Category: Detik.com Kesehatan

  • Raja Charles Mulai Kurangi Makan Daging Merah Pasca Didiagnosis Kanker

    Raja Charles Mulai Kurangi Makan Daging Merah Pasca Didiagnosis Kanker

    Jakarta

    Raja Charles dikabarkan telah mengubah pola makannya setelah didiagnosis kanker pada awal tahun ini. Disebutkan bahwa pria berusia 76 tahun itu telah mengurangi asupan daging merahnya.

    Kabar ini disampaikan oleh putra dari Ratu Camilla, Parker Bowles, dalam salah satu sesi wawancara dengan Saga Magazine.

    “Ya, saya makan daging, tetapi saya mengurangi daging merah, seperti yang dilakukan ibu saya,” tutur Bowles yang dikutip dari Daily Record.

    “Dan Sang Raja, setelah apa yang baru-baru ini dialaminya, kini kembali memperhatikan apa saja yang dimakannya,” sambungnya.

    Bowles mengatakan Raja Charles dan Ratu Camilla telah mengurangi konsumsi beberapa daging, seperti daging domba, daging sapi, dan daging babi.

    Diketahui, daging merah dan olahannya juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar dan prostat. Menurut Cancer Research UK, daging merah digolongkan sebagai kemungkinan penyebab kanker.

    “Ini berarti ada banyak bukti kuat tentang hubungan antara mengkonsumsi daging merah dan beberapa jenis kanker. Tetapi, kita memerlukan beberapa penelitian berkualitas terbaik untuk memastikannya,” tulis mereka.

    Para ahli telah memperkuat hubungan yang mengerikan antara konsumsi daging olahan yang berlebihan dengan peningkatan risiko kanker.

    (sao/kna)

  • 5 Minuman yang Ampuh Enyahkan Buncit, Cocok di Pagi Hari

    5 Minuman yang Ampuh Enyahkan Buncit, Cocok di Pagi Hari

    Jakarta

    Kebanyakan orang memulai hari dengan menenggak secangkir kopi. Namun bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, sebenarnya ada sejumlah opsi lain yang bisa memberikan manfaat lebih.

    Beberapa minuman memang dapat menunjang penurunan berat badan. Minuman-minuman ini biasanya memiliki khasiat yang berkaitan dengan pengelolaan berat badan, seperti mempercepat laju metabolisme, meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, mengontrol kadar gula darah, dan lain sebagainya.

    Lantas, apa saja minuman pagi yang bisa membantu menurunkan berat badan? Dikutip dari Eat This, berikut daftarnya.

    1.Teh Hijau

    Ahli gizi Lisa Young, PhD, RDN mengungkapkan teh hijau merupakan salah satu minuman yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Khasiat ini pun sudah dibuktikan oleh sejumlah penelitian yang menganalisa manfaat minuman tersebut.

    Teh hijau juga mengandung katekin, senyawa antioksidan yang terbukti efektif membakar lemak.

    “Penelitian menunjukkan ekstrak teh hijau, yang secara esensial adalah katekin yang terkonsentrasi, dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi persentase lemak tubuh,” ujarnya.

    2. Teh Jahe

    Jahe lebih dari sekadar bumbu untuk menyedapkan masakan. Rempah ini sejak lama telah dimanfaatkan sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai macam masalah kesehatan.

    Teh jahe juga cenderung rendah kalori, sehingga dapat berkontribusi terhadap pengelolaan berat badan.

    “Studi menemukan asupan jahe dapat mengurangi berat badan dan rasio pinggang-panggul,” katanya.

    3. Susu Kunyit

    Selain jahe, kunyit juga dapat diolah menjadi minuman penurun berat badan yang lezat. Susu kunyit, yang umumnya terbuat dari campuran kunyit, jahe, dan kayu manis, mengandung senyawa yang dapat membantu mengatasi peradangan. Pada banyak kasus, peradangan kerap menjadi salah satu faktor yang menghambat penurunan berat badan.

    Tambahan kayu manis yang ada pada minuman ini juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan menekan nafsu makan.

    4. Air Hangat dan Lemon

    Air hangat dan lemon merupakan salah satu minuman detoks yang cukup digemari. Beberapa orang pun percaya mengonsumsi minuman ini di pagi hari dapat membantu menurunkan berat badan.

