Category: Detik.com Kesehatan

  • Masih Sering Skip! Catat Ini Tips Gaya Hidup ‘Anti Batu Ginjal’ dari Dokter

    Masih Sering Skip! Catat Ini Tips Gaya Hidup ‘Anti Batu Ginjal’ dari Dokter

    Jakarta

    Batu ginjal merupakan sebuah kondisi medis yang terjadi ketika mineral dan garam, seperti kalsium dan asam urat, membentuk endapan keras yang membatu di dalam ginjal atau saluran kemih. Kondisi ini dapat mengganggu kinerja ginjal yang bertugas sebagai penyaring darah untuk membuang zat-zat kimia tubuh melalui urine.

    Spesialis urologi dr Hilman Hadiansyah, SpU menjelaskan bahwa masalah batu ginjal harus segera ditangani. Terlebih dalam banyak kasus, batu ginjal yang menyumbat dapat memicu rasa nyeri yang parah, sehingga mengganggu aktivitas.

    “Batu ginjal yang dibiarkan dan tidak ditatalaksana dengan tepat akan beresiko menyebabkan gangguan fungsi ginjal yang berujung pada kondisi gagal ginjal, dengan kemungkinan terburuk pasien akan membutuhkan cuci darah untuk menggantikan fungsi ginjalnya,” kata dr Hilman ketika dihubungi detikcom, Sabtu (21/12/2024).

    Untuk mencegah batu ginjal, gaya hidup secara keseluruhan harus diperhatikan. dr Hilman meminta masyarakat untuk selalu menjaga kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi minimal 8-10 gelas atau 2-3 liter air per hari.

    Selain itu, pastikan untuk menjaga olahraga teratur dengan diet yang sehat. Batasi konsumsi garam berlebihan dan makanan tinggi purin. Menurut dr Hilman, obesitas juga bisa menjadi salah satu faktor risiko dari terbentuknya batu ginjal.

    “Konsumsi makanan yang sehat, kurangi konsumsi garam terlalu berlebihan, cokelat, makanan tinggi purin, minuman bersoda, dan perbanyak makanan dan minuman yang mengandung sitrat seperti lemon,” kata dr Hilman.

    “Terlalu banyak konsumsi bahan makanan yang mengandung garam dan kristal pembentuk batu seperti kalsium dari dairy products keju dan susu, oksalat dari daging merah dan protein hewani, dan asam urat dari jeroan, kacang-kacangan, makanan tinggi purin lainnya,” tandasnya.

    Perlu dicatat, makanan-makanan seperti protein hewani, kacang-kacangan, dan dairy product masih boleh dikonsumsi dalam jumlah moderat karena nutrisinya masih dibutuhkan oleh tubuh. Pastikan konsumsi dalam jumlah moderat dan imbangi dengan gaya hidup sehat.

    Masalah batu ginjal umumnya tidak menimbulkan keluhan berarti. Namun, ketika batu sudah menyumbat saluran kemih, efeknya dapat menimbulkan rasa nyeri yang parah. Berikut ini sederet gejala batu ginjal yang mungkin dapat muncul:

    Nyeri di bagian pinggang dan perut bagian kanan atau kiri.Nyeri parah (kolik renal) disertai keringat dingin, mual, dan muntah apabila sudah menyumbat.Nyeri saat berkemih.Urine berwarna merah atau keruh berpasir.Demam ketika infeksi terjadi.Adanya passing stone atau batu kecil di urine.

    (avk/up)

  • Waspadai Gejala Kolesterol Tinggi yang Bisa Muncul di Mata, Jarang Ada yang Tahu!

    Waspadai Gejala Kolesterol Tinggi yang Bisa Muncul di Mata, Jarang Ada yang Tahu!

    Jakarta

    Masalah kolesterol tinggi yang tidak ditangani dengan tepat dapat berakhir menjadi penyakit kardiovaskular. Seringkali, gejala awal kolesterol tinggi tidak tampak. Namun, ahli dari British Heart Foundation mengungkapkan ada dua tanda yang mungkin bisa tampak pada mata dan kulit di sekitar mata.

    Dikutip dari Mirror, tanda pertama dikenal dengan kondisi xanthelasma. Kondisi ini menyebabkan munculnya tanda kuning kecil di dekat sudut mata.

