Category: Detik.com Kesehatan

  • Hati-hati! Taktik Manipulasi Emosi Berujung Pelecehan Seksual

    Hati-hati! Taktik Manipulasi Emosi Berujung Pelecehan Seksual

    Jakarta – Veronica Adesla, M.Psi., Psikolog Klinis & Co-Founder Ohana Space ungkap dugaan pelecehan yang dilakukan oleh pria difabel berinisial IWAS menggunakan taktik manipulasi emosional dan psikologis lewat permainan kata. Selengkapnya berikut ini…

    (/)

  • Puskesmas Wawonii Kini Bisa Kirim Laporan-Sebar Edukasi Lewat Internet

    Puskesmas Wawonii Kini Bisa Kirim Laporan-Sebar Edukasi Lewat Internet

    Tapal Batas

    Rafida Fauzia – detikHealth

    Senin, 09 Des 2024 16:30 WIB

    Jakarta – Pemerataan akses internet berdampak besar bagi kehidupan masyarakat. Di Konawe Kepulauan, hadirnya akses internet memberikan manfaat bagi Puskesmas Lampeapi.

  • Viral Mi Instan yang Dimasak Pakai Air Keran Picu Batu Ginjal, Dokter Bilang Gini

    Viral Mi Instan yang Dimasak Pakai Air Keran Picu Batu Ginjal, Dokter Bilang Gini

    Jakarta

    Belakangan viral kekhawatiran merebus mi instan dengan air mentah dari keran bisa berdampak buruk bagi tubuh. Terlebih, tidak semua daerah memiliki sumber air bersih.

    Ada yang menilai kebiasaan tersebut relatif aman, adapula pendapat sebaliknya yang bahkan mengaitkan efek merebus mi instan dengan air mentah kepada kesehatan ginjal.

    “Guys sebenernya boleh gak sih masak mie pake air keran? Aku ini first time masak mie di kost pake air galon, siapa tau aslinya boleh pake keran,” tanya pengguna X, melalui salah satu akun menfess, seperti dilihat detikcom Senin (9/12/2024).

    “hehehe aku dokter, gaboleeh yaa, air keran kalo dimasak termasuk hard water yang bisa bikin batu di ginjal dkk, pake air galon aja, peace love and gaul,” balas pengguna X yang lain.

    Betulan Picu Batu Ginjal?

    Spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH membantah anggapan tersebut. Selama air tidak berwarna dan tidak berbau, aman-aman saja digunakan untuk merebus mi instan seperti pada umumnya. Alias tidak harus selalu menggunakan air dari galon atau minuman dalam kemasan.

    Hingga saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan keterkaitan risiko batu ginjal antara hard water atau air sadah.

    “Sebenarnya tidak ada hubungannya antara air mentah dengan merebus mi instan. Itu hoax jadi batu ginjal,” bebernya saat dihubungi detikcom Senin (9/12/2024).

    “Bukan itu penyebabnya. Batu ginjal juga disebut kalkuli renal, nefrolitiasis, atau urolitiasis, endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal seseorang,” lanjut dia.

    Pemicu batu ginjal paling umum disebutnya adalah kekurangan cairan atau dehidrasi yang membuat urine menjadi pekat. Walhasil, tidak ada air dalam tubuh yang membuat mineral menjadi sulit larut dalam urine, sehingga mengkristal menjadi batu ginjal.

    Faktor pemicu batu ginjal terbanyak juga berkaitan dengan makanan tinggi garam. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam, membuat jumlah kalsium yang disaring ginjal ikut meningkat. Bila berikatan dengan limbah darah lain, kalsium otomatis mengkristal dan membentuk ginjal.

    (naf/suc)

  • Apa Itu Dermaroller? Mengenal Treatment Ilegal Sarjana Perikanan Owner ‘Ria Beauty’

    Apa Itu Dermaroller? Mengenal Treatment Ilegal Sarjana Perikanan Owner ‘Ria Beauty’

    Jakarta

    Spesialis dermatologi dr I Gusti Nyoman Darma, SpDVE, Subsp.OBK, FINSDV, FAADV angkat bicara mengenai perawatan dermaroller yang dilakukan Ria Agustina, pemilik klinik kecantikan abal-abal ‘Ria Beauty’. Baru-baru ini Ria Agustina ditahan karena melakukan praktik ilegal.

    Dermaroller sendiri, kata dr Darma, merupakan salah satu perawatan untuk menghilangkan bekas jerawat atau bopeng. Prinsipnya, dermaroller untuk menghilangkan bopeng bekerja dengan membuat luka mikro di kulit dengan jarum-jarum halus.

