Category: Detik.com Kesehatan

  • Situasi Wabah Penyakit Misterius di Kongo Disebut Sangat Mengkhawatirkan

    Situasi Wabah Penyakit Misterius di Kongo Disebut Sangat Mengkhawatirkan

    Jakarta

    Penyakit misterius telah menewaskan banyak orang di Republik Demokratik Kongo. Diperkirakan telah menewaskan antara 67 dan 143 orang di zona kesehatan Panzi di provinsi Kwango di barat daya negara tersebut, menurut wakil gubernur provinsi, Remy Saki.

    Ahli epidemiologi setempat menyebutkan bahwa wanita dan anak-anak paling terdampak terkena wabah penyakit tersebut. Kementerian Kesehatan Masyarakat, Kebersihan, dan Jaminan Sosial negara itu mengatakan dalam sebuah posting di X bahwa gejala yang dilaporkan meliputi demam, sakit kepala, batuk dan pilek, kesulitan bernapas, dan anemia.

    Situasinya Disebut Mengkhawatirkan

    Situasi wabah di negara itu disebut “sangat mengkhawatirkan” oleh pemimpin masyarakat sipil Cephorien Manzanza, yang mengatakan bahwa jumlah orang yang terinfeksi terus meningkat.

    “Panzi adalah zona kesehatan pedesaan, jadi ada masalah dengan pasokan obat-obatan,” kata Tn. Manzanza, dikutip dari SKY News.

    Orang yang terkena wabah diperkirakan meninggal di rumah mereka karena kurangnya perawatan. Kementerian Kesehatan DR Kongo juga memperingatkan bahwa jenazah orang yang telah meninggal tidak boleh ditangani tanpa keterlibatan pihak berwenang.

    Masyarakat juga diimbau untuk menghindari pertemuan massal dan mematuhi aturan dasar kebersihan, termasuk mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.

    Kementerian tersebut juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang terkena dampak tragedi ini.

    Di sisi lain, Anne Rimoin, seorang ahli epidemiologi di Universitas California, Los Angeles, yang telah bekerja di Kongo sejak 2002, mengatakan bahwa mendiagnosis penyakit tersebut mungkin rumit karena terbatasnya infrastruktur perawatan kesehatan di negara tersebut.

    Ia mengatakan masalah kesehatan mendasar, termasuk malaria dan kekurangan gizi, juga ada pada sebagian populasi.

    (suc/suc)

  • Demam Naik Turun? 7 Penyakit Ini Bisa Jadi Penyebabnya

    Demam Naik Turun? 7 Penyakit Ini Bisa Jadi Penyebabnya

    Jakarta

    Demam naik turun dapat menjadi tanda sejumlah kondisi kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan hingga penyakit autoimun. Dalam dunia medis, demam naik turun disebut juga demam intermiten.

    Tipe demam ini terjadi ketika suhu tubuh meningkat selama beberapa jam dalam sehari. Suhu kemudian kembali normal sebelum nantinya meningkat lagi. Apabila mengalami demam naik turun, beberapa kondisi kesehatan bisa menjadi penyebabnya.

    Penyebab Demam Naik Turun

    Dilansir Medical News Today dan Dr Lal PathLabs, berikut sederet kondisi yang dapat menyebabkan demam naik turun:

    1. Flu

    Demam intermiten bisa menjadi gejala flu, infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, dan C. Meski terdengar penyakit biasa, flu pada bayi dan balita dapat berdampak serius.

    Selain demam, flu biasanya disertai dengan gejala pilek, sakit kepala, batuk kering, sakit tenggorokan, sakit otot dan sendi, serta kelelahan dan lemas.

    2. Malaria

    Malaria disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Parasit akan mengenai organ hati dan berkembang biak di sana hingga menyerang sel darah merah.

    Selain melalui gigitan nyamuk, penyebaran malaria dapat ditularkan melalui jarum suntik yang digunakan pada orang berbeda, transfusi darah, transplantasi organ, dan dari ibu kepada bayi dalam janin.

    Gejala malaria meliputi demam naik turun, panas dingin, sakit kepala, mual dan muntah, sakit perut dan diare, serta lesu dan letih.

