Category: Detik.com Kesehatan

  • Awal Mula Viral Wanita Semarang Divonis Kanker Serviks, Ketahuan gegara Ini

    Awal Mula Viral Wanita Semarang Divonis Kanker Serviks, Ketahuan gegara Ini

    Jakarta

    Viral di media sosial TikTok sebuah cerita seorang wanita yang divonis mengidap kanker serviks di usia yang terbilang muda, yakni 33 tahun. Wanita bernama Dian Kartika yang berasal dari Semarang, Jawa tengah tersebut awalnya mengeluhkan beberapa gejala sebelum dirinya mengetahui ada sel ganas di tubuhnya.

    Dari penelusuran detikcom pada Rabu (4/12/2024), video yang diunggah Dian di TikTok terkait awal mula dirinya divonis kanker serviks telah ditonton lebih dari 874 ribu kali.

    Kepada detikcom, Dian bercerita bahwa dirinya divonis kanker serviks pada pertengahan Februari 2024. Gejala awal dari penyakit ini, tutur Dian mulai muncul pada November 2023.

    Gejala awal yang dia rasakan adalah munculnya keputihan yang tidak normal. Cairan yang muncul, lanjut Dian cukup banyak dan kadang berbau. Selain itu, dirinya juga merasakan adanya tanda lain seperti demam, diare, berat badan menurun, hingga mudah lelah.

    “Aku awalnya keputihan dulu, abnormal. Kalau keputihan buat cewek kan ya wajar ya, normal. Awalnya aku nggak ‘ngeh’, tapi makin hari kok intensitas keluarnya itu banyak. Makin hari makin banyak,” tutur Dian saat bercerita pada detikcom, Selasa (3/12/2024).

    “Keputihannya kadang berbau. Baunya itu menusuk, bukan bau amis, bukan asem juga. Ini udah nyengat banget lah, pokoknya nggak enak. Cuman saat itu saya nggak ngerasa gatal,” lanjut dia.

    Dian melanjutkan bahwa cairan keputihan tersebut mirip seperti air kencing. Namun, baunya cukup tajam, bahkan saat dirinya beraktivitas.

    Tidak hanya itu, Dian juga bercerita bahwa ada gejala lain setelah keputihan, yakni adanya perdarahan di luar jadwal haidnya. Darah yang keluar, lanjut Dian teksturnya berlendir, sangat kental, seperti ada gumpalan-gumpalan, dan disertai rasa nyeri.

    “Karena nyerinya nggak ketolong, saya periksa ke rumah sakit. Terus dilakukan USG, kemudian ditemukan dua benjolan berukuran 6 cm, jadi di rahimnya sudah penuh dengan darah,” kata Dian.

    Setelah itu, Dian juga disarankan oleh dokter untuk melakukan tindakan biopsi. Hingga akhirnya dia mengetahui bahwa dia mengidap kanker serviks stadium 4.

    Apa Itu Kanker Serviks dan Gejalanya

    Dikutip dari Cleveland Clinic kanker serviks adalah kanker yang bermula di permukaan serviks. Kanker ini terjadi saat sel-sel di serviks mulai berubah menjadi sel prakanker.

    Infeksi HPV (human papillomavirus) menyebabkan hampir semua kasus kanker serviks. HPV adalah virus yang menyebar melalui hubungan seksual.

    Kanker serviks seringkali tidak menimbulkan gejala hingga mulai menyebar, sehingga skrining kesehatan rutin perlu untuk dilakukan. Namun ada beberapa gejala umum yang bisa muncul pada penyakit ini.

