Category: Detik.com Kesehatan

  • Mayapada Hospital Tawarkan Layanan Tumor Board buat Deteksi Kanker Prostat

    Mayapada Hospital Tawarkan Layanan Tumor Board buat Deteksi Kanker Prostat

    Jakarta

    Masalah prostat menjadi momok bagi laki-laki usia lanjut karena banyak penyakit yang bisa menyerang kapan saja. Salah satu penyakit yang bisa menyerang adalah kanker prostat. Sebenarnya, kanker prostat merupakan penyakit dapat ditangani dengan baik jika terdeteksi dini.

    Mengacu pada data Globocan pada 2022, kanker prostat menduduki kanker kelima paling banyak yang terjadi pada laki-laki di Indonesia. Meski sulit dihindari, kanker ini sangat bisa ditangani melalui pengobatan dan terapi yang tepat.

    Dokter Spesialis Urologi Konsultan Onkologi dr. Syamsu Hudaya, Sp.U (K) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan tumor adalah segala sesuatu yang membesar, umumnya berupa benjolan, dan pertumbuhannya kerap tidak terkendali.

    Adapun kanker prostat adalah jenis kanker yang berkembang di kelenjar prostat di bagian dasar kandung kemih laki-laki. Kebanyakan berkembang lambat, tapi jenis kanker ini bisa bersifat agresif. Dengan deteksi dini, peluang kesembuhan penyakit ini akan lebih besar.

    “Jika tumor berpotensi merusak jaringan di sekitarnya atau menyebar mengenai organ lain, maka artinya tumor sudah masuk kategori ganas atau kanker,” kata dr. Syamsu dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2024).

    Di sisi lain, Dr. dr. Wahjoe Djatisoesanto, Sp. U (K) selaku Dokter Spesialis Urologi Konsultan Onkologi di Mayapada Hospital Surabaya menuturkan kanker prostat tidak harus ditakuti. Namun, pasien kerap tak menyadari memiliki tumor.

    Kurangnya kesadaran ini disebabkan oleh gejala yang minimal saat awal perkembangan sel kanker sehingga kebanyakan orang sering mengabaikannya. Dr. dr. Wahjoe Djatisoesanto, Sp.U (K) berpendapat kanker prostat sulit dihindari karena sejumlah faktor risiko memang sudah ada dalam diri seorang laki-laki.

    Beberapa faktor risiko itu mencakup usia di atas 50 tahun, ras, serta riwayat keluarga, di mana jika ada anggota keluarga inti ada yang pernah terkena kanker prostat, maka pria itu memiliki risiko lebih tinggi. Pada kasus ini, screening menjadi hal yang wajib dilakukan lebih dini, yaitu di usia 45 tahun.

    Selain itu, ada sejumlah faktor yang diduga dapat memperbesar kemungkinan kanker prostat, antara lain obesitas, pola makan yang buruk saat muda, kebiasaan merokok, memiliki kadar androgen atau testosteron yang tinggi, hingga sering bersinggungan dengan bahan-bahan kimia, seperti zat pewarna atau logam berat seperti cadmium.

    Edukasi soal Kanker Prostat

    Saat ini, kesadaran masyarakat Indonesia akan bahaya kanker prostat memang masih rendah. Tingkat edukasi yang rendah, kurangnya kampanye, dan minimnya gejala membuat banyak laki-laki di atas usia 50 tahun tidak merasa perlu memeriksakan kadar PSA (Prostate-Specific Antigen). PSA sendiri merupakan protein yang diproduksi sel-sel kelenjar prostat dan dapat dideteksi di dalam darah.

    “Hal itu yang menjadi fokus Mayapada Hospital, khususnya terkait edukasi. Begitu juga dengan perhimpunan dokter spesialis urologi yang setiap tahun rutin mengadakan Prostate Cancer Awareness agar masyarakat mulai tahu tentang penyakit ini. Sesungguhnya, kesadaran ini harus ditingkatkan oleh semua pihak, termasuk pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan tenaga medis terkait,” ucap dr. Syamsu.

    dr. Wahjoe mengatakan dalam lima tahun terakhir, kasus kanker prostat semakin meningkat, dengan kebanyakan pasien datang dalam stadium lanjut.

    “Jadi, terapi yang dilakukan langsung merupakan terapi advance. Masalahnya, kanker prostat tidak bisa terdeteksi seperti kanker payudara yang bisa diraba dengan tangan, karena letaknya tersembunyi dan hanya bisa diketahui melalui metode screening,” katanya.

    Jika hasil PSA melebihi empat, maka individu terkait disarankan segera menemui dokter spesialis urologi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. MRI Prostat juga bisa dilakukan untuk memastikan kecurigaan, dan biopsi prostat untuk menentukan sel kanker atau bukan.

    Jika hasil biopsi positif, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan imaging (PSMA PET SCAN atau BONE SCAN) untuk melihat penyebaran kanker. Tenaga medis akan memilih jenis terapi yang dibagi menjadi lokalis atau metastasis. Hal lain yang juga menentukan jenis terapi adalah usia dan kondisi pasien sendiri, di mana hal ini terkait dengan harapan hidup dan sistem ketahanan tubuh.

    Untuk kanker prostat yang bersifat lokal, terapi disesuaikan dengan usia dan kondisi fisik pasien. Bila kondisi tubuh pasien sangat bagus, sehat dan bugar, serta tidak memiliki komorbid, maka operasi radikal pengangkatan total prostat (Radikal Prostatektomi) merupakan pilihan terbaik.

