Category: Detik.com Kesehatan

  • 5 Makanan Enak yang Bisa Turunkan Kadar Asam Urat Tinggi secara Alami

    5 Makanan Enak yang Bisa Turunkan Kadar Asam Urat Tinggi secara Alami

    Jakarta

    Kadar asam urat yang tinggi dapat memicu nyeri sendi hingga mengganggu fungsi ginjal apabila tidak ditangani dengan baik. Selain obat-obatan, pola makan berperan besar dalam menjaga kadar asam urat tetap stabil.

    Sejumlah buah diketahui dapat membantu mengurangi peradangan, mendukung kerja ginjal, serta membantu tubuh membuang kelebihan asam urat secara alami. Berikut lima di antaranya, dikutip dari Times of India:

    1. Buah Citrus dan Jeruk

    Buah-buahan citrus seperti lemon dan jeruk merupakan sumber vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin ini berperan membantu meningkatkan fungsi ginjal dan mempercepat pembuangan asam urat melalui urine.

    Konsumsi air lemon di pagi hari atau menjadikan jeruk sebagai camilan dapat membantu membuat kondisi tubuh lebih alkalis dan menurunkan kadar keasaman. Sejumlah studi menunjukkan konsumsi jus lemon atau ekstraknya dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.

    2. Buah Beri (Stroberi dan Blueberry)

    Kelompok buah beri kaya akan antioksidan, vitamin C, serta polifenol yang membantu meredakan peradangan dan menekan risiko peningkatan kadar asam urat.

    Selain itu, kandungan air yang tinggi pada buah beri membantu membuang racun melalui ginjal. Buah ini dapat dengan mudah ditambahkan ke dalam yogurt, smoothie, atau dicampurkan ke salad buah.

    3. Ceri

    Meski berukuran kecil, ceri termasuk buah yang cukup efektif membantu menurunkan kadar asam urat. Kandungan antosianin di dalamnya berfungsi sebagai antioksidan yang melawan peradangan.

    Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi ceri secara rutin berkaitan dengan penurunan kadar asam urat serum.

    4. Pisang

    Pisang merupakan buah rendah purin dan kaya kalium. Kandungan kalium membantu mendukung fungsi ginjal sehingga tubuh lebih efisien dalam membuang asam urat.

    Penelitian yang mengamati berbagai pola makan pada pengidap asam urat menunjukkan pisang dapat membantu menurunkan risiko peningkatan kadar asam urat.

    5. Nanas

    Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki sifat anti-inflamasi alami. Enzim ini membantu meredakan nyeri dan peradangan pada sendi akibat kadar asam urat yang tinggi.

    Konsumsi nanas atau jusnya juga membantu hidrasi tubuh, yang penting untuk mendukung fungsi ginjal dalam mengeluarkan asam urat. Beberapa studi melaporkan adanya penurunan nyeri akibat asam urat setelah konsumsi jus nanas selama beberapa hari.

    Meski berbagai buah ini dapat membantu menjaga kadar asam urat, pengidap tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu atau sedang menjalani pengobatan.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • Apa yang Terjadi saat Makan 1 Butir Telur Setiap Hari? Ini Kata Ahli

    Apa yang Terjadi saat Makan 1 Butir Telur Setiap Hari? Ini Kata Ahli

    Jakarta

    Telur merupakan salah satu makanan yang paling padat nutrisi. Dalam satu butir, berbagai vitamin dan mineral penting tersimpan.

    Tak heran, banyak penelitian menunjukkan konsumsi telur setiap hari bisa membawa manfaat bagi tubuh, mulai dari kulit hingga kesehatan jantung. Dikutip dari Healthline, satu butir telur rebus ukuran besar mengandung sekitar 78 kalori, 6 gram protein, 5 gram lemak, dan berbagai mikronutrien penting.

    Dalam satu porsi tersebut, tubuh memperoleh 8 persen kebutuhan harian vitamin A, 6 persen folat, 14 persen vitamin B5, 23 persen vitamin B12, 20 persen riboflavin (B2), 7 persen fosfor, serta 28 persen selenium. Telur juga mengandung vitamin D, E, B6, kalsium, dan zinc dalam jumlah yang signifikan.

