Clements itu bercerita mengalami gejala awal pada tahun 1998 saat dirinya masih remaja. Pada saat itu, Clements mengalami migrain yang terus-menerus selama 10 tahun lama. Awalnya ia mengira gejala yang dialami cuma migrain biasa, sehingga tak mencari pengobatan apapun.

    Namun seiring berjalannya waktu, migrain yang dialami semakin memburuk. Ia kemudian didiagnosis mengidap tumor otak, pada usianya ke-40 tahun, setelah mengalami ‘sesuatu yang aneh’ saat berkendara ke universitas tempat dirinya belajar sejarah.

    Setelah mendapatkan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, Clements diberitahu bahwa dirinya mengidap kista eperdermoid di otaknya yang berukuran 68 x 68 X 76 mm.

    “Anda bisa menaruh bola tenis di dalamnya,” kata Clements, dikutip dari BBC pada Kamis (21/11/2024).

    Dokter bedah kemudian mengoperasi Clements sehari setelah didiagnosis. Dokter menemukan kista yang diidap Clements tersebut mengalami herniasi (saat suatu organ atau jaringan lain menonjol melalui suatu celah) ke batang otak Clements. Bahkan sebagiannya telah mengalami pengapuran sebab lamanya waktu berada di sana sehingga mengikis sebagian area tengkoraknya.

    “Lamanya waktu kista itu berada di sana hampir menjadikan kista itu sendiri sebagai masalah sekunder dalam hal masalah yang saya alami sekarang,” tuturnya.

    “Saya telah memasang dan melepas 4 pelat titanium. Kini keseimbangan saya sangat buruk dan membutuhkan kursi roda,” tutup Clements.

    Masalah kesehatan itu meninggalkan dampak serius pada tubuh Clements, dan kini dirinya secara rutin mengonsumsi obat pereda nyeri.

    Kista eperdermoid merupakan pertumbuhan nonkanker, terdiri dari cairan dan kulit atau hanya sel-sel kulit dan mencakup kurang dari 1 persen tumor otak jinak.

    Sebagai bagian dari kelompok kista koloid, laju pertumbuhan dan gejala dapat bervariasi pada setiap orang, menurut Brain Trust.

    (suc/suc)

  • Benarkah Petai Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah? Dokter Herbal Bilang Gini

    Benarkah Petai Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah? Dokter Herbal Bilang Gini

    Jakarta

    Petai (Parkia Speciosa) atau disebut ‘kacang bau’ adalah tanaman asli Asia Tenggara yang punya aroma khas. Tanaman ini biasanya dikonsumsi secara mentah menjadi lalapan atau dimasak.

    Petai mengandung mineral dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh. Pada penelitian yang bertajuk Parkia speciosa Hassk.: A Potential Phytomedicine yang dipublikasikan di National Library of Medicine menyebutkan bahwa petai disebut telah digunakan dalam pengobatan tradisional.

    Ekstrak dari polong dan biji petai memiliki kandungan polifenol, fitosterol, dan flavonoid total yang tinggi. Tanaman ini juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang baik. Selain itu, kandungan senyawa polisulfida siklik pada petai menunjukkan aktivitas antibakteri dan asam tiazolidin-4-karboksilat memiliki khasiat antikanker.

    Lantas, benarkah bisa membantu menurunkan kadar gula darah?

    Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania mengatakan petai mengandung zat-zat antioksidan, polifenol, dan zat-zat aktif yang membantu tubuh agar bisa meregulasi keseimbangan gula darah.

    “Regulasi keseimbangan kadar gula darah, artinya orang-orang dengan diabetes melitus, kencing manis, akan mendapat banyak manfaat dengan mengonsumsi petai,” jelasnya saat dihubungi detikcom, Jumat (22/11/2024).

    dr Inggrid menjelaskan petai juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah dengan berbagai mekanisme. Misalnya, dengan cara menurunkan enzim alfa glukosidase. Selain kadar gula darah, petai juga berdampak baik pada sistem pencernaan.

    “Petai juga kaya akan kandungan serat, dan membantu memperlancar sistem pencernaan,” lanjut dia.

