Category: Detik.com Kesehatan

  • Galon Terpapar Matahari Dinilai Aman, Padahal Langgar Aturan BPOM

    Galon Terpapar Matahari Dinilai Aman, Padahal Langgar Aturan BPOM

    Jakarta – Dampak paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama pada distribusi dan penyimpanan galon air minum dalam kemasan (AMDK) menjadi fokus perhatian otoritas keamanan dan mutu pangan di berbagai negara.

    Pasalnya, galon yang terpapar sinar matahari memiliki potensi risiko migrasi senyawa Bisphenol A (BPA), yakni senyawa yang kerap digunakan bahan dalam pembuatan jenis plastik polikarbonat, dari kemasan ke dalam air.

    Namun, sejumlah pihak yang mengaku pakar kemasan plastik, justru memberikan pernyataan yang berbeda. Pakar tersebut memastikan tidak ada yang keliru dengan cara distribusi galon guna ulang bahan polikarbonat di Indonesia. Meski terkena sinar matahari, menurutnya hal itu tidak akan memicu migrasi senyawa Bisphenol A (BPA).

    Hal ini tak sejalan dengan hasil riset Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebelumnya, BPOM telah melakukan riset terkait risiko migrasi BPA pada galon air minum. Dari dua kali pengujian skala nasional pada 2021-2022, BPOM mendapati level migrasi BPA pada galon bermerek di sejumlah provinsi telah melewati ambang batas aman yang ditetapkan.

    Menurut BPOM, temuan tersebut menunjukkan level migrasi BPA pada galon yang beredar di pasar cenderung mengkhawatirkan. Oleh karena itu, pelabelan bahaya BPA dianggap sebagai regulasi yang tepat untuk mendidik masyarakat akan risiko BPA.

    Senada, pakar polimer Mochamad Chalid mengatakan paparan suhu matahari pada saat proses distribusi kemasan galon isi ulang berpotensi memicu migrasi BPA ke dalam air minum di dalamnya.

    “Peluruhan BPA sangat tergantung pada suhu, dan berapa lama galon kemasan air minum isi ulang itu disimpan atau digunakan, yang bisa berdampak terjadinya migrasi BPA ke dalam produk air minum dalam kemasan,” kata Chalid dalam keterangan tertulis, Senin (23/12/2024).

    Di banyak daerah, terutama Jawa, distribusi galon air minum menggunakan truk tanpa terpal dari pabrik ke pusat-pusat distribusi lintas kabupaten dan provinsi telah menjadi pemandangan umum.

    Setiap harinya, berjuta-juta galon bergerak di atas truk terbuka ke banyak fasilitas distribusi, ikut bermacet-macetan di jalan, terpapar debu, polusi kendaraan, hujan dan sinar matahari. Saat galon telah sampai ke pengecer, galon kerap diletakkan begitu saja di luar area toko dan kembali terpapar sinar matahari langsung.

    Padahal, menurutnya, hal tersebut melanggar peraturan BPOM No 6 Tahun 2024 Pasal 48A tentang cara penyimpanan air minum dalam kemasan. Aturan tersebut menganjurkan untuk menyimpan air minum dalam kemasan “…di tempat bersih dan sejuk, hindarkan dari matahari langsung, dan benda-benda berbau tajam.”

    Sebagai informasi, BPA dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan atau minuman yang disimpan dalam wadah plastik yang mengandung BPA. Paparan BPA sangat berbahaya bagi kesehatan.

    Penelitian terbaru menunjukkan paparan BPA dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker otak dan kanker darah seperti leukemia.

    (ega/ega)

  • Mantap! Nenek Umur 90 Rutin Olahraga Angkat Beban, Staminanya Nggak Diragukan

    Mantap! Nenek Umur 90 Rutin Olahraga Angkat Beban, Staminanya Nggak Diragukan

    Jakarta

    Seorang nenek berusia 90 tahun di Taiwan membuat warganet terpukau dengan kekuatannya. Nenek bernama Cheng Chen Chin-Mei itu masih melakukan olahraga angkat beban seberat 35 kg ke pinggangnya dengan percaya diri.

