Category: Detik.com Kesehatan

  • Dialami Pria Solo, Dokter Ungkap Gejala Kanker Lidah yang Muncul di Usia Muda

    Dialami Pria Solo, Dokter Ungkap Gejala Kanker Lidah yang Muncul di Usia Muda

    Jakarta

    Kanker lidah umumnya menyerang pasien lanjut usia (lansia), sekitar 50 hingga 60 tahun. Namun beberapa waktu terakhir, kanker ini juga bisa dialami oleh pasien usia muda. Seperti halnya dirasakan pria bernama All, asal Solo.

    Ia mengidap kanker tersebut pada usia yang cukup muda, yakni 33 tahun. Kanker tersebut bermula dari sariawan yang tak kunjung hilang, bahkan menetap selama dua tahun lamanya.

    Istri All, Sel, mengatakan awalnya sariawan yang diidap si suami tidak memicu rasa nyeri atau sakit. Lantaran dianggap sariawan biasa, All tidak memeriksakan diri ke RS.

    Namun pada awal 2024, sariawan yang tadinya tak sakit, kini menjadi nyeri dan perih. All saat itu langsung memeriksakan diri ke puskesmas, kemudian dirujuk ke RS untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

    Pada saat itu hasil biopsi tidak menunjukkan adanya tanda keganasan di lidah All.

    “Aku ajak ke puskesmas 2 kali, terus dikasih rujukan ke rs berobat 2 kali. Terus dikasih rujuk ke RS besar. Periksa ke RS besar itu dibiopsi,” kata Sel kepada detikcom, Rabu (12/11/2024).

    Akan tetapi, gejala yang dirasakan semakin memburuk, bahkan All mengalami perdarahan di lidah. Sel mengatakan kondisi bisa terjadi dua kali dalam sehari atau bahkan empat kali dalam seminggu.

    Setiap perdarahan, Sel selalu mengajak All untuk berobat ke rumah sakit demi menjalani pemeriksaan. Namun, lagi-lagi tidak ada titik terang terkait penyebab All mengalami nyeri dan perdarahan di lidah.

    Dokter juga hanya memberikan obat anti perdarahan setiap berobat. Sel mengaku sempat geram dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.

    “Aku akhirnya ngamuk-ngamuk di RS besar, nah langsung dioperasi biopsi kedua karena perdarahan itu. Hasilnya jadi ganas,” imbuh istri All.

    All didiagnosis kanker lidah stadium awal dan menjalani perawatan lebih lanjut berupa kemoterapi untuk mengatasi kanker tersebut. Sel mengatakan suami memiliki kebiasaan merokok sejak dari masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP). All juga memiliki riwayat mengonsumsi alkohol.

    Gejala Kanker Lidah

    Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg Usman Sumantri menjelaskan kanker lidah adalah jenis kanker yang terjadi di area lidah, baik bagian atas (lidah superior) maupun bagian bawah (lidah inferior). Kanker ini biasanya dimulai dari sel-sel yang melapisi permukaan lidah dan dapat menyebar ke bagian lain dari mulut atau bahkan ke bagian tubuh lainnya.

    drg Usman menyebut terdapat beberapa gejala kanker lidah yang perlu diwaspadai.

    Luka atau Borok yang Tidak Sembuh

    Salah satu gejala utama kanker lidah adalah munculnya luka atau borok di lidah yang tidak sembuh dalam waktu tertentu.

    Nyeri atau Kesemutan

    Nyeri atau perasaan kesemutan di lidah atau mulut juga dapat menjadi tanda kanker lidah.

    Pembengkakan atau Benjolan

    Pembengkakan atau benjolan di lidah yang terasa keras dan tidak hilang dalam beberapa minggu bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan serius.

    Perubahan Warna Lidah

    Perubahan warna pada bagian lidah, seperti munculnya bercak putih, merah gelap, atau bercak lain yang tak lazim, juga bisa menjadi tanda kanker.

    Sulit Menelan atau Merasa Tersumbat

    Kesulitan menelan makanan atau mendapatkan sensasi tersumbat di tenggorokan tanpa sebab yang jelas juga patut dicurigai.

    Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

    Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, yang tidak disebabkan oleh infeksi biasa, dapat menjadi pertanda bahwa kanker lidah telah menyebar.

    Sulit Berbicara atau Berbicara dengan Leluasa

    Kesulitan dalam berbicara, pelafalan yang buruk, atau pembicaraan terganggu juga bisa menjadi gejala kanker lidah.

    Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dengan cepat atau tanpa usaha juga perlu diwaspadai sebagai tanda keganasan.

    Bau Mulut yang Kronis

    Kondisi bau mulut yang tidak kunjung membaik meski sudah melakukan perawatan gigi rutin juga bisa menjadi gejala kanker lidah.