    Gejala tersebut dapat muncul sebagai benjolan kuning kecil atau corak kuning besar di kelopak dan bawah mata. Kondisi ini disebabkan adanya penumpukan kolesterol di area mata.

    Benjolan biasanya akan terasa lunak, datar, dan tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal. Xanthelasma juga tidak memengaruhi gerakan mata atau penglihatan, namun dapat mengganggu estetika.

    Tanda kedua masalah kolesterol tinggi yang dapat muncul di mata adalah arkus kornea, yakni lingkaran putih pucat yang muncul di sekitar iris (bagian mata yang berwarna). Lingkaran ini juga bisa nampak abu-abu atau kebiruan dan terjadi karena timbunan lemak di kornea.

    Arkus kornea umumnya terjadi akibat penuaan. Namun, untuk orang di bawah 40 tahun, mengalami gejala ini bisa menjadi tanda peringatan akan penyakit kronis. Dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa anak bahkan mungkin terlahir dengan arkus kornea.

    British Heart Foundation mengimbau orang-orang untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin. Ini untuk mengontrol agar kadar kolesterol jahat dalam tubuh tidak melebihi batas normal.

    Pemeriksaan juga penting untuk memastikan apakah gejala yang nampak pada mata memang berkaitan dengan kolesterol tinggi atau tidak. Kolesterol tinggi umumnya dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup seperti memperbaiki pola makan dan meningkatkan olahraga, tetapi dalam kasus yang parah, pengobatan mungkin diperlukan.

    (avk/up)

  • 5 Minuman ‘Rumahan’ yang Bantu Mencegah Munculnya Batu Ginjal

    5 Minuman ‘Rumahan’ yang Bantu Mencegah Munculnya Batu Ginjal

    Jakarta

    Penyakit batu ginjal bisa menyerang siapa saja, baik para lanjut usia ataupun generasi muda. Salah satu penyebab seseorang mengidap batu ginjal adalah pola makan yang tidak sehat.

    Sebagai informasi, batu ginjal merupakan endapan keras dari mineral dan garam yang terbentuk di ginjal. Kondisi ini bisa terjadi akibat pola makan, berat badan berlebih, beberapa kondisi medis, serta obat-obatan tertentu.

    Dikutip dari Healthline, batu ginjal bisa diobati secara alami dengan cara banyak mengonsumsi beberapa minuman tertentu. Pasalnya, cairan ini dapat membantu mengeluarkan batu ginjal dan mencegah terbentuknya batu baru.

    Cairan ekstra yang keluar dapat membantu mengeluarkan racun, memindahkan batu, dan kerikil melalui saluran kemih. Lantas, minuman apa saja yang direkomendasikan?

    1. Air Putih

    Mencukupi kebutuhan air harian tentunya bisa membantu menurunkan risiko adanya batu ginjal. Saat tubuh mengeluarkan batu ginjal, asupan air dapat membantu mempercepat prosesnya.

    Penelitian menunjukkan seseorang harus minum cukup air untuk memiliki sekitar 2 liter jumlah urine yang dikeluarkan setiap hari guna mencegah batu ginjal. Masalah dehidrasi merupakan salah satu faktor risiko utama batu ginjal.

    2. Teh Bunga Dandelion

    Sebuah studi menunjukkan bahwa bunga dandelion efektif dalam mencegah batu ginjal di tubuh. Hal ini karena bunga dandelion dapat membantu tubuh lebih efektif untuk membuang kotoran, meningkatkan produksi urine, dan memperbaiki pencernaan.

    Namun, hasil ini berasal dari sampel laboratorium, dan para peneliti belum dapat memastikan apakah dandelion bekerja dengan cara yang sama ketika dikonsumsi oleh manusia. Penelitian pada manusia masih diperlukan untuk menentukan apakah tanaman ini aman dan efektif.

    3. Kaldu Kacang Merah

    Kaldu dari kacang merah yang dimasak merupakan hidangan tradisional yang sering dikonsumsi di India. Beberapa orang mengklaim bahwa kaldu ini dapat meningkatkan kesehatan saluran kemih dan ginjal, tetapi hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan apakah obat ini efektif.

