Category: Detik.com Kesehatan

  • 5 Penyakit yang Bisa Dicegah jika Rutin Makan Labu Siam, Salah Satunya Diabetes

    5 Penyakit yang Bisa Dicegah jika Rutin Makan Labu Siam, Salah Satunya Diabetes

    Jakarta

    Labu siam (chayote squash) adalah salah satu jenis labu yang sering diolah untuk berbagai masakan. Pasalnya, meskipun secara teknis termasuk buah tapi ia dimakan seperti sayur.

    Labu siam juga punya segudang manfaat untuk kesehatan, karena kaya akan senyawa antioksidan dan nutrisi. Tak heran, jika buah ini bisa mencegah beberapa penyakit.

    Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Rutin Makan Labu Siam

    Berikut adalah beberapa manfaat labu siam dalam mencegah beberapa penyakit:

    1. Mungkin Membantu Mencegah Diabetes Tipe 2

    Mengutip laman kesehatan WebMD, labu siam relatif tinggi serat dan rendah karbohidrat. Kedua nutrisi tersebutlah yang membantu untuk menjaga kadar gula darah tetap sehat.

    Dalam hal ini, serat larutnya bisa membantu untuk memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat sehingga mengurangi respons gula darah setelah makan.

    Penelitian menunjukkan bahwa senyawa labu siam juga mungkin berperan dalam meningkatkan sensitivitas terhadap insulin. Ia bekerja dengan mengurangi aktivitas enzim yang terkait dengan kontrol gula darah yang buruk dan diabetes tipe 2.

    2. Penyakit Hati

    Dilansir laman Healthline, labu siam mendukung fungsi hati. Penyakit hati berlemak merupakan kondisi saat lemak berlebih disimpan dalam jaringan hati.

    Sebuah studi tahun 2017 oleh Amedeo Lonardo, dkk, yang dimuat National Library of Medicine, menentukan jika lemak hati terlalu bannyak, maka hal ini akan memengaruhi kemampuannya untuk berfungsi dengan baik.

    Dalam satu penelitian lain dengan tikus, tikus yang diberi makanan tinggi lemak dan diobati dengan ekstrak labu siam punya kolesterol dan endapan asam lemak yang jauh lebih rendah di hati mereka daripada tikus kontrol. Alasannya karena ada perubahan nyata dalam fungsi enzim yang terlibat dalam metabolisme lemak.

    Namun, masih banyak diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana labu siam bisa mendukung kesehatan hati pada manusia.

    3. Mungkin Membantu Mencegah Penyakit Kanker

    Konsumsi buah dan sayur dikaitkan dengan banyak penurunan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker saluran pencernaan.

    Hasil studi tabung reaksi ada yang menunjukkan bahwa senyawa di labu siam tertentu bermanfaat dalam memperlambat pertumbuhan dan perkembangan beberapa sel kanker. Di antaranya, jenis kanker serviks dan leukemia.

    Terkait manfaat ini, masih banyak dibutuhkan bukti lebih lanjut untuk menunjukkan bahwa labu siam juga bisa melawan kanker pada manusia.

    4. Penyakit Usus

    Kandungan serat labu siam berperan dalam mencegah kondisi pencernaan umum seperti sembelit, wasir, serta penyakit divertikular.

    Konsumsi serat larut juga mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus, yang membantu meningkatkan produksi senyawa yang disebut short-chain fatty acids (SCFA).

    Senyawa tersebut bermanfaat dalam melindungi kesehatan usus, dengan memberi bahan bakar ke sel-sel yang melapisi usus besar dan mengatur peradangan.

    5. Penyakit Kardiovaskular

    Kandungan seratnya memainkan peran penting dalam kesehatan sistem pencernaan dan kardiovaskuler. Meningkatkan asupan serat membantu untuk menurunkan kadar kolesterol.

    Pasalnya, serat bisa mengurangi penyerapan kolesterol dalam sistem pencernaan dan meningkatkan ekskresinya lewat tinja.

    Sebuah studi juga menunjukkan bahwa orang yang mengikuti pola makan tinggi serat lebih rendah risikonya terkena penyakit terkait jantung, stroke, dan kematian jika dibandingkan dengan orang yang mengikuti pola makan rendah serat.

