Category: Detik.com Kesehatan

  • 4 Tips Memilih Susu Formula Sesuai Kebutuhan

    4 Tips Memilih Susu Formula Sesuai Kebutuhan

    Jakarta – ASI merupakan asupan terbaik untuk bayi. Namun, pemberian ASI ada kalanya tidak bisa dilakukan saat ibu atau si bayi memiliki masalah medis. Bila mengalami hal ini, pemberian susu formula menjadi opsi atau pilihan membantu perkembangan anak.

    Susu formula untuk bayi memiliki kandungan yang berbeda-beda. Hal ini membuat orang tua perlu cermat dalam memilih susu formula terbaik dan sesuai dengan kondisi buah hati. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi bayi dapat tercukupi dan mendukung tumbuh kembangnya.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat memilih susu formula, dikutip dari Healthline:

    1. Kandungan pada susu

    Ada susu formula dengan kandungan protein standar atau ukuran penuh. Susu semacam ini tidak memecah protein sama sekali. Persis seperti saat dikeluarkan dari sapi atau kedelai.

    Protein ukuran penuh pada daftar bahan-bahan biasanya ditandai dengan susu tanpa lemak, isolat protein susu, atau protein whey atau komponen protein susu sapi, atau ‘isolat protein kedelai’ dalam formula kedelai. Adapula susu formula dengan protein terhidrolisis sebagian, atau artinya terpecah menjadi lebih kecil ukurannya, mendekati ukuran protein ASI.

    Pada daftar bahan, akan terlihat kata-kata ‘terhidrolisis sebagian’ di depan protein. Karena protein yang terhidrolisis sebagian memerlukan pencernaan lebih sedikit untuk diserap, protein tersebut mungkin merupakan pilihan yang baik untuk beberapa bayi baru lahir atau bayi yang mengalami ketidaknyamanan dalam mencerna protein ukuran penuh, atau dengan riwayat masalah pencernaan.

    Karbohidrat

    Laktosa adalah sumber karbohidrat dalam ASI, dan semua bayi yang sehat mampu mencerna laktosa. Jika bayi yang sehat baru pertama kali minum susu formula, disarankan untuk mulai dengan formula berbasis laktosa sembari memantau bagaimana perkembangannya.

    Ada alasan mengapa beberapa bayi tumbuh subur dengan formula rendah laktosa. Bayi lahir prematur atau memiliki saluran pencernaan yang belum matang serta teriritasi mungkin menghasilkan lebih sedikit enzim mencerna laktosa.

    Bayi yang baru pulih dari diare atau bayi yang telah mengonsumsi susu formula rendah laktosa dalam waktu lama juga akan memiliki lebih sedikit enzim pencerna laktosa dan mungkin lebih nyaman dengan susu formula rendah laktosa.

    Jika laktosa dihilangkan dari susu formula, karbohidrat lain harus ditambahkan untuk memastikan bayi mendapatkan cukup energi karbohidrat. Hanya ada dua karbohidrat lain yang cukup kecil sehingga bayi dapat mencernanya dengan baik yaitu sukrosa (gula meja) dan gula glukosa.

    2. Kondisi Bayi

    Bila bayi mengalami refluks asam atau gumoh kronis, sebaiknya mempertimbangkan susu formula dengan kandungan whey tinggi. Protein susu terbagi dalam dua kategori, whey dan kasein. Protein whey tetap cair di lambung sehingga lebih cepat keluar dari lambung.

    Para orangtua juga bisa mempertimbangkan susu formula yang dikentalkan untuk mengatasi refluks asam.

    3. Berizin BPOM

    Sama seperti produk lain, tentu memilih susu formula yang berizin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merupakan cara paling aman.

    Susu formula tidak selalu cocok untuk bayi, termasuk saat bayi memiliki alergi protein susu, kolik, gas, atau masalah khusus lain, para ibu bisa memerhatikan kondisi bayi saat diberikan susu formula.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan saat bayi mulai mengonsumsi susu formula baru meliputi:

    perubahan pola tidurperubahan tinjarewel di siang harimuntah

    Bila keluhan terus berlanjut, sebaiknya segera menghubungi dokter anak untuk meminta rekomendasi.

