Category: Detik.com Kesehatan

  • Ketahui Penyebab Gangguan Depresi Mayor dan Cara Mengobatinya

    Ketahui Penyebab Gangguan Depresi Mayor dan Cara Mengobatinya

    Jakarta

    Gangguan depresi mayor merupakan salah satu kondisi yang dapat mengganggu kesehatan mental. Pengidap gangguan ini kerap merasakan tertekan, depresi, hingga menurunnya kondisi kesehatan fisik.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan depresi mayor. Namun tak perlu khawatir, sebab gangguan mayor masih bisa diobati dengan beberapa cara.

    Lantas, apa penyebab gangguan depresi mayor? Lalu bagaimana cara mengobatinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Mengenal Gangguan Depresi Mayor

    Gangguan depresi mayor atau disebut juga depresi klinis adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang merasa tertekan hingga membuat suasana hati menjadi gelisah, takut, dan hancur. Kondisi ini dapat mempengaruhi pola tidur, nafsu makan, hingga kemampuan berpikir jernih.

    Mengutip Cleveland Clinic, gangguan depresi mayor lebih dari sekadar perasaan sedih dan tidak bisa dihilangkan begitu saja. Dibutuhkan perawatan jangka panjang agar seseorang bisa sembuh dari depresi klinis.

    Gangguan depresi mayor merupakan kondisi kronis, tetapi biasanya terjadi dalam beberapa episode yang bisa berlangsung selama beberapa minggu atau bulan. Jika kamu mengidap gangguan ini, jangan sedih dan malu karena depresi bukanlah kelemahan ataupun hal yang harus disembunyikan.

    Oleh sebab itu, detikers perlu pertolongan segera agar bisa sembuh dari gangguan depresi mayor. Beberapa perawatan yang umum diberikan kepada pengidap gangguan depresi mayor adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan dan menjalani psikoterapi.

    Gejala Gangguan Depresi Mayor

    Ada sejumlah gejala umum yang dirasakan pengidap gangguan depresi mayor. Dilansir situs Mayo Clinic, berikut beberapa gejalanya:

    Perasaan sedih, hampa, dan putus asaMudah marah dan tersinggung terhadap hal-hal kecilGampang frustasiTidak semangat untuk beraktivitasHilang semangat untuk menekuni hobiSulit tidur di malam hariMudah lelahNafsu makan berkurangSering merasa cemas dan gelisahSulit berkonsentrasi dan berpikir jernihMerasa gagal, bersalah, dan tidak dihargai orang lainSelalu memikirkan tentang kematian dan mencoba untuk bunuh diriSering mengalami sakit punggung atau sakit kepala.

    Pengidap gangguan depresi mayor parah biasanya dapat memicu masalah besar dalam aktivitas sehari-hari, seperti pekerjaan, sekolah, hubungan dengan keluarga, teman, hingga komunitas. Sebagian orang ikut merasakan dampaknya akibat gangguan kesehatan mental tersebut dan mungkin merasa kecewa atau marah.

    Penyebab Gangguan Depresi Mayor

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan depresi mayor, antara lain:

    Perubahan hormon dalam tubuh, misalnya pada masa kehamilan, beberapa bulan setelah melahirkan, atau ketika menstruasi.Chemical brain (neurotransmitter), yakni kondisi hormon yang dihasilkan otak yang dapat mempengaruhi perasaan hati seseorang.Faktor genetik.Memiliki trauma dalam kehidupan, seperti bullying, KDRT, hingga perceraian.Mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang efek sampingnya memicu depresi klinis.Cara Mengobati Gangguan Depresi Mayor

    Meski sebagian orang khawatir gangguan depresi mayor dapat terus berlangsung hingga seumur hidup, tapi sebenarnya masalah kesehatan mental ini masih bisa diobati dengan beberapa cara. Berikut sejumlah cara mengobati gangguan depresi mayor:

    1. Psikoterapi

    Psikoterapi merupakan terapi dengan cara berbicara atau berkonsultasi dengan tenaga medis di bidang kesehatan mental, seperti psikolog dan psikiatris. Cara ini dapat mengatasi masalah dalam hal mengontrol emosi berlebih, perasaan hati yang bergejolak, dan pikiran yang kacau.