    (khq/fds)

  • 12 Makanan Penurun Darah Tinggi Alami, Ada Pisang hingga Oatmeal

    12 Makanan Penurun Darah Tinggi Alami, Ada Pisang hingga Oatmeal

    Jakarta

    Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah kondisi saat tekanan darah lebih tinggi dari normalnya. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berdampak buruk pada kondisi kesehatan.

    Mengelola tekanan darah tinggi secara alami bisa dilakukan dengan menerapkan pemilihan jenis makanan sehat. Mulai dari pemilihan jenis buah-buahan, sayur, atau bahan lainnya.

    Simak bahan makanan yang bagus untuk pengidap darah tinggi untuk membantu mengelola tekanan darahnya.

    1. Pisang

    Mengutip laman Verywell Health, pisang adalah buah yang bisa menurunkan darah tinggi, karena kandungan kalium yang cukup tinggi.

    Kandungan kalium dalam pisang membantu menurunkan tekanan darah lewat peningkatan jumlah natrium yang dikeluarkan tubuh. American Heart Association (AHA) atau Asosiasi Jantung Amerika menjelaskan bahwa pisang juga bermanfaat untuk meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah.

    2. Apel

    Menurut sebuah penelitian tahun 2020 oleh Berner Andrée Sandoval-Ramírez, dkk, mengungkapkan bahwa mengkonsumsi setidaknya satu apel utuh per hari bisa menurunkan risiko hipertensi hingga 9% .

    Kandungan flavonoid apel berperan dalam menurunkan tekanan darah. Ia bekerja meningkatkan fungsi endotel melalui peningkatan produksi oksida nitrat. Hal ini membantu untuk memberi sinyal pada pembuluh darah agar rileks, sehingga menurunkan tekanan darah.

    3. Kiwi

    Penelitian tahun 2015 yang dilakukan oleh Mette Svendsen, ddk, menemukan bahwa orang dewasa dengan tekanan darah tinggi sedang mengalami perbaikan setelah makan kiwi.

    Di mana, peserta yang mengkonsumsi 3 buah kiwi per hari selama 8 minggu mengalami perbaikan tekanan darah yang lebih signifikan dibandingkan dengan yang mengonsumsi satu apel per hari.

    Kandungan kalium, vitamin C, dan antioksidan dalam kiwilah yang mungkin membuat efek tersebut.

    4. Blueberry

    Blueberry menjadi pilihan makanan penurun darah tinggi, karena mengandung antosianin (polifenol).

    Hasil penelitian tahun 2023 yang dimuat The American Journal of Clinical Nutrition oleh Wood E, dkk, dari uji partisipan yang minum minuman dengan bubuk blueberry liar kering beku setiap hari (sedikit lebih dari 1 cangkir), berhasil mengalami penurunan tekanan darah sistolik dibandingkan dengan kelompok plasebo. Peningkatan fungsi pembuluh darah dan fungsi kognitif juga turut dialami oleh mereka.

    5. Jeruk

    Buah citrus seperti buah jeruk, jeruk bali, lemon, dan jeruk nipis memiliki kandungan hesperidin (flavonoid yang bisa menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung).

    6. Buah Delima

    Minum jus buah delima bermanfaat dalam membantu meningkatkan tekanan darah sistolik.

    Hasil penelitian tahun 2016 oleh Amirhossein Sahebkar, dkk, mengungkapkan bahwa mengkonsumsi lebih dari 1 cangkir jus buah delima mampu menurunkan tekanan darah diastolik (angka bawah). Namun, pastikan jus dibuat tanpa tambahan gula.

    7. Bawang Putih

    Bawang putih membantu memperlancar aliran darah. Ekstrak bawang putih tua Kyolic, bermanfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan kekakuan arteri.

    Efek ini terlihat khususnya pada orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih dosis tinggi. Sehingga siung bawang putih yang ditambahkan ke dalam makanan, tidak mungkin menyebabkan peningkatan tekanan darah yang signifikan.

