Category: Detik.com Kesehatan

  • Terungkap Rahasia Body Goals dan Umur Panjang Ala Wanita Jepang, Mudah Ditiru

    Terungkap Rahasia Body Goals dan Umur Panjang Ala Wanita Jepang, Mudah Ditiru

    Jakarta

    Wanita Jepang dianggap sebagai salah satu yang tercantik di dunia. Kebanyakan wanita di sana memiliki bentuk tubuh yang langsing dan juga sehat.

    Di usia 30 tahun, mereka terlihat seperti berusia 18 tahun karena awet muda. Bahkan, kebanyakan dari mereka berumur panjang.

    Ternyata rahasia dari kecantikan dan kebugaran wanita Jepang ada pada kebiasaan makannya. Ada beberapa kebiasaan yang membuat berat badan wanita di Jepang tetap ideal.

    Kebiasaan Makan Wanita di Jepang

    Berikut kebiasaan makan yang membuat mereka tetap langsing yang dikutip dari Bright Side.

    1. Metode Memasak

    Kebiasaan makan yang membuat berat badan wanita Jepang tetap ideal terletak pada metode memasak yang diterapkan. Mereka masih menggunakan cara masak yang tradisional.

    Sebagian besar dari mereka memasak dengan cara direbus, memanggang, mengukus, atau menggoreng dengan sedikit minyak. Metode tersebut dipercaya dapat mempertahankan kandungan nutrisi dari makanan yang diolah.

    Wanita di Jepang juga cukup berhati-hati dalam menambahkan rempah-rempah. Hal ini untuk menjaga makanan agar tetap ringan tanpa membebani perut, hati, dan ginjal.

    2. Budaya Makan

    Budaya makan di Jepang juga memiliki keunikan. Mereka cenderung makan perlahan dengan potongan-potongan kecil, porsi, dan piringnya kecil.

    Selain itu, mereka tidak pernah mengisi makanan sampai penuh di piring. Hal ini untuk menghindari makan makanan secara berlebihan.

    3. Nasi Sebagai Pengganti Roti

    Nasi merupakan bagian penting dari setiap makanan. Biasanya, orang di Jepang memasak nasi tanpa garam atau mentega.

    Jadi, tidak adanya makanan bertepung membantu menjaga bentuk tubuh mereka tetap langsing.

    4. Diet yang Seimbang

    Meski menjalani diet, makanan yang dikonsumsi orang Jepang cukup beragam. Mereka lebih menyukai ikan, rumput laut, sayuran, kedelai, nasi, buah, dan teh hijau. Diat orang Jepang sangat beragam dan seimbang, bahkan hampir tidak mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi.

    5. Pentingnya Sarapan

    Sarapan merupakan makanan paling mengenyangkan di Jepang. Ini menjadi makanan utama yang terdiri dari beberapa hidangan, seperti ikan, nasi, telur dadar, sup miso, hidangan kedelai dengan sayuran hijau, rumput laut, dan teh.

    6. Hampir Tak Ada Makanan Manis untuk Hidangan Penutup

    Orang Jepang jarang mengkonsumsi hidangan penutup. Makanan penutup di Jepang umumnya rendah lemak, rendah gula, dan mungkin tidak sesuai dengan selera orang Barat.

    (sao/suc)

  • Geger Remaja 14 Tahun Bunuh Ayah-Nenek, KPAI Soroti Pola Asuh Anak

    Geger Remaja 14 Tahun Bunuh Ayah-Nenek, KPAI Soroti Pola Asuh Anak

    Jakarta

    Geger kasus pembunuhan ayah oleh anak kandung sendiri, yang masih berusia 14 tahun. Nenek dari anak tersebut juga dilaporkan tewas, sementara ibu-nya dilaporkan tengah mengalami kondisi kritis. Anak berinisial MAS itu menyerang ketiga anggota keluarganya setelah mengaku mendapat ‘bisikan’ di malam hari saat kesulitan tidur.

    Hingga kini, polisi masih menyelidiki lebih dalam motif apa yang membuat MAS melakukan aksi nekat tersebut ke keluarganya sendiri.

