Category: Detik.com Kesehatan

  • Benarkah Paparan Sinar Matahari Picu Migrasi BPA pada Galon? Ini Kata Pakar

    Benarkah Paparan Sinar Matahari Picu Migrasi BPA pada Galon? Ini Kata Pakar

    Jakarta

    Pakar teknologi plastik lulusan universitas Jerman Oka Tan memastikan tidak ada yang keliru dengan cara distribusi galon polikarbonat atau guna ulang di Indonesia. Meski terkena sinar matahari, menurutnya hal itu tidak akan memicu migrasi senyawa Bisphenol A (BPA).

    Ahli polimer jebolan University of Applied Science Darmstadt di Jerman itu menjelaskan migrasi BPA dari galon kuat polikarbonat ke air terjadi apabila kemasan terkena panas mulai 70 derajat celcius. Artinya, meskipun galon didistribusikan di siang hari migrasi BPA tidak akan terjadi apabila suhu tidak mencapai 70 derajat.

    “Kecuali nanti suhu kita di dunia pada siang hari sampai 70 derajat, nah itu ya lain persoalan. Tapi sampai saat ini kan di Indonesia cuma 40 derajat, itu sudah maksimum,” kata Oka Tan dalam keterangan tertulis, Jumat (13/12/2024).

    Dalam sebuah diskusi belum lama ini, dia mengungkapkan migrasi memang dapat terjadi apabila suhu di atas 70 derajat celcius. Kendati demikian, penggunaan galon polikarbonat telah melalui serangkaian tes termasuk pemanasan untuk menguji ketahanan dan keamanan kemasan pangan tersebut.

    “Tapi dalam suhu yang tertentu di bawah 70 derajat celcius semestinya sih aman,” tegasnya.

    Pakar lulusan jurusan teknologi polimer Jerman ini menjelaskan terjadinya migrasi BPA bukan hanya disebabkan paparan panas saja, melainkan bisa karena benturan atau gesekan keras, sehingga menyebabkan kerusakan pada kemasan pangan yang memicu keluarnya BPA.

    “Tapi kembali lagi saya rasa dalam pendistribusiannya galon-galon ini sudah tidak ditumpuk dan dia sendiri-sendiri (disusun teratur) sudah sesuai aturan sehingga gesekannya sangat minimal,” katanya.

    Oka mengungkapkan negara dengan iklim tropis sebenarnya lebih cocok menggunakan galon kuat polikarbonat atau guna ulang dibanding Polyethylene Terephthalate (PET) atau galon sekali pakai. Hal ini mengingat polikarbonat memiliki ketahanan yang lebih baik dari pada PET.

    Terlebih jika melihat kebiasaan warga Indonesia yang terkadang membanting atau meletakan dengan keras galon air minum. Dia mengatakan kekuatan yang dimiliki galon kuat polikarbonat ini membuat zat kimia pembentuk plastik tidak bermigrasi saat diperlakukan seperti demikian.

    “Sedangkan botol lainnya mungkin 2-3 kali jatuh juga ada crack (kerusakan) Itulah salah satunya sehingga dia dapat digunakan berkali kali sampai 20 kali. Bahkan dalam hal ini jelas satu dari segi 20 kali pakai itu jauh lebih aman buat produsen daripada menggunakan PET,” katanya.

    Seperti diketahui sebelumnya, ramai isu migrasi BPA dari galon ke dalam air. Sistem distribusi galon pun menjadi sorotan karena dilakukan menggunakan truk terbuka yang bisa terpapar sinar matahari langsung yang disebut-sebut dapat memicu migrasi dimaksud.

    Hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) juga tidak menemukan adanya migrasi BPA dari galon kuat polikarbonat ke air minum. Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB Akhmad Zainal Abidin menjelaskan penelitian dilakukan untuk menguji keamanan dan kualitas air minum dalam kemasan galon PC.

    “Dari penelitian yang kami lakukan, kami tidak mendeteksi (non-detected/ND) BPA di semua sampel AMDK yang diuji,” kata Akhmad Zainal.

    Studi tersebut berfokus untuk mendeteksi peluruhan atau migrasi BPA dari kemasan galon kuat berbahan polikarbonat ke dalam air minum terhadap empat sampel dari merek AMDK terpopuler. Temuan tersebut membuktikan bahwa air galon kuat PC masih sangat aman untuk dikonsumsi.