    Young menjelaskan lemon mengandung antioksidan dan serat pektin. Serat pektin merupakan serat larut yang biasanya ditemukan pada buah dan sayuran.

    “Alasan minuman ini bagus untuk menurunkan berat badan adalah karena ia menghidrasi, bebas kalori, dan dapat membantu mengeliminasi racun di dalam tubuh,” terangnya.

    5. Air Mint dan Mentimun

    Tak hanya menyegarkan, segelas air mint dan mentimun juga dapat mendukung penurunan berat badan. Young mengatakan minuman ini memiliki beberapa manfaat yang mendukung pengelolaan berat badan, seperti membantu menghidrasi tubuh dan meningkatkan fungsi pencernaan.

    (ath/kna)

  • Potret Transplantasi Paru dengan Robot Pertama di Dunia

    Potret Transplantasi Paru dengan Robot Pertama di Dunia

    Potret Transplantasi Paru dengan Robot Pertama di Dunia

  • Video: Kanker Serviks Jadi Kanker Kedua Terbanyak Diidap Wanita Indonesia

    Video: Kanker Serviks Jadi Kanker Kedua Terbanyak Diidap Wanita Indonesia

    Video: Kanker Serviks Jadi Kanker Kedua Terbanyak Diidap Wanita Indonesia

  • Kondom Jadi Alat Preventif Kasus HIV, Boleh untuk Remaja?

    Kondom Jadi Alat Preventif Kasus HIV, Boleh untuk Remaja?

    Jakarta – Survei menunjukkan bahwa kasus HIV pada remaja dan dewasa muda meningkat sebesar 25 persen. Mengetahui prevalensi kasus HIV dan IMS yang meningkat pada kelompok usia tersebut, apa kata pihak Kemenkes RI terkait tindakan preventif seharusnya?

    (/)

  • Kanker Kulit Juga Intai Usia Muda di RI, Dokter Wanti-wanti soal Ini

    Kanker Kulit Juga Intai Usia Muda di RI, Dokter Wanti-wanti soal Ini

    Jakarta

    Data Globocan 2020 melaporkan kasus kanker kulit di Indonesia pada 2020 mencapai 18.000 dengan angka kematian sekitar 3.000. Spesialis kulit dr Irmadita Citrashanty, SpDVE, tidak menampik tren laporan kasus terus meningkat seiring dengan pemanasan global.

    Paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat menyebabkan rusaknya sel pada kulit, hingga menimbulkan kanker kulit.

    Meski banyak warga Indonesia memiliki melanin tinggi yang konon membuat tidak lebih rentan terkena kanker, hingga kini belum ada penelitian lebih lanjut yang bisa memastikan keterkaitan tersebut. Karenanya, tetap penting melakukan pencegahan maksimal. dr Irmadita juga menekankan kanker kulit tidak selalu terjadi pada lansia.

    “Kasus kanker itu biasanya memang terjadi lebih banyak pada usia tua, 40 tahun ke atas, tetapi pada usia lebih muda juga bisa terjadi, karena faktor genetik, misalnya xeroderma pigmentation,” bebernya kepada detikcom di temu media, kawasan Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2024).

    Kondisi langka yang diwariskan dalam keluarga, menyebabkan kulit dan jaringan yang menutupi mata menjadi sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet (UV). “Dalam kasus itu, biasanya terjadi kanker kulitnya lebih muda, bahkan di usia 10 tahun, 12 tahun, sudah bisa terjadi,” tutur dia.

    Cara Mencegah Risiko

    Belum diketahui apakah terjadi peningkatan tren kasus kanker kulit di usia muda dalam beberapa tahun terakhir, tetapi penting untuk mewaspadai risikonya dengan penggunaan tabir surya yang tepat.

    “Memang ada beberapa kali RS tempat kita kerja, kan sebagai rujukan terakhir, beberapa kali terdapat usia muda, tapi nggak muncul tiba-tiba, ada faktor underlying condition, atau riwayat kesehatan tertentu,” lanjutnya.

    Faktor risiko yang bisa dicegah adalah pajanan sinar matahari. Seseorang sebaiknya memastikan perlindungan aman saat hendak ke luar rumah, termasuk memastikan index UV, menggunakan tabir surya sebanyak dua ruas jari, dan tidak lupa melakukan re-apply sunscreen setiap dua hingga tiga jam sekali.