    Alternatif lain adalah dengan radiasi atau radioterapi, diikuti pemberian obat hormonal. Jika kanker sudah menyebar, pilihan terapi adalah terapi hormonal kombinasi. Pada tahap lanjut, baru akan dilakukan kemoterapi dan pemberian obat-obatan jenis terbaru.

    Inovasi Terbaru Mayapada Hospital Atasi Kanker Prostat

    Dalam penanganan berbagai kasus dan kompleksitas penyakit kanker, Mayapada Hospital memiliki layanan unggulan Oncology Center. Layanan ini merupakan layanan terpadu dan komprehensif untuk tumor dan kanker, mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, dan terapi berkelanjutan.

    Oncology Center Mayapada Hospital didukung oleh kolaborasi tim dokter spesialis dan subspesialis dengan fasilitas canggih guna mengembangkan layanan penanganan kanker, yaitu dengan Tumor Board untuk memberikan hasil terbaik bagi pasien, setara dengan pusat-pusat layanan kanker di luar negeri. Tumor Board pada layanan Oncology Center Mayapada Hospital dilengkapi dengan Patient Navigator yang berfungsi sebagai teman perjalanan pasien guna mendampingi dan mengedukasi pasien dari berbagai aspek selama perawatan kanker.

    Dalam pengobatan kanker prostat, Mayapada Hospital menyediakan beberapa pengobatan seperti operasi, terapi radiasi/penyinaran, dan terapi hormonal. Untuk kanker prostat stadium lanjut, ada terapi sistemik seperti kemoterapi, imunoterapi, dan terapi target.

    Spesialis Penyakit Dalam Hematologi Onkologi Medik Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr.Wulyo Rajabto, Sp.PD KHOM menegaskan dengan kemajuan pengobatan kanker saat ini seperti obat-obatan imunoterapi dan terapi target, pasien kanker prostat stadium lanjut bisa mendapatkan hasil pengobatan yang optimal.

    Untuk deteksi dini hingga biopsi, Mayapada Hospital menggunakan Teknik Biopsi Fusion MRI atau Robotic Biopsi yang mampu meningkatkan akurasi dari hasil biopsi. Operasi radikal pengangkatan total prostat juga sudah menggunakan teknik minimal invasive (minim sayatan) atau laparoskopi (laparoscopic radical prostatectomy).

    Tak hanya itu, Mayapada Hospital memiliki mesin terapi radiasi atau radioterapi golongan tercanggih yang dapat memberikan hasil dengan risiko minimal. Adapun terapi hormonal yang bisa dilakukan bagi siapa saja yang ingin melakukannya.

    Informasi penanganan kanker prostat yang advanced dan menyeluruh di Oncology Center Mayapada dapat diketahui melalui aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital di fitur Health Articles & Tips, termasuk informasi terkini seputar promo layanan di Mayapada Hospital.

    Aplikasi MyCare juga memudahkan pasien mengakses layanan di Mayapada Hospital. Layanan yang dapat diakses melalui aplikasi MyCare adalah penjadwalan sesi konsultasi dokter secara langsung maupun virtual, dan memperoleh nomor antrean lebih awal dengan transaksi layanan melalui berbagai metode pembayaran yang terhubung di MyCare.

    Download MyCare di Google Play Store dan App Store untuk mendapat kemudahan akses layanan dan akan ada reward point bagi pengguna yang baru pertama kali registrasi di MyCare. Reward point dapat dipakai untuk potongan harga layanan di Mayapada Hospital.

    (prf/ega)

  • Adu Outfit di Kelas Pound Fit

    Adu Outfit di Kelas Pound Fit

    Jakarta

    Olahraga pound fit belakangan memiliki banyak penggemar, baik para laki-laki maupun perempuan. Selain menawarkan manfaat kesehatan, aktivitas fisik ini juga memiliki keunikan tersendiri yakni bisa mengekspresikan diri dengan pilihan outfit terbaik.

    Di sisi lain, padu-padan outfit terbaik saat mengikuti kelas pound fit ternyata jadi bahan cibiran bagi para haters. Tidak sedikit yang menilai olahraga pound fit hanya sekadar ajang ‘adu outfit’.

    Merespons hal ini, salah seorang instruktur pound fit di Jakarta, Andini Fira (25), mengatakan memang banyak penggemar pound fit, terutama yang wanita, datang mengenakan outfit ‘kece’.

    “Kalau outfit kece banyak ya, tapi itu kan bukan sebuah keharusan. Kalau lihat di olahraga lain banyak kok pesertanya yang suka mix and match baju,” kata Andini saat ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2024).

    “For fun juga ya, biar nggak monoton dan seru-seruan aja. Namanya juga, kalau perempuan kebanyakan pengen dong bergaya,” sambungnya.

    Selain itu, Andini mengatakan dalam sesi kelas pound fit biasanya memang disepakati untuk datang dengan mengenakan dress code tertentu. Kembali lagi, menurut Andini hal ini bertujuan untuk membuat kelas olahraga menjadi lebih seru.

    “Misalnya tema (hari ini) pantai gitu, jadi bisa pakai outfit bertema pantai, tapi buat yang mau aja. Lalu misalnya kalau ada outfit heboh gitu, sebenarnya kalau ada event aja sih,” kata Andini.

    “Misal event 17-an atau halloween, itu sekali doang nih yaudah kami all out. Cuman, kalau (kelas) regulernya, ya (pakaiannya) santai aja. Aku aja cuma pakai baju olahraga biasa,” lanjut dia.

    Andini yang telah menggeluti dunia pound fit sejak 2019 ini menyarankan untuk mereka yang mau mengikuti kelas agar mengenakan pakaian yang dianggap nyaman bagi diri sendiri. Pasalnya, menurut Andini setiap orang memiliki jenis pakaian nyaman yang mungkin berbeda-beda.