    4. Kemungkinan Alergi

    Melihat risiko alergi bayi pada susu formula tentu penting. Bila mengalami reaksi alergi, seperti kulit ruam, kemerahan, muntah, atau diare, jangan lanjutkan pemberian susu formula tersebut dan segera berkonsultasi ke dokter.

    Pada kasus ini, dokter mungkin akan menyarankan susu formula dengan formulasi khusus, seperti susu terhidrolisa ekstensif atau susu formula asam amino. Susu jenis ini masih berbasis susu sapi, tetapi kandungan proteinnya sudah diolah sehingga tidak menyebabkan alergi.

    Selain itu, hindari juga memberikan berbagai susu berbasis tanaman yang hanya diperas dari tanamannya, seperti susu kedelai, susu beras, dan susu almond, baik pada bayi normal maupun bayi yang memiliki alergi susu sapi. Pasalnya, nilai gizi dalam jenis susu ini tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisi anak.

    (naf/up)

  • Video Mitos atau Fakta: Penderita Lupus yang Hamil Berpotensi Alami Komplikasi

    Video Mitos atau Fakta: Penderita Lupus yang Hamil Berpotensi Alami Komplikasi

    Video Mitos atau Fakta: Penderita Lupus yang Hamil Berpotensi Alami Komplikasi

  • Diprediksi Ngetren di 2025, Apa Itu Diet GLP-1? Ini Kata Dokter Gizi

    Diprediksi Ngetren di 2025, Apa Itu Diet GLP-1? Ini Kata Dokter Gizi

    Jakarta – Di tahun 2024 banyak metode diet yang viral di media sosial dan diikuti oleh banyak orang. Beberapa di antaranya dinilai efektif karena dapat menurunkan berat badan yang cukup banyak dalam waktu terbilang singkat.

    Beberapa metode diet yang sempat nge-tren di media sosial di antaranya diet mentimun ala pria Jepang, lalu 90-30-50 yang dikenalkan oleh ahli diet di Amerika Serikat, diet 30-30-30, hingga diet tiongkok.

    Lalu metode diet manakah yang kemungkinan masih akan banyak dipilih masyarakat untuk membantu menurunkan berat badan di tahun 2025?

    Menjawab hal ini, spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan setidaknya ada dua metode yang diprediksi akan viral di 2025.

    “Nah yang pertama itu tadi ya, ada diet GLP-1,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/12/2024).

    Diet GLP-1 merupakan diet yang terinspirasi penggunaan obat diabetes Ozempic, yang memang berisi hormon GLP-1 atau atau Glucagon-Like Peptide 1. Menurut dr Oki, hormon ini membantu tubuh memberikan sinyal kenyang ke otak.

    Dalam diet GLP-1, menu makan yang dipilih adalah menu-menu yang memberikan efek serupa dengan Ozempic. Termasuk di antaranya adalah makanan-makanan yang tinggi protein dan serat. Diet ini muncul karena tidak semua orang punya akses terhadap obat-obat GLP-1 dan memang tidak semua membutuhkannya.

    “Lalu saya dengar-dengar ada kebijakan mengenai gula ya. Jadi mungkin nanti bisa trending (di 2025) diet rendah gula kalau sampai gula dilabelin. Jadi kita bisa tahu ‘oh makanan minuman ini tinggi gula, rendah gula’,” sambungnya.

    Selain itu, dr Oki menambahkan metode diet yang kerap dijalani selebritis Tanah Air yakni intermittent fasting (IF) juga masih akan banyak diminati oleh masyarakat di tahun 2025.

    dr Oki juga mengimbau untuk mereka yang ingin melakukan diet di tahun 2025 untuk memilih metode yang aman dan tidak ekstrem hanya karena tergiur cepat turun berat badan. Menurutnya sesekali ‘nakal’ saat proses diet juga penting, hal ini agar seseorang tetap konsisten dan tidak merasa bosan.

    “Saya selalu kasih ruang ke pasien saya untuk cheating meal seminggu sekali,” katanya.

