Category: Detik.com Kesehatan

  • 7 Titik Sensitif Istri yang Wajib Dirangsang saat Bercinta, Bikin Cepat Klimaks

    7 Titik Sensitif Istri yang Wajib Dirangsang saat Bercinta, Bikin Cepat Klimaks

    Jakarta

    Setiap wanita memiliki titik sensitif atau zona erotis di tubuhnya. Titik sensitif tersebut dapat berbeda dari satu orang ke orang yang lainnya sehingga setiap wanita dapat merasakan hal yang berbeda saat disentuh di titik yang sama.

    Meskipun begitu, nyatanya terdapat beberapa titik sensitif wanita yang dapat dirangsang oleh pasangan untuk membantu mempercepat klimaks dan meningkatkan gairah saat bercinta. Dikutip dari MedicineNet, berikut daftarnya:

    Titik sensitif wanita

    1. Telinga

    Telinga memiliki banyak saraf dan reseptor sensorik di bagian dalam dan luar. Setiap gerakan, misalnya usapan ringan atau sentuhan, maka dapat memberikan sensasi geli yang menyenangkan.

    Lakukan jilat perlahan, cium, atau menggigit cuping telinga pasangan. Tak hanya itu saja, rangsangan dapat dilakukan dengan cara berbisik perlahan atau meniup telinga pasangan karena kulit di telinga luar (pinna) memiliki banyak reseptor.

    2. Ujung Jari dan Telapak Tangan

    Ujung jari dan telapak tangan merupakan bagian yang sensitif. Untuk merangsang bagian ini dapat dilakukan dengan menggelitik bagian dalam tangan pasangan dengan jari. Ketika melakukan hal tersebut, tatap mata pasangan dengan dalam untuk menambah intimasi.

    3. Puting

    Ketika diberikan rangsangan, puting dapat mengirimkan sinyal ke korteks sensorik genital. Tak hanya itu saja, puting juga memiliki ratusan ujung saraf yang menjadikannya titik sentuh yang sensitif bagi wanita. Lakukan jilatan atau ciuman pada area puting untuk merangsang istri.

    4. Paha Bagian Dalam

    Paha bagian dalam merupakan titik sensitif pada wanita karena letaknya dekat dengan area intim. Usapan dan sentuhan yang ringan dapat merangsang pasangan. Usapkan jari-jari ke bawah paha dan perlahan-lahan bergerak ke atas.

    5. Klitoris

    Klitoris merupakan salah satu titik paling sensitif pada wanita. Klitoris memiliki 8.000 ujung saraf yang menjadikannya ‘pusat’ kenikmatan bagi wanita. Ujung-ujung saraf ini juga menyebarkan sensasi tersebut ke 15.000 saraf panggul lainnya, itulah penyebab mengapa orgasme klitoris merupakan sensasi yang luar biasa.

    6. Titik A

    Titik A berada di sisi bawah lubang vagina. Daerah ini dipenuhi dengan ujung-ujung saraf dan saat bercinta dengan penetrasi bersama pasangan, maka fokuskan tekanan pada dinding depan vagina.

    7. Bagian Bawah Kaki

    Bagian bawah kaki memiliki titik tekanan yang meningkatkan gairah dan melancarkan aliran darah. Beberapa orang akan mengalami sensasi geli di area tersebut. Memijat kaki merupakan salah satu cara yang bagus untuk membangun suasana hati pasangan.

    (avk/kna)

  • Takaran Gula yang Baik Sesuai Usia Anak

    Takaran Gula yang Baik Sesuai Usia Anak

    Jakarta – World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk mengurangi asupan gula tambahan di bawah 10% dari total asupan energi dalam semua tahap kehidupan, dan idealnya adalah kurang dari 5%. Nah, bagaimana mengetahui takaran gula untuk anak sesuai kelompok umurnya?

    (/)

  • Sering Disepelekan, Ini 5 Gejala Diabetes yang Kerap Muncul di Malam Hari

    Sering Disepelekan, Ini 5 Gejala Diabetes yang Kerap Muncul di Malam Hari

    Jakarta

    Diabetes merupakan masalah kesehatan yang terjadi saat kadar gula darah (glukosa) tidak dapat dikontrol dengan normal oleh tubuh. Hal tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, insulin tidak diproduksi sama sekali, atau ketika tubuh tidak dapat merespon efek insulin.