    (prf/ega)

  • Nggak Cuma Enak, Ini 5 Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan

    Nggak Cuma Enak, Ini 5 Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan

    Jakarta

    Durian ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan. Tak hanya rasanya yang enak dan teksturnya yang lembut, buah yang dijuluki sebagai ‘raja buah’ ini padat akan nutrisi seperti vitamin C, kalium, dan vitamin B.

    Dikutip dari Health, buah durian juga merupakan sumber senyawa antioksidan dan anti peradangan yang sangat baik. Hal itu dapat bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan serta melindungi dari perkembangan penyakit.

    Tidak seperti buah-buahan lainnya, durian mengandung kalori, lemak, serat, dan karbohidrat lebih tinggi daripada kebanyakan buah lainnya. Selain itu, buah ini kaya akan mineral, folat, B6, dan magnesium.

    Manfaat Buah Durian

    Dikutip dari laman Health, berikut manfaat durian untuk kesehatan yang tidak diketahui banyak orang.

    1. Melancarkan pencernaan

    Durian merupakan sumber yang memberikan beberapa nutrisi, termasuk serat. Dalam satu cangkir durian mentah mengandung lebih dari 9 gram serat yang memenuhi 33 persen kebutuhan serat harian.

    Serat mendukung kesehatan pencernaan dengan melindungi dari sembelit, mendukung kesehatan usus, dan memicu bakteri probiotik yang melepaskan senyawa yang disebut asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acid (SCFA).

    SCFA menawarkan beberapa manfaat kesehatan, termasuk mengurangi peradangan usus, memperkuat lapisan usus, dan melindungi dari penyakit pencernaan seperti kanker usus besar.

    2. Menyehatkan jantung

    Penelitian telah menemukan bahwa mengkonsumsi serat dalam jumlah tinggi, seperti yang bisa didapatkan dari durian, dapat melindungi dari penyakit kardiovaskular.

    Selain tinggi serat, durian mengandung 13 gram lemak, sebagian besar lemak tak jenuh tunggal. Lemak ini dianggap sehat untuk jantung karena membantu mengatur kadar kolesterol, yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

    Durian juga menyediakan nutrisi penting untuk kesehatan jantung, seperti magnesium dan kalium, yang membantu memfasilitasi kontrol tekanan darah.

    Kandungan serat dalam durian juga dapat mendukung upaya penurunan berat badan dan pengelolaan berat badan. Serat dapat membantu merasa kenyang lebih lama setelah makan, yang dapat membantu mempertahankan berat badan optimal.

    4. Melindungi dari penyakit

    Mengkonsumsi makanan yang kaya antioksidan dan senyawa anti peradangan seperti durian dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, dapat mengurangi risiko terkena beberapa kondisi kesehatan.

    Buah ini merupakan sumber senyawa tanaman pelindung yang terkonsentrasi seperti flavonoid dan karotenoid. Senyawa ini melindungi sel dari kerusakan oksidatif, kekuatan pendorong di balik beberapa penyakit, seperti penyakit jantung dan beberapa kanker.

    5. Menyehatkan otak

    Buah durian tinggi vitamin C. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C dapat bermanfaat bagi kesehatan otak.

    Sebuah penelitian yang melibatkan 80 orang dewasa yang lebih tua menemukan bahwa orang dengan kadar vitamin C yang lebih tinggi dalam darah, memiliki kinerja yang lebih baik dalam tugas-tugas yang melibatkan ingatan, fokus, memori, perhatian, pengambilan keputusan, dan pengenalan dibandingkan dengan mereka yang kadar vitamin C-nya lebih rendah.

    (sao/kna)

  • Sungkem! Pria Ini Transplantasi Ginjal Tanpa Bius Total, Tetap Sadar saat Operasi

    Sungkem! Pria Ini Transplantasi Ginjal Tanpa Bius Total, Tetap Sadar saat Operasi

    Jakarta

    Seorang pria di Amerika Serikat menjalani operasi transplantasi ginjal tanpa bius total, menjadikannya tetap sadar selama operasi berlangsung.

    Dokter bedah di Northwestern Medicine melakukan prosedur transplantasi ginjal pada John Nicholas (28) dengan menggunakan suntikan anastesi spinal alih-alih bius total. Pilihan ini disebut membuka peluang untuk meningkatkan akses transplantasi bagi pasien yang berisiko tinggi menjalani anestesi umum sekaligus mengurangi lamanya rawat inap pasien.

