Category: Detik.com Kesehatan

  • Curhat Wanita Mengira Punya Jerawat Biasa, Tak Tahunya Kanker Kulit di Wajah

    Curhat Wanita Mengira Punya Jerawat Biasa, Tak Tahunya Kanker Kulit di Wajah

    Jakarta

    Seorang wanita di Australia bernama Rachel Olivia (32) menceritakan pengalamannya mengidap kanker. Semua berawal dari sebuah benjolan kecil di wajahnya yang dikira jerawat, sampai akhirnya diketahui itu adalah kanker.

    Rachel menceritakan munculnya benjolan tersebut terjadi dengan sangat cepat. Namun, dua tahun kemudian bekas benjolan tersebut memunculkan koreng yang semakin membesar.

    Ketika diperiksakan ke rumah sakit, dokter sempat mengira itu adalah jerawat yang dipencet terlalu keras, sehingga menimbulkan bekas. Jerawat tersebut selalu mengelupas dan tidak pernah sembuh.

    “Saya membiarkannya selama setahun. Kemudian tidak pernah sembuh, jadi saya mendengarkan hati saya untuk memeriksakan ke dokter spesialis. Mereka akhirnya melakukan biopsi dan memastikan ternyata itu adalah kanker,” kata Rachel dikutip dari NY Post, Kamis (12/12/2024).

    Rachel mengaku terkejut dengan diagnosis tersebut. Ia mengatakan dirinya sebenarnya bukan seseorang yang suka berjemur. Namun, ia ingat pernah mengalami beberapa luka parah saat remaja dan itu mungkin menjadi penyebabnya.

    Ia didiagnosis oleh dokter karsinoma sel basal, sejenis kanker kulit yang sering berkembang di wajah. Biasanya muncul benjolan putih seperti lilin dan juga bisa terlihat seperti bercak cokelat bersisik.

    “Saya lega itu bukan melanoma, tetapi juga terkejut masih menderita kanker. Dokter mengatakan saya masih muda untuk mengalami hal seperti ini. Dia juga menjelaskan bahwa Australia memiliki tingkat kanker kulit tertinggi,” katanya.

    Rachel diberi resep pengobatan kemoterapi topikal atau oles untuk jenis kankernya. Namun, dalam waktu enam bulan, ia mungkin memerlukan operasi pengangkatan.

    Meskipun perawatannya tidak invasif, menurutnya ini adalah hal yang tidak mudah.

    “Jujur saja, ada tantangan tersendiri. Saya punya bayi, jadi saya harus sangat berhati-hati agar krim tidak mengenai bayi saya di malam hari saat saya perlu menggunakannya,” tandasnya.

    (avk/naf)

  • Awal Mula Pria Solo Kena Kanker Lidah di Usia 33, Punya Kebiasaan Buruk Ini

    Awal Mula Pria Solo Kena Kanker Lidah di Usia 33, Punya Kebiasaan Buruk Ini

    Jakarta

    Seorang pria bernama All di Solo terkena kanker lidah pada usia 33 tahun. Kanker tersebut bermula dari sariawan yang tak kunjung hilang, bahkan menetap selama dua tahun lamanya.

    Istri All, Sel, mengatakan awalnya sariawan yang diidap si suami tidak memicu rasa nyeri atau sakit. Lantaran dianggap sariawan biasa, All tidak memeriksakan diri ke RS.

    Namun pada awal 2024, sariawan yang tadinya tak sakit, kini menjadi nyeri dan perih. All saat itu langsung memeriksakan diri ke puskesmas, kemudian dirujuk ke RS untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

    “Aku ajak ke puskesmas 2 kali, terus dikasih rujukan ke rs berobat 2 kali. Terus dikasih rujuk ke RS besar. Periksa ke RS besar itu dibiopsi,” kata Sel kepada detikcom, Rabu (12/11/2024).

    Pada saat itu hasil biopsi tidak menunjukkan adanya tanda keganasan di lidah All. Akan tetapi, gejala yang dirasakan semakin memburuk, bahkan All mengalami perdarahan di lidah.

    “Sehari kadang 2 kali, kadang seminggu 4 kali, perdarahan terus,” sambungnya.

    Setiap perdarahan, Sel selalu mengajak All untuk berobat ke rumah sakit demi menjalani pemeriksaan. Namun, lagi-lagi tidak ada titik terang terkait penyebab All mengalami nyeri dan perdarahan di lidah.