    (suc/suc)

  • Aksi Gemas Anjing Ramah Anak di Klinik Gigi

    Aksi Gemas Anjing Ramah Anak di Klinik Gigi

    Aksi Gemas Anjing Ramah Anak di Klinik Gigi

  • Jangan Disepelekan! Dokter Ungkap Kebiasaan Ini Bisa Bikin Ginjal Rusak

    Jangan Disepelekan! Dokter Ungkap Kebiasaan Ini Bisa Bikin Ginjal Rusak

    Jakarta

    Ginjal adalah salah satu organ yang berperan penting dalam aktivitas tubuh sehari-hari. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal sangat penting untuk menunjang fungsi tubuh secara keseluruhan.

    Meski begitu, terkadang tak sedikit orang melakukan kebiasaan tertentu yang tanpa disadari bisa merusak ginjal. Apabila kondisi ini terjadi, ginjal yang rusak tak akan bisa bekerja dengan baik yang tentunya bisa memicu kondisi serius, seperti penyakit ginjal.

    Spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH mengatakan salah satu penyebab ginjal rusak adalah kebiasaan mengonsumsi manis hingga soda.

    Apabila seseorang memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman manis, ditambah jarang minum air putih akan membuat tugas ginjal semakin berat.

    Kurangnya bantuan air putih untuk proses filtrasi di ginjal, terlebih ditambah sering konsumsi minuman manis, akan lebih mempercepat organ tersebut untuk rusak.

    “Ya bila hanya minum selain air putih terlalu sering apalagi soda, penambah energi atau minuman manis maka kemungkinan kerusakan ginjal lebih besar,” katanya saat dihubungi detikcom, Jumat (23/11/2024).

    Karenanya, ia mengatakan sangat penting untuk mengonsumsi air putih yang cukup untuk menghindari kondisi tersebut.

    “Kebutuhan air putih sehari sekitar 2 liter perhari. Tergantung kondisi badan,” lanjutnya lagi.

    Beberapa minuman manis yang sebaiknya jangan dikonsumsi berlebihan, di antaranya:

    minuman sodaminuman energiminuman manis, seperti boba hingga kopi kekinianminum obat-obatan cair tak sesuai ketentuan dokterminuman herbal atau jamu-jamuan yang tak terstandarisasi

    (suc/suc)

  • Klinik Yong Kang TCM Buka di Jakarta, Tawarkan Pengobatan Tradisional China

    Klinik Yong Kang TCM Buka di Jakarta, Tawarkan Pengobatan Tradisional China

    Jakarta

    Klinik Yong Kang TCM resmi membuka cabangnya di Indonesia. Sejak dibuka pada 3 Mei lalu, klinik yang berada di Lippo Mall Puri, Lantai 2F, Unit 16-17, Jakarta Barat ini telah ramai diserbu masyarakat yang ingin merasakan perawatan hingga pengobatan tubuh secara holistik.

    Adapun Klinik Yong Kang TCM yang berasal dari Singapura ini merupakan salah satu grup TCM terbesar di Asia Tenggara. Selain Indonesia, klinik ini telah memiliki 15 cabang, baik di Singapura maupun Malaysia.

    Founder Yong Kang TCM Indonesia Saint Liaw mengatakan Klinik Yong Kang TCM memiliki tim yang berdedikasi dan terdiri dari para profesional yang berkualifikasi tinggi. Timnya terdiri dari dokter yang terdaftar di Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII) dan terapis terlatih TCM.

    Seperti namanya, Klinik Yong Kang TCM menawarkan perawatan TCM (Traditional Chinese Medicine) modern, tercepat dan efektif mulai dari Ji Yang Moxibustion, OxyCup, dan Acoustic Wave Therapy, yang disesuaikan dengsan gaya hidup modern.

    “Tujuan kami adalah memberikan perawatan TCM (Traditional Chinese Medicine) modern tercepat dan paling efektif, memastikan masyarakat menerima perawatan terbaik untuk kesehatan dan kesejahteraan,” kata Saint Liaw dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/11/2024).

    Di klinik ini, masyarakat bisa menjalani pengobatan mulai dari masalah nyeri akut dan kronis, perawatan kesehatan pria dan wanita, cedera olahraga, pengobatan syaraf kejepit, hingga pemulihan stroke/pasca operasi. Ada pula perawatan kebotakan dini dengan Hair Regrowth Treatment, hingga Oxycup yang merupakan perawatan cupping modern sebagai solusi membantu menghilangkan racun dalam tubuh.

