Category: Detik.com Kesehatan

  • Ahli Saraf Ungkap Hal yang Harus Dihindari Agar Otak Tidak Cepat Rusak

    Ahli Saraf Ungkap Hal yang Harus Dihindari Agar Otak Tidak Cepat Rusak

    Jakarta

    Bagaimana sih cara menjaga kesehatan otak? Pola makan sehat, cukup tidur, dan berolahraga mungkin jadi jawaban pertama yang terlintas dalam kepala. Namun menurut ahli neurologi dari The George Washington University School of Medicine and Health Sciences, dr Richard Restak, ada satu hal lagi yang tak kalah penting.

    Dokter yang telah menulis lebih dari 20 buku tentang otak itu mengungkapkan ada hal nomor satu yang perlu dihindari jika ingin otak tetap sehat seiring bertambahnya usia.

    “Saya berusaha menghindari kebosanan. Saya berusaha tetap aktif. Saya mempelajari kata-kata baru, melakukan latihan memori, dan [saya] membuatnya menyenangkan,” kata Restak dikutip dari CNBC Make It, Minggu (8/12/2024).

    Hindari Kebosanan, Teruslah Tertantang

    Restak mengungkapkan dia selalu mencari cara agar otaknya senantiasa tertantang. Misalnya ketika berjalan-jalan pagi bersama anjingnya, Restak akan melakukan latihan ingatan.

    Sebelum meninggalkan rumah, Restak akan membuat daftar berisi 10 kata. Selama perjalanan, Restak melatih memorinya dengan mengingat 10 kata tersebut. Usai berjalan-jalan pagi, Restak akan menuliskan kembali 10 kata tersebut tanpa melihat daftar yang dia buat sebelumnya.

    BACA JUGA

    Restak juga membagikan cara mudah untuk menghafal kata-kata tersebut.

    “Cara paling menonjol untuk mengingat sesuatu adalah mengubahnya menjadi gambar. Semakin aneh gambarnya, semakin kita mengikuti ceritanya,” ujarnya.

    Restak menambahkan bercerita merupakan hal yang alami bagi kebanyakan orang. Karenanya, seseorang dapat lebih mudah mengingat sesuatu jika dalam bentuk cerita.

    “Kita suka mendengar cerita. Kita suka bercerita. Jadi, kita akan mengingat ceritanya,” imbuhnya.

    Restak mengaku latihan ingatan seperti ini membuatnya terhibur dan membantu menjaga ingatannya tetap tajam.

    “Hindari kebosanan, teruslah tertantang,” pungkasnya.

    BACA JUGA

    (ath/kna)

  • Ikut Skrining Kesehatan Gratis saat Ultah Wajib Punya SATUSEHAT, JIka Tidak…

    Ikut Skrining Kesehatan Gratis saat Ultah Wajib Punya SATUSEHAT, JIka Tidak…

    Jakarta – Pencatatan skrining kesehatan gratis ulang tahun yang diprogramkan Kementerian Kesehatan akan masuk dalam SATUSEHAT. Karena itu, masyarakat yang akan melakukan pemeriksaan punya SATUSEHAT karena Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menyebut tidak boleh ikut jika tidak punya SATUSEHAT.

    (/)

  • 1 dari 4 Perempuan RI Pernah Alami Kekerasan Fisik-Seksual

    1 dari 4 Perempuan RI Pernah Alami Kekerasan Fisik-Seksual

    Jakarta

    Kekerasan seksual pada perempuan dan anak di Indonesia agaknya masih menjadi masalah serius yang harus segera dicarikan solusinya. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyebut satu dari empat perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual.

    “Perempuan yang mengisi setengah dari total populasi Indonesia, merupakan kekuatan luar biasa di tengah masyarakat kita. Namun, data menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi tantangan serius,” ujar Arifah di Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2024).

    “Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 menunjukkan bahwa 1 dari 4 perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual,” sambung dia.

    Meskipun begitu, Arifah mengatakan tren kekerasan fisik dan seksual pada perempuan di Indonesia perlahan angkanya terus menurun dari tahun ke tahun.

    “Kalau (kekerasan) pada perempuan menurun,” tegasnya.

    Arifah mengatakan pemerintah sendiri sebenarnya sudah menyediakan payung hukum pada para korban kekerasan fisik hingga seksual. Selain itu, Kementerian PPPA juga memiliki tiga program prioritas untuk lima tahun ke depan guna memberikan perlindungan terbaik pada perempuan dan anak.