    Untuk mencobanya, cukup saring air rebusan kacang merah dan minumlah beberapa kali sehari.

    4. Cuka Sari Apel

    Cuka sari apel diketahui mengandung asam asetat yang dapat membantu melarutkan batu ginjal. Selain membersihkan ginjal, cuka sari apel membantu meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh batu ginjal.

    Konsumsi cuka dapat membantu mengurangi pembentukan batu ginjal, menurut tinjauan studi. Uji klinis pada manusia sedang dilakukan untuk membandingkan efektivitas cuka sari apel dan beberapa minuman lain dalam mencegah pembentukan batu ginjal.

    Untuk mencoba pengobatan ini, tambahkan dua sendok makan cuka sari apel ke dalam enam hingga delapan ons air minum (setara 240 ml).

    5. Air Jeruk Lemon

    Perasan jeruk lemon bisa ditambahkan ke dalam air putih yang biasa diminum. Lemon mengandung sitrat, yakni zat kimia yang mencegah pembentukan batu kalsium. Kandungan sitrat juga dapat memecah batu-batu kecil, sehingga dapat dikeluarkan dengan mudah.

    Studi tahun 2020 menemukan bahwa suplemen kalium sitrat membantu mengurangi faktor risiko terkait dengan batu ginjal pada orang yang sebelumnya memiliki batu ginjal.

    (dpy/up)

  • 5 Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Mengkudu, Efeknya Nggak Kaleng-kaleng

    5 Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Mengkudu, Efeknya Nggak Kaleng-kaleng

    Jakarta

    Di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, mengkudu menjadi salah satu buah yang cukup populer dikonsumsi sebagai obat herbal. Pasalnya, di buah mengkudu terkandung beragam nutrisi mulai karbohidrat, protein, vitamin C, antioksidan, polifenol, hingga mineral seperti kalsium dan magnesium.

    Dikutip dari Healthline, informasi tentang keamanan mengkudu masih simpang siur. Beberapa penelitian memberikan hasil yang berbeda terkait takaran dosis dan efeks samping yang mungkin terjadi.

    Sebuah studi berskala kecil misalnya, menunjukkan bahwa takaran 750 ml jus mengkudu dikategorikan aman. Namun demikian pada 2025, terungkap ada efek toksisitas di hati pada orang yang mengonsumsi jus mengkudu.

    Temuan tersebut sempat direvisi melalui re-evaluasi oleh The European Food Safety Authority (EFSA) yang menyimpulkan bahwa jus mengkudu saja tidak memicu efek tersebut. Lalu pada 2009, pakar EFSA melaporkan bahwa beberapa orang mungkin mengalai sensitivitas terhadap efek toksisitas pada hati.

    Sebagai tambahan, orang dengan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal mungkin perlu menghindari jus mengkudu. Kandungan potasium yang tinggi dapat membuat kadarnya meningkat hingga level tidak aman.

    Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) biasanya, disarankan untuk mengonsumsi 30-60 mL air rebusan atau jus buah mengkudu, tetapi orang yang sakit disarankan untuk minum hingga 180 mL.

    Berikut adalah manfaat air rebusan atau jus mengkudu jika rutin dikonsumsi.

    1. Mengurangi Sakit Leher

    Air rebusan mengkudu atau jus mengkudu juga berperan dalam mengobati rasa nyeri di leher akibat kondisi kerusakan tulang belakang yang terkait usia (osteoartritis serviks atau spondilosis serviks) saat dibarengi dengan fisioterapi tertentu.

    Namun, mengonsumsi mengkudu saja tidak akan menjadi lebih efektif menurunkan nyeri leher jika tidak dibarengi pengobatan lain seperti fisioterapi.

    2. Meningkatkan Performa Fisik

    Air rebusan mengkudu diketahui dapat membantu meningkatkan performa fisik seseorang seperti ketahanan, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh. Salah satu penelitian yang melibatkan 40 atlet yang minum 100 mL air mengkudu mengalami peningkatan energi dan ketahanan tubuh saat berolahraga.

    3. Melindungi dari Toksisitas

    Kebiasaan merokok seseorang tentu bisa menekan sistem kekebalan tubuh dan membuat lebih berisiko terkena berbagai infeksi virus dan bakteri.