    Saint Liaw menambahkan, Klinik Yong Kang TCM berfokus pada mengatasi akar penyebab permasalahan kesehatan dibandingkan memberikan bantuan sementara melalui obat pereda nyeri. Klinik ini menggunakan pendekatan yang melibatkan pemahaman komprehensif tentang konstitusi tubuh dan gaya hidup melalui proses observasi, mendengarkan, bertanya, hingga diagnosis denyut nadi.

    “Yang membedakan kami adalah komitmen kami terhadap TCM atau traditional Chinese medicine modern. Selain akupuntur tradisional, kami menggabungkan teknik-teknik canggih seperti Acoustic Wave Therapy(AWT), Microwave Therapy, dan OxyCup, hingga Ji Yang Moxibustion,” ujarnya.

    “Satu lagi nama perawatan kami adalah Ji Yang Moxibustion yang berbeda dengan perawatan Moxa tradisional yang masih menggunakan tungku untuk membakar ramuan herbal. Klinik Yong Kang TCM sudah menggunakan mesin yang meminimalisir asap sisa pembakaran karena sudah ada sistem vacuum otomatis dari mesin dan juga sistem pembakaran yang lebih luas jangkauannya untuk membantu mengobati area bagian tubuh yang lebih luas,” sambungnya.

    Saint Liaw menjelaskan pendekatan holistik di Klinik Yong Kang TCM membantu mengatasi kondisi seperti rasa sakit dan kesehatan mental sehingga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

    “Kami juga telah menyederhanakan penggunaan Herbal TCM. Jadi, daripada memasak dalam waktu lama, formula kami yang dibuat khusus tersedia dalam bentuk cair yang sudah dikemas dan siap minum. Ini memungkinkan masyarakat menikmati manfaat TCM kapan saja, di mana saja,” pungkasnya.

    Informasi lengkap terkait metode perawatan dan pengobatan, serta testimoni masyarakat dari Klinik Yong Kang TCM dapat dilihat melalui akun Instagram @yongkangtcm_id.

    (akn/ega)

  • Duh! Singapura Tarik Produk Keju usai Ada Potensi Kontaminasi Bakteri

    Duh! Singapura Tarik Produk Keju usai Ada Potensi Kontaminasi Bakteri

    Jakarta

    Singapura baru-baru ini menarik kembali produk keju susu mentah Prancis setelah ditemukan berpotensi terkontaminasi Yersinia Enterocolitica, bakteri penyebab gastroenteritis.

    Singapore Food Agency (SFA) mengatakan bahwa importir, Cheese Club Singapura Pte Ltd, telah secara sukarela menarik kembali produk keju Mont d’Or dari Fruitiere des Jarrons setelah salah satu pemasoknya di Prancis menarik produk tersebut karena potensi kontaminasi.

    Keju yang terkena dampak berasal dari Prancis dan dapat ditemukan dalam kemasan 500g, 725g atau 2,5kg.

    SFA juga telah mengarahkan Cheese Club Singapore untuk menarik produk yang terkait sebagai tindakan pencegahan.

    “Konsumen yang sudah membeli produk yang dimaksud diimbau untuk tidak mengonsumsinya,” kata SFA, dikutip CNA, Sabtu (23/11/2024).

    “Mereka yang telah mengonsumsi produk yang dimaksud dan memiliki kekhawatiran tentang kesehatan mereka harus mencari nasihat medis. Konsumen dapat menghubungi tempat pembelian mereka untuk menanyakan hal tersebut.”

    Yersinia Enterocolitica adalah bakteri penyebab gastroenteritis pada manusia dan hewan.

    Sumber infeksi dapat mencakup daging babi mentah atau setengah matang, produk susu, tanaman yang terkontaminasi, makanan laut, dan air minum.

    Bakteri tersebut dapat tumbuh cepat pada suhu pendinginan, sehingga membuat kontaminasi tingkat rendah pada produk susu menjadi risiko yang signifikan.

    Gejala gastroenteritis meliputi demam, nyeri perut di bagian kanan bawah perut dan diare berdarah pada anak-anak.