    3. Pneumonia

    Pneumonia merupakan peradangan paru-paru yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan jamur yang menyebar di udara. Kondisi ini terjadi ketika kantung udara di paru-paru terisi cairan sehingga organ tidak bisa berfungsi dengan baik. Karena itu, pneumonia disebut juga penyakit paru-paru basah.

    Pneumonia dapat pula dipicu oleh penyakit jantung kronis, diabetes melitus, serta kebiasaan merokok. Kondisi ini mampu menimbulkan gejala seperti demam naik turun disertai tubuh menggigil, batuk berdahak dan tidak berdahak, nyeri dada hingga kesulitan bernapas.

    4. Tuberkulosis

    Tuberkulosis yang disingkat TBC termasuk penyakit menular yang umumnya menyerang paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyebar saat pengidapnya batuk atau bersin tanpa menutup mulut kemudian terhirup oleh orang lain.

    Siapa saja bisa terkena TBC, tapi orang dengan HIV/AIDS dan yang punya sistem imun lemah lebih berisiko tinggi tertular penyakit ini. Gejala TBC paling utama adalah batuk yang terus menerus, baik berdahak maupun tidak. Gejala penyertanya mencakup demam dan meriang dalam waktu lama, sesak napas dan nyeri dada, serta berkeringat di malam hari.

    5. Lupus

    Lupus terjadi ketika sistem imun yang alih-alih melindungi justru merusak sel dan jaringan tubuh sendiri. Hal ini dikarenakan sistem imun salah mengidentifikasi sel dan jaringan tubuh sebagai benda asing.

    Kondisi yang tergolong penyakit autoimun ini dapat menyerang berbagai organ, seperti persendian, kulit, ginjal, otak, jantung, dan paru-paru. Faktor genetik dan lingkungan diduga bisa memicu lupus.

    Gejala umum lupus, meliputi kelelahan berat, demam, nyeri dan pembengkakan sendi, ruam kulit, nyeri dada, sakit kepala, dan munculnya lesi kulit.

    6. Rheumatoid Arthritis

    Rheumatoid Arthritis adalah peradangan kronis pada sendi dan jaringan sekitarnya, terutama di jari kaki dan tangan. Pada mulanya pengidap akan merasakan nyeri sendi yang tidak begitu mengganggu. Setelah beberapa minggu dan bulanan, rasa sakitnya semakin terasa hingga sendi menjadi bengkak dan kaku.

    Kondisi yang termasuk autoimun ini lebih sering dialami wanita, terutama berusia di atas 40 tahun. Gejala awalnya yaitu sakit sendi ringan yang disertai kelelahan, demam naik turun, dan kehilangan nafsu makan.

    Nyeri meningkat seiring perkembangan penyakitnya yang bisa menyebar ke pergelangan tangan dan kaki, lutut, siku, pinggul, dan bahu.

    7. Sepsis

    Sepsis terjadi saat tubuh salah mendeteksi infeksi dan justru meresponsnya dengan peradangan. Meski tergolong kondisi yang jarang terjadi, sepsis sangat berbahaya. Beberapa infeksi yang umum jadi penyebabnya, seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan infeksi saluran pencernaan.

    Kondisi ini menimbulkan gejala, meliputi kebingungan, demam naik turun, menggigil, detak jantung cepat, nyeri parah, kesulitan bernapas, serta berkeringat terus-menerus.

    (azn/row)

  • Fakta-fakta Musim Hujan, Prediksi BMKG hingga Mitos Kehujanan Bikin Sakit

    Fakta-fakta Musim Hujan, Prediksi BMKG hingga Mitos Kehujanan Bikin Sakit

    Jakarta

    Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di hampir seluruh Indonesia di awal Desember 2024. Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah.

    Dalam sepekan ke depan, diprediksi terjadi fenomena atmosfer yang mempengaruhi pola cuaca. Beberapa fenomena yang berkontribusi pada pembentukan awan hujan sebagaimana dipaparkan BMKG antara lain:

    Dipole mode negatif. Berlangsung konsisten, meningkatkan pasokan uap air yang memperkuat curah hujan di wilayah barat IndonesiaMadden-Julian Oscillation (MJO). Berada di fase 4 yang aktif di wilayah barat dan tengah Indonesia, mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.Gelombang Rossby, Kelvin, dan Low Frequency. Meningkatkan peluang pembentukan awan hujan signifikan di wilayah barah dan timur Indonesia.

