Category: Detik.com Kesehatan

  • Ngeri! Banyak Anak Muda Kini Kena Penyakit Ginjal Sampai Harus Cuci Darah

    Ngeri! Banyak Anak Muda Kini Kena Penyakit Ginjal Sampai Harus Cuci Darah

    Jakarta

    Tren penyakit ginjal kronis di kalangan dewasa muda meningkat. Hal ini memicu kekhawatiran tentang kurangnya pemeriksaan dini untuk mencegah terjadinya masalah ginjal.

    Kepala Departemen Nefrologi-Dialisis di Rumah Sakit Thống Nhất, Vietnam, Prof Nguyen Bach, melihat adanya peningkatan jumlah pasien muda berusia 20-40 tahun yang mengalami penyakit ginjal kronis.

    “Banyak pasien muda didiagnosis mengidap penyakit ginjal dan diobati dengan dialisis ketika mereka merasa tidak sehat dan datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan pertama mereka,” kata Prof Bach, dikutip dari Vietnam News.

    “Biasanya tidak ada gejala penyakit ginjal pada tahap awal, sehingga banyak pasien tidak terdiagnosis hingga kondisinya lanjut. Penting untuk melakukan tes rutin memeriksa penyakit ginjal kronis guna mendeteksinya sejak dini,” lanjutnya.

    Prof Bach mengatakan tidak ada obat untuk penyakit ginjal kronis. Tetapi, pengobatan dapat mengendalikan kondisi tersebut dan memperlambat penurunan fungsi ginjal.

    Penyakit ginjal kronis dapat berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir. Hal ini bisa berakibat fatal tanpa dialisis atau transplantasi ginjal.

    Banyak anak muda yang memiliki pola hidup tidak sehat yang mempercepat penurunan fungsi ginjal seperti lebih banyak mengonsumsi protein hewani, kurang asupan air putih, serta sering mengonsumsi obat pereda nyeri, suplemen yang dijual bebas, dan obat-obatan tradisional.

    Anak muda biasanya mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi penyakit ginjal sejak dini. Adapun faktor risiko dari penyakit ginjal kronis, meliputi diabetes, hipertensi, penyakit jantung, obesitas, dan usia lanjut.

    Lantas, apa saja gejala yang mungkin muncul akibat penyakit ginjal kronis?

    Gejala Penyakit Ginjal Kronis

    Dikutip dari Health Direct, ada beberapa gejala yang mungkin terlihat atau dirasakan pasien meliputi:

    Hipertensi (tekanan darah tinggi)Buang air kecil di malam hariPerubahan pada tampilan urine (seperti berbusa atau berbusa)Hematuria (darah dalam urine)Edema atau bengkak (di kaki, pergelangan kaki atau di sekitar mata)Kelelahan atau lemasMual (merasa mual) atau muntahGatal-gatalKaki gelisahSesak napas

    Gejala Gagal Ginjal

    Sementara itu, tanda atau gejala gagal ginjal yang bisa dialami, yakni:

    Jumlah urine berkurangEdema atau bengkak (di kaki, pergelangan kaki atau di sekitar mata)KebingunganMualMerasa sesak napas

    (sao/suc)

  • Ramai soal ‘Guyonan’ Gus Miftah, Begini Konteks Candaan Sebenarnya dari Psikolog

    Ramai soal ‘Guyonan’ Gus Miftah, Begini Konteks Candaan Sebenarnya dari Psikolog

    Jakarta

    Pemuka agama Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah tengah menjadi sorotan publik. Kasus ini bermula saat videonya yang mengolok-olok dan menghina penjual es teh bernama Sunhaji viral di media sosial.

    Namun, masih banyak orang yang tertawa dan menganggap hal tersebut sebagai sebuah guyonan atau candaan semata.

    Tak hanya itu, jejak digital Gus Miftah yang dinilai merendahkan pesinden Yati Pesek juga kembali ramai beredar. Dalam video, Gus Miftah melontarkan kata-kata yang dianggap tidak pantas dan menuai kecaman warganet.

    Terkait hal itu, psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menekankan konteks yang bisa dikategorikan sebagai candaan. Menurutnya, dalam konteks candaan seharusnya ada kesepakatan antara dua belah pihak.

    Artinya, tidak hanya berasal dari satu pihak yang menganggap konteks tersebut sebagai candaan.

    “Bercanda itu ketika dua-duanya menganggap lucu, dua-duanya tertawa, dan dilakukan antara orang-orang yang punya hubungan baik. Tapi, kalau tanpa konsen, mendadak, dilakukan di tempat umum, tidak saling kenal, menggunakan kata-kata negatif, itu sudah termasuk melakukan perundungan, pembullyan,” jelas Sari pada detikcom, Kamis (5/12/2024).