    “Ya, interogasi awalnya dia merasa dia tidak bisa tidur, terus ada hal-hal yang membisiki dialah, meresahkan dia, seperti itu,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Gogo Galesung.

    KPAI Soroti Pola Asuh Anak

    Menyoal kasus terkait, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita menjelaskan tidak semua anak tumbuh dengan respons sesuai yang diharapkan orang dewasa. Pertumbuhan mereka dinilai dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, termasuk pola asuh keluarga hingga dampak lingkungan sekitar lantaran sebagian besar waktu dihabiskan dalam dua lingkungan tersebut.

    “Kehidupan dan tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi faktor-faktor di luar diri anak. Dia tidak mampu mengkreasikan sendiri kehidupannya akan seperti apa,” kata Dian dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Senin (2/12/2024)

    “Oleh karena, perilaku-perilaku anak yang melanggar hukum perlu dilihat faktor-faktor risiko anak yang tidak pernah tunggal,” lanjutnya.

    KPAI kemudian melakukan koordinasi dengan semua pihak dalam kerangka Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) di Polres Jakarta Selatan. Mengingat, kasus pembunuhan dengan pelaku anak-anak bukan kali pertama terjadi.

    “Kita perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengasuhan yang baik dan penuh kasih sayang.”

    “Serta lingkungan pendidikan yang bebas kekerasaan dan mendukung pengembangan karakter anak. Ini tugas kita bersama untuk menciptakan lingkungan anak yang lebih baik,” jelas dia.

    Dian menghormati proses hukum yang dilakukan Polres Jakarta Selatan. Namun, dirinya meminta selama proses hukum berjalan, hak-hak anak ikut terpenuhi termasuk pendampingan hukum dan psikososial.

    “Anak berkonflik hukum adalah bagian dari anak Indonesia, anak kita bersama. Mari kita lindungi identitasnya karena anak anak tersebut masih punya kesempatan kedua untuk menggapai mimpi layaknya remaja-remaja lainnya,” pungkasnya.

    (naf/kna)

  • Daftar 10 Penyakit yang Rentan Muncul Jelang Usia 40 Tahun

    Daftar 10 Penyakit yang Rentan Muncul Jelang Usia 40 Tahun

    Jakarta

    Kondisi tubuh saat memasuki usia 40 tahun tidak lagi sebugar biasanya. Terlebih, jika tidak terbiasa menjalani pola hidup sehat.

    Dikutip dari Health, beberapa kondisi yang mungkin terjadi saat memasuki usia 40 termasuk batu ginjal, tekanan darah tinggi, depresi hinhha kecemasan.

    Berikut beberapa keluhan yang menyertai di usia 40.

    1. Kandung Kemih Overaktif

    Kandung kemih yang terlalu aktif adalah hasil dari kandung kemih yang mengeluarkan urine dan menyebabkan sering buang air kecil. Kondisi ini bisa terjadi pada usia berapa pun, tetapi paling banyak memengaruhi orang dewasa paruh baya.

    Kandung kemih yang terlalu aktif dan inkontinensia sebetulnya bisa diobati. Beberapa pilihan pengobatan meliputi pelatihan tulang kandung kemih, senam kegel, hingga relaksasi otot.

    2. Gejala Perimenopause

    Pada pertengahan usia 40-an, beberapa wanita akan mulai mengalami gejala perimenopause. Meskipun perimenopause bukanlah suatu penyakit, gejalanya termasuk hot flashes, periode menstruasi tidak teratur, dan perdarahan hebat yang bisa mengganggu.

    Perawatan seperti terapi hormon dapat membantu meredakan gejala.

    3. Batu Ginjal

    Batu ginjal, sebagian mineral yang dapat terbentuk di saluran kemih bisa terasa sangat menyakitkan. Seiring bertambahnya usia, seseorang mungkin memiliki risiko lebih besar untuk mengalami batu ginjal di usia 40-an dan seterusnya.

    Batu ginjal lebih umum terjadi pada pria, tetapi wanita juga dapat mengalaminya. Meskipun batu ginjal biasanya keluar dengan sendirinya, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkatnya. Tetap terhidrasi adalah cara terbaik untuk menghindari masalah ini. Perubahan pola makan juga dapat membantu mencegah kekambuhan.