    “Program-program tersebut di antaranya adalah Pengembangan Ruang Bersama Merah Putih (RBMP), Perluasan Fungsi Call Center SAPA 129, dan Penguatan Satu Data Perempuan dan Anak Berbasis Desa,” kata Arifah.

    Untuk RBMP sendiri, lanjut Arifah akan diluncurkan di enam titik lokasi pada puncak Peringatan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember 2024.

    “RBMP merupakan lanjutan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, ini adalah sebuah gerakan kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah, lembaga masyarakat, bahkan masyarakat,” tutupnya.

    (dpy/up)

  • Jenis Paket Skrining Kesehatan Ultah Gratis Tergantung Usia

    Jenis Paket Skrining Kesehatan Ultah Gratis Tergantung Usia

    Jakarta – Skrining kesehatan gratis ulang tahun yang dicanangkan pemerintah saat ini masih tahap evaluasi. Dalam Raker Kemenkes bersama Komite III DPD RI, disebutkan bahwa pemeriksaannya bergantung usia menyasar balita, anak sekolah, remaja, dan dewasa lansia. Berikut kategori pemeriksaannya.

    (/)

  • Cuaca Dingin Meningkatkan Risiko Serangan Jantung, Mitos atau Fakta?

    Cuaca Dingin Meningkatkan Risiko Serangan Jantung, Mitos atau Fakta?

    Jakarta

    Cuaca dingin tak hanya membuat seseorang rentan mengalami flu dan pilek. Berada di suhu dingin ternyata bisa berdampak pada jantung.

    Dikutip dari Medical News Today, pembuluh darah bereaksi terhadap suhu rendah dengan menyempit, yang meningkatkan tekanan darah dan mengurangi sirkulasi, sehingga membebani jantung. Cuaca dingin meningkatkan tekanan pada jantung, karena memengaruhi fungsi jantung dan peredaran darah.

    Saat suhu udara menjadi lebih dingin, tekanan darah meningkat. Hal ini akan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras memompa darah. Belum lagi, ketika cuaca dingin jantung harus bekerja lebih berat untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat. Inilah yang kemudian berkontribusi meningkatkan risiko serangan jantung.

    Studi yang dilakukan di Swedia pada 2017 juga menemukan fakta yang serupa. Penelitian tersebut menemukan serangan jantung lebih umum terjadi pada hari-hari yang dingin. Cuaca dingin dapat memengaruhi kinerja jantung dan menyebabkan:

    Denyut jantung yang lebih tinggiPeningkatan tekanan darahKebutuhan oksigen yang lebih tinggiDarah menjadi lebih kental, sehingga dapat menyebabkan pembekuan darah

    Orang dengan penyakit kardiovaskular mungkin mengalami lebih banyak efek buruk akibat cuaca dingin, termasuk tekanan darah tinggi dan kekakuan arteri. Semua faktor ini dapat memberikan tekanan lebih pada jantung, meningkatkan risiko serangan jantung.

    Selain itu, infeksi saluran pernapasan dapat menyebar lebih mudah selama musim dingin. Hal ini juga dapat memicu terjadinya serangan jantung.

    Dikutip dari British Heart Foundation, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan jantung selama musim hujan atau cuaca dingin:

    Kenakan kaus kaki, baju hangat, dan selimut berlapis untuk menjaga tubuh tetap hangatKenakan pakaian berlapis, topi, dan sarung tangan untuk membantu tubuh tetap hangat saat beraktivitas di luar ruanganTetap bergerak saat berada di dalam ruangan untuk menjaga tubuh tetap hangat dan meningkatkan sistem imunKonsumsi makanan atau minuman hangat yang menyehatkan, seperti sup sayuran atau teh hijau

    (ath/kna)

  • Cerita Wanita Penyintas HIV, Sudah 16 Tahun ‘Berdamai’ dengan Virus di Tubuhnya

    Cerita Wanita Penyintas HIV, Sudah 16 Tahun ‘Berdamai’ dengan Virus di Tubuhnya

    Jakarta

    Seorang perempuan tangguh dari Tangerang, Provinsi Banten, H (44) telah hidup berdampingan dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) kurang lebih 16 tahun lamanya.

    Kepada detikcom, perempuan ini bercerita bahwa dirinya tertular HIV dari mantan suaminya. Tidak hanya dirinya, anak ketiganya juga mengidap kondisi yang sama.

