Category: Detik.com Kesehatan

  • Heboh Pungli Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Badan Gizi Nasional Buka Suara!

    Heboh Pungli Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Badan Gizi Nasional Buka Suara!

    Jakarta

    Viral terkait dugaan pungutan biaya untuk membeli wadah makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) RI menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis tak dipungut biaya tambahan.

    Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) BGN RI Lalu Muhammad Iwan Mahardan menyampaikan bahwa program tersebut sepenuhnya gratis, dan tidak ada kewajiban biaya tambahan bagi orang tua siswa.

    Segala kebutuhan terkait program ini, termasuk perlengkapan makan, telah dipersiapkan oleh pihak penyelenggara demi memastikan tujuan program berjalan dengan lancar dan merata untuk semua siswa.

    “Program Makan Bergizi yang diinisiasi pemerintah, hadir untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses terhadap nutrisi yang mendukung tumbuh kembang mereka, tidak ada unsur pungutan, apalagi kewajiban membeli wadah makan,” ujar Lalu Iwan, dikutip dari Antara.

    Ia menjelaskan program Makan Bergizi Gratis dirancang dengan prinsip pemerataan dan aksesibilitas, sehingga tidak ada siswa yang merasa terbebani atau terkucilkan.

    “Kami memahami kekhawatiran masyarakat, dan melalui klarifikasi ini, kami ingin memastikan bahwa program ini hadir untuk meringankan beban orang tua, bukan sebaliknya,” tuturnya.

    Program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto itu menjadi salah satu upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. BGN juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika ditemukan oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari program tersebut.

    “Kita harus bersama-sama menjaga integritas program ini demi anak-anak kita, demi Indonesia yang lebih baik,” ucapnya.

    Lalu juga menegaskan, BGN terus mengawasi pelaksanaan program makan bergizi di seluruh Indonesia untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh generasi muda, utamanya bagi sasaran yang sudah ditetapkan, yakni ibu hamil, balita, hingga anak sekolah dalam rangka mempercepat penurunan stunting.

    (suc/suc)

  • Viral BPJS Kesehatan Disebut Batasi Layanan Pemeriksaan IGD-Rawat Jalan, Ini Faktanya

    Viral BPJS Kesehatan Disebut Batasi Layanan Pemeriksaan IGD-Rawat Jalan, Ini Faktanya

    Jakarta – Beredar narasi yang menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan disebut membatasi pemeriksaan Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat jalan, rawat inap, dan beberapa layanan medis lainnya.

    Hal ini diungkapkan oleh salah satu pengguna X. Pengguna itu juga menyebut BPJS Kesehatan juga membatasi obat dan jumlah pasien. Postingan tersebut pun terpantau mendapatkan 107,4 ribu views dan 2,4 ribu likes.

    “BPJS ini seperti menunggu waktu krisis saja. Sudahlah membatasi treatment di IGD, rawat jalan, rawat inap, membatasi obat, jumlah pasien, kompensasi tenaga kesehatan kecil, sampai aturan ajaib gini,” tulis @ni*****, Senin (23/12/2024).

    baca juga

    Bagaimana Faktanya?

    Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah membantah narasi tersebut. Ia menegaskan BPJS Kesehatan pada dasarnya tak melakukan pembatasan kuota layanan kesehatan bagi peserta JKN.

    Meski begitu, ia tak menampik bahwa pihak rumah sakit memiliki kewenangan untuk mengatur kapasitas layanan sehingga berpotensi tidak melayani pasien JKN jika kuota sudah penuh.

    “Kapasitas layanan yang tersedia biasanya ditentukan berdasarkan jam praktek dokter spesialis yang bertugas,” kata dia, saat dihubungi detikcom, Kamis (26/12).

    Ia juga mengatakan rumah sakit akan mengajukan jumlah kapasitas layanan yang menggambarkan kesanggupan dokter spesialis dalam menangani pasien selama jam praktek.

    “Perlu diperhatikan kembali bahwa yang terjadi bukan soal pembatasan namun mengatur agar layanan ke peserta optimal sesuai dengan kondisi pasien,” imbuhnya lagi.

    Begitu juga seorang pasien yang mengalami kondisi kritis dan memenuhi kriteria gawat darurat yang sudah ditetapkan dokter rumah sakit, maka pasien tak perlu antre.

    Sementara pelayanan pasien di poli yang menggunakan antrean tetap mempertimbangkan kapasitas dokter sebagaimana pelayanan yang terencana atau elektif.