    Pengidap diabetes sering disarankan untuk tidur yang cukup agar kadar gula darahnya tetap terkontrol dengan baik. Namun, sayangnya diabetes dengan berbagai komplikasinya justru berdampak pada kualitas tidur yang selanjutnya dapat mengganggu penanganan penyakit tersebut.

    Berbagai gejala penyakit diabetes yang sering muncul di malam hari dapat menghalangi kualitas tidur yang nyenyak dan rileks. Lantas, apa saja gejalanya? Dikutip dari Times of India, berikut di antaranya:

    1. Sering Buang Air Kecil

    Tubuh membuang kelebihan gula atau zat sisa melalui urine. Apabila tubuh kelebihan gula dalam aliran darah, maka organ ginjal akan bekerja lebih keras untuk membuangnya dari tubuh. Hal ini membuat kandung kemih menjadi terlalu aktif.

    Akibatnya, tubuh mungkin saja dapat terlalu sering untuk ke kamar mandi di malam hari. Kondisi ini disebut juga sebagai nokturia.

    2. Sering Berkeringat

    Berkeringat sebab gangguan metabolisme dapat merangsang kelenjar keringat secara berlebihan. Sebuah penelitian mengatakan bahwa sebanyak 84 persen pengidap diabetes juga mengalami keringat berlebih atau hiperhidrosis yang disebabkan oleh fluktuasi kadar glukosa yang ekstrem.

    3. Tenggorokan Kering

    Tenggorokan mungkin terasa perih dan kering di malam hari. Hal tersebut dapat terjadi akibat dehidrasi yang disebabkan oleh sering buang air kecil. Mulut kering umum terjadi pada pengidap diabetes, sebab kadar gula darah yang tinggi.

    Seseorang yang kadar gula darahnya tidak terkontrol dengan baik menghasilkan lebih sedikit air liur dibandingkan dengan orang lain yang sehat.

    4. Penglihatan Kabur

    Apabila pandangan mata menjadi kabur saat malam hari dan mengganggu kegiatan membaca, maka itu merupakan tanda retinopati diabetes. Hal ini dapat terjadi karena kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf di organ mata.

    Retinopati dapat menyebabkan penglihatan menjadi terganggu dan bidang penglihatan mata menjadi berkurang.

    5. Mudah Lapar

    Penyakit diabetes dapat menyebabkan rasa lapar yang tidak tertahankan. Seseorang dapat memiliki keinginan yang tidak tertahankan untuk mengunyah makanan bahkan setelah selesai makan. Hal ini juga disebut dengan hiperfagia diabetik atau polifagia.

    Seseorang yang mengidap diabetes dapat mengalami masalah ini karena adanya ketidakseimbangan insulin yang dapat mengganggu transfer gula menjadi energi dalam tubuh.

    (avk/avk)

  • Mengenal Arti Warna Tinja bagi Kesehatan, Ada yang Jadi Tanda Penyakit Serius

    Mengenal Arti Warna Tinja bagi Kesehatan, Ada yang Jadi Tanda Penyakit Serius

    Jakarta

    Umumnya tinja atau feses berwarna cokelat. Warna tersebut dihasilkan dari apa saja makanan yang dikonsumsi dan seberapa banyak empedu yang ada di dalam tinja. Empedu merupakan cairan yang dibuat organ hati untuk mencerna lemak.

    Meski begitu, perubahan warna feses juga dapat terjadi. Masih banyak yang belum sadar bahwa hal ini bisa menjadi sebuah indikasi medis tertentu. Oleh karena itu, penting untuk masyarakat mengetahui setiap perbedaannya.

    1. Feses Hijau

    Terkadang feses bisa berwarna agak kehijauan atau bahkan berwarna hijau terang. Umumnya, feses berwarna hijau adalah kondisi yang normal. Ini biasanya berkaitan dengan pola makan dan suplemen yang dikonsumsi.

    Penyebabnya bisa karena sayuran hijau seperti bayam dan kale, pewarna makanan dalam campuran es, hingga suplemen zat besi.

    Apabila feses hijau yang keluar berupa diare, bisa jadi itu disebabkan oleh makanan yang bergerak melalui usus halus terlalu cepat. Kondisi ini membuat empedu yang mencerna lemak tidak sempat berubah menjadi cokelat.