    4. Infeksi Saluran Kemih

    Baik pria maupun wanita mungkin mengalami lebih banyak infeksi genitourinari di usia 40-an. Bagi wanita, peningkatan infeksi saluran kemih (ISK) mungkin terjadi. Peningkatan ini disebabkan oleh dinding vagina yang menipis dan perubahan pH vagina yang menyertai penuaan.

    Sementara hiperplasia prostat jinak (BPH) adalah istilah medis untuk pembesaran prostat, yang merupakan kelenjar sistem reproduksi pria. Pembesaran prostat lebih mungkin terjadi pada usia 40-an tetapi juga dapat menyebabkan ISK. Pengobatan ISK yang umum untuk orang dengan sistem reproduksi pria atau wanita adalah antibiotik.

    5. Alergi Makanan

    Alergi makanan tidak hanya terjadi di masa kanak-kanak. “Ahli alergi menemukan lebih banyak orang dewasa yang mengalami alergi makanan daripada sebelumnya,” kata David Erstein, MD, seorang ahli alergi dan imunologi bersertifikat, kepada Health.

    Kerang dan kacang pohon adalah beberapa penyebab utamanya. Memperhatikan gejala-gejala dapat membantu mengetahui apakah kamu mengalaminya. Temui dokter spesialis alergi jika melihat tanda-tanda reaksi alergi terhadap makanan, termasuk kesulitan bernapas, kram perut, atau gatal-gatal.

    6. Osteoartritis

    Osteroartritis dapat terjadi pada usia sekitar 40-an. Saat tulang rawan, jaringan ikat yang berfungsi sebagai bantalan di antara sendi, terkikis, timbul rasa nyeri dan tidak nyaman. Osteoartritis adalah bentuk artritis yang paling umum. Pola makan sehat dan seimbang serta latihan beban dapat membantu mencegahnya.

    7. Tekanan Darah Tinggi

    Pada pemeriksaan fisik berikutnya, penyedia layanan kesehatan mungkin memberitahu bahwa seseorang mengudap hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mengelola kondisi ini penting karena jika tidak ditangani, dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Pilihan pengelolaan tekanan darah tinggi dapat meliputi obat-obatan sesuai kebutuhan, olahraga teratur, pengurangan asupan natrium, dan mengurangi stres

    8. Disfungsi Ereksi

    Mendapatkan dan mempertahankan ereksi mungkin lebih sulit seiring bertambahnya usia. Sering kali hal ini disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti obesitas, hipertensi, atau sindrom metabolik, yang semuanya dapat mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke penis.

    9. Kanker Kulit

    Kanker kulit adalah kondisi lain yang mungkin muncul pada usia paruh baya. Paparan sinar matahari secara kumulatif menyebabkan karsinoma sel basal dan sel skuamosa, sedangkan paparan sinar matahari dan faktor genetik dapat menyebabkan melanoma. Periksa tahi lalat kamu untuk mengetahui perubahannya dan perhatikan tahi lalat baru, karena tahi lalat dapat menjadi faktor risiko melanoma. Kamu juga perlu menggunakan tabir surya untuk pencegahan lebih lanjut.

    10. Depresi atau Kecemasan

    Kebanyakan gangguan kesehatan mental pertama kali muncul pada masa remaja atau awal dewasa. Namun, pemicu stres di usia 40-an dapat memperburuk masalah mendasar seperti depresi dan kecemasan.

    (naf/suc)

  • Respons Ahli Gizi soal Biaya Makan Bergizi Gratis Dipangkas Jadi Rp 10 Ribu

    Respons Ahli Gizi soal Biaya Makan Bergizi Gratis Dipangkas Jadi Rp 10 Ribu

    Jakarta

    Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap anggaran terbaru makan bergizi gratis dikurangi dari Rp 15 ribu menjadi Rp 10 ribu per anak. Pengurangan tersebut diklaim sudah melalui uji coba di sejumlah wilayah, utamanya pulau Jawa dengan masing-masing mendapatkan minimal 600-700 kalori.