    Hal ini juga dapat terlihat dari respons orang yang menerima perlakuan tersebut. Seperti dalam percakapan Gus Miftah dengan pedagang es teh, terlihat reaksinya justru sebaliknya.

    Tidak ada tawaan seperti yang terjadi pada Gus Miftah dan rekan-rekannya.

    “Misalnya yang satu tertawa, orang lain banyak tertawa, tapi yang dituju tidak tertawa, maka itu bukan lagi kita bisa sebut sebagai bercandaan,” tutur Sari.

    Sari mengungkapkan pandangan orang bisa berbeda-beda dalam merespons sesuatu, yang tentu dipengaruhi berbagai faktor. Misalnya seperti faktor intelegensi, faktor budaya, faktor agama, faktor pemahaman, faktor pengalaman, dan sebagainya.

    Banyaknya faktor tersebut dapat membuat setiap orang memiliki opini yang berbeda. Hal itu kembali pada persepsi masing-masing orang.

    “Ada orang yang cenderung objektif pada konteks yang dipermasalahkan. Ada juga orang yang subjektif, yang fokus pada siapa yang mengatakan dan cenderung membela kemana. Jadi, objektif dan subjektif ini yang membuat pro kontra sering terjadi,” beber Sari.

    “Ada juga karena faktor perbedaan dalam melihat mana yang bercanda, mana yang bukan, dan lain sebagainya. Ya berbeda-beda persepsi,” pungkasnya.

    (sao/suc)

  • Bun! Jangan Sering Kasih Makanan Olahan ke Anak, Nanti Kecanduan

    Bun! Jangan Sering Kasih Makanan Olahan ke Anak, Nanti Kecanduan

    Video: Bun! Jangan Sering Kasih Makanan Olahan ke Anak, Nanti Kecanduan

    1,451 Views | Sabtu, 07 Des 2024 08:16 WIB

    Tak sedikit ibu-ibu memberikan anaknya makanan olahan, sehingga bikin anak enggan makan makanan utamanya. Lalu bagaimana memberi batasan makanan olahan ke anak?

    Cinthia Yolanda Vista – 20DETIK

  • 7 Kebiasaan Sehari-hari Bisa Merusak Ginjal, Hati-hati yang Sering Makan Manis

    7 Kebiasaan Sehari-hari Bisa Merusak Ginjal, Hati-hati yang Sering Makan Manis

    Jakarta

    Ginjal merupakan organ vital yang memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah, membuang limbah dan racun, mengatur keseimbangan elektrolit, dan membantu mengontrol tekanan darah.

    Ketika ginjal rusak, mereka tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan limbah dan racun dalam darah, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

    Karenanya, menjaga performa ginjal tetap baik agar terhindar dari penyakit membutuhkan pola hidup yang baik pula. Ini beberapa kebiasaan yang sebenarnya bisa merusak kesehatan ginjal seperti dikutip dari National Kidney Foundation dan India Times.

    1. Sering Menggunakan Obat Pereda Nyeri

    Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) dan Analgesik, dapat meredakan nyeri dan rasa sakit. Meskipun begitu, obat-obatan tersebut juga dapat membahayakan ginjal, terutama jika sudah memiliki penyakit ginjal.

    Kurangi penggunaan NSAID secara teratur dan jangan pernah melebihi dosis yang dianjurkan.

    2. Konsumsi Makanan Tinggi Garam dan Gula

    Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat berdampak negatif pada kesehatan seseorang, terutama jika ginjalnya tidak berfungsi dengan baik. Garam mengandung yodium, yang meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah di ginjal, sehingga ginjal sulit berfungsi dan mengeluarkan racun. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, ketidaknyamanan selama dialisis, dan penumpukan cairan di sekitar jantung dan paru-paru.

    Selain garam, seseorang terlalu berlebihan mengonsumsi makanan manis dapat menyebabkan obesitas dan diabetes, yang merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal. National Kidney Foundation mencatat bahwa meskipun gula tidak merusak ginjal, terlalu banyak asupan gula pada pengidap diabetes dapat menyebabkan gula darah tinggi yang dapat merusak ginjal.

    3. Mengonsumsi Makanan Olahan

    Sebuah studi tahun 2022 menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi banyak makanan olahan memiliki risiko penyakit ginjal 24 persen lebih tinggi.

