Category: Detik.com Kesehatan

  • Video: Upaya Kemenkes Tingkatkan Kualitas Penanganan Anak Penderita Kanker

    Video: Upaya Kemenkes Tingkatkan Kualitas Penanganan Anak Penderita Kanker

    Video: Upaya Kemenkes Tingkatkan Kualitas Penanganan Anak Penderita Kanker

  • Ini yang Terjadi Pada Tubuh saat Terkena Penyakit Batu Ginjal

    Ini yang Terjadi Pada Tubuh saat Terkena Penyakit Batu Ginjal

    Jakarta

    Belakangan ramai di media sosial soal batu ginjal disebut-sebut disebabkan karena masak mi menggunakan air keran. Konon hal ini berkaitan dengan hard water atau air sadah yang meningkatkan kalsium dalam ginjal untuk disaring meningkat.

    Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno SpPD-KGEH menegaskan narasi yang beredar tersebut tidak benar alias hoaks. Hingga saat ini belum ada bukti keterkaitan antar risiko batu ginjal dengan hard water atau air sadah.

    Menurutnya batu ginjal disebabkan oleh riwayat medis tertentu hingga kekurangan cairan atau dehidrasi yang membuat urine menjadi pekat. Walhasil, tidak ada air dalam tubuh yang membuat mineral menjadi sulit larut dalam urine, sehingga mengkristal menjadi batu ginjal.

    “Sebenarnya tidak ada hubungannya antara air mentah dengan merebus mi instan. Itu hoax jadi batu ginjal,” bebernya saat dihubungi detikcom Senin (9/12/2024).

    “Bukan itu penyebabnya. Batu ginjal juga disebut kalkuli renal, nefrolitiasis, atau urolitiasis, endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal seseorang,” lanjut dia.

    Ciri-ciri Batu Ginjal

    Penyakit batu ginjal adalah kondisi akibat terbentuknya endapan padat di dalam ginjal yang berasal dari zat kimia dalam urine. Ukuran batu ginjal bisa mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar kacang polong.

    Spesialis urologi dr Hilman Hadiansyah, SpU, beberapa waktu lalu sempat menjelaskan ciri-ciri seseorang terkena batu ginjal.

    dr Hilman mengatakan seringkali batu ginjal masih begitu kecil di saluran kemih sampai pasien tidak merasakan gejala apapun. Ketika ukuran batu mulai membesar, kondisi tersebut bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.

    Salah satu gejala yang paling sering muncul adalah nyeri pinggang atau perasaan tidak nyaman di perut kanan atau kiri yang hilang timbul. Perasaan nyeri tersebut juga dapat menjalar hingga area selangkangan sampai kantung kemaluan pada pasien laki-laki.

    “Apabila batu yang terbentuk cukup besar dan menyebabkan sumbatan hebat dapat muncul nyeri tak tertahankan (kolik renal) disertai keringat dingin, mual dan muntah, seringkali menjadi alasan utama pasien langsung ke IGD,” jelas dr Hilman.

    Beberapa gejala batu ginjal lain meliputi nyeri saat buang air kecil, urine berwarna merah atau keruh berpasir, demam, hingga munculnya batu kecil atau passing stone saat buang air kecil.

    Minum air yang cukup merupakan faktor utama dalam pencegahan masalah batu ginjal. dr Hilman menyarankan untuk selalu minum air putih dengan cukup minimal 8-10 gelas atau 2-3 liter setiap harinya.

    “Selain itu konsumsi makanan yang sehat, kurangi konsumsi garam terlalu berlebihan, coklat, makanan tinggi purin, minuman bersoda. Bisa perbanyak makanan dan minuman yang mengandung sitrat,” jelas dr Hilman.

    Beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah batu ginjal meliputi olahraga rutin teratur, menjaga berat badan ideal, serta pola hidup sehat untuk menjauhi risiko penyakit degeneratif lain seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit asam urat.

    (suc/kna)

  • Perawatan Dermaroller Harus Dilakukan Dokter, Bukan Ahli Estetik Jalur Kursus

    Perawatan Dermaroller Harus Dilakukan Dokter, Bukan Ahli Estetik Jalur Kursus

    Jakarta

    Spesialis dermatologi menjelaskan terkait perawatan dermaroller untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat. Dermaroller bertujuan untuk merangsang produksi kolagen dan elastisitas kulit demi memperbaiki tekstur kulit termasuk bopeng atau atrophic acne scars.