    “Balik ke orang masing-masing ya nyamannya gimana. Mau pakai kaos dan legging juga nggak papa, mau pakai rok it’s okay,” tutupnya.

    (dpy/up)

  • Deteksi Dini Kanker Usus dengan Virtual Colonoscopy, Apa Itu?

    Deteksi Dini Kanker Usus dengan Virtual Colonoscopy, Apa Itu?

    Jakarta – Gaya hidup modern, seperti pola makan tak sehat dan kurang beraktivitas fisik, diam-diam meningkatkan risiko penyakit serius seperti kanker usus besar. Tidak hanya orang dewasa di atas 45 tahun, kini kanker usus besar semakin sering ditemukan pada usia yang lebih muda, seiring dengan pola hidup tidak sehat yang diadopsi banyak orang.

    Menurut data Globocan 2022, angka kejadian kanker usus besar di Indonesia mencapai 23.805 kasus dengan persentase 5,85%, menempatkannya sebagai kanker ke-5 terbanyak pada pria dan wanita. Kanker ini dikenal sebagai ‘silent cancer’ karena sering kali tidak menimbulkan gejala hingga memasuki stadium lanjut.

    Pada laporannya, United States Preventive Services Task Force (USPSTF) pun telah menurunkan usia ideal skrining kanker kolorektal menjadi 45 tahun. Itu artinya, semua orang dengan risiko kanker kolorektal perlu melakukan skrining mulai usia 45 tahun bahkan lebih muda jika memiliki faktor risiko.

    Dokter Spesialis Bedah Digestif dari Mayapada Hospital Bandung, Dr. dr. Reno Rudiman, MSc, Sp.B Subsp. BD (K), FICS, FCSI, menekankan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker usus besar. Namun, banyak orang enggan melakukan pemeriksaan karena merasa tidak nyaman atau malu.

    “Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker usus besar,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/12/2024).

    Selain itu, menurutnya pemeriksaan kolonoskopi konvensional saat ini merupakan metode yang dianggap paling akurat untuk skrining kanker usus besar. Kolonoskopi menggunakan alat endoskopi yang dimasukkan ke dalam usus besar melalui rektum.

    Dengan cara ini, dokter bisa mendeteksi dan menghilangkan polip atau kelainan pada usus besar dalam satu kali prosedur. Namun, tidak semua orang merasa nyaman dengan metode kolonoskopi konvensional.

    Demi menjawab kebutuhan tersebut, saat ini ada teknologi alternatif yang lebih nyaman, yaitu Virtual Colonoscopy. Metode ini melakukan pemeriksaan non-invasive yang menawarkan kenyamanan tanpa mengurangi akurasi.

    Dokter Spesialis Bedah Digestif (Pencernaan) di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Rofi Yuldi Saunar, Sp.B. Subsp. BD (K) menjelaskan bahwa Virtual Colonoscopy menjadi salah satu solusi alternatif yang lebih nyaman dan aman bagi pasien yang ingin melakukan deteksi dini kanker usus besar.

    “Virtual Colonoscopy menggunakan sinar-X dosis rendah untuk membuat gambaran 3D dari bagian dalam usus besar dan rektum, sehingga dokter dapat melihat apakah ada polip, ulkus, atau kanker,” ujarnya.

    Dengan teknologi ini, dokter dapat melihat dengan jelas jika ada polip, ulkus, atau tanda-tanda kanker. Prosesnya sederhana dan cepat, hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit.

    Adapun untuk persiapannya, pasien hanya perlu mengonsumsi cairan barium untuk membersihkan usus, lalu berbaring di atas meja CT scanner selama beberapa menit. Tidak ada alat yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga rasa tidak nyaman pun diminimalkan.

    American Cancer Society (ACS) juga merekomendasikan Virtual Colonoscopy sebagai opsi deteksi dini bagi mereka yang berisiko kanker usus besar, terutama untuk individu mulai usia 45 tahun. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk rutin dilakukan setiap lima tahun sekali.

    Bagi mereka yang termasuk kelompok berisiko tinggi terhadap kanker kolorektal, konsultasi ke dokter menjadi langkah penting untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang diperlukan jika terdapat indikasi kanker.

    Sebagai informasi, deteksi dini kanker kolorektal kini dapat dilakukan di Gastrohepatology Center Mayapada Hospital, yang menyediakan layanan komprehensif dan berstandar internasional, mulai dari skrining, diagnosis, hingga tindakan pembedahan. Didukung oleh tim dokter multidisiplin dan fasilitas terbaru, pusat ini menawarkan prosedur canggih seperti Virtual Colonoscopy.

    Jika terdeteksi adanya kanker usus besar, Oncology Center Mayapada Hospital menyediakan perawatan yang didedikasikan khusus untuk kasus kanker. Dengan pendekatan one-stop-service, layanan ini didukung oleh Tumor Board berstandar internasional, memastikan pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan mutakhir, serta didukung layanan Patient Navigator yang terdiri dari tim dokter dan perawat yang siap mendampingi pasien dalam menjalani seluruh proses perawatan.

    Konsultasi bersama dokter terkait masalah pencernaan dan penanganan kanker yang tepat di Gastrohepatology Center dan Oncology Center Mayapada Hospital dapat dilakukan melalui aplikasi MyCare milk Mayapada Hospital.