    Dokter juga hanya memberikan obat anti perdarahan setiap berobat. Imbasnya, Sel mengaku sempat geram dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.

    “Aku akhirnya ngamuk-ngamuk di RS besar, nah langsung dioperasi biopsi kedua karena perdarahan itu. Hasilnya jadi ganas,” imbuh istri All.

    “Rasa sakitnya 10/10 tiap malam aku elus suamiku, pipinya, telinga, dan kepalanya. Nyeri sampe tembus ke saraf telinga perdarahan di lidah nggak kenal waktu,” lanjutnya.

    Dari situlah, All didiagnosis kanker lidah stadium awal dan menjalani perawatan lebih lanjut berupa kemoterapi untuk mengatasi kanker tersebut.

    Sel mengatakan suami memiliki kebiasaan merokok sejak dari masih duduk di sekolah menengah pertama. All juga memiliki riwayat mengonsumsi alkohol.

    “Genetik ada kak, dari nenek. Tapi juga dari mudanya suamiku perokok aktif, peminum juga dulu,” sambung Sel.

    Kini All diketahui sudah menjalani kemoterapi sebanyak empat kali. Saat ini juga tengah menunggu operasi rekonstruksi lidah di salah satu RS di Surabaya. Sel mengaku kesulitan ekonomi untuk membiayai pengobatan suami.

    “Hp barang-barang berharga semua udah kejual buat biasa selama 1 tahun. Suamiku dah berhenti kerja dan aku juga udah ga kerja karena ngurusin suami,” sambungnya lagi.

    Dikutip dari Mayoclinic, kanker lidah adalah jenis kanker yang bermula dari pertumbuhan sel-sel di lidah. Lidah terdiri dari otot dan saraf yang membantu gerakan, fungsi, seperti pengecapan.

    Kanker lidah yang bermula di mulut berbeda dengan kanker lidah yang bermula di tenggorokan.

    Kanker lidah yang dimulai dari mulut disebut kanker lidah oral. Kanker ini dapat menimbulkan gejala langsung. Sementara kanker lidah yang dimulai di tenggorokan disebut kanker lidah orofaring.

    Kanker ini dapat tumbuh selama beberapa saat sebelum menimbulkan gejala. Ketika gejala muncul, gejala tersebut cenderung memiliki banyak kemungkinan penyebab atau kerap dianggap gejala penyakit lain.

    (suc/naf)

  • Kolaborasi NCCTRC dan UNHAN RI untuk Kesiapsiagaan Menghadapi Darurat Kesehatan

    Kolaborasi NCCTRC dan UNHAN RI untuk Kesiapsiagaan Menghadapi Darurat Kesehatan

    Jakarta

    Multi Country Training and Knowledge Hub for Health Emergency Operational Readiness (Multheor) Indonesia-Universitas Pertahanan RI bekerja sama dengan National Critical Care and Trauma Response Centre (NCCTRC) Australia menyelenggarakan Public Health Emergency Training di Ruang Serbaguna, Gedung Auditorium Lantai 2, Kampus Unhan RI, Sentul, Jawa Barat (11-12 Desember 2024). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat di tingkat nasional maupun global. Acara dimulai dengan opening ceremony yang dihadiri oleh Rektor Unhan RI dan beberapa pejabat Universitas Pertahanan RI serta pemangku kepentingan seperti perwakilan dari Kementerian Pertahanan RI, Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI dan juga Fakultas Farmasi Universitas Indonesia.

    Dalam sesi pembukaan, Prof Dr apt Yahdiana Harahap, MS selaku Chair of Multheor Indonesia, menyampaikan laporan yang mencakup sejarah, aktivitas, dan pencapaian Multheor Indonesia, serta latar belakang terlaksananya pelatihan ini. Dalam laporannya, Prof Yahdiana menjelaskan bahwa acara training ini dapat terlaksana karena adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Pertahanan RI dengan NCCTRC, Australia. MoU tersebut menegaskan komitmen kedua institusi untuk bekerja sama dalam memperkuat kapasitas penanganan kedaruratan kesehatan masyarakat melalui pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman praktis.