    “Dermaroller adalah alat untuk microneedling therapy yang menggunakan jarum-jarum mikro di permukaannya. Saat alat ini digulung di kulit, jarum-jarum tersebut menciptakan ribuan luka kecil yang dikenal sebagai microchannels pada epidermis hingga dermis,” kata dermatolog Arini Astasari, SpDVE kepada detikcom, Rabu (11/12/2024).

    Teknik ini juga dapat meningkatkan penetrasi bahan aktif seperti hyaluronic acid atau vitamin C melalui kulit. Namun, jika tidak dilakukan oleh profesional terlatih atau menggunakan alat yang tidak steril, risiko post-inflammatory hyperpigmentation (PIH), infeksi bakteri, atau trauma epidermal berlebihan dapat terjadi.

    dr Arini menjelaskan prosedur kecantikan termasuk dermaroller membutuhkan pemahaman mendalam tentang anatomi kulit, fisiologi jaringan (seperti lapisan dermis dan subkutan), serta risiko komplikasi medis.

    “Sertifikasi kecantikan, seperti kursus singkat atau pelatihan kosmetik non-medis, tidak cukup untuk melakukan tindakan medis seperti dermaroller, laser, atau filler,” bebernya.

    Lebih lanjut, dirinya menjelaskan gelar-gelar panjang yang ditampilkan di media sosial sering kali menyesatkan, karena tidak mencerminkan kredensial medis yang sah. Untuk tindakan estetika, masyarakat perlu memastikan klinik memiliki izin praktik resmi dari Dinas Kesehatan dan dokter yang memiliki Surat Tanda Registrasi serta Surat Izin Praktik.

    “Hanya tenaga medis berlisensi seperti dokter spesialis kulit dan kelamin, yang memiliki izin untuk melakukan tindakan-tindakan ini sesuai dengan regulasi,” tandasnya.

    (kna/naf)

  • Kronologi Pria Kena Kanker Usus Stadium 4 di Usia 28, Keluhkan Gejala Ini

    Kronologi Pria Kena Kanker Usus Stadium 4 di Usia 28, Keluhkan Gejala Ini

    Gejala Semakin Memburuk

    Beberapa bulan kemudian, gejala yang dialami semakin memburuk. Dirinya bahkan mengalami perdarahan hebat dari anusnya setelah kentut. Dari situ Joe memutuskan llangsung pergi ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.

    “Saya pergi ke kamar mandi dan ada sekitar setengah cangkir darah di toilet. Itu tidak menyakitkan, tetapi saya seperti, Astaga-jelas ada masalah di sini. Saya belum pernah kehilangan banyak darah sebelumnya, jadi saya menelepon dokter pribadi saya dan membuat janji temu,” katanya.

    Joe mengatakan dokter pada saat tidak menemukan adanya benjolan tetapi melihat sedikit darah di rektum bawahnya. Dirinya kemudian dirujuk ke spesialis penyakit dalam untuk pemeriksaan lanjutan.

    “Dokter penyakit dalam juga berpikir bahwa mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan menjadwalkan kolonoskopi. Ia mengatakan bahwa tidak mungkin saya memiliki tumor, tetapi itu juga bukan hal yang mustahil, banyak orang muda didiagnosis mengidap kanker usus besar , jadi sangat bagus saya ingin mencari jawaban, katanya kepada saya,” tuturnya.

    Sebulan kemudian Joe akhirnya memutuskan untuk menjalani kolonoskopi sesuai direkomendasikan dari dokter yang memeriksakan dirinya. Hasilnya, dokter menemukan tumor sangat besar.

    Joe mengatakan dokter juga melakukan biopsi untuk menentukan apakah tumor tersebut bersifat ganas atau tidak. “Tiga hari kemudian, dokter saya menelepon: Saya mengidap adenokarsinoma,” katanya lagi.

    Dokter awalnya mendiagnosis Joe terkena kanker usus besar atau kanker kolorektal stadium II dengan tumor yang terlokasi di usus besarnya. Ia kemudian menjalani kemoterapi, radiasi, dan operasi untuk mengatasi kanker yang bersarang di ususnya itu.

