Category: Detik.com Kesehatan

  • Mayapada Hospital Tawarkan Terapi Sistemik untuk Kanker Payudara

    Mayapada Hospital Tawarkan Terapi Sistemik untuk Kanker Payudara

    Jakarta

    Kanker payudara menjadi salah satu ancaman kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia, dengan angka kasus dan kematian yang tinggi. Mengingat hal ini, ilmu kedokteran melawan kanker payudara menggunakan terapi sistemik, yaitu kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi.

    Kemoterapi adalah jenis terapi sistemik yang paling umum untuk kanker payudara. Terapi ini menggunakan obat yang menyebar ke seluruh tubuh untuk menghambat pertumbuhan dan pembelahan sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan melalui infus, obat oral, atau kadang-kadang melalui tulang belakang.

    Namun, kemoterapi juga mempengaruhi sel-sel lain yang tumbuh cepat, seperti di saluran cerna, saraf, dan sumsum tulang belakang yang menghasilkan sel darah. Akibatnya, efek samping seperti rambut rontok, mual, muntah, kesemutan, demam, dan penurunan sel darah sering muncul setelah kemoterapi.

    Oncology Center Mayapada Hospital menawarkan terapi sistemik, termasuk kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi, untuk memberikan perawatan komprehensif bagi pasien kanker payudara.

    Prof. dr. Noorwati Soetandyo, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik dari Mayapada Hospital Tangerang, menjelaskan pada dasarnya, kemoterapi pada kanker payudara diberikan dalam 3 kondisi tertentu, yaitu Neoadjuvant (sebelum operasi), Adjuvant (setelah operasi), dan pada stadium lanjut.

    Menurut Prof. Noorwati, kemoterapi neoadjuvant digunakan untuk mengecilkan tumor kanker payudara yang terlalu besar sebelum operasi. Evaluasi kondisi tumor membantu dokter mengetahui obat yang efektif untuk pasien.

    “Kemoterapi Neoadjuvant pada kanker payudara stadium awal di subtipe tertentu seperti Triple Negative dan HER2 positive dapat meningkatkan angka harapan hidup,” ungkap Prof. Noorwati dalam keterangan tertulis, Senin (2/12/2024).

    Prof. Noorwati menambahkan kemoterapi adjuvant diberikan setelah operasi pengangkatan tumor atau mastektomi untuk membunuh sisa sel kanker. Pada kanker payudara stadium lanjut yang telah menyebar (metastasis), kemoterapi digunakan sebagai pengobatan utama.

    “Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan pertumbuhan sel kanker, mengurangi gejala, dan meningkatkan kualitas hidup pasien,” imbuhnya.

    Dr. Wulyo Rajabto, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan terapi target bekerja secara khusus menghalangi sinyal kimia di tempat pertumbuhan dan pembelahan sel kanker.

    Berbeda dengan kemoterapi yang menjangkau seluruh tubuh. Hal ini memungkinkan terapi target untuk membunuh sel kanker secara lebih spesifik.

    Pada praktiknya, terapi target bisa dikombinasikan dengan kemoterapi pada kasus kanker payudara sehingga dapat meningkatkan keampuhan pengobatan kanker pada pasien.

    “Secara sederhana, terapi target ini langsung ke inti dari sel kanker. Obat yang digunakan dalam terapi target, spesifik menargetkan ke sel-sel kanker, sehingga efek obat tidak merusak sel yang normal dan sehat. Efek samping dari terapi target juga tidak seberat efek samping dari kemoterapi,” ujar Dr. Wulyo.

    Imunoterapi adalah metode pengobatan sistemik untuk kanker payudara yang mengoptimalkan sel-sel imun tubuh untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker. Terapi ini biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi untuk mengobati kanker payudara tipe triple negative (TNBC), di mana terapi target kurang efektif.

    Dokter Resti Mulya Sari dari Mayapada Hospital Tangerang menjelaskan imunoterapi adalah terapi sistemik baru yang menghambat perkembangan dan penyebaran sel kanker dengan bantuan sel imun tubuh.

    “Terapi ini mendorong kemampuan sel imun tubuh untuk lebih efektif melawan sel kanker. Efek samping yang mungkin timbul adalah reaksi autoimun atau seperti alergi di mana sel imun bereaksi berlebihan,” ujar Dr. Resti.