    Keputihan yang encer atau berdarah, jumlahnya banyak dan berbau busuk.Muncul perdarahan di vagina setelah berhubungan seksRasa nyeri di vagina saat berhubungan seksualSulit atau nyeri saat buang air kecil, terkadang disertai darah di urineDiareMudah lelah, kehilangan berat badan, dan nafsu makanSakit punggung atau pembengkakan pada kakiNyeri panggul atau perut

    (dpy/kna)

  • Penyakit Misterius Picu 143 Warga DR Kongo Tewas, Ini Gejala yang Dikeluhkan

    Penyakit Misterius Picu 143 Warga DR Kongo Tewas, Ini Gejala yang Dikeluhkan

    Jakarta

    Republik Demokratik Kongo (DRC) tengah diserang penyakit misterius yang menewaskan 143 orang. Kondisi tersebut membuat khawatir pada pejabat kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Kematian tercatat di Provinsi Kwango, di barat daya DR Kongo dan di perbatasannya dengan Angola. Pejabat setempat mengatakan para wanita dan anak-anak menjadi yang paling parah terdampak penyakit tersebut.

    Pasien yang terkena penyakit misterius tersebut mengeluhkan beberapa gejala. Tanda atau gejala yang muncul seperti flu, termasuk demam tinggi dan sakit kepala yang parah.

    Menteri Kesehatan Apollinaire Yumba mengatakan gejala lainnya yang diamati pada pasien meliputi batuk dan anemia. Yumba menyarankan penduduk untuk berhati-hati dan menahan diri dari kontak dengan mayat agar tidak terjadi kontaminasi.

    Belum Bisa Diidentifikasi

    Wakil gubernur provinsi tersebut Remi Saki dan Apollinaire Yumba mengatakan sedang mengumpulkan sampel dan melakukan analisis, untuk mengidentifikasi penyakit di balik wabah tersebut.

    “Situasinya sangat mengkhawatirkan dan jumlah korban tewas meninggal dengan cepat. Pada 25 November, dilaporkan ada 67 kematian akibat penyakit tersebut,” beber para pejabat kesehatan yang dikutip dari Daily Mail.

    Pasien yang mengidap penyakit tersebut dilaporkan meninggal di rumah mereka sendiri dan berjuang untuk mendapatkan perawatan. DRC saat ini juga tengah menghadapi wabah cacar monyet.

    Namun, sampai saat ini pejabat kesehatan setempat belum melaporkan hasil apapun dari tes tersebut. Masih belum jelas apakah pasien telah dites negatif untuk penyakit umum lainnya.

    Belum ada data yang dirilis mengenai jumlah pasien yang diduga terinfeksi atau dirawat di rumah sakit. Tidak jelas penyakit apa yang dapat menyebabkan kematian tersebut.

  • Tanda-tanda Sudah Mulai Kena Hipertensi, Termasuk Sakit Kepala

    Tanda-tanda Sudah Mulai Kena Hipertensi, Termasuk Sakit Kepala

    Jakarta

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan sebuah kondisi saat tekanan darah dalam tubuh melebihi batas normal yakni di angka 130/80 mmHg atau lebih.

    Tekanan darah tinggi merupakan salah satu kondisi yang diidap oleh banyak orang. Meskipun begitu, nyatanya hipertensi merupakan sebuah kondisi serius yang dapat memicu masalah kesehatan pada organ jantung, otak, dan ginjal.

    Hipertensi biasanya tidak menimbulkan gejala pada tubuh, oleh sebab itu kebanyakan orang mengabaikan beberapa tanda fisik yang dapat mengindikasikan seseorang mengidap komplikasi hipertensi. Dikutip dari Healthgrades, berikut merupakan daftar gejala hipertensi yang kerap diabaikan:

    1. Sakit Kepala

    Sakit kepala dapat mengindikasikan bahwa tubuh mengidap hipertensi. Waspadai terhadap sakit kepala yang muncul secara tiba-tiba, sangat menyakitkan, dan disertai berbagai gejala lainnya seperti penglihatan yang kabur, kebingungan, atau kelumpuhan pada satu sisi wajah, lengan, atau kaki.