    Dihubungi terpisah, Prof Dr drg Yuniardini Septorini Wimardhani, MSc Dent mengatakan penting untuk segera ke dokter jika ditemukan sariawan yang tak kunjung hilang, baik sebulan atau beberapa bulan.

    Prof Yuniardini juga mengajak masyarakat untuk melakukan SAMURI atau periksa mulut sendiri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut serta mendeteksi kanker mulut.

    “Dari ikatan spesialis penyakit mulut itu ada yang namanya SAMURI atau periksa mulut sendiri. Jadi pasien itu atau masyarakat itu diajak untuk memahami atau melihat kondisi rongga mulutnya secara rutin ya paling tidak sebulan sekali melihat bagian pipi bagian dalamnya, bibir bagian dalamnya, lidahnya, bagian bawah lidahnya, samping lidahnya, bagian langit-langitnya,” katanya kepada detikcom, Rabu (13/12).

    “Jadi kalau ada perubahan yang dilihat oleh pasien itu sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter,” tuturnya lagi.

    (suc/kna)

  • Dokter Sebut 50% Pria Indonesia Idap Azoospermia, Apa Itu?

    Dokter Sebut 50% Pria Indonesia Idap Azoospermia, Apa Itu?

    Jakarta – Penyebab pasangan suami-istri sulit memiliki keturunan ternyata juga bisa disebabkan dari pihak suami yang alami azoospermia. Meski istilah ini belum begitu familiar, tapi ternyata 50% pria Indonesia alami sperma kosong.

    (/)

  • Ini yang Terjadi pada Kulit Kalau Stop Makan Mi Instan, Bikin Wajah Glowing?

    Ini yang Terjadi pada Kulit Kalau Stop Makan Mi Instan, Bikin Wajah Glowing?

    Jakarta

    Viral di media sosial X warganet membahas soal diet mi instan. Mereka menyebut wajah mereka menjadi lebih halus dan bebas jerawat semenjak berhenti mengonsumsi mi instan.

    “Ehh Iyya bneran, aku kurang lebih udah 2 bulan gak makan mie,Alhamdulillah gapernah muncul jerawat, pas haid pun ga muncul, padahal udah ditungguin,” ucap salah satu netizen di media sosial X.

    Spesialis kulit dr Ruri Diah Pamela, SpKK menjelaskan mi instan sebenarnya tidak secara langsung memicu masalah jerawat di wajah. Namun, kandungan di dalamnya yang tinggi karbohidrat olahan, lemak trans, hingga garam dapat meningkatkan risiko masalah kulit apabila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.

    Konsumsi mi instan secara berlebihan dapat meningkatkan insulin yang seiring berjalannya waktu juga meningkatkan aktivitas kelenjar sebaceous (penghasil minyak) dan memperburuk kondisi peradangan kulit. Hal tersebut yang menjadi beberapa faktor penyebab jerawat.

    “Mengurangi atau berhenti mengonsumsi mi instan dapat memberikan efek positif pada kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif terhadap makanan tinggi indeks glikemik,” ujar dr Ruri ketika dihubungi detikcom, Kamis (12/12/2024).

    Selain dapat membantu meredakan jerawat, mengurangi konsumsi mi instan juga dapat membantu penurunan sensitivitas kulit.

    Mi instan umumnya memiliki kandungan garam yang sangat tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan retensi cairan yang terkadang membuat wajah menjadi lebih bengkak atau kusam.

    “Oleh karena itu, mengurangi asupan garam, kulit dapat tampak lebih segar,” sambungnya.

    dr Ruri mengingatkan perubahan gaya hidup secara keseluruhan diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit. Salah satunya dengan mengutamakan makanan-makanan sehat.

    Nutrisi dari makanan yang tinggi antioksidan dan vitamin dari sayur serta buah dapat membantu kulit untuk regenerasi. Hal ini akhirnya membuat kulit menjadi lebih cerah dan sehat.

    “Perhatikan juga pola makan keseluruhan dan gaya hidup secara umum, seperti tidur cukup, manajemen stres, serta perawatan kulit yang tepat,” tandas dr Ruri.

    (avk/kna)

  • Viral Dokter Koas di Palembang Dianiaya, Dekan FK Unsri Angkat Bicara

    Viral Dokter Koas di Palembang Dianiaya, Dekan FK Unsri Angkat Bicara

    Jakarta

    Viral video di media sosial yang memperlihatkan seorang dokter muda atau dokter koas dianiaya. Dalam narasi yang beredar, penganiayaan tersebut dipicu pembagian jadwal piket jaga.

    Korban diketahui bernama Lutfi yang merupakan chief Koas Mahasiswa Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) yang menjalani program pendidikan di RS Fatimah Palembang. Dugaan motif penganiayaan disebut pelaku tidak terima mendapat jadwal piket bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru.