    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menunjukkan salah satu hasil uji coba yang dilakukan di Sukabumi, Jawa Barat. Dalam seporsi makanan bernilai Rp 10 ribu, anak-anak di Sukabumi, Jawa Barat, mendapatkan pangan dengan kandungan gizi lengkap meliputi karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral.

    “Rata-rata indeks uji coba kami di Sukabumi tidak jauh dari yang disebutkan Pak Presiden, gizi seimbang dengan kalori sesuai kebutuhan,” katanya.

    Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) kali pertama diuji coba di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, sejak Januari 2024. Melibatkan sekitar 3 ribu pelajar dari 20 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA yang ditangani oleh Satuan Pelayanan Program MBG di desa tersebut.

    Apa Kata Ahli Gizi?

    Ahli gizi dr Tan Shot Yen mengaku sudah ‘hopeless’ alias hilang harapan dengan program makan bergizi tersebut. Ia mengaku tidak ingin berkomentar lebih lanjut, tetapi memberikan catatan sejumlah nutrisi yang wajib terpenuhi termasuk dalam pemberian susu.

    Pasalnya, terlihat di beberapa kali uji coba program MBG, susu yang diberikan adalah produk tinggi gula dan perasa. Padahal kandungan gula jelas rentan memicu anak terkena diabetes.

    Sebagai catatan, takaran gula anak usia 2-4 tahun maksimal 15-16 gram gula. Sementara di usia 4-7 tahun maksimal 18-20 gram gula. Usia 7-10 tahun maksimal 22-23 gram gula dan usia 10-13 tahun maksimal 24-27 gram gula.

    Pada kelompok tertentu, kandungan gula di produk susu sudah memenuhi setengah dari kebutuhan maksimal per hari.

    “Saya nyerah. Mereka akan menggandeng industri, saya tidak mau spekulasi tergantung apa yang terjadi di lapangan kan,” terang dia kepada detikcom Senin (2/12/2024).

    Sementara Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia Prof Dr Ir Hardinsyah sebelumnya menekankan harga pangan di masing-masing daerah relatif berbeda. Misalnya dengan kebutuhan makanan pokok yang beragam, tidak melulu terkait nasi.

    Hal ini disebutnya bisa disesuaikan dengan ciri khas pangan di wilayah masing-masing, yang tentu lebih terjangkau.

    Prof Hardinsyah mengatakan penyesuaian budaya di setiap daerah menurutnya juga penting agar program ini berjalan maksimal dan status gizi anak tetap terjaga.

    “Anak Indonesia Timur mungkin lebih suka ikan, mungkin mereka barangkali kurang suka makan daging. Tapi di Jawa, favorit ayam sama telur ya. Kalau di pedalaman mungkin dia sukanya ikan air tawar kan. Jadi tergantung lokasi,” tandas Prof Hardinsyah.

    NEXT: Tidak Semua Daerah Rp 10 Ribu per Anak

    Simak Video “Video: Anggaran Makan Gratis Turun Jadi Rp 10 Ribu, Menu Dibahas Pemerintah”
    [Gambas:Video 20detik]

  • Memahami ‘Bisikan Gaib’ di Balik Kasus Remaja 14 Tahun Bunuh Ayah-Nenek

    Memahami ‘Bisikan Gaib’ di Balik Kasus Remaja 14 Tahun Bunuh Ayah-Nenek

    Jakarta

    Sebuah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anak berinisial MAS (14) di Jakarta Selatan menggegerkan masyarakat. Sang ayah berinisial APW (40) dan nenek berinisial RM (69) menjadi korban tewas, sedangkan sang ibu berinisial AP (40) saat ini sedang dalam kondisi kritis karena juga mengalami serangan.

    Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki lebih dalam apa motif yang membuat MAS melakukan aksi nekat tersebut ke keluarganya sendiri. Namun, dalam pemeriksaan awal MAS mendengar ‘bisikan gaib’ yang meresahkan sebelum melakukan hal tersebut.

    “Ya, interogasi awalnya dia merasa dia tidak bisa tidur, terus ada hal-hal yang membisiki dialah, meresahkan dia, seperti itu,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Gogo Galesung.