    Makanan ini banyak diolah dan mengandung banyak bahan tambahan buatan, gula tambahan, karbohidrat olahan, lemak tidak sehat, dan natrium, tetapi rendah serat, protein, dan nutrisi penting.

    4. Tidak Minum Cukup Air

    Tanpa air yang cukup, seseorang berisiko mengalami kerusakan ginjal, terutama jika seseorang bekerja keras atau dalam cuaca panas. Air membantu ginjal membuang limbah. Air juga membantu mencegah batu ginjal dan membuat obat ISK (infeksi saluran kemih) bekerja lebih baik. Mereka yang mengidap penyakit ginjal stadium lanjut mungkin perlu membatasi cairan.

    5. Kurang Tidur

    Tidur malam yang cukup sangat penting bagi kesehatan seseorang secara keseluruhan, termasuk pada organ ginjal. Fungsi ginjal diatur oleh siklus tidur-bangun yang membantu mengoordinasikan beban kerja ginjal selama 24 jam.

    6. Konsumsi Terlalu Banyak Daging

    Protein merupakan bagian penting dari pola makan manusia. Protein membantu orang membangun otot, menyembuhkan, melawan infeksi, dan tetap sehat. Jumlah protein yang kita butuhkan bergantung pada usia, jenis kelamin, dan kesehatan.

    Protein hewani, seperti daging, susu, dan telur, mengandung semua bahan penyusun penting, tetapi beberapa di antaranya mengandung banyak lemak tidak sehat.

    Ikan, unggas, dan susu rendah lemak mengandung lebih sedikit lemak ini, sehingga lebih baik untuk kesehatan jantung. Namun, jika Anda memiliki penyakit ginjal, tubuh mungkin kesulitan membuang semua sisa protein.

    7. Mager-an

    Olahraga teratur menawarkan banyak manfaat kesehatan, terutama bagi pengidap penyakit ginjal. Olahraga membantu orang menjaga berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol yang sehat.

    Satu penelitian menunjukkan bahwa orang dengan penyakit ginjal lanjut yang berolahraga secara teratur memiliki risiko kematian sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga.

    (suc/suc)

  • 15 Herbal dan Sayuran yang Baik untuk Penderita Asam Urat

    15 Herbal dan Sayuran yang Baik untuk Penderita Asam Urat

    Jakarta

    Penderita asam urat dilarang makan makanan yang mengandung purin tinggi, seperti daging merah. Mereka disarankan mengkonsumsi sayuran, karena dapat mencegah maupun menangani asam urat.

    Namun tidak semua sayur diperbolehkan untuk penderita asam urat, karena ada sayuran yang juga tinggi purin, seperti bayam, kol, jamur, dan asparagus. Dalam artikel ini, kita akan ulas 15 sayuran atau tanaman herbal yang baik dikonsumsi penderita asam urat.

    Herbal dan Sayuran untuk Asam Urat

    Berikut ini 15 herbal dan sayuran yang baik dikonsumsi untuk mencegah dan meredakan asam urat:

    1. Binahong

    Dalam buku 56 Makanan Ajaib dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecantikan oleh Yusuf CK Arianto, dijelaskan salah satu manfaat binahong adalah menghambat asam urat melalui kandungan flavonoidnya. Caranya adalah dengan meminum air rebusan daun binahong yang ditambah satu sendok makan madu.

    2. Tomat

    Tomat termasuk salah satu sayuran terbaik yang baik dikonsumsi untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Dilansir dari Lybrate, tomat segar bersifat basa dan bisa meningkatkan alkalinitas darah ketika terkena aliran darah.

    3. Sawi

    Sawi merupakan sayuran hijau yang dapat mengurangi serangan asam urat. Makanan ini kaya akan vitamin C yang dapat diserap tubuh dan dapat melarutkan endapan asam urat.

    4. Belimbing Wuluh

    Belimbing wuluh biasanya digunakan sebagai bahan masakan. Selain itu detikers bisa meminumnya sebagai jus buah untuk mengatasi penyakit asam urat. Saponin yang terkandung di dalam belimbing wuluh bersifat antiinflamasi, sedangkan serat di dalamnya membantu mengikat kolesterol dan membuangnya dari tubuh.

    5. Brokoli

    Dilansir dari Healthline, brokoli memiliki manfaat mencegah asam urat. Sayuran ini termasuk rendah purin. Brokoli mengandung sekitar 70 mg purin per 100 gram, dan tinggi vitamin C yang membantu mengurangi serangan asam urat.