    Salah satu jenis psikoterapi yang umum dilakukan adalah CBY atau cognitive behavioral therapy. Lamanya durasi ini bisa berbeda-beda, tergantung dari seberapa parah gangguan depresi mayor yang dialami.

    2. Mengkonsumsi Obat-obatan

    Selain melakukan psikoterapi, biasanya pengidap gangguan depresi mayor akan diberikan obat antidepresan oleh dokter. Obat ini dapat membantu mengubah kimia otak yang memicu depresi.

    Saat ini, ada banyak jenis obat antidepresan yang tersedia. Dokter akan melakukan pengecekan terlebih dahulu agar bisa meresepkan obat sesuai kebutuhanmu. Namun perlu diingat, antidepresan umumnya memiliki sejumlah efek samping saat dikonsumsi.

    3. Terapi Electroconvulsive (ECT)

    Jika tidak ampuh dengan mengkonsumsi antidepresan, cara lainnya adalah dengan menjalani terapi electroconvulsive. Terapi ini melibatkan aliran arus listrik ringan melalui otak, sehingga menyebabkan kejang dalam waktu singkat. Meski begitu, terapi electroconvulsive termasuk aman dan tidak menyakitkan.

    Demikian penjelasan mengenai gangguan depresi mayor, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengobatinya. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)

  • Istri Merapat, Ini 7 Titik Sensitif Suami yang Bikin Mudah Terangsang

    Istri Merapat, Ini 7 Titik Sensitif Suami yang Bikin Mudah Terangsang

    Jakarta

    Pria juga memiliki bagian tubuh sensitif yang jika dirangsang dapat memberikan kenikmatan seksual saat disentuh. Hal ini bisa membantu pasangan untuk meningkatkan libidonya sebelum sesi bercinta.

    Dikutip dari Hims, zona sensitif pria tidak melulu tentang penis, skrotum, dan mungkin perineum. Ada beberapa titik-titik sensual yang bisa dirangsang untuk mendapatkan kenikmatan seksual, berikut daftarnya:

    Kulit kepala merupakan ‘rumah’ bagi banyak saraf yang sensitif. Saraf-saraf ini dapat dirangsang dengan menyentuh kulit secara langsung atau menyisir rambut pasangan menggunakan tangan dengan lembut.

    Penelitian juga menunjukkan memijat kulit kepala dengan lembut dapat menurunkan hormon stres dan mengaktifkan saraf parasimpatis.

    Telinga memiliki banyak saraf dan reseptor sensorik di bagian dalam dan luar. Setiap gerakan, misalnya usapan ringan atau sentuhan, maka dapat memberikan sensasi geli yang menyenangkan.

    Bagian belakang leher ini dinilai sebagai tempat yang sangat sensitif dan dapat memberikan kepuasan baik bagi pria dan wanita. Sentuhan ringan, ciuman, atau gerakan menggelitik di area ini dapat memberikan sensasi geli ke seluruh tubuh.

    Permainan puting tidak selalu hanya untuk wanita. Saat diberikan rangsangan puting dapat mengirimkan sinyal ke korteks sensorik genital. Puting sendiri juga memiliki ratusan ujung saraf yang membuatnya sebagai zona sensitif.

    Sentuhan ringan dengan jari dapat membantu memberikan gelombang kejut yang menyenangkan ke seluruh tubuh. Ketiak juga merupakan sumber utama feromon, yakni zat kimia alami tubuh yang dapat menimbulkan respons pada pasangan.

    Perut bagian bawah khususnya di antara pusar dan garis kemaluan merupakan zona sensitif pria. Bagian ini bisa dirangsang dengan menggunakan jari, lidah, atau bibir untuk membangkitkan gairah.

    Tulang berada di bagian bawah punggung, letaknya tepat di atas bokong. Posisinya yang terhubung dengan panggul, maka membuat area ini menjadi lebih sensitif. Mintalah pasangan untuk mengusapkan kukunya secara perlahan di area ini untuk meningkatkan gairah seksual.

    (dpy/naf)

  • Awas! Kebiasaan Sepele Ini 26 Persen Lebih Tinggi Picu Risiko Stroke

    Awas! Kebiasaan Sepele Ini 26 Persen Lebih Tinggi Picu Risiko Stroke

    Jakarta

    Stroke merupakan salah satu kondisi medis yang dapat menurunkan kualitas hidup dari mereka yang mengidapnya. Selain mengoptimalkan gaya hidup sehat, stroke juga bisa dicegah dengan memperbaiki cara tidur.