    Setelah laporan dari Chair of Multheor Indonesia, sambutan disampaikan oleh Maya Cherian, perwakilan dari NCCTRC Australia, yang menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi kedaruratan kesehatan secara global.

    Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Jonni Mahroza, S.I.P, MA, M.Sc, PhD yang menyatakan bahwa pelatihan ini adalah langkah strategis dalam mendukung ketahanan nasional di sektor kesehatan.

    Public Health Emergency Training yang diadakan selama 2 hari (11-12 Desember 2024) ini diikuti oleh 24 orang peserta yang berasal dari Universitas Pertahanan RI, Direktorat Kesehatan Kementerian Pertahanan, Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Pusat Kesehatan TNI, Laboratorium Biologi dan Vaksin Puskesad, Rumah Sakit Ramelan, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada. Sebagai fasilitator pada training ini adalah Maya Cherian (NCCTRC), Marion (University of Melbourne), Dr dr M Wawan Mulyawan, SpBS (FK UI), dr Yogi Prabowo (FK UI), dan dr Arief Rachman (Mer-C Indonesia.

    (up/up)

  • Viral Diet 90-30-50, Ini Rekomendasi Menu Makanan dari Pakar

    Viral Diet 90-30-50, Ini Rekomendasi Menu Makanan dari Pakar

    Jakarta

    Media sosial belakangan tengah ramai dengan fenomena diet 90-30-50 yang diklaim efektif menurunkan berat badan hingga 8 kg dalam waktu dua bulan saja. Metode diet ini dilakukan dengan cara mengombinasi makanan-makanan seperti protein, serat, dan lemak sehat.

    Sebagai informasi, diet 90-30-50 diperkenalkan oleh seorang ahli diet di Amerika Serikat Courtney Kassis pada 2023. Dirinya menciptakan diet ini karena didiagnosis mengidap penyakit Hashimoto, yang menyebabkan ia kesulitan menurunkan berat badan.

    Menurut Courtney, metode diet ini mengharuskan seseorang mengatur pola makan dengan asupan 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak. Sejak melakukan metode diet ini, Courtney mengaku sukses menurunkan berat badan dari 58 kg menjadi 50 kg dalam waktu kurang lebih dua bulan.

    Dikutip dari Times of India, ahli gizi Catherine Gervacio, RND mengatakan kandungan protein yang cukup pada metode ini memang efektif untuk mendukung pemeliharaan, perbaikan, dan rasa kenyang.

    “Rekomendasi umum adalah 0,8 hingga 1 gram per satu kg berat badan untuk orang dewasa,” kata Gervacio.

    “Mengenai serat, jumlahnya (pada metode diet ini) cukup untuk mengatur gula darah, meningkatkan kesehatan usus, dan meningkatkan rasa kenyang. Kebanyakan orang tidak memenuhi anjuran 25 gram (untuk wanita) dan 38 gram (untuk pria) setiap hari,” sambung dia.

    Mengenai lemak sehat, ahli diet Trista Best, MPH, RD, LD mengatakan seseorang harus memprioritaskan lemak sehat jika ingin mengikuti metode diet ini. Best juga merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh dan menghindari lemak trans.

    “Lemak sehat meliputi lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal seperti yang bisa ditemukan di ikan salmon, biji chia, tahu, almond, dan alpukat,” kata Best.

    Berikut makanan-makanan yang dianjurkan untuk diet 90-30-50. Namun, perlu dicatat bahwa hasil dari metode diet ini mungkin akan berbeda pada masing-masing orang, tergantung dengan kondisi kesehatan dan sistem metabolisme masing-masing.

    Protein: daging ayam, daging sapi, telur, kalkun, yogurt Yunani, dan keju cottage.Serat: sayuran berdaun hijau, brokoli, kembang kol, biji chia, biji rami, kacang almond, dan buncis.Lemak sehat: kacang-kacangan dan selai kacang, biji-bijian, alpukat, minyak zaitun.

    Ahli gizi diet Shelley Balls, MDA, RDN, LDN mengatakan metode ini diet terbilang “sangat efektif” untuk membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, mengonsumsi protein yang cukup memang bisa membantu menjaga massa otot.

    Balls menambahkan konsumsi serat harian yang cukup dapat membantu seseorang untuk merasa kenyang lebih lama. Efek anti-inflamasi pada lemak sehat juga efektif dalam membantu menurunkan berat badan seseorang.