    Dengan MyCare, pasien dapat melihat jadwal praktik dokter dan melakukan penjadwalan sesi konsultasi dokter dengan mudah, karena pasien dapat memperoleh nomor antrean lebih awal dan kemudahan transaksi layanan di berbagai metode pembayaran di MyCare.

    Tips kesehatan dan informasi promo layanan di Mayapada Hospital dapat ditemui di MyCare melalui fitur Health Articles & Tips. Karena itu, unduh MyCare di Google Play Store dan App Store dan dapatkan reward point saat registrasi awal MyCare yang bisa digunakan untuk potongan harga layanan Mayapada Hospital.

    (prf/ega)

  • Penampakan Darah Wanita Berubah gegara Efek Obat, Darahnya ‘Literally’ Biru!

    Penampakan Darah Wanita Berubah gegara Efek Obat, Darahnya ‘Literally’ Biru!

    Jakarta

    Seorang wanita berusia 25 tahun yang tak disebutkan namanya mengalami kondisi tak biasa lantaran darahnya berubah warna menjadi biru. Hal itu bukan karena dia keturunan bangsawan, melainkan akibat dari reaksi obat sakit gigi yang digunakannya.

    Wanita asal Providence, Rhode Island, AS, itu awalnya mengeluhkan gejala seperti sesak napas, kelelahan, merasa lemah, hingga wajahnya membiru. Pemeriksaan menunjukkan bahwa warna darahnya ternyata tak lagi merah.

    Kasus tersebut dilaporkan oleh seorang dokter bernama Otis Warren dan Benjamin Blackwood, dan dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada 19 September 2019.

    Dalam catatannya, mereka menyatakan bahwa kulit pasien berubah karena darah tidak teroksigenasi dengan baik. Pasien mereka digambarkan mengalami sianotik, istilah klinis untuk kondisi biru.

    Warren dan Blackwood menghubungkan kondisi darah biru dengan zat bius yang digunakan pasien, yang mematikan ujung saraf di kulit.

    “Dia melaporkan telah menggunakan benzocaine topikal dalam jumlah besar pada malam sebelumnya untuk mengatasi sakit gigi,” tulis kedua penulis tersebut, dikutip CNN.

    Warren, seorang dokter pengobatan darurat di Rumah Sakit Miriam di Providence, mengatakan kepada CNN bahwa ia sebelumnya pernah memiliki pengalaman melihat pasien dengan darah biru ketika sedang menyelesaikan residensinya. Jadi dia segera bisa mengidentifikasi kondisi wanita itu.

    “Ini adalah salah satu kasus langka yang kami pelajari, diteliti, dites, tetapi jarang terlihat,” katanya.

    Kasus Langka Darah Berubah Warna Jadi Biru usai Tenggak Obat Sakit Gigi Foto: New England Journal of MedicinePenyebab Darah Biru Pasien

    Pasien tersebut didiagnosis dengan methemoglobinemia, yang terjadi saat sel darah merah mengandung methemoglobin, suatu bentuk hemoglobin yang tidak dapat membawa oksigen ke jaringan.

    “Jadi kadar oksigen sebenarnya cukup tinggi dalam darah, tetapi tercatat rendah,” kata Warren, dikutip dari NY Post.

    Warren menjelaskan bahwa benzocaine merupakan pengoksidasi zat besi di dalam darah. Hal itu mengubah struktur molekulnya sehingga memiliki afinitas yang sangat tinggi terhadap oksigen. Untuk mengatasi kasus tersebut, pasien diberikan obat penawar bernama methylene blue yang bisa menormalkan struktur zat besi, sehingga tubuh teroksigenasi dengan baik.

    Warren sendiri tidak tahu penyebab mengapa beberapa orang bisa mengalami fenomena tersebut. Ada kemungkinan, hal itu terjadi secara genetik, namun dokter percaya masalah tersebut bisa terpicu akibat penggunaan obat secara berlebihan.

    Dalam laporannya, Warren juga tidak tahu seberapa banyak benzocaine yang dikonsumsi pasien. Namun, pengakuan wanita itu, dirinya tidak menghabiskan sampai satu botol.

    “Di bidang saya, kedokteran darurat, ketika Anda dapat menyembuhkan pasien dengan satu penawar racun-itu merupakan hal yang langka bagi kami,” katanya.

    Kondisi Pasien Setelah Dapat Pengobatan

    Pasien Warren pulih setelah dua dosis metilen biru dan menginap semalam di rumah sakit. Namun, ketika kadar darah yang bermutasi meningkat 50 persen atau lebih tinggi, pasien dapat mengalami koma atau mengalami komplikasi jantung dan otak akibat kurangnya darah ke jaringan.

    “Jumlah di atas 60 persen dapat menyebabkan kematian, katanya.

    Warren juga mengingatkan meskipun efek sampingnya jarang terjadi, hal itu memerlukan peringatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang memperingatkan agar tidak menggunakannya pada anak-anak di bawah usia 2 tahun, yang terkadang mengonsumsi obat tersebut untuk meredakan nyeri tumbuh gigi.

    (suc/kna)

  • Solusi Atasi Kanker Tulang Tanpa Amputasi di Mayapada Hospital

    Solusi Atasi Kanker Tulang Tanpa Amputasi di Mayapada Hospital

    Jakarta

    Sering merasakan nyeri tulang atau menemukan benjolan di sekitar sendi? Kondisi ini sering diabaikan dan dianggap sebagai efek benturan semata. Padahal, bisa jadi itu pertanda awal kanker tulang yang harus diwaspadai.