    Cheng Chen mulai menjalani olahraga angkat beban sejak tahun lalu. Cucunya mengarahkannya untuk menekuni olahraga tersebut setelah Cheng Chen didiagnosis mengidap penyakit Parkinson.

    Ia menganggap latihan tersebut dapat membantunya memperbaiki postur tubuhnya.

    Aksi Cheng Chen dan 44 orang lainnya yang berusia 70 tahun ke atas dalam kompetisi angkat beban juga disaksikan oleh keluarga beserta ratusan penonton lainnya.

    Dalam kompetisi tiga ronde, Cheng Chen mengangkat beban sebanyak 45 kg menggunakan barbel berbentuk heksagonal. Alat itu dikatakan memberi pengangkat beban lebih banyak stabilitas dan pilihan untuk mencengkeram.

    “Saya ingin memberitahu semua orang tua untuk ikut latihan. Anda tidak perlu bekerja sangat keras, tetapi ini untuk tetap sehat,” terangnya kepada Reuters.

    Cheng Chen bukan satu-satunya nonagenarian dalam kompetisi tersebut. Peserta tertua dalam kompetisi tersebut berusia 92 tahun.

    “Hex bar deadlift adalah latihan yang mudah. Mirip dengan squat atau duduk dan berdiri,” kata pelatih kepala di LKK Wellness, Cheng Yu-shao.

    “Latihan ini dapat membantu mencegah kehilangan otot dan meminimalkan risiko jatuh,” sambungnya.

    Selama latihan, Cheng Chen mengatakan latihan beban itu membantunya mengatasi beberapa masalah kesehatannya.

    “Bahu saya menjadi lebih ringan setelah beberapa waktu latihan terus-menerus,” katanya.

    Ketika memenangkan kompetisi, Cheng Chen mendapatkan medali dan sertifikat. Namun, ia tetap merasa bangga dan bahagia dengan respons yang diberikan penontonnya.

    (sao/kna)

  • Wanti-wanti Dokter Gizi Buat yang Pingin Coba Diet Tiongkok di 2025

    Wanti-wanti Dokter Gizi Buat yang Pingin Coba Diet Tiongkok di 2025

    Jakarta – Diet ‘Tiongkok’ menjadi salah satu metode untuk menurunkan berat badan yang sempat viral di media sosial TikTok pada tahun 2024. Metode diet ini diklaim mampu membantu menurunkan berat badan hingga 10 kg hanya dalam waktu lima hari saja.

    Video diet itu awalnya viral di Xiao Hong Shu, platform media sosial mirip Instagram di China. Dalam unggahan video, seorang wanita mengaku berat badannya berkurang hingga 10 kg dalam waktu kurang dari seminggu.

    Seseorang yang melakukan diet ini hanya mengonsumsi satu jenis makanan dalam satu hari. Setiap harinya selama lima hari, pelaku diet menyantap satu jenis makanan yang berbeda-beda, baik itu protein, sayuran, buah, atau cairan.

    Meskipun menawarkan hasil yang terbilang menggiurkan, spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan diet ini sebenarnya tidak direkomendasikan.

    “Sebenarnya berbahaya. Nanti ada hari yang kira-kira cukup (nutrisinya) dan ada hari-hari yang kurang. Kemudian badan kita itu didesain untuk menerima semua nutrisi itu setiap hari, jadi nggak dibagi-bagi kayak gitu,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/12/2024).

    “Makanan yang masuk ke dalam mulut kita itu seharusnya selalu ada dagingnya, ada karbohidratnya, ada sayurnya, lengkap,” sambungnya.

    dr Oki menambahkan, memang diet ‘Tiongkok’ ini bisa menurunkan berat badan yang cepat. Namun, ketidakseimbangan nutrisi juga bisa berisiko mengganggu aktivitas harian.

    “Iya bisa dikatakan ekstrem. Nanti juga nggak memuaskan hasilnya. Misalnya ada hari yang makan kentang aja, nanti ada hari yang makan daging aja, mungkin senang ya kan. Tapi besoknya yang dimakan apa? Sayur seharian,” katanya.

    “Terus nggak masuk kerja dong, bisa lemas. Tenaganya dari mana?” sambungnya.

    Menurut dr Oki, kekurangan nutrisi ini dapat membuat seseorang terkena anemia atau kekurangan sel darah merah. Hal ini bisa berakibat pada tubuh yang menjadi pucat.