    “Pajanan sinar matahari tadi paling bahaya bisa jam 1 sampai jam 3 sore itu paling tinggi, masyarakat juga harus terbiasa memantau index UV, yang terpenting itu,” pungkasnya.

    Perlukah SPF Tinggi?

    Masyarakat kerap mencari SPF tinggi dalam penggunaan sunscreen, tetapi dr Irma mengimbau agar menyesuaikan penggunaan produk dengan kecocokan kulit.

    “Kita juga tidak perlu khawatir berlebihan dengan produk dan klaim yang lagi marak saat ini, klaim palsu, bisa jadi itu marketing untuk menjatuhkan produk satu sama lain. Kita harus liat lisensi, kredibilitas lab yang memeriksa produk, terpenting selama sudah berizin BPOM RI, itu aman digunakan,” saran dia.

    (naf/kna)

  • 5 Manfaat Rutin Mengonsumsi Air Rendaman Nanas, Efeknya Nggak Kaleng-kaleng

    5 Manfaat Rutin Mengonsumsi Air Rendaman Nanas, Efeknya Nggak Kaleng-kaleng

    Jakarta

    Air nanas atau air rendaman nanas ternyata dapat mendukung kesehatan tubuh. Manfaat yang bisa didapatkan seperti menurunkan berat badan, mencegah dehidrasi, memperkuat gigi dan tulang, hingga menyehatkan pencernaan.

    Dikutip dari Indian Express, ahli gizi senior di Rumah Sakit Spesialis Dharmashila Narayana, Payal Sharma mengatakan meminum air rendaman nanas setiap hari selama sebulan memang dapat memberikan manfaat kesehatan yang nyata.

    Sharma mengatakan kandungan yang ada di dalam nanas ternyata dapat membantu seseorang untuk tetap terhidrasi dan membantu melancarkan proses buang air besar.

    “Nanas mengandung banyak enzim seperti bromelain yang membantu melancarkan pencernaan dengan memecah protein dan meredakan kembung,” kata Sharma.

    Air rendaman nanas ini juga bisa menggantikan minuman manis, sehingga asupan karbohidrat atau gula harian bisa berkurang. Sensasi kenyang yang ditawarkan dari minuman ini juga bisa berdampak positif pada penurunan berat badan.

    “Bromelain juga dapat menjaga kesehatan usus, sehingga berpotensi mengurangi risiko parasit internal. Khasiat detoksifikasi alaminya membantu membersihkan tubuh dari racun, mendukung fungsi hati,” katanya.

    Air nanas dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh, meredakan nyeri sendi, dan pembengkakan. Menurut Sharma, ini karena adanya kandungan beta-karoten, sementara vitamin C pada nanas dapat mendukung peningkatan penglihatan.

    Kandungan ‘mangan’ pada air nanas dapat berkontribusi pada kesehatan gigi dan tulang agar lebih kuat. Sementara itu, kandungan yodiumnya mendukung kesehatan tiroid, membantu pengaturan metobolisme.

    Nanas yang kaya akan antioksidan dapat berkontribusi terhadap pengurangan risiko kanker tertentu dengan menetralkan radikal bebas dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

    (dpy/kna)

  • Video: Bahaya Gula yang Bisa Bikin Anak Candu

    Video: Bahaya Gula yang Bisa Bikin Anak Candu

    Video: Bahaya Gula yang Bisa Bikin Anak Candu

  • 7 Tanda Tubuh Sudah ‘Overdosis’ Gula yang Kerap Tak Disadari

    7 Tanda Tubuh Sudah ‘Overdosis’ Gula yang Kerap Tak Disadari

    Jakarta

    Kasus diabetes pada anak meningkat hingga 70 kali lipat berdasarkan laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam perbandingan data sekitar 10 tahun terakhir.

    Kementerian Kesehatan RI juga melaporkan tren peningkatan prevalensi diabetes melitus pada usia kurang dari 15 tahun, dari semula 10,9 persen menurut Riskesdas 2019, meningkat menjadi 11,7 persen dalam data Survei Kesehatan Indonesia (2023).

    Jika dirinci lebih lanjut, kasus diabetes usia 18-59 tahun tiga kali lipat lebih tinggi terjadi pada obesitas sentral yakni lemak berlebih di sekitar perut. Batasan obesitas sentral adalah jika nilai lingkar perut pada laki-laki lebih besar dari 90 cm dan di kalangan perempuan lebih besar dari 80 cm.