    “Kanker tulang bisa diawali dengan rasa nyeri yang bersifat progresif, baik intensitas bertambah berat atau semakin sering, dan cenderung memburuk di malam hari. Munculnya benjolan yang semakin membesar dengan cepat, dalam hitungan mingguan hingga bulanan,” jelas Spesialis Ortopedi Konsultan Onkologi dan Rekonstruksi dari Mayapada Hospital Tangerang dr Iwan Setiawan, SpOT (K).

    Pada beberapa kasus dapat terjadi nyeri mendadak pada anggota gerak yang disebabkan adanya patah tulang secara mendadak tanpa didahului benturan atau dengan energi rendah, akibat tulang yang mengandung sel kanker semakin rapuh. Selain itu pasien juga dapat mengeluhkan mudah lelah, penurunan berat badan tanpa disertai sebab yang jelas, dan penurunan nafsu makan.

    “Secara definitif, kanker tulang merupakan jenis kanker yang ditandai oleh pertumbuhan sel-sel abnormal dalam tulang. Berdasarkan sumber asalnya, kanker tulang terbagi menjadi dua, yakni kanker tulang primer dan sekunder,” jelas dr Iwan.

    Kanker tulang primer berasal dari sel-sel di dalam tulang sendiri yang tumbuh di luar kendali, jenis yang sering terjadi ialah osteosarcoma yang terjadi pada tulang panjang di dekat persendian, seperti lutut, pinggul, dan bahu. Kondisi ini sering dialami oleh anak-anak dan remaja, serta usia paruh baya. Sedangkan, kanker tulang sekunder disebabkan oleh sel kanker dari organ lain yang menyebar ke tulang (metastasis), seperti kanker payudara, prostat, paru-paru, ginjal, tiroid, ovarium, dan lainnya, yang sering terjadi pada usia di atas 45 tahun dengan riwayat kanker di organ lain.

    Spesialis Ortopedi Konsultan Onkologi dan Rekonstruksi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr M Rizqi Adhi Primaputra, SpOT (K) menjelaskan penyebab pasti kanker tulang masih belum diketahui hingga saat ini, namun ada faktor risiko yang memicu kanker tulang, seperti adanya kelainan genetik, riwayat kanker dalam keluarga, atau penyakit tulang tertentu seperti penyakit Paget. Untuk memastikan kanker tulang ini, diperlukan pemeriksaan meliputi pencitraan dan biopsi.

    Pemeriksaan pencitraan dilakukan untuk menentukan lokasi, ukuran, dan penyebaran dari kanker tulang, antara lain bisa dengan rontgen, CT scan, MRI, PET scan, dan Bone scan.

    Sementara pemeriksaan biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan kanker, baik melalui jarum (core biopsy) maupun dengan sayatan operasi (open biopsy), guna memastikan jenis dari sel kanker.

    “Apabila dari hasil pemeriksaan sudah dipastikan bahwa diagnosisnya adalah kanker tulang, maka langkah berikut yang perlu dilakukan adalah menentukan stadium dari kanker tulang,” ujar dr Rizqi.

    Dokter juga akan mempertimbangkan faktor lokasi kanker, ukuran, seberapa cepat kanker berkembang, jumlah tulang dan area yang terdampak, dan apakah kanker sudah menyebar (metastasis) ke paru dan atau kelenjar getah bening serta area tubuh lain. Dengan tingkat stadium yang telah ditentukan, maka dokter segera merancang rencana penanganan yang tepat.

    Menurut Spesialis Ortopedi Konsultan Onkologi dan Rekonstruksi Mayapada Hospital Surabaya dr M Hardian Basuki, SpOT (K), penanganan kanker tulang terdiri dari 3 metode pengobatan, yaitu terapi sistemik (kemoterapi / terapi target), radioterapi (terapi sinar), dan pembedahan. dr Hardian menyebut terapi sistemik dapat berupa kemoterapi atau terapi target, biasanya dilakukan sebelum dan setelah pembedahan untuk mencegah penyebaran tumor dan merusak sel kanker tulang itu sendiri.

    Sementara radioterapi pada kanker tulang primer sedikit penggunaannya, dilakukan setelah pembedahan bila hasil operasi tidak bisa mengangkat seluruh jaringan kanker, atau pada kasus kanker tulang yang terlalu besar dan tidak mungkin dilakukan tindakan pembedahan. Tetapi pada kanker tulang sekunder, radioterapi mempunyai peran yang signifikan untuk mengurangi penyebaran secara lokal dan untuk mengurangi nyeri.

    “Sementara tindakan pembedahan pada kanker tulang merupakan prosedur utama yang bertujuan untuk membuang jaringan kanker seluruhnya atau sebanyak-banyaknya,” ujar dr Hardian.

    Terdapat dua jenis pembedahan. Pertama, limb ablation atau amputasi yang mengangkat semua tulang yang terkena kanker beserta anggota gerak (lengan atau kaki).

    Kedua, limb salvage surgery untuk mengangkat jaringan kanker tanpa harus mengorbankan sisa anggota gerak yang tidak terkena tumor.

    “Pada limb salvage surgery, kanker pada tulang diangkat dan kemudian dilakukan rekonstruksi pada tulang sehingga tidak perlu dilakukan amputasi,” kata dr Hardian.

    Rekonstruksi pada tulang dilakukan menggunakan implan (mega prosthesis) atau dilakukan rekonstruksi biologis dengan berbagai metode. Selain lebih baik secara penampilan, pada limb salvage surgery fungsi tungkai pasien juga dipertahankan sehingga pasien dapat tetap melakukan aktivitas menggunakan tungkainya seperti biasa dan kualitas hidupnya dapat dipertahankan secara maksimal dibandingkan amputasi.