    Dikutip dari VNExpress, American Heart Association juga menyebut satu hingga dua butir telur per hari dapat menjadi pilihan sumber protein berkualitas tinggi dalam pola makan sehat. Berikut manfaat kesehatan yang didukung sains jika mengonsumsi satu telur per hari:

    1. Bikin Kenyang Lebih Lama dan Menambah Energi

    Kuning telur kaya vitamin B12, vitamin D, dan kolin merupakan nutrisi penting untuk mengubah makanan menjadi energi. Kombinasi protein dan lemak sehatnya membuat perut terasa kenyang lebih lama, dan membantu menjaga kestabilan energi sepanjang hari.

    2. Kulit dan Rambut Lebih Sehat

    Telur mengandung berbagai vitamin B yang penting untuk kesehatan kulit dan rambut. Review di Current Nutrition Reports tahun 2020 menunjukkan asam amino esensial dalam telur dapat membantu memperbaiki warna kulit, serta memperkuat rambut dan kuku.

    3. Meningkatkan Fungsi Otak

    Tingginya kandungan kolin dalam telur berperan dalam pembentukan membran sel dan neurotransmitter. Nutrisi ini penting untuk daya ingat, suasana hati, kendali otot, hingga fungsi sistem saraf secara keseluruhan.

    4. Penglihatan Lebih Terjaga

    Kuning telur mengandung dua karotenoid, yakni lutein dan zeaxanthin, yang berperan dalam menjaga kesehatan mata. Penelitian yang dipublikasi di Nutrients tahun 2022 menunjukkan kedua zat ini dapat menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia.

    5. Tulang Lebih Kuat

    Kandungan vitamin D membantu meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor. Itu merupakan dua mineral penting yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan kekuatan tulang.

    6. Berpotensi Menyehatkan Jantung

    Meski mengandung kolesterol, penelitian menunjukkan kolesterol makanan memiliki dampak minimal pada kadar kolesterol darah. Studi mencatat konsumsi hingga dua butir telur per hari tetap aman, bahkan bermanfaat bagi kesehatan jantung, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan rendah lemak.

    Telur juga mengandung kalium dan folat, dua nutrisi yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diolah dengan cara yang sehat, telur bisa menjadi makanan sederhana yang memberikan manfaat besar untuk tubuh.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video Apoteker: Kekurangan Mikronutrien Jadi Akar Kasus Stunting di Indonesia”
    [Gambas:Video 20detik]
    (sao/kna)

  • Semangat Inklusi Warnai Fun Walk Hari Disabilitas Internasional di Bundaran HI

    Semangat Inklusi Warnai Fun Walk Hari Disabilitas Internasional di Bundaran HI

    Foto Health

    Pradita Utama – detikHealth

    Minggu, 07 Des 2025 11:00 WIB

    Jakarta – Sejumlah penyandang disabilitas meramaikan fun walk Hari Disabilitas Internasional di Bundaran HI. Ini jadi momentum mendorong ruang publik yang lebih inklusif.

  • Makanan Favorit Warga ‘Blue Zones’, Rahasia di Balik Panjang Umur Sampai 100 Tahun

    Makanan Favorit Warga ‘Blue Zones’, Rahasia di Balik Panjang Umur Sampai 100 Tahun

    Jakarta

    Makanan yang dikonsumsi sehari-hari sejak lama diyakini berpengaruh besar terhadap kesehatan seseorang. Gagasan itu bahkan diungkapkan Jean Anthelme Brillat-Savarin, ahli kuliner asal Prancis, pada 1826 lewat kalimat terkenalnya ‘kamu adalah apa yang kamu makan’.

    Kini, sejumlah penelitian modern menegaskan bahwa pola makan tak hanya menentukan kesehatan, tetapi juga usia harapan hidup.

    Salah satu tokoh yang mendalami kaitan tersebut adalah Dan Buettner, peneliti National Geographic dan penulis buku laris tentang Blue Zone, wilayah di dunia yang penduduknya dikenal berumur panjang dan hidup sehat. Selama dua dekade, Buettner mempelajari pola hidup masyarakat di wilayah tersebut, mulai dari Okinawa (Jepang), Sardinia (Italia), hingga Nicoya (Kosta Rika).

    Salah satu kesimpulannya: pola makan nabati berbasis bahan segar adalah kunci umur panjang.