    6. Daun Salam

    Daun salam mengandung senyawa anti inflamasi dan antioksidan, sehingga dapat membantu mengurangi peradangan dan memperlancar aliran darah. Caranya cukup dengan merebus beberapa lembar daun salam, lalu minum air rebusannya.

    7. Seledri

    Seledri termasuk daun yang baik digunakan untuk menangani masalah kemih dan asam urat. Menurut penelitian, seledri mengandung banyak antioksidan, seperti asam fenolik, asam caffeic, dan asam ferulat.

    8. Kumis Kucing

    Xantin oksidase adalah enzim yang berperan dalam pembentukan asam urat di tubuh. Penelitian 2008 oleh IPB menunjukkan kumis kucing dapat menghambat aktivitas enzim xantin oksidase lebih dari 50 persen.

    9. Daun Sirsak

    Daun sirsak memiliki kandungan antioksidan yang dapat menghambat enzim xantin oksidase yang berperan membentuk asam urat. Senyawa fenolik kumarin daun sirsak yang lebih tinggi dari allopurinol efektif untuk menurunkan kadar asam urat.

    Cuci bersih 6-10 lembar daun sirsak yang masih hijau, kemudian rebus dengan dua cangkir air. Aduk sesekali hingga mendidih.

    10. Daun dan Biji Ketumbar

    Dilansir dari Only My Health, daun ketumbar kaya akan vitamin C yang bermanfaat menurunkan kadar asam urat. Kandungan vitamin K dan beberapa mineral lainnya seperti kalsium, potasium, fosfor, tiamin, dan niasin baik untuk pencernaan dan fungsi hati.

    Biji ketumbar juga dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menaikkan kadar kolesterol baik (HDL). Selain itu, bumbu dapur ini juga dapat menurunkan kadar gula darah dan sekresi insulin pada penderita diabetes.

    11. Daun Sambiloto

    Daun sambiloto juga sudah dipakai sebagai obat asam urat sejak abad ke-18. Air rebusan daun sambiloto mengandung efek antihiperurisemia dan antiinflamasi untuk menurunkan asam urat.

    Cukup siapkan 20 gram daun sambiloto kering, rebus dengan air 100 ml. Tunggu hingga mendidih, saring, minum airnya.

    12. Daun Kelor

    Daun kelor dapat dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat karena kandungan vitamin C dan antioksidannya mampu menurunkan stres oksidatif dan inflamasi yang mempengaruhi sintesis asam urat.

    Dalam situs Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang, dijelaskan bahwa senyawa kuersetin dalam daun kelor dapat menghambat aktivitas xantin oksidase yang membentuk asam urat.

    13. Daun Sukun

    Air rebusan ekstrak daun sukun dapat menurunkan kadar asam urat karena mengandung flavonoid, fenol, riboflavin, tanin, asetilkolin, dan kalium. Sebuah penelitian pada 2019 membuktikan ekstrak daun sukun terbukti menurunkan kadar asam urat dalam darah tikus.

    14. Daun Sirih

    Daun sirih memiliki banyak manfaat, salah satunya mengatasi produksi asam urat berlebih melalui senyawa sirih fenol, seskuiterpen, diastase, gula, triterpenoid, flavonoid, dan tanin.

    Rebuslah 5-10 gram sirih kering 15-30 gram daun sirih segar dengan 2 cangkir air. Biarkan mendidih sampai airnya menyusut separuh. Minum secara rutin selama 10 hari.

    15. Timun

    Terakhir adalah timun atau mentimun yang memiliki kandungan dan sifat antiinflamasi dan minim purin. Kadar airnya yang tinggi juga meningkatkan asupan cairan dan mencegah gejala asam urat.

    Demikian tadi 15 herbal dan sayuran yang baik untuk penderita asam urat. Sebaiknya penderita asam urat juga berkonsultasi dengan dokter mengenai menu sehat yang bisa dikonsumsi setiap hari.

    (bai/row)

  • Ngeri, Dokter Temukan 4 Cacing Hidup di Mata Wanita China Ini

    Ngeri, Dokter Temukan 4 Cacing Hidup di Mata Wanita China Ini

    Jakarta

    Dokter di Beijing, China, menemukan empat ekor cacing mikroskopis hidup di bawah kelopak mata seorang wanita. Peristiwa ini dialami seorang wanita berusia 41 tahun.

    Dikutip dari Live Science, itu terjadi pada Juni 2022. Wanita tersebut merasa ada sesuatu di mata kanannya.