    8. Beras Merah

    Hasil studi tahun 2022 oleh Kashino I, dkk, menemukan bahwa risiko tekanan darah tinggi berkurang hingga 60% pada mereka yang melaporkan konsumsi biji-bijian utuh secara rutin dibandingkan dengan orang yang melaporkan tidak memakannya sama sekali.

    Peserta dalam penelitian ini dinilai berdasarkan seberapa sering mereka mengkonsumsi beras merah, beras kecambah, maupun campuran gandum/millet dengan beras.

    9. Wortel

    Penelitian tahun 2023 yang dilakukan oleh Madsen H, dkk, mengungkapkan bahwa 100 gram (atau sekitar 1 cangkir) wortel parut bermanfaat dalam mengurangi risiko tekanan darah tinggi sekitar 10% jika dikonsumsi setiap hari.

    10. Kacang-kacangan

    Kacang almond, kacang pistachio, kacang kenari adalah pilihan makanan yang membantu agar tensi darah turun. Karena beberapa nutrisi penting yang terkandungnya bisa membantu mengendalikan tekanan darah.

    11. Yogurt Rendah Lemak

    Makanan fermentasi ini juga membantu menurunkan tekanan darah. Wade AT, dkk, dalam penelitian tahun 2021 mengungkapkan bahwa rutin mengkonsumsi yogurt bisa menurunkan tekanan darah sistolik dan arteri pada orang dewasa dengan tekanan darah tinggi.

    12. Gandum dan Oatmeal

    Gandum dan oatmeal banyak dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol dan pengendalian berat badan. American Heart Association juga menyebut bahwa gandum dan oatmeal mampu membantu mengatur tekanan darah.

    (khq/fds)

  • Dokter Urologi Ungkap Ciri-ciri Sperma Sehat, Bisa Dilihat dari Warnanya

    Dokter Urologi Ungkap Ciri-ciri Sperma Sehat, Bisa Dilihat dari Warnanya

    Jakarta

    Kesuburan pria terletak pada sperma sebagai elemen penting dalam reproduksi. Sperma yang sehat dan subur akan memperlancar proses pembuahan. Sebaliknya, sperma yang tidak subur cenderung kesulitan membuahi sel telur yang berada di rahim wanita.

    Mengenali ciri sperma yang sehat dan subur bermanfaat khususnya bagi pasangan suami-istri yang ingin segera memiliki momongan.

    Spesialis urologi Dr dr Ponco Birowo, SpU(K), PhD mengatakan salah satu ciri yang bisa dilihat adalah warna air maninya. Apabila air mani seorang pria berwarna seperti putih mutiara, hal ini bisa menandakan seseorang memiliki sperma yang sehat.

    Kendati begitu, dr Ponco menyebut warna air mani seperti itu tak menjamin juga bahwa seorang pria memiliki sperma yang sehat. Karenanya membutuhkan alat bantu seperti mikroskop untuk mengetahui lebih lanjut terkait kualitas dari sperma.

    “Pas kita cek di mikroskop ternyata nggak ada spermanya atau spermatozoanya itu jelek kualitasnya. Jadi ibaratnya kalau kita, semangka nih, buat semangka itu kan ada merah-merahnya atau yang kuning ya, ada bijinya, bijinya itu nggak kelihatan. Yang bisa kita lihat cuman semangka dagingnya warnanya merah atau kuning gitu ya,” katanya kepada detikcom, di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2024).

    “Sama juga tadi dengan ciri-cirinya gimana? Sebenarnya kalau dengan mata awam atau dengan penglihatan kita itu sulit. Harus dengan alat bantu yaitu dengan mikroskop,” imbuhnya lagi.

    dr Ponco juga mewanti-wanti jika warna sperma berubah menjadi kemerahan. Hal ini bisa mengindikasikan ada darah di dalam sperma. Begitu juga jika sperma berwarna kuning atau kecokelatan, kemungkinan ada infeksi.

    “Jadi yang paling bisa membedakan bahwa ini sperma sehat dan ini sperma tidak sehat jadi warna itu tadi,” katanya lagi.