    Penganiayaan tersebut juga sudah sampai ke pihak kampus. Dekan FK Unsri menyebut akan menindaklanjuti kasus tersebut.

    “Kami prihatin dengan insiden yang menimpa salah satu peserta didik kami yang sedang melakukan pembelajaran profesi di RS Siti Fatimah. Setelah mendapatkan laporan tersebut kami langsung melakukan rapat koordinasi dengan pihak kampus,” kata Dekan FK Unsri dr Syarif Husin dalam keterangannya kepada detikSumbagsel, Kamis (12/12/2024).

    Akibat insiden tersebut, korban dilaporkan mengalami luka memar di bagian wajah dan satu matanya juga memerah yang diduga akibat penganiayaan yang dialaminya. Saat ini korban dirawat di RS Bhayangkara Palembang.

    LANJUTKAN MEMBACA DI SINI

    (kna/kna)

  • Viral Pria Solo Usia 33 Kena Kanker Lidah, Dokter Ungkap Kemungkinan Pemicunya

    Viral Pria Solo Usia 33 Kena Kanker Lidah, Dokter Ungkap Kemungkinan Pemicunya

    Jakarta

    Seorang pria di Solo mengidap kanker lidah stadium awal di usianya yang cukup muda yakni 33 tahun. Kanker tersebut bermula dari sariawan yang tak kunjung hilang, bahkan menetap selama dua tahun.

    Pria bernama All itu awalnya tak merasakan sakit atau nyeri pada sariawan yang diidapnya. Lantaran All menganggap itu adalah sariawan biasa, sehingga ia mengabaikannya.

    Akan tetapi pada awal 2024, sariawan yang dialami menjadi nyeri dan perih. Saat itu istri All, Sel, langsung membawanya ke puskesmas dan dirujuk ke RS untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

    “Aku ajak ke puskesmas 2 kali, terus dikasih rujukan ke rs berobat 2 kali. Terus dikasih rujuk ke RS besar. Periksa ke RS besar itu dibiopsi,” kata Sel kepada detikcom, Rabu (12/11/2024).

    All juga sempat menjalani biopsi untuk mengetahui pemicu yang menyebabkan sariawannya sakit. Hasilnya pada saat itu tidak ditemukan adanya keganasan atau kanker. Lama kelamaan gejala yang dirasakan semakin memburuk, bahkan memicu perdarahan di lidah.

    “Sehari kadang 2 kali, kadang seminggu 4 kali, perdarahan terus,” sambungnya.

    Dari situlah, All didiagnosis kanker lidah stadium awal dan menjalani perawatan lebih lanjut berupa kemoterapi untuk mengatasi kanker tersebut.

    Sel mengatakan suami memiliki kebiasaan merokok sejak dari masih duduk di sekolah menengah pertama. All juga memiliki riwayat mengonsumsi alkohol.

    Apa Pemicu Kanker Lidah?

    Prof Dr drg Yuniardini Septorini Wimardhani, MSc Dent menjelaskan kanker lidah adalah salah satu jenis kanker mulut yang lokasinya di lidah.

    Kanker mulut adalah kanker yang berasal dari lapisan mukosa mulut atau yang disebut epitel rongga mulut. Adapun faktor risiko jenis kanker tersebut biasanya dipicu oleh kebiasaan merokok, minum alkohol, kebiasaan menyirih dengan biji pinang, hingga kekurangan nutrisi seperti buah dan sayuran.

    “Tapi biasanya faktor utama yang memicu adalah kebiasaan merokok dan minum alkohol,” kata Prof Yuniardini kepada detikcom, Rabu (12/12/2024).

    “Kalau kebiasaan menyirih mungkin sudah agak sedikit ya, terutama di Jakarta ya terutama, tapi terutama di daerah-daerah yang masih terpencil penduduk-penduduk yang sudah tua atau di beberapa daerah di Indonesia itu juga ada masih orang yang punya kebiasaan menyirih dengan biji pinang dan tembakau,”lanjutnya lagi.

    Selain itu, faktor lain seperti virus Human Papillomavirus (HPV) 16 dan 18 juga bisa menjadi pemicunya. Meski begitu, Prof Yuniardini menyebut faktor ini masih banyak perlu penelitian lebih lanjut.

    “Karena tidak berkaitan dengan semua kanker mulut. Jadi kanker yang adanya lebih di belakang posisinya di belakang rongga mulut itu biasanya terkait dengan HPV atau Human Papillomavirus seperti itu,” sambungnya lagi.

    Oleh karena itu, Prof Yuniardini mengimbau untuk lebih menyadari dan segera memeriksakan diri apabila ada gejala sariawan yang tak kunjung hilang atau sembuh. Sebab menurutnya sariawan yang tak kunjung hilang, baik sebulan atau beberapa bulan, memang merupakan ciri-ciri dari kanker lidah.