    “Pasien yang memenuhi kriteria gawat darurat bisa langsung ke IGD,” kata Rizzky.

    baca juga

    (suc/suc)

  • Liburan, Kolesterol Aman? Catat Pesan Internis Buat yang Mau Kuliner Ugal-ugalan

    Liburan, Kolesterol Aman? Catat Pesan Internis Buat yang Mau Kuliner Ugal-ugalan

    Jakarta – Liburan terasa tidak lengkap tanpa mengeksplorasi kuliner suatu daerah. Selain untuk memanjakan perut, sesekali membebaskan diri ‘makan jorok’ saat berlibur bagi sebagian orang juga termasuk upaya menjaga kesehatan mental.

    Praktisi kesehatan dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Ray Rattu, SpPD, sependapat bahwa kesehatan mental perlu mendapat prioritas saat berlibur. Karenanya, dapat dimaklumi jika banyak orang tidak mau terlalu membatasi diri soal makan enak.

    Bagi individu yang sehat, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sesekali makan enak, meskipun mungkin nutrisinya tidak ideal, tidak akan terlalu berdampak bagi kesehatannya.

    “Kalau diperlukan detoks, artinya bahwa kita libur seminggu makan jorok, setelah berlibur upayakan kita bisa mengembalikan kondisi tubuh kita,” saran dr Ray untuk individu sehat yang ingin menikmati kulineran.

    “Kita membalas dengan olahraga, membakar (kalori), beraktivitas fisik, jalan lebih banyak lagi,” lanjutnya, dalam perbincangan dengan detikcom baru-baru ini.

    Lain halnya jika seseorang memang sudah memiliki riwayat atau faktor risiko untuk mengalami gangguan metabolik. Mau tidak mau, memang sebaiknya lebih pilih-pilih ketika ingin makan enak.

    “Harus memilih yang secara rasa enak, tapi secara nutrisi itu cukup baik untuk kondisi pasien tersebut,” saran dr Ray.

    “Percuma kalau liburan kalau tiba-tiba kaku kuduknya, nyeri, pegel, kencang di otot,” pesannya.

    (up/up)

  • Berapa Usia Ideal Menikah Bagi Wanita atau Laki-laki? Ini Kata Menteri Wihaji

    Berapa Usia Ideal Menikah Bagi Wanita atau Laki-laki? Ini Kata Menteri Wihaji

    Jakarta – Pernikahan dini bisa berdampak langsung pada kesejahteraan mental. Tekanan tidak mampu menjalani tugas sebagai orang tua dan masalah keuangan, bisa menyebabkan gangguan mental, seperti stres hingga depresi.Lantas berapa sih usia yang pas untuk menikah?

    Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Wihaji mengatakan usia perempuan yang sudah mampu berpikir secara dewasa dan matang untuk menikah adalah 21 tahun, sedangkan laki-laki 25 tahun.

    Menurutnya perempuan dan laki-laki yang menikah di usia tersebut juga memiliki mental yang cukup untuk kesiapan menjadi orang tua.

    “Itu rekomendasi kita antar umur 21 untuk perempuan dan 25 untuk laki-laki,” katanya dikutip dari 20detik, Kamis (26/12/2024).

    Lebih lanjut, Wihaji mengatakan ada dampak risikonya jika seorang perempuan atau laki-laki yang menikah di bawah usia tersebut. Salah satunya KRS atau Keluarga Risiko Stunting.

    Dikutip dari laman Kementerian Keluarga Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, keluarga berisiko stunting didefinisikan sebagai keluarga yang memiliki satu atau lebih faktor risiko stunting.

    Mereka yang memiliki risiko stunting dalam keluarga adalah anak remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil. Termasuk juga anak usia 0 hingga 23 bulan yang berasal dari keluarga miskin.

    Adapun faktor risiko stunting pada keluarga antara lain disebabkan pendidikan orang tua rendah, sanitasi lingkungan buruk, dan ketersediaan air minum yang tidak layak dalam keluarga.

    “Soalnya memang ada satu dua yang memang di bawah itu akhirnya salah satu problemnya nanti adalah KRS (Keluarga Risiko Stunting). Karena salah satu penyebabnya adalah pernikahan terlalu dini,’ sambung Wihaji.

    (suc/suc)

  • Musim Hujan Rawan Sakit, Makan Buah-Sayuran Ini untuk Tingkatkan Imun

    Musim Hujan Rawan Sakit, Makan Buah-Sayuran Ini untuk Tingkatkan Imun

    Jakarta

    Menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh merupakan hal yang penting, terutama saat cuaca sering turun hujan. Pasalnya, musim hujan dapat memberikan peluang bagi virus dan bakteri untuk menyerang.

    Meningkatkan sistem kekebalan tubuh biasanya dilakukan dengan cara mengonsumsi suplemen. Meskipun begitu, nyatanya mengonsumsi beberapa jenis buah dan sayuran ini juga dapat memberikan nutrisi baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

    Lantas, buah dan sayuran apa saja yang dapat membantu untuk mencegah penyakit di musim hujan? Dikutip dari Real Simple, berikut beberapa di antaranya:

    1. Paprika Merah

    Paprika merah mengandung vitamin C dan E yang baik bagi tubuh. Diketahui bahwa setengah cangkir paprika merah iris dapat menyediakan lebih dari 100 persen jumlah vitamin C harian yang direkomendasikan, menurut Colette Micko, RDN, ahli diet Top Nutrition Coaching.