    Kehujanan bikin sakit, mitos atau fakta?

    Selain risiko bencana hidrometeorologi, risiko kesehatan juga banyak diantisipasi di musim hujan. Banyak anggapan, kehujanan dapat menyebabkan seseorang jatuh sakit. Benarkah?

    “Jadi, hujan itu sendiri tidak menyebabkan sakit,” kata Tanner Dunn, seorang praktisi keperawatan keluarga dari Mayo Clinic Health System di Wisconsin.

    “Namun demikian, efek hujan dapat mempengaruhi tubuh membuatnya lebih rentan terhadap penyakit,” jelasnya.

    Disebutkan, hujan dapat membuat temperatur tubuh mengalami penurunan. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang memungkinkan bakteri tertentu berkembang biak dan melemahkan sistem imun atau daya tahan tubuh.

    Di sisi lain, hujan ringan justru memberikan manfaat bagi kesehatan bagi yang sebagian orang yang menyukai aktivitas outdoor. Dikutip dari VeryWellHealth, Neal Patel, seorang pakar kedokteran keluarga di St Joseph Hospital California menyebut kualitas udara cenderung lebih baik saat hujan.

    “Salah satu keuntungan jalan-jalan saat hujan adalah udara lebih bersih dan segar untuk pernapasan,” katanya.

    Selain itu, olahraga di tengah cuaca hujan cenderung membakar lebih banyak kalori. Hal ini disampaikan oleh Eric Ascher, seorang dokter di Lenox Hill Hospital di New York. Alasannya, seseorang cenderung bergerak lebih cepat dan intens saat hujan.

    “Tubuh secara alamiah bergerak sedikit lebih keras dan membakar lebih banyak kalori,” katanya.

    NEXT: Tak disarankan olahraga outdoor saat hujan jika…..

    Simak Video “Video IDAI: Waspadai DBD di Musim Hujan Sebulan ke Depan”
    [Gambas:Video 20detik]

  • Hoarding Disorder Adalah Gangguan Mental Suka Timbun Barang, Ini Cirinya!

    Hoarding Disorder Adalah Gangguan Mental Suka Timbun Barang, Ini Cirinya!

    Jakarta

    Hoarding disorder adalah gangguan mental dengan ciri khas suka menimbun barang. Gangguan hoarding disorder belakangan mendapat perhatian, seiring banyaknya terkait kondisi ini dalam sosial media.

    Simak artikel ini untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai hoarding disorder, termasuk ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasinya.

    Ciri-ciri Hoarding Disorder

    Kondisi hoarding disorder biasanya berkembang mulai remaja, hingga makin parah seiring usia. Dikutip dari situs Mayo Clinic, perburukan gangguan hoarding disorder terlihat dari tumpukan barang yang makin banyak.

    Ciri lengkap hoarding disorder adalah:

    Punya terlalu banyak barang dan menyimpannya, meski sebenarnya tidak diperlukan.Sulit untuk membuang atau berpisah dengan barang-barang tersebut, terlepas dari nilainya.Merasa perlu menyimpan barang-barang itu dan merasa kesal jika harus membuangnya.Menumpuk barang hingga berantakan dalam ruang, hingga tak bisa lagi digunakan.Menghindari atau menunda keputusan membuang barang yang tidak lagi terpakai.Memiliki masalah dengan perencanaan dan pengorganisasian.

    Barang Apa yang Sering Ditimbun?