    Saat memeriksa matanya, dokter melihat permukaan luarnya, yakni kornea, tampak rusak. Mereka meresepkan obat tetes mata pada pasien tersebut untuk membantu melindungi mata dari iritasi lanjut dan mengurangi infeksi, serta diperbolehkan pulang.

    Dalam laporan jurnal BMC Ophthalmology yang dipublikasikan pada 28 November 2024, sekitar sebulan kemudian wanita tersebut kembali ke rumah sakit. Matanya menjadi merah, gatal, dan merasakan ada sesuatu di dalamnya.

    Ketika dokter memeriksa ulang, terlihat jaringan bawah kelopak matanya berwarna merah, meradang, dan lebih besar dari ukuran normal. Mereka juga menemukan empat cacing putih hidup menggeliat di bawah kelopak mata wanita itu.

    Untuk mengeluarkan cacing itu, dokter memberikan anestesi pada area tersebut. Mereka mengeluarkan cacing dari mata pasien menggunakan forsep dan mengirimnya ke laboratorium untuk dianalisis.

    Hasilnya, tim dokter melihat cacing tersebut memiliki tubuh ramping memanjang yang ditutupi seperti bekas sayatan kecil. Ada struktur seperti mulut di salah satu ujung setiap tubuhnya, dan ujung lainnya berduri.

    Cacing tersebut masuk dalam spesies Thelazia callipaeda atau dikenal sebagai cacing mata Oriental. Ini adalah spesies utama yang menyebabkan penyakit parasit, disebut thelaziasis.

    Thelaziasis biasanya ditularkan ke hewan oleh lalat yang memakan air mata sapi dan hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing. Saat mereka makan, lalat melepaskan larva T callipaeda ke mata hewan.

    Begitu berada di dalam mata, larva berkembang menjadi cacing dewasa yang bereproduksi, menciptakan larva baru yang siap untuk ditelan dan ditularkan oleh lalat lain, sehingga melanjutkan siklus penularan.

    Manusia juga dapat tertular thelaziasis, tetapi ini jarang terjadi. Penyakit ini paling umum terjadi pada orang yang tinggal di daerah pertanian atau di dekat hewan peliharaan.

    Gejala thelaziasis pada manusia meliputi rasa gatal, pembengkakan pada mata, pembentukan air mata yang berlebihan, perkembangan ulkus pada mata dan, hingga kebutaan.

    Dokter tidak yakin bagaimana wanita di China tersebut bisa memiliki cacing di matanya. Sebab, pekerjaannya sehari-hari adalah seorang pekerja kantoran dan tidak dapat mengingat kapan terakhir kali terkena lalat.

    Namun, wanita tersebut memang memiliki kucing jenis American Shorthair dengan penyakit mata. Ia juga menolak kucingnya diperiksa, sehingga belum diketahui sumber utamanya.

    Setelah cacing berhasil dikeluarkan, wanita tersebut diberikan salep mata yang mengandung antibiotik untuk digunakan setiap hari. Dalam seminggu, gejalanya membaik secara signifikan, dan dua bulan kemudian, infeksinya tampaknya telah sembuh.

    (sao/naf)

  • Tren Batu Ginjal di Usia Muda Meningkat, Waspadai Gejala yang Kerap Tak Disadari

    Tren Batu Ginjal di Usia Muda Meningkat, Waspadai Gejala yang Kerap Tak Disadari

    Jakarta

    Kasus batu ginjal meningkat di kalangan usia muda, terutama pada remaja perempuan. Sampai saat ini para ahli tak mengetahui penyebab pasti dari peningkatan tren tersebut.

    Namun mereka berspekulasi bahwa kombinasi berbagai faktor, seperti pola makan yang banyak mengandung makanan ultra proses, meningkatnya penggunaan antibiotik di awal kehidupan, dan perubahan iklim yang menyebabkan semakin banyaknya kasus dehidrasi, menjadi faktor pemicu batu ginjal di usia muda.

    Penelitian pada tahun 2016 yang dipimpin seorang ahli urologi anak di Rumah Sakit Anak Philadelphia dr Gregory Tasian melibatkan hampir 153 ribu orang dewasa dan anak-anak di South Carolina yang menerima perawatan darurat, rawat inap, atau bedah untuk batu ginjal atau nefrolitiasis.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Klinis American Society of Nephrology itu menemukan bahwa insiden penyakit batu ginjal tahunan meningkat 16 persen dari tahun 1997 hingga 2012, dengan peningkatan terbesar terjadi pada kelompok usia 15 hingga 19 tahun.