    Dikutip dari Mirror UK, melalui penelitian, ditemukan bahwa tidur pada waktu yang sama setiap malam dapat mengurangi risiko stroke. Para ilmuwan melacak lebih dari 72.000 kebiasaan tidur relawan menggunakan alat pelacak.

    Mereka kemudian mengelompokkan para relawan menjadi orang-orang yang tidurnya teratur, agak tidak teratur, dan tidak teratur, serta memantau kesehatan mereka selama delapan tahun.

    Orang-orang yang tidurnya tidak teratur memiliki kemungkinan 26 persen lebih besar untuk mengidap stroke, gagal jantung, atau serangan jantung daripada mereka yang tidurnya teratur. Lalu mereka yang tidurnya agak tidak teratur memiliki kemungkinan 8 persen lebih besar.

    Risiko ini akan tetap terjadi meskipun mereka yang tidurnya tidak teratur mendapatkan tujuh hingga sembilan jam tidur seperti yang direkomendasikan.

    Ketua tim peneliti dari Universitas Ottawa, Kanada Jean-Philipe Chaput mengatakan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa keteraturan dalam tidur mungkin lebih relevan daripada durasi tidur untuk memodulasi kejadian kardiovaskular yang merugikan.

    Namun, perawat jantung senior di British Heart Foundation Emily McGrath mengatakan hubungan antara tidur dan jantung belum dapat dipahami dengan baik.

    “Penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur dikaitkan dengan kadar protein yang disebut CRP (C-reactive protein) yang lebih tinggi. Ini merupakan tanda peradangan,” ujar Emily.

    (dpy/naf)

  • Berlebihan Makan Petai Bisa Picu Ginjal Rusak, Dokter Sarankan Batas Amannya

    Berlebihan Makan Petai Bisa Picu Ginjal Rusak, Dokter Sarankan Batas Amannya

    Jakarta

    Petai atau parkia speciosa merupakan tanaman Asia Tenggara yang kerap menjadi pelengkap masakan. Petai sendiri biasanya disantap masyarakat berdampingan dengan sambal.

    Diketahui, petai kaya akan vitamin dan mineral. Biji-bijian ini emiliki ekstrak dari polong dan biji yang mengandung polifenol, fitosterol, dan flavonoid total yang tinggi, juga kaya akan antioksidan. Manfaatnya, bisa menjaga kadar gula darah hingga melancarkan pencernaan.

    Meskipun menjadi favorit banyak masyarakat Indonesia, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania mengatakan, petai bisa membahayakan kesehatan ginjal jika dikonsumsi berlebihan.

    “Bisa picu kerusakan ginjal kalau makan petai setiap hari dan berlebihan. Kalau hanya sekali-kali berlebihan, misalnya di satu hari, itu paling efeknya hanya kembung, banyak gasnya,” jelasnya kepada detikcom, Senin (25/11/2024).

    Batas Aman Mengonsumsi Petai

    dr Inggrid menambahkan seseorang harus bijak dalam mengonsumsi petai. Dirinya memberikan tips aman dalam mengonsumsi petai, agar tidak memicu masalah kesehatan yang bisa merugikan tubuh.

    “Batas maksimal konsumsi orang bisa makan petai itu tiga sendok makan penuh, itu sudah maksimal dalam sehari,” kata dr Inggrid.

    “Mengkonsumsi berlebihan sampai tiap hari dalam jangka waktu lama itu berbahaya. Jadi kalau mau sering, seminggu tiga kali, itu tidak akan memicu kerusakan ginjal,” lanjutnya.

    dr Inggrid menegaskan konsumsi petai dalam batas normal dapat memberikan manfaat kepada seseorang, terutama mereka yang mengidap diabetes.

    Kandungan zat antioksidan seperti polifenol dan zat aktif lain dapat membantu tubuh meregulasi gula darah agar tetap seimbang.