    2. Nyeri Dada

    Tekanan darah tinggi terjadi saat darah mengalir terlalu kuat melalui arteri. Kekuatan yang berlebihan tersebut dapat merusak arteri jantung dan menimbulkan serangan jantung. Kondisi nyeri akut di dada atau punggung bagian tengah perlu diwaspadai, terlebih apabila disertai dengan kondisi sebagai berikut:

    Sesak napasBerkeringatMual atau muntahPenurunan kesadaran

    3. Kaki-Perut Bengkak

    Apabila hipertensi merusak otot jantung, maka tubuh dapat mengalami beberapa tanda gagal jantung. Selalu waspadai kondisi kaki atau tungkai yang bengkak, walaupun bengkaknya berkurang saat mengangkatnya. Tak hanya itu saja, pembengkakan atau kembung dapat terjadi di sekitar bagian tengah tubuh, khususnya saat perut terasa kencang saat disentuh.

    4. Sering Bingung

    Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan hilangnya ingatan sebab berbagai alasan. Hipertensi dapat mengganggu kemampuan organ jantung untuk mengoksidasi jaringan di seluruh tubuh, termasuk organ otak. Kadar oksigen yang rendah di organ otak dapat menyebabkan hilangnya ingatan dan menimbulkan gejala lainnya, seperti kebingungan.

    Hipertensi jangka panjang yang tidak segera diobati dapat menyebabkan hilangnya plak kolseterol menyumbat arteri kecil (dan aliran darah) di dalam otak. Salah satu kondisi tersebut dapat menyebabkan hilangnya ingatan.

    5. Perubahan Buang Air Kecil

    Nyatanya, hipertensi merupakan kondisi yang dapat memberikan dampak buruk pada organ ginjal. Apabila seseorang mengidap hipertensi, waspadai apabila tubuh menghasilkan lebih banyak atau lebih sedikit urin daripada biasanya.

    (kna/kna)

  • Terbukti Lewat Studi, Ini 5 Teh yang Ampuh Enyahkan Perut Buncit

    Terbukti Lewat Studi, Ini 5 Teh yang Ampuh Enyahkan Perut Buncit

    Jakarta

    Teh merupakan salah satu minuman yang populer di dunia karena memiliki beragam manfaat kesehatan. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh saat seseorang rutin mengonsumsi teh adalah dapat membantu menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Everyday Health, penulis buku “365 Snacks for Every Day of the Year” Sarah Koszyk, RDN mengatakan mengonsumsi teh dapat menghemat beberapa ratus kalori daripada seseorang mengonsumsi minuman berkalori tinggi lain.

    “Teh mengandung katekin, yang dapat meningkatkan metabolisme dengan merangsang tubuh untuk memecah lemak lebih cepat dan membakar lebih banyak kalori,” kata Koszyk.

    Katekin merupakan jenis senyawa tanaman dengan sifat antioksidan yang kuat. Menurut penelitian teh sangat kaya akan empat katekin yakni epicatechin (EC), epigallocatechin (EGC), epicatechin gallate (ECG), and epigallocatechin gallate (EGCG).

    Berikut adalah beberapa jenis teh yang mampu membantu menurunkan berat badan.

    1. Teh Hijau

    Teh hijau merupakan jenis teh yang ringan dan pahit. Menurut beberapa penelitian, teh jenis ini memiliki potensi untuk mendukung berat badan.

    Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa mereka yang minum dua cangkir teh hijau per hari selama lebih dari sepuluh tahun memiliki persentase lemak tubuh yang lebih rendah dan pinggang yang lebih kecil daripada mereka yang tidak minum teh hijau secara teratur.

    2. Teh Hitam

    Teh hitam merupakan sumber theaflavin yang lebih baik. Polifenol ini terbentuk saat daun teh hitam dioksidasi. Menurut tinjauan penelitian, polifenol ini dapat memberikan manfaat penurunan berat badan.

    Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa pria dan wanita yang minum tiga cangkir teh hitam bubuk per hari mengalami kenaikan berat badan yang lebih sedikit dan lingkar pinggang yang lebih ramping setelah tiga bulan dibandingkan dengan mereka yang tidak minum teh hitam.

    3. Teh Oolong

    Teh oolong mengandung campuran polifenol yang terkandung di teh hijau dan teh hitam yakni katekin (teh hijau) dan theaflavin (teh hitam). Seperti jenis teh lainnya, teh oolong juga mengandung kafein dan dapat meningkatkan penurunan berat badan.