    Terlepas dari kejadian tersebut, psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan ‘bisikan gaib’ secara umum merupakan salah satu bentuk gejala psikotik yang disebut dengan halusinasi auditorik. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengalami gangguan psikologis sehingga sulit membedakan mana yang realita dan mana yang hanya ada di pikirannya.

    Bentuk halusinasi bisa muncul dalam bentuk pendengaran, penglihatan, hingga sensasi pada kulit. Kondisi ini biasanya merujuk pada kondisi skizofrenia, namun pemeriksaan lebih mendalam harus dilakukan untuk menegakkan diagnosis secara pasti.

    “Bisa karena faktor stres yang berlebih, kemudian trauma berlebih, depresi berat atau mayor, bisa juga karena faktor genetik keturunan dari keluarga besarnya mungkin turun menurun ada tendensi gangguan psikotik di mana area otak yang mengatur toleransi stres itu dia kurang kuat,” kata Sari ketika dihubungi oleh detikcom, Senin (2/12/2024).

    Faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kondisi tersebut juga meliputi cedera kepala, kelelahan yang berlebih, hingga sakit hati yang mendalam. Ketika seseorang dengan stres tinggi ditambah dengan rasa sakit hati yang berlebih, emosinya bisa meluap dan dirangkai dalam bentuk perintah di pikiran yang membahayakan.

    Kombinasi dari amarah, kebencian, dan proses berpikir yang salah ini pada akhirnya dapat menciptakan delusi atau keyakinan yang salah. hal-hal nekat seperti melukai atau membunuh orang akhirnya dilakukan oleh orang dengan kebuntuan proses berpikir tersebut.

    “Kebuntuan yang terjadi dalam proses berpikirnya, ketidaknyamanan emosi yang terus-menerus bergulung, akhirnya bisa menciptakan keputusasaan. Keputusasaan itu bisa menciptakan ide-ide yang membahayakan, atau bisikan-bisikan gaib tersebut,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • 11 Provinsi dengan Jumlah Kasus HIV Terbanyak, Ada DKI-Jabar

    11 Provinsi dengan Jumlah Kasus HIV Terbanyak, Ada DKI-Jabar

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap estimasi kasus orang dengan HIV (ODHIV) di Indonesia mencapai 515 ribu kasus pada tahun 2023. Angka tersebut mengalami penurunan dari 2022 yang tercatat estimasi ada 540 ribu kasus orang dengan HIV.

    Indonesia juga berada pada urutan kesembilan estimasi kasus infeksi baru HIV yang mencapai 28 ribu kasus pada 2023.

    Berdasarkan data Kemenkes yang diterima detikcom, terdapat 11 provinsi dengan estimasi ODHIV terbanyak di Indonesia. Artinya, 11 provinsi tersebut menyumbang 76 persen kasus dengan total lebih dari 10 ribu orang. Di antaranya:

    DKI JakartaJawa TimurJawa BaratJawa TengahSumatera UtaraBaliPapuaPapua TengahSulawesi SelatanBantenKepulauan Riau

    Di sisi lain, sepanjang Januari hingga September 2024, tercatat sebanyak 35.415 kasus HIV dan 12.481 kasus AIDS. Catatan periode tersebut nyaris melampaui laporan kasus HIV-AIDS tahun lalu, di angka lebih dari 50 ribu kasus.

    Kemenkes juga mengungkap 71 persen dari temuan kasus baru HIV-AIDS masih didominasi kelompok pria. Sementara wanita 29 persen kasus.

    Tim Kerja HIV PIMS Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI Endang Lukitosari, MPH, mengatakan nyaris sebagian besar atau 90 persen kasus HIV terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda atau usia produktif. Catatan populasi kunci terbanyak terkait kasus HIV-AIDS masih dilaporkan kelompok lelaki seks lelaki (LSL).

    “Kalau kita lihat dari jumlah kasus yang dilaporkan, 19 persen terjadi pada rentang usia 20-24 tahun, yang mana ini adalah dewasa muda, dan 60 persennya usia dewasa 25 hingga 49 tahun,” ucapnya dalam webinar daring, Sabtu (1/12/2024).