    Namun, limb salvage surgery hanya dapat dilakukan pada kondisi dimana tumor belum menyebar, pembuluh darah dan saraf utama masih terbebas dari sel tumor, dan sebagian besar jaringan otot masih dapat diselamatkan. Oleh karena itu, saat gejala kanker muncul segera konsultasi ke dokter spesialis onkologi seperti yang ada di Oncology Center Mayapada Hospital, pelayanan komprehensif berstandar internasional untuk menangani kanker mulai dari pencegahan, diagnosis, pengobatan, hingga perawatan pasca-pengobatan kanker.

    Oncology Center Mayapada Hospital dilengkapi dengan Tumor Board yang aktif memberikan rencana perawatan kanker yang efektif, dan tim Patient Navigator yang terdiri dari tim medis berpengalaman untuk mendampingi pasien dalam menjalani setiap langkah perawatan. Konsultasi bersama dokter di Oncology Center Mayapada Hospital dapat dilakukan via aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital, untuk akses cepat mendapat nomor antrean lebih awal dan transaksi layanan yang praktis melalui berbagai metode pembayaran.

    Berbagai tips kesehatan terkini serta informasi promo layanan di Mayapada Hospital dapat Anda temui di aplikasi MyCare dalam fitur Health Articles & Tips. Unduh aplikasi MyCare di Google Play Store dan App Store untuk mendapat reward point saat registrasi pertama di MyCare, yang bisa digunakan untuk mendapat potongan harga layanan di Mayapada Hospital.

    (hnu/ega)

  • Dokter Curhat Kena Kanker Paru Stadium 4 Padahal Tak Merokok, Inikah Pemicunya?

    Dokter Curhat Kena Kanker Paru Stadium 4 Padahal Tak Merokok, Inikah Pemicunya?

    Jakarta

    Seorang dokter dan peneliti di Standford University membagikan kisahnya berjuang melawan kanker paru stadium 4. Dia mengaku kaget saat mengetahui kena kanker paru padahal bukan perokok.

    “Kanker ini tidak menimbulkan gejala sampai sudah cukup lanjut. Dan jika seseorang pergi ke dokter perawatan primer dan berkata, ‘Saya batuk,’ bisa jadi ada sejuta hal lain selain kanker paru-paru,” kata Dr Bryant Lin dikutip dari laman Standford University.

    Dalam beberapa dekade terakhir, angka kejadian kanker paru-paru di kalangan mereka yang tidak pernah merokok dibandingkan dengan mereka yang bukan perokok yang pernah merokok telah meningkat secara dramatis.

    Meskipun merokok merupakan penyebab sebagian besar kasus kanker paru-paru, kanker paru-paru di antara mereka yang tidak pernah merokok saat ini merupakan penyebab kematian terkait kanker kelima yang paling umum di seluruh dunia, menurut sebuah penelitian tahun 2023 yang diterbitkan dalam National Review of Clinical Oncology.

    Penelitian telah menunjukkan bahwa dua kelompok orang yang tidak pernah merokok sangat rentan terhadap kanker paru-paru: perempuan dan orang Asia. Secara statistik, perempuan yang tidak pernah merokok dua kali lebih mungkin terkena kanker paru-paru dibandingkan laki-laki yang tidak pernah merokok.

    Meskipun faktor lingkungan berperan besar dalam hal ini, faktor genetik tertentu mungkin mempermudah terjadinya perubahan DNA.

    Hal ini dibuktikan dengan kanker paru-paru pada perokok memiliki mutasi genetik yang berbeda dengan kanker paru-paru pada bukan perokok. Hal ini termasuk mutasi EGFR, Ki-67, dan HTERT yang umumnya terlihat pada perokok, serta mutasi p-AKT dan p27 yang umum terjadi pada mereka yang tidak pernah merokok.1

    Tampaknya juga terdapat perbedaan dalam cara mutasi penyebab kanker berkembang.

    Bagi mereka yang tidak pernah merokok, sebagian besar mutasi ini mungkin sudah ada sejak lahir. Oleh karena itu, diperlukan lebih sedikit mutasi yang didapat agar sel dapat berubah menjadi ganas. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa orang yang tidak pernah merokok cenderung terkena kanker paru-paru pada usia lebih dini dibandingkan perokok.

    (kna/kna)

  • Video: Dear Ortu, Ngobrol Sama Anak Itu Penting Lho!

    Video: Dear Ortu, Ngobrol Sama Anak Itu Penting Lho!

    Video: Dear Ortu, Ngobrol Sama Anak Itu Penting Lho!

  • AS Lagi-lagi Sebut Pandemi COVID-19 Dipicu Kebocoran Lab di Wuhan

    AS Lagi-lagi Sebut Pandemi COVID-19 Dipicu Kebocoran Lab di Wuhan

    Jakarta

    Sebuah komite Kongres Amerika Serikat (AS) telah mendukung teori bahwa kebocoran laboratorium menyebabkan pandemi COVID-19.

    Dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Senin, Subkomite Terpilih DPR yang dikendalikan Partai Republik mengenai Krisis Virus Corona telah menyimpulkan bahwa virus corona kemungkinan muncul karena kecelakaan laboratorium atau penelitian yang terkait.

    Laporan setebal 520 halaman, yang pembuatannya memakan waktu dua tahun, mengkaji respons tingkat federal dan negara bagian terhadap pandemi, serta asal-usul dan upaya vaksinasi.

    “Karya ini akan membantu Amerika Serikat, dan dunia, memprediksi pandemi berikutnya, mempersiapkan diri menghadapi pandemi berikutnya, melindungi diri kita dari pandemi berikutnya, dan mudah-mudahan mencegah pandemi berikutnya,” kata Brad Wenstrup, ketua panel dari Partai Republik, dalam suratnya kepada Kongres, dikutip dari Aljazeera.