    “Meskipun awalnya luka tersebut hanya berupa titik-titik kecil, jika tekniknya dilakukan berulang kali, dengan kedalaman tusukan yang semakin dalam, serta pola “overlapping” (tindakan yang berulang di area yang sama), maka efeknya dapat menyerupai pengelupasan merata pada lapisan permukaan kulit,” kata dr Darma kepada detikcom, Senin (9/12/2024).

    Dermaroller mirip tindakan laser ablative yang mengikis lapisan atas kulit hingga terjadi pengelupasan yang cukup luas. Jika dilakukan tanpa prosedur yang tepat, kerusakan kulit yang fatal bisa terjadi.

    “Karena prosedur ini menciptakan luka di area yang luas, sterilitas mutlak diperlukan. Jika tindakan dilakukan tanpa higiene yang memadai atau di luar pengawasan dokter yang berkompeten, risiko infeksi dan komplikasi lain meningkat drastis,” jelas dermatolog yang juga associated professor di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini.

    Penting untuk digarisbawahi, dermaroller adalah prosedur klinis yang hanya boleh dilakukan oleh dokter. Memiliki sertifikat pelatihan kecantikan, tidak menjadikan seseorang yang diluar kapasitasnya, berhak melakukan praktik kedokteran.

    Kejadian ini sangat disayangkan oleh dr Darma. Sebab butuh perjalanan panjang bagi seorang dokter, termasuk spesialis kulit, untuk belajar dan menjalani pendidikan sebelum berurusan dengan pasien.

    “Rangkaian pendidikan yang panjang ini sangat berbeda dengan sekadar mengambil kursus kecantikan singkat atau pelatihan estetika non-medis yang kerap kali hanya berdurasi singkat dan tidak memiliki standar akademik maupun legal yang jelas,” jelas dr Darma.

    “Tindakan medis, terutama yang invasif seperti dermaroller dalam kedalaman tertentu, chemical peeling tingkat dalam, atau penggunaan laser medis, tidak boleh dilakukan oleh orang yang tidak memiliki dasar pendidikan medis formal dan izin praktik yang sah,” tegasnya.

    (kna/up)

  • Stop! Demi Jantung, Olahraga Berat saat Kurang Tidur Jangan Dinormalisasi

    Stop! Demi Jantung, Olahraga Berat saat Kurang Tidur Jangan Dinormalisasi

    Jakarta

    Olahraga yang dilakukan secara rutin dan benar tentunya dapat memberikan banyak manfaat baik untuk tubuh. Namun, hal ini perlu dibarengi dengan istirahat atau tidur yang cukup.

    Pasalnya tidak sedikit dari masyarakat yang berolahraga, bahkan memilih aktivitas fisik intensitas berat seperti sepak bola, futsal, atau basket tetapi tidak memberikan waktu yang cukup pada tubuhnya untuk beristirahat. Padahal, kondisi ini bisa memberikan dampak yang buruk pada kesehatan seseorang.

    Lebih parahnya lagi, dipamerin di media sosial. Entah biar dimaklumi kalau performanya nggak oke-oke amat, atau sebaliknya ‘humble brag’ pengen kelihatan keren karena kurang tidur saja masih kuat olahraga.

    Apapun alasannya, sebaiknya hal itu jangan dinormalisasi. Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Bambang Dwiputra Sp.JP (K) mengatakan olahraga memang sebuah aktivitas yang baik dan wajib dilakukan setiap orang. Namun, memastikan tubuh dalam keadaan fit sebelum olahraga juga tak kalah penting.

    “Misal kita lelah nih habis kerja seharian, kita mau paksain olahraga high impact tentu efeknya akan tidak baik,” kata dr Bambang kepada detikcom, di Cicalengka, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (9/12/2024).

    “Jadi penting sekali mengenal tubuh, seperti kondisi kebugaran kita seperti apa, olahraga apa yang mau kita jalani high impact atau low impact. Tidak perlu kita (pamer) melebihi batas atau kapasitas kita dalam berolahraga,” lanjut dia.

    dr Bambang menambahkan, jika seseorang terus-terusan memaksa berolahraga dengan kondisi badan yang kurang fit, maka akan lebih berisiko mengalami serangan jantung atau kolaps.

    “Biasanya ada tanda-tanda yang harus diwaspadai dan kita bisa merasakan sendiri. Seperti napas tidak sampai, nyeri dada, keringat dingin, mata kunang-kunang kayak mau pingsan,” kata dr Bambang.

    “Kalau muncul tanda-tanda seperti itu saat berolahraga, lebih baik berhenti atau kita kurangin intensitas latihan kita,” sambungnya.