    (dpy/up)

  • Jangan Abaikan Kelelahan, Catat Tips Biar Petugas KPPS Tak Gampang ‘Ngedrop’

    Jangan Abaikan Kelelahan, Catat Tips Biar Petugas KPPS Tak Gampang ‘Ngedrop’

    Jakarta

    Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas pada Pilkada 2024 perlu memiliki kesehatan yang prima, baik sebelum atau sesudah bertugas. Hal ini untuk menghindari beberapa masalah kesehatan yang bisa muncul karena kelelahan.

    Dikutip dari laman Sehat Negeriku, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri membagikan beberapa tips sehat untuk para petugas KPPS yang merasa lelah setelah bertugas menyukseskan pesta demokrasi.

    Cukup tidur minimal enam hingga delapan jam untuk menjaga stamina tetap prima.Cukup minum air putih minimal enam atau delapan gelas per hariCukup makan makanan bergizi untuk memenuhi asupan gizi dan mineral pada tubuh. Seperti cukup protein, sayur, buah, dan karbohidrat.Cukup olahraga minimal 30 menit dalam sehari

    Selain itu, dikutip dari Harvard Health dan WebMD, ada beberapa tips lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan energi kembali setelah merasa lelah karena sebuah aktivitas tertentu.

    Emosi yang dipicu stres menghabiskan banyak energi, sehingga seseorang bisa mencari teman ngobrol seperti teman atau keluarga agar bisa menularkan semangat.

    Mengurangi Beban Kegiatan

    Saat merasa lelah cobalah untuk menyederhanakan daftar kegiatan yang harus dilakukan. Hal ini agar memberikan tubuh waktu untuk sekadar beristirahat sedikit lebih lama.

    Makanlah segenggam kacang almond atau kacang tanah, yang kaya akan magnesium dan folat (asam folat). Nutrisi ini penting untuk energi dan produksi sel. Kekurangan nutrisi ini dalam tubuh dapat membuat merasa lelah.

    Mendapatkan Sinar Matahari

    Penelitian menunjukkan bahwa berjalan-jalan di luar ruangan selama beberapa menit pada hari yang hangat dan cerah dapat meningkatkan suasana hati, daya ingat, dan kemampuan menyerap informasi baru.

    (dpy/naf)

  • 6 Tanda Diabetes pada Kulit yang Kerap Diabaikan

    6 Tanda Diabetes pada Kulit yang Kerap Diabaikan

    Jakarta

    Penyakit diabetes dapat memengaruhi banyak bagian tubuh, salah satunya kulit. Beberapa perubahan pada kulit bisa menunjukkan kadar gula darah seseorang yang tinggi.

    Dikutip dari American Academy of Dermatology Association (AAD), munculnya perubahan pada kulit ini tidak boleh disepelekan. Hal tersebut bisa menunjukkan adanya kondisi diabetes atau pradiabetes yang tidak terdiagnosis, sehingga membutuhkan perawatan yang cepat dan tepat.

    Lantas, apa saja tanda-tanda peringatan diabetes yang dapat muncul di kulit?

    Bintik-bintik Gelap di Tulang Kering

    Shin spot atau diabetic dermopathy merupakan salah satu efek gula darah tinggi pada kulit. Shin spot ini memiliki ciri berupa bintik-bintik gelap yang kadang bisa juga tampak seperti garis. Kondisi ini umumnya muncul di tulang kering.

    Tidak seperti bintik-bintik penuaan, bintik-bintik ini sering kali mulai memudar setelah diabetes terkontrol dengan baik, biasanya dalam waktu 18 hingga 24 bulan. Kondisi ini dapat bertahan di kulit tanpa batas waktu.

    Mereka yang memiliki diabetes umumnya akan ditandai dengan kulit yang keras, tebal, dan tampak bengkak. Nama medis dari kondisi ini adalah scleredema diabeticorum.

    Kondisi ini seringkali terjadi di punggung bagian atas, kulit menebal dan mengencang secara perlahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kondisi ini juga dapat terjadi di bahu, leher, atau di tempat lain, tetapi tidak pernah terjadi di tangan atau kaki.

    Mereka yang memiliki kadar gula darah (glukosa) tinggi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan sirkulasi darah yang buruk dan kerusakan saraf. Hal ini membuat tubuh sulit untuk menyembuhkan luka, terutama pada kaki.