    (suc/suc)

  • 12 Kelompok Orang yang Tak Disarankan Minum Kopi, Siapa Saja?

    12 Kelompok Orang yang Tak Disarankan Minum Kopi, Siapa Saja?

    Jakarta

    Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak disukai orang. Biasanya, orang-orang minum kopi di pagi hari sebelum memulai aktivitas.

    Selain pagi, kopi sering dinikmati untuk mengatasi rasa kantuk hingga lesu di sore hari. Kopi juga dapat disajikan dingin ataupun hangat, sesuai dengan keinginan.

    Meski begitu, ternyata tidak semua orang boleh menikmati kopi. Hal itu karena kandungan yang ada di kopi dapat memicu masalah kesehatan atau memperparah kondisi tersebut.

    Misalnya, terkadang kopi dapat membuat orang merasa cemas atau gelisah, bahkan mempengaruhi saluran pencernaan. Lantas, siapa saja yang sebaiknya menghindari untuk mengkonsumsi kopi?

    Orang-orang yang Tidak Disarankan Minum Kopi

    1. Orang dengan gangguan tidur

    Ahli diet di MyNetDiary, Sue Heikkinen, MS, RD, mengungkapkan orang dengan gangguan tidur disarankan untuk tidak minum kopi. Kopi dapat memperparah siklus tidur yang buruk dan kelelahan.

    “Bahkan, jika Anda merasa kopi di sore hari tidak mengganggu waktu tidur, kopi tersebut dapat mempengaruhi kualitas tidur. Hindari kafein setidaknya enam jam sebelum tidur,” terangnya yang dikutip dari Eat This.

    2. Orang yang mengalami diare

    Beberapa orang mungkin merasa bahwa minum kopi saat pagi membuat perutnya terasa mulas. Hal ini sangat buruk bagi orang-orang yang tengah mengalami diare. Kondisi ini cenderung dapat merangsang usus.

    3. Orang dengan GERD

    Heikkinen menjelaskan kafein dapat melonggarkan sfingter esofageal bawah. Itu merupakan katup antara esofagus dan lambung.

    Hal ini dapat menyebabkan asam lambung masuk ke esofagus, yang mengakibatkan gejala gastroesophageal reflux atau GERD yang tidak nyaman.

    4. Orang yang mengalami epilepsi

    Berdasarkan hasil penelitian terbatas, kopi kerap dikaitkan dengan peningkatan frekuensi epilepsi. Menurut ahli gizi Angel Planells, MS, RDN, hal ini masih memerlukan penelitian lebih banyak.

    Ia menyarankan orang-orang dengan epilepsi untuk berkonsultasi ke ahli saraf tentang asupan kafein yang tepat.

    5. Orang dengan tingkat kecemasan tinggi atau serangan panik (panic attack)

    Ahli diet Kelli McGrane MS, RD, menjelaskan kafein adalah stimulan yang dapat memperburuk kecemasan pada beberapa orang. Akan lebih baik jika mempertimbangkan lebih dulu sebelum mengkonsumsi kopi.

    Penelitian dari General Hospital Psychiatry menemukan bahwa kadar kafein yang lebih tinggi, sekitar 5 cangkir kopi per hari, berpotensi menimbulkan rasa panik pada mereka yang sudah mengalami kecemasan.

    6. Orang dengan glaukoma

    “Tekanan intraokular meningkat bagi mereka yang mengalami glaukoma saat mengonsumsi kopi. Jadi, dianjurkan untuk membatasi (atau) menghindari asupan, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan,” kata Planells.

    Menurut penelitian oleh Mount Sinai, minum kafein dalam jumlah yang lebih banyak meningkatkan risiko glaukoma pada mereka yang sudah memiliki kecenderungan tekanan mata meningkat.

    7. Orang yang sedang dalam perjalanan jauh

    Heikkinen menyarankan orang-orang yang sedang dalam perjalanan jauh untuk mengurangi asupan kopi. Asupan kopi dapat meningkatkan frekuensi dan urgensi untuk buang air kecil.

    8. Orang dengan penyakit jantung

    Mereka yang mengalami penyakit jantung, seperti aritmia jantung, sebaiknya menghindari kopi. Aritmia merupakan kondisi saat detak jantung tidak teratur.