    Jalani Perawatan, Termasuk Kemoterapi

    Pada awal 2020, Joe memulai kemoterapi oral dengan mengonsumsi obat setiap hari. Dirinya juga menjalani perawatan radiasi lima hari seminggu selama beberapa bulan untuk ukuran tumor sebelum menjalani operasi pengangkatannya. Dengan begitu, dokter bedah tidak perlu memotong terlalu banyak usus besar.

    Namun setelah menjalani operasi, kanker yang diidap Joe telah menyebar atau bermetastasis. “Sekarang kanker itu ada di paru-paru dan hati saya. Saya didiagnosis mengidap kanker kolorektal stadium IV,” sambungnya.

    “Saya bertanya kepada dokter onkologi saya apakah itu berarti saya akan meninggal. Ia meyakinkan saya bahwa itu tidak benar, tetapi kami harus menjaga kesehatan saya,” imbuh Joe.

    Pria yang kini berusia 34 tahun itu menjalani berbagai perawatan untuk mengatasi kanker tersebut. Dirinya juga menjalani 9 hingga 10 kali operasi untuk menghilangkan lesi pada paru-parunya. Meski begitu, operasi tersebut beberapa kali memicu komplikasi, seperti kolaps saat sedang berjalan.

    Setelah menjalani berbagai perawatan, Joe mengatakan kanker yang ada di tubuhnya sudah bersih. Meski begitu dirinya masih rajin ke rumah sakit untuk menjalani pemindaian.

    “Sekarang, saya memindai dada, perut, dan panggul saya setiap tiga bulan. Ini adalah siklus pengujian yang tidak pernah berakhir. Saya telah menjalani pemindaian yang bersih selama setahun terakhir-ini adalah rentang waktu terlama yang saya lalui tanpa lesi, yang luar biasa,” ucapnya.

    “Saya merasa baik-baik saja, saya penuh harapan, dan saya menjalani hidup saya seolah-olah tidak ada masalah. Kadang-kadang saya menyesal mengingat kembali janji temu dokter pertama itu, dan apa yang akan, bisa, dan seharusnya saya lakukan,” katanya lagi.

    (suc/naf)

  • Gaduh Klinik Ria Beauty, Ini Kata Kemenkes soal Sarjana Perikanan Ambil Kursus Estetik

    Gaduh Klinik Ria Beauty, Ini Kata Kemenkes soal Sarjana Perikanan Ambil Kursus Estetik

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan RI buka suara terkait heboh influencer Ria Agustina yang belakangan diringkus polisi pasca diduga melakukan malpraktik. Penangkapan dilakukan di sebuah hotel usai sembilan penyidik menyamar sebagai pelanggan yang hendak melakukan perawatan.

    Ria dilaporkan melakukan praktik dengan krim anestesi maupun serum yang tidak terdaftar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pemilik ‘klinik’ Ria Beauty itu juga diketahui menggunakan dermaroller ilegal, sebagai alat yang digunakan untuk menghilangkan bopeng.

    Polisi juga memastikan Ria menjalani praktik kecantikan dengan hanya berbekal tambahan kursus, tanpa surat izin praktik. Dirinya juga bukan merupakan lulusan kedokteran, melainkan sarjana perikanan.

    Kemenkes Turun Tangan

    Kemenkes RI akan meningkatkan pengawasan alat kesehatan ilegal, bekerja sama dengan penegak hukum. Pihaknya juga melakukan sampling serta uji post market untuk memastikan alat kesehatan yang diedarkan aman sesuai dengan klaim mutu dan manfaatnya.

    Masyarakat disebut Kemenkes RI bisa mengakses informasi alkes aman da berizin melalui media berikut:

    – Situs info alkes dan
    – Aplikasi Mobile Alkes

    Tak Semudah Itu Buka Praktik

    Membuka praktik kecantikan tidak bisa sembarangan, pemilik wajib mengantongi surat izin operasional resmi yang dibuat oleh Dinas Kesehatan serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

    Dalam hal ini, nantinya Dinkes setempat bakal melakukan evaluasi dan pemantauan secara rutin di faskes wilayah terkait. SDM yang melakukan praktik terkait, diperbolehkan menjalani perawatan dengan berbekal kursus, tetapi harus terakreditasi Kemenkes RI.