    (suc/up)

  • Makanan Ini Ternyata Bikin Seseorang Cepat Tua, Sering Kali Dikonsumsi

    Makanan Ini Ternyata Bikin Seseorang Cepat Tua, Sering Kali Dikonsumsi

    Jakarta

    Memiliki tubuh yang sehat dan umur panjang sangat berkaitan erat dengan makanan yang dikonsumsi. Rupanya ada jenis makanan tertentu yang apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat mempercepat penuaan, apa ya?

    Adapun makanan yang dimaksud adalah makanan ultra proses. Makanan yang rendah nutrisi dan mengalami banyak tahapan pemrosesan industri ini seringkali mengandung bahan-bahan kimia seperti pengawet, perasa buatan, pemanis buatan, serta masih banyak lagi.

    Beberapa jenis makanan ultra proses seperti keripik, permen, mi instan, sereal manis, nugget, burger, dan masih banyak lagi.

    Studi yang dilakukan di Amerika Serikat melibatkan 16.055 orang berusia antara 20-79 dengan gaya hidup sebanding dengan populasi lain yang tinggal di negara barat. Studi ini menggunakan alat jam PhenoAge yang digunakan untuk mengukur usia biologis seseorang.

    Peneliti mengamati hubungan yang signifikan antara peningkatan konsumsi makanan ultra-proses dan percepatan penuaan biologis. Untuk setiap peningkatan 10 persen dalam konsumsi makanan ultra proses, jeda antara usia asli dan biologis melebar hingga 2,4 bulan.

    Mereka yang pola makannya paling banyak mengandung jenis makanan ini (68-100 persen dari asupan energi) secara biologis memiliki usia 0,86 tahun yang lebih tua dibandingkan mereka dengan kelompok pengonsumsi makanan ultra proses lebih rendah (39 persen atau kurang).

    Hal ini menunjukkan pentingnya memprioritaskan makanan yang tidak diproses atau diproses seminimal mungkin.

    “Pentingnya temuan kami sangat besar, karena prediksi kami menunjukkan bahwa untuk setiap peningkatan 10 persen dalam konsumsi makanan ultra proses, terdapat peningkatan risiko kematian hampir dua persen dan risiko kejadian penyakit kronis sebesar 0,5 persen selama dua tahun,” kata peneliti dari Universitas Monash, Dr Barbara Cardoso, dikutip dari IFL Science, Sabtu (14/12/2024).

    Peneliti menuturkan hubungan antara konsumsi makanan ultra proses tetap signifikan meski telah disesuaikan dengan kualitas diet dan asupan energi total. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruhnya konsumsi makanan ultra-proses pada kesehatan tubuh.

    Peneliti menyebut itu mungkin dikarenakan dari asupan flavonoid atau fitoestrogen yang lebih rendah dan paparan kimia tertentu dalam pemrosesan makanan olahan.

    “Hubungan ini sebagian tidak bergantung pada kualitas diet, yang menunjukkan bahwa pemrosesan makanan dapat berkontribusi pada percepatan penuaan biologis. Temuan kami menunjukkan alasan kuat untuk menargetkan konsumsi makanan ultra-olahan guna mendorong penuaan yang lebih sehat,” tandasnya.

    (avk/suc)

  • Pengakuan Wanita yang Payudara Terus Tumbuh hingga 10 Kg, Sulit Beraktivitas

    Pengakuan Wanita yang Payudara Terus Tumbuh hingga 10 Kg, Sulit Beraktivitas

    Jakarta

    Tyanara Marcondes (22), wanita di Brasil, menceritakan pengalamannya mengidap gigantomastia. Kondisi ini membuat payudaranya membesar secara tidak normal hanya dalam waktu hitungan bulan. Berat payudaranya bahkan mencapai 10 kg hingga membuat aktivitas sehari-harinya menjadi sulit untuk dilakukan.

    Wanita yang bekerja sebagai pengasuh anak ini mengungkapkan bagaimana sulitnya hidup ketika ia mengalami kondisi tersebut. Ia mulai mengalami kondisi tersebut pada Februari 2024. Gigantomastia yang dialami membuat dirinya sulit menggendong bayi atau bahkan berolahraga.