    Benjolan seperti Jerawat Meradang

    Kondisi diabetes yang tidak terkendali dapat menyebabkan kadar trigliserida menjadi sangat tinggi. Jika hal itu terjadi, tubuh dapat mengembangkan kondisi kulit yang disebut xanthomatosis erupsi.

    Kondisi ini menyebabkan benjolan kecil berwarna kuning kemerahan pada bagian belakang tangan, kaki, lengan, kaki, dan bokong.

    Benjolan Kuning di Sekitar Kelopak Mata

    Benjolan dan bercak ini terbentuk saat kadar lemak dalam darah Anda tinggi, yang dapat menjadi tanda bahwa seseorang memiliki diabetes yang tidak terkontrol dengan baik. Nama medis untuk kondisi ini adalah xanthelasma. Benjolan dan bercak ini berwarna kekuningan atau jingga kekuningan.

    Skin tag atau kutil kulit bisa menjadi salah satu tanda dari seseorang yang mengidap diabetes, meskipun tidak selalu demikian. Kulit kulit bisa menjadi tanda diabetes karena berkaitan dengan resistensi insulin.

    Selain itu, obesitas yang dikaitkan dengan diabetes juga bisa menjadi faktor penyebab skin tag. Biasanya, pertumbuhan kutil yang paling sering terjadi pada kelopak mata, leher, ketiak, dan selangkangan.

    (dpy/naf)

  • Uni Eropa Larang BPA untuk Kemasan Mulai Akhir 2024, RI Menyusul?

    Uni Eropa Larang BPA untuk Kemasan Mulai Akhir 2024, RI Menyusul?

    Jakarta

    Akhir tahun 2024 menjadi tonggak bersejarah dengan mulai diberlakukannya larangan penggunaan Bisphenol A (BPA) pada kemasan makanan dan minuman di 27 negara yang bergabung di Uni Eropa (UE).

    Pada 12 Juni 2024, negara-negara anggota UE secara resmi menyetujui larangan penggunaan BPA, dengan masa transisi singkat bagi industri untuk menyesuaikan diri, yakni hanya selama 18 hingga 36 bulan.

    Peraturan tentang BPA di UE telah berubah secara bertahap dari awalnya dibatasi, diperketat, hingga akhirnya dilarang demi melindungi kesehatan masyarakat. Pada 2011, aturan kemasan BPA diperketat karena perlu penilaian keamanan dari Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) sebelum digunakan.

    Lalu, pada 2018, aturan kembali diperketat dengan melarang penggunaan BPA dalam botol plastik serta kemasan untuk bayi dan anak-anak di bawah tiga tahun. Pada 2020, larangan ini diperluas ke struk kertas termal.

    Dari 2021 hingga 2023, penelitian baru menunjukkan risiko BPA terhadap sistem imun sehingga pada tahun 2024 akhirnya, EU menyetujui aturan untuk melarang kemasan BPA mulai akhir tahun demi keamanan konsumen.

    Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Apakah akan menyusul ketegasan sikap UE untuk melindungi kepentingan kesehatan masyarakat?

    “Karena kita tahu bahwa BPA berbahaya, harusnya kita firm (tegas) ya, kita harus Free BPA,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Ulul Albab, SpOG, dalam keterangan tertulis, Rabu (27/11/2024).

    Sementara di Indonesia, sejauh ini, BPOM masih bertoleransi hanya dengan mewajibkan pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) untuk memberikan label peringatan BPA pada kemasan galon guna ulang dengan bahan plastik polikarbonat. Hal ini sebagaimana tertuang pada Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Namun ini dilihat sebagai langkah awal yang baik jika berkaca pada regulasi negara lain yang awalnya dibatasi, diperketat, hingga akhirnya dilarang.

    “Beberapa rekomendasi sebenarnya sudah kami (IDI) lakukan, bahwa kami mendorong untuk mendidik masyarakat seyogianya BPA Free. Artinya memang pelarangan penggunaan BPA. Kita tidak hanya bicara tentang air minum dalam kemasan, tapi juga produk atau wadah atau kemasan apa pun itu terkait dengan BPA,” kata dr Ulul.

    “Karena kita tahu, alternatif selain BPA itu ada,” tambahnya.

    dr Ulul menyambut baik langkah BPOM yang mengeluarkan beberapa aturan terkait penggunaan label peringatan BPA pada kemasan produk makanan. Dengan adanya labelling ini, kata dr Ulul ada sebuah langkah karena sebelumnya belum pernah ada.