    “Ini kalau digabung, hampir sebagian besar 90 persen kurang lebih pada usia-usia remaja dan dewasa muda dan usia produktif. Kelompok populasi kunci, kita melihat paling besar memang pada kelompok LSL, 31 persen, dilanjutkan dengan pasangan ODHIV dan pelanggan pekerja seks (PS),” pungkas dia.

    (suc/suc)

  • Ngeri, Sefatal Ini Risiko Nekat Suntik Putih dan Salmon DNA Sendiri di Rumah

    Ngeri, Sefatal Ini Risiko Nekat Suntik Putih dan Salmon DNA Sendiri di Rumah

    Jakarta

    Masyarakat Indonesia mulai banyak yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan kulit. Saat ini sudah banyak kosmetik dan produk kecantikan lokal dengan harga terjangkau yang bisa didapatkan.

    Namun standar kecantikan yang mengidamkan kulit putih dengan instan masih digemari sehingga tren ‘suntik putih’ dan DNA salmon di rumah terus terjadi. Belakangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) juga mengamankan sejumlah produk kosmetik yang digunakan atau diaplikasikan selayaknya obat dengan menggunakan jarum maupun microneedle (jarum mikro).

    “Microneedling, infus, itu harus dilakukan oleh medical provider. Dan setiap klinik juga yang melakukannya bahkan harus punya surat registrasi, surat izin praktek,” kata dermatolog dr Arini Widodo, SpDVE saat ditemui di Gading Serpong, Sabtu (30/11/2024).

    Perawatan kecantikan yang menggunakan jarum harus diawasi dan dilakukan oleh dokter untuk meminimalisir risiko pada kulit. Jika dibeli secara bebas, produk tersebut belum tentu aman dan ada risiko jarum suntik yang digunakan tidak steril.

    Perawatan kulit seperti DNA salmon juga menurut dr Arini harus dilakukan dengan melihat kondisi pasien. Sebab ada risiko terjadi alergi dan iritasi bahkan reaksi anafilaksis jika dilakukan dengan asal.

    “Jarumnya juga apakah steril? Siapa bilang itu sekali buang, kalau bekas orang lain gimana? Orang lain yang sebelumnya ada hepatitis B, ada HIV, how do you know?,” jelas dia.

    “Ingat, klinik kecantikan itu bukan salon. Jadi ada prosedur medis yang serius. Kita assesment, diagnosis dan lain-lain itu musti tepat,” tandasnya.

    (kna/kna)

  • 53 Ribu Warga Singapura Diberi Resep Antidepresan, Tanda Darurat Kesehatan Mental?

    53 Ribu Warga Singapura Diberi Resep Antidepresan, Tanda Darurat Kesehatan Mental?

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan bahwa sekitar 53 ribu pasien diresepkan antidepresan setiap tahun pada tahun 2022 dan 2023. Angka ini naik dari rata-rata 50 ribu per tahun antara tahun 2017 dan 2021.

    “Secara keseluruhan, resep golongan antidepresan SSRI atau selective serotonin reuptake inhibitor meningkat dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 5 persen dari tahun 2018 hingga 2022,” imbuh Kemenkes Singapura, dikutip CNA.

    Angka tersebut setara dengan peningkatan setidaknya 20 persen dalam periode tersebut. Meskipun pada tahun 2023 terjadi penurunan 3,8 persen dalam semua resep SSRI, berbagai klinik dokter umum dan spesialis mengatakan bahwa mereka telah mengamati lebih banyak orang dewasa muda yang mencari bantuan untuk kondisi kesehatan mental seperti depresi sejak dimulainya pandemi COVID-19.

    Jika usia pasien yang diresepkan SSRI dibedah, proporsi orang dewasa muda berusia 18 hingga 24 tahun telah meningkat secara stabil, dari 11,2 persen pada tahun 2017 menjadi 15,5 persen pada tahun 2021, kemudian mencapai 14 persen pada tahun lalu.

    “Peningkatan keseluruhan dalam resep antidepresan tidak mengejutkan karena beberapa alasan,” kata dokter kepada CNA.