    Pasien kanker payudara yang menjalani terapi sistemik atau jenis terapi lainnya mungkin mengalami berbagai efek samping. Dr. Resti menambahkan penanganan kanker payudara yang komprehensif melibatkan terapi radiasi dan pembedahan dengan metode terkini selain terapi sistemik.

    Dr. Resti menyarankan agar pasien kanker payudara rajin kontrol dan mengetahui cara mengelola efek samping terapi. Melawan kanker payudara bukan hal mudah karena banyaknya jenis terapi yang mungkin harus dijalani.

    “Seyogyanya, kita harus peduli terhadap tubuh kita sendiri, segera kontrol ke dokter jika ada keluhan karena semakin dini kita mengetahui adanya sel kanker, tingkat kesembuhannya juga akan semakin tinggi,” tambahnya.

    Prof. Noorwati, Dr. Wulyo, dan Dr. Resti adalah dokter-dokter ahli dengan pengalaman luas dalam menangani kanker. Mereka saat ini berpraktik di Oncology Center Mayapada Hospital, sebuah layanan unggulan yang menangani berbagai kasus kanker secara komprehensif mulai dari pencegahan hingga terapi berkelanjutan.

    Oncology Center ini berstandar internasional dan dilengkapi dengan Tumor Board yang memberikan rencana perawatan yang tepat, serta tim Patient Navigator yang berpengalaman untuk mendampingi pasien selama perawatan.

    Oncology Center Mayapada Hospital kini diperkuat dengan Mayapada Breast Clinic di unit Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Klinik ini menyediakan layanan satu pintu untuk perawatan kesehatan payudara, mulai dari deteksi dini, diagnosis, pengobatan kanker payudara, hingga perawatan pasca pengobatan.

    Untuk konsultasi awal dan skrining kanker payudara dapat dilakukan dengan membuat janji temu melalui MyCare milik Mayapada Hospital. MyCare mempermudah transaksi layanan dan akses nomor antrean lebih cepat, serta terhubung dengan berbagai metode pembayaran.

    Informasi penanganan kanker payudara di Oncology Center Mayapada Hospital tersedia di aplikasi MyCare melalui fitur Health Articles & Tips. Unduh MyCare di Google Play Store atau App Store untuk kemudahan layanan dan dapatkan reward point saat registrasi pertama kali.

    (akn/ega)

  • Rahasia Awet Muda Victoria Beckham, Tetap Flawless di Usia Kepala 5

    Rahasia Awet Muda Victoria Beckham, Tetap Flawless di Usia Kepala 5

    Jakarta

    Victoria Beckham merupakan salah satu artis yang memiliki tubuh ideal. Meski kini usianya sudah 50 tahun, istri dari David Beckham tersebut masih terlihat awet muda.

    Tentunya banyak yang penasaran bagaimana mantan anggota Spice Girl itu menjaga bentuk tubuhnya.

    Victoria membagikan rahasia di balik penampilannya dengan bentuk tubuh ideal dan awet muda. Dalam wawancaranya dengan Hello!, Victoria mengungkapkan biasa mengkonsumsi cuka sari apel untuk sarapan.

    “Saya memiliki beberapa ritual yang dilakukan untuk menjaga kesehatan sehari-hari, seperti dengan beberapa sendok makan cuka sari apel saat perut kosong di pagi hari,” beber Victoria yang dikutip dari Express UK.

    “Kemudian, David dan saya biasanya minum smoothie hijau. Kami menambahkan bayam, brokoli, seledri, mentimun, alpukat, apel, lemon, dan jahe. Jadi, ini antiradang dan penuh dengan antioksidan serta serat,” sambungnya.

    Dikutip dari Healthline, cuka sari terbuat dari apel dan air yang dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan, termasuk membantu menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol dan gula darah, serta membantu mengatasi gejala diabetes.

    Workout Ala Victoria Beckham

    Dikutip dari Hello!, Victoria merupakan sosok yang sangat disiplin dalam menjalani rutinitas kebugarannya. Mulai dari diet hingga sesi latihan beban yang membakar lemak-lemak di tubuh.