    Prof Yuniardini juga mengajak masyarakat untuk melakukan SAMURI atau periksa mulut sendiri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut serta mendeteksi kanker mulut.

    “Dari ikatan spesialis penyakit mulut itu ada yang namanya SAMURI atau periksa mulut sendiri. Jadi pasien itu atau masyarakat itu diajak untuk memahami atau melihat kondisi rongga mulutnya secara rutin ya paling tidak sebulan sekali melihat bagian pipi bagian dalamnya, bibir bagian dalamnya, lidahnya, bagian bawah lidahnya, samping lidahnya, bagian langit-langitnya,” katanya.

    “Jadi kalau ada perubahan yang dilihat oleh pasien itu sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter,” tuturnya lagi.

    (suc/kna)

  • Awas! Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Awal Pikun, Sering Dialami saat Belanja

    Awas! Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Awal Pikun, Sering Dialami saat Belanja

    Jakarta

    Waspadai gejala awal pikun akibat demensia yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Demensia adalah sekelompok gejala yang terkait dengan penurunan fungsi otak secara progresif. Tandanya bahkan bisa muncul ketika seseorang sedang belanja.

    Kondisi demensia umum terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun. Beberapa tanda yang paling umum seperti kehilangan ingatan dan perubahan perilaku. Semakin cepat kondisi ini diidentifikasi, maka semakin cepat orang tersebut mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

    Kepala Bidang Demensia Panti Jompo KYN London, Emma Hewat mengatakan kebingungan merupakan salah satu bentuk tanda dari kondisi ini. Salah satu yang harus diwaspadai ketika berbelanja, seseorang mungkin akan merasa bingung dengan jumlah uang kembalian yang diberikan. Terlebih apabila uang yang diberikan berupa receh atau pecahan kecil.

    “Gejala demensia yang jelas dapat mencakup kehilangan ingatan dan kesulitan berkonsentrasi, merasa bingung tentang uang kembalian yang benar saat berbelanja, kesulitan mengikuti percakapan atau menemukan kata-kata yang tepat untuk diucapkan,” kata Emma dikutip dari Mirror, Kamis (12/12/2024).

    Emma menyebut gejala lain yang berkaitan dengan demensia adalah sulit melakukan tugas sehari-hari, bingung tentang waktu dan tempat, serta seringkali muncul perubahan suasana hati.

    National Health Service (NHS) sebagai badan kesehatan nasional di Inggris juga menetapkan kesulitan memahami uang kembalian saat berbelanja sebagai salah satu gejala demensia.

    Meski begitu, perlu dipahami masalah demensia dapat memberikan dampak yang berbeda pada tiap orang. Setiap orang mungkin memiliki gejala-gejala khas yang berbeda.

    NHS mengatakan gejala-gejala tersebut seringkali bersifat ringan, tetapi dapat memburuk secara bertahap. Gejala sering disebut sebagai gangguan kognitif ringan.

    “Demensia bukanlah bagian alami dari penuaan. Inilah mengapa penting untuk berbicara dengan dokter umum lebih cepat daripada nanti jika khawatir tentang masalah ingatan atau gejala lainnya,” ujar pihak NHS.

    (avk/naf)

  • Ciri-ciri Gula Darah Tinggi, Waspada Jika Sering Haus dan Kesemutan

    Ciri-ciri Gula Darah Tinggi, Waspada Jika Sering Haus dan Kesemutan

    Jakarta

    Konsumsi gula tambahan pada makanan dan minuman terlalu berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Efek paling serius yang dapat terjadi meliputi stroke, penyakit jantung, hingga kerusakan saraf.

    Normalnya, kadar gula darah puasa atau sebelum makan adalah sekitar 70-100 mg/dL. Sementara, setelah makan tidak melebihi 180 mg/dL. Saat kadar gula darah melewati batas tersebut, seseorang dapat dikatakan mengalami ‘kelebihan gula’ atau disebut hiperglikemia.

    Ciri-ciri Gula Darah Tinggi

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri gula darah tinggi yang harus diperhatikan:

    1. Lebih sering merasa haus

    Dikutip dari Medical News Today, gula darah tinggi pada ginjal dan urine dapat menyebabkan meningkatnya rasa haus. Hal ini masih terus terjadi meski orang tersebut sudah minum banyak cairan.

    2. Buang air lebih sering dari biasanya

    Seseorang dengan ciri-ciri gula darah tinggi akan lebih sering buang air kecil atau dikenal sebagai poliuria. Kondisi ini dapat terjadi saat glukosa menumpuk dalam darah, sehingga ginjal akan lebih bekerja keras untuk membuang glukosa yang berlebihan tersebut.