    “Ini makanan sederhana, makanan rakyat biasa, tapi rasanya luar biasa lezat,” kata Buettner dalam podcast Chasing Life bersama Dr. Sanjay Gupta dari CNN.

    Jelang momen liburan natal dan tahun baru, Buettner merekomendasikan tiga bahan pangan utama kacang-kacangan, jagung, dan labu.

    Ketiga bahan ini juga menjadi makanan pokok di beberapa Blue Zones, seperti Nicoya (Kosta Rika) dan Ikaria (Yunani).

    “Membangun menu dari tiga bahan ini saja, berarti sudah makan seperti para centenarian, orang yang berusia 100 tahun,” ujarnya.

    Meja makan penduduk Blue Zones juga selalu penuh dengan sayuran hijau seperti mustard greens, collard greens, arugula liar, hingga daun fennel. Jenis sayuran bisa disesuaikan dengan ketersediaan pangan di masing-masing negara.

    Selain sayuran, Buettner merekomendasikan mengganti bahan pangan berbasis tepung putih (refined grains) dengan gandum utuh atau whole grains.

    Menurut dia, terlalu banyak menu berbasis tepung putih saat liburan, seperti roti putih, stuffing dari roti olahan, atau nasi putih, dapat meningkatkan lonjakan gula darah dan membuat tubuh cepat lapar kembali.

    “Alih-alih roti putih atau stuffing dari tepung olahan, coba pilih sourdough dari gandum utuh, barley, atau wild rice,” kata Buettner.

    Pilihan biji-bijian ini kaya serat, membantu menjaga kestabilan gula darah, serta membuat kenyang lebih lama dengan kalori lebih rendah.

    Bahan-bahan tersebut juga umum ditemukan dalam pola makan masyarakat Blue Zones, terutama di Sardinia dan Ikaria, yang dikenal rutin mengonsumsi biji-bijian kuno seperti farro, barley, hingga gandum jenis kuno lainnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Studi BRIN Sebut Pola Makan Anak Indonesia Jauh dari Gizi Seimbang”
    [Gambas:Video 20detik]
    (naf/naf)

  • BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatera Tembus 916 Jiwa, 274 Orang Masih Hilang

    BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatera Tembus 916 Jiwa, 274 Orang Masih Hilang

    Jakarta

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total ada 916 korban jiwa bencana Sumatera berdasarkan data yang dihimpun hingga Minggu (7/12/2025). BNPB juga melaporkan 274 orang masih dinyatakan hilang.

    Sementara sekitar 4.200 warga lainnya mengalami luka-luka. Total kematian terbanyak di Agam dengan 172 kasus, disusul Aceh Utara 128 kasus, dan Tapanuli Tengah 102 kasus.

    Tidak sedikit fasilitas umum yang ikut terdampak. BNPB merinci 1.300 fasilitas umum rusak, 199 fasilitas kesehatan ‘kolaps’, 697 fasilitas pendidikan hancur, 420 rumah ibadah dan 234 tak lagi bisa beroperasi.

    Akses jalan banyak terputus, hal ini ditandai dengan 405 jembatan yang rusak.

    Sebelumnya diberitakan, Kementerian Kesehatan RI mendata ratusan ribu kelompok rentan terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera, terparah di Aceh. Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Pusdatinkes) Kemenkes, Agus Jamaludin, SKM, M Kes, menekankan banyak dari kelompok rentan di Aceh kesulitan mendapat layanan kesehatan akibat fasilitas kesehatan rusak, terendam, bahkan tidak dapat beroperasi.

    Beberapa rumah sakit dan puskesmas dilaporkan terputus aksesnya akibat jembatan ambruk, jalan longsor, serta pasokan listrik dan BBM yang tidak tersedia.

    “Ini data untuk menambah pemahaman kondisi di Aceh. Untuk bayi saja ada 104.623 orang. Kemudian balita 101.008 orang. Ibu hamil 394.250 orang. Ibu menyusui 2.380 orang. Lansia 459.428 orang. Disabilitas 17.077 orang. Dan pasien yang perlu hemodialisa 545 orang,” kata Agus dalam konferensi pers Jumat (5/12/2025).