    Dalam kelompok usia ini, insiden batu ginjal 52 persen lebih tinggi di kalangan anak perempuan dan wanita. Penyakit ini menjadi lebih umum pada pria mulai usia 25 tahun. Secara keseluruhan, risiko penyakit batu ginjal meningkat dua kali lipat selama masa kanak-kanak untuk anak laki-laki dan perempuan.

    Sementara wanita mengalami peningkatan risiko sebesar 45 persen selama masa hidup mereka selama periode studi 16 tahun. Orang dewasa dan anak-anak berkulit hitam dalam studi tersebut juga mengalami batu ginjal pada tingkat yang lebih tinggi daripada orang kulit putih.

    Tren serupa telah dilaporkan dalam penelitian lain, termasuk yang dilakukan di Olmsted County, Minnesota, yang menemukan bahwa tingkat kejadian batu ginjal di antara anak-anak usia 12-17 tahun meningkat 6 persen per tahun dari tahun 1984 hingga 2008.

    Gejala Batu Ginjal

    Batu ginjal adalah kelainan metabolisme, yang juga dikenal sebagai nefrolitiasis, yang terjadi ketika mineral seperti kalsium, oksalat, dan fosfor menumpuk dalam urine dan membentuk kristal keras berwarna kekuningan sekecil butiran pasir atau sebesar bola golf dalam kasus yang parah.

    Beberapa batu dapat keluar dari saluran kemih tanpa masalah, tetapi yang lain dapat tersangkut, menghalangi aliran urin dan menyebabkan nyeri hebat serta pendarahan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, rumah sakit di seluruh negeri telah membuka “klinik batu” pediatrik untuk memenuhi permintaan, tempat anak-anak dapat bertemu dengan ahli urologi, ahli nefrologi, dan ahli gizi untuk mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan guna mengobati dan mencegah batu ginjal di masa mendatang.

    Batu ginjal pada orang dewasa dikaitkan dengan kondisi seperti sindrom metabolik , obesitas, hipertensi dan diabetes.

    “Pada anak-anak, kami tidak melihat hal itu,” kata Tasian, dikutip dari NBC News.

    “Mereka sehat dan tiba-tiba datang dengan batu ginjal pertama mereka tanpa alasan yang jelas.”

    Adapun gejala batu ginjal yang perlu diwaspadai di antaranya:

    nyeri di sekitar punggung, perut bagian bawah, dan selangkangandarah berwarna merah muda, coklat atau merah dalam urineselalu ingin buang air kecilurine keruh atau berbau busukmudah tersinggung, terutama pada anak kecil.

    Beberapa anak mungkin tidak mengalami gejala apa pun. Namun, gejala terkadang bisa “lebih tidak spesifik” pada anak-anak, terutama yang lebih muda, sehingga mereka mungkin mengeluhkan sakit perut, bukan sakit punggung atau mual.

    (suc/suc)

  • Berkaca dari kasus Bayi Disiram Air Panas, Begini Tips Penting Pilih Daycare Anak

    Berkaca dari kasus Bayi Disiram Air Panas, Begini Tips Penting Pilih Daycare Anak

    Jakarta

    Baru-baru ini viral seorang bayi berusia 1 tahun 3 bulan disiram air panas di tempat penitipan anak (daycare) Sawangan, Depok, oleh salah satu pengasuhnya. Wanita bernama Seftyana (35) ditetapkan sebagai tersangka karena aksi kejinya.

    Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana mengungkapkan motif Setyafna. Setyafna mengaku kesal karena korban menangis saat dimandikan. Arya mengatakan penganiayaan ini terjadi pada Senin (2/12). Arya menjelaskan orang tua korban menitipkan anaknya di daycare tersebut sejak Agustus 2024. Orang tua korban menitipkan anaknya pada pukul 05.30-19.30 WIB.

    Orang tua tentu perlu berhati-hati dalam memilih tempat penitipan anak atau daycare untuk sang buah hati mereka.

    Di luar kasus tersebut, psikolog Samanta Elsener M Psi, Psikolog & Parenting Expert mengungkapkan sederet tips dalam memilih daycare untuk anak yang kredibel dan aman.

    Menurutnya, orang tua perlu mengecek background pengasuh atau orang yang bekerja di sana terlebih dahulu. Pengecekan berguna untuk mengetahui apakah pengasuh memiliki latar belakang atau rekam jejak yang berpotensi menimbulkan bahaya atau kerugian.

    Selain itu, orang tua perlu memantau interaksi pengasuh atau orang yang bekerja di daycare terhadap anak-anak.

    “Jadi semakin interaksinya baik, positif Insya Allah juga mereka bisa menjadikan tempat aman buat anak dititipkan selama orang tuanya bekerja,” saat ditemui di acara Bunda fest 2024 di Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2024).