    “Kita harus mensupport itu. Mudah-mudahan saja labelnya bukan hanya awareness, tapi juga sebuah larangan, jadi kita tidak kompromistis lagi,” tukas spesialis obstetri dan ginekologi tersebut.

    Sementara itu, pakar polimer Universitas Indonesia Prof Dr Mochamad Chalid mengatakan isu bahan kimia berbahaya pada kemasan plastik untuk manusia dan lingkungan ini sudah menjadi isu global. Prof Chalid juga mengatakan kandungan yang ada di dalam sampah plastik yang disebut dengan aditif, atau juga lepasan-lepasan seperti BPA, kini sudah menjadi sorotan dunia.

    “Dalam hal ini, karena digunakan sebagai kemasan untuk air minum, maka (potensi BPA terlepas) sangat besar. Sudah terbukti dari ratusan jurnal, memang mengindikasikan banyak cemaran yang dihasilkan dari kemasan ini,” kata Prof Chalid.

    Diketahui, keputusan UE untuk memberlakukan larangan terhadap penggunaan BPA juga mengacu pada riset dan identifikasi yang dilakukan oleh EFSA. Larangan ini mencakup berbagai produk, di antaranya bahan kemasan makanan seperti lapisan pelindung pada kaleng logam, serta barang-barang konsumen seperti peralatan dapur, perlengkapan makan, dan botol plastik untuk minuman.

    (akd/akd)

  • 5 Cara Menurunkan Kolesterol Lewat Gaya Hidup Sehat Tanpa Obat

    5 Cara Menurunkan Kolesterol Lewat Gaya Hidup Sehat Tanpa Obat

    Jakarta

    Kolesterol tinggi menjadi salah satu pemicu seseorang bisa terserang berbagai penyakit berbahaya, seperti serangan jantung dan stroke. Maka dari itu, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat agar kadar kolesterol tetap normal.

    Sebagai informasi, kolesterol berasal dari dua sumber yaitu makanan dan organ hati. Kolesterol sendiri berperan penting dalam menjalankan beberapa fungsi tubuh.

    Kolesterol terdiri dari dua jenis, yaitu kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) dan kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL). Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

    LDL bekerja dengan cara menumpuk kolesterol di pembuluh darah sehingga bisa memicu komplikasi serius. Itu sebabnya kolesterol jenis ini disebut kolesterol ‘jahat’. Semenetara itu, HDL bertugas membersihkan dan membuang LDL keluar menuju liver (hati).

    Seseorang dinyatakan mengidap kolesterol tinggi saat kadar LDL dan total kolesterolnya sudah melebihi batas normal. Untuk menurunkan kolesterol, detikers bisa menerapkan pola hidup sehat. Seperti apa? Simak dalam artikel ini.

    Perlu diketahui, kadar kolesterol normal pada orang dewasa adalah di bawah 100 mg/dL untuk LDL. Sementara untuk total kolesterol di bawah 200 mg/dL.

    Jika kadar kolesterol kamu sudah melebihi batas, maka lebih berisiko terserang berbagai penyakit berbahaya. Salah satu cara untuk menurunkan kolesterol adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

    Dilansir Mayo Clinic dan Healthline, berikut sejumlah gaya hidup sehat yang bisa membantu menurunkan kolesterol:

    1. Mengkonsumsi Makanan Sehat dan Bergizi

    Cara yang pertama adalah dengan menerapkan pola makan sehat dan bergizi. Selain dapat menurunkan kadar kolesterol, cara ini dapat membantu tubuh agar lebih sehat serta mencegah obesitas.

    Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat. Sejumlah penelitian mengungkapkan jika asupan lemak sehat bisa membantu menurunkan kadar kolesterol.

    Lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal atau ganda bisa membantu menurunkan LDL serta HDL yang penting untuk mencegah penyumbatan di pembuluh darah. Berikut sejumlah contoh makanan yang mengandung lemak sehat:

    Kacang-kacanganMinyak zaitunAlpukatSelain kacangTunaMakarel.