    Orang dengan hoarding disorder mungkin menyimpan barang apa saja. Dilansir dari NHS, berikut ini beberapa barang yang sering ditimbun:

    Koran dan majalah.Buku.Pakaian.Selebaran dan surat, termasuk surat tak penting.Tagihan dan tanda terima yang sudah tak terpakai.Wadah, termasuk kantong plastik dan kotak kardus.Perlengkapan rumah tangga.Beberapa orang juga memelihara terlalu banyak hewan, yang mungkin tidak dapat mereka rawat dengan baik.Penimbunan yang baru-baru ini menjadi umum adalah menimbun data data elektronik di HP, komputer, maupun email yang sangat enggan untuk dihapus.Faktor Risiko Hoarding Disorder

    Penyebab hoarding disorder mungkin bisa berbeda-beda. Beberapa faktor risikonya adalah sebagai berikut:

    1. Kepribadian

    Masalah kepribadian yang mungkin bisa mengarah pada hoarding disorder, seperti gaya perilaku yang mencakup sulit mengambil keputusan, masalah perhatian, pengorganisasian, dan pemecahan masalah.

    2. Riwayat Keluarga

    Riwayat keluarga memiliki peran yang kuat. Jika ada keluarga yang memiliki hoarding disorder, maka sangat mungkin akan memberikan contoh kepada anggota keluarga lainnya.

    3. Peristiwa yang Membuat Stres

    Stres juga bisa berdampak pada sikap hoarding disorder. Beberapa orang mengalaminya setelah mengalami peristiwa yang penuh tekanan, seperti kematian orang tercinta, perceraian, atau kebakaran rumah.

    4. Faktor Risiko Lainnya

    Beberapa faktor risiko lain dari hoarding disorder meliputi:

    Hidup sendirian di rumah.Belum menikah.Punya masa kecil yang serba kekurangan.Tumbuh di rumah yang berantakan dan tidak pernah belajar memprioritaskan atau menyortir barang.Komplikasi

    Hoarding disorder juga mungkin menyebabkan berbagai masalah dan menjadi komplikasi. Berikut beberapa di antaranya:

    Meningkatnya risiko jatuh atau terpeleset di rumah.Cedera atau terjebak oleh barang yang bergeser atau jatuh.Konflik keluarga karena barang yang sudah mengganggu orang lain.Kesepian dan isolasi sosial.Rumah yang kotor dan dapat menimbulkan risiko kesehatan.Bahaya kebakaran.Performa kerja yang buruk.Masalah hukum, jika sudah sampai mengganggu orang lain.Cara Mengatasi Hoarding Disorder

    Berdasarkan situs Kementerian Kesehatan, hoarding disorder dapat diatasi dengan psikoterapi, pemberian obat-obatan, dan beberapa tindakan. Berikut beberapa cara mengatasinya:

    1. Psikoterapi

    Orang dengan hoarding disorder bisa melakukan psikoterapi untuk mendapatkan kesembuhan. Dokter akan melatih pasien untuk menahan keinginan menimbun barang dan membuang barang. Terapi ini mungkin melibatkan anggota keluarga atau orang terdekat.

    2. Obat-obatan

    Psikoterapi mungkin juga membutuhkan obat-obatan ketika penyebabnya adalah gangguan mental lain, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Dokter biasanya meresepkan antidepresan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI).

    3. Tindakan yang Harus Dilakukan

    Selain menjalani psikoterapi dan pengobatan, orang dengan hoarding disorder bisa berusaha memulai melakukan langkah-langkah berikut ini:

    Membuat daftar barang yang di rumah.Mengelompokkan barang dalam kategori ‘disimpan’, ‘dibuang’, ‘daur ulang’, atau ‘sumbangkan’.Menyumbangkan barang kepada orang yang membutuhkan.Serahkan hewan yang terlalu banyak ke tempat penampungan hewan.Buang barang yang menumpuk secara bertahap, misalnya satu barang sehari atau lima barang seminggu.Bersihkan ruangan setiap hari atau minggu.Lakukan sambil melakukan kegiatan menyenangkan, seperti mendengarkan musik.Letakkan tempat sampah di setiap ruangan.Ambil foto before-after di ruangan yang sama sebagai bentuk pencapaian.Berlatihlah membuat keputusan cepat apakah akan menyimpan atau membuang barang.Tarik napas dalam-dalam jika merasa tidak nyaman ketika harus membuang barang.

    Gangguan metal hoarding disorder tentunya bisa dikendalikan atau diatasi, sehingga tak membahayakan keselamatan pasien. Jika detikers mengalami gejala seperti yang disebutkan dalam tulisan, jangan ragu segera berkonsultasi pada tenaga kesehatan.