    Penelitian menunjukkan bahwa jus mengkudu dapat memberikan perlindungan terhadap racun yang terkait dengan merokok tembakau. Caranya dengan melindungi DNA dari kerusakan akibat asap, menormalkan lipid darah, mengendalikan peradangan sistemik, dan mengurangi homosistein.

    4. Membantu Mengendalikan Berat Badan

    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengkudu dapat membantu mengendalikan berat badan dan mengobati obesitas. Namun, untuk mendapatkan berat badan yang ideal juga harus dikombinasikan dengan pembatasan kalori harian dan olahraga.

    5. Membantu Meredakan Nyeri

    Selama lebih dari 2.000 tahun, mengkudu digunakan sebagai obat tradisional karena khasiatnya untuk meredakan nyeri. Hal ini juga didukung oleh banyak penelitian.

    Salah satu penelitian selama satu bulan, orang-orang dengan artritis degeneratif tulang belakang mengonsumsi 0,5 ons (15 mL) jus mengkudu dua kali sehari. Kelompok yang mengonsumsi jus noni melaporkan skor nyeri yang jauh lebih rendah.

    Nyeri artritis sering dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan stres oksidatif. Oleh karena itu, jus mengkudu dapat memberikan pereda nyeri alami dengan mengurangi peradangan dan melawan radikal bebas.

    (dpy/up)

  • Asupan Mineral Esensial Bantu Peserta Semarang 10K Minimalisir Heatstroke

    Asupan Mineral Esensial Bantu Peserta Semarang 10K Minimalisir Heatstroke

    Jakarta

    Lari kini menjadi olahraga yang digandrungi banyak orang saat ini. Pasalnya, olahraga lari memerlukan persiapan yang cukup mudah dan tidak memerlukan banyak peralatan tambahan. Selain itu, olahraga lagi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

    Meski demikian, para pelari perlu memperhatikan kondisi, baik diri sendiri maupun lingkungan sekitar saat olahraga lari. Sebab, sering kali terjadi beberapa kondisi yang membahayakan seperti heatstroke. Kondisi ini bisa timbul salah satunya akibat tubuh kekurangan cairan atau mineral esensial.

    Adapun heatstroke merupakan peningkatan suhu panas tubuh secara drastis dan tiba-tiba hingga mencapai 40 celcius. Meski demikian, heatstroke bisa diminimalisir dengan terpenuhinya kecukupan cairan dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

    “Perhatikan kondisi kita sendiri yang menjadi faktor internal dan lingkungan sekitar yang merupakan faktor eksternal. Anda harus paham kondisi perkiraan suhu dan kelembapan seperti apa. Seperti kasus saat ini, suhu cukup bagus 24 sampai 26 derajat celcius, namun kelembapan tinggi 85 sampai 90 persen sehingga menyebabkan panas tubuh tidak bisa keluar. Jadi, meskipun suhu enak dan nyaman, tetapi ada juga pelari yang mengalami heatstroke,” ujar Medical Director Semarang 10K dr. Wawan Budi Susilo, Sp.KO dalam keterangan tertulis, Jumat (20/12/2024).

    Dalam ajang Semarang 10K, Le Minerale kembali dipercaya sebagai official mineral water. dr. Wawan menambahkan, keberadaan Water Station Le Minerale di berbagai titik selama Semarang 10K mampu meminimalisir meminimalisir dehidrasi dan terjadinya heatstroke pada ribuan pelari yang menjadi peserta.

    Peserta Semarang 10K Foto: dok. Le Minerale

    Dengan adanya Water Station Le Minerale, para pelari dapat mengisi kembali cairan dan mineral tubuh yang terkuras selama berlari. Dari ribuan peserta, tercatat hanya ada lima peserta yang mengalami heatstroke parah dan selanjutnya bisa tertangani dengan baik.