    2. Feses Kuning

    Feses yang berwarna kuning, berminyak, dan sangat berbau biasanya terjadi karena mengandung terlalu banyak lemak. Ini adalah tanda bahwa tubuh tidak mencerna makanan dengan baik.

    Kondisi ini juga umum dialami oleh orang yang mengalami penyakit celiac. Celiac merupakan kondisi autoimun yang membuat tubuh tidak dapat mencerna gluten secara baik. Gluten biasanya terdapat dalam gandum, jelai, dan makanan olahan tepung.

    3. Feses Putih atau Pucat

    Feses yang menjadi putih atau pucat biasanya disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Salah satunya seperti obat diare seperti bismuth subsalicylate.

    Penyebab lebih serius yang mungkin memicu kondisi tersebut adalah kurangnya empedu dalam tinja. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, empedu diproduksi oleh hati untuk membantu proses pencernaan.

    Beberapa masalah penyakit hati seperti hepatitis dapat mencegah empedu masuk ke dalam tinja. Hal itu juga dapat dipicu oleh penyumbatan pada saluran empedu yang disebabkan oleh:

    Batu empedu.Tumor.Atresia bilier (kelainan bawaan dari bayi).

    NEXT: Feses hitam dan merah

  • Daftar Minuman yang Dianggap ‘Sehat’ Tapi Bisa Bikin Anak Diabetes-Obesitas

    Daftar Minuman yang Dianggap ‘Sehat’ Tapi Bisa Bikin Anak Diabetes-Obesitas

    Jakarta

    Kasus diabetes pada anak dilaporkan meningkat. Penyakit kronis ini bisa menyerang anak salah satunya disebabkan oleh pola makan tak sehat si kecil.

    Spesialis anak konsultan endokrinologi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Siska Mayasari Lubis, MKed(Ped), SpA(K) mengatakan banyak minuman yang dilabeli untuk anak yang sebenarnya tak sehat. Ada beberapa minuman yang dianggap sehat tapi ternyata mengandung gula tersembunyi dan menjadi pemicu diabetes dan obesitas pada anak.

    “Jus buah dengan pemanis beredar luas di pasaran. Habis minum satu botol, mau minum lagi minum lagi. Ini menunjukkan addiction,” kata dr Siska dalam webinar, Selasa (26/11/2024).

    dr Siska mengatakan beberapa minuman yang dianggap sehat namun mengandung gula tambahan berlebih yakni:

    Jus buah: meski kaya serat dan vitamin, banyak jus buah dengan gula tambahan yang berbahaya. Dalam satu kotak jus buah berukuran 500 ml, diperkirakan ada sekitar 22 sendok teh kandungan gula di dalamnya.

    Susu dengan perisa: hampir semua susu yang beredar bukanlah susu murni sehingga dapat meningkatkan jumlah gula tambahan pada anak.

    Yogurt rasa buah: yogurt alami mengandung laktosa, tetapi yogurt rasa buah serangkali ditambahkan gula untuk membuat rasanya lebih manis.

    “Dalam jangka pendek, kecanduan gula akan menyebabkan lonjakan energi berlebih. Paparan gula jangka panjang juga mempengaruhi perkembangan otak anak,” tandas dr Siska.

    (kna/kna)

  • Kiper Timnas Maarten Paes Sensitif Gluten, Kondisi Apa Itu?

    Kiper Timnas Maarten Paes Sensitif Gluten, Kondisi Apa Itu?

    Jakarta

    Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes disebut memiliki masalah sensitivitas terhadap gluten. Hal tersebut diungkapkan oleh fisioterapis Timnas Indonesia Heo Ji-seob melalui akun Instagram-nya. Heo mengatakan hal tersebut diketahui dari pemeriksaan darah seluruh seluruh pemain timnas.

    Hal tersebut membuat kru dari Timnas Indonesia harus menyediakan makanan bebas gluten untuk Paes.

    “Ketika saya bergabung dengan tim nasional Indonesia, saya melakukan tes darah untuk menganalisis alergen para pemain. Hasilnya menunjukkan bahwa Maarten Paes memiliki sensitivitas terhadap gluten,” kata Heo dikutip dari akun Instagram-nya, Selasa (26/11/2024).

    “Selama pemusatan latihan bersama tim nasional Indonesia, kami menyediakan mi bebas gluten khusus untuknya dan memastikan makanannya bebas dari gluten. Hal ini berdampak positif dan menghasilkan peningkatan kondisi yang signifikan,” sambungnya.