    (dpy/up)

  • 10 Penyebab Kelenjar Getah Bening Membengkak dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Kelenjar Getah Bening Membengkak dan Cara Mengatasinya

    Jakarta – Kelenjar getah bening adalah kelenjar kecil yang menyaring cairan limfa yang akan beredar ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfa. Fungsi kelenjar ini seperti checkpoint ketika ada bakteri, virus, atau organisme lainnya yang menginfeksi tubuh.

    Jadi, kelenjar getah bening dapat mendeteksi, memberhentikan, mengumpulkan, sekaligus berusaha mengeluarkan patogen tersebut dari dalam tubuh. Sebagai informasi, tubuh manusia memiliki sekitar 600 buah kelenjar getah bening yang tersebar di leher, dada, ketiak, dan selangkangan.

    Suatu waktu, seseorang bisa mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening. Hal tersebut mengindikasikan jika terjadi infeksi atau penyakit di dalam tubuh.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit pembengkakan kelenjar getah bening. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Penyakit Kelenjar Getah Bening

    Jika kelenjar getah bening membengkak, itu merupakan salah satu tanda jika tubuh sedang melawan suatu penyakit. Sebab, kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem limfatik yang bertanggung jawab terhadap daya tahan tubuh.

    Berikut sejumlah penyebab seseorang mengalami penyakit kelenjar getah bening:

    1. Infeksi Virus

    Penyebab yang pertama karena terjadi infeksi virus di dalam tubuh. Sebab, pembengkakan kelenjar getah bening merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi.

    Sistem kekebalan tubuh merespons virus dengan memproduksi sel darah putih lebih banyak untuk melawan infeksi. Lalu, sejumlah jenis virus akan memicu infeksi saluran pernapasan yang juga ikut menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

    2. Infeksi Telinga

    Dilansir Healthline, kelenjar getah bening yang membengkak juga disebabkan oleh infeksi telinga. Biasanya, pembengkakan ini terjadi di belakang telinga. Saat telinga mengalami infeksi maka kelenjar getah bening akan aktif.

    3. Penyakit Autoimun

    Penyakit autoimun menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi justru berbalik menyerang jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini dapat mempengaruhi kelenjar getah bening sehingga memicu pembengkakan.

    Kelenjar getah bening yang membengkak akibat penyakit autoimun dapat terjadi di sejumlah bagian tubuh. Lalu, kelenjar ini juga dapat membengkak karena reaksi obat-obatan untuk mengobati autoimun.

    4. Infeksi Gigi

    Infeksi gigi bisa menyebabkan seseorang mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Hal ini umumnya terjadi di area leher atau rahang.

    Saat infeksi berkembang di dalam mulut, bakteri dapat masuk ke dalam aliran darah dan memicu peradangan. Lalu, sistem kekebalan tubuh akan mengaktifkan kelenjar getah bening di area sekitar yang terinfeksi.

    5. Reaksi Alergi

    Penyebab selanjutnya penyakit kelenjar getah bening membengkak adalah reaksi alergi. Ketika seseorang terpapar alergen tertentu, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan zat-zat yang dapat memicu peradangan.

    Kelenjar getah bening akan memproduksi lebih banyak sel darah putih sehingga menyebabkan pembengkakan. Reaksi alergi biasanya menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher, ketiak, atau pangkal paha.

    6. Tonsilitis

    Tonsilitis dapat terjadi karena adanya infeksi atau peradangan di bagian amandel (tonsil) yang berada di tenggorokan. Saat amandel terinfeksi bakteri atau virus, maka amandel dapat meradang.

    Alhasil, kelenjar getah bening yang ada di kedua sisi leher akan membengkak sebagai respons dalam melawan bakteri dan virus. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman.

    7. Flu

    Seseorang yang terserang flu bisa mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Dikutip dari Medical News Today, hal itu karena limfadenopati di leher bereaksi terhadap gangguan saluran pernapasan atas, salah satunya akibat flu.

    8. Sinus

    Sinus dapat terjadi karena adanya infeksi bakteri dan virus. Hal tersebut yang akhirnya menyebabkan kelenjar getah bening jadi membengkak sebagai respons melawan bakteri di tubuh.

    Sinus menimbulkan beberapa gejala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti demam, sakit kepala, dan hidung tersumbat.