    Aktivitas Victoria dimulai sekitar pukul 5.30 pagi dengan lari sejauh 7 km di atas treadmill, yang merupakan gabungan dari jalan cepat menanjak, jogging, dan lari. Latihan awal itu menghabiskan waktu sekitar 45 menit.

    Selanjutnya, Victoria bersama suaminya yakni David Beckham melakukan latihan bersama.

    “30 menit latihan untuk kaki, 30 menit untuk lengan demi mengencangkan dan mengkondisikan. Lalu, melakukan plank dan berbagai macam latihan untuk inti tubuh saya,” jelas Victoria.

    Ia dan David mengaku rutin melakukan latihan, termasuk saat akhir pekan. Meski begitu, Victoria tetap menyempatkan waktu untuk mengantar anak bungsunya ke sekolah.

    Victoria menganggap bentuk tubuhnya yang ramping berkat kesehatan mentalnya, dan menegaskan bahwa rutinitas tersebut adalah hal yang sangat positif baginya.

    “Itu adalah bagian dari diri saya saat ini, dan saya sangat menikmatinya,” pungkasnya.

    (sao/kna)

  • Jadi Metode Diet Favorit Artis, Begini Aturan Intermitten Fasting yang Tepat

    Jadi Metode Diet Favorit Artis, Begini Aturan Intermitten Fasting yang Tepat

    Jakarta

    Intermittent fasting belakangan menjadi salah satu pola diet favorit bagi sebagian artis Tanah Air seperti Marshanda, Rina Nose, dan Adrian Maulana. Menerapkan pola diet intermittent fasting dipercaya dapat memaksimalkan hasil untuk menurunkan berat badan serta mengontrol tubuh tetap ramping dan ideal.

    Dikutip dari Healthline, intermittent fasting atau diet puasa merupakan pola makan saat tubuh bergantian di antara periode makan dan puasa. Metode ini tidak mengatur asupan makan yang dikonsumsi, melainkan hanya mengatur waktu megonsumsinya.

    Terdapat beberapa bentuk intermittent fasting yang berbeda, semuanya membagi hari atau minggu menjadi periode makan dan periode puasa.

    Sebagian orang sebenarnya sudah ‘berpuasa’ setiap hari, saat mereka tidur. Namun, intermittent fasting memungkinkan bagi setiap orang untuk melakukan beberapa usaha ekstra sebagai berikut:

    Memperpanjang waktu puasa sedikit lebih lamaMelewatkan sarapanMengonsumsi makanan pertama di siang hariMengonsumsi makanan terakhir di jam 8 malam

    Tidak ada makanan yang diperbolehkan selama periode puasa, namun mereka yang menjalani intermitten fasting dapat mengonsumsi air putih, kopi, teh, dan minuman nonkalori lainnya.

    Beberapa bentuk intermittent fasting juga memperbolehkan mengonsumsi sedikit makanan rendah kalori selama periode puasa. Mengonsumsi suplemen pada umumnya diperbolehkan saat berpuasa, selama tidak ada kalori di dalamnya.

    Berikut merupakan berbagai bentuk intermittent fasting yang dapat dicoba:

    Metode 16/8: Seseorang memiliki waktu makan tetap selama 8 jam setiap hari. Tidak boleh mengonsumsi makanan apa pun selama 16 jam sisanya, namun dapat mengonsumsi air putih, kopi tawar, atau teh.Diet 5:2: Metode ini dilakukan dengan cara puasa selama 2 hari dalam seminggu. Sisanya selama lima hari, dipersilahkan makan dengan normal. Selama puasa, perhatikan kalori yang masuk. Laki-laki hanya boleh mengkonsumsi kalori sebesar 500 sedangkan perempuan 600.Makan-Berhenti-Makan: Cara ini dilakukan dengan berpuasa selama 1-2 hari dalam seminggu. Namun puasanya dilakukan full selama 24 jam. Contoh, jika makan terakhir pukul 8 malam pada Rabu, maka harus menahan lapar sampai keesokan harinya di jam yang sama.

    (kna/kna)

  • Sederet Manfaat Kesehatan yang Didapat Jika Rutin Minum Air Rebusan Kunyit

    Sederet Manfaat Kesehatan yang Didapat Jika Rutin Minum Air Rebusan Kunyit

    Jakarta

    Kunyit merupakan sebuah rempah berwarna kuning cerah yang memiliki aroma yang khas. Rempah yang satu ini kerap kali dijadikan sebagai bahan masakan di berbagai hidangan.