    (bai/row)

  • Curhat Bidan Karawang Lawan Stunting, Harus Hadapi Penolakan Ortu-Mitos Masyarakat

    Curhat Bidan Karawang Lawan Stunting, Harus Hadapi Penolakan Ortu-Mitos Masyarakat

    Jakarta

    Masalah kesehatan stunting berkaitan erat dengan persoalan pola asuh dan pola makan. Bidan Puskemas Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Dede Eli Siti Kholisih (43), menceritakan tantangan besar yang harus ia hadapi dalam penanganan stunting di puskesmasnya.

    Dede mengungkapkan hingga saat ini tercatat ada sekitar 26 kasus stunting di puskesmasnya. Jumlah tersebut menurutnya jauh lebih baik apabila dibandingkan sebelumnya.

    Pada tahun 2021 dan 2022, Dede mengatakan kasus stunting berada di angka 80-an kasus tiap tahunnya.

    Tidak mudah, Dede bercerita ia harus berhadapan dengan budaya dan kepercayaan warga sekitar yang begitu kuat. Ia mengatakan terdapat beberapa kepercayaan atau mitos terkait ibu hamil yang sebenarnya sangat berisiko pada janin jika tetap dilakukan.

    “Sosial budaya dan adat istiadat itu yang paling berat karena adat istiadat itu sangat berpengaruh sekali ke pola hidup, pola makan, dan perilaku masyarakat,” kata Dede ketika berbincang dengan detikcom di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (5/12/2024).

    Ia mengatakan salah satu kepercayaan yang masih ada di tengah masyarakat di wilayahnya adalah larangan ibu hamil untuk mengonsumsi ikan tertentu. Hal ini tentu merugikan bagi ibu hamil, terlebih nutrisi yang ada di dalamnya sangat dibutuhkan selama kehamilan.

    Ia menuturkan bahwa penyuluhan pada masyarakat secara rutin terus dilakukan. Namun, penerimaan di masyarakat dapat berbeda-beda dan tidak serta merta akan diikuti oleh masyarakat.

    “Ada pantangan terhadap ibu hamil misal katanya tidak boleh makan ikan tertentu gitu ya, misalnya ikan gabus dan ikan lele kayak gitu yang punya patil. Padahal proteinnya tinggi, kolagennya juga tinggi apalagi ikan itu harganya juga murah. Banyak di wilayah sini juga bahkan nggak usah beli biasanya mereka tinggal mancing atau pakai jala,” cerita Dede.

    Dede juga bercerita dirinya seringkali bertemu dengan orang tua yang marah ketika anaknya didiagnosis mengidap stunting. Ia mengatakan sangkalan tersebut justru banyak muncul dari keluarga yang ekonominya menengah ke atas.

    Orang tua tidak terima dengan diagnosis tersebut lantaran mereka merasa sudah memberikan makanan-makanan yang tinggi protein. Namun menurut Dede, pencegahan stunting tidak hanya dilakukan dengan makanan tinggi protein saja, melainkan juga pola asuh dan pemenuhan nutrisi secara seimbang.

    Dede bersyukur bahwa mitos-mitos terkait ibu hamil dan tumbuh kembang anak yang dapat meningkatkan risiko stunting sudah mulai berkurang. Ia menekankan gaya komunikasi yang baik pada masyarakat harus dilakukan agar mereka setidaknya mau menerima pesan atau edukasi yang disampaikan.

    “Jangan sampai orang itu tersinggung dengan ucapan kita. Karena kejadian yang sudah-sudah mereka waktu kita kasih tahu, salah ngomong, mereka bukannya menerima tapi malah mengundurkan diri. Mereka datang ke posyandu hanya untuk menimbang saja akhirnya jadi tidak mau karena tersinggung,” tandasnya.

    (avk/up)

  • Diet Mentimun Bikin BB Pria di Jepang Turun 11 Kg, Dokter Wanti-wanti soal Ini

    Diet Mentimun Bikin BB Pria di Jepang Turun 11 Kg, Dokter Wanti-wanti soal Ini

    Jakarta

    Seorang koki di Jepang berhasil menurunkan berat badannya hingga 11 kg hanya dalam waktu dua bulan. Pria bernama Nozaki Hiromitsu itu menerapkan diet mentimun.