    Sebenarnya apa itu kondisi sensitivitas gluten? Spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK mengatakan sensitivitas gluten adalah kondisi ketika tubuh seseorang dapat memunculkan reaksi negatif setelah mengonsumsi gluten, protein alami yang biasanya ada di biji-bijian.

    Menurut dr Raissa, kondisi ini penyebabnya bisa beragam. Mulai dari reaksi imun yang abnormal pada beberapa orang, faktor genetik, sindrom iritasi usus besar, hingga perubahan mikrobiota usus. Pemicunya pada setiap orang bisa berbeda-beda.

    “Gejalanya mirip dengan gangguan pencernaan seperti kembung, diare, sembelit, sakit perut, hingga maag. Selain itu juga seringkali pasien merasa lelah, sakit kepala, nyeri sendi, hingga penyakit celiac,” ucap dr Raissa ketika dihubungi detikcom, Selasa (26/11/2024).

    Gluten biasanya dapat ditemukan dalam gandum, tepung terigu, oatmeal, barley, hingga rye. Hal ini membuat Marten Paes juga tidak bisa mengonsumsi makanan olahan tepung seperti roti, pasta, sereal, atau mi.

    Alternatifnya, orang dengan kondisi sensitivitas gluten bisa mengonsumsi nasi, jagung, kentang, ubi, singkong, dan tepung beras. Beberapa makanan olahan seperti mi atau pasta kini juga ada yang memberikan label ‘gluten free’ sehingga aman untuk dikonsumsi.

    “Kondisi ini tidak dapat sembuh, tetapi dengan menghindari makanan yang mengandung gluten secara konsisten, gejalanya dapat terkendali dan kualitas hidup lebih baik,” tandas dr Raissa.

    (avk/kna)

  • Pria di China Alami Depresi, Insomnia Puluhan Tahun gegara Dimarahi Bosnya

    Pria di China Alami Depresi, Insomnia Puluhan Tahun gegara Dimarahi Bosnya

    Jakarta

    Seorang pria di China mengalami depresi dan insomnia selama puluhan tahun. Menurut dokter yang menanganinya, kondisi itu terjadi setelah dia dimarahi atasannya.

    Kondisi yang dialami pria bermarga Wang (70) bermula dari sebuah insiden yang terjadi 32 tahun yang lalu. Saat itu, ia disalahkan secara tidak adil oleh atasannya di tempat kerja.

    “Itu bukan kesalahan saya, tetapi atasan tetap menghukum saya. Saya marah karenanya sejak saat itu,” tutur Wang yang dikutip dari South China Morning Post.

    “Masalah itu sangat membebani pikiran saya. Sejak saat itu, saya bergantung pada obat untuk tidur, ingatan semakin memburuk, serta sering pusing dan sakit kepala,” sambungnya.

    Selama bertahun-tahun, Wang berobat ke enam rumah sakit di seluruh negeri. Namun, hasilnya tidak memberikan efek yang besar pada kesehatannya.

    Akhirnya, ia mencari terapi akupuntur di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China di Provinsi Henan. Dokter yang merawatnya, Dr Niu Chaoyang, melakukan akupuntur pada berbagai titik di otak Wang.

    Ia mencatat insomnia dan depresi selama bertahun-tahun menyebabkan timbulnya penyakit Parkinson pada Wang. Parkinson adalah kondisi otak degeneratif yang ditandai dengan tremor, gerakan melambat, dan masalah keseimbangan yang lebih sering menyerang orang lanjut usia.

    Penyakit Parkinson disebabkan oleh hilangnya neuron penghasil dopamin di otak, yang dipengaruhi oleh perubahan genetik dan faktor lingkungan. Sampai saat ini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkannya.

    Dr Niu menyarankan Wang untuk mengurangi stres emosional sebelum tidur. Wang pun berusaha mengikutinya dengan mulai melepaskan kekesalannya dan mengikuti rangkaian perawatan akupuntur.

    Setelah lebih dari 20 hari menjalani terapi, Wang mulai bahwa dapat tidur selama beberapa jam setiap hari tanpa obat. Ia juga merasakan banyak peningkatan pada kesehatannya.