    Tak hanya itu saja, kunyit juga dikenal memiliki sederet manfaat kesehatan dan dapat membantu tubuh untuk melawan banyak penyakit. Salah satu cara untuk mendapatkan manfaat tersebut adalah dengan mengonsumsi air rebusan kunyit.

    Lantas, apa saja manfaat mengonsumsi air rebusan kunyit bagi kesehatan tubuh? Dikutip dari Healthshots, berikut informasi selengkapnya:

    Manfaat minum air rebusan kunyit

    1. Meningkatkan Kesehatan Sistem Pencernaan

    Kunyit diketahui dapat melancarkan sistem pencernaan dengan cara meningkatkan produksi empedu di kantong empedu dan enzim pencernaan lainnya. Diketahui bahwa kunyit dapat membantu mengurangi gejala kembung, meningkatkan metabolisme, dan membantu pergerakan usus.

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Gastrointestinal and Liver Diseases melaporkan bahwa mencampur kurkumin pada kunyit dengan minyak esensial adas dapat memperbaiki gejala IBS (irritable bowel syndrome).

    Penyakit jantung lebih sering terjadi akibat oleh peningkatan kadar kolesterol dan berbagai faktor lainnya. Mengonsumsi kunyit diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki lapisan pembuluh darah, menurut Vidhi Chawla, seorang ahli gizi.

    Diketahui bahwa kunyit juga dapat membantu untuk mengatur tekanan darah dan pembekuan darah. Penelitian ini, yang dipublikasikan dalam Advanced Pharmaceutical Bulletin, menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi kunyit dapat mengurangi tekanan darah dan meningkatkan status antioksidan dan antiinflamasi tubuh.

    3. Mencegah Risiko Penyakit Alzheimer

    Kunyit merupakan rempah yang mengandung kurkumin, yang dapat membantu mengatasi peradangan dan kerusakan oksidatif, yang merupakan penyebab utama dari penyakit ini.

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Human and Animal Health, mengatakan bahwa kurkumin dapat membantu untuk memulihkan BDNF (brain derived neurotrophic factor), yang bertanggung jawab untuk proses pembelajaran dan pembentukan memori.

    4. Menjaga Kesehatan Kulit

    Kunyit dipercaya dapat membersihkan darah sebab dapat membantu membuang racun. Kandungan antioksidan dalam kunyit dapat membantu sel terhindar dari kerusakan, mencerahkan warna kulit, dan memperlambat proses penuaan. Mengonsumsi air kunyit dapat membuat kulit lebih berseri dan sehat.

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Indian Journal of Dermatology Venereology and Leprology, menyatakan bahwa kurkumin dapat membantu mengatasi pigmentasi.

    5. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

    Mengonsumsi air kunyit dikaitkan untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat. Kunyit merupakan rempah yang memiliki sifat antioksidan, antiradang, antibakteri, dan antivirus, yang menjadikannya baik untuk mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmu Molekuler India.

    (kna/kna)

  • Susu Ikan Dipastikan Jadi Menu Makan Bergizi Gratis

    Susu Ikan Dipastikan Jadi Menu Makan Bergizi Gratis

    Jakarta

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan susu ikan menjadi salah satu menu makanan dalam program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Susu ikan nantinya akan menjadi pengganti susu sapi di beberapa daerah.

    “(Susu ikan) salah satunya,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Budi Sulistiyo merespons pertanyaan terkait masuknya susu ikan dalam program makan bergizi gratis dikutip dari Antara, Senin (2/11/2024).

    KKP disebut juga bakal melakukan sosialisasi terkait manfaat susu ikan kepada masyarakat, terutama di dapur-dapur yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Penentuan susu ikan bakal digunakan sebagai menu makan bergizi gratis akan diserahkan kepada masing-masing kepala dapur.

    “Nanti kita mengenalkan. Kan, itu ada sekian dapur. Nah, dapur nanti akan beli apa dan nanti ketua dapurnya yang menentukan, tapi kita dorong, kita promosikan, dan kita pantau standarnya,” jelas Budi.