    Baju yang digunakannya bahkan sudah tidak muat lagi, hingga ia benar-benar kehilangan semangatnya.

    “Saya tidak tahan lagi. Tubuh saya kurus dan punggung saya terasa sakit sekali,” kata Tyanara dikutip dari Bright Side, Sabtu (14/12/2024).

    “Saya akhirnya memasukkan semua pakaian saya ke dalam tas karena tidak ada yang muat. Suatu hari saya mencoba delapan kemeja dan tidak ada satupun yang cocok. Saya benar-benar kehilangan akal,” sambungnya.

    Karena kondisi yang dialaminya, Tyanara memutuskan untuk melakukan operasi pengecilan payudara. Operasi tersebut dilakukan pada Oktober 2024 dan menghabiskan dana sekitar 40 ribu Real Brasil (Rp 106 juta).

    Meskipun pemulihannya tidak sebentar dan memerlukan biaya yang besar, Tyanara mengaku sangat bahagia. Melalui akun media sosialnya, ia kerap membagikan momen kehidupannya pasca melakukan operasi.

    Ia merasa kembali menjadi dirinya lagi dan bisa menjalani aktivitas dengan lebih baik.

    “Saya ingin berlari, beraktivitas, dan melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak dapat saya lakukan,” tandasnya.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, gigantomastia merupakan kondisi langka ketika payudara tumbuh sangat besar akibat pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Pertumbuhan tidak normal ini biasanya terjadi dalam waktu hitungan pekan hingga tahunan.

    Pertumbuhan terjadi sangat cepat dan tidak proporsional. Kondisi ini umumnya juga bersifat jinak atau tidak bersifat kanker.

    Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang memicu kondisi gigantomastia. Namun beberapa faktor yang diduga dapat menjadi penyebabnya meliputi perubahan hormonal seperti masa pubertas atau kehamilan, obat-obatan, kondisi autoimun, kegemukan ekstrem, hingga genetika.

    Adapun berikut ini sederet gejala yang dapat ditimbulkan dari masalah gigantomastia, meliputi:

    Infeksi atau lesi pada kulit payudara, terutama di bagian bawah.Nyeri leher dan punggung yang disebabkan tarikan payudara.Postur tubuh yang menjadi burut.Puting tidak bisa merasakan apa-apa.Nyeri payudara (mastalgia).Nyeri dan gatal pada kulit akibat tali bra.

    (avk/suc)

  • 6 Kelompok Orang Ini Sebaiknya Tak Minum Rebusan Daun Salam

    6 Kelompok Orang Ini Sebaiknya Tak Minum Rebusan Daun Salam

    Jakarta

    Selain kerap digunakan sebagai bumbu masakan untuk memberikan aroma khas, daun salam juga menjadi tanaman herbal yang punya manfaat kesehatan.

    Sebagai obat herbal tradisional, daun salam biasanya direbus untuk dibuat teh. Kandungan bahan kimia dalam daun salam bisa mempengaruhi kadar gula darah dan kolesterol.

    Biasanya, orang-orang memanfaatkan daun salam untuk mengobati asma, diabetes, flu biasa, ataupun kolesterol tinggi. Namun, terkait manfaat tersebut belum ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan ini.

    Kelompok Orang Disarankan Tidak Minum Rebusan Daun Salam

    Di samping manfaat kesehatannya, daun salam juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang. Berikut adalah orang-orang yang tidak boleh minum rebusan daun salam berlebihan:

    1. Pengidap Diabetes yang Sedang Mengkonsumsi Obat

    Dilansir laman National Institutes of Health, daun salam bisa mengganggu kontrol gula darah, sehingga mungkin tidak aman dikonsumsi selama diabetes.

    2. Ibu Hamil dan Menyusui

    Ibu hamil sebaiknya tidak minum banyak rebusan daun salam, karena berisiko keguguran atau persalinan prematur.

    Sementara, bagi ibu menyusui penggunaan daun salam yang berlebihan bisa mempengaruhi air susu sehingga menimbulkan reaksi alergi pada bayi.

    3. Orang dengan Alergi

    Orang dengan alergi sebaiknya tidak mengkonsumsi rebusan daun salam maupun bentuk utuhnya.