    Beberapa waktu lalu, aplikasi pelacak aktivitas olahraga Strava merilis Year in Sport report tahun 2024. Pada laporan tersebut saat ini banyak masyarakat yang mulai sadar bahwa olahraga, khususnya lari merupakan salah satu cara untuk refreshing sejenak dari kesibukan.

    Ini berubah dari tren zaman dahulu yang menganggap bahwa olahraga lari akan selalu tentang ‘push your limit’ atau latihan sampai capek. Hal ini terjadi karena seseorang memiliki struktur atau tujuan tertentu yang harus dicapai.

    NEXT: Pentingnya Istirahat Sebelum Olahraga

  • Bukan Minum Ramuan ‘Detoks Rahim’, Ini Saran Obgyn untuk Jaga Organ Intim

    Bukan Minum Ramuan ‘Detoks Rahim’, Ini Saran Obgyn untuk Jaga Organ Intim

    Jakarta

    Viral di media sosial X ‘detoks rahim’ yang disebut dapat mencegah kista hingga memperlancar program kehamilan (promil). Detoks rahim tersebut dilakukan dengan mengonsumsi ramuan herbal campuran seperti sereh, kunyit, jeruk nipis, dan bahan lainnya.

    Ada yang beranggapan bahwa ‘detoks rahim’ tersebut memang bermanfaat untuk untuk organ reproduksi mereka. Namun, tak sedikit juga orang yang menyebut tidak ada ‘detoks rahim’ dalam dunia medis.

    “Ga salah ikhtiar tu, tapi ya jangan diklaim sebagai ‘detoks rahim’ juga. Ga ada minuman dan makanan yang bisa ngedetox. Kita MANUSIA tuh UDAH PUNYA ORGAN DETOX. Yang bisa kita lakuin adalah menjaga organ detox tsb dengan mengonsumsi makanan gizi seimbang dan pola hidup sehat,” kata netizen.

    “Sbnrnya bukan khusus detoks rahim, kunyit dan jahe emang punya efek anti-radang, jadi memang bagus,” kata netizen lain pemilik akun @o***ami***e.

    Spesialis obstetri dan ginekologi dr Muhammad Fadli, SpOG mengatakan dalam dunia medis tidak ada istilah ‘detoks rahim’. Ia juga menuturkan hingga saat ini belum ada penelitian yang menghubungkan manfaat ramuan herbal tersebut dengan kesehatan rahim.

    Terlepas dari ramuan ‘detoks rahim’, mengonsumsi ramuan herbal menurut dr Fadli memang boleh-boleh saja. Herbal seperti kunyit misalnya memiliki sifat anti peradangan yang baik untuk tubuh. Selama dikonsumsi secara tidak berlebihan, maka akan aman-aman saja.

    Menurut dr Fadli, terdapat beberapa langkah yang terbukti efektif untuk menjaga kesehatan organ intim. Beberapa di antaranya adalah mengonsumsi bergizi seimbang, tinggi asam folat, dan memperbanyak asupan vitamin D. Hal ini perlu dilakukan oleh wanita yang ingin menjalankan program hamil.

    “Pastikan bahwa BMI kita dalam batasan normal 20-25, karena ada beberapa penelitian kalau semakin meningkatnya BMI kita maka ini akan menurunkan fertility ratenya, kesuburan turun. Pastikan olahraga juga minimal 3 kali seminggu, cukup lari saja 4-5 menit,” kata dr Fadli ketika dihubungi detikcom, Senin (9/12/2024).

    Menjaga kebersihan area intim juga sangat penting. Pakaian yang tertutup dengan iklim tropis dan lembab di Indonesia dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Oleh karena itu, ganti celana dalam secara berkala dan lakukan pembersihan dengan air mengalir biasa di bagian depan hingga belakang vagina.

    Ia tidak menyarankan penggunaan vaginal douche untuk membersihkan vagina karena dapat membuat kuman baik dalam vagina mati dan meningkatkan risiko infeksi hingga kehamilan di luar kandungan.

    “Jangan sering pakai vaginal douche, kalau keputihan berisiko meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Untuk mencegah infeksi saluran kemih, bisa juga minum jus-jus dari beri seperti stroberi atau kranberi,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • Video: Respons Menkes Budi soal Isu Iuran BPJS Kesehatan Naik di 2025

    Video: Respons Menkes Budi soal Isu Iuran BPJS Kesehatan Naik di 2025

    Video: Respons Menkes Budi soal Isu Iuran BPJS Kesehatan Naik di 2025

  • Jangan Sampai Ada KLB Keracunan Pangan

    Jangan Sampai Ada KLB Keracunan Pangan

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) dipastikan ikut terlibat dalam program makan bergizi gratis yang diprioritaskan Presiden RI Prabowo Subianto. Pihaknya menekankan mendapatkan anggaran lebih dari satu triliun rupiah untuk memastikan kualitas pangan yang diberikan kepada anak-anak, juga ibu hamil di Indonesia relatif aman.

    Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengaku sudah melakukan sejumlah pertemuan dengan Badan Gizi Nasional, juga Bappenas terkait wacana keberlangsungan makan bergizi gratis, yang rencananya serentak dimulai Januari 2025. Proses uji coba program tersebut juga sudah mulai berjalan sejak Desember 2024.

    “Ada 13 item program yang akan kita jalankan. Tentunya pertama kita memastikan food security, memastikan rumah produksinya aman,” beber Taruna dalam konferensi pers Senin (9/11/2024).

    “Setelah itu tahap berikutnya bagaimana makanan itu diproduksi dan disiapkan. Tidak lupa pula nantinya kepada distribusi ke sekolah-sekolah,” terang dia.

    Proses pembuatan hingga distribusi ditegaskan Taruna tidak boleh terlewat, salah satunya juga demi menghindari risiko kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan. Bahan-bahan pangan yang digunakan dipastikan Taruna wajib segar dan aman.

    Terlebih, program tersebut sebagai salah satu upaya untuk menekan kasus stunting anak.

    “Karena jangan sampai ada kejadian luar biasa keracunan makanan dan lain sebagainya, mulai dari persiapan sampai akhirnya program tersebut intinya akan kami evaluasi,” tegas dia.

    “Anggaran BPOM RI sekitar 2,53 triliun dalam sinkronisasi, kita akan menghadap Bapak Presiden RI untuk keputusan lebih lanjut dalam program ini,” pungkasnya.

    (naf/kna)

  • Rapper ‘Obesitas’ Dave Blunt Jadi Sorotan, Punya BB 226 Kg di Umur 23

    Rapper ‘Obesitas’ Dave Blunt Jadi Sorotan, Punya BB 226 Kg di Umur 23

    Jakarta

    Viral aksi panggung rapper Dave Blunt saat harus tampil dengan tabung oksigen. Dia dikabarkan kesulitan bernapas karena berat badannya yang drastis.

    Pria pemilik nama asli Davion Blessing ini sejak awal kemunculannya telah mendapat atensi sebab kerap membagikan kebiasaan tak sehat yang dijalaninya. Sejak videonya tampil dengan tabung oksigen viral, tidak sedikit yang menyoroti kondisi kesehatannya.

    “Ini menghancurkan hati saya,” kata seorang pengguna X. “Pria muda ini kehilangan begitu banyak hal dalam hidupnya. Kecanduan makanan itu nyata. Gula adalah penyebab utamanya.”

    “Itu mungkin kali terakhirnya tampil di panggung jika dia [membutuhkan] tangki oksigen,” tulis pengguna lainnya.

    Rapper itu punya kebiasaan tak sehat sejak remaja. Dia jarang olahraga dan lebih sering mengonsumsi junkfood yang membuat berat badannya melonjak di angka 226 kg di usia 23 tahun.

    Dr Stuart Fischer, seorang dokter penyakit dalam di New York City mengatakan dengan ukuran tubuhnya, Blessing bisa saja mengalami kematian dini. Obesitas adalah kondisi yang terkait dengan sekitar 60 penyakit yang berbeda termasuk penyakit jantung, diabetes, kanker, dan masalah pernapasan.

    “Lemak mengeluarkan zat kimia inflamasi yang dapat memperburuk atau bahkan memicu serangan asma, berat badan itu sendiri menyebabkan orang mengalami kesulitan bernapas dan penyakit lainnya seperti apnea tidur obstruktif,” tutur Dr Fischer.

    Belum lagi, obesitas bisa melelahkan. Dr Fischer mengatakan orang dengan obesitas ekstrem bak membawa dumbel 35 kg sepanjang hari yang menyebabkan pergelangan kaki, pergelangan tangan dan tulang belakang terasa sakit.

    Hal tersebut akan membuat orang dengan obesitas semaki tidak ingin bergerak karena kesakitan. Tapi semakin jarang gerak, semakin sulit mereka menurunkan berat badan.

    “Dia perlu membuat perubahan serius pada pola makan dan rutinitas olahraganya dan kemungkinan perlu mengonsumsi obat untuk mengendalikan tekanan darah, kolesterol dan gula darah,” tandas Dr Fisher.

    (kna/kna)

  • Video: WHO Bicara soal Munculnya Penyakit Misterius di Kongo

    Video: WHO Bicara soal Munculnya Penyakit Misterius di Kongo

    Video: WHO Bicara soal Munculnya Penyakit Misterius di Kongo