    Salah satu alasannya adalah penyakit mental telah mengalami “destigmatisasi” yang cukup besar di masyarakat Singapura. Dr Victor Kwok, direktur medis dan konsultan psikiater senior di Private Space Medical, mengatakan bahwa ia telah melihat lebih banyak orang dewasa muda yang mengunjungi klinik atas kemauan mereka sendiri setelah pandemi, sering kali dibekali dengan kesadaran diri yang sangat tinggi.

    “Pasien muda ini lebih mampu mengenali gejala mereka dan menganalisis alasan pemicunya. Bahasa yang mereka gunakan seringkali sangat canggih, seperti bahasa terapis,” katanya.

    baca juga

    (suc/suc)

  • Anak 14 Tahun yang Bunuh Ayah-Nenek Dengar ‘Bisikan Gaib’, Psikolog Bilang Gini

    Anak 14 Tahun yang Bunuh Ayah-Nenek Dengar ‘Bisikan Gaib’, Psikolog Bilang Gini

    Jakarta

    Heboh pembunuhan dua orang dalam satu keluarga yang dilakukan oleh seorang anak berusia 14 tahun berinisial MAS di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Orang yang menjadi korbannya adalah sang ayah APW (40) dan neneknya yang berinisial RM (69). Sementara sang ibu berinisial AP (40) pada saat ini juga mengalami kritis akibat serangan tersebut.

    Hingga saat ini belum diketahui secara jelas apa motif MAS melakukan penyerangan pada keluarganya. Namun, dari pemeriksaan sementara yang sudah dilakukan, MAS mengaku mendengar ‘bisikan gaib’.

    “Ya, interogasi awalnya dia merasa dia tidak bisa tidur, terus ada hal yang membisiki dia lah, meresahkan dia, seperti itu,” kata Kasar Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Gogo Galesbung, dikutip dari detikNews, Senin (2/12/2024).

    Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa secara umum ‘bisikan gaib’ merupakan salah satu bentuk dari gejala psikotik yang disebut sebagai halusinasi auditorik. Kondisi itu terjadi ketika panca indera kesulitan membedakan mana realita dan mana yang sebenarnya hanya di pikiran saja.

    Kesulitan itu membuat akhirnya apa yang ada di pikiran pasien sering kali tertukar-tukar.

    “Itu tertukar-tukar, sehingga realitanya tidak bisa dibedakan dan itu muncul bentuk bisikan, bisa juga dalam bentuk penglihatan dan sensasi lain di panca inderanya, di kulit dan sebagainya,” kata Sari ketika dihubungi oleh detikcom, Senin (2/12/2024).

    Sari menuturkan bahwa kondisi halusinasi auditorik biasanya merujuk pada gejala skizofrenia. Namun, pemeriksaan lanjutan pada pasien tersebut perlu dilakukan untuk memberikan diagnosis yang pasti.

    Sari mengatakan kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya seperti faktor stres berlebih, trauma, depresi berat, faktor genetik, hingga faktor cedera pada area kepala.

    “Biasanya kalau halusinasi itu memang bisa tiba-tiba muncul, dan biasanya orang sudah mulai banyak diam, banyak menyendiri, pikiran ramai, dan dia tidak bisa meregulasi itu. Tambah lama pikiran asumsi yang berkeliaran itu bisa saja naik level menjadi gangguan psikotik, bila tidak ditangani dengan tepat,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • Korsel Diprediksi Jadi Negara Pertama yang ‘Hilang’ dari Bumi, Inikah Pemicunya?

    Korsel Diprediksi Jadi Negara Pertama yang ‘Hilang’ dari Bumi, Inikah Pemicunya?

    Jakarta

    Korea Selatan, negara yang terkenal dengan modernisasi dan pertumbuhan ekonominya yang pesat, kini menghadapi krisis kesuburan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Diprediksi menjadi negara pertama yang ‘hilang’ dari bumi imbas berkaitan dengan krisis populasi.

    Negara ini tengah berjuang mengatasi populasinya yang menyusut drastis, terlebih angka kelahiran di Korea Selatan telah anjlok ke rekor terendah. Apabila tren ini berlanjut, populasi negara ini dapat berkurang hingga hanya sepertiga dari jumlah saat ini pada akhir abad ini.