    9. TBC

    Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit infeksi yang dipicu oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan menjadi pemicu pembengkakan kelenjar getah bening.

    Pada umumnya, pembengkakan kelenjar getah bening terjadi di leher atau sekitar pangkal paha.

    10. HIV

    Human Immunodeficiency Virus atau HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Kelenjar getah bening sebagai bagian dari sistem imun tubuh akan melawan infeksi tersebut.

    Ketika seseorang terinfeksi HIV, virus akan merusak sel dan mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan infeksi itu sendiri. Dalam kondisi itu, kelenjar getah bening akan merespon dengan mengalami pembengkakan di berbagai area tubuh.

    Cara Mengatasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

    Pada umumnya, kelenjar getah bening yang membengkak akan mengecil dengan sendirinya setelah infeksi atau penyakit yang menyerang tubuh mulai sembuh. Jadi, apabila detikers mengalami pembengkakan kelenjar getah bening sebaiknya segera periksa ke dokter.

    Namun, jika kelenjar getah bening yang bengkak terasa sakit, ada sejumlah cara untuk mengatasinya dengan mandiri. Berikut langkah-langkahnya:

    Kompres dengan air hangat pada area yang bengkak atau nyeriGunakan cool pack atau kompresan dingin jika air hangat tidak efektif dalam meredakan radangKonsumsi obat pereda nyeri untuk meredam rasa sakitIstirahat yang cukup.

    Demikian 10 penyebab penyakit kelenjar getah bening membengkak dan cara mengatasinya. Semoga lekas sembuh.

    (ilf/fds)

  • BMKG Ramalkan ‘Cold Surge’ di Libur Nataru, Dokter Wanti-wanti Dampak Cuaca Tak Menentu    
        BMKG Ramalkan ‘Cold Surge’ di Libur Nataru, Dokter Wanti-wanti Dampak Cuaca Tak Menentu

    BMKG Ramalkan ‘Cold Surge’ di Libur Nataru, Dokter Wanti-wanti Dampak Cuaca Tak Menentu BMKG Ramalkan ‘Cold Surge’ di Libur Nataru, Dokter Wanti-wanti Dampak Cuaca Tak Menentu

    Jakarta

    Badan Meteorologi, Meteorologi, dan Klimatologi (BMKG) memprediksi sejumlah fenomena cuaca terjadi selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Di antaranya adalah ‘cold surge’ atau seruak udara dingin yang berdampak antara lain pada curah hujan.

    Bersama-sama dengan fenomena lain seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), potensi cold surge diprediksi bergerak dari daratan Asia atau Siberia menuju wilayah barat Indonesia. Fenomena ini diprediksi akan aktif selama periode libur akhir tahun.

    “Madden-Julian Oscillation dan potensi cold surge diperkirakan akan mempengaruhi cuaca di Indonesia selama Nataru. Kedua fenomena ini dapat meningkatkan curah hujan, meskipun dampaknya masih perlu terus dipantau,” jelas Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dikutip dari situs resmi BMKG.

    Sejalan dengan prediksi tersebut, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia akhir-akhir ini cenderung tidak menentu. Ada kalanya hujan deras, dan tak jarang mendung gelap disertai hembusan angin kencang.

    Praktisi kesehatan dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Ray Rattu, SpPD mengingatkan untuk mewaspadai perubahan cuaca yang ekstrem saat berlibur. Jika tidak diantisipasi, maka bisa berdampak pada kondisi kesehatan.

    “Kondisi cuaca yang seperti ini tentu akan menurunkan imunitas dari tubuh itu sendiri,” pesannya dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (21/12/2024).

    Agar selalu fit di tengah cuaca yang tidak menentu, dr Ray menyarankan untuk mempersiapkan rencana liburan dengan selalu jaga kondisi. Parameter yang bisa diamati antara lain tidur yang cukup dan nutrisi yang cukup.

    Untuk olahraga, dr Ray menyarankan untuk menghindari aktivitas fisik di luar ruangan atau outdoor ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Menurutnya, bukan hujan yang bikin sakit melainkan perubahan cuaca yang berdampak pada sistem metabolisme.