    “Bisa juga mudah sakit, gampang batuk pilek biasanya. Kalau ada luka sulit sembuh, kemudian kalau saya perhatikan itu rambut gampang rontok. Kalau pada perempuan, menstruasinya terganggu, bisa nggak menstruasi,” tutupnya.

    (dpy/up)

  • Ada Wawancara Tanya Isi Saldo Rekening di Seleksi PPDS, Kemenkes Buka Suara

    Ada Wawancara Tanya Isi Saldo Rekening di Seleksi PPDS, Kemenkes Buka Suara

    Jakarta – Kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah dugaan janggal besaran biaya penunjang program pendidikan dokter spesialis (PPDS) yang relatif berbeda di setiap prodi fakultas kedokteran (FK) universitas. Dalam tahapan wawancara seleksi calon dokter spesialis, hal tidak biasa juga dialami sekitar 80 peserta dari 1.400-an responden yang disurvei. Masing-masing ditanya tentang isi saldo rekening.

    Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Azhar Jaya menilai proses pendidikan, terlebih di bidang kedokteran memang memerlukan pengorbanan lebih banyak, baik dari segi waktu maupun biaya. Namun, tidak seharusnya seleksi wawancara melibatkan pertanyaan semacam itu.

    “Jika masalah saldo rekening dijadikan bahan pertimbangan, menurut saya tidak perlu lah seperti itu,” tegas Azhar saat dihubungi detikcom, Senin (23/12/2024).

    Sementara terkait biaya penunjang PPDS seperti kas kelas, menurut Azhar masih bisa dipertimbangkan dengan sejumlah catatan.

    “Jika terkait langsung dengan pendidikan dan jumlahnya saya yakin juga tidak akan memberatkan, namun jika kas kelas ini dipergunakan untuk biaya penunjang yang lain seperti untuk dosen, senior, aktivitas di luar pendidikan maka jumlahnya bisa jutaan dan akan memberatkan residen. Ini yang tidak boleh,” tandas dia.

    Temuan KPK menunjukkan 26,05 persen responden merogoh kocek Rp 1 hingga 5 juta setiap semester sebagai kebutuhan penunjang PPDS. Baik untuk biaya listrik, wifi, kebersihan, hingga ruangan jaga atau tempat berkumpul para residen. Sementara 5,42 persen lainnya, mengaku mengeluarkan uang lebih besar. Bahkan, di kisaran Rp 5 hingga Rp 25 juta per semester untuk kebutuhan yang sama.

    “Pada saat pendalaman wawancara dikatakan memang untuk menunjang kegiatan para residen pada program studi tertentu seperti bedah dan anestesi yang juga membutuhkan fasilitas penunjang lain yang tidak seluruhnya disediakan oleh program studi/fakultas maupun RS pendidikan,” demikian lapor kajian KPK, dikutip Minggu (22/12/2024).

    Sejumlah uang tersebut diklaim masih berkaitan dengan pendidikan. Sebab, uang semester ke universitas saja, dinilai tidak cukup. Terlebih, belum ada perhitungan semua komponen seperti pada program sarjana di perguruan tinggi negeri, dengan bentuk uang kuliah tunggal.

    “Seharusnya tidak ada biaya tambahan lagi yang berkaitan dengan pendidikan.”

    “Pengeluaran yang juga menjadi beban para peserta PPDS ialah biaya lain terkait pendidikan yang harus dikeluarkan mencapai Rp 200 juta. Dalam keterangan pendalaman melalui interview, responden mengatakan harus mengeluarkan biaya tersebut untuk kegiatan seperti seminar akademik, konferensi ilmiah, pembelian alat kesehatan, dan barang medis habis pakai baik untuk pribadi maupun kolektif, dan hal lain untuk menunjang kegiatan pendidikan PPDS,” lapor KPK.

    Saksikan juga Sosok: Warung Makan Gratis, Sedekah Rasa Bunda Mira

    (naf/kna)

  • Butuh Berapa Banyak Protein untuk Membentuk Otot? Begini Hitung-hitungan Ilmiahnya

    Butuh Berapa Banyak Protein untuk Membentuk Otot? Begini Hitung-hitungan Ilmiahnya

    Jakarta

    Protein merupakan sebagai elemen utama dalam pembentukan otot. Memahami peran penting protein, seseorang dapat mengoptimalkan asupan sesuai kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan otot.