    “Pelatihan atau kursus estetik/kecantikan, khususnya yang melakukan hands on langsung kepada pasien, hanya bisa diikuti oleh tenaga medis, yaitu dokter umum atau dokter spesialis dermatologi dan venereologi,” sambungnya.

    (naf/up)

  • Awal Mula Wanita Tangsel Dikira Kena Stroke, Kaget karena Umurnya Masih 23

    Awal Mula Wanita Tangsel Dikira Kena Stroke, Kaget karena Umurnya Masih 23

    Jakarta

    Ghina, wanita di Tangerang Selatan tidak menyangka dirinya sempat dicurigai terkena stroke pada usia 23 tahun. Pasalnya, sejumlah gejala termasuk sakit kepala hingga gangguan fungsi lidah dialaminya nyaris sebulan terakhir.

    Namun, setelah dilakukan pemeriksaan MRI, terungkap yang bersangkutan terkena sindrom leher lurus. Dokter bahkan menduga kuat kondisi tersebut sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, disebut-sebut sejak usia remaja.

    Apa Pemicunya?

    “Pemicunya itu adalah postur yang kurang tepat dalam waktu yang cukup lama bertahun tahun, salah satunya bisa karena gadget,tapi sebenarnya keluhan sakit ini sudah dari usia 16 tahun,” ceritanya kepada detikcom Selasa (10/12/2024).

    “Jadi saat itu aku difisioterapi juga karena adanya keluhan kesemutan dan kaku di tangan serta punggung sebelah kiri, tetapi tidak dilakukan rontgen ataupun MRI sehingga tidak dicurigai leher lurus,” lanjutnya.

    Berdasarkan riwayat tersebut, dokter yang menangani Ghina juga menilai kondisi semacam ini sudah dialami sejak usia 16 tahun. Bisa pula berkaitan dengan posisi saat belajar atau aktivitas lain, yang tidak ideal.

    Meski sudah menjalani perawatan, kondisi Ghina belum sepenuhnya pulih. Ia sesekali masih mengeluhkan nyeri kepala terutama saat berada di posisi atau postur tertentu.

    “Misalnya saat aku terlalu sering menunduk, lalu aku masih menjalani fisioterapi, dan juga ada anjuran untuk yoga serta berenang,” lanjutnya.

    Kebiasaan tersebut yang perlahan meredakan nyeri di badan Ghina saat bangun tidur.

    “Renang karena dianjurkan untuk gaya punggung saat ini aku sedang les renang,” pungkasnya.

    (naf/naf)

  • Dear Gen Z-Alpha, Penyalahgunaan Ketamin Bisa Berujung Penjara 12 Tahun

    Dear Gen Z-Alpha, Penyalahgunaan Ketamin Bisa Berujung Penjara 12 Tahun

    Jakarta

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menggodok aturan terkait penyalahgunaan ketamin. Obat yang disalahgunakan tersebut sebenarnya digunakan sebagai bius, tetapi kini sedang dikaji untuk masuk dalam golongan psikotropika.

    BPOM RI sebelumnya menemukan lebih dari 150 ribu vial ketamin yang beredar dan digunakan tanpa resep dokter, padahal termasuk dalam kategori obat keras. Taruna mengatakan apabila ketamin akhirnya masuk dalam psikotropika, pelaku penyalahgunaan bisa terancam hukuman 12 tahun penjara.

    “Penyalahgunaannya banyak dilakukan oleh anak-anak gen Z dan Alpha, itu yang menjadi concern kami. Kami akan masukkan ke dalam psikotropik, kalau masuk itu ya bisa dihukum 12 tahun penjara,” ujar Taruna ketika ditemui awak media di Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).

    “Jadi itu (ketamin) aslinya memang tidak bisa dijual secara bebas, harus lewat resep dokter dan masuk kategori obat keras. Itu pelanggarannya, saya akan buat aturannya segera,” sambungnya.

    Taruna Ikrar menuturkan salah satu bentuk penyalahgunaan ketamin biasanya dilakukan ketika pelaku membuat tato agar tidak merasakan sakit. Selain itu, penyalahgunaan dilakukan untuk mendapatkan sensasi relaksasi atau euphoria di tempat-tempat tertentu seperti diskotik.