    “Ini adalah kasus pertama di Northwestern Medicine dengan seorang pasien tetap sadar selama seluruh prosedur transplantasi ginjal dan diperbolehkan pulang keesokan harinya, sehingga pada dasarnya ini merupakan prosedur rawat jalan,” kata Satish Nadig, MD, PhD, dokter bedah transplantasi dan direktur Northwestern Medicine Comprehensive Transplant Center dikutip dari laman resmi Northwestern Medicine.

    “Di dalam ruang operasi, merupakan pengalaman yang luar biasa karena dapat menunjukkan kepada pasien seperti apa ginjal baru mereka sebelum menempatkannya di dalam tubuh,” sambungnya.

    Pada tanggal 24 Mei, Dr Nadig, Vinayak Rohan, MD, ahli bedah transplantasi di Northwestern Memorial Hospital, dan Vicente Garcia Tomas, MD, ahli anestesi dan kepala anestesi regional dan pengobatan nyeri akut di Northwestern Memorial Hospital, melakukan operasi yang memakan waktu kurang dari dua jam. Pasien menerima jenis anestesi yang mirip dengan yang digunakan selama operasi caesar.

    “Untuk kasus John, kami memberikan suntikan anestesi spinal di ruang operasi dengan sedikit sedasi untuk kenyamanan. Itu sangat sederhana dan tidak ada masalah, tetapi memungkinkan John untuk tetap sadar selama prosedur, meningkatkan pengalaman pasien,” kata Dr. Garcia Tomas.

    Transplantasi ginjal dalam keadaan sadar tidak hanya dapat membantu pasien yang memiliki risiko atau fobia terhadap anestesi umum, tetapi juga dapat membantu memperpendek masa tinggal di rumah sakit sehingga mereka dapat pulih dengan lebih nyaman di rumah.

    Pasien, John Nicholas, tidak memiliki risiko atau fobia terhadap anestesi umum, tetapi merupakan kandidat yang tepat untuk prosedur tersebut karena usianya, faktor risiko yang terbatas, dan keinginannya untuk berpartisipasi dalam uji coba medis pertama di Northwestern Medicine.

    “Itu merupakan pengalaman yang sangat menarik untuk mengetahui apa yang terjadi secara langsung dan menyadari besarnya apa yang mereka lakukan,” ungkap Nicholas.

    Setelah operasi yang sukses pada tanggal 24 Mei, Nicholas diperbolehkan pulang keesokan harinya dan keluar dari rumah sakit pada tanggal 25 Mei. Rawat inap normal untuk pasien yang menjalani transplantasi ginjal di Northwestern Memorial Hospital biasanya berlangsung selama 2-3 hari.

    (kna/kna)

  • Video: Penyebab dan Cara Mengatasi ‘Sperma Kosong’ Azoospermia

    Video: Penyebab dan Cara Mengatasi ‘Sperma Kosong’ Azoospermia

    Video: Penyebab dan Cara Mengatasi ‘Sperma Kosong’ Azoospermia

  • Dokter Sebut 20 Persen Pria Mandul di RI Idap Azoospermia, Kondisi Apa Itu?

    Dokter Sebut 20 Persen Pria Mandul di RI Idap Azoospermia, Kondisi Apa Itu?

    Jakarta

    Pria dewasa yang sehat pada umumnya akan mengeluarkan air mani yang mengandung sperma saat dirinya ejakulasi. Namun, pria yang mengidap azoospermia, air maninya tidak mengandung sperma dan hal ini membuatnya tidak bisa mendapatkan keturunan.

    Spesialis urologi Dr dr Ponco Birowo SpU(K), PhD kondisi azoospermia ini merupakan masalah kesuburan yang dialami cukup banyak para laki-laki di Indonesia.

    “Kalau di kepustakaan (penelitian) orang yang nggak punya keturunan itu sekitar 15-20 persen spermanya kosong atau nol itu azoospermia,” kata dr Ponco saat berbincang dengan detikcom di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2024).

    “Kalau yang ke tempat saya cukup banyak, persentasenya sekitar 50 persen. (Rata-rata) usianya sekitar umur 34-35 kurang lebih,” sambungnya.

    Menurut dr Ponco, setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan seorang laki-laki bisa mengidap azoospermia. Pertama adalah faktor genetik, dan kedua adanya gangguan karena sebuah penyakit atau tindakan medis.