    Menurut tulisan laman Tua Saude yang telah tinjauan klinis oleh mantri kesehatan, Manuel Reis, daun salam tidak boleh dikonsumsi utuh, karena ia tak bisa diurai oleh sistem pencernaan dan bisa melubangi usus atau tersangkut di tenggorokan.

    4. Orang yang Konsumsi Obat Pereda Nyeri

    Mengutip RxList, pasien yang mengkonsumsi obat pereda nyeri disarankan untuk tidak minum air rebusan daun salam. Sebab, berisiko memperlambat tubuh dalam memproses obat-obatan tersebut.

    Apabila obat-obatan tidak bisa dipecah dengan baik dalam tubuh, maka risiko efek sampingnya mungkin bisa meningkat.

    5. Orang yang Akan Melakukan Operasi

    Pasien yang hendak melakukan operasi sebaiknya tidak minum rebusan daun salam. Jika, dikombinasikan dengan obat-obatan lain dan anestesi selama operasi hal ini bisa memperlambat sistem saraf pusat (SSP).

    Obat-obatan tersebut perlu dihentikan selama 2 minggu sebelum operasi apa pun, karena akan memperlambat sistem saraf secara signifikan.

    6. Pengguna Obat Tertentu

    Konsumsi teh daun salam dalam jumlah banyak berisiko membuat pernapasan melambat. Maka dari itu, bagi pengguna obat penenang kamu perlu menghindarinya.

    Meskipun umumnya dikonsumsi dalam makanan, tapi belum ada informasi cukup yang bisa dipakai untuk mengetahui apakah daun salam aman digunakan dalam jumlah besar atau dosis yang tepat sebagai obat.

    Penting untuk diketahui, produk alami juga tidak selalu aman dan ketentuan dosis merupakan menjadi hal yang penting.

    Jadi, sebelum menggunakannya pastikan untuk mengikuti petunjuk yang relevan pada label produk, atau konsultasikan dengan dokter kesehatan.

    Namun, penggunaan yang sedikit untuk memasak tentu tidak akan membahayakan tubuh. Jika ingin menggunakannya, detikers cukup menambahkan 1-2 lembar daun untuk menambah rasa dan aroma pada makanan.

    (khq/fds)

  • Aksi Sinterklas Kunjungi Anak-anak di Rumah Sakit Yunani

    Aksi Sinterklas Kunjungi Anak-anak di Rumah Sakit Yunani

    Foto Health

    REUTERS/Stelios Misinas – detikHealth

    Sabtu, 14 Des 2024 18:00 WIB

    Yunani – Petugas pemadam kebakaran berkostum sinterklas memberikan hadiah dan menyebarkan kegembiraan kepada pasien anak di rumah sakit Yunani. Begini potretnya.

  • Aneh tapi Nyata! Pasien Bisa Terima ‘Transfer’ Kepribadian Pasca Transplantasi Organ

    Aneh tapi Nyata! Pasien Bisa Terima ‘Transfer’ Kepribadian Pasca Transplantasi Organ

    Jakarta

    Sebuah fenomena yang aneh telah dilaporkan dari orang-orang yang menjalani transplantasi jantung. Sebagian dari mereka percaya bahwa mereka mungkin juga menerima ‘transfer’ kepribadian dari donor jantung yang mereka terima. Itu meliputi emosi, selera, bahkan ingatan.

    Fenomena soal perpindahan kepribadian dari donor ke pasien transplantasi ini sebenarnya juga dialami pada transplantasi organ lain. Namun, berdasarkan tinjauan tahun 2024, fenomena ini muncul lebih banyak pada transplantasi organ jantung.

    Pasien melaporkan adanya perubahan preferensi segala hal mulai dari seni, musik, hingga orientasi seksual. Beberapa perubahan ini mencerminkan preferensi dari donor dan beberapa yang lainnya bahkan menunjukkan tanda yang lebih aneh.

    Salah satu pasien bahkan dilaporkan mendadak menjadi takut air setelah menerima jantung dari donor yang meninggal karena tenggelam.