    “Dalam cuaca panas tubuh kita bermetabolisme biasa, tiba-tiba cuaca dingin, itu akan mempengaruhi thermoregulator di dalam tubuh kita. Tubuh kita akan berusaha memanaskan tubuh dengan metabolisme yang lebih tinggi,” jelas dr Ray.

    “Perubahan-perubahan ini memberikan efek stressor pada tubuh. Ini yang kemudian dapat menyebabkan, secara umum, imunitas kita akan berkurang,” lanjutnya.

    NEXT: Tidur yang cukup

    Simak Video “Video Prediksi BMKG: Hujan Lebat Bakal Guyur 67% Wilayah Indonesia di 2025”
    [Gambas:Video 20detik]

  • 7 Manfaat Rebusan Bawang Putih, Bisa Tingkatkan Kesehatan Kardiovaskular

    7 Manfaat Rebusan Bawang Putih, Bisa Tingkatkan Kesehatan Kardiovaskular

    Jakarta

    Air rebusan bawang putih ternyata memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh. Dengan kandungan senyawa aktif yang melimpah, minuman ini dipercaya mampu mendukung kesehatan secara alami.

    Air rebusan bawang putih bisa menjadi pilihan alami yang praktis untuk menjaga kesehatan tubuh. Herba ini kaya akan vitamin dan mineral penting seperti vitamin C, vitamin B6, dan mangan. Kandungan senyawa aktif allicin memberikan aroma khas sekaligus berbagai manfaat kesehatan, seperti mendukung fungsi kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan kardiovaskular.

    Antioksidan yang terdapat dalam bawang putih membantu melawan stres oksidatif, menjaga tubuh tetap sehat, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

    Berikut manfaat air rebusan bawang putih, dikutip dari Times of India.

    1. Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh

    Bawang putih memiliki reputasi sebagai bahan alami untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Senyawa seperti allicin telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

    Konsumsi air rebusan bawang putih secara rutin, terutama di pagi hari, diyakini dapat membantu tubuh lebih tahan terhadap berbagai penyakit umum dan virus musiman.

    2. Menyehatkan Sistem Kardiovaskular

    Manfaat bawang putih untuk kesehatan jantung sudah banyak dikenal. Konsumsi rutin bawang putih, termasuk dalam bentuk air rebusan, dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol, dua faktor utama dalam menjaga kesehatan jantung.

    Selain itu, bawang putih juga mendukung kelancaran pembuluh darah dan mengurangi risiko gangguan kardiovaskular.

    3. Menyehatkan Pencernaan

    Sifat antimikroba alami pada bawang putih sangat berguna untuk menjaga sistem pencernaan. Air rebusan bawang putih dapat membantu melancarkan pencernaan, mengurangi gejala seperti kembung dan gas, serta menyeimbangkan flora usus dengan melawan bakteri berbahaya.

    4. Mendetoksifikasi Tubuh

    Bawang putih dikenal sebagai detoksifikasi alami yang membantu tubuh membersihkan racun dan logam berat.

    Antioksidan dalam bawang putih berperan penting dalam mendukung fungsi hati dalam proses ini. Konsumsi air rebusan bawang putih secara teratur dapat membantu meningkatkan proses detoksifikasi, memberikan efek positif pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.

    5. Meningkatkan Metabolisme

    Bawang putih juga bermanfaat untuk mendukung metabolisme tubuh. Senyawa aktifnya membantu meningkatkan laju metabolisme, yang berdampak pada pengelolaan berat badan.

    Memulai hari dengan minum air rebusan bawang putih dapat membantu tubuh membakar energi lebih efisien, memberikan manfaat untuk manajemen berat badan dan tingkat energi.

    6. Meningkatkan Kesehatan Kulit

    Kandungan antioksidan dan senyawa sulfur pada bawang putih memiliki manfaat besar untuk kulit.

    Konsumsi rutin air rebusan bawang putih dapat membantu mengurangi peradangan, melawan stres oksidatif, dan memberikan kulit yang lebih sehat, mengurangi masalah seperti jerawat, serta mendukung tampilan kulit yang bercahaya.