    “Pada tahun 2007 masih belum ada pemeriksaan ibu hamil dites HIV seperti sekarang. Jadinya saya luput pemeriksaan. Jadi saya melahirkan secara normal, saya memberikan ASI bahkan mix feeding,” kata H kepada detikcom, di Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2024).

    “Yang saya tidak ketahui ternyata anak saya itu juga dites HIV. Saya datang ke pelayanan kesehatan, dokternya cuma bilang ‘mbak, tolong anakmu diobati karena dia positif (HIV),” lanjut dia.

    H mengakui bahwa pada saat itu pengetahuannya terkait HIV masih terbilang belum baik, sehingga dirinya dan suami harus merelakan kehilangan sang anak karena virus tersebut tidak kunjung diobati.

    Sejak saat itu, tubuh H mulai menunjukkan gejala-gejala dari HIV. Dirinya mengaku berat badannya turun drastis menjadi 36 kg, kandidiasis oral (infeksi jamur) sampai ke tenggorokan, anemia berat, batuk dan pilek berkepanjangan, hingga diare yang sampai tiga bulan.

    “Dulu tes HIV itu tidak seperti sekarang, tes satu jam selesai. Dulu itu dua minggu, jadi saya menunggu. Seperti yang saya sebutkan tadi pada 15 Februari 2008, saya buka hasil ternyata saya positif HIV dengan AIDS stadium 4,” kata H.

    Setelah mendapatkan hasil tersebut, H berpikir bahwa dirinya mungkin akan meninggal karena HIV. Namun, dirinya juga tidak menyerah dengan keadaan. H juga rutin mengonsumsi obat ARV (antiretroviral) dari dokter.

    “Saya berpikir bahwa saat itu saya mungkin akan mati karena HIV. Tapi saya minum si ARV itu, saya minum, ternyata dua minggu setelah minum berat badan saya naik empat kilo,” katanya.

    “Setiap bulan saya tanya ke dokter, ‘dok, kapan saya mati? Berapa lama lagi saya hidup?’” sambungnya.

    Namun, dengan kondisi ini H memilih untuk tidak menyerah. Sosok ibu dan anak-anaknya menjadi alasan kuat untuk dirinya tetap berjuang hingga saat ini.

    NEXT: Diskriminasi yang Dialami Penyintas HIV

  • Owner ‘Ria Beauty’ Ditangkap, Sarjana Perikanan Jadi Dokter Kecantikan Abal-abal

    Owner ‘Ria Beauty’ Ditangkap, Sarjana Perikanan Jadi Dokter Kecantikan Abal-abal

    Jakarta

    Polisi menangkap pemilik klinik kecantikan ‘Ria Beauty’ buntut praktik yang tidak memenuhi standar. Modus penipuan yang dilakukan klinik tersebut yakni perawatan bopeng pada wajah dengan biaya jutaan rupiah.

    “Tersangka berinisial RA dan DNJ dengan sengaja membuka jasa bisa menghilangkan bopeng pada wajah dengan cara di gosok dengan alat GTS Roller yang dimana tersangka mengaku memiliki kompeten yang sah dengan didukung oleh sertifikat pelatihan yang dia miliki, ” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Wira Satya Triputra saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/12/2024)

    Ria Agustina, pemilik ‘Ria Beauty’ dan rekannya ditangkap setelah melakukan praktik di hotel kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dibantu asistennya, dia melakukan perawatan wajah kepada tujuh orang pasien.

    Dari hasil pemeriksaan, alat derma roller yang digunakan Ria untuk melakukan perawatan bopeng tersebut tak memiliki izin edar. Krim anestesi dan serum yang digunakan juga tak terdaftar BPOM.

    Belakangan diketahui, Ria ternyata bukan seorang dokter atau tenaga medis. Ria merupakan lulusan sarjana perikanan.

    “Untuk Ria Beauty, dia background-nya kan sarjana perikanan,” kata Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Syarifah.

    Selengkapnya baca DI SINI

    (kna/kna)

  • Apa Itu Ketamin? Obat Keras yang Banyak Dipakai Sembarangan oleh Gen Z

    Apa Itu Ketamin? Obat Keras yang Banyak Dipakai Sembarangan oleh Gen Z

    Jakarta

    Baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) berencana mengajukan ketamin sebagai bagian dari golongan narkotika. Langkah ini didasarkan pada maraknya penyalahgunaan obat tersebut di masyarakat.