    Menurut McGrane, kandungan kafein pada kopi dapat memperparah kondisi tersebut.

    “Karena kafein dari kopi dapat menyebabkan peningkatan sementara tekanan darah dan detak jantung, penting bagi siapa saja dengan riwayat penyakit jantung untuk konsultasi terlebih dulu dengan dokter terkait keamanan dan takaran kopi yang bisa dikonsumsi,” jelasnya.

    9. Ibu hamil

    Bagi ibu hamil disarankan untuk membatasi atau tidak mengkonsumsi kopi terlebih dulu. Itu karena kafein yang ada dalam kopi dapat meningkatkan risiko keguguran.

    Sementara itu, The American College of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan wanita hamil untuk membatasi kafein hingga 200 mg atau setara dengan dua cangkir kopi per hari.

    Hal itu dilakukan untuk meminimalisir risiko keguguran, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah.

    “Namun, tinjauan tahun 2020 yang diterbitkan dalam British Journal of Medicine menyimpulkan tidak ada tingkat asupan kafein yang aman selama kehamilan. Ibu hamil harus mendiskusikan asupan kafein mereka dengan dokter,” terang Heikkinen.

    10. Ibu menyusui

    Planells menjelaskan ibu menyusui juga disarankan untuk tidak minum kopi terlebih dulu. Sebab, kopi dapat membuat ibu mengalami dehidrasi, terlebih harus menyusui anaknya.

    “Karena kafein adalah stimulan dan diuretik, kekhawatirannya adalah bahwa ibu menyusui mungkin berisiko mengalami dehidrasi,” tuturnya.

    11. Orang dengan gangguan iritasi usus

    Orang dengan kondisi sindrom iritasi usus besar (IBS) juga disarankan untuk membatasi atau menghindari minuman berkafein, seperti kopi. Planells mengatakan kafein dapat meningkatkan keteraturan buang air besar, termasuk meningkatkan kemungkinan diare.

    12. Orang dengan metabolisme lambat

    Jika metabolisme tubuh sangat lambat, disarankan untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi atau teh. Menurut para ahli, minuman berkafein akan menghambat penyerapan vitamin dan mineral tertentu, yang menyebabkan kembung serta peradangan dalam jangka panjang.

    Para ahli mengatakan orang yang metabolismenya lambat adalah orang yang tidak memproses kafein secara efektif dan mengalami efek samping seperti merasa gelisah, atau menjadi terlalu waspada atau cemas hingga sembilan jam setelah mengkonsumsinya.

    (sao/naf)

  • Persendian Sakit Semua di Seluruh Tubuh? Kemungkinan Gejala Ini

    Persendian Sakit Semua di Seluruh Tubuh? Kemungkinan Gejala Ini

    Jakarta

    Beberapa orang mungkin pernah mengeluhkan persendian sakit semua. Rasa nyerinya bisa ringan hingga berat.

    Tapi, seringkali bingung tentang gejala apa yang sebenarnya mereka alami. Nyeri sendi seluruh bisa menjadi tanda adanya berbagai kondisi kesehatan tertentu.

    Hal ini tentunya perlu mendapatkan perhatian serius. Sebenarnya, persendian sakit semua gejala apa?

    Kemungkinan Gejala Akibat Nyeri Sendi Seluruh Badan

    Berikut adalah beberapa kemungkinan kondisi yang menyebabkan persendian sakit di seluruh tubuh:

    1. Kondisi Autoimun

    Mengutip laman Medical News Today, persendian sakit semua bisa jadi gejala dari masalah autoimun. Kondisi autoimun akan menyebabkan sistem imun menyerang sel dan jaringan sehat tubuh, yang bisa membuat peradangan dan nyeri pada persendian.

    Adapun contoh kondisi autoimun yang menyebabkan sakit sendi antara lain:

    Artritis reumatoid (Gangguan peradangan parah yang menyerang sendi).Lupus eritematosus sistemik (Kondisi autoimun kronis yang bisa menyerang banyak area di tubuh, seperti sendi, otak, kulit, dan ginjal).Artritis psoriatis (PsA) Artritis yang menyerang 1 dari 5 orang yang menderita psoriasis, yakni penyakit autoimun yang terjadi akibatperadangan kulit).