    Data tersebut mencakup seluruh 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

    Banyak dari mereka seharusnya bisa mendapatkan pelayanan, tetapi faskes-nya kolaps.

    Situasi ini sangat berisiko, terutama bagi:

    Ibu hamil yang membutuhkan pemeriksaan berkalaBayi dan balita yang rentan terhadap penyakit infeksi di pengungsianLansia yang membutuhkan obat harianPenyandang disabilitas yang membutuhkan pendampinganPasien hemodialisa (HD) yang harus menjalani cuci darah rutin dan tidak boleh terlambat

    (naf/kna)

  • Kisah Pilu Pemuda Sumut Tertimbun Longsor Pasca Sempat Selamatkan Ayah yang Stroke

    Kisah Pilu Pemuda Sumut Tertimbun Longsor Pasca Sempat Selamatkan Ayah yang Stroke

    Jakarta

    Kisah pilu menyelimuti warga Perumahan Pandan Permai, Aek Matauli, Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Pemuda berusia 21 tahun, Divan Simangunsong, hilang tertimbun longsor setelah kembali masuk ke rumah demi menyelamatkan perlengkapan ayahnya yang sedang sakit stroke.

    Peristiwa itu terjadi pada Selasa (25/11) sekitar pukul 09.30 WIB, setelah hujan deras mengguyur kawasan Pandan tanpa henti selama lima hari empat malam. Longsor besar dari Bukit Aek Matauli menghantam permukiman warga dan menimbun belasan rumah.

    Salah satu tetangga korban, Pindo Pasaribu, menceritakan bagaimana saat itu Divan sebenarnya sudah sempat menyelamatkan diri bersama keluarganya ketika longsor pertama menghantam. Namun, setelah memastikan keluarganya berada di lokasi aman, Divan memutuskan kembali ke dalam rumah.

    “Dia masuk lagi untuk memastikan tidak ada perlengkapan bapaknya yang tertinggal,” ujar Pindo, dikutip dari Antaranews.

    Ayah Divan disebut sedang dalam kondisi sakit stroke, Divan merasa harus kembali untuk membawa barang-barang penting yang mungkin dibutuhkan di pengungsian.

    Namun, keputusan itu menjadi momen terakhir bagi pemuda tersebut. Begitu Divan masuk kembali ke rumah, longsor susulan terjadi. Material dari bukit berupa bebatuan besar dengan diameter hingga dua meter, batang kayu, serta tanah dalam volume besar menghantam permukiman.

    “Warga sempat menarik dia, tapi kakinya jatuh ke selokan. Tidak ada waktu, bukit sudah runtuh lagi,” kata Pindo.

    Ia masih mengingat jelas kalimat terakhir Divan yang diteriakkan sebelum berlari kembali menuju rumah.

    “Pergilah bapak mamak (cari tempat aman), saya yang akan mencari kalian nanti,” ujar Pindo menirukan suara Divan, kalimat yang kini menjadi kenangan terakhir bagi keluarga dan kerabatnya.

    Bukit Runtuh, Belasan Rumah Tertimbun

    Bagian tenggara Bukit Aek Matauli runtuh dan menciptakan jurang setinggi ratusan meter dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Material longsoran menghantam perumahan Pandan Permai dan menimbun belasan rumah warga, termasuk rumah keluarga Divan.

    Foto-foto pencarian pada Sabtu (6/12/2025) menunjukkan tim SAR gabungan bekerja keras menggali tumpukan material longsor yang diperkirakan mencapai kedalaman lebih dari tujuh meter. Sebuah ekskavator dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.

    Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sujarwadi, menyampaikan hingga Sabtu pagi, total korban meninggal dunia akibat bencana longsor dan banjir bandang di Tapanuli Tengah mencapai 115 orang. Sebanyak 594 orang berhasil diselamatkan, sementara 169 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk Divan.

    “Tim di lapangan masih mengintensifkan pencarian pada hari ke-12 ini, terutama di titik-titik material longsor tebal yang diperkirakan menjadi lokasi tertimbunnya para korban,” jelas Putu Arga.