    “Kita, kalau tidak hati-hati, akan menimbulkan kecemasan. Saya melihat ini sangat mengerikan trennya, dalam waktu satu tahun meningkat hampir 100 persen. Secara spesifik saya mengatakan tren peningkatan distribusi ketamin pada tahap mengkhawatirkan,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam media briefing, Jumat (6/12/2024).

    Dikutip dari Alcohol and Drug Foundation, ketamin sebenarnya digunakan oleh tenaga medis dan dokter hewan sebagai obat bius. Namun, obat ini sering kali disalahgunakan secara ilegal untuk tujuan rekreasi.

    Meskipun ketamin aman digunakan dalam praktik medis yang terkontrol, zat ini menjadi berbahaya jika seseorang mengonsumsinya untuk penggunaan rekreasi karena dapat mengakibatkan efek samping yang berpotensi mengancam jiwa.
    Sebagai obat disosiatif, ketamin dapat membuat seseorang merasa terlepas dari tubuh atau lingkungan fisiknya. Obat ini juga memiliki efek mirip psikedelik, seperti halusinasi dan perubahan pada pikiran, emosi, serta kesadaran.

    Penyalahgunaan ketamin paling banyak ditemukan pada kalangan generasi muda, terutama generasi Z atau gen z. Dalam kelompok ini, ketamin berbentuk injeksi sering dimanfaatkan sebagai pereda nyeri saat proses pembuatan tato.

    Di luar negeri, ketamin banyak dijual secara ilegal dengan berbagai bentuk. Biasanya berbentuk bubuk putih atau pil, dan terkadang dilarutkan dalam cairan. Obat ini dikenal dengan berbagai nama seperti K, ket, kitkat, ketters, super K, atau horse trank.

    Penggunaan ketamin dapat memicu sejumlah efek samping yang memerlukan perhatian medis segera. Berikut efek samping yang perlu diwaspadai, dikutip dari Cleveland Clinic:

    Reaksi alergi (ruam kulit, gatal, atau pembengkakan pada wajah, bibir, dan lidah).Halusinasi.Gangguan irama detak jantung (kesulitan bernapas, nyeri dada, pusing, hingga detak jantung yang cepat dan tidak teratur).Peningkatan tekanan darah.Tinja berwarna terang.Cedera hati (urine berwarna gelap, gejala mirip flu, kehilangan nafsu makan, nyeri pada perut kanan atas, kelemahan ekstrem, atau kulit dan mata menguning).Tekanan darah rendah (pusing, kelemahan, hingga pingsan).Kesulitan bernapas.

    (kna/kna)

  • Ciri-ciri Diabetes Kering, Penyebab, dan Cara Merawat Lukanya

    Ciri-ciri Diabetes Kering, Penyebab, dan Cara Merawat Lukanya

    Jakarta

    Diabetes kering adalah istilah luka pada pasien diabetes yang tampak mengering. Istilah diabetes kering dan basah sebetulnya tidak dikenal di dunia medis, namun masyarakat umum masih kerap menggunakannya.

    Sebutan diabetes kering dan basah merujuk pada tipe luka yang muncul di tubuh pasien. Umumnya pasien diabetes mudah dan sering mengalami luka karena berbagai sebab, misal terkena gesekan pintu. Luka yang biasanya terjadi di kaki ini dikarenakan kerusakan saraf

    Apa Itu Diabetes Kering?

    Pasien dengan tipe luka diabetes kering mengalami rasa sakit yang luar biasa. Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah pada bagian tubuh yang terluka tidak lancar. Tanpa perawatan berkualitas, luka diabetes bisa menjadi gangren yang membahayakan keselamatan pasien.

    Berdasarkan situs Mayo Clinic, gangren sebetulnya bukan hanya terjadi pada penderita diabetes. Gangren juga bisa terjadi pada pasien penyakit pembuluh darah, orang yang cedera parah, orang yang terinfeksi virus tertentu, dan beberapa penyakit lainnya.