    “Ada dua kemungkinannya, pertama memang ‘pabrik’-nya tidak bisa menghasilkan sperma (genetik), atau spermanya ada tapi ‘truk’ yang membawanya atau jalannya rusak,” katanya.

    “Kalau (gangguan non-genetik) paling sering di Indonesia adalah pernah infeksi sebelumnya. Infeksi bisa TBC, infeksi menular seksual, pernah operasi di daerah situ, termasuk vasektomi juga bisa,” sambungnya.

    Menurut dr Ponco, azoospermia yang terjadi karena masalah non-genetik masih bisa dilakukan tindakan bedah untuk mengembalikannya menjadi seperti seharusnya. Namun, jika azoospermia disebabkan oleh faktor genetik, maka jika ingin memiliki keturunan bisa dengan prosedur bayi tabung.

    “Kalau dia tidak pernah operasi, nggak pernah apa-apa tapi terjadi sumbatan itu nggak bisa diperbaiki,” kata dr Ponco.

    “Yang bisa dilakukan, kami ambil spermatozoa-nya secara operatif lalu nanti kita temukan dengan sel telur istrinya di tabung reaksi, itu yang kita sebut bayi tabung,” tutupnya.

    (dpy/up)

  • Ini Ciri Penyakit TBC yang Sudah Parah dan Cara Mengobatinya

    Ini Ciri Penyakit TBC yang Sudah Parah dan Cara Mengobatinya

    Jakarta

    TBC atau Tuberkulosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri tersebut dapat menyerang organ paru-paru manusia sehingga menyebabkan sejumlah gejala, salah satunya batuk yang terus menerus.

    Apabila sudah merasakan beberapa gejala TBC, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan sampai TBC dibiarkan karena berisiko lebih parah hingga menyebabkan meninggal.

    Lantas, apa saja ciri-ciri TBC yang sudah parah atau kronis? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Apa Itu TBC?

    TBC merupakan batuk yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru. TBC juga bisa menyerang bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening, tulang belakang, dan otak.

    Mengutip laman TB Indonesia, TBC bisa menular lewat cairan atau cipratan air liur dari hidung atau mulut yang dilepaskan ke udara (droplet), baik saat pasien yang terinfeksi sedang batuk, bersin, meludah, hingga bicara.

    Gejala Umum TBC

    Ada beberapa gejala umum dari penyakit TBC yang perlu diketahui. Dilansir Mayo Clinic, berikut sejumlah gejalanya:

    Batuk terus menerus selama tiga minggu atau lebihBatuk berdarahNyeri dada ketika batuk atau bernapasKehilangan berat badan tanpa sengajaKelelahanDemamKeringat saat malam hariPanas dinginKehilangan nafsu makanCiri Penyakit TBC yang Sudah Parah

    Jika TBC tidak segera diobati maka bisa memperburuk kondisi pengidapnya. Adapun ciri-ciri penyakit TBC yang sudah mulai parah, yaitu:

    Batuk sudah berlangsung lebih dari tiga minggu dan tidak membaik meskipun sudah diobati dengan obat batuk yang dijual umum.Batuk TBC disertai dengan dahak berwarna kuning atau hijau, terkadang juga bercampur darah.Selama terserang penyakit TBC, pengidapnya merasakan gejala lain yang berkepanjangan, mulai dari kelelahan ekstrem, penurunan berat badan yang signifikan, hingga berkeringat di malam hari.Pengidap TBC semakin sering merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada saat bernapas atau batuk.Selain nyeri, pengidap TBC juga kerap mengalami sesak napas atau napas pendek-pendek. Hal ini karena infeksi bakteri TBC bisa memicu peradangan di paru-paru.Jenis-jenis Penyakit TBC

    Selain TBC paru, ada sejumlah penyakit TBC lainnya yang bisa menyerang bagian organ manusia, di antaranya:

    TB kelenjar getah bening yang menyebabkan pembengkakan merah atau ungu di bawah kulit.TB ginjal yang menyebabkan adanya darah di dalam urin.Meningitis (penyakit TB otak) yang bisa menyebabkan sakit kepala atau kebingungan.TB tulang belakang yang bisa menyebabkan nyeri punggung berkepanjangan.TB laring yang bisa menyebabkan suara serak.Cara Mengobati TBC

    Ada sejumlah cara untuk mengobati TBC, tapi akan berbeda-beda tergantung dari jenis infeksi yang dialami. Dilansir situs Web MD dan Kementerian Kesehatan, berikut beberapa cara mengobati TBC:

    1. Pengobatan TBC Laten

    Sebagai informasi, TBC laten adalah seseorang yang terinfeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis, tetapi tidak menunjukkan gejala TBC. Cara mengobati pasien TBC laten adalah dengan mengkonsumsi obat dari dokter untuk membunuh bakteri dan mencegah infeksi menjadi aktif.