    Sementara itu, ayah dan ibu Divan telah dievakuasi ke pos pengungsian dan mendapatkan pendampingan dari petugas gabungan. Adik perempuan Divan menjalani pemeriksaan medis di Kapal Bantu Rumah Sakit KRI dr Radjiman yang disiagakan di perairan setempat untuk membantu penanganan medis korban bencana.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Menkes Pastikan Korban Longsor dan Banjir Sumut Dapat Layanan Kesehatan “
    [Gambas:Video 20detik]
    (naf/naf)

  • Video Mitos atau Fakta: Udara Pagi Pantai Obat Alami Pengidap Asma

    Video Mitos atau Fakta: Udara Pagi Pantai Obat Alami Pengidap Asma

    Video Mitos atau Fakta: Udara Pagi Pantai Obat Alami Pengidap Asma

  • 5 Kebiasaan Makan Siang Warga Jepang yang Bikin Tubuh Sehat, Mau Coba?

    5 Kebiasaan Makan Siang Warga Jepang yang Bikin Tubuh Sehat, Mau Coba?

    Jakarta

    Makan siang di Jepang mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya ada sejumlah kebiasaan kecil yang berpengaruh besar pada kesehatan jangka panjang. Rutinitas ini mudah ditiru, tidak membutuhkan peralatan khusus, dan cocok untuk kehidupan yang sibuk.

    Kebiasaan tersebut tumbuh dari budaya makan yang terlihat di kantor, sekolah, hingga rumah, dan ikut memengaruhi cara tubuh mengelola energi, stres, serta pencernaan. Dikutip dari Times of India, berikut penjelasannya.

    1. Porsi kecil, kesadaran lebih besar

    Banyak menu makan siang di Jepang menggunakan mangkuk kecil atau kotak bento bersekat. Ukurannya membantu mengontrol porsi tanpa terasa membatasi. Setiap pilihan makanan jadi lebih diperhatikan sehingga kecenderungan makan berlebihan berkurang. Cara ini membantu menjaga kenyamanan lambung, membuat energi lebih stabil sepanjang hari, dan mencegah rasa ‘kantuk berat’ setelah makan siang terlalu besar.

    2. Fokus pada warna, bukan kalori

    Pola makan Jepang sering menghadirkan lima atau lebih warna dalam satu piring. Aturan visual sederhana ini otomatis menghadirkan sayuran, rumput laut, makanan fermentasi, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Variasi ini mendukung kesehatan usus dan memberikan asupan nutrisi yang lebih seimbang, sekaligus membuat makan siang terasa lengkap tanpa harus bergantung pada saus berat atau gorengan.

    3. Makanan hangat untuk pencernaan yang lebih nyaman

    Miso sup hangat, nasi kukus, dan sayuran yang dimasak ringan menjadi pilihan umum saat makan siang. Makanan hangat membantu merilekskan saluran cerna dan mengurangi kembung, terutama saat bekerja. Banyak pekerja kantoran juga memilih teh hangat setelah makan dibandingkan minuman dingin. Kebiasaan ini membantu tubuh tetap segar dan mencegah rasa penuh yang tidak nyaman.

    4. Makan dalam suasana tenang

    Waktu makan siang di Jepang umumnya berlangsung dalam suasana yang tenang. Ponsel disingkirkan, percakapan tidak terlalu ramai, dan orang makan dengan tempo lebih pelan. Ritme ini mengaktifkan mode ‘rest and digest’, membuat pencernaan bekerja lebih optimal, penyerapan nutrisi meningkat, dan pikiran terasa lebih jernih. Bahkan beberapa menit makan dengan tenang bisa menurunkan stres lebih baik dibandingkan makan sambil scrolling.

    5. Jalan kaki setelah selesai makan

    Kebiasaan berjalan kaki singkat setelah makan sangat umum, baik di kantor, sekolah, maupun di sekitar stasiun. Penelitian menunjukkan berjalan 10-15 menit setelah makan membantu mengontrol gula darah dan memperbaiki sirkulasi. Karena banyak warga Jepang memang mengandalkan jalan kaki sebagai bagian dari rutinitas harian, kebiasaan ini terbentuk secara alami. Langkah kecil ini dapat membantu mencegah rasa lemas dan kantuk di sore hari.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/suc)

  • Batas Konsumsi Telur yang Aman dalam Sehari, Jangan Berlebihan

    Batas Konsumsi Telur yang Aman dalam Sehari, Jangan Berlebihan

    Jakarta

    Telur merupakan makanan populer bergizi tinggi yang kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, protein, dan lemak. Namun, ada batasan konsumsi telur yang perlu diketahui.

    Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi telur dan penyakit kolesterol dan jantung. Jadi, risiko yang terkait dengan mengonsumsi terlalu banyak telur berbeda-beda di antara individu.

    Batas Aman Konsumsi Telur Per Hari

    Batasan konsumsi telur berbeda antara orang yang sehat dan mengidap penyakit tertentu.

    1. Orang Dewasa Sehat

    Dikutip dari laman Healthline, bagi orang dewasa sehat denga kadar kolesterol normal dan tanpa faktor risiko penyakit jantung yang signifikan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa 1-2 butir telur per hari aman untuk dikonsumsi. Bahkan telur bisa menyehatkan dan bermanfaat bagi kesehatan jantung.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi 2-3 telur per hari memberi peningkatan yang lebih besar pada fungsi HDL, sekaligus menaikkan kadar karotenid dalam plasma. Secara keseluruhan, konsumsi 3 butir telur per hari dapat menghasilkan profil partikel LDL yang kurang aterogenik, memperbaiki fungsi HDL, dan meningkatkan kadar antioksidan plasma pada orang dewasa muda yang sehat.

    Kendati demikian, para ahli mungkin enggan menyarankan konsumsi lebih dari 2 butir per hari dan banyak yang masih menyarankan untuk mengonsumsi 1 butir telur per hari.

    Pakar IPB University dari Fakultas Peternakan, Dr Zakiah Wulandari juga merekomendasikan untuk memakan satu butir telur per hari.

    “Untuk orang sehat, rekomendasi konsumsi telur beserta kuning telurnya adalah satu butir per hari. Rekomendasi ini tidak akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular,” katanya, mengutip laman IPB University.

    2. Pengidap Kolesterol Tinggi, Diabetes, Penyakit Kardiovaskular, hingga Tekanan Darah Tinggi

    Bagi orang dengan kadar kolesterol tinggi, kelebihan berat badan atau obesitas, dan penyaki kronis seperti diabetes atau riwayat penyakit jantung dalam keluarnya sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 1 telur per hari atau 4-5 butir telur per minggu.

    Sebuah studi yang melibatkan hampir 200.000 veteran AS mengaitkan konsumsi hanya 1 butir telur per hari dengan sedikit peningkatan risiko serangan jantung. Efeknya paling kuat pada mereka yang mengidap diabetes atau kelebihan berat badan.

    Sementara, Dr Zakiah merekomendasikan untuk mengonsumsi maksimal dua butir telur per minggu orang yang mengidap diabetes, penyakit kardiovaskular, dan tekanan darah tinggi. Asupan telur bisa ditingkatkan dengan tanpa mengonsumsi kuning telur. Putih telur merupajan sumber protein, jadi sangat bermanfaat bagi tubuh.

    Terlepas dari asupan telur, risiko penyakit jantung meningkat seiring brtambahnya usia akibat perubahan seperti penumpukan lemak dan pengersan arteri. Jadi, penting untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan secaa keseluruhan saat memutuskan berapa banyak telur yang aman dikonsumsi.

    Manfaat Telur untuk Kesehatan

    Telur merupakan sumber proteon rendah lemak yang baik yang mudah diolah. Ada banyak manfaat yang didapat dari telur, di antaranya:

    Kandungan antioksdannya membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan penyakit kronis terkait, seperti penyakit jantung dan kanker.Dipercaya bisa meningkatkan beberapa biomarker penyakit jantung, termasuk biomarker inflamasi, seperti kadar inteleukin-6 dan protein C-reaktif dalam darah.Mengenyangkan dan bisa mendukung penurunan berat badan. Hal ini berkat kandungan protein lemaknya yang tinggi.

    (elk/suc)

  • 4 Kebiasaan Warga Jepang yang Bikin Panjang Umur, Mudah Ditiru

    4 Kebiasaan Warga Jepang yang Bikin Panjang Umur, Mudah Ditiru

    Jakarta

    Seorang peneliti umur panjang membagikan empat rahasia penuaan dari orang-orang yang hidup paling lama di Jepang. Yumi Yamamoto, Presiden LongeviQuest Jepang, memimpin tim yang bertugas memvalidasi usia para lansia tertua di dunia dan mengumpulkan kisah hidup mereka.