    Jika ginjal tidak dapat mengimbangi dan menyesuaikan kadar gula darah untuk kembali normal, kelebihan gula akan dikeluarkan melalui urine dan mungkin mengalami dehidrasi serta pusing.

    3. Merasa lebih lapar

    Dikutip dari Everyday Health, banyak orang dengan kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol merasa lebih lapar dari biasanya. Gejala ini sering disebut sebagai polifagia.

    4. Penurunan berat badan yang tidak jelas

    Gula darah tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tiba-tiba atau tidak dapat dijelaskan. Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan glukosa yang dibutuhkannya, sehingga tubuh membakar otot dan lemak untuk mendapatkan energi.

    5. Sering merasa kelelahan

    Kelelahan yang ekstrem merupakan salah satu ciri-ciri gula darah tinggi. Kondisi ini terjadi saat tubuh tidak memproses insulin dengan benar atau tidak memiliki jumlah insulin yang cukup.

    Nantinya, gula akan tetap berada di dalam darah, tetapi tidak bisa digunakan sebagai energi. Selain itu, sering buang air kecil dapat menyebabkan dehidrasi yang menjadi sebagai faktor lain penyebab kelelahan.

    6. Penglihatan kabur

    Penglihatan yang tidak sejelas dulu atau tampak kabur mungkin menjadi ciri-ciri gula darah tinggi. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lensa mata bengkak karena cairan yang bocor.

    Hal ini mengubah bentuk lensa yang membuatnya tidak dapat fokus dengan benar, sehingga menyebabkan penglihatan kabur, kesulitan beraktivitas, hingga mengalami sakit kepala.

    7. Luka cenderung sembuh lebih lama

    Menurut NIDDK, luka sayat, lecet, memar, dan luka lainnya sembuh lebih lambat jika kadar gula darah tidak terkontrol. Diabetes menyebabkan kerusakan saraf dan memengaruhi sirkulasi, terutama di tungkai bawah dan telapak kaki, yang dapat menunda penyembuhan karena tidak ada cukup aliran darah ke area tersebut.

    Bahkan luka kecil lebih rentan terhadap infeksi, yang dapat menjadi sangat serius dan bahkan mengakibatkan amputasi kaki.

    8. Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan telapak kaki

    Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf, yang dikenal sebagai neuropati diabetik. Ciri-ciri gula darah tinggi ini akan membuat seseorang merasakan sensasi kesemutan atau bahkan mati rasa di tangan dan kaki.

    Beberapa orang juga mengalami nyeri di tangan dan kaki mereka, dan nyeri tersebut sering kali lebih parah di malam hari. Meskipun neuropati paling umum terjadi pada orang yang telah menderita diabetes dalam jangka waktu lama, kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja dengan diabetes yang tidak terkontrol dengan baik.

    9. Penebalan dan perubahan warna pada kulit

    Seseorang yang mengalami diabetes juga dapat mengalami perubahan pada kulit berupa skin tag, yakni potongan kecil kulit yang dapat terbentuk di lipatan kulit.

    Selain itu, orang yang mengidap kadar gula darah tinggi dapat mengalami Acanthosis nigricans, yakni penebalan kulit yang terjadi pada leher bagian belakang, ketiak, wajah, atau area lainnya. Biasanya, area kulit yang menebal juga akan berubah warna menjadi kehitaman atau gelap. Kondisi ini juga menandakan tubuh mengalami resistensi insulin.

    10. Gusi berdarah

    Gusi berdarah merupakan salah satu komplikasi yang dapat disebabkan oleh diabetes. Kondisi ini juga membuat diabetes sulit untuk dikendalikan, karena respons tubuh terhadap infeksi adalah melepaskan lebih glukosa ke dalam aliran darah.

    Air liur mengandung glukosa, dan semakin banyak kandungannya, maka semakin banyak pula bakteri yang dapat tercampur dengan makanan yang ada di mulut. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan plak dan memicu penyakit gusi. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi periodontitis yang dapat menyebabkan gusi terlepas dari gigi.

    11. Rentan terkena infeksi jamur

    Kadar gula darah tinggi juga dapat membuat seseorang lebih rentan terinfeksi jamur pada area kemaluan. Biasanya, jenis jamur yang paling sering menginfeksi adalah Candida albicans.

    Pada wanita, gejalanya bisa berupa vagina gatal, kemerahan, nyeri saat berhubungan seks atau buang air kecil, serta keputihan yang kental dan tidak normal. Meski infeksi jamur dapat terjadi pada orang yang tidak mengidap diabetes, tingginya kadar glukosa dalam darah dapat meningkatkan risiko tersebut.