    “Tips supaya pelari tetap bugar adalah menghidrasi diri dengan cukup. Hal ini harus dilakukan saat akan memulai lari, kemudian saat pelaksanaan lari selanjutnya usai lari. Tidak mengapa terus-terusan minum, toh sudah disediakan Water Station dengan jumlah yang sangat cukup,” terangnya.

    dr. Wawan menekankan jenis air mineral yang baik dikonsumsi untuk mengatasi dehidrasi adalah air mineral yang steril, kemasan bagus, tertutup rapat dan telah teruji BPOM. Selain itu, air mineral sebaiknya tidak ditempatkan secara terbuka pada paparan sinar matahari langsung.

    Peserta Semarang 10K Foto: dok. Le Minerale

    Sementara itu Coach Indorunners, Harris Silaban, yang ikut serta dalam Semarang 10K mengatakan terbantu dengan hadirnya Water Station Le Minerale. “Sangat membantu, melimpahnya Water Station Le Minerale memudahkan untuk break sejenak dan mengambil hidrasi untuk memulihkan kondisi tubuh,” ucapnya.

    “Overall, thank you support-nya Le Minerale, latihan yang konsisten dan tepat sangat penting untuk meningkatkan daya tahan dan kekuatan tubuh dan tentunya mineral esensial Le Minerale membantu meningkatkan performance masing-masing runners,” tambah Harris.

    Senada, anggota Indorunners Natalia mengaku segar kembali setelah meneguk Le Minerale. Dengan menempuh waktu lari 1 jam 20 menit, perempuan asal Surabaya ini mengatakan tak terkendala dehidrasi berkat penempatan Water Station di setiap titik tertentu.

    “Le Minerale merupakan air minum yang menyegarkan berbeda dengan air minum kemasan lain. Rasanya kayak ada manis-manisnya,” pungkas Natalia.

    (prf/ega)

  • Siap-siap Mudik? Dokter Sarankan Tunda Dulu Jika Anak Mengalami Kondisi Ini

    Siap-siap Mudik? Dokter Sarankan Tunda Dulu Jika Anak Mengalami Kondisi Ini

    Jakarta

    Mudik Hari Natal dan Tahun Baru 2024 bersama dengan anak-anak bukanlah hal yang mudah, terutama jika kita memiliki anak yang masih kecil. Berbagai kondisi kesehatan harus jadi pertimbangan.

    Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari makanan, obat-obatan hingga mainan yang bisa membuat anak tidak gampang bosan atau rewel selama di perjalanan menuju ke kampung halaman.

    Tak hanya itu, orang tua juga perlu memerhatikan kondisi anak saat akan mudik. Spesialis anak dr Ratih Puspita, SpA mengatakan jika anak sedang tidak sehat, seperti demam, batuk berat, diare, sebaiknya istirahat di rumah dan menunda untuk bepergian.

    Terlebih jika sang anak terkena infeksi virus, tentu bisa menularkan ke orang lain.

    “Jika anak sedang terkena infeksi virus juga sebaiknya tidak bepergian karena anak butuh istirahat untuk bisa pulih dari virus,” katanya saat dihubungi detikcom, Senin (16/11/2024).

    “Selain itu juga untuk menghindari menularkan pada orang di sekitarnya, apalagi jika penyakit seperti campak, cacar air, gondongan, dan sebagainya,” sambungnya.

    dr Ratih juga mengatakan jika anak yang mengalami sakit ringan atau kurang fit, sebaiknya ditunda terlebih dulu untuk bepergian lantaran bisa memicu anak menjadi tambah sakit.

    (suc/up)

  • Indy Barends Idap Batu Ginjal hingga Operasi, Inikah Penyebabnya?

    Indy Barends Idap Batu Ginjal hingga Operasi, Inikah Penyebabnya?

    Jakarta

    Presenter Indy Barends belum lama ini mengumumkan baru saja menjalani operasi batu ginjal dengan metode retrograde intrarenal surgery (RIRS). Indy Barends menuturkan bahwa batu ginjal yang ditemukan oleh dokter berukuran cukup besar.

    “Ketemu deh, harta karun si batu ginjal ganjel ini , yang ternyata udah cukup ‘gede’. Sekitar 7 mm. Daripada batu nya lepas dan menyumbat,.. Harus ada tindakan Operasi Laser tanpa sayatan RIRS ini,” tulis Indy Barends dalam salah satu unggahannya di Instagram.