    (dpy/naf)

  • Kisah Izzati dan Osha, Penyandang Autisme yang Memasuki Dunia Kerja

    Kisah Izzati dan Osha, Penyandang Autisme yang Memasuki Dunia Kerja

    Jakarta

    Selasa, 10 Desember lalu menjadi salah satu momen istimewa dalam perjalanan hidup Izzati Fithri Hassan. Hari itu dia untuk pertama kalinya menjalani magang kerja di Hilton Hotel The Pearl, Doha – Qatar. Izzati terpilih bersama rekannya sesama murid HOPE Center Qatar, Kelhs Thariq.

    “Proses magang ini akan berlangsung selama dua bulan dan hanya dua kali seminggu masing-masing selama tiga jam saja,” tutur Lita Kadartin, ibunda Izzati, kepada detik.com melalui aplikasi Whatsapp, Rabu (11/12/2004) malam.

    Izzati merupakan putri kembar Lita dan Ridwan Hassan, duta besar RI untuk Qatar. Bersama kakaknya, Izzata yang lahir di Tokyo, 28 Desember 2000, dia terdiagnosis berkebutuhan khusus (Mild Autism) pada usia sekitar 3 tahun.

    Menurut Lita, Hilton di Qatar punya kesadaran dan kepedulian yang sangat bagus terkait pemberdayaan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Pihak manajemen Hilton datang ke sekolah untuk melakukan wawancara dan seleksi sebagai bagian dari proses rekrutmen. Setelah semua anak yang menjadi kandidat mengumpulkan CV dan kelengkapan lainnya, akhirnya terpilih dua orang, yakni Izzati dan Thariq.

    “Saya terharu melihat Izzati mengenakan seragam dan belajar bekerja di tempat yang baik,” katanya.

    Pada hari pertama diakui Lita putrinya itu sempat gugup, tapi di hari kedua sudah mulai terlihat enjoy. Lita bersama ibundanya Thariq diberi kesempatan untuk ikut tur supaya mengenal dengan tempat dan bidang-bidang pekerjaan yang akan dilakukan anak-anak mereka.

    Peserta magang diberi pengetahuan tentang semua hal terkait pelayanan di dunia perhotelan. Hal itu juga sekaligus untuk melihat tempat yang paling cocok untuk masing-masing anak peserta magang sesuai minatnya.

    “Mereka antara lain diajari mulai dari greetings di front desk, house keeping, food and beverages and office. Mereka semua sangat welcome terhadap Izzati dan Thariq,” tutur Lita.

    Salah satu bukti lain betapa manajemen Hilton punya kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, lanjut Lita, di sana sudah ada kakak kelas Izzati yang bekerja sejak dua tahun lalu. Si kakak kelas itu malah sudah sangat mandiri karena bisa tinggal di asrama karyawan Hilton.

    “Info dari para staf di sana mereka sangat memperhatikan dan selalu membantu. Masyaallah saya salut sekali dan memang merasakan sendiri perhatian yang penuh dari para staf. Selama magang juga ada satu guru dari sekolahnya yang ikut mendampingi,” papar Lita.

    Di Jakarta, sejak awal Oktober lalu Natrio Catra Yososha (Osha), 34 tahun, malah resmi menjadi pegawai perusahaan kosmetik, PT Victoria Care Indonesia. Ia diterima bekerja di bagian Digital Marketing atas rekomendasi House of Hope. PT Victoria Care antara lain memproduksi Herborist, Miranda, dan Nuface.

    Potret Osha penyandang autisme bekerja di kantor. Foto: SS TikTok Osha

    “Berasa kayak film Extraordinary Attorney Woo,” tulis Osha di akun Tiktoknya.

    Extraordinary merupakan drama Korea yang rilis pada 2022. Drama ini mengisahkan Woo Young-woo yang diperankan Park Eun-bin sebagai pengidap Autism Spectrum Disorder (ASD) yang sukses menjadi pengacara.

    Osha yang tinggal di Bekasi harus naik kereta menuju kantornya di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat. Menempuh perjalanan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Osha. Ia harus on time sampai di stasiun untuk mendapatkan kereta dan gerbong yang sama.

    “Bila berbeda kan suasananya juga pasti beda dengan sebelumnya ya, nah itu saya biasanya akan merasa gelisah dan harus berusaha keras mengendalikan diri agar tetap tenang,” tutur Sarjana Arkeologi dari UGM, 2013 itu.