    (sao/naf)

  • Pengakuan Traumatis Terduga Korban Pelecehan Seks P Diddy

    Pengakuan Traumatis Terduga Korban Pelecehan Seks P Diddy

    Jakarta

    Pengakuan traumatis datang dari John Doe. Untuk pertama kalinya, ia menceritakan bagaimana dampak psikis yang dialami pasca diduga menjadi korban pelecehan seksual Sean Diddy Combs. Rapper tersebut belakangan mendadak ramai disorot usai namanya terseret dalam kasus dugaan pelecehan kepada lebih dari 10 orang, termasuk usia remaja.

    Doe menyebut telah menyembunyikan rahasia dugaan pelecehan ini sejak 2007, bahkan ia tidak memberitahu istrinya saat itu karena merasa malu.

    “Sepenuhnya memori itu masih melekat pada saya hingga hari ini,” kata Doe kepada CNN dalam sebuah wawancara yang dilakukan di rumahnya di New Jersey.

    “Itu memengaruhi setiap hal yang saya lakukan selama sisa hidup saya.”

    Doe adalah penggugat perdata pertama Sean Diddy Combs atau ‘P Diddy’ yang berbicara kepada media secara terbuka dalam sebuah wawancara.

    Menurut gugatannya, Doe bekerja di sebuah firma keamanan swasta pada 2007, saat ia diminta bekerja di salah satu ‘white party’ Combs di perkebunan produser, East Hampton, New York.

    Combs memberi Doe dua minuman beralkohol sepanjang malam yang ia yakini dicampur dengan GHB dan ekstasi, menurut gugatan tersebut. Setelah mengonsumsi minuman kedua, Doe mulai merasa sangat sakit.

    Dalam kondisi tak berdaya, Doe disebut didorong secara paksa ke dalam kendaraan kosong dan dilecehkan oleh P Diddy. Dalam gugatannya, Doe meminta ganti rugi kompensasi dan punitif.

    “Saya tidak dapat berdiri,” kata Doe kepada CNN tentang dugaan dibius dengan dua minuman beralkohol ‘oplosan’ yang rasanya seperti menenggak 15 minuman.

    “Itu adalah tingkat ketidakmampuan yang luar biasa yang belum pernah saya alami sebelumnya dan saya merasa tidak berdaya.”

    Setelah dugaan penyerangan itu, ia mengatakan berjuang untuk meninggalkan pesta karena efek obat-obatan yang diduga menyerang sistem tubuh dan memicu rasa sakit.

    Saat ini, Doe tidak lagi bekerja sebagai petugas keamanan. Pernikahannya juga berakhir sebagai akibat dari dugaan kekerasan tersebut, karena trauma yang dialaminya berdampak negatif pada hubungannya.

    Dalam gugatannya, dia mengatakan bahwa dia telah berjuang melawan rasa sakit emosional dan masalah kesehatan mental selama bertahun-tahun sejak saat itu.

    Untuk pertama kalinya, Doe juga mengungkapkan bahwa seorang selebritas menyaksikan dugaan kekerasan tersebut. Tanpa menyebut nama orang terkenal yang dikenalnya, dia mengatakan kepada CNN kesaksiannya.

    “Ada satu orang terkenal yang melihat apa yang terjadi dan menganggapnya lucu.”

    Perwakilan Combs menolak mengomentari tuduhan Doe pada hari Selasa. Namun, pada saat pengaduan awal pada Oktober 2024, pengacaranya mengeluarkan pernyataan umum kepada CNN mengenai pengaduan tersebut dan pengaduan lain yang diajukan pada hari yang sama.

    “Combs dan tim hukumnya memiliki keyakinan penuh pada fakta, pembelaan hukum mereka, dan integritas proses peradilan. Di pengadilan, kebenaran akan menang: bahwa Tuan Combs tidak pernah melakukan kekerasan seksual terhadap siapa pun, dewasa atau di bawah umur, pria atau wanita,” klaim mereka.

    (naf/kna)

  • Jangan Sepelekan Anemia, Kurang Darah Bisa Berdampak ke Otak

    Jangan Sepelekan Anemia, Kurang Darah Bisa Berdampak ke Otak

    Jakarta

    Anemia ditandai dengan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen dan mengantarkannya ke seluruh sel jaringan tubuh. Kekurangan oksigen dalam jaringan juga akan memicu dampak pada fungsi otak.

    Di Indonesia, anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk pada balita hingga remaja. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi anemia pada usia 0-4 tahun mencapai 23,8 persen, 5-14 tahun mencapai 15,3 persen, dan 15-24 tahun mencapai 15,5 persen. Angka ini termasuk tinggi, di atas standar ukuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2011 yang sebesar 10-13 persen.

    Jika dibandingkan dengan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, kasus anemia di Indonesia menurut data tersebut memang mengalami penurunan. Tercatat sebesar 38,5 persen anak usia 0-59 bulan mengalami anemia, usia 5-14 tahun sebesar 26,8 persen, dan 32 persen pada usia 15-24 tahun pada data 2018.

    Anemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain defisiensi zat besi, defisiensi vitamin B12, defisiensi asam folat, penyakit infeksi, faktor bawaan, dan perdarahan. WHO mengatakan kekurangan zat besi sebagai penyebab anemia yang paling umum pada anak di dunia. Hal serupa juga terjadi di Indonesia.

    Menurut Buku Pedoman Penatalaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah Kementerian Kesehatan RI, pola makan yang miskin zat gizi besi, tingginya prevalensi kecacingan, dan tingginya prevalensi malaria di daerah endemis merupakan faktor-faktor yang sering dikaitkan dengan tingginya defisiensi besi di negara berkembang.

    Anak yang mengalami anemia defisiensi zat besi biasanya mengeluhkan beberapa gejala. Spesialis anak dr Ratih Puspita, SpA, mengatakan gejalanya dapat berupa nafsu makan kurang baik, pertumbuhan tidak optimal, sampai anemia yang memicu gejala pucat, lemah, letih, lesuh, dan kurang berkonsentrasi.

    Foto: infografis detikHealth

    Dampak Anemia Defisiensi Zat Besi Pada Anak

    Anak yang mengalami anemia defisiensi zat besi juga dapat mengalami dampak pada fungsi otak. Di kemudian hari, hal ini bisa berdampak negatif pada pembelajaran dan prestasi sekolah.

    Bahkan, perkembangan kognitif anak juga dapat terpengaruh jika ibu kekurangan zat besi selama trimester terakhir kehamilannya. Anak yang mengalami anemia defisiensi zat besi disebut memiliki risiko nilai IQ (intelligence quotient) yang lebih rendah dibandingkan anak sehat.

    Mantan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Hasto Wardoyo, dalam suatu kesempatan membeberkan jika rata-rata dari skor IQ anak Indonesia pada tahun 2022 hanya mencapai 78,49.

    Angka tersebut diungkapkannya dari data World Population Review 2022. Indonesia berada diperingkat 130 dari 199 negara yang ada di dunia menurut data tersebut.

    Capaian IQ tersebut, lebih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga lainnya seperti rata-rata IQ anak di Laos 80,99, Filipina 81,64, Brunei Darussalam 87,58, Malaysia 87,58, Thailand 88,87, Vietnam 89,53 dan Myanmar 91,18.

    Menurut Hasto rendahnya kualitas dan IQ pada anak disebabkan oleh faktor-faktor, salah satunya terkait masalah kesehatan seperti anemia.

    “Keprihatinan tentu terasa, ketika kita lihat World Population Review menyampaikan bahwa IQ bangsa kita cukup rendah dibandingkan dengan beberapa negara yang lain,” kata dalam Webinar IDIK: Komunikasi Merawat Negeri, Rabu (14/12/2022).

    Spesialis anak sekaligus konsultan neonatologi Dr dr Johanes Edy Siswanto, SpA(K) menjelaskan mengapa anemia defisiensi zat besi bisa berdampak pada otak anak. Menurutnya, zat besi penting untuk pembentukan hemoglobin yang berguna mengangkut oksigen melalui pembuluh darah yang mencapai setiap target organ, termasuk otak.

    Ia menyebut ada tiga komponen organ utama yang diutamakan atau menjadi prioritas dalam mendapatkan oksigen, yakni otak, jantung, dan paru-paru. Apabila selama dua atau tiga menit tidak mendapatkan oksigen, bisa memicu kerusakan terhadap organ tersebut. Oleh karena itu, ia menyebut ‘masuk akal’ jika kerusakan otak bisa berkaitan dengan IQ atau intelegensi anak.

    “Menjadi sangat penting dalam hubungan dengan tingkat Hemoglobin dan jumlah Fe (zat besi) sebagai bahan pembentukan Hemoglobin,” katanya saat dihubungi detikcom.

    Senada, dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, SpA menjelaskan anemia defisiensi zat besi punya pengaruh negatif pada perkembangan otak anak. Hal ini dikarenakan zat besi memiliki peran esensial terhadap perkembangan otak anak, seperti produksi neurotransmitter, yakni zat besi diperlukan untuk sintesis dopamin, serotonin, dan GABA (Gamma-aminobutyric acid), yang memengaruhi suasana hati, perhatian, dan pembelajaran.

    Fungsi lain zat besi adalah mielinisasi, yakni pembentukan mielin atau lapisan pelindung di sekitar saraf otak yang mempercepat transmisi sinyal saraf. Penting juga untuk energi sel otak, saat zat besi dibutuhkan agar sel darah merah bisa mengantarkan oksigen yang cukup ke otak.

    “Tidak secara langsung, tapi memang bisa jadi salah satu faktor yang berpengaruh negatif terhadap kognitif anak,” katanya.