    Selain itu, disarankan juga untuk perbanyak asupan serat larut, yakni jenis serat yang larut dalam air. Serat ini bisa membantu menurunkan kadar LDL sekaligus melindungi tubuh dari risiko penyakit kardiovaskular. Adapun beberapa contoh makanan yang mengandung serat larut tinggi, yaitu:

    OatKacang-kacanganKubis brusselBiji rami (flax)Kacang polongKacang lentil.

    2. Hindari Makanan yang Mengandung Lemak Trans

    Lemak trans merupakan salah satu jenis lemak jenuh. Agar kadar kolesterol bisa turun, sebaiknya detikers menghindari makanan yang mengandung lemak trans.

    Sebagai informasi, lemak trans terbagi menjadi dua jenis yakni alami dan buatan. Lemak trans alami berasal dari hewan, seperti kambing, sapi, dan domba. Lemak trans jenis ini tidak berbahaya bagi kesehatan selama dikonsumsi dalam batas wajar.

    Sementara itu, lemak trans buatan umumnya ditemukan pada makanan olahan, seperti margarin dan minyak goreng. Nah, lemak trans yang satu ini bisa memicu naiknya kadar LDL sekaligus menurunkan HDL dalam darah.

    Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak trans buatan di antaranya:

    MargarinMentega putih (shortening)Minyak gorengMakanan cepat saji (ayam goreng, kentang goreng, hingga burger)Krimer kopiKripikMie instanMartabak.

    3. Berhenti Merokok

    Pola gaya hidup selanjutnya yang dapat menurunkan kolesterol tinggi adalah dengan berhenti merokok. Apabila detikers termasuk perokok aktif, entah itu rokok tembakau atau rokok elektrik, sebaiknya mulai berhenti dari sekarang.

    Berhenti merokok ternyata dapat meningkatkan kadar HDL dalam tubuh. Dalam waktu tiga bulan setelah berhenti merokok, sirkulasi darah dan fungsi paru-paru mulai membaik. Jika sudah setahun berhenti merokok, maka kamu bisa terhindar dari risiko penyakit jantung.

    4. Rutin Olahraga

    Selain menjaga pola makan, dianjurkan juga untuk rutin berolahraga agar dapat menurunkan kolesterol tinggi. Sering berolahraga juga dapat mengurangi kelebihan berat badan, yang mana ikut berkontribusi dalam meningkatkan kadar LDL di dalam tubuh.

    American Heart Association (AHA) menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang atau aerobik sedikitnya selama 150 menit per minggu. Cara ini dilakukan agar dapat menurunkan kadar kolesterol.

    Selain itu, disarankan juga untuk melakukan olahraga ringan selama 30 menit per lima kali dalam seminggu. Salah satu olahraga ringan yang bisa dilakukan dengan mudah adalah jogging di pagi atau sore hari.

    5. Mengurangi Stres

    Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa tingkat stres yang tinggi dapat dikaitkan dengan meningkatnya kolesterol. Lalu, sebuah studi menemukan orang yang stres cenderung mengadopsi gaya hidup tidak sehat, mulai dari makan berlebihan hingga jarang olahraga.

    Kebiasaan tersebut bisa memicu peningkatan kadar LDL dan total kolesterol dalam tubuh. Oleh sebab itu, cobalah untuk mengurangi stres dengan melakukan aktivitas yang positif, misalnya menekuni hobi atau bergabung dengan komunitas.

    Itu dia lima gaya hidup sehat yang bisa kamu terapkan untuk menurunkan sekaligus mencegah kolesterol tinggi. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)

  • Viral Bayi Dandan Tebal Bak Pengantin, Usia Berapa Anak Boleh Make Up?

    Viral Bayi Dandan Tebal Bak Pengantin, Usia Berapa Anak Boleh Make Up?

    Jakarta

    Viral seorang bayi dengan make up tebal seperti riasan pengantin. Dalam video yang ramai diunggah di TikTok, bayi tersebut sekilas memang terlihat cantik, tetapi banyak yang mengkhawatirkan terkait keamanan kondisi kulitnya mengingat bayi sangat sensitif.

    “Kak itu make-upnya pakek produk apa? Soalnya kan masih bayi,” komentar salah satu warganet dalam video viral.

    “Produk MUA kak yang biasa kita pakai, insya Allah aman kak cepat penghapusannya kak,” jawab pemilik akun diduga perias tersebut.