    Dia akan makan 1-2 mentimun setiap sebelum makan. Selama makan, Nozaki akan mengunyah sebanyak 20 kali di setiap gigitannya. Hasilnya, ia lebih sering buang air kecil dan membuat perutnya mengecil.

    Terkait ini, spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, mengungkapkan bahwa mentimun memang rendah kalori. Dengan menerapkan cara makan seperti Nozaki, dapat membuat lebih cepat kenyang.

    “Akibatnya, asupan kalori berkurang dan berat badan pun turun,” terangnya pada detikcom, Kamis (5/12/2024).

    Namun, ada hal yang harus diperhatikan jika ingin mencoba diet mentimun ini. dr Johanes menekankan pentingnya mencuci kulit mentimun sampai benar-benar bersih.

    Pasalnya, pada mentimun terdapat kandungan pestisida yang mungkin saja masih menempel di kulitnya.

    “Yang harus diperhatikan adalah kemungkinan adanya kandungan pestisida pada kulit mentimun. Jadi, cuci bersih mentimun sebelum dikonsumsi,” kata dr Johanes.

    Dikutip dari MedicineNet, diet ini terdiri dari mentimun yang dikombinasikan dengan beberapa makanan yang kaya protein. Misalnya seperti telur, ayam, ikan, dan kacang-kacangan.

    Diet mentimun ini mengharuskan seseorang yang menjalaninya untuk mengkonsumsi mentimun di setiap waktu makan. Beberapa makanan yang dapat dikonsumsi bersama mentimun, meliputi:

    Sayuran: Tomat, bayam, seledri, dan sayuran lain dalam jumlah sedikit.Protein: Ayam, daging sapi rendah lemak, ikan, telur, greek yogurt, keju cottage, dan keju cheddar.Karbohidrat: Nasi merah, kentang, dan roti gandum.Minuman: Minuman rendah kalori seperti air putih atau teh.

    (sao/up)

  • Kata Dokter Gizi soal Diet Mentimun, Pria Jepang Sukses Pangkas 11 Kg 2 Bulan

    Kata Dokter Gizi soal Diet Mentimun, Pria Jepang Sukses Pangkas 11 Kg 2 Bulan

    Jakarta

    Pria di Jepang bernama Nozaki Hiromitsu sukses menurunkan berat badan sebanyak 11 kg dalam waktu dua bulan. Perubahan drastis itu didapatkannya setelah menerapkan diet mentimun.

    Selama diet, pria yang bekerja sebagai koki eksekutif itu menerapkan dua aturan sederhana. Pertama, konsumsi 1-2 mentimun sebelum makan. Kedua, kunyah setiap gigitannya selama 20 kali. Nozaki berasal dari Fukushima, sebuah wilayah di timur laut Jepang yang terkenal dengan produksi mentimunnya.

    “Hasilnya, berat badan saya turun 11 kilogram dalam dua bulan. Lebih sering buang air kecil dan perut saya mengecil,” tuturnya yang dikutip dari VN Express.

    Dokter spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, menjelaskan mentimun merupakan buah yang rendah kalori. Dalam satu buah mentimun berukuran 20 cm, hanya mengandung 45 kalori.

    “Mentimun adalah buah yang rendah kalori. Bila dikonsumsi sebelum makan, akan mengurangi asupan makanan,” jelas dr Johanes saat dihubungi detikcom, Kamis (5/12/2024).

    “Ditambah anjuran pria Jepang itu untuk mengunyah makanan 20-30 kali, akan membuat lebih cepat kenyang. Akibatnya, asupan kalori berkurang dan berat badan pun turun,” lanjutnya.

    Meski begitu, ternyata diet mentimun ini tidak dapat diterapkan untuk jangka panjang. Menurut dr Johanes, cara diet seperti itu bisa sangat membosankan.

    (sao/kna)

  • Dialami Wanita Semarang, Dokter Beberkan Tanda Keputihan Akibat Kanker Serviks

    Dialami Wanita Semarang, Dokter Beberkan Tanda Keputihan Akibat Kanker Serviks

    Jakarta

    Seorang wanita asal Semarang, Jawa Tengah, membagikan kisahnya yang berjuang melawan kanker serviks stadium 4 di usia 33 tahun. Wanita bernama Dian Kartika tersebut awalnya mengeluhkan beberapa gejala sebelum dirinya mengetahui ada sel ganas di tubuhnya.