    Dampak anemia terhadap otak anak juga diungkap dalam penelitian yang dilakukan organisasi kajian nirlaba Fokus Kesehatan Indonesia (FKI). Penelitian tersebut menemukan bahwa anak-anak sekolah dasar yang kekurangan zat besi dan berisiko mengalami anemia, kekurangan energi, dan memiliki perawakan pendek terbukti berisiko gangguan kemampuan belajar.

    Bahkan berisiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk mengalami gangguan memori kerja (working memory) dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki status gizi baik.

    Penelitian yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif FKI, Prof Nila F Moeloek dan Koordinator Riset dan Kajian FKI Dr dr Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, itu meneliti 500 anak Sekolah Dasar (SD) di Jakarta wilayah Manggarai dan Tanjung Priok.

    “Penelitian FKI ini membuktikan bahwa fakta adanya kondisi kurang gizi, dan anemia defisiensi besi pada anak SD ini bisa mengancam prestasi akademik murid sekolah dasar di kemudian hari, apabila jika ini terjadi pada jumlah anak yang lebih banyak,” katanya.

    “Dari evaluasi kami juga ditemukan bahwa murid sekolah dasar kelas 3 hingga 5 di Jakarta hampir 30 persen anak yang anemia mengalami gangguan memori kerja. Gangguan ini secara langsung berdampak pada kemampuan mereka untuk konsentrasi, memproses dan menyimpan informasi saat belajar,” ungkap dr Ray.

    Lebih dari 19 persen anak-anak dalam studi ini juga terbukti mengalami anemia, yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi. Prof Nila Moeloek dan Dr Ray Basrowi menjelaskan, “Ironisnya, anemia bukan hanya masalah kesehatan fisik tetapi juga sangat memengaruhi kemampuan kognitif anak-anak,” tandas mereka.

    “Anak-anak dengan anemia memiliki skor memori kerja yang jauh lebih rendah, bahkan berdampak klinis yang sangat nyata. Anemia Kurang besi secara langsung membatasi kemampuan anak untuk menyerap informasi, berpikir logis, dan berpartisipasi aktif di kelas,” ujar kedua inisiator Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) ini.

    NEXT: Cara Mencegah Anemia pada Anak

  • Viral Stop Makan Mi Instan Bikin Kulit Glowing, Beneran Ngaruh?

    Viral Stop Makan Mi Instan Bikin Kulit Glowing, Beneran Ngaruh?

    Jakarta

    Viral di media sosial X diet mi instan disebut dapat meningkatkan kesehatan kulit wajah. Salah seorang netizen mengaku wajahnya menjadi jarang jerawatan semenjak stop mengonsumsi mi instan.

    “Asli guyss aku udah stop makan mie instan sebulanan lebih dan kulit aku jadi ga gampang jerawatan lagi, gatau kalo ternyata ngaruh,” kata pemilik akun @a***po***e.

    “Emang ngaruh bgt, tapi buat aku yg suka bgt sama mie dan roti. Susah bgt nguranginnya. Setidaknya, sudah berhasil mengurangi gula. Baby steps,” kata netizen lain menanggapi.

    Sebenarnya apakah berhenti mengonsumsi mi instan memang sebesar itu pengaruhnya pada kesehatan kulit wajah?

    Spesialis kulit dr Ruri Diah Pamela, SpKK menjelaskan mi instan sebenarnya tidak memicu kondisi jerawat secara langsung. Namun, kandungan yang ada di dalam mi instan apabila dikonsumsi secara berlebihan secara terus-menerus memang dapat memengaruhi kesehatan kulit.

    Ia mengatakan mi instan umumnya memiliki kandungan karbohidrat olahan, lemak trans, serta garam tinggi, tetapi rendah nilai gizi seperti serat, vitamin, dan mineral. Oleh karena itu, membatasi asupan mi instan menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan kulit wajah.

    “Karbohidrat olahan dapat menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat, sehingga merangsang produksi insulin,” ucap dr Ruri ketika dihubungi oleh detikcom, Kamis (12/12/2024).

    “Kadar insulin yang tinggi dapat meningkatkan aktivitas kelenjar sebaceous (penghasil minyak) dan memperburuk kondisi peradangan pada kulit, yang merupakan faktor penyebab jerawat,” sambungnya.

    Selain itu, dr Ruri menyebut kandungan lemak trans yang ada di dalam mi instan juga dapat meningkatkan risiko inflamasi pada tubuh, salah satunya terhadap kulit.

    Untuk orang yang memiliki masalah jerawat pada wajah, dr Ruri menyarankan pola makan seperti memperbanyak makanan tinggi antioksidan, memilih makanan lemak sehat, serta menghindari produk makanan olahan berlebih.

    Makanan olahan seringkali mengandung banyak garam, gula, dan lemak jenuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan, maka dapat memengaruhi kesehatan kulit.

    (avk/naf)