    Spesialis kulit dr I Gusti Nyoman Darma, SpKK, mewanti-wanti bahaya dari penggunaan make up pada bayi dan anak, selain bisa mengiritasi kulit, paparan make up yang tidak sengaja terhirup tentu bisa mengganggu pernapasan anak.

    Terlebih, make up mengandung sejumlah bahan kimia, seperti timbal, paraben, yang bisa berbahaya jika terserap oleh kulit anak.

    Usia Berapa Anak Mulai Boleh Make Up?

    Penggunaan make up juga mulai marak digunakan secara mandiri di usia anak sekolah dasar hingga menginjak remaja. Menurut dr Darma, sebetulnya tidak ada konsensus medis mengenai usia aman anak memakai make up, tetapi mengacu sejumlah literatur, paling disarankan setelah usia 13 tahun.

    “Sekitar 13 tahun, adalah waktu yang lebih tepat untuk mulai mengenalkan makeup secara ringan. Pada usia ini, anak sudah lebih memahami cara penggunaan dan perawatan kulit yang benar setelah penggunaan make up,” saran dr Darma.

    dr Darma mewanti-wanti paparan berulang make up dengan bahan kimia timbal hingga paraben berisiko memicu kanker.

    “Tetapi bukti langsung masih terbatas, paparan dini dan berulang terhadap bahan kimia berbahaya dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari.

    “Sebaiknya tidak menggunakan makeup pada bayi dan anak-anak, kecuali untuk keperluan khusus dan dengan produk yang dirancang khusus untuk mereka. Jika perlu menggunakan makeup pada anak, pilih produk yang bebas dari bahan kimia berbahaya dan telah teruji keamanannya untuk anak-anak,” pungkas dia.

    (naf/naf)

  • Maarten Paes Sensitif Gluten, Apa Saja Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi?

    Maarten Paes Sensitif Gluten, Apa Saja Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi?

    Jakarta

    Kiper andalan Timnas Indonesia Maarten Paes disebut memiliki kondisi sensitivitas gluten. Hal ini membuat Paes harus mengonsumsi makanan-makanan khusus yang dipastikan bebas dari gluten.

    Kondisi kiper ini diketahui ketika fisioterapis Timnas Indonesia Heo Ji-seob melakukan pemeriksaan darah seluruh pemain. Kemudian, dirinya mengetahui alergen dari para punggawa garuda.

    “Hasilnya menunjukkan bahwa Maarten Paes memiliki sensitivitas terhadap gluten,” kata Heo dikutip dari akun Instagram-nya, Rabu (27/11/2024).

    Lalu, mereka yang memiliki kondisi sensitivitas gluten tidak boleh makan apa saja?

    Menjawab hal ini, spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK mengatakan gluten merupakan protein alami yang biasanya ditemukan di biji-bijian. Menurut dr Raissa, ada beberapa masalah yang bisa muncul ketika seseorang dengan sensitivitas gluten mengonsumsi makanan mengandung gluten.

    “Gejalanya mirip dengan gangguan pencernaan seperti kembung, diare, sembelit, sakit perut, hingga maag. Selain itu juga seringkali pasien merasa lelah, sakit kepala, nyeri sendi, hingga penyakit celiac,” ucap dr Raissa ketika dihubungi detikcom, Selasa (26/11/2024).

    Gluten sendiri biasanya ditemukan dalam gandum, tepung terigu, oatmeal, barley, hingga rye. Hal ini membuat Paes kesulitan untuk mengonsumsi beberapa makanan olahan tepung seperti roti, pasta, sereal, atau mi.

    Dikutip dari Healthline, ada beberapa alternatif makanan yang bisa dipilih ketika seseorang memiliki kondisi ini, seperti nasi, jagung, kentang, ubi, singkong, tepung beras, beras merah, telur, ikan. Beberapa makanan olahan seperti mi atau pasta kini juga ada yang memberikan label ‘gluten free’, sehingga aman untuk dikonsumsi.

    “Kondisi ini tidak dapat sembuh, tetapi dengan menghindari makanan yang mengandung gluten secara konsisten, gejalanya dapat terkendali dan kualitas hidup lebih baik,” tandas dr Raissa.

    (dpy/naf)