    Polemik susu ikan

    Susu yang dibuat dari ekstrak daging ikan disebut bisa menjadi pilihan sumber protein hewani. Keunggulan dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya adalah memiliki jenis lemak yang baik juga sebagai sumber omega 3. Kandungan Omega 3 sendiri sangat baik untuk jantung serta tumbuh kembang otak anak.

    Hanya saja tidak semua pakar berpandangan sama mengenai pemberian susu ikan. Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF, mengaku khawatir dengan kandungan maltodekstrin yang terdapat di susu ikan. Maltodekstrin memiliki indeks glikemik lebih tinggi ketimbang gula pasir sehingga berpotensi membuat anak mengalami kelebihan konsumsi gula harian.

    “Karena di beberapa merek (susu ikan), kandungan gulanya cukup tinggi lho. Kemudian juga ada tambahan maltodekstrin, padahal maltodekstrin, indeks glikemiknya jauh lebih tinggi dibandingkan gula pasir, jadi tentunya terutama untuk anak-anak itu nggak bagus,” terang dr Putri.

    Pada prinsipnya, pemberian gizi pada anak juga harus memperhatikan kandungan nutrisi dan bahan-bahan lainnya. Beragam bahan pangan diperlukan untuk menyajikan menu makanan dengan gizi seimbang.

    (kna/naf)

  • Manfaat Brotowali untuk Kesehatan, Bantu Atasi Diare hingga Diabetes

    Manfaat Brotowali untuk Kesehatan, Bantu Atasi Diare hingga Diabetes

    Jakarta

    Brotowali merupakan salah satu herba yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Manfaat brotowali untuk kesehatan cukup beragam, mulai dari disentri, diare, infeksi kulit, hingga diabetes.

    Brotowali (Tinospora cordifolia), atau yang dikenal juga sebagai giloy, dapat dikenali dari daunnya yang berbentuk hati. Batang tanaman ini juga memiliki tonjolan-tonjolan kecil. Seperti daunnya, batang brotowali juga dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

    Dikutip dari Healthline, manfaat brotowali untuk kesehatan tidak lepas dari nutrisi yang ada pada tanaman tersebut. Para peneliti telah mengidentifikasi empat kelas senyawa yang ada pada brotowali, yaitu:

    TerpenoidAlkaloidLignanSteroid

    Terpenoid merupakan salah satu kelas senyawa aktif terbesar yang ditemukan pada tanaman. Komponen ini kerap berkontribusi dalam memberikan rasa, warna, dan aroma pada tanaman. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan terpenoid memiliki properti antimikroba, antivirus, antikanker, dan antidiabetes.

    Alkaloid adalah zat yang memberikan rasa pahit pada sejumlah tanaman. Alkaloid herba digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai jenis obat resep. Menariknya, orang-orang pada zaman dahulu telah memanfaatkan alkaloid sebagai obat untuk penyakit.

    Lignan merupakan senyawa yang sebagian besar ditemukan pada tanaman besar. Senyawa ini dikenal dapat mencegah pertumbuhan virus, jamur, dan mikroba lainnya. Penelitian juga menunjukkan lignan memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, sehingga dapat melindungi sel dari kerusakan oksidatif.

    Steroid pada tanaman memiliki manfaat potensial untuk membantu penyembuhan luka, mendukung kesehatan kulit, dan menjaga kesehatan kardiovaskular. Beberapa steroid memiliki struktur kimia yang mirip dengan kolesterol. Dengan demikian, steroid tersebut dapat bersaing dengan kolesterol untuk diserap oleh usus. Hal ini dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah.

    Manfaat Brotowali untuk Kesehatan

    Dengan berbagai senyawa yang dimilikinya, brotowali bisa digunakan untuk mengobati apa saja sih? Berikut daftarnya:

    DemamMasalah saluran kencingAsmaDisentriDiareInfeksi kulitPenyakit HansenDiabetesEncokPenyakit kuningAnoreksiaKondisi mata

    Sebuah studi juga menunjukkan brotowali dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap alergi. Senyawa tertentu dalam brotowali juga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh dan melindungi dari bakteri serta patogen lainnya.