    Di antara kesimpulan utama laporan tersebut adalah bahwa Institut Kesehatan Nasional AS mendanai penelitian “perolehan fungsi” yang kontroversial, yang meningkatkan virus untuk menemukan cara memeranginya di Institut Virologi Wuhan di China sebelum wabah terjadi.

    Kasus COVID-19 pertama kali teridentifikasi di Wuhan, yang terletak di provinsi Hubei, China bagian tengah pada bulan Desember 2019. Kota tersebut diyakini sebagai tempat pertama virus tersebut muncul.

    Virus ini dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, menewaskan lebih dari 7 juta orang dan menciptakan kekacauan dalam ekonomi global karena banyak negara menutup perbatasan dan memerintahkan karantina wilayah.

    Sementara badan-badan federal AS, Organisasi Kesehatan Dunia, dan ilmuwan di seluruh dunia telah berupaya menentukan asal-usul COVID-19, belum ada konsensus yang muncul.

    Banyak peneliti meyakini virus tersebut berasal dari zoonosis, menyebar dari hewan ke manusia, dan mungkin ditularkan di pasar basah di Wuhan.

    Namun, Kementerian Energi AS menilai dalam laporan intelijen tahun lalu bahwa virus tersebut kemungkinan besar bocor dari laboratorium.

    Temuan departemen tersebut selaras dengan temuan Biro Investigasi Federal, yang mengatakan pada tahun 2021 kemungkinan bahwa virus tersebut kemungkinan menyebar setelah kesalahan laboratorium.

    Komite DPR yakin dengan teori kebocoran laboratorium setelah bertemu 25 kali selama dua tahun terakhir, melakukan lebih dari 30 wawancara yang ditranskripsi dan meninjau lebih dari satu juta halaman dokumen.

    (suc/suc)

  • Kandungan Berbahaya yang Ditemukan BPOM di 55 Kosmetik, Picu Kanker-Kerusakan Hati

    Kandungan Berbahaya yang Ditemukan BPOM di 55 Kosmetik, Picu Kanker-Kerusakan Hati

    Berikut nama kosmetik yang mengandung kandungan berbahaya.

    1. AEF BEAUTY BY ANITA PUTRA TAMA Day Series
    Mengandung: Merkuri

    2 AEF BEAUTY BY ANITA PUTRI TAMA Night Series
    Mengandung: Merkuri

    3 AEF BEAUTY BY ANITA PUTRI TAMA Face Toner
    Mengandung: Hidrokinon dan Asam retinoat

    4. AMIGLOW Night Series
    Mengandung: Merkuri

    5. BOOSTER UP Dazzling Lumina Night Cream
    Mengandung: Hidrokuinon
    Produk tidak terdaftar di BPOM

    6. BYOUT SKINCARE Cream Glowing
    Mengandung: Hidrokinon dan asam retinoat
    Nomor Izin edar sudah tidak berlaku

    7. BYOUT SKINCARE Cream Glowing 2
    Mengandung: Hidrokinon dan asam retinoat
    Nomor izin edar sudah tidak
    berlaku