    Selain dari sisi pengasuhnya, Samantha juga meminta orang tua untuk mempertimbangkan dari sisi kesehatan dan kebersihan dari tempat penitipan tersebut. Termasuk juga kurikulum untuk memberikan stimulasi yang tepat pada anak, sehingga bukan sekadar tempat penitipan saja.

    “Harus cek apakah sesuai dengan budgetnya, jarak tempuh, jauh atau dekat dari rumah Terus sudah gitu menyediakan fasilitasnya apa aja. Terus kalau bisa gitu yang ada paket lengkapnya, ada dokternya, ada psikolognya. Terus ada laporan hariannya, di daycare itu ngapain aja, ” imbuhnya.

    “Jadi bukan cuma sekedar tempat penitipan,” imbuhnya lagi.

    Lihat juga Video: Viral Balita Diduga Dianiaya di Daycare Depok, Polisi Turun Tangan

    (suc/suc)

  • WHO Kirim Tim Ahli Selidiki Penyakit Misterius di Kongo, Tewaskan Banyak Orang

    WHO Kirim Tim Ahli Selidiki Penyakit Misterius di Kongo, Tewaskan Banyak Orang

    Jakarta

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengerahkan tim ahli untuk membantu otoritas kesehatan setempat menyelidiki penyakit misterius mirip flu. Penyakit tersebut dilaporkan telah menginfeksi hampir 400 orang di Republik Demokratik Kongo, Afrika.

    Tim tersebut terdiri dari ahli epidemiologi, dokter klinis, teknisi laboratorium, spesialis pencegahan dan pengendalian infeksi, serta ahli komunikasi risiko, menurut pernyataan WHO.

    “Meskipun masih banyak yang perlu dipelajari, wabah ini sangat memprihatinkan,” kata Lawrence Gostin, pakar kesehatan global dan direktur fakultas Institut O’Neill untuk Hukum Kesehatan Nasional dan Global di Universitas Georgetown.

    “Kita tidak ingin menekan tombol panik sampai kita melihat apa yang sedang kita hadapi, tetapi ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan secara saksama oleh dunia karena jika ini adalah jenis influenza baru yang sangat mudah menular, penyakit ini akan menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat,” katanya, dikutip dari USA Today.

    Kasus-kasus tersebut berpusat di provinsi Kwango di barat daya negara itu, di zona kesehatan Panzi. Sementara WHO mengatakan ada 30 orang dilaporkan meninggal karena penyakit tersebut. Sementara data terbaru pada Kamis (6/12/2024), pihak berwenang di RD Kongo sejauh ini telah mengonfirmasi 71 kematian, termasuk 27 orang yang meninggal di rumah sakit dan 44 di masyarakat di provinsi selatan Kwango.

    Kematian tersebut tercatat antara 10 November dan 25 November di zona kesehatan Panzi di provinsi Kwango. Ada sekitar 380 kasus, hampir setengahnya adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun, menurut menteri tersebut.

    Gejala penyakit tersebut sejauh ini meliputi sakit kepala, batuk, demam, kesulitan bernapas, dan anemia, kata WHO. Reuters melaporkan bahwa penyakit ini tampaknya serius menyerang wanita dan anak-anak, terutama mereka yang berusia di atas 15 tahun.

    Gostin mengatakan, ia sangat prihatin karena infeksi tersebut tampaknya menyerang orang-orang di usia produktif, bukannya orang-orang yang sangat muda atau sangat tua, yang merupakan korban flu yang paling umum.

    “Ini misterius, karena ini bukan kejadian yang bisa kita lihat,” katanya.

    Ia juga khawatir karena penyakit tersebut tampaknya menyebar dengan cepat dari orang ke orang. Virus influenza lain yang sangat mematikan, seperti flu burung, tidak menyebar dengan mudah. “Hal itu membuatnya sangat mengkhawatirkan,” katanya.

    Ditambah lagi, RD Kongo memiliki sistem kesehatan yang sangat lemah dan masih dilanda perang saudara, dengan penduduk yang tidak mempercayai pengobatan arus utama atau dokter barat.

    “Mendapatkan sumber daya di sana untuk memadamkan api akan sangat sulit,” katanya.

    “Itu adalah campuran racun.”

    Tim pakar WHO tengah berupaya menyingkirkan patogen pernapasan seperti influenza atau COVID-19, serta penyebab lain seperti malaria dan campak. Para investigator WHO setempat telah berada di area tersebut sejak akhir November dan bekerja sama dengan otoritas kesehatan negara tersebut untuk mengidentifikasi kasus-kasus.