    Dokter mungkin akan meresepkan isoniazid, rifapentine, atau rifampisin, baik secara terpisah atau dikombinasikan. Selain itu, pasien juga harus mengkonsumsi obat-obatan tersebut secara rutin selama sembilan bulan dan tidak boleh putus atau berhenti.

    2. Pengobatan TBC Aktif

    Bagi pasien TBC aktif juga akan diberikan beberapa obat oleh dokter, seperti etambutol, isoniazid, pirazinamid, dan rifampisin. Pasien dianjurkan meminum obat tersebut selama 6 hingga 12 bulan tanpa putus.

    3. Pengobatan TBC yang Resisten Terhadap Obat

    Jika pasien didiagnosa mengidap penyakit TBC yang resisten terhadap obat, dokter mungkin akan memberikan satu atau lebih obat yang berbeda. Selain itu, pasien diharuskan meminum obat dalam waktu yang lebih lama hingga 30 bulan.

    Perlu diingat, meminum obat dalam waktu lama mungkin bisa menyebabkan lebih banyak efek samping. Jadi, sebaiknya konsultasikan lagi dengan dokter.

    Itu dia penjelasan mengenai ciri-ciri penyakit TBC yang sudah parah. Semoga bermanfaat.

    (ilf/fds)

  • BPOM Sita 1 Miliar Obat Diproduksi Ilegal, Bisa Picu Gagal Ginjal-Kerusakan Hati

    BPOM Sita 1 Miliar Obat Diproduksi Ilegal, Bisa Picu Gagal Ginjal-Kerusakan Hati

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) menemukan penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT) yang diproduksi secara ilegal di Semarang, Jawa Tengah, hingga Bandung, Jawa Barat. Jenis OOT yang ditemukan BPOM berupa tramadol, trihexyphenidyl, dan dekstrometorfan.

    OOT tersebut dikemas dalam 404 karung dan 83 truk di Semarang. Sementara barang bukti yang disita di Jawa Barat mencapai 509 truk yang terdiri dari lebih dari 200 sudah terkemas dalam dus, 35 kaleng, dan sitaan lainnya.

    “Barang bukti yang ditemukan di prasarana tersebut merupakan produk jadi 1 miliar tablet,” beber Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dalam konferensi pers, Jumat (13/12/2024).

    Taruna mengatakan kelompok usia yang rentan menjadi korban penyalahgunaan OOT ilegal tersebut adalah remaja atau anak sekolah. Penggunaan obat ini dapat memicu ketergantungan atau kecanduan bagi pemakainya. Terlebih, menjadi pemicu tindak kejahatan lain.

    Penggunaan OOT ilegal dalam jangka panjang juga akan mengakibatkan kerusakan hati, jantung koroner, dan gagal ginjal.

    “Penggunaan OOT ilegal dapat menimbulkan ketergantungan atau kecanduan bagi pemakainya dan menjadi pemicu tindak kejahatan lain. Jadi selain korban jiwa, dia bisa menimbulkan kehancuran negeri kita,” tegas Taruna.

    Selain OOT, pihak Taruna menyebut pihaknya juga menemukan obat berbahan alam yang tak memiliki izin edar. Bahan bukti tersebut merupakan hasil penindakan di Cikarang atau Balai Badan POM Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    “Ternyata juga bersamaan ada juga obat berbahan alam yang tidak memiliki izin, khasiatnya, kemanfaatannya, dan kimianya,” imbuhnya.

    Bila ada informasi penyalahgunaan OOT, Taruna mengimbau agar masyarakat tidak segan melaporkan ke pemerintah melalui halo BPOM maupun kanal media sosial resmi BPOM RI.

    (suc/suc)

  • Jangan Anggap Sepele, Sering Memangku Laptop Bikin Kualitas Sperma Jelek

    Jangan Anggap Sepele, Sering Memangku Laptop Bikin Kualitas Sperma Jelek

    Jakarta

    Di era modern seperti ini, laptop menjadi salah satu gawai yang sulit dilepaskan dari aktivitas sehari-hari. Hal ini karena laptop membantu banyak orang untuk saling terkoneksi dan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah.