    4. Teh Putih

    Teh putih adalah teh yang paling sedikit diolah dari semua jenis teh, sehingga membuatnya terasa ringan dan lembut. Pengolahan yang minimal juga berarti teh putih mengandung antioksidan anti-inflamasi dan EGCG pembakar lemak dalam jumlah tinggi, menjadikannya minuman yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

    5. Teh Hibiscus

    Teh ini berasal dari bunga kembang sepatu. Rasanya asam manis mirip seperti cranberry. Teh ini mengandung katekin seperti EGCG dan telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

    Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas dan mengonsumsi ekstrak kembang sepatu selama 12 minggu mengalami penurunan berat badan, indeks massa tubuh, lemak tubuh, dan rasio pinggul-pinggang.

    (dpy/kna)

  • 5 Manfaat Bercinta buat Pasutri, Nggak Cuma Puaskan Hasrat Seksual

    5 Manfaat Bercinta buat Pasutri, Nggak Cuma Puaskan Hasrat Seksual

    Jakarta

    Bercinta merupakan salah satu momentum penting di dalam sebuah hubungan rumah tangga. Bercinta tidak hanya sekadar keintiman atau kesenangan bagi pasutri saja, namun nyatanya dengan rutin bercinta juga dapat memberikan sederet manfaat kesehatan bagi tubuh.

    Rutin bercinta diketahui dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh sampai dengan meningkatkan kualitas tidur. Lantas, apa saja manfaat kesehatan yang didapatkan dengan rajin bercinta? Dikutip dari WebMD, berikut adalah informasi selengkapnya:

    1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Bercinta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi antibodi yang dapat melindungi terhadap infeksi, termasuk human papillomavirus (HPV). Sebuah studi lain pada tahun 2021 menemukan bahwa bercinta dikaitkan dengan kemampuan tubuh yang lebih baik untuk melawan virus COVID-19.

    Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah dengan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam. Bercinta dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik sehingga dengan bercinta dengan teratur dapat membantu memperkuat kesehatan kekebalan tubuh secara menyeluruh.

    2. Membantu Tidur yang Berkualitas

    Berbagai hormon dapat dilepaskan oleh tubuh saat sedang bercinta, khususnya saat orgasme, yaitu prolaktin. Prolaktin merupakan hormon yang berperan dalam mengatur tidur. Usai bercinta, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang sering terjadi.

    Hal tersebut tidak hanya membantu tubuh untuk tertidur dengan lebih mudah, namun juga dapat mendukung tidur yang lebih nyenyak.

    3. Menghilangkan Stres

    Saat tubuh sedang stres, tubuh akan melepaskan hormon yang disebut dengan kortisol. Walaupun kortisol dalam jumlah kecil dapat membantu tubuh berfungsi dengan baik, namun terlalu banyak kortisol dapat membuat tubuh merasa tegang atau lelah.

    Bercinta dapat melepaskan edorfin, hormon yang membuat tubuh merasa senang sehingga dapat meningkatkan suasana hati dan membantu mengembalikan kadar kortisol ke normal. Bercinta juga dapat merangsang pelepasan oksitosi atau ‘hormon cinta’, membantu tubuh merasa rileks dan lebih terhubung dengan pasangan.

    4. Menyeimbangkan Kadar Hormon

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bercinta secara teratur dapat membantu tubuh untuk menyeimbangkan hormon reproduksi seperti estrogen dan dapat mendukung ovulasi yang konsisten pada wanita dengan siklus menstruasi normal yang tidak menggunakan alat kontrasepsi hormonal.

    Walaupun penelitian bervariasi mengenai frekuensi bercinta yang terbaik, namun sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa seorang pria yang berusia 20-an dan 40-an yang ejakulasi setidaknya 21 kali per bulan, maka dapat mengurangi risiko kanker prostat sampai dengan 20 persen.