    Di lingkungan tempatnya bekerja, Osha pun mengaku happy. Selain karena penerimaan yang baik dari rekan-rekan kerjanya, lokasi toilet, musala, dan pantry pun relatif berdekatan. Kondisi tersebut memudahkan dia untuk bergerak dengan leluasa.

    Hal yang masih membuatnya kagok adalah ketika sudah selesai mengerjakan tugas tapi jam kerja masih lama dia tak bergegas pulang lazimnya dilakukan pegawai lain. Mungkin hal sebaliknya juga akan membuatnya gelisah bila jam kantor sudah usai tapi pekerjaan belum tuntas.

    (jat/up)

  • Ramai Sarjana Perikanan Praktik Estetik, Gimana Membedakan Dokter Asli Vs ‘Gadungan’?

    Ramai Sarjana Perikanan Praktik Estetik, Gimana Membedakan Dokter Asli Vs ‘Gadungan’?

    Jakarta

    Praktisi kesehatan dr Mahesa Paranadipa, MH, dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ikut menanggapi kasus viral temuan klinik abal-abal Ria Beauty, yang dimiliki salah satu influencer Malang, Ria Agustina. Agar tidak mudah ‘tergocek’ dengan praktik perawatan kecantikan ilegal semacam itu, masyarakat perlu mengecek sejumlah sertifikasi yang dimiliki klinik.

    Ia menyarankan untuk tidak segan bertanya apakah mereka yang melakukan praktik mengantongi surat tanda registrasi juga surat izin praktik.

    “Pastikan dokter yang ditemuinya memiliki dua dokumen tersebut, selain itu dokter yang memberikan pelayanan khusus harus dipastikan telah memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat,” bebernya kepada detikcom, Rabu (11/12/2024).

    “Klinik atau fasyankesnya memiliki izin dadi pemerintah setempat,” lanjut dia.

    Terlebih, tidak semua perawatan bisa dilakukan di klinik. Secara regulasi, untuk layanan spesialistik hanya boleh dilakukan di klinik utama dan rumah sakit.

    Bila masyarakat menemukan keraguan terkait praktik seseorang yang mengaku dokter, disarankan untuk langsung menanyakan ke IDI.

    Cara membedakan antara dokter asli dengan dokter palsu, juga bisa dilakukan melalui pengecekan di situs Konsil Kedokteran Indonesia (www.kki.go.id) atau situs resmi Ikatan Dokter Indonesia atau IDI (www.idionline.org).
    Opsi lainnya bisa dengan menelusuri nama yang bersangkutan di laman PDDikti atau Pangkalan Data Pendidikan Tinggi. Dokter yang telah menempuh pendidikan tinggi di Indonesia akan tercatat dalam laman tersebut.

    (naf/kna)

  • Kisah Wanita Kena Stroke di Usia 26 Tahun, Alami Sakit Kepala Seperti Ini

    Kisah Wanita Kena Stroke di Usia 26 Tahun, Alami Sakit Kepala Seperti Ini

    Jakarta

    Bagi sebagian orang, sakit kepala mungkin tampak seperti masalah biasa yang bisa mereda dengan hanya beristirahat atau meminum obat. Namun, hal yang berbeda dialami Tan Cheng Hui, wanita Singapura berusia 26 tahun.

    Sakit kepala yang mendadak dialaminya merupakan kondisi darurat medis dan dokter bahkan ‘memvonis’ ia bisa meninggal jika tidak segera mendapatkan penanganan.

    Sakit kepala muncul saat Tan dalam perjalanan menuju stasiun MRT Orchard Singapura. Ia merasakan sakit luar biasa di leher dan bagian kepala.

    Terjadi secara mendadak, dengan cepat meningkat menjadi rasa sakit yang melemahkan dan disertai dengan kekakuan di sisi kiri tubuhnya, pusing dan mual membuatnya ingin muntah.

    “Rasanya seperti otak saya meledak,” kenangnya, terkait kejadian yang terjadi 23 Juni tahun ini.

    “Biasanya, saya memiliki toleransi yang tinggi terhadap rasa sakit, tetapi serangan ini sangat menyakitkan sehingga saya mulai menangis.”