    2. Influenza (Flu)

    Tidak seperti gejala pilek, gejala flu bisa muncul dengan tiba-tiba. Gejalanya termasuk nyeri sendi, nyeri otot, batuk, hidung berair atau tersumbat, demam, sakit tenggorokan hidung berair atau tersumbat, kelelahan, atau muntah.

    3. Asam Urat (Gout)

    Asam urat atau kita mengenalnya juga dengan encok merupakan jenis artritis muncul jika seseorang memiliki kadar asam urat yang tinggi dalam darahnya.

    Kondisi ini bisa membentuk kristal di persendian yang menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri. Biasanya, kondisi ini hanya menyerang satu sendi atau anggota tubuh (seperti satu kaki).

    Prang mungkin mengalami asam urat poliartikular yang menyerang banyak sendi (namun kasus ini jarang terjadi).

    4. Osteoartritis

    Mengutip Cleveland Clinic, osteoartritis adalah jenis radang sendi yang terjadi seiring penuaan, dan berkembang perlahan biasanya setelah usia 45 tahun.

    Di mana, ketika tulang rawan atau bantalan pelindung di antara tulang-tulang terkikis. Hal tersebut membuat sendi-sendi menjadi nyeri dan kaku.

    5. COVID-19

    Penyakit COVID-19 juga menjadi penyebab sakitnya persendian dan nyeri tubuh. Selain itu berbagai gejalanya juga meliputi demam, sakit kepala, sesak nafas, batuk, sakit tenggorokan, kehilangan indra penciuman dan perasa, hingga diare.

    6. Komplikasi Pasca-virus

    Beberapa orang mungkin mengalami gejala setelah penyakit awal, yang juga bisa mengakibatkan nyeri sendi. Adapun kondisi pasca-virusnya seperti:

    Sindrom pasca-virus: Kumpulan gejala setelah penyakit virus, termasuk nyeri, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan sakit kepala.
    COVID jangka panjang: beberapa orang setelah COVID-19 akan mengalami gejala persisten, yang mencakup nyeri, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan malaise pasca-olahraga (PEM).Artritis reaktif: Ini adalah jenis peradangan sendi yang dapat terjadi setelah penyakit menular, terutama keracunan makanan atau infeksi menular seksual. Ini menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada berbagai sendi, terutama pinggul, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.Artritis reaktif: Ini biasanya hilang dengan sendirinya, mungkin setelah beberapa bulan. Mengobati infeksi bakteri yang mendasarinya dengan obat/antibiotik mengelola rasa sakit dan pembengkakan mungkin akan disarankan dokter.

    7. Myalgic Encephalomyelitis/Chronic Fatigue Syndrome(ME/CFS)

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention AS, (ME/CFS) atau sindrom kelelahan kronis merupakan kondisi yang bisa berkembang setelah penyakit virus.

    Untuk perkembangannya, hingga kini tak ada pemicu yang jelas. Gejala kondisi ini juga termasuk nyeri sendi.

    8. Tendinitis

    Tendinitis merupakan peradangan pada tendon atau pita fleksibel yang menghubungkan tulang dan otot. Biasanya, ini terjadi pada siku, tumit, atau bahu.

    9. Bursitis

    Bursitis merupakan kondisi di mana terjadi peradangan, pada kantung berisi cairan yang membantu melindungi sendi tubuh.

    10. Fibromyalgia

    Fibromyalgia termasuk kondisi yang menyebabkan nyeri serta titik-titik nyeri di seluruh tubuh.

    Kondisi lain yang menyebabkan sendi sakit di semua badan:

    Infeksi virusRuamDemamCedera akibat patah tulang atau terkilir.

    Nyeri sendi bisa jadi gejala beberapa kondisi, termasuk asam urat, hingga beberapa kondisi autoimun. Persendian yang sakit juga bisa menjadi indikasi komplikasi setelah sakit, termasuk sindrom pasca-virus atau artritis reaktif.

    Jika detiker mengalami persendian sakit semua di badan dan tidak tahu mengapa, maka disarankan untuk menghubungi dokter. Pasalnya, cuma tenaga medis profesional yang bisa menentukan penyebabnya, untuk menyarankan perawatan terbaik.

    (khq/fds)