    Penyalahgunaan ketamin dapat memicu kondisi serius pada sistem saraf, termasuk disfungsi kognitif. Ini berkaitan dengan masalah gangguan mental, halusinasi, sampai gangguan kecemasan serta depresi.

    BPOM RI menekankan revisi pada regulasi ketamin dari yang semula obat keras menjadi Obat-Obat Tertentu (OOT).

    OOT adalah obat-obat yang bekerja di sistem susunan saraf pusat. Penggunaan dengan jumlah melebihi dosis terapi dapat menyebabkan ketergantungan dan perubahan khas pada aktivitas perilaku dan kondisi mental.

    (avk/naf)

  • Ciri-ciri Perut Buncit akibat Kista Ovarium, Waspadai Jika Alami Gejala Ini

    Ciri-ciri Perut Buncit akibat Kista Ovarium, Waspadai Jika Alami Gejala Ini

    Jakarta

    Dalam beberapa waktu terakhir, penyakit kista ovarium menjadi topik yang ramai dibahas oleh warganet media sosial X. Banyak dari mereka yang menceritakan kisahnya mengidap kista karena gaya hidup yang tidak sehat.

    “2020 full makan sembarangan (bakso,mie ayam,junkfood,seblak,dll) sampe akhirnya 1 bulan haid ga berenti dan sakita luar biasa akhirnya ke dokter usg ternyata kista 6cm diovarium alhamdulillahnya dokter ga saranin operasi jadi minum obat dikasih resep dan makan dihindari junkfood,” ujar salah satu netizen.

    Salah satu gejala kista yang disoroti adalah perut membuncit. Spesialis obstetri dan ginekologi dr Muhammad Fadli, SpOG menjelaskan gejala perut membesar akibat kista ovarium biasanya terjadi tanpa alasan jelas dan disertai siklus haid yang tidak teratur.

    Apabila mengalami gejala tersebut, pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan. Hal ini untuk memastikan apakah kondisi tersebut memang berkaitan dengan kista atau kondisi lainnya.

    “Haidnya sudah tidak teratur, yang mana kita tahu haid teratur itu adalah siklusnya 28 hari sekali plus minus 7 hari. Jadi kalau memang sudah contoh 40 hari sudah tidak haid, terus sering terjadi mungkin lebih dari 3 kali, sebaiknya dilakukan pemeriksaan,” ujar dr Fadli ketika dihubungi oleh detikcom beberapa waktu lalu.

    Selain siklus haid yang tidak normal, gejala perut membesar akibat kista biasanya juga disertai dengan nyeri haid yang tidak normal. dr Fadli mengatakan kram ketika haid sebenarnya adalah kondisi yang normal.

    Namun, apabila rasa nyeri tersebut tidak tertahankan, hingga harus minum obat dan mengganggu aktivitas, ia menyarankan masyarakat segera memastikannya ke dokter terpercaya. Pemeriksaan dini memungkinkan pasien untuk mendapatkan pengobatan secara efektif dan cepat.

    “Kalau lagi haid untuk seharusnya memang cramping, rahimnya kram, tetapi nyerinya itu seharusnya tidak sampai mengganggu aktivitas atau sampai harus minum obat. Kalau harus minum obat, dicek apakah ada kista cokelat atau adenomiosis atau yang lainnya,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • Kepala BPOM Ungkap Obat Kanker di RI Masih Mahal dan Terbatas, Ini Penyebabnya

    Kepala BPOM Ungkap Obat Kanker di RI Masih Mahal dan Terbatas, Ini Penyebabnya

    Jakarta

    Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Tingkat deteksi dini yang rendah dan obat-obatan kanker yang mahal serta kurang ketersediaannya disebut menjadi beberapa hal yang memicu masalah tersebut.

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar menuturkan bahwa panjangnya proses perizinan menjadi salah satu faktor yang membuat ketersediaan obat inovasi di Indonesia rendah. Obat inovasi biasanya harus melalui proses perizinan 300 hari kerja.

    Karena adanya instruksi presiden, Taruna mengatakan pihaknya akhirnya memutuskan untuk mempersingkat proses perizinan menjadi 120 hari kerja. Meski prosesnya menjadi lebih berat, Taruna berharap cara ini bisa mempercepat ketersediaan jumlah dan variasi obat kanker di Indonesia.