    7. Mengatur Kadar Gula Darah

    Bawang putih berperan dalam mengatur kadar gula darah, terutama bagi pengidap diabetes atau yang mengalami resistensi insulin.

    Air rebusan bawang putih dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mendukung metabolisme glukosa, memberikan efek positif pada pengelolaan kadar gula darah.

    (up/up)

  • Baru 2 Menit Sudah Keluar Klimaks, Termasuk Ejakulasi Dini? Ini Faktanya

    Baru 2 Menit Sudah Keluar Klimaks, Termasuk Ejakulasi Dini? Ini Faktanya

    Jakarta – Setiap laki-laki memiliki durasi yang berbeda-berbeda saat bercinta hingga mencapai ejakulasi. Hal ini karena setiap pria memiliki kesehatan seksual yang tentunya tidak sama. Jika dalam waktu dua menit seorang laki-laki sudah ejakulasi, apakah termasuk ejakulasi dini?

    Menjawab hal ini, spesialis andrologi Eka Hospital BSD dr Christian Christopher Sunnu, Sp.And mengatakan sebenarnya ejakulasi dini dibagi menjadi dua jenis, yakni lifelong dan acquired.

    “Kalau lifelong itu dari awal dia selalu hubungan (penetrasi) di bawah satu menit (sudah ejakulasi), itu yang jenis pertama. Kalau dia juga dari awal ejakulasi selalu dua menit, itu juga kena lifelong,” kata dr Sunnu saat media gathering di Tangerang Selatan, Kamis (19/12/2024).

    “Kedua jenis yang ‘didapat’ (acquired), awalnya dia bisa ejakulasi 5-10 menit, terus mungkin dia kena kecemasan, hipertensi, gula darah tinggi dia jadi ejakulasi di bawah tiga menit. Kalau awalnya bisa sepuluh menit, terus jadi 2 menit, dia kena yang acquired,” sambungnya.

    dr Sunnu menambahkan untuk menyembuhkan ejakulasi dini jenis lifelong bisa menggunakan obat dan psikoterapi. Hal ini karena kecemasan menjadi salah satu biang kerok terjadinya ejakulasi dini.

    “Sering kasusnya gini, pasien datang ke saya belum berhubungan sama sekali. Terus dia menikah, malam pertama, istrinya baru buka pakaian dia langsung ‘keluar’, jadi belum sempat penetrasi. Saat terjadi berulang kali, dia jadi trauma,” kata dr Sunnu.

    Secara umum, menurut dr Sunnu ada durasi waktu tertentu yang bisa menjadi patokan apakah seorang laki-laki ejakulasi dini atau tidak.

    “Di bawah tiga menit itu tidak normal,” tuturnya.

    Selain klimaks yang terlalu cepat, lanjut dr Sunnu, durasi yang dibutuhkan untuk ejakulasi yang terlalu lama juga tidak baik untuk kesehatan seksual. Biasanya, mereka yang memiliki waktu lama untuk ejakulasi karena adanya kebiasaan seksual yang tidak lazim.

    “Kalau di atas 45 menit (baru ejakulasi) itu kelamaan, nggak normal juga. Namanya traumatic masturbation syndrome, atau kebiasaan masturbasi yang aneh,” tutupnya.

    (dpy/up)

  • Tidak Keluar Darah saat Malam Pertama, Tanda Tak Perawan? Seksolog Ungkap Faktanya

    Tidak Keluar Darah saat Malam Pertama, Tanda Tak Perawan? Seksolog Ungkap Faktanya

    Jakarta – Sudah mau 2025, masih ada saja mitos yang mengaitkan selaput dara dengan keperawanan. Sebagian orang masih percaya bahwa keperawanan wanita dapat diketahui dari keutuhan hymen, jaringan yang menutupi lubang vagina ini.

    Akibatnya, wanita yang melakukan hubungan seksual pertama kali dan tidak mengalami perdarahan ringan dianggap sudah tidak perawan. Pemikiran yang mengaitkan selaput dara dan keperawanan ini sebenarnya salah.

    Selaput dara yang sudah robek tidak selalu menandakan bahwa wanita sudah tidak lagi perawan. Faktanya, robeknya selaput dara tidak hanya disebabkan oleh hubungan seksual, tetapi juga bisa disebabkan hal lain yang mungkin tidak disadari oleh wanita itu sendiri.