    Bantuan WHO akan difokuskan pada penguatan respons terhadap wabah, yang meliputi pengumpulan sampel, menemukan kasus aktif, merawat pasien, dan meningkatkan kesadaran publik, kata badan tersebut. Mereka juga akan mengirimkan obat-obatan penting dan tes diagnostik.

    “Prioritas kami adalah memberikan dukungan yang efektif kepada keluarga dan masyarakat yang terdampak,” kata Dr Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika.

    “Semua upaya sedang dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab penyakit, memahami cara penularannya, dan memastikan tanggapan yang tepat secepat mungkin.”

    (suc/suc)

  • Mudah Dibuat, Ini 5 Minuman Rumahan yang Bantu Cegah Batu Ginjal

    Mudah Dibuat, Ini 5 Minuman Rumahan yang Bantu Cegah Batu Ginjal

    Jakarta

    Beberapa dekade yang lalu, penyakit batu ginjal dianggap sebagai masalah kesehatan yang rawan dialami oleh para lanjut usia (lansia). Namun, saat ini para generasi muda juga tak luput dari masalah kesehatan ini.

    Sebagai informasi, batu ginjal merupakan endapan keras dari mineral dan garam yang terbentuk di ginjal. Kondisi ini bisa terjadi akibat pola makan, berat badan berlebih, beberapa kondisi medis, serta obat-obatan tertentu.

    Dikutip dari Healthline, batu ginjal sebenarnya bisa diobati secara alami dengan cara banyak minum cairan. Pasalnya, cairan ini dapat membantu mengeluarkan batu ginjal dan mencegah terbentuknya batu baru.

    Cairan ekstra yang keluar dapat membantu mengeluarkan racun, memindahkan batu, dan kerikil melalui saluran kemih. Lantas, minuman apa saja yang direkomendasikan?

    1. Air Jeruk Lemon

    Perasan jeruk lemon bisa ditambahkan ke dalam air putih yang biasa diminum. Lemon mengandung sitrat, yakni zat kimia yang mencegah pembentukan batu kalsium. Kandungan sitrat juga dapat memecah batu-batu kecil, sehingga dapat dikeluarkan dengan mudah.

    Studi tahun 2020 menemukan bahwa suplemen kalium sitrat membantu mengurangi faktor risiko terkait dengan batu ginjal pada orang yang sebelumnya memiliki batu ginjal.

    2. Cuka Sari Apel

    Cuka sari apel mengandung asam asetat yang dapat membantu melarutkan batu ginjal. Selain membersihkan ginjal, cuka sari apel dapat membantu meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh batu.

    Konsumsi cuka dapat membantu mengurangi pembentukan batu ginjal, menurut tinjauan studi. Uji klinis pada manusia sedang dilakukan untuk membandingkan efektivitas cuka sari apel dan beberapa minuman lain dalam mencegah pembentukan batu ginjal.

    Untuk mencoba pengobatan ini, tambahkan dua sendok makan cuka sari apel ke dalam enam hingga delapan ons air minum (setara 240 ml).

    3. Kaldu Kacang Merah

    Kaldu dari kacang merah yang dimasak merupakan hidangan tradisional yang sering dikonsumsi di India. Beberapa orang mengklaim bahwa kaldu ini dapat meningkatkan kesehatan saluran kemih dan ginjal, tetapi hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan apakah obat ini efektif.

    Untuk mencobanya, cukup saring air rebusan kacang merah dan minumlah beberapa kali sehari.

    4. Bunga Dandelion

    Bagian tanaman dandelion dapat membantu membuang kotoran, meningkatkan produksi urin, dan memperbaiki pencernaan. Jika ingin mencobanya dapat membuat jus dandelion dari daun tanaman atau membeli akarnya sebagai teh atau ekstrak.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa dandelion efektif dalam mencegah batu ginjal. Namun, hasil ini berasal dari sampel laboratorium, dan para peneliti belum dapat memastikan apakah dandelion bekerja dengan cara yang sama ketika dikonsumsi oleh manusia.

    5. Air Putih

    Saat mengeluarkan batu ginjal menambah asupan air dapat membantu mempercepat prosesnya.

    Penelitian menunjukkan seseorang harus minum cukup air untuk memiliki sekitar 2 liter jumlah urine yang dikeluarkan setiap hari guna mencegah batu ginjal. Dehidrasi merupakan salah satu faktor risiko utama batu ginjal.

    (dpy/kna)