    (sao/kna)

  • Dear Ortu, Begini Atasi Anak yang Mudah Tantrum gegara Kecanduan Gula

    Dear Ortu, Begini Atasi Anak yang Mudah Tantrum gegara Kecanduan Gula

    Jakarta

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa waktu lalu merilis data yang menunjukkan adanya peningkatan kasus diabetes pada anak. Prevalensi anak dengan diabetes meningkat 70 kali lipat pada Januari 2023 dibandingkan tahun 2010.

    Makanan dan minuman manis menjadi salah satu pemicu diabetes pada anak. Ketika anak terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, mereka akan lebih mudah tantrum. Konsumsi gula berlebih bisa menyebabkan anak tantrum karena kenaikan kadar gula darah yang memicu perilaku hiperaktif pada anak.

    Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI Dr dr Siska Mayasari Lubis, MKed(Ped), SpA(K) mengatakan salah satu hambatan yang biasa ditemui orang tua saat ingin mencoba mengurangi konsumsi gula pada anak adalah tantrum atau nangis.

    “Mengurangi makanan atau minuman manis itu tidak bisa, dari yang banyak terus total jadi nol gitu, nggak bisa. Jadi harus pelan-pelan, bertahap kita menguranginya. Tujuannya biar anak nggak tantrum,” ujar dr Siska dalam media gathering IDAI, Selasa (26/11/2024).

    dr Siska menambahkan orang tua juga wajib secara perlahan memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebih.

    Terlebih untuk anak-anak yang dalam usia sekolah, dr Siska mengimbau pada orang tua untuk lebih aktif menanyakan tentang makanan atau minuman apa yang mereka makan di kantin.

    “Kita bisa evaluasi, tadi jajan apa di sekolah, beli apa. Misalnya dia bilang ‘oh tadi beli jus buah, saya beli jus kotak (kemasan), beli susu rasa coklat’,” kata dr Siska.

    “Jadi dari apa yang dikonsumsi anak sehari-hari, kita (orang tua) bisa menilai apakah anak saya gulanya berlebih,” lanjut dia.

    Selain itu, orang tua juga dianjurkan untuk melakukan skrining terkait diabetes pada anak. Menurut dr Siska, skrining ini dianjurkan mulai dari anak usia 10 tahun ke atas.

    (dpy/kna)

  • RSIA Grand Family dan Family Resmi Bergabung dengan Eka Hospital

    RSIA Grand Family dan Family Resmi Bergabung dengan Eka Hospital

    Jakarta

    Rumah Sakit Ibu dan Anak Grand Family dan Family resmi menjadi bagian dari jaringan Eka Hospital Group. Integrasi 2 RSIA ke dalam Eka Hospital Group bertujuan memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak dengan standar berkualitas, teknologi medis mutakhir, dan tenaga medis berpengalaman.

    Hospital Director Eka Hospital Grand Family, dr. Berto menjelaskan bergabungnya Eka Hospital Grand Family dan Family merupakan bagian dari komitmen Eka Hospital untuk memberikan layanan kesehatan terbaik di setiap tahap kehidupan pasien.

    “Kami sangat bangga bergabung dan bersinergi dengan Eka Hospital Group. Dengan keunggulan yang dimiliki kami berharap dapat lebih mendukung kesehatan ibu dan anak di Indonesia serta memberikan pelayanan yang lebih baik dan menyeluruh bagi pasien kami,” ungkap dr. Berto dalam keterangan tertulis, Selasa (26/11/2024).

    Kini, Eka Hospital Group memiliki jaringan fasilitas yang semakin lengkap untuk mendukung kebutuhan kesehatan ibu dan anak.

    Dokter spesialis kandungan di Eka Hospital Grand Family terdiri dari para profesional berpengalaman yang menyediakan berbagai layanan ginekologi, seperti pemeriksaan tahunan, keluarga berencana, konsultasi kesuburan/infertilitas, serta deteksi awal gangguan kandungan atau organ reproduksi.

    Beberapa layanan unggulan yang ditawarkan Eka Hospital Grand Family dan Family meliputi:

    1. Layanan Kebidanan & Kandungan

    Layanan Kebidanan dan Kandungan Eka Hospital Grand Family dipimpin oleh tim dokter yang berpengalaman di bidang kebidanan dan menyediakan pelayanan kesehatan komprehensif untuk kehamilan, sejak perencanaan kehamilan hingga pasca- persalinan. Pelayanan kebidanan yang kami tawarkan termasuk pemeriksaan kandungan rutin dan kehamilan risiko tinggi dan USG 4D.