    Ciri-ciri Diabetes Kering

    Dokter spesialis perawatan luka diabetes di Rumah Sakit Mandaya Puri, dr Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS kepada detikHealth, 26 November 2022, menjelaskan ciri-ciri diabetes kering, antara lain:

    Luka pada bagian tubuh cenderung kering, tidak infeksi dan tidak bernanah.Luka juga disertai perubahan warna kulit, yakni seperti ada warna hitam di dalam kulit tersebut.Rasa sakit pada daerah yang luka, berbeda pada pasien dengan tipe luka diabetes basah.Penyebab Diabetes Kering

    Dilansir dari WebMD, penyebab diabetes kering adalah karena rusaknya pembuluh darah akibat tingginya kadar gula darah. Hal ini dapat memperlambat aliran darah ke area tubuh.

    Kondisi tersebut biasanya menyerang tangan dan kaki ketika sirkulasi darah yang buruk menghalangi aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Saat jaringan mengering, warnanya berubah menjadi cokelat, biru keunguan, hingga hitam.

    Cara Merawat Luka Diabetes

    Penderita diabetes harus merawat luka secara rutin agar tidak semakin parah. Berikut beberapa cara merawatnya:

    1. Rutin Bersihkan Luka

    Untuk mencegah infeksi, luka harus dibersihkan rutin setiap hari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

    Selalu cuci tangan sebelum membersihkan luka, kenakan sarung tangan steril selama membersihkan luka.Buka perban pada luka. Jika perban menempel, beri cairan NaCl 0,9% untuk membantu melepaskan perban dari luka.Bersihkan luka menggunakan kasa yang telah dibasahi dengan larutan NaCl 0,9% mulai bagian tengah baru ke tepi luka, lakukan dengan gerakan melingkar. Langkah ini bisa diulang, tetapi menggunakan kasa baru.Keringkan luka dengan memakai kasa kering yang baru.Tutup luka memakai kasa atau perban, sesuai petunjuk dokter.

    2. Kurangi Tekanan

    Jangan terlalu kencang menutup luka. Tekanan pada luka hanya akan mengurangi sirkulasi darah, yang justru akan menghambat proses penyembuhan luka. Hindari juga menggunakan baju yang ketat, sepatu terlalu ketat, serta sepatu berhak tinggi.

    3. Tutup Luka Diabetes

    Luka diabetes harus ditutup, agar tidak terinfeksi dan cairan bisa diserap oleh pembalut luka. Hal ini akan membantu penyembuhan luka berjalan lebih cepat.

    Pasien dengan tipe luka diabetes kering masih bisa sembuh meski membutuhkan waktu. Selain rutin membersihkan luka dan menjaga kebersihan tubuh, pasien juga wajib melakukan pola hidup sehat serta kontrol teratur.

    (row/row)

  • 1 dari 4 Perempuan RI Pernah Alami Kekerasan Fisik-Seksual

    Viral Pengasuh Daycare di Depok Siram Air Panas ke Bayi, Menteri PPPA Buka Suara

    Jakarta

    Pengasuh di tempat penitipan anak (daycare) bernama Seftyana (35) di Sawangan, Kota Depok ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini karena aksi kejinya menyiramkan air panas kepada bayi berusia 1 tahun 3 bulan.

    “Daycare Wensen School Indonesia yang ada di daerah Cimanggis. Nah kemudian yang sekarang terjadi di Pengasinan. Kalau yang ini, dengan yang di sana itu juga sama sebetulnya, sama kasusnya Itu tidak memiliki izin,” kata Kepala Bidang PAUD Disdik Depok Suhyana kepada wartawan, Jumat (6/12/2024).

    “(Namanya) Kiddy Space Indonesia ini tidak memiliki izin, berarti artinya ilegal. Artinya ilegal, meskipun kalau kita lihat itu di Instagram dan sebagainya dia itu memiliki banyak cabang. Cabang ini kan banyak ya. Ada di Cipayung, di Cilebut, di Sawangan, Tajur Halang, Citayam 1 dan 2, Cibinong, Bojonggede, Pengasinan, dan Ciriung,” lanjut dia.

    Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana membeberkan motif pelaku tega menyiram air panas tersebut karena merasa kesal. Korban menangis saat akan dimandikan pelaku.

    Merespons hal ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) untuk membantu korban.

    “Jadi saat ini kami sedang melakukan pendampingan,” ujar Arifah kepada wartawan di Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2024).

    Arifah mendorong semua pihak untuk lebih serius menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak.

    “Paling tidak semakin meminimalisir terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak. Kalau bisa sampai nol (kasus) ya, kekerasan pada perempuan dan anak,” tutupnya.

    (dpy/kna)