    Lalu, seberapa banyak protein yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk mendukung proses ini?

    Dikutip dari Very Well Health, untuk membangun massa otot, tubuh membutuhkan sekitar 1,2-1,7 gram protein per kilogram berat badan. Kebutuhan ini tidak bersifat pasti, melainkan bergantung pada berbagai aspek seperti tujuan kesehatan, tingkat aktivitas, serta kondisi fisik individu.

    Bagi orang dewasa pada umumnya, rekomendasi asupan protein berdasarkan Recommended Dietary Allowance (RDA) adalah sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan per hari.

    Jumlah ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar tubuh tanpa memperhitungkan aktivitas fisik intensif atau tujuan kebugaran tertentu.

    Namun, penelitian terkini menunjukkan bahwa angka ini mungkin tidak memadai untuk mendukung tubuh dalam situasi tertentu, seperti saat mengalami stres akibat pembatasan kalori atau aktivitas fisik yang rutin. Oleh karena itu, beberapa ahli menyarankan agar pedoman ini dievaluasi ulang.

    Individu yang aktif secara fisik atau atlet sering kali memerlukan asupan protein lebih tinggi, sekitar 1,2-2,0 gram per kilogram berat badan per hari, tergantung pada intensitas latihan, usia, dan faktor lainnya.

    Remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan juga memiliki kebutuhan protein yang lebih besar, demikian pula dengan orang dewasa yang lebih tua, yang membutuhkan protein dalam jumlah serupa untuk mencegah penurunan massa otot akibat penuaan.

    Protein terdiri dari asam amino, yang berperan sebagai “bahan penyusun” jaringan otot. Saat melakukan latihan kekuatan, serat otot mengalami kerusakan kecil yang kemudian diperbaiki melalui proses sintesis protein otot.

    Proses ini membutuhkan asupan asam amino esensial dari makanan untuk memperbaiki dan memperkuat jaringan otot. Kekurangan protein dapat menghambat proses pemulihan ini, sehingga memengaruhi kemampuan tubuh dalam membangun massa otot.

    Selain itu, asupan protein yang cukup membantu mencegah kerusakan otot, terutama pada saat tubuh menjalani aktivitas fisik intensif atau pembatasan kalori. Misalnya, dalam proses penurunan berat badan, asupan protein yang memadai sangat penting untuk menjaga massa otot, sehingga penurunan berat badan hanya berfokus pada pengurangan lemak tubuh.

    (up/up)

  • Nggak Kaleng-kaleng Khasiatnya, Rutin Makan Buah Naga Bisa Cegah Penyakit Ini

    Nggak Kaleng-kaleng Khasiatnya, Rutin Makan Buah Naga Bisa Cegah Penyakit Ini

    Jakarta

    Buah naga (dragon fruit) atau disebut hylocereus, merupakan buah yang tumbuh pada kaktus merambat. Tanaman ini berasal dari kata Yunani “hyle” yang berarti berkayu, dan kata latin “cereus” yang berarti lilin.

    Dari luar, buah ini tampak seperti umbi berwarna merah muda atau kuning menyala dengan daun hijau seperti duri yang menjulang seperti api di sekelilingnya.

    Orang Amerika Tengah menyebut buah naga dengan sebutan pitaya. Di beberapa bagian Asia, buah ini disebut buah pir stroberi, sedangkan di India, buah ini disebut Kamalam, yang diambil dari nama Sansekerta untuk bunga teratai.

    Buah naga memiliki beberapa warna. Spesies utama memiliki kulit berwarna merah atau merah muda. Sementara yang lebih jarang, kulit berwarna kuning. Daging buah di dalamnya bisa berwarna merah atau putih.