    Faktor risiko lain ditemukan berkaitan dengan aktif bergerak. Pada kelompok yang sama, risiko diabetes 1,3 kali lebih tinggi pada kelompok yang minim bergerak.

    Ada sejumlah tanda yang kerap diabaikan saat tubuh sebetulnya sudah kelebihan mengonsumsi gula. Mengacu pada penjelasan sejumlah pakar, berikut tanda-tandanya:

    “Asupan gula yang berlebihan memengaruhi energi, suasana hati, berat badan, dan risiko penyakit kita,” kata Jessica Cording, RD, seorang pelatih kesehatan di New York City dan penulis The Little Book of Game Changers.

    “Secara keseluruhan, hal itu dapat memengaruhi kesejahteraan fisik dan mental kita.”

    1. Mudah Lapar dan Berat Badan Naik

    Jika mengonsumsi banyak kalori ekstra melalui gula tambahan, tanda utama yang kerap muncul adalah rasa lapar terus-menerus. “[Gula] memuaskan selera, tetapi tidak benar-benar memuaskan atau mengenyangkan perut kita,” kata Keri Stoner-Davis, RDN, yang bekerja di Lemond Nutrition di Plano, Texas.

    Tanpa protein, serat, dan lemak sehat, yang tidak terdapat dalam sebagian besar camilan olahan dan makanan manis, tubuh membakar gula dengan cepat dan meningkatkan rasa lapar, yang dapat menyebabkan ngemil tanpa berpikir dan bahkan kompulsif.

    Konsumsi minuman manis yang mengandung gula meningkatkan kenaikan berat badan pada orang dewasa dan anak-anak, menurut penelitian. Namun, bukan hanya kalori ekstra yang dapat menambah berat badan.

    Menurut penelitian, mikrobioma usus, ekosistem yang terdiri dari lebih dari 100 triliun mikroorganisme, memainkan peran penting dalam sistem pertahanan tubuh.

    Terlebih lagi, gula dapat merusak hormon lemak, termasuk leptin, yang menghambat rasa lapar. “Gula yang tinggi mengganggu metabolisme, sebagian dengan mengganggu leptin,” kata dr Keri. “Mengonsumsi gula membuat ingin makan lebih banyak gula, yang membuat lebih lapar.”

    2. Gampang Tersinggung

    Jika merasa murung, mudah tersinggung, atau gelisah, stres mungkin bukan satu-satunya alasan, itu bisa jadi pertanda bahwa seseorang mengonsumsi terlalu banyak gula.

    Satu penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan dapat memicu peradangan, memperburuk suasana hati, dan menyebabkan gejala depresi.

    “Ketika tubuh terburu-buru memproses semua itu, tingkat energi anjlok, membuat merasa lesu dan mudah tersinggung,” kata Cording.

    “Selain itu, ketika kadar glukosa rendah dalam aliran darah karena kadar insulin melonjak setelah mengonsumsi banyak gula tambahan, kadar glukosa darah di otak juga menurun. Otak kita sangat bergantung pada kadar gula darah normal untuk mengisinya,” lanjutnya.

    3. Kelelahan

    Gula mudah diserap dan dicerna, jadi jika merasa lelah, itu bisa jadi karena jumlah gula yang dikonsumsi dalam makanan terlalu berlebihan.

    “Gula adalah sumber energi yang sangat cepat, jadi berapa pun banyaknya yang dimakan, dalam 30 menit, akan merasa lapar lagi, kekurangan energi, atau mencari energi lagi,” kata Stoner-Davis.

    Perubahan besar kadar gula darah dan insulin juga dapat menyebabkan kadar energi anjlok dan memengaruhi kadar energi secara keseluruhan.

    4. Makanan Terasa Tak Cukup Manis

    Jika menyadari bahwa makanan tidak terasa semanis dulu, atau jika perlu menambahkan gula ke makanan agar rasanya enak, misalnya: menaburi sereal dengan gula merah, bisa jadi tubuh kamu sudah mengonsumsi terlalu banyak gula.

    Jika mencoba membuat pilihan yang lebih sehat, misalnya dengan beralih dari yogurt beraroma ke yogurt tawar, perbedaannya akan lebih terlihat.

    “Otak dilatih untuk mengharapkan kadar kemanisan yang sangat tinggi, dan jika terbiasa dengan itu, akan lebih sulit untuk merasa puas dengan makanan yang kurang manis karena Anda sudah siap untuk mengharapkan kadar kemanisan yang tinggi,” kata Cording.