    (ath/kna)

  • Ilmuwan Tes DNA Rambut Beethoven, Terungkap Penyebab Kematian yang Tak Terduga

    Ilmuwan Tes DNA Rambut Beethoven, Terungkap Penyebab Kematian yang Tak Terduga

    Jakarta

    Ilmuwan mencari tahu penyebab kematian komposer Jerman, Ludwig van Beethoven, dengan menganalisis hasil DNA pada rambutnya. Komposer musik klasik ternama itu meninggal pada Maret 1827 setelah mengalami sakit yang berkepanjangan.

    Bukan lagi rahasia bahwa Beethoven mengalami tuli fungsional pada usia pertengahan 40-an yang membuatnya harus mengakhiri kariernya. Ironi tragis ini membuat peneliti mencari tahu dari sudut pandang medis mengenai penyebab penyakitnya dan misteri kematiannya.

    Dikutip dari Science Alert, nyaris dua abad setelah kematian Beethoven, peneliti menganalisis genetik DNA dalam sampel rambutnya yang telah diautentikasi. Ahli biokimia, Dr Johannes Krause mengatakan, tujuan utama peneliti adalah untuk menjelaskan masalah kesehatan Beethoven, yang diketahui mencakup gangguan pendengaran progresif.

    Penyebab utama gangguan pendengaran tersebut tidak pernah diketahui, bahkan oleh dokter pribadinya Dr Johann Adam Schmidt. Hanya saja, diketahui bahwa Beethoven memiliki masalah tinitus di usia 20-an yang perlahan-lahan berubah menjadi berkurangnya toleransi terhadap suara keras.

    Temuan tentang hasil tes DNA rambut Beethoven dipublikasikan di jurnal Cell tahun lalu.

    Selain gangguan pendengaran, komposer klasik terkenal ini juga mengalami keluhan gastrointestinal berulang sepanjang hidupnya, serta penyakit hati yang parah. Meski tidak bisa mengetahui secara pasti penyebab tuli yang dialami komposer itu, ilmuwan menemukan pemicu kematian Beethoven.

    Next: Penyebab kematian Beethoven

  • Kisah Wanita Hidup dengan HIV Sejak Lahir, Terinfeksi saat Masih di Kandungan

    Kisah Wanita Hidup dengan HIV Sejak Lahir, Terinfeksi saat Masih di Kandungan

    Jakarta

    Vanessa (bukan nama sebenarnya) berusia 20-an telah hidup dengan HIV sepanjang hidupnya. Ia terinfeksi saat masih berada di rahim ibunya, warga negara Indonesia yang tertular HIV dari jarum suntik yang terkontaminasi saat menjalani perawatan kesuburan di Batam.

    Ibunya baru mengetahui bahwa mereka mengidap virus tersebut saat Vanessa berusia tiga tahun. Kepada Straits Times, Vanessa membagikan kisahnya saat berusia 10 tahun pada 2011. Ia mengaku mengalami banyak perubahan terhadap hidupnya pada saat itu.

    Kini, 13 tahun kemudian, ia percaya diri, dewasa, dan bekerja di industri kreatif. Ia ingin memiliki kondisi keuangan yang stabil sehingga ia dapat mengajak orang tuanya berlibur ke luar negeri.

    Di balik lapisan kepercayaan dirinya ini, Vanessa masih menyimpan rahasia yang sama yang dimilikinya sejak berusia empat tahun, ketika orang tuanya menceritakan tentang kondisinya.

    “Saya tidak pernah memberi tahu siapa pun tentang status HIV saya,” ungkapnya terus terang. “Saya menjalani hidup seperti orang normal.”

    Vanessa sebenarnya ingin menceritakan rahasianya kepada sahabatnya. Namun dirinya takut dijauhkan oleh teman-temannya lantaran kondisi yang dialaminya.

    “Ada saat-saat ketika saya merasa telah melalui begitu banyak hal dengan sahabat ini, mungkin saya harus menceritakannya,” kata Vanessa.

    baca juga

    “Tetapi saya akan menarik diri dan bertanya-tanya: Apakah kita masih bisa menikmati persahabatan yang sama? Apakah dia akan menjauh atau memperlakukan saya secara berbeda setelah dia mengetahuinya?” lanjutnya lagi.

    Meski kondisi Vanessa terkendali, dia khawatir orang lain tidak akan mengerti.