    Dalam satu porsi buah naga, terdapat sejumlah nutrisi yang terkandung di dalamnya. di antaranya:

    Kalori: 103Lemak : 0,2 gramProtein : 0,6 gramKarbohidrat: 27 gramSerat: 6 gramGula: 18 gramVitamin C : 8 miligramKalsium : 16 miligramZat besi: 0,3 miligramMagnesium : 13 miligram

    Buah naga memiliki banyak manfaat kesehatan yang potensial, meskipun penelitiannya sebagian besar masih dalam tahap awal. Dikutip dari WebMD, berikut sejumlah manfaat mengonsumsi buah naga.

    1. Mencegah Kanker dan Penuaan Dini

    Buah naga kaya akan antioksidan seperti flavonoid, asam fenolik, dan betasianin. Zat alami ini melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, molekul yang dapat menyebabkan penyakit seperti kanker dan penuaan dini.

    2. Meredakan Sembelit

    Buah naga merupakan sumber serat yang sangat baik, yang dapat melunakkan tinja dan membantu seseorang buang air besar. Seperti beberapa buah lainnya, buah naga dapat berfungsi sebagai pencahar ringan.

    Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan zat dalam buah naga dapat membantu menurunkan gula darah dengan meregenerasi sel-sel yang rusak di pankreas, yang menghasilkan insulin, hormon yang membantu tubuh mengelola gula darah.

    4. Meningkatkan kesehatan usus.

    Buah naga mengandung prebiotik, yaitu serat yang memberi makan bakteri sehat yang disebut probiotik di usus. Memiliki lebih banyak prebiotik dalam sistem tubuh dapat meningkatkan keseimbangan bakteri baik dan jahat di usus.

    Secara khusus, buah naga meningkatkan pertumbuhan probiotik lactobacilli dan bifidobacteria. Di usus, bakteri ini dan bakteri bermanfaat lainnya dapat membantu Anda melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Bakteri ini juga membantu mencerna makanan.

    5. Mengurangi Peradangan

    Studi laboratorium menunjukkan bahwa senyawa dalam daging buah dan kulit buah naga dapat mengurangi peradangan, yang berperan dalam banyak penyakit.

    (suc/kna)

  • Angka Harapan Hidup AS Naik Lagi, Sempat ‘Jeblok’ saat Pandemi COVID-19

    Angka Harapan Hidup AS Naik Lagi, Sempat ‘Jeblok’ saat Pandemi COVID-19

    Jakarta

    Angka harapan hidup di Amerika Serikat meningkat seiring dengan menurunnya angka kematian akibat COVID-19 dan overdosis obat.

    Pada tahun 2019, seseorang yang lahir di AS memiliki harapan hidup 79 tahun. Pada tahun 2020, karena pandemi COVID-19, harapan hidup turun menjadi 77 tahun. Pada tahun 2021, harapan hidup turun lagi – menjadi 76,1 tahun.

    Setelah turun 2,4 tahun antara tahun 2019 dan 2021, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mencatat angka harapan hidup meningkat hampir setahun penuh pada tahun 2023. Orang yang lahir pada tahun 2023 kini diperkirakan hidup selama 78,4 tahun, meski masih ada sedikit perbedaan dari data sebelum pandemi yakni 78,8 tahun.

    “Peningkatan yang terjadi tahun ini – 0,9 tahun – belum pernah terjadi sebelum pandemi,” kata Ken Kochanek, seorang ahli statistik di Pusat Statistik Kesehatan Nasional yang turut menulis laporan tersebut kepada NBC Bews.

    “Harapan hidup di Amerika Serikat tidak pernah naik atau turun lebih dari sepersepuluh atau dua persepuluh. Namun, ketika COVID terjadi, terjadi penurunan yang sangat besar, dan sekarang kita mengalami penurunan COVID yang sangat besar. Jadi, terjadi peningkatan harapan hidup yang sangat besar,” jelas dia.

    Temuan baru ini didasarkan pada analisis sertifikat kematian dari seluruh 50 negara bagian dan Washington, D.C. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kematian keseluruhan untuk populasi AS menurun sebesar 6 persen.

    Namun, Kochanek mencatat bahwa penurunan kematian akibat COVID tidak berarti ancaman virus tersebut telah hilang.

    “Itu tidak akan hilang sepenuhnya,” katanya, seraya menambahkan bahwa belum diketahui apakah kematian akan terus menurun sebelum mencapai tingkat tahunan yang lebih dapat diprediksi.