    5. Tekanan Darah Tinggi

    Jika telah didiagnosa mengidap hipertensi (tekanan darah tinggi), terlalu banyak gula tambahan dalam makanan bisa menjadi penyebabnya.

    Penelitian menunjukkan mengonsumsi minuman manis memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah tinggi dan insiden hipertensi yang lebih tinggi.

    Kadar glukosa yang tinggi dapat merusak lapisan pembuluh darah kita, sehingga lipid seperti kolesterol lebih mudah menempel pada dinding pembuluh darah.

    “Ketika itu terjadi, pembuluh darah mengeras. Ketika pembuluh darah mengeras, tekanan darah naik,” kata pakar.

    6. Jerawat dan Kerutan

    Jika kamu tengah berjuang melawan jerawat, mungkin ada baiknya untuk mempertimbangkan berapa banyak gula tambahan yang selama ini dimakan.

    “Kontrol glikemik (proses menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang sehat, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah) berperan penting dalam kesehatan kulit dan jerawat,” kata Cording.

    Misalnya, satu penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin dikaitkan dengan peningkatan risiko timbulnya jerawat. Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel di hati, otot, dan lemak tidak merespons insulin sebagaimana mestinya, hormon dalam tubuh yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula tambahan merupakan faktor risiko resistensi insulin.

    7. Nyeri Sendi

    Jika merasakan nyeri pada sendi, mungkin bukan hanya karena usia. Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan peradangan sistemik, yang dapat menyebabkan nyeri sendi. Meski begitu, ada beberapa kemungkinan penyebab nyeri sendi, jadi memperbaiki pola makan dengan mengurangi makanan manis mungkin bukan solusi ajaib, kata Cording.

    (naf/kna)

  • Mayapada Hospital Pakai Teknik Bronkoskopi Cryo untuk Diagnosis Kanker Paru

    Mayapada Hospital Pakai Teknik Bronkoskopi Cryo untuk Diagnosis Kanker Paru

    Jakarta

    Kesehatan paru-paru dapat terancam oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok, polusi udara, hingga paparan radiasi. Lalu, tanpa sadar menghirup partikel abses di area konstruksi atau terpapar gas radon juga mampu memicu penyakit kanker paru.

    Gejala pertumbuhan kanker paru dapat dikenali dengan tanda-tanda batuk berkelanjutan lebih dari dua minggu, batuk saat menelan karena terbentuk saluran abnormal antara saluran makanan (kerongkongan) dan saluran pernapasan (bronkus), serta sesak napas karena penumpukan cairan di sekitar paru-paru.

    Selain itu, batuk berdarah akibat kerusakan pembuluh darah, mengi akibat penyumbatan saluran pernapasan, nyeri dada yang menjalar ke bahu dan punggung, serta suara serak yang berlangsung lebih dari dua minggu juga menjadi gejala lain dari kanker paru.

    “Terdapat kanker paru primer yang pertumbuhanya di dalam paru, dan kanker paru sekunder yang terjadi karena penyebaran kanker dari bagian tubuh lain. Kanker paru juga termasuk silent killer di mana pada stadium awal sering tidak bergejala sehingga lebih dari 70 persen pasien kanker paru terdiagnosis sudah dalam stadium lanjut. Oleh karena ketika gejala-gejala tersebut sudah terjadi, harus segera diperiksa ke dokter,” ungkap Dokter Spesialis Paru Konsultan Onkologi di Mayapada Hospital Kuningan dr. Jaka Pradipta, Sp.P (K) dalam keterangan tertulis, Kamis (28/11/2024).

    Sementara itu, Dokter Spesialis Paru Konsultan Onkologi di Mayapada Hospital Bandung dr. Widhy Yudistira Nalapraya, Sp.P(K) Onk menjelaskan terkait cara diagnosis kanker paru, termasuk dengan Bronkoskopi Cryo.

    “Diagnosis kanker paru dapat dilakukan mulai dari rontgen, CT Scan, atau analisis sel kanker melalui dahak (sitologi dahak), hingga gold standard-nya adalah biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan paru-paru untuk pemeriksaan mikroskopis di laboratorium. Biopsi ini semakin canggih dengan teknik baru bernama Bronkoskopi Cryo untuk mendiagnosis kanker paru lebih akurat,” papar dr. Widhy.