    Dian bercerita bahwa dirinya divonis kanker serviks pada pertengahan Februari 2024. Gejala yang dikeluhkan Dian mulai muncul pada November 2023.

    “Aku awalnya keputihan dulu, abnormal. Kalau keputihan buat cewek kan ya wajar ya, normal. Awalnya aku nggak ‘ngeh’, tapi makin hari kok intensitas keluarnya itu banyak. Makin hari makin banyak,” tutur Dian saat bercerita pada detikcom, Selasa (3/12/2024).

    Dian mengaku keputihan yang dialaminya kadang berbau tak sedap. Dirinya juga mengeluhkan perdarahan di luar jadwal menstruasinya. Darah yang keluar, lanjut Dian teksturnya berlendir, sangat kental, seperti ada gumpalan-gumpalan, dan disertai rasa nyeri.

    “Karena nyerinya nggak ketolong, saya periksa ke rumah sakit. Terus dilakukan USG, kemudian ditemukan dua benjolan berukuran 6 cm, jadi di rahimnya sudah penuh dengan darah,” kata Dian.

    Setelah itu, Dian juga disarankan oleh dokter untuk melakukan tindakan biopsi. Hingga akhirnya dia mengetahui bahwa dia mengidap kanker serviks stadium 4.

    Spesialis obstetri dan ginekologi dr Dinda Derdameisya, SpOG, mengatakan kanker serviks biasanya dipicu oleh HPV atau Human Papillomavirus. Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) biasa terjadi pada perempuan di usia reproduksi.

    “Kemudian dia pemicunya sebenarnya penyebab kanker cervix ya virus HPV yang ditularkan gitu,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Kamis (5/12/2024).

    “HPV high risk 16-18,” imbuhnya lagi.

    Terkait gejala, dr Dinda mengatakan kanker serviks pada stadium dini biasanya tak memicu gejala yang signifikan. Gejala baru akan muncul pada stadium lanjut.

    “Kemudian kalau sudah stadium 2,3,4 biasanya perdarahan banyak, tapi bisa juga diawali dengan keputihan yang berbau,” imbuhnya.

    Keluarnya cairan berwarna putih, kuning, atau hijau dengan bau yang kuat dapat mengindikasikan adanya infeksi, salah satunya bisa terkait dengan kanker serviks.

    Dikutip dari Kemenkes, faktor risiko yang menyebabkan perempuan terpapar HIV, di antaranya:

    Menikah/memulai aktivitas seksual pada usia muda (kurang dari 20 tahun).Berganti-ganti pasangan seksual.Berhubungan seks dengan laki-laki yang sering berganti pasangan.Riwayat infeksi di daerah kelamin atau radang panggul.Perempuan perokok dan perokok pasif. Perempuan perokok berisiko 2,5 kali lebih besar, sedangkan perokok pasif risikonya 1,4 kali lebih besar.

    (suc/kna)

  • Penyakit Misterius di DR Kongo Tewaskan Lebih dari 100 Orang, Didominasi Remaja

    Penyakit Misterius di DR Kongo Tewaskan Lebih dari 100 Orang, Didominasi Remaja

    Jakarta

    Penyakit misterius yang menghantui Demokratik Republik Kongo telah menewaskan 143 orang dan dilaporkan terus bertambah. Sebagian besar korbannya adalah remaja menurut laporan pihak berwenang.

    “Penyakit yang tak diketahui identitasnya itu telah menginfeksi lebih dari 300 orang sejak 10 November, menyebabkan gejala seperti flu termasuk demam, sakit kepala, batuk, kesulitan bernapas dan anemia,” kata kementerian kesehatan negara itu kepada BBC.

    Pihak berwenang mengatakan, sebagian besar korban tewas berusia antara 16 dan 18 tahun.