    Menurut laporan baru tersebut, lima penyebab kematian teratas di AS tahun lalu adalah penyakit jantung, kanker, cedera yang tidak disengaja, stroke, dan penyakit pernapasan bawah kronis. Angka kematian turun pada sembilan dari 10 penyebab teratas pada tahun 2023, sementara angka kematian akibat kanker tetap tidak berubah.

    (kna/kna)

  • Ingin Turun 10 Kg dalam 2 Bulan dengan Diet Mentimun? Catat Saran Dokter Gizi

    Ingin Turun 10 Kg dalam 2 Bulan dengan Diet Mentimun? Catat Saran Dokter Gizi

    Jakarta – Ingin memasukkan diet mentimun dalam resolusi diet tahun baru? Boleh-boleh saja, tapi sebaiknya simak saran dokter gizi karena diet ini tidak 100 persen aman.

    Diet mentumin pertama kalil dipopulerkan oleh salah seorang koki di Jepang bernama Nozaki Hiromitsu. Baru-baru ini, ia mengejutkan publik dengan penampilan terbarunya karena sebuah metode diet mentimun miliknya. Nozaki mengklaim berhasil menurunkan berat badan hingga 11 kg hanya dalam waktu dua bulan.

    Dikutip dari VN Express, metode diet mentimun ini memiliki dua aturan sederhana. Pertama adalah seseorang mengonsumsi mentimun sebelum makan, kedua kunyah mentimun tersebut selama 20 kali di setiap gigitannya.

    Nozaki mengaku dirinya rutin mengonsumsi mentimun mentah setiap hari. Terlebih di daerah tempat tinggalnya yakni Fukushima, mentimun merupakan komoditi unggulan.

    Nozaki mengaku mulai mengkonsumsi mentimun kapan saja saat merasa lapar. Bahkan, dirinya kerap mengganti menu sarapan dan makan malamnya hanya dengan mentimun.

    Tentunya, diet yang dilakukan Nozaki menarik perhatian banyak masyarakat dan mungkin saja metode ini akan ditiru oleh banyak orang di Indonesia agar bisa membantu menurunkan berat badan.

    Namun, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum mencoba metode diet mentimun ala Nozaki tersebut.

    Spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan timun memang dikenal sebagai golongan sayuran yang tinggi serat dan vitamin.

    Menurut dr Oki, mereka yang ingin mencoba diet mentimun harus memerhatikan nutrisi harian lain yang wajib dipenuhi seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Hanya mengonsumsi timun sepanjang hari tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

    “Kalau mau diet mentimun, bisa dilakukan sebagai selingan. Jadi makan pagi porsinya kecil, kemudian setelah dua jam bisa makan timun sebagai selingan untuk mengganjal perut, jadi buat ngisi perut,” kata dr Oki kepada detikcom, Jumat (13/12/2024).

    “Misalnya sudah makan timun jam 9 pagi, nanti jam 12 makan siangnya bisa setengah porsi karena sudah kenyang makan timun tadi,” sambungnya.

    dr Oki menegaskan untuk tidak hanya mengonsumsi timun saja untuk membuat perut kenyang. Hal ini memang dapat menurunkan berat badan dengan cepat, namun ada masalah kesehatan yang juga menanti.

    “Dari yang biasanya kita makan (normal) pagi, siang, malam tiba-tiba hanya makan timun yang hampir nggak ada kalorinya. Turunnya luar biasa cepat, tapi risikonya juga tinggi dan kemungkinan akan bisa kembali dengan cepat lagi berat badannya,” katanya.

    (dpy/up)

  • Imbauan Dekan FKUI Buat Warga +62 yang Mau Liburan ke Singapura

    Imbauan Dekan FKUI Buat Warga +62 yang Mau Liburan ke Singapura

    Jakarta

    Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit yang timbul di momen liburan. Khususnya bagi mereka yang berencana melancong ke Singapura.

    “Hati-hati untuk masyakat yang akan liburan bersama anak2 akhir tahun ke Singapura , sedang terjadi peningkatan drastis kasus batuk rejan di Singapura,” kata Prof Ari melalui akun X pribadinya dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Senin (23/12/2024).