    Mengenai Bronkoskopi Cryo, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Pulmonologi Medik Kritis dr. Eric Daniel Tenda, DIC, Ph.D, Sp.PD, K-PMK, FINASIM, menjelaskan teknik pengobatan ini didukung oleh unit electrosurgical canggih VIO3.

    “Bronkoskopi Cryo adalah teknik pengobatan penyakit paru yang menggunakan teknik cryo, didukung oleh unit electrosurgical canggih VIO3, dan terapi koagulasi plasma argon (APC). Teknik cryo ini pada prinsipnya membekukan jaringan yang akan diambil di saluran pernapasan dengan gas CO2 sehingga jaringan tersebut dapat menempel pada ujung alat cryo,” ujar dr. Eric.

    Bronkoskopi Cryo termasuk inovasi di bidang intervensi pulmonologi dengan teknik advanced dan dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki teknologi penunjang. Misalnya, salah satu unit dari Mayapada Hospital yaitu Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang telah mampu melakukan teknik Bronkoskopi Cryo.

    “Tindakan ini dilakukan jika dokter mencurigai adanya tumor atau kelainan pada paru untuk mengambil sejumlah kecil jaringan yang nantinya diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Keunggulan biopsi bronkoskopi dengan teknik cryo adalah sampel jaringan yang didapat bisa lebih besar dan utuh sehingga pemeriksaan sampel menjadi lebih akurat,” jelas dr. Eric.

    Selain untuk menunjang prosedur biopsi, teknik cryo juga dapat digunakan untuk menangani kanker paru khususnya stadium lanjut. Melalui Cryo-Devitalisasi, jaringan sel kanker yang menyumbat saluran napas dapat dihancurkan, sementara Cryo-Rekanalisasi membantu membuka jalan napas yang tersumbat akibat massa tumor atau gumpalan darah.

    Penanganan kanker paru lainnya juga bisa dengan operasi. Seiring perkembangan ilmu kedokteran, penanganan kanker paru stadium awal dapat dilakukan dengan pengangkatan sebagian kecil jaringan paru. Namun di Indonesia, mayoritas kasus kanker paru ditemukan sudah dalam stadium lanjut.

    Pilihan pengobatan kanker paru berikutnya adalah terapi radiasi menggunakan sinar X, radiosurgery yang memberikan radiasi dosis tinggi dengan presisi tinggi, atau terapi target yang menggunakan obat untuk menyerang sel kanker secara spesifik tanpa merusak sel sehat.

    Penanganan kanker paru dengan bronkoskopi cryo dan metode penanganan lainnya dapat dilakukan di Oncology Center Mayapada Hospital yang memiliki tim dokter multidisiplin seperti dr. Eric Tenda, dr. Jaka, dan dr. Widhy. Oncology Center Mayapada Hospital merupakan layanan yang khusus menangani masalah kanker mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, terapi berkelanjutan, hingga end-of-life care, dan dilengkapi dengan teknologi medis yang canggih untuk melakukan berbagai tindakan penanganan yang advanced.

    Layanan Oncology Center Mayapada Hospital memiliki standar protokol internasional dalam penanganan kanker dengan menghadirkan Tumor Board yang aktif memberikan rencana perawatan yang tepat. Selain itu, terdapat tim Patient Navigator yang berpengalaman untuk mendampingi pasien dalam setiap langkah perawatan.

    Sekarang, Anda bisa terhubung dengan tim dokter ahli di Oncology Center Mayapada Hospital untuk mengetahui penanganan terbaik dalam menangani kanker paru melalui aplikasi MyCare. Aplikasi milik Mayapada Hospital ini juga bisa melakukan penjadwalan konsultasi dengan mudah dan memperoleh nomor antrean lebih awal. Bahkan, MyCare sudah terkoneksi dengan berbagai metode pembayaran yang praktis.

    Informasi lebih lengkap terkait bentuk penanganan masalah kanker di Oncology Center Mayapada Hospital dapat Anda ketahui dalam fitur Health Article & Tips di aplikasi MyCare. Unduh aplikasi MyCare di Google Play Store dan App Store untuk mendapatkan kemudahan akses layanan kesehatan di Mayapada Hospital dan dapatkan reward point saat pertama kali registrasi di MyCare untuk dipakai sebagai potongan harga layanan di Mayapada Hospital.

    (anl/ega)