    Pemerintah setempat juga telah mengirim tim medis ke Provinsi Kwango, tempat penyakit ini paling umum, untuk menyelidiki wabah aneh tersebut. Juga menghimbau warga untuk tetap tenang. Cephorien Manzanza, seorang pemimpin masyarakat sipil, mengatakan kepada Reuters bahwa peningkatan jumlah kasus benar-benar mengkhawatirkan.

    “Panzi adalah zona kesehatan pedesaan, jadi ada masalah dengan pasokan obat-obatan,” katanya, mengacu pada desa yang paling parah terkena dampak.

    Wabah ini terjadi tepat sebelum peringatan lima tahun kasus pertama COVID-19 yang tercatat di Wuhan, China. Republik Demokratik Kongo adalah sarang penyakit berbahaya, termasuk ebola dan, yang terbaru, mpox, yang menginfeksi sedikitnya 14.500 orang dari Januari hingga Juli tahun ini.

    (suc/kna)

  • Klinik Pengobatan China Klaim Bisa Sembuhkan Kanker, Berujung 15 Pasien Tewas

    Klinik Pengobatan China Klaim Bisa Sembuhkan Kanker, Berujung 15 Pasien Tewas

    Jakarta

    Otoritas berwenang di China mengusut praktik klinik pengobatan tradisional di negaranya, kerap dikenal dengan traditional chinese medicine (TCM). Kasus tersebut dilaporkan terjadi di provinsi Hubei, 15 orang dilaporkan tewas usai menjalani pengobatan yang diklaim berkhasiat menyembuhkan kanker.

    Terletak di pegunungan utara, Klinik Pengobatan Tradisional China Lembah Yaowang, mendapat perhatian luas di dunia maya ketika pendirinya, Wu Pengfei, menyebarkan klaim penggunaan TCM untuk menyembuhkan kanker. Pihaknya juga ditemukan terlibat dalam promosi palsu, menurut laporan media setempat.

    Klinik tersebut didenda sebanyak 417.000 yuan atau nyaris 1 miliar rupiah karena tindakan ilegal, seperti mempekerjakan pekerja non-kesehatan untuk menjalankan praktik medis. Klinik tersebut juga tidak menyimpan catatan pembelian alat kesehatan selama perawatan dan rincian resep obat.

    Menurut artikel yang diterbitkan surat kabar harian Beijing News, klinik dibuka pada 18 April dan tutup pada 31 Mei. Tercatat ada 392 pasien yang menjalani perawatan semacam itu.

    “15 pasien meninggal dan 20 jatuh sakit parah,” tambah laporan tersebut.

    Dalam sebuah video yang mempromosikan klinik dan layanannya, seorang kaki tangan Wu, bernama Hou Yuan Xiang, mengklaim memiliki keterampilan medis yang unik dan merupakan orang pertama di China, yang mengobati kanker menggunakan TCM.

    Sebelumnya ia pernah dihukum karena memproduksi dan menjual obat palsu dan kini menghadapi tuntutan baru terkait pelanggaran manajemen obat.

    Wu juga mengklaim lebih dari 3.000 pasien dengan tumor sembuh setelah dirawat oleh Hou dan menyebut tingkat kesembuhan mereka untuk pasien kanker lebih dari 80 persen.

    Beijing News berbicara kepada seorang wanita dari kota Qingdao bernama Wang Xiaoying, saudara laki-lakinya telah mencari pengobatan dari klinik tersebut setelah ia didiagnosis mengidap kanker pada bulan Februari awal tahun ini.

    Keluarga tersebut mengetahui tentang klinik dari sebuah akun daring yang mempromosikan layanannya dan mengklaim pendirinya dapat mengobati kanker.

    Karena ingin sekali mencari pengobatan medis, Wang mengatakan mereka pergi ke klinik tersebut pada bulan April dan memilih untuk menemui dokter yang paling mahal. Almarhum saudaranya telah membayar 18.620 yuan atau sekitar Rp 40 juta untuk perawatan tujuh hari. Dikenal sebagai perawatan moksibusi bunga plum dan diberi ‘resep rahasia’ setelah konsultasi selama kurang dari lima menit.

    Moksibusi adalah terapi TCM yang melibatkan pembakaran ramuan yang disebut moxa, pada atau di dekat permukaan kulit.

    Next: Pengakuan Pasien yang Jadi Korban