    “Bukti yang muncul menunjukkan bahwa transplantasi jantung dapat melibatkan pemindahan ciri-ciri kepribadian dan ingatan donor kepada penerima, yang menantang pandangan konvensional tentang ingatan dan identitas,” kata tim peneliti dikutip dari IFL Science, Sabtu (14/12/2024).

    “Selain itu, jaringan saraf jantung dan komunikasi dua arah dengan otak mendukung konsep hubungan jantung-otak dalam memori dan kepribadian,” sambungnya.

    Peneliti memiliki beberapa teori mengapa jantung bisa berkomunikasi dengan otak, salah satunya adalah teori memori seluler. Teori ini menjelaskan bahwa sel-sel tubuh, termasuk sel jantung, mungkin menyimpan memori tertentu meski bukan bagian dari saraf pusat.

    Beberapa teori lain yang mungkin melatarbelakangi kejadian tersebut adalah interaksi energetik dan juga teori ‘otak mini’. Teori interaksi energetik terjadi ketika jantung yang ditransplantasikan menghasilkan medan elektromagnetik kuat yang memengaruhi tubuh secara keseluruhan.

    Sedangkan untuk ‘otak mini’, teori ini menyebut jaringan saraf kompleks yang ada di jantung mungkin memainkan peranan yang jauh lebih besar dalam detak jantung daripada yang diperkirakan. Jaringan saraf tersebut diduga dapat berkomunikasi dengan otak dengan cara menyimpan memori.

    Hingga saat ini peneliti belum mengetahui secara pasti keterkaitan tersebut. Ada banyak variabel yang mungkin berperan dan dibutuhkan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap misteri menarik tersebut.

    “Penelitian interdisipliner lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap seluk-beluk transfer memori, neuroplastisitas, dan integrasi organ, yang menawarkan wawasan tentang transplantasi organ dan aspek yang lebih luas dari ilmu saraf dan identitas manusia,” tandasnya.

    (avk/suc)

  • Sederet Makanan Sehat untuk Jantung dan Pantangannya, Apa Saja?

    Sederet Makanan Sehat untuk Jantung dan Pantangannya, Apa Saja?

    Jakarta

    Jantung adalah salah satu organ tubuh yang sangat vital. Menjaga kesehatan jantung tidak hanya soal olahraga atau aktivitas fisik, melainkan juga dengan jenis makanan-makanan yang dikonsumsi.

    Pola makan yang menyehatkan jantung menekankan pada sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan yang diproses secara minimal.

    Makanan Sehat untuk Jantung

    Dikutip dari Harvard Edu, berikut ini adalah sederet jenis makanan yang baik untuk kesehatan jantung:

    1. Buah dan Sayur

    Penelitian secara konsisten menemukan bahwa pola makan yang kaya buah dan sayur dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Buah dan sayur berperan penting dalam kesehatan jantung karena mengandung antioksidan yang dapat membantu mencegah cedera pada arteri.

    Usahakan mengonsumsi sebanyak mungkin warna sayuran ke dalam menu makanan. Misalnya wortel, tomat, paprika, edamame, bit, dan sayuran hijau seperti kangkung, bayam, dan sawi. Hampir semua jenis buah segar seperti apel, jeruk, pisang, mangga, jambu juga kaya akan antioksidan yang baik untuk jantung.

    Sayuran berdaun hijau mengandung banyak vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Sayuran hijau juga mengandung nitrat yang membantu merilekskan dan memperlebar pembuluh darah.

    2. Biji-bijian Utuh

    Biji-bijian utuh merupakan salah satu sumber makanan kaya serat. Serat membantu menjaga kadar kolesterol jahat sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

    Penelitian telah menemukan bahwa mengganti biji-bijian olahan dengan biji-bijian utuh dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Biji-bijian utuh bisa didapatkan dari roti gandum utuh, sereal sarapan gandum utuh, beras merah, hingga quinoa.

    3. Protein Sehat

    Kacang-kacangan sebagai salah satu sumber protein mengandung banyak serat, protein, dan antioksidan. Kacang kedelai, edamame, polong, dan jenis kacang-kacangan lainnya dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi kolesterol dan memperbaiki tekanan darah.