    Dikutip dari CNA, awalnya ia mencoba menepis rasa sakit tersebut dengan berpikir mungkin mengalami stres dan itu adalah cedera bahu lama yang kambuh.

    “Saya pikir itu adalah sakit kepala lain yang akan segera hilang, sampai sensasi ‘otak meledak’ muncul dan sesuatu terasa berbeda karena kekakuan di seluruh sisi kiri tubuh saya.”

    Karena rasa sakitnya begitu hebat, pacar Tan membawanya ke unit gawat darurat terdekat. Di sana, dokter memberikan diagnosis yang tidak pernah terduga di usia terbilang masih muda. Bahkan, belum menyentuh kepala tiga.

    Dia mengalami aneurisma otak yang pecah, menyebabkan stroke hemoragik atau perdarahan otak. Sebuah tonjolan, yang diibaratkan seperti gelembung atau balon, telah terbentuk di pembuluh darah otaknya dan pecah.

    Padahal, Tan merasa selama ini cukup sehat dan aktif berjalan kaki, bersepeda, serta berenang. Tan tidak dapat berbicara atau berjalan selama berminggu-minggu setelah kejadian itu. Butuh waktu lama untuk kembali bisa melakukan gerakan dasar dan kemampuan bicara, bahkan sekarang dia masih terus mengalami efek samping, serta kebanyakan waktunya harus beristirahat di rumah.

    Setelah membangun karier sebagai seniman digital dan kuliner sebelum terdiagnosis stroke, ia kini memilih untuk berbagi pengalamannya guna meningkatkan kesadaran pecahnya aneurisma otak adalah sesuatu yang dapat terjadi kapan saja, pada siapa saja.

    “Saya adalah seseorang yang tidak memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, tidak memiliki riwayat keluarga (aneurisma otak) dan tidak merokok, tetapi saya tetap mengalaminya,” katanya.

    Ahli bedah saraf Teo Kejia, yang dipanggil untuk menangani Tan di unit gawat darurat, mengatakan aneurisma otak yang tidak pecah sering kali tidak diketahui karena biasanya tidak menimbulkan gejala. Konsultan senior di klinik swasta Precision Neurosurgery juga ikut berkomentar.

    “Banyak aneurisma yang tidak pecah ditemukan secara tidak sengaja selama tes pencitraan untuk kondisi lain. Namun, saat membesar, aneurisma tersebut dapat menekan jaringan otak dan saraf di sekitarnya, yang berpotensi menimbulkan gejala seperti sakit kepala, masalah penglihatan, atau nyeri wajah.”

    Efeknya Seserius Ini

    Setelah pemindaian mengonfirmasi adanya ruptur pada otak Tan, Teo melakukan operasi otak darurat dan membuat lubang di tengkoraknya untuk memasang klip di dasar aneurisma, yang menghalangi aliran darah masuk ke dalam aneurisma.

    Jika Tan tidak segera mencari pertolongan medis hari itu, aneurisma di otaknya berpotensi pecah lagi hal ini dapat menyebabkan kematian. “Gumpalan darah terdeteksi dan dapat meluas serta menekan otaknya jika perawatan tertunda,” tambahnya.

    Tan ingat bahwa dirinya linglung, tidak tahu apa yang terjadi padanya. “Saya baru mengetahui diagnosis dan kondisi saya ketika saya mulai pulih.

    “Saya tidak mengerti seberapa parah situasi saya saat itu, tetapi sekarang saya menyadari bahwa saya sangat beruntung telah selamat dari ruptur aneurisma otak,” katanya.

    “Saya tidak dapat mengenali nama saya sendiri atau mengingat nama ibu dan pacar saya. Ada kalanya saya memanggil ibu saya dengan sebutan ‘adik perempuan’ dan saya bahkan tidak dapat menyebutkan barang-barang sehari-hari yang saya gunakan setiap hari seperti jam tangan atau sisir.”

    Dokter menunjukkan bahwa tidak semua aneurisma otak memerlukan perawatan. Tergantung pada ukuran, lokasi, bentuk, dan pertumbuhannya. Usia orang tersebut, kondisi medis terkait, riwayat aneurisma yang pecah, atau riwayat keluarga yang kuat juga akan dipertimbangkan.