    Berkaitan dengan kondisi seperti yang dialami oleh Indy Barends, spesialis urologi dr Hilman Hadiansyah, SpU menjelaskan batu ginjal dapat muncul ketika endapan material dari garam dan mineral yang masuk dalam tubuh menjadi kristal dan membatu, hingga akhirnya menyumbat.

    Batu ginjal dapat terjadi di sepanjang saluran kemih dari ginjal, ureter (saluran urine dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, hingga uretra (saluran urine keluar tubuh). Beberapa jenis zat kimia yang dapat membentuk batu ginjal meliputi kalsium, oksalat, dan asam urat.

    “Semua orang memiliki risiko sebesar 5-10 persen untuk mengalami batu ginjal sepanjang hidupnya. Namun, kebanyakan penderitanya berusia 30-60 tahun dengan studi menunjukkan kasus pada laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Rasio laki-laki dibanding perempuan sebesar 3:1, namun sudah semakin berkurang berkaitan dengan faktor resiko seperti gaya hidup, obesitas, dan kecenderungan pola makan,” kata dr Hilman ketika dihubungi detikcom, Sabtu (21/12/2024).

    “Beberapa faktornya kurang minum air putih hingga volume urine rendah, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, komorbid, riwayat keluarga, hingga jenis diet,” sambungnya.

    Berkaitan dengan diet, beberapa jenis makanan seperti produk olahan susu yang mengandung kalsium, oksalat dari daging merah dan protein hewani, hingga asam urat dari jeroan dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

    Meski begitu, konsumsi dalam jumlah moderat tetap diperbolehkan karena nutrisi di dalamnya masih dibutuhkan oleh tubuh. Terpenting adalah bagaimana menyeimbangkan gaya hidup sehat secara keseluruhan.

    “Yang lain misalnya seperti komorbid diabetes, asam urat, gangguan hormon paratiroid, kelainan anatomi, hingga konsumsi obat-obatan dan suplemen tertentu, misalnya vitamin C berlebihan,” tandasnya.

    (avk/up)

  • Video: Sidak Jelang Nataru, BPOM Temukan Pangan Tak Layak Konsumsi

    Video: Sidak Jelang Nataru, BPOM Temukan Pangan Tak Layak Konsumsi

    Video: Sidak Jelang Nataru, BPOM Temukan Pangan Tak Layak Konsumsi

  • Ini Barang yang Wajib Dibawa saat Bawa Anak Mudik Nataru

    Ini Barang yang Wajib Dibawa saat Bawa Anak Mudik Nataru

    Jakarta

    Mudik adalah salah satu momen yang mewarnai kemeriahan Hari Natal dan Akhir Tahun 2024. Banyak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga, maupun pergi berlibur.

    Orang tua yang hendak mudik membawa anak tentu perlu menyiapkan sejumlah hal yang dibutuhkan untuk menjamin anak merasa nyaman dan tetap sehat selama perjalanan.

    Adapun salah satu yang perlu disiapkan orang tua adalah membawa kotak P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) yang berisikan obat-obat umum dan biasa dikonsumsi anak.

    “Obat demam, kassa, antiseptik, plester, dan obat spesifik sesuai kondisi anak, misalnya asma,” kata spesialis anak dr Ratih Puspita, SpA, saat dihubungi detikcom, Senin (16/12/2024).

    Tak hanya itu, dr Ratih juga mengimbau orang tua untuk tetap memperhatikan waktu istirahat dan makan anak. Apabila saat itu adalah jadwal sang anak tidur siang atau makan, sebaiknya jangan di-skip atau diundur.

    Jangan lupa juga untuk memenuhi asupan minum air putih harian anak untuk terhindar dari kondisi dehidrasi. Terlebih, penting juga memberikan anak sumplementasi seperti vitamin C, zinc, dan vitamin D untuk menjaga daya imun tubuhnya.

    “Jangan paksa berkegiatan/perjalanan terus,” imbuhnya.

    (suc/up)

  • Video: Penjelasan BPOM soal 3 Varian Indomie Ditarik dari Pasar Australia

    Video: Penjelasan BPOM soal 3 Varian Indomie Ditarik dari Pasar Australia

    Video: Penjelasan BPOM soal 3 Varian Indomie Ditarik dari Pasar Australia