    (kna/kna)

  • Ramai soal ‘Brain Rot’, Istilah Kekinian gegara Kecanduan Konten Receh di Medsos

    Ramai soal ‘Brain Rot’, Istilah Kekinian gegara Kecanduan Konten Receh di Medsos

    Jakarta

    Belakangan ramai soal istilah ‘brain rot’ di media sosial. Istilah ini diartikan sebagai perasaan yang dialami setelah menghabiskan banyak waktu untuk scrolling media sosial.

    Aktivitas tersebut dilakukan tanpa tujuan, tanpa berpikir, dan menikmati konten-konten receh di media sosial. Istilah ‘brain rot’ ini menjadi kata pilihan di Oxford atau Word of The Year Oxford.

    Dikutip dari BBC, penggunaan kata ini mengalami peningkatan frekuensi sebesar 230 persen dari tahun 2023 hingga 2024.

    Apa Itu ‘Brain Rot’?

    ‘Brain rot’ atau ‘pembusukan otak’ adalah istilah yang digunakan orang untuk menggambarkan perasaan tidak bersemangat atau mati rasa, yang dialami saat mengkonsumsi terlalu banyak konten berkualitas rendah secara berulang-ulang.

    “Itu adalah perasaan terkuras atau tumpul secara mental setelah berjam-jam menggulir media sosial, menonton acara secara maraton, atau terlibat dalam materi yang tidak menantang atau merangsang pikiran,” jelas psikolog konsultan dan pendiri The Chelsea Psychology Clinic, Dr Elena Touroni.

    Dikutip dari laman Irish Examiner, kata ‘brain rot’ digunakan pertama kali oleh penulis Amerika Henry David pada 1854 dalam bukunya Walden. Menurut Touroni, ‘pembusukan otak’ menggambarkan pengalaman bersama di dunia hiper digital. Kondisi ini membuat banyak orang merasa terpaku pada layar.

    Dengan maraknya konten berdurasi pendek, seperti TikTok dan Instagram Reels, dan meningkatnya waktu yang dihabiskan secara daring, istilah tersebut telah menarik perhatian.

    “Istilah ini juga mencerminkan meningkatnya kesadaran tentang bagaimana kebiasaan digital kita dapat mempengaruhi kejernihan dan kesejahteraan mental kita,” terang Touroni.

    Craig Jackson, profesor psikologi kesehatan kerja di Birmingham City University mengatakan tidak ada perubahan fisik pada otak, atau sistem saraf pada mereka yang terlalu banyak terpapar media ‘pembusukan otak’. Tetapi, itu merupakan perubahan kognitif dan perilaku.

    Dampak Negatif ‘Brain Rot’

    Perubahan kognitif dan perilaku yang terjadi mencakup berbagai efek negatif. Dampaknya seperti berkurangnya produktivitas hingga rasa tidak puas, bahkan rasa bersalah karena membuang-buang waktu.

    “Hal itu juga dapat mempengaruhi kesehatan mental, yang menyebabkan perasaan stres, cemas, atau kurangnya tujuan hidup. Dan seiring waktu, hal itu dapat mempersulit untuk fokus pada aktivitas yang bermakna atau terhubung dengan pikiran yang lebih dalam,” beber Touroni.

    Cara Mengatasi ‘Brain Rot’

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi ‘brain rot’ atau ‘pembusukan otak’, yakni:

    1. Tetapkan batasan

    Batasi akses ke media sosial dan lakukan itu secara disiplin. Cobalah untuk membatasi penggunaan hingga beberapa kali sehari dan untuk jangka waktu tertentu.

    2. Tentukan kegiatan alternatif lain

    Untuk mengurangi scrolling media sosial, cobalah untuk mencari aktivitas alternatif. Misalnya seperti membaca buku, membuat jurnal, atau mencoba hobi baru.

    3. Banyak bergerak

    Menurut Touroni, olahraga teratur adalah cara yang ampuh untuk mengatasi mental fog atau kabut mental. Caranya, bisa dengan berjalan kaki sebentar di luar ruangan untuk menjernihkan pikiran dan meningkatkan fokus.