    Tan menjalani banyak sesi terapi dan rehabilitasi untuk bisa kembali ke tahap normal terkait gerakan motorik dan bicaranya. Aplikasi perpesanan di perangkat seluler dan alat daring membantunya berkomunikasi dengan orang-orang yang dicintainya.

    Ketika dia tidak dapat mengutarakan kebutuhannya, dia akan menunjuk gambar barang-barang yang dia butuhkan. Butuh waktu sebulan baginya untuk dapat berkomunikasi secara verbal lagi dan, sekitar waktu yang sama, untuk mendapatkan kembali gerakan dan fungsi motorik hariannya dengan fisioterapi.

    “Saya masih kesulitan mengingat sesuatu, serta menjelaskan dan mengungkapkan hal-hal yang saya inginkan dan butuhkan. Ibu dan pacar saya sangat sabar terhadap saya ketika saya tidak dapat berkomunikasi dengan jelas,” katanya.

    (naf/suc)

  • Awal Mula Pria Solo Kena Kanker Lidah di Usia 33, Punya Kebiasaan Buruk Ini

    Viral Pria Solo Kena Kanker Lidah di Usia 33, Dikira Cuma Sariawan Biasa

    Jakarta

    Hal sederhana yang nampak sepele bisa menjadi tanda awal penyakit serius. Seperti halnya yang dirasakan pria asal Solo, bernama All, mengidap kanker lidah yang awalnya dikira cuma sariawan biasa. Ia terkena kanker lidah di usianya yang cukup muda yakni 33 tahun.

    Istri All, Sel, menceritakan awal mula sang suami bisa didiagnosis kanker lidah. Kepada detikcom, Sel mengatakan bahwa sariawan yang dialami All sudah ada sejak 2021-2022.

    “Awalnya kaya sariawan aja, tapi nggak sakit dan nggak dirasa udah 2 tahun dibiarkan karena emang nggak sakit,” katanya kepada detikcom, Rabu (11/12/2024).

    Namun pada awal tahun 2024, sariawan yang tadinya tak sakit kini menjadi nyeri dan perih. Sel saat itu mengajak All untuk berobat ke puskesmas, kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Tak lama setelahnya, All kemudian dirujuk lagi ke rumah sakit yang lebih besar.

    “Periksa ke RS besar itu langsung dibiopsi dan hasilnya keluar,” imbuhnya.

    Awalnya hasil pemeriksaan biopsi tidak menunjukkan adanya tanda keganasan atau kanker. Namun lama kelamaan, gejala yang dirasakan All semakin memburuk.

    Ia mengalami perdarahan di lidah, bahkan bisa terjadi dua kali dalam sehari, atau empat kali selama seminggu.

    “Perdarahan terus bener-bener perdarahan hebat di lidahnya,”tuturnya.

    Sel mengatakan All sudah sering bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Akan tetapi, dokter tidak memberikan tindakan apapun dan hanya memberikan obat anti perdarahan. Saat itu tidak ada titik terang terkait penyebab perdarahan dan sariawan yang dialami oleh All.

    “Aku akhirnya ngamuk-ngamuk di RS besar, nah langsung dioperasi biopsi ke 2 karena perdarahan itu.Hasilnya jadi ganas,” imbuh istri All.

    “Rasa sakitnya 10/10 tiap malam aku elus suamiku, pipinya, telinga, dan kepalanya. Nyeri sampe tembus ke saraf telinga perdarahan di lidah nggak kenal waktu,” lanjutnya.

    Dari situlah, All didiagnosis kanker lidah stadium awal dan menjalani perawatan lebih lanjut berupa kemoterapi untuk mengatasi kanker tersebut. Kini dirinya diketahui sudah menjalani kemoterapi sebanyak empat kali.

    (suc/up)

  • Rahasia Panjang Umur ala Nenek 105 Tahun, Rutin Lakukan Olahraga Ini

    Rahasia Panjang Umur ala Nenek 105 Tahun, Rutin Lakukan Olahraga Ini

    Jakarta

    Seorang nenek asal Stratford, London Timur, Inggris, bernama Daisy Taylor merayakan ulang tahunnya yang ke-105, dan menceritakan bahwa rahasia berumur panjangnya adalah dengan melakukan aktivitas yoga.

    “Dulu saya yoga di lantai, tapi sekarang saya lebih sering melakukannya di kursi,” terang Taylor dikutip dari BBC pada Rabu (11/12/2024).