    8. DINDA SKIN CARE All Day and Night Series
    Mengandung: Merkuri

    9. DINDA SKIN CARE Bibit Lotion Thai
    Mengandung: Merkuri

    10. EBY Whitening Booster
    Mengandung: Merkuri

    11. F3 GLOWING Cream Malam
    Mengandung: Merkuri
    Nomor izin edar dibatalkan

    12. F3 GLOWING Cream Siang
    Mengandung: Merkuri

    13. FOUR BEAUTY All In One Day & Night Series
    Mengandung: Merkuri

    14. HK BEAUTY GLOW Body Lotion
    Mengandung: Merkuri

    15 LEA GLORIA Day by Day Face Mask Mud Exclusive
    Mengandung: Merkuri

    16. MAMZI SKINCARE BY MAMA ZIO Cream Booster
    Mengandung: Hidrokuinon

    17. MAXIE Glowing Night Cream
    Mengandung: Hidrokuinon dan sam retinoat

    18. MAXIE Brightening Series Sunscreen Cream
    Mengandung: Merkuri

    19 MK GLOW Serum Crystal Ultimate
    Mengandung: Merkuri

    20 NBS NONI BEAUTY SKIN Extra Glow Night Cream
    Mengandung: hidrokinon dan asam retinoat

    21. NEW WSP Brightening Night Cream
    Mengandung: Merkuri

    22 NRL Cosmetic Premium Day Cream
    Mengandung: Hidrokuinon
    Tidak terdaftar di BPOM RI

    23 NRL Cosmetic Premium Night Cream
    Mengandung: Hidrokinon

    24 RATU GLOW Night Cream Whitening
    Mengandung: Asam retinoat dan hidrokinon

    25 RATU GLOW Glowing Night Cream Acne
    Mengandung: Asam retinoat Produk tidak
    terdaftar di BPOM

    26. RATU GLOW Acne Night Cream Plus
    Mengandung: Asam retinoat

    27. RATU GLOW Whitening Night Cream
    Mengandung: Asam retinoat

    28 RK GLOW Beauty Lotion Booster
    Mengandung: Merkuri

    29 R&D GLOW Fresh Toner
    Mengandung: asam retinoat

    30 R&D GLOW Night Cream
    Mengandung: Merkuri

    31 R&D GLOW Day Cream
    Mengandung: Merkuri

    32 SBC Night Cream Glowing Shining
    Mengandung: Hidrokinon dan asam retinoat

    33 SCI BEAUTY Night Cream Pelicin
    Mengandung: Hidrokinon dan asam retinoat

    34 SYB Body Scrub NA18180706653 JJ Top Cosmindo Jaya,
    Mengandung: Hidrokinon

    35 Whitening Night Cream (dalam paket NezzMG Cosmetics)

    Mengandung: Hidrokinn

    36. DR PURE Moisten Skin Cream Night Cream
    Mengandung: Asam retinoat

    37. ELCY BEAUTY Ultimate Night Cream
    Mengandung: Asam retinoat

    38. GLOWINGIN Whitening Night Cream
    Mengandung: Asam retinoat

    39. MIRA HAYATI COSMETIC Toner
    Mengandung: Asam retinoat

    40. STARLITE Night Cream Brightening
    Mengandung: Asam retinoat N

    41. UMI BEAUTY CARE Brightening Cream
    Mengandung: Asam retinoat

    42. CASANDRA Eye Brow Pencil (Brown)
    Mengandung: Timbal

    43. LA MEI LA Eye Shadow 01
    Mengandung: Pewarna merah K3

    44. LA MEI LA Eye Shadow 03
    Mengandung: Pewarna merah K3

    45. MILA Color Fresh Lemon 10 Colors
    Mengandung: Pewarna merah K10 dan timbal

    46. PINKFLASH Pro Touch Eyeshadow Palette PF E15 – #02
    Mengandung: Pewarna merah K3 dan pewarna merah K10
    Nomor izin edar dibatalkan

    47. PINKFLASH L01 Lasting Matte Lipcream R04
    Mengandung: Pewarna merah K3
    Nomor izin edar sudah tidak berlaku

    48. PINKFLASH Multi Face Pallet PF-M02 – #01
    Mengandung: Pewarna acid, orange 7

    49. SHERBY’S Lip Gloss
    Mengandung: Pewarna merah K10

    50. SHERBY’S Lip Gloss 05
    Mengandung: Pewarna merah K10

    51. SHERBY’S Makeup Kit A-size 26 Colors With
    Metal Button (18 Eyeshadow Powder, 2 Blusher, 2 Eyebrow
    Powder, 1 Powder, 3 Lipsticks)
    Mengandung: Pewarna Merah K10

    52. SHERBY’S 9 Colors Eyeshadow and Blush On Set 03 (Blush On)
    Mengandung: Timbal

    53. SHERBY’S 2-Side Colors Blush On 03
    Mengandung: Timbal

    54. SHERBY’S Make Up Kit Dramaqueen
    Mengandung: Timbal

    55. SHERBY’S Make Up
    Kit Brilliant: Pewarna Merah K3, Pewarna Merah K10

    (suc/kna)

  • Viral Darah Wanita Berubah Jadi Biru Pasca Pakai Obat Sakit Gigi, Kok Bisa?

    Viral Darah Wanita Berubah Jadi Biru Pasca Pakai Obat Sakit Gigi, Kok Bisa?

    Jakarta

    Aneh tapi nyata, wanita 25 tahun asal Providence, Rhode Island, AS, memiliki darah berwarna biru dan bukan merah seperti pada umumnya. Hal ini diketahui setelah dirinya dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) lantaran mengeluhkan gejala berupa lemah, kelelahan, sesak napas, dan gejala yang tak biasa setiap hari.

    Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa darah wanita tersebut berwarna biru. Laporan CNN menyebutkan bahwa Drs Otis Warren dan Benjamin Blackwood menulis tentang kasus ini dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine pada Kamis 19 September 2019.

    Pasien mereka digambarkan mengalami sianotik, istilah klinis untuk kondisi biru. Mereka menghubungkan darah birunya dengan zat mati rasa yang digunakan wanita itu, yang mematikan ujung saraf di kulit.

    “Dia melaporkan telah menggunakan sejumlah besar benzocaine topikal pada malam sebelumnya untuk sakit gigi,” tulis dua rekan penulis.

    Warren, seorang dokter pengobatan darurat di Rumah Sakit Miriam di Providence, mengatakan kepada CNN bahwa ia pernah melihat satu pasien dengan darah biru, ketika sedang menyelesaikan residensinya. Jadi dia segera bisa mengidentifikasi kondisi wanita itu.

    “Ini adalah salah satu kasus langka yang kami pelajari, diteliti, dites, tetapi jarang terlihat,” katanya kepada CNN.

    Apa yang Jadi Pemicunya?

    Warren mendiagnosis wanita itu dengan methemoglobinemia, suatu reaksi yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu yang menghentikan darah membawa oksigen ke jaringan.

    “Darah yang kaya oksigen biasanya dikaitkan dengan warna merah cerah. Tetapi meskipun darah tampak biru pada pasien dengan methemoglobinemia, kadar oksigen sebenarnya cukup tinggi,” kata Warren.

    Pada kasus ini darah secara ‘egois’ mengikat oksigen dan tidak melepaskannya ke jaringan yang membutuhkannya. Hal itulah yang menyebabkan perubahan warna darah menjadi biru.

    “Sangat tepat bahwa penawarnya juga berwarna biru cemerlang. Metilen biru mengembalikan elektron yang hilang ke molekul hemoglobin yang memulihkan kadar oksigen dan membantu melepaskan oksigen kembali ke jaringan,” katanya.

    “Di bidang saya, kedokteran darurat, ketika Anda dapat menyembuhkan pasien dengan satu penawar racun-itu merupakan hal yang langka bagi kami,” katanya.

    (suc/suc)