    4. Detoks digital

    Detoks digital dan berhenti total dari media sosial dapat mengubah cara pengguna memandang hubungan mereka dengan media sosial. Cobalah untuk beristirahat sejenak dari media sosial.

    5. Coba kegiatan yang mengasah otak

    Cobalah untuk melakukan kegiatan yang mengasah otak, seperti mempelajari keterampilan baru, memecahkan teka-teki, atau berbincang dengan orang lain.

    (sao/kna)

  • Ibu Eminem Meninggal di Umur 69 usai Berjuang Lawan Kanker Paru-paru

    Ibu Eminem Meninggal di Umur 69 usai Berjuang Lawan Kanker Paru-paru

    Jakarta

    Debbie Nelson, ibunda rapper Eminem, meninggal dunia di umur 69 tahun. Dia dilaporkan meninggal usai berjuang melawan kanker paru-paru.

    Diberitakan PEOPLE, Debbie Nelson meninggal saat menjalani perawatan kanker paru di sebuah rumah sakit di Missouri, Amerika Serikat. Penyakitnya itu diketaui publik pada September 2024.

    Terlepas dari hubungan keduanya yang tak baik, belum ada tanggapan dari Eminem mengenai kabar kematian ibunya.

    Menyoal kanker paru-paru

    Dikutip dari Mayo Clinic, kanker paru-paru adalah jenis kanker yang bermula dari pertumbuhan sel-sel di paru-paru. Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia.

    Orang yang merokok memiliki risiko terbesar terkena kanker paru-paru. Risiko kanker paru-paru meningkat seiring dengan lamanya waktu dan jumlah rokok yang dihisap. Berhenti merokok, bahkan setelah merokok selama bertahun-tahun, secara signifikan menurunkan kemungkinan terkena kanker paru-paru.

    Kanker paru-paru juga dapat terjadi pada orang yang tidak pernah merokok. Kanker paru-paru biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala kanker paru-paru biasanya terjadi saat penyakit sudah lanjut.

    Tanda dan gejala kanker paru-paru yang terjadi di dalam dan di sekitar paru-paru dapat meliputi:

    Batuk yang tidak kunjung sembuh.Nyeri dada.Batuk berdarah, meskipun sedikit.Suara serak.Sesak napas.

    (kna/kna)

  • Diet Mentimun ala Pria Jepang, Sukses Turun 11 Kg dalam 2 Bulan

    Diet Mentimun ala Pria Jepang, Sukses Turun 11 Kg dalam 2 Bulan

    Jakarta

    Seorang koki di Jepang, Nozaki Hiromitsu, mengejutkan publik dengan penampilan terbarunya. Ternyata, ia berhasil menurunkan berat badannya hingga 11 kg hanya dalam waktu dua bulan.

    Koki eksklusif di restoran bintang dua Michelin Buntokuyama itu menurunkan berat badan dengan metode diet mentimun atau cucumber diet selama dua bulan. Dikutip dari VN Express, diet ini ternyata hanya memiliki dua aturan sederhana.

    Pertama, mengkonsumsi 1-2 mentimun sebelum makan. Aturan kedua, kunyah mentimun tersebut selama 20 kali di setiap gigitannya.

    Nozaki diketahui berasal dari daerah Fukushima, wilayah yang terletak di timur laut Jepang. Daerah tersebut memang terkenal dengan produksi mentimunnya.

    Koki tersebut tumbuh dengan mengkonsumsi mentimun mentah hampir setiap hari. Namun, ternyata cara kebiasaan itu yang dapat membantunya mengendalikan nafsu makan dan mengurangi intensitas ngemil.

    Ide diet mentimun ini muncul setelah Nozaki melakukan pemeriksaan medis pada tahun 2011. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Nozaki mengalami penyakit hati berlemak dan kolesterol tinggi.

    Akibat kondisi tersebut, ia harus menurunkan berat badannya agar dapat kembali bugar. Dari situ, Nozaki mulai menerapkan metode diet mentimun.