    2. Layanan Dokter Spesialis Anak yang Lengkap

    Menyediakan dokter spesialis anak dan subspesialis seperti kardiologi, endokrinologi, neurologi hingga perawatan kesehatan tumbuh kembang anak. Juga dilengkapi dengan fasilitas NICU, PICU, HCU modern untuk perawatan bayi baru lahir dengan kebutuhan medis khusus.

    3. Pelayanan Holistik

    Memiliki klinik laktasi yang dipimpin oleh konsultan bersertifikasi untuk mendukung ibu menyusui, manajemen menyusui serta program pemulihan pasca-persalinan yang mengintegrasikan perawatan fisik dan emosional untuk ibu baru.

    4. Pelayanan Rawat Inap yang Mengutamakan Kenyamanan Keluarga

    Eka Hospital Grand Family & Family dirancang khusus untuk menciptakan pengalaman berobat yang nyaman dan menyenangkan bagi pasien. Ruang Rawat inap dengan Konsep Ramah Keluarga memiliki desain interior yang hangat dan modern menciptakan suasana rumah bagi ibu dan anak.

    5. Program Edukasi dan Konseling Kesehatan Keluarga

    Program edukasi yang dihadirkan memberikan dukungan informasi yang komprehensif bagi para orang tua, termasuk panduan pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

    6. Layanan Program In Vitro Fertilization (IVF)

    Eka Hospital Grand Family & Family dilengkapi dengan klinik fertilitas yang akan membantu untuk melakukan program IVF (bayi tabung). Pelayanan kebidanan dipimpin tim dokter yang berpengalaman yang akan memberikan pelayanan kesehatan komprehensif untuk kehamilan mulai dari perencanaan kehamilan hingga pasca melahirkan.

    Sebagai informasi, Eka Hospital Group adalah jaringan rumah sakit yang mengutamakan mutu dan keselamatan dalam layanan kesehatan, dengan lebih dari 500 dokter spesialis dan 600 kamar perawatan di 7 lokasi seperti Bekasi, BSD Tangerang, Cibubur, Pekanbaru, serta cabang di Eka Hospital Grand Family, Eka Hospital Family, dan Eka Hospital Permata Hijau.

    Eka Hospital menggunakan Rekam Medis Elektronik untuk memudahkan kolaborasi dokter dan mengurangi kesalahan, serta menerapkan kebijakan Satu Pasien Satu Kamar. Sejak berdiri tahun 2008, Eka Hospital melayani rata-rata 750.000 pasien, melakukan 10.000 operasi, dan 75.000 medical check up per tahun.

    (Content Promotion/Eka Hospital)

  • Kasus Diabetes Makin Muda, Ada yang Masih 13 Tahun Sudah Kena Penyakit Gula

    Kasus Diabetes Makin Muda, Ada yang Masih 13 Tahun Sudah Kena Penyakit Gula

    Jakarta

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membenarkan terjadi kenaikan kasus diabetes melitus tipe 2 pada anak. Penyebab diabetes tipe 2 ini salah satunya karena kebiasaan mengonsumsi minuman manis yang berlebihan.

    “Termuda di rumah sakit kami itu pasien diabetes tipe dua umur 13 tahun,” kata dr Siska Mayasari Lubis, MKed(Ped), SpA(K), Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI dari RS Adam Malik, Medan, dalam webinar Selasa (26/11/2024).

    Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap upaya insulin untuk mendorong glukosa ke dalam sel, suatu kondisi yang disebut resistensi insulin.

    Dalam jangka panjang jika tidak mendapat penanganan, diabetes pada anak bisa memicu gangguan ginjal yang berujung pada cuci darah atau hemodialisis di usia dewasa.

    Oleh karena itu, dr Siska mengingatkan pengawasan lebih oleh orang tua terutama pada jajanan anak. Sebab banyak minuman kemasan yang dijual ternyata mengandung gula tambahan dengan kadar cukup tinggi sehingga bisa memicu risiko diabetes pada anak.

    “Kita bisa evaluasi jajan apa di sekolah, misal dia bilang beli jus buah kotak dan beli susu rasa coklat,. Dari yang mereka konsumsi kita sudah bisa menilai asupan gula anak sudah berlebih,” tandas dia.

    (kna/kna)