    Dalam sebuah penelitian, konsumsi kacang yang lebih banyak dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner dan stroke yang lebih rendah.

    Untuk jenis protein hewani, beberapa jenis makanan seperti ikan salmon, makarel, dan sarden sangat disarankan. Ikan-ikan tersebut memiliki omega-3 yang baik untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

    Asam lemak omega-3 juga dapat membantu menangkal peradangan yang merusak di dalam tubuh.

    4. Produk Susu Rendah Lemak

    Untuk menjaga kesehatan jantung, produk susu rendah lemak atau tanpa lemak sama sekali sangat disarankan. Ini dapat membantu meningkatkan asupan lemak tak jenuh sekaligus menurunkan asupan lemak jenuh.

    Lemak tak jenuh dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik. Beberapa produk susu rendah lemak meliputi susu bebas lemak, yogurt tawar bebas atau rendah lemak, keju cottage bebas lemak, dan minuman sari kedelai yang difortifikasi atau yogurt kedelai.

    Makanan yang Harus Dibatasi

    Ada juga beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi untuk menjaga kesehatan jantung. Beberapa di antaranya adalah:

    Produk susu berlemak tinggiDaging berlemakDaging olahanMakanan olahanMakanan dan minuman dengan gula tambahanMakanan tinggi garamAlkohol

    (avk/suc)

  • Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Pindah ke PBI saat Punya Tunggakan, Bisakah?

    Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Pindah ke PBI saat Punya Tunggakan, Bisakah?

    Jakarta

    Dalam pasal 6 Peraturan presiden (PP) Nomor 59 tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atau Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, menjelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia wajib menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

    Kepesertaan BPJS Kesehatan dilakukan dengan cara mendaftar atau didaftarkan. Jadi, masyarakat yang berpenghasilan bisa mendaftarkan diri ke BPJS Kesehatan mandiri.

    Sementara, Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) ditujukan bagi masyarakat miskin yang didukung dengan bukti data dari dinas sosial.

    Mungkin ada juga, mereka yang tidak mampu bayar tunggakannya sehingga ingin berhenti. Pindah ke PBI bisa menjadi solusi bagi mereka yang kesulitan membayar iuran mandiri akibat kondisi ekonomi. Apakah bisa?

    Bisakah BPJS Mandiri Pindah ke PBI?

    Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah, menjelaskan bahwa peserta BPJS Kesehatan mandiri yang masih punya tunggakan bisa pindah ke PBI tanpa membayar menjadi peserta PBI yang iurannya dibayar oleh pemerintah.

    Meskipun bisa beralih ke PBI, tunggakan saat masih menjadi peserta BPJS Kesehatan mandiri tersebut masih akan tetap tercatat sebagai piutang.

    “Saat beralih dari Peserta Bukan Penerima Bantuan Upah (PBPU) ke PBI, dapat langsung beralih tanpa membayar tunggakannya. Namun, masih tercatat sebagai piutang,” katanya saat dihubungi detikcom, Jumat (13/9/2024) lalu.

    Ia juga menjelaskan bahwa tunggakan yang menjadi kewajiban saat segmen PBPU atau mandiri tidak secara otomatis bisa dihapus atau diputihkan.

    “Ketika yang bersangkutan memiliki kemampuan kembali menjadi segmen PBPU/mandiri tagihan/ tunggakan harus dilunasi terlebih dahulu untuk dapat aktif,” ujarnya.

    Syarat Pindah BPJS Kesehatan ke PBI

    Berikut merupakan syarat dokumen yang perlu dipenuhi untuk pindah BPJS ke PBI:

    Kartu Tanpa Penduduk (KTP)Kartu Keluarga (KK)Harus terdaftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    Terdaftar atau belumnya dalam DTKS, bisa peserta cek penerima BPJS Kesehatan PBI lewat laman resmi DTKS.

    Rizzky mengatakan bahwa proses perubahan status kepesertaan BPJS mandiri ke PBI akan memakan waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu.

    “Kecepatan proses (pindah) tergantung pada kecepatan proses di kantor BPJS Kesehatan dan koordinasi dengan lembaga terkait,” tambahnya.

    (khq/fds)