    Akar dari kekhawatiran utama ini rumit, melibatkan tekanan sosial-ekonomi dan ketegangan gender yang mengakar.

    Ini yang Jadi Pemicunya

    Dikutip dari India.com, semua berawal dari kebijakan keluarga berencana yang disengaja. Pada tahun 1960-an, pemerintah Korea Selatan saat itu khawatir tentang laju pertumbuhan penduduk yang mungkin melampaui kemajuan ekonomi. Untuk mengatasinya, ditetapkan langkah-langkah untuk mengurangi angka kelahiran.

    Saat itu, pendapatan per kapita Korea Selatan hanya 20 persen dari rata-rata global, dan tingkat kesuburannya tinggi, yakni 6 anak per wanita. Pada tahun 1982, seiring pertumbuhan ekonomi, tingkat kesuburan turun menjadi 2,4, masih di atas tingkat penggantian sebesar 2,1, tetapi bergerak ke arah yang benar.

    Pada tahun 1983, angka kelahiran Korea Selatan mencapai titik krusial, saat angka tersebut menyamai tingkat penggantian. Sejak saat itu, angka tersebut tidak hanya menurun, tetapi juga anjlok drastis.

    Awalnya, angka tersebut tampak seperti penurunan yang terkendali, tetapi yang mengkhawatirkan, kini angka tersebut berubah menjadi krisis besar.

    Para peramal cuaca mengibarkan bendera merah, memprediksi penurunan populasi yang drastis di Korea Selatan. Populasinya, yang saat ini berjumlah 52 juta jiwa, mungkin akan anjlok ke angka yang sangat rendah, yakni 17 juta jiwa menjelang akhir abad ini.

    Beberapa prediksi menyebutkan bahwa Korea Selatan bisa kehilangan hingga 70 persen populasinya, yang berarti hanya 14 juta orang yang akan berada di negara tersebut situasi yang mengkhawatirkan yang mungkin dapat mengganggu stabilitas ekonomi.

    Di sisi lain, banyak perempuan di Korea Selatan terutama di daerah perkotaan yang lebih mengutamakan kemajuan karier daripada memulai keluarga. Menurut jajak pendapat pemerintah pada tahun 2023, sebagian besar peserta menyebutkan “perjuangan menjadi orang tua” sebagai hambatan utama yang menghambat pertumbuhan karier perempuan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyak keluarga yang memiliki struktur pendapatan ganda dan akses yang lebih baik ke kesempatan pendidikan, para wanita telah menemukan kebebasan untuk menunda atau bahkan melewatkan pernikahan dan melahirkan sama sekali.

    Selain itu, pola pikir tentang pernikahan sebagai kebutuhan untuk menjadi orang tua perlahan berubah. Selama dekade terakhir, penerimaan terhadap orang tua yang tidak menikah telah melonjak dari 22 persen menjadi 35 persen, yang menunjukkan perubahan dalam sikap masyarakat. Meskipun demikian, hanya sebagian kecil dari 2,5 persen anak-anak yang lahir di luar nikah di Korea Selatan.

    Bagi mereka yang menikah, kaum perempuan menuntut kesetaraan yang lebih besar dalam tanggung jawab rumah tangga. Khususnya, berdasarkan data, 92 persen perempuan mengerjakan pekerjaan rumah tangga pada hari kerja dibandingkan dengan hanya 61 persen laki-laki.

    Hal ini menyebabkan kekecewaan terhadap peran pernikahan tradisional. Dalam survei tahun 2024, sepertiga wanita tidak ingin menikah. 93 persen wanita tidak ingin menikah dengan alasan beban pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak.

    Adapun angka kelahiran yang menurun di Korea Selatan bukan sekadar masalah statistik, melainkan menyoroti ketidakseimbangan gender yang mengakar dan pertikaian budaya di negara tersebut.

    Dihadapkan dengan populasi yang semakin menua dan menyusut, Korea Selatan tengah menempuh jalan yang sulit untuk mengatasi masalah ini tanpa menggoyahkan hubungan yang rumit antara kewajiban keluarga, komitmen pekerjaan, dan norma gender masyarakat.

    (suc/suc)