    “Mitos, istilah dalam medis itu tidak ada istilah perawan,” tegas seksolog, dr Haekal Anshari, M.Biomed (AAM) saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2024).

    @detikhealth_official Apa betul kalau tidak keluar darah saat malam pertama tandanya sudah tidak per*wan, detikers? Ternyata mitos! Penasaran dengan penjelasannya? simak sampai akhir video ya, detikers😉 #mitosfakta #kesehatanseksual #bercinta #detikcom ♬ Walking Around – Instrumental Version – Eldar Kedem

    dr Haekal mengatakan selaput dara atau hymen merupakan selaput tipis yang ada di depan rongga vagina. Setiap wanita memiliki bentuk selaput dara yang berbeda-beda.

    “Ada bentuknya full, ada yang setengah, bahkan ada yang perempuan yang terlahir tanpa memiliki hymen,” imbuhnya lagi.

    Selaput dara ini bisa luka tanpa harus melakukan hubungan seksual. Misalnya, terjatuh atau terlalu aktif berolahraga.

    Bahkan, kata dr Haekal, hubungan penetrasi sekalipun tak selalu bisa melukai selaput dara.

    (suc/up)

  • Awas! Mendengkur Bisa Picu Masalah Jantung, Ini Penjelasan Medisnya

    Awas! Mendengkur Bisa Picu Masalah Jantung, Ini Penjelasan Medisnya

    Jakarta

    Mendengkur sering dianggap sebagai gangguan tidur yang umum dan tidak berbahaya. Namun, mendengkur juga dapat menjadi tanda dari kondisi medis serius.

    Gangguan ini tidak hanya memengaruhi kualitas tidur tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan jantung, termasuk risiko gagal jantung.

    Dikutip dari Healthline, mendengkur bukan sekadar gangguan berisik. Kondisi ini bisa menjadi tanda sleep apnea, yakni kondisi yang memicu henti napas saat tidur, meskipun tidak semua yang mendengkur mengalami gangguan ini.

    Bagi pengidap sleep apnea, mendengkur dapat meningkatkan risiko kondisi serius seperti gagal jantung.

    Gagal jantung, atau yang dikenal sebagai gagal jantung kongestif, merupakan kondisi kronis dan progresif yang memerlukan penanganan medis. Kondisi ini berkembang ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

    Salah satu faktor risiko gagal jantung adalah sleep apnea, gangguan yang menyebabkan pernapasan terhenti secara berulang selama tidur.

    Ada dua jenis utama apnea tidur:

    1. Obstructive Sleep Apnea (OSA)

    Jenis ini paling umum dan dapat menyebabkan gagal jantung, hipertensi, aritmia, serta stroke.

    2. Central Sleep Apnea (CSA)

    Lebih jarang terjadi, kondisi ini terjadi ketika otak gagal mengirimkan sinyal ke otot pernapasan, meskipun mendengkur kurang terkait dengan CSA.

    Tidak semua kasus mendengkur berhubungan dengan risiko gagal jantung. Namun, mendengkur yang kronis dan keras bisa menjadi indikasi sleep apnea. Karena sleep apnea memiliki kaitan erat dengan gagal jantung dan komplikasi serius lainnya, penting untuk mengenali penyebab mendengkur agar dapat ditangani dengan tepat.

    Obstructive sleep apnea (OSA) menyebabkan gangguan napas yang berlangsung hingga 20-30 kali per jam selama tidur. Kondisi ini menurunkan kadar oksigen dalam darah, sehingga otak memicu tubuh untuk terbangun dan menarik napas dalam-dalam.

    Meskipun pengidap mungkin tidak menyadari hal ini, peristiwa tersebut bisa terjadi ratusan kali semalam.

    Lonjakan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin selama gangguan tidur dapat meningkatkan risiko gagal jantung, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung. Selain itu, sentakan konstan saat bangun tidur memberi tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular.

    Kurangnya tidur regeneratif juga berdampak buruk pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk fungsi jantung.