    “Masyarakat yang mengidap kanker itu sangat banyak ya di Indonesia, kalau tiap tahun aja meningkat 400 ribu, berarti tahun ini sudah berapa pengidap, berapa juga juta yang bisa survive. Ini sangat dibutuhkan dan tidak bisa menunggu waktu. Kalau terlalu lama, keburu meninggal,” kata Taruna ketika ditemui awak media di Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).

    Selain meningkatkan ketersediaan obat kanker di Indonesia, langkah mempersingkat perizinan menurut Taruna juga dapat membantu menyediakan obat kanker dengan harga lebih terjangkau. Ketika banyak perusahaan obat mulai banyak melakukan penelitian dan memproduksi obat kanker, maka harganya akan lebih bersaing antar perusahaan.

    Hal ini menurut Taruna juga sangat penting lantaran kanker menjadi salah satu penyakit dengan beban penyakit terbesar di Indonesia.

    Ia mengatakan kanker merupakan jenis penyakit yang paling ‘menakutkan’ bagi pasien maupun dokter. Tidak seperti infeksi virus atau bakteri yang penanganannya lebih pasti, menurut Taruna penanganan pasien kanker bisa berbeda-beda setiap orang.

    “Ini bisa mengurangi beban negara kalau kita bisa dapat obat-obat baru. Kalau pilihannya bertambah, dampaknya ketersediaan obat ini jelas lebih mudah karena bukan hanya satu perusahaan saja,” ucap Taruna Ikrar.

    “Selain itu, kalau jenis produknya banyak, maka harganya akan berkompetisi. Kalau harganya terlalu mahal, tidak laku atau tidak ada pilihan lagi. Jadi ini membantu,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • Berusia 102 dan 100 Tahun, Pasangan Ini Jadi Pengantin Baru Tertua di Dunia

    Berusia 102 dan 100 Tahun, Pasangan Ini Jadi Pengantin Baru Tertua di Dunia

    Jakarta

    Marjorie Fiterman, 102, dan Bernie Littman, 100, telah menjalani hidup mereka dengan luar biasa. Namun, ketika pasangan mereka meninggal, tak satu pun dari mereka menyangka akan menemukan cinta baru di fasilitas perawsatan lansia.

    Diberitakan The Jewish Cronichle, keduanya dinobatkan oleh The Guiness World Record sebagai pasangan pengantin baru tertua di dunia. Umur keduanya jika digabungkan mencapai 202 tahun.

    Bernie Littman menikah selama 65 tahun dengan mendiang istrinya Bernice dan memiliki dua anak, empat cucu, dan sembilan cicit. Ia bertemu Fiterman di sebuah pesta kostum dan pasangan itu melakukan kencan pertama mereka pada hari ketika salah satu cicit perempuan Littman lahir.

    Cucu Littman, Sarah Sicherman mengatakan kakeknya dan istri barunya “sangat beruntung telah menemukan satu sama lain dan saling mendukung, terutama selama pandemi”, dan seluruh keluarga “senang” Littman telah menemukan pendamping dalam diri Fiterman.

    Saat ini semakin banyak orang yang bisa hidup sampai usia 100 tahun. Di Amerika Serikat, diperkirakan ada 89 ribu penduduk berusia 100 tahun pada 2021, meningkat dua kali lipat dibandigkan 20 tahun lalu.

    Diberitakan The Hill, antara tahun 1900 dan 2020, harapan hidup rata-rata di Amerika Serikat meningkat lebih dari 30 tahun, sebagian karena berbagai langkah kesehatan masyarakat. Kematian akibat penyakit menular mulai menurun setelah AS mulai mengklorinasi air minum pada tahun 1908 untuk membunuh penyakit yang ditularkan melalui air seperti tifus, kolera, dan disentri.

    Kemajuan medis juga berperan besar dalam memperpanjang usia harapan hidup rata-rata orang Amerika selama seabad terakhir. Salah satu contohnya adalah kemajuan medis yang telah dicapai dalam mendiagnosis dan mengobati penyakit jantung.

    “Empat puluh tahun yang lalu, jika Anda mengalami serangan jantung, ada kemungkinan besar Anda tidak akan selamat,” kata Mark Lachs, salah satu kepala Divisi Geriatri dan Pengobatan Paliatif di Weill Cornell Medicine dan New York Presbyterian.

    (kna/kna)