    Nozaki mulai mengkonsumsi mentimun kapan saja saat merasa lapar. Bahkan, ia kerap mengganti menu sarapan dan makan malamnya hanya dengan mentimun.

    “Hasilnya, berat badan saya turun 11 kg dalam dua bulan. Lebih sering buang air kecil dan perut saya mengecil,” terang Nozaki.

    Kini, Nozaki terus mempertahankan berat badannya selama hampir lima tahun. Berat badannya juga tidak pernah mengalami kenaikan sama sekali.

    Menurutnya, diet yang dijalaninya itu bukan jenis diet yang ketat atau membuat orang merasa tersiksa. Nozaki mengungkapkan diet ini mungkin bisa menjadi alternatif, yang memungkinkan seseorang untuk bisa makan secara normal dan tetap sukses menurunkan berat badan.

    Mentimun dapat membantu menurunkan berat badan karena mengandung enzim yang meningkatkan metabolisme lemak. Enzim ini sensitif terhadap panas, sehingga mentimun mentah lebih ideal untuk dikonsumsi.

    Selain itu, mentimun juga sebagai sumber kalium yang berfungsi sebagai diuretik. Ini untuk membantu mengatur tekanan darah dan mengurangi retensi air dan pembengkakan.

    Dengan hanya 45 kalori per 300 gram mentimun, mentimun sangat cocok untuk dimakan mentah, dibuat salad, sandwich, atau sebagai lauk, dan dapat menggantikan makanan berkalori tinggi.

    Kandungan serat dalam mentimun membantu mengatur kesehatan usus, mencegah sembelit, dan menghambat lonjakan cepat kadar gula darah dan kolesterol.

    Mentimun juga mengandung vitamin C dan beta-karoten, yang bermanfaat bagi pembuluh darah, selaput lendir, dan kesehatan kulit. Bahkan mentimun ini dapat membantu mencegah kulit kering saat berdiet.

    (sao/kna)

  • Awal Mula Viral Wanita Semarang Divonis Kanker Serviks, Ketahuan gegara Ini

    Viral Wanita Semarang kena Kanker Serviks di Umur 33, Berawal dari Keputihan

    Jakarta

    Viral di media sosial TikTok, seorang wanita bercerita tentang bagaimana dirinya divonis dokter mengidap kanker serviks stadium 4. Menurut cerita wanita tersebut, tanda-tanda awal dari penyakitnya ini adalah keputihan yang tidak normal.

    Video TikTok ini pun mendapatkan banyak atensi dari para warganet. Dari penelusuran detikcom pada Rabu (4/12/2024), video tersebut sudah ditonton sekitar 874 ribu kali.

    “Kak terus keadaannya gimana setelah biopsi? trs masih pendarahan g? trs ada jadwal2 berobat nya gmn?” tulis salah satu akun di TikTok, dikutip detikcom Rabu (4/12/2024).

    “Salam kenal mb, saya jg ca servik stadium 1b gejala awal sama keputihan dan berlanjut ke menstruasi yg tdk nrmal. Semggu yg lalu hbs diangkat rahimnya alasannya krn masih stadium 1b blm menjalar ke mana-mana,” komentar akun lain.

    Kepada detikcom, Dian Kartika (33), perempuan di Semarang, Jawa Tengah bercerita dirinya divonis dokter mengidap kanker serviks pada pertengahan Februari 2024. Dian bercerita bahwa awalnya penyakit ini ditandai dengan munculnya keputihan.

    “Aku awalnya keputihan dulu, abnormal. Kalau keputihan buat cewek kan ya wajar ya, normal. Awalnya aku nggak ‘ngeh’, tapi makin hari kok intensitas keluarnya itu banyak. Makin hari makin banyak,” tutur Dian saat bercerita pada detikcom, Selasa (3/12/2024).

    “Keputihannya kadang berbau. Baunya itu menusuk, bukan bau amis, bukan asem juga. Ini udah nyengat banget lah, pokoknya nggak enak. Cuman saat itu saya nggak ngerasa gatal,” lanjut dia.