    Sebelumnya diberitakan ada 108 kasus batuk rejan yang tercatat Singapura pada tahun 2024 hingga minggu lalu, sementara hanya 19 kasus yang tercatat sepanjang tahun 2023. Lonjakan kasus ini diperkirakan terakit dengan liburan akhir tahun serta orang dewasa yang sudah kurang kekebalan tubuhnya karena mereka divaksinasi lebih dari satu dekade yang lalu.

    Batuk rejan, yang sangat menular, biasanya menyebar melalui pasien yang batuk, bersin, atau bernapas sangat dekat dengan orang lain.

    Di samping itu, Prof Ari juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan kesehatan saat liburan akhir tahun. Untuk mencegah terjadinya perubahan suhu tubuh yang mendadak, Prof Ari menyarankan siapkan jaket ketika berlibur di tempat dingin.

    “Tetap mengonsumsi sayur dan buah2an, tetap olahraga dan kalau perlu menginsumsi vitamin agar sehat dan bisa liburan dengan menyenangkan. buat masyarakat yang punya masalah kesehatan agar konsultasi dulu dengan dokter sebelum melalukan liburan panjang ini,” tandasnya.

    (kna/kna)

  • Manfaat Minyak Ikan Bagi Kesehatan, Termasuk Redakan Gejala Asma

    Manfaat Minyak Ikan Bagi Kesehatan, Termasuk Redakan Gejala Asma

    Jakarta – Omega-3 dikenal sebagai salah satu nutrisi yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Kandungan ini dapat ditemukan dalam ikan, minyak ikan, serta beberapa jenis makanan lainnya.

    Minyak ikan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut adalah berbagai manfaat minyak ikan dikutip dari Healthline.

    1. Mendukung Kesehatan Jantung

    Penelitian menunjukkan bahwa individu yang rutin mengonsumsi ikan memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung.

    Omega-3 yang terkandung dalam ikan atau minyak ikan dapat membantu menurunkan kolesterol, mengurangi kadar trigliserida, menurunkan tekanan darah, serta mencegah pembentukan plak di pembuluh darah.

    Selain itu, terdapat bukti moderat bahwa omega-3 dapat mengurangi tingkat keparahan dan kematian akibat penyakit jantung, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami peran omega-3 dalam mencegah stroke atau menurunkan angka kematian akibat stroke.

    2. Membantu Mengatasi Kondisi Kesehatan Mental

    Sekitar 20 persen dari berat otak terdiri atas asam lemak tak jenuh ganda, termasuk omega-3. Oleh karena itu, omega-3 sangat penting untuk menjaga fungsi otak.

    Penelitian menunjukkan bahwa pengidap gangguan kesehatan mental tertentu memiliki kadar omega-3 lebih rendah dalam darah. Mengonsumsi lebih banyak omega-3 dapat membantu mencegah munculnya gejala atau memperbaiki kondisi seperti depresi.

    3. Mengurangi Peradangan

    Omega-3 dalam minyak ikan memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan kronis.

    Hal ini bermanfaat bagi pengidap gangguan inflamasi seperti rheumatoid arthritis, dengan mengurangi nyeri sendi, kekakuan, dan kebutuhan akan obat. Namun, peran omega-3 dalam penyakit radang usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD) masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

    4. Menjaga Kesehatan Kulit

    Kulit, sebagai organ terbesar tubuh, juga mendapatkan manfaat dari omega-3. Kandungan ini dapat membantu mengatasi gangguan kulit seperti psoriasis dan dermatitis, berkat sifat anti-inflamasinya.

    5. Mengurangi Lemak Hati

    Hati memiliki peran penting dalam metabolisme lemak tubuh. Suplemen minyak ikan dapat membantu meningkatkan fungsi hati dan mengurangi peradangan, sehingga bermanfaat bagi pengidap penyakit perlemakan hati nonalkoholik atau Non-Alcoholic Fatty Liver (NAFLD).

    6. Meredakan Gejala Asma dan Alergi

    Asma, yang ditandai dengan peradangan di saluran napas, semakin umum terjadi. Omega-3 diketahui dapat mengurangi peradangan terkait asma, menurunkan tingkat keparahan gejala, dan bahkan mengurangi kebutuhan obat asma. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami manfaat ini secara menyeluruh.

    (up/up)