    “Saat Anda menyatakan, Anda tidak dapat menambahkan bahwa Anda stabil, dengan viral load yang tidak terdeteksi,” katanya. Vanessa telah menerima perawatan sejak berusia tiga tahun. Orang-orang tidak akan fokus pada hal itu. Mereka akan memilih untuk melihat bahwa saya adalah pasien HIV.”

    Sementara dia menyalurkan energinya untuk membangun karier dan menikmati kebebasan di masa dewasa muda, dia menjaga jarak dengan gagasan tentang pacaran, pernikahan, dan punya anak.

    “Jika aku punya pasangan, kapan aku akan memberi tahu dia tentang kondisiku? Apakah aku akan mengatakannya di awal dan mengambil risiko dia langsung pergi? Atau menunggu sampai keadaannya serius, dan kemudian dia mungkin merasa aku telah berbohong padanya selama ini?”
    “Tidak ada waktu yang tepat untuk mengatakannya, dan saya tidak pernah yakin apakah dia orang yang tepat untuk memahaminya.”

    Vanessa meyakini masyarakat saat ini jauh lebih terinformasi tentang HIV dibandingkan masa lalu, saat kondisi tersebut sebagian besar ditakuti dan disalahpahami.

    Namun, ia masih sangat tidak yakin apakah orang lain akan menerimanya secara normal jika ia mengungkapkan status HIV-nya. Karena itu, ia lebih suka merahasiakannya.

    Meski begitu, ia berharap pada akhirnya ia bisa hidup terbuka dengan kondisinya.

    “Saat ini saya belum siap, tetapi mungkin suatu hari nanti, jika saya tahu hidup dengan HIV tidak akan mengubah kehidupan yang telah saya bangun, saya akan memberitahu teman-teman saya, ‘Lihat, kita sudah dekat selama bertahun-tahun – berbagi makanan dan bepergian bersama – tetapi tidak terjadi apa-apa padamu.’”

    baca juga

    NEXT: Penularan HIV

    Human Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan tahap awal dari dari AIDS. HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga daya tahan tubuh pasien akan melemah dan rentan diserang berbagai penyakit.

    Apabila tidak mendapatkan penanganan yang cepat, HIV akan berkembang menjadi AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome. Pasien yang terpapar AIDS akan mengalami kondisi saat tubuh tidak mampu melawan infeksi yang ditimbulkan. Dengan kata lain AIDS adalah stadium akhir dari Infeksi HIV.

    Dikutip dari Kemenkes RI, penularan HIV terjadi akibat sejumlah faktor, seperti:

    Berganti-ganti pasangan dan berhubungan seksual yang tidak aman

    Menggunakan jarum suntik secara bersamaan.

    Penularan HIV-AIDS dari ibu hamil ke janin melalui plasenta

    Mendapatkan suntikan, transfusi darah atau prosedur medis lainnya yang tidak steril atau tidak dilakukan dengan profesional

    baca juga

    (suc/suc)

  • Daftar Penyakit yang Bisa Diredakan dengan Minum Air Rebusan Lengkuas

    Daftar Penyakit yang Bisa Diredakan dengan Minum Air Rebusan Lengkuas

    Jakarta

    Lengkuas merupakan salah satu jenis rempah yang digunakan sebagai bumbu masakan. Rempah satu ini berasal dari akan atau umbi tanaman Alpinia galanga yang diketahui banyak orang.

    Selain itu, lengkuas ternyata juga bermanfaat untuk kesehatan. Biasanya, rempah tersebut dikonsumsi dengan cara direbus, dan airnya mengandung banyak manfaat termasuk meredakan sejumlah penyakit.

    Lantas, apa saja manfaat dari air rebusan lengkuas untuk kesehatan?

    1. Meredakan Penyakit Infeksi

    Manfaat air rebusan lengkuas salah satunya adalah meredakan penyakit yang disebabkan berbagai macam infeksi. Dikutip dari Healthline, salah satu penyakit yang dapat diredakan adalah vibriosis atau infeksi karena makan kerang yang kurang matang.

    Selain itu, lengkuas juga membantu membunuh bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Misalnya seperti E coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella typhi.