    Yamamoto juga merupakan cicit dari Shigeyo Nakachi, orang tertua kedua di Jepang yang wafat pada 2021. Latar belakang profesional sekaligus pengalaman keluarganya membuat Yamamoto memahami pola hidup yang kerap ditemui pada orang Jepang berusia panjang.

    4 Kebiasaan Warga Jepang yang Bikin Panjang Umur

    Dikutip dari South China Morning Post, seperti halnya masyarakat di Blue Zones lainnya, warga Jepang yang berumur panjang umumnya jarang mengonsumsi daging dan banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun, mereka juga memiliki sejumlah kebiasaan lain yang lebih spesifik yang diyakini berperan dalam membantu mereka hidup lebih lama.

    1. Jangan Makan Sampai Kenyang

    Yamamoto menjelaskan bahwa ada pepatah di Jepang yang menyarankan seseorang makan hanya sampai 80 persen kenyang. Pepatah itu dikenal dengan istilah ‘hara hachi bu’.

    “Artinya, Anda sebaiknya menyisakan sedikit ruang di akhir makan,” ujar Yamamoto.

    Kebiasaan ini membantu masyarakat Jepang menerapkan pola makan dengan lebih sadar dan membatasi kalori secara ringan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pembatasan kalori semacam ini dapat menurunkan peradangan dan berpotensi mendukung umur panjang, berdasarkan studi pada hewan, meski riset lebih lanjut pada manusia tetap diperlukan.

    2. Lakukan Segala Sesuatu Secukupnya

    Salah satu pelajaran tersebesar yang Yamamoto dapatkan dari obolan dengan supercenternarian adalah jangan melakukan sesuatu secara berlebihan. Sebaliknya, lakukan segala sesuatu secukupnya.

    Misalnya, orang tertua yang hidup hingga usia 119 tahun, Kane Tanaka menyukai Cola, tapi dia hanya meminum satu botol sehari.

    “Dia tidak kecanduan, dan dia tidak minum berlebihan. Ini sesuatu yang menurut saya umum di Jepang. Orang Jepang makan dengan seimbang dan mereka tidak makan atau minum berlebihan,” katanya.

    “Dan itu tidak hanya berlaku untuk makanan dan minuman, tetapi juga hal-hal seperti tidak begadang,” tambahnya.

    Para ahli menyepakati bahwa menikmati camilan secukupnya bisa membuat pola makan sehat lebih berkelanjutan.

    3. Lebih Banyak Bergerak

    Orang-orang Jepang melakukan apa yang disebut sebagai senam radio. Sejak tahun 1928, sebuah siaran radio telah mengarahkan pendengarnya unutk melakukan latihan beban tubuh selama lima menit sehari. Yamamoto mengatakan, dia mencoba melakukan senam radio di pagi hari, seperti yang dilakukan para lansia di Jepang.

    Penelitian menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik intens dalam waktu singkat bisa menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung, dan hal tersebut meningkatkan peluang umur panjang.

    Kebanyakan para “super-agers” di Blue Zone tidak rutin pergi ke gym. Mereka justru memasukkan gerak dalam rutinitas harian, mulai dari berjalan kaki, naik tangga, hingga mengikuti olahraga kelompok.

    4. Duduk Tegak

    Yamamoto mengatakan bahwa nenek buyutnya selalu sangat teratur dalam postur tubuhnya. Dia selalu menjaga punggungnya tetap tegak.

    “Satu hal yang saya perhatikan tentang para supercentenarian dan centenarian Jepang adalah mereka sangat disiplin dan ketat pada diri mereka sendiri dalam hal postur tubuh yang tegak,” kata Yamamoto.

    “Sebagai manusia, kita cenderung sedikit membungkuk seiring bertambahnya usia, tetapi orang Jepang yang sudah sangat tua, bahkan hingga usia lanjut, akan mempertahankan postur tubuh yang sangat tegak,” tambahnya.

    Penelitian menunjukkan, postur tubuh yang baik bisa meminimalkan ketegangan pada tubuh, mencegah rasa sakit dan membantu menjaga tubuh berfungsi dengan benar.

    (elk/suc)