    Dian melanjutkan bahwa gejala keputihan ini muncul pada bulan November 2023. Sebelumnya, dirinya juga merasakan adanya tanda lain seperti demam, diare, berat badan menurun, hingga mudah lelah.

    Bau dari keputihannya ini terbilang mengganggu aktivitas dari Dian. Bahkan saat di luar ruangan pun ketika dirinya berjalan baunya masih bisa tercium.

    “Keputihannya cair gitu kayak pipis. Warnanya kayak (air) pipis, tapi tidak terlalu kuning ya, keruh gitu lah,” kata Dian.

    Setelah keputihan, Dian mengaku ada tanda-tanda lain seperti adanya perdarahan di luar jadwal haid bulanannya. Perdarahan ini juga menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa. Hingga pada suatu momen, dirinya sudah tidak lagi bisa menahan rasa sakitnya.

    “Karena nyerinya nggak ketolong, saya periksa ke rumah sakit. Terus dilakukan USG, kemudian ditemukan dua benjolan berukuran 6 cm, jadi di rahimnya sudah penuh dengan darah,” kata Dian.

    Namun, saat itu tenaga medis tidak menyebutkan bahwa itu adalah kanker, miom, atau kista. Setelah itu, Dia menjalani aktivitasnya seperti biasa, namun perdarahan tersebut masih saja terjadi dan rasa nyeri masih dia rasakan.

    “Perdarahan tadi teksturnya berlendir, sangat kental, ada gumpalan-gumpalannya dan itu sangat banyak banget. Bahkan sehari bisa sampai ganti 15 pembalut,” katanya.

    Akhirnya dokter menyarankan Dian untuk melakukan tindakan biopsi guna mengetahui apa yang terjadi pada tubuhnya.

    “Hasil biopsinya keluar di pertengahan Februari 2024 dinyatakan positif kanker (serviks). Awalnya stadium 2b, lalu naik jadi stadium 4 karena lamanya waktu tunggu jadwal MRI (Magnetic Resonance Imaging),” katanya.

    Saat ini, Dian tengah rutin melakukan kemoterapi sebagai salah satu upaya sembuh dari penyakitnya.

    (dpy/kna)

  • Penyakit Misterius Mirip Flu Muncul di Kongo, 143 Warganya Meninggal Mendadak

    Penyakit Misterius Mirip Flu Muncul di Kongo, 143 Warganya Meninggal Mendadak

    Jakarta

    Penyakit misterius mirip flu telah menewaskan sedikitnya 67 orang selama rentang dua minggu di DR Kongo. Kematian tersebut tercatat antara 10 November dan 25 November di zona kesehatan Panzi, Provinsi Kwango.

    Wakil gubernur provinsi, Rémy Saki, mengatakan bahwa setidaknya 67-143 orang telah meninggal akibat penyakit tersebut.

    “Tim ahli epidemiologi diharapkan berada di wilayah tersebut untuk mengambil sampel dan mengidentifikasi masalahnya,” kata dia dikutip dari APNews, Rabu (4/12/2024).

    Situasinya disebut sangat mengkhawatirkan karena jumlah orang yang terinfeksi terus meningkat. Orang sakit meninggal di rumah mereka sendiri karena kurangnya perawatan.

    Seorang ahli epidemiologi setempat mengatakan wanita dan anak-anak adalah yang paling parah terkena penyakit tersebut.

    Sementara itu Menteri Kesehatan Apollinaire Yumba mengatakan gejala yang diamati pada pasien di antaranya sakit kepala, batuk dan anemia. Yumba menyarankan penduduk untuk berhati-hati dan menahan diri dari kontak dengan mayat agar tidak terjadi kontaminasi.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah mengetahui adanya penyakit yang tidak teridentifikasi tersebut dan memiliki tim di lapangan yang bekerja sama dengan layanan kesehatan setempat untuk mengumpulkan sampel.

    (kna/kna)