    Sejumlah penelitian juga mengungkapkan bahwa lengkuas dapat membantu meredakan infeksi akibat jamur dan parasit.

    2. Mengatasi Gangguan Fokus

    Air rebusan lengkuas mengandung ekstrak lengkuas yang bisa membantu mengatasi masalah pada otak. Dikutip dari Health, ekstrak lengkuas dapat meningkatkan kewaspadaan serta fokus seseorang.

    Berdasarkan beberapa studi, hal itu terjadi karena lengkuas mampu meningkatkan kadar dopamin dalam tubuh. Dopamin merupakan neurotransmitter yang terlibat dalam proses penyaluran sinyal di dalam otak.

    Selain itu, terdapat kandungan flavonoid di dalam lengkuas. Kandungan itu berfungsi untuk menurunkan risiko seseorang mengalami penyakit alzheimer dan parkinson.

    3. Mengatasi Kerusakan Oksidatif Sel Tubuh

    Air rebusan lengkuas juga bermanfaat untuk meredakan kerusakan oksidatif pada sel tubuh. Manfaat tersebut berasal dari kandungan senyawa quercetin dan galangin yang memiliki sifat antioksidan yang kuat.

    Antioksidan berfungsi untuk melawan kerusakan oksidatif akibat radikal bebas, yang dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan kronis.

    4. Meredakan Peradangan

    Manfaat lain dari air rebusan lengkuas adalah untuk meredakan peradangan atau inflamasi di dalam tubuh. Sebab, lengkuas merupakan sumber asam galat yang tinggi, yang merupakan satu antiinflamasi yang kuat untuk melawan peradangan.

    Dengan begitu, seseorang yang rajin mengkonsumsi air rebusan lengkuas dapat terhindar dari berbagai penyakit peradangan, termasuk osteoarthritis.

    Air rebusan lengkuas juga mampu membantu meredakan risiko terkena jenis kanker tertentu, seperti kanker lambung, hati, hingga serviks. Efek ini didapatkan dari berbagai kandungan yang ada di lengkuas.

    Salah satunya dapat membunuh sel tumor yang akan berkembang menjadi kanker. Selain itu, efek antioksidan dan antiinflamasi pada lengkuas juga membantu tubuh memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.

    Namun, hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut pada manusia. Hal ini untuk efektivitas senyawa yang ada pada lengkuas dalam pencegahan kanker.

    (sao/kna)

  • Jangan Ngaku-ngaku, Ini Ciri-ciri Kulit Glowing dan Sehat Menurut Dermatolog

    Jangan Ngaku-ngaku, Ini Ciri-ciri Kulit Glowing dan Sehat Menurut Dermatolog

    Jakarta

    Kulit wajah sehat menjadi impian banyak kaum hawa. Kulit yang sehat sering dikaitkan dengan kondisi wajah yang bercahaya, cerah dan tak banyak jerawat, komedo ataupun flek hitam.

    “Kalau kamu merasa kulitmu nggak kenapa-napa, it’s good enough. Kalau merasa merah, kering, berarti itu ada problem,” kata spesialis dermatologi dari Dermatolgia dr Arini Astasari, SpDVE saat ditemui Sabtu (30/11/2024).

    “Nggak ada acne, nggak ada merah-merah, itu artinya kulit kamu sehat. Kulit bekerja sesuai fungsinya, bisa mengeluarkan keringat, artinya juga sehat,” sambung dia.

    Kulit wajah yang sehat kata dr Arini tak cuma bisa didapatkan dengan rutin skincare saja. Pola makan juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit terutama di area wajah.

    Ciri-ciri kulit sehat juga bisa dilihat dari tidak adanya kemerahan, flek hitam, dan warna merata yang sesuai dengan kulit asli masing-masing individu. Tentu tidak harus putih, namun warna kulitnya merata.

    Dokter lulusan Harvard Medical School ini juga mengatakan merawat kulit wajah agar sehat tak bisa didapatkan dengan instan. Terlebih saat ini banyak klinik dan produk kecantikan yang menawarkan hasil instan dengan harga murah.

    “Sangat bahaya jika melakukan perawatan sembarangan alias abal-abal, karena meskipun hasilnya instan dapat memperburuk kondisi kulit,” tutur dia.

    (kna/kna)