    Wanita itu menyebutkan bahwa dirinya selalu menikmati hidupnya dan tidak melewatkan untuk beraktivitas. Beberapa aktivitas favoritnya seperti yoga, peregangan setiap hari, dan bahkan selalu menghargai ‘hal-hal kecil’.

    Taylor mengaku bahwa dengan melakukan yoga, ia dapat meningkatkan kualitas pikirannya dan membuat dirinya menjadi ‘lebih cerdas’ di usianya yang lebih tua.

    Kini, Taylor tinggal di panti jompo di Chelmsford, Essex, Inggris. Ia memiliki tekad untuk selalu aktif bergerak karena hal itu yang dapat menyebabkan dirinya dapat lebih menikmati kehidupan.

    Ia telah berlatih yoga selama dua tahun terakhir, dan menambahkan bahwa pose setengah bulan memberikannya ‘peregangan yang baik’.

    “Saya bisa melakukan (yoga) di lantai, tetapi saya butuh seseorang untuk mengawasi saya jika saya butuh bantuan untuk berdiri,” katanya.

    Uniknya, keluarga Taylor juga memiliki riwayat hidup berumur panjang. Kakaknya yang bernama Alice berusia 103 tahun, dan lima saudaranya yang lain hidup sampai dengan usia 90-an.

    “Rahasia saya adalah ketika Anda terus bangun setiap hari, bersenang-senanglah,” jawab Taylor.

    Ia juga sempat mengajak dan menyarankan kepada kerabatnya untuk aktif berolahraga dengan cara menegakkan tubuh dan menggerakkan bahu ke segala arah dengan perlahan. Taylor mengaku bahwa dirinya sangat mensyukuri proses kehidupan yang sudah dilaluinya.

    “Saya benar-benar menikmati hidup saya karena saat ini kehidupan saya menyenangkan,” tutupnya.

    (suc/suc)

  • Ciri-Ciri Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai, Sekilas Mirip Nyeri Perut Biasa

    Ciri-Ciri Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai, Sekilas Mirip Nyeri Perut Biasa

    Jakarta

    Batu ginjal atau disebut juga nefrolitiasis adalah endapan keras terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal.

    Diet, kelebihan berat badan, beberapa kondisi medis, dan suplemen serta obat-obatan tertentu merupakan penyebab batu ginjal. Batu ginjal dapat memengaruhi bagian mana pun dari saluran kemih, mulai dari ginjal hingga kandung kemih.

    Seringkali, batu terbentuk ketika urine menjadi pekat, memungkinkan mineral mengkristal dan saling menempel. Dikutip dari Kemenkes RI, batu ginjal yang terdeteksi sejak dini biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen.

    Pengobatannya juga bergantung pada situasi, seseorang mungkin hanya perlu minum obat pereda nyeri dan minum banyak air untuk mengeluarkan batu ginjal.

    Namun dalam kasus lain, misalnya batu tersangkut di saluran kemih, berhubungan dengan infeksi saluran kemih atau menyebabkan komplikasi, pembedahan mungkin diperlukan.

    Ciri-ciri Batu Ginjal

    Batu ginjal biasanya tidak menimbulkan gejala sampai bergerak di dalam ginjal atau masuk ke salah satu ureter. Ureter adalah saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih.

    Jika batu ginjal tersangkut di ureter, itu bisa menghalangi aliran urine dan menyebabkan ginjal membengkak dan ureter kejang, yang bisa sangat menyakitkan. Pada saat itu, seseorang mungkin mengalami gejala-gejala berikut ini.

    Sakit parah di bagian samping dan belakang, di bawah tulang rusukNyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkanganRasa sakit yang datang dalam gelombang dan intensitasnya berfluktuasiNyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecilTanda dan gejala dari batu ginjal lainnya yang perlu diwaspadai.Urine merah muda, merah atau coklatUrine keruh atau berbau busukKebutuhan terus-menerus untuk buang air kecil, buang air kecil lebih sering dari biasanya atau buang air kecil dalam jumlah kecilMual dan muntahDemam dan menggigil jika ada infeksiRasa sakit yang disebabkan oleh batu ginjal dapat berubah, misalnya, berpindah ke lokasi yang berbeda atau meningkat intensitasnya, saat batu bergerak melalui saluran kemih.

    (suc/naf)