    (up/up)

  • Ini 8 Penyebab Kenapa Sendawa Terus dan Cara Mengatasinya

    Ini 8 Penyebab Kenapa Sendawa Terus dan Cara Mengatasinya

    Jakarta – Sendawa atau yang benar ditulis serdawa adalah suatu proses ketika tubuh mengeluarkan udara berlebih dari saluran pencernaan bagian atas. Biasanya, sendawa berlangsung hanya beberapa saat dan bisa hilang dengan sendirinya.

    Namun, dalam sejumlah kasus banyak orang yang mengalami sendawa terus-menerus. Kondisi ini bikin tidak nyaman karena bisa mengganggu aktivitas.

    Lalu, kenapa sendawa terus-menerus dan sulit berhenti? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Kenapa Sendawa Terus-Menerus?

    Dikutip dari Healthline, sendawa dapat terjadi karena masuknya udara secara cepat ke saluran pencernaan sehingga terjadi kontraksi otot pernapasan diafragma. Lalu, sendawa yang berasal dari lambung disebabkan oleh relaksasi otot sfingter kerongkongan bawah untuk mencegah terkumpulnya udara di lambung.

    Selain itu, ada penyebab lain kenapa sendawa terjadi secara terus-menerus. Mengutip laman Web MD, ini sejumlah penyebabnya:

    Minum atau makan terlalu cepatBerbicara sambil makanMinum dan makan dengan gigi palsu yang tidak pasMengkonsumsi minuman berkarbonasi (soda) dan bir terlalu banyakMerokokMenghisap permen terlalu lamaMengunyah permen karet sambil menelan udaraMerasa gugup atau terlalu bersemangat.

    Dalam beberapa kasus, penyebab sendawa bisa disertai dengan gejala lain, salah satunya sakit perut. Hal tersebut umumnya disebabkan oleh:

    Aerophagia, yakni menelan udara baik secara sengaja maupun tidakMengalami gastritis, yakni adanya peradangan di lapisan lambungMengalami GERD (Gastroesophageal reflux disease), yakni suatu kondisi di mana asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan (refluks asam)

    Sendawa yang terus-menerus bisa jadi pertanda terserang infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Soalnya, salah satu gejala yang muncul akibat bakteri ini adalah perut terasa kembung dan sendawa.

    Dalam beberapa kasus, sejumlah orang mengalami sindrom magenblase, yakni suatu kelainan langka yang ditandai dengan menelan udara secara banyak setelah makan. Hal ini menimbulkan gelembung gas dalam jumlah besar di dalam perut, sehingga menyebabkan nyeri serta sendawa terus-menerus.

    Apabila kamu terus bersendawa dan terasa sangat tidak nyaman, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Cara Mengatasi Sendawa

    Sendawa memang bisa hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa orang mengalami sendawa yang berlangsung cukup lama sehingga bikin tidak nyaman.

    Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara mudah mengatasi sendawa. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Lakukan Sedikit Gerakan

    Cara yang pertama adalah dengan melakukan sedikit gerakan. Jika detikers mengalami sendawa setelah makan, cobalah untuk melakukan sedikit gerakan seperti berjalan mengelilingi ruang tamu. Cara ini dapat membantu melancarkan pencernaan.

    2. Minum Teh Jahe

    Minum teh jahe setelah makan dapat membantu mengatasi sendawa. Soalnya, jahe dapat meredakan iritasi saluran cerna sekaligus mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

    3. Minum Teh Chamomile

    Teh chamomile bisa menjadi pilihan alternatif untuk meredakan sendawa. Teh herbal ini dipercaya mampu mencegah refluks asam.

    Tips Mencegah Sendawa

    Walau bisa diatasi, tapi sebaiknya dilakukan pencegahan sejak dini. Dilansir situs Cleveland Clinic, berikut sejumlah tips mencegah sendawa:

    Makan dan minum dengan perlahanKurangi minum-minuman bersoda atau yang mengandung alkoholMakan dalam porsi yang cukup dalam satu waktuHindari mengkonsumsi makanan yang terlalu panas atau dinginBerhenti merokok.

    Demikian delapan penyebab kenapa sendawa terus-menerus dan cara mengatasinya. Semoga membantu.

    (ilf/fds)