    Dari sinilah muncul kebiasaan banyak, khususnya laki-laki untuk memangku laptop sembari menyelesaikan pekerjaannya atau sekadar bermain gim. Padahal, aktivitas ini jika dilakukan terus menerus dapat menimbulkan masalah kesehatan seksual.

    Spesialis urologi Dr dr Ponco Birowo SpU(K), PhD mengatakan suhu panas berlebih yang diterima oleh testis seseorang memang berisiko menurunkan kesuburan seseorang karena adanya hambatan dalam produksi sperma.

    “Misalnya suka ngetik di laptop nih, di pangkuan nih, itu ada penelitiannya akan naik 18 derajat suhu di testis,” kata dr Ponco saat berbincang dengan detikcom di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2024).

    “Pabriknya spermatozoa kan di testis, testis letaknya di bawah bukan di perut. Untuk pembentukan spermatozoa suhunya harus 2-4 derajat lebih dingin. Testis itu kalau kita ukur, dia (suhu) 32-34 derajat,” sambung dia.

    Selain itu, dr Ponco menambahkan kebiasaan lain seperti sauna juga bisa menurunkan kualitas sperma seseorang.

    “Begitu juga kalau misalnya laki-laki tuh sering sauna. Sauna kan berendam air panas, itu kan waktunya lama bisa 1-2 jam. Jadi kalau sampai berendam, suhu testisnya meningkat, iya bisa (menurunkan kualitas sperma),” katanya.

    Menurut dr Ponco kegiatan lain seperti mandi air panas sebenarnya bisa menimbulkan masalah terkait produksi sperma laki-laki, namun hal ini masih bisa ditolerir.

    “Tapi kalau hanya mandi air panas itu nggak terlalu, berapa lama sih seseorang mandi air panas kan nggak terlalu lama, nggak berjam-jam. Tapi kalau sampai berendam, suhu testisnya bisa meningkat,” katanya.

    “Jadi masalah yang paling pertama karena testis terlalu panas, apapun penyebab panasnya dia akan berhenti memproduksi sperma karena ada protein yang tidak bekerja kalau kepanasan,” tutupnya.

    (dpy/kna)

  • BPOM RI Sita 1 Miliar Kapsul Obat yang Disalahgunakan, Termasuk Tramadol

    BPOM RI Sita 1 Miliar Kapsul Obat yang Disalahgunakan, Termasuk Tramadol

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) mengidentifikasi temuan penyalahgunaan obat-obat terbatas (OOT). Sumber OOT tersebut banyak diproduksi secara ilegal di provinsi Jawa Tengah yakni Semarang hingga Jawa Barat yaitu Bandung.

    Kelompok usia yang rentan disasar menjadi korban penyalahgunaan OOT tersebut adalah remaja atau anak sekolah. Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengingatkan dampak fatal dari penggunaan OOT seperti halusinasi, hingga kecanduan seperti menggunakan narkotika.

    “Barang bukti yang ditemukan di prasarana tersebut merupakan produk jadi 1 miliar tablet,” beber Taruna dalam konferensi pers, Jumat (13/12/2024).

    Jenis-jenis OOT yang ditemukan yakni tramadol, trihexyphenidyl, dan dekstrometorfan. “Sama seperti seribu juta lebih, melampaui jumlah itu malah,” lanjutnya.

    BPOM melalui Balai Besar POM di Semarang bersama dengan Badan Intelijen Nasional (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) melakukan operasi penertiban serentak di 3 lokasi bangunan gudang atau pabrik yang beralamat di Kawasan Industri Candi Semarang. Barang bukti yang ditemukan pada sarana-sarana tersebut, yaitu berupa produk jadi sebanyak lebih dari 1 miliar tablet, bahan baku (404 karung dan 83 drum), kemasan (45 karung, 17.478 botol, 1.192 rol aluminium foil, dan 17.195 karton), alat produksi (18 unit), serta alat transportasi berupa truk (2 unit). Total nilai ekonomi temuan tersebut mencapai Rp317 miliar.

    Balai Besar POM di Bandung juga melakukan operasi penertiban produksi OOT ilegal dari 2 lokasi di Jawa Barat, yaitu di wilayah Marunda dan Cikarang. Dari dua lokasi tersebut, ditemukan produk sediaan farmasi ilegal yang mengandung OOT trihexyphenidyl, tramadol, dan dekstrometorfan. Barang bukti yang berhasil disita adalah berupa produk sediaan famasi (509 drum, 289 dus, 35 kaleng, 67.519 strip, dan 2 koli) serta kemasan dan label (1.079.160 pieces, 49 dus, 38 koli, dan 24 rol) dengan estimasi nilai ekonomi temuan sebesar Rp81 miliar.

    Di tempat berbeda pada 25 Maret 2024, Balai Besar POM di Bandung bersama petugas Polda Metro Jaya mengungkap aktivitas produksi obat bahan alam (OBA) ilegal dari sebuah bangunan di komplek pergudangan di wilayah Cikarang-Kabupaten Bekasi. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 22 item barang bukti berupa 27 dus produk jadi, 6 bal plastik, 1 bal plastik kapsul, 106 rol kemasan, dan 44 plastik. Estimasi nilai ekonomi temuan OBA ilegal ini sekitar Rp1,066 miliar.

    Produk OBA ilegal yang disita merupakan produk tanpa izin edar (TIE) dan yang mengandung bahan kimia obat (BKO) dengan merek Laba-Laba dan Cobra-X. Dari hasil pengujian yang dilakukan di Laboratorium Pengujian Balai Besar POM di Bandung, juga teridentifikasi produk Laba-laba mengandung BKO natrium diklofenak, sementara produk Cobra-X mengandung BKO klorfeniramin maleat (CTM).

    “Temuan-temuan ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh BPOM berkolaborasi dengan Kepolisian, BIN, dan BAIS atas informasi yang kami terima bahwa ada aktivitas produksi dan peredaran produk OOT yang sering disalahgunakan dan OBA ilegal di Semarang dan Bandung. Hasilnya adalah temuan berbagai macam barang bukti di Semarang dengan total nilai ekonomi mencapai Rp317 miliar. Kemudian untuk temuan di Bandung, nilai ekonomi temuan barang bukti OOT yang disalahgunakan mencapai Rp81 miliar, sementara temuan barang bukti OBA ilegal ditaksir lebih dari Rp1 miliar,” beber Taruna.

    (naf/kna)

  • Menkes Buka-bukaan Pemicu Harga Obat di RI Lebih Mahal dari Negara Tetangga

    Menkes Buka-bukaan Pemicu Harga Obat di RI Lebih Mahal dari Negara Tetangga

    Jakarta

    Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan langkah pemerintah untuk mengatasi persoalan obat yang masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di Indonesia.

    Dalam keterangannya, Menkes mengatakan saat ini, harga obat di Indonesia sangat mahal dibandingkan harga di Singapura dan Malaysia. Menkes menyebut perbedaan harga obat mencapai 1,5 sampai 5 kali lipat lebih tinggi di Indonesia dibandingkan dengan harga di Malaysia. Hal ini menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

    “Pajak bukan isu utama dari tingginya harga obat, tapi biaya marketing dan distribusi yang mahal. Untuk mengatasinya, pemerintah akan membuat sistem yang lebih baik guna mengatasi persoalan ini,” ucap Menkes dikutip dari Sehat Negeriku, Jumat (13/12/2024).

    Salah satu hal yang dilakukan untuk memastikan harga obat dalam negeri terjangkau yakni mendorong agar obat dan alat kesehatan dapat diproduksi di dalam negeri. Selain untuk memperkuat perekonomian, langkah tersebut juga untuk memperkuat sektor kesehatan dalam menghadapi pandemi selanjutnya.

    Selain itu akses obat inovatif perlu diperkuat. Indonesia telah menginisiasi Health Technology Assessment (HTA) Satu Pintu Satu Standar dan mengakomodir stakeholder-led submission yang memungkinkan para stakeholder untuk melakukan kajian HTA mandiri kemudian hasilnya diusulkan untuk dinilai lebih lanjut oleh Komite Penilaian Teknologi Kesehatan.

    Tidak kalah penting, kata Menkes, efisiensi dalam melakukan percepatan persetujuan uji klinik dan registrasi obat juga harus dilakukan.

    “Akses obat kita masih rendah. Pastikan kita harus menyederhanakan proses perizinan uji klinik dan registrasi obat, jangan terlalu lama, jangan terlalu birokratis,” ucapnya.

    (kna/kna)