    Tidak hanya itu saja, paprika juga mengandung air, serat, dan senyawa tanaman. Paprika merah umumnya menjadi pelengkap untuk hidangan tumisan, salad segar, atau pasta.

    2. Brokoli

    Sayuran yang satu ini dapat menjadi sumber tenaga penguat kekebalan tubuh berkat kandungan serat larut dan vitamin A, B6, dan C. Sayur brokoli dapat dikreasikan menjadi hidangan sup, semur, omelet, pasta, dan hidangan nasi.

    3. Bayam

    Bayam merupakan sayuran sumber antioksidan yang kaya, khususnya vitamin A, C, dan E, kata Micko. Tidak hanya itu saja, bayam juga memiliki kandungan zat besi yang tinggi.

    Nutrisi tersebut dikombinasikan dengan serat dan senyawa tanaman yang juga ditemukan dalam bayam, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    4. Alpukat

    Alpukat merupakan buah yang baik untuk menguatkan imun karena kandungan senyawa tanaman, serta vitamin C dan E yang sangat baik bagi tubuh. Kekuatan prebiotiknya menjadi pertanda baik bagi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan organ usus.

    Mengonsumsi alpukat dapat dilakukan dengan cara menambahkannya pada hidangan salad, roti gulung, sandwich, dan sebagainya.

    5. Jeruk Bali Merah

    Jeruk bali merah merupakan buah yang tinggi akan vitamin C. Diketahui bahwa dalam satu buahnya mengandung lebih dari 100 persen kebutuhan harian, ditambah dengan kandungan serat larut, air, dan vitamin A. Jeruk bali merah dapat menambahkan rasa buah dan asam pada hidangan salad.

    (kna/kna)

  • Waspada, Dokter Ingatkan Risiko Serangan Jantung Meningkat saat Musim Liburan

    Waspada, Dokter Ingatkan Risiko Serangan Jantung Meningkat saat Musim Liburan

    Jakarta

    Pergantian tahun selalu menjadi momen yang banyak ditunggu. Tidak sedikit masyarakat menjadwalkan waktunya jauh-jauh hari agar bisa liburan akhir tahun.

    Namun siapa sangka musim liburan justru terkait dengan lonjakan kasus penyakit jantung yang serius. Dikutip dari Everyday Health, American Heart Association (AHA) bahkan memperingatkan lebih banyak orang meninggal akibat serangan jantung selama minggu terakhir bulan Desember dibandingkan dengan waktu lainnya dalam setahun.

    AHA juga menyoroti temuan penelitian yang menemukan lebih banyak kematian jantung terjadi di Amerika Serikat di periode 25 Desember hingga 1 Januari. Analisis tersebut didasarkan pada pemeriksaan basis data nasional dari semua kematian di negara itu selama 28 tahun antara tahun 1973 hingga 2001.

    Spesialis kardiovaskular dari American Heart Association Fatima Rodriguez, MD mengatakan melonjaknya kasus kematian di momen liburan dikenal dengan istilah ‘holiday heart syndrome’.

    Alasan pasti di balik meningkatnya risiko serangan jantung di musim liburan tidak sepenuhnya diketahui, tetapi otoritas kesehatan menduga bahwa kecemasan yang lebih besar dan konsumsi makanan dan minuman yang berlebihan mungkin berperan.

    “Semua faktor risiko ini meningkat menjelang hari raya, orang-orang minum lebih banyak alkohol, tidak memperhatikan pola makan mereka, dan mereka berada di bawah lebih banyak tekanan [dari perencanaan, bersosialisasi, bepergian, dan jadwal yang padat],” kata Dr Rodriguez.

    Terpisah, ahli elektrofisiologi jantung Dr Blake Smith dari University of Alabama at Birmingham (UAB) Cardiovascular Institute mengatakan sindrom jantung saat liburan tidak harus disebabkan oleh minum minuman keras secara berlebihan. Pola makan yang tinggi lemak jenuh dan natrium juga dikaitkan dengan kondisi jantung seperti fibrilasi atrium, jenis makanan yang cenderung kita konsumsi selama musim liburan.

    Apa pun penyebabnya, sindrom jantung saat liburan jelas mengkhawatirkan. Fibrilasi atrium meningkatkan risiko stroke pada pasien terutama jika disertai faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

    “Meskipun menikmati liburan itu penting, moderasi adalah kunci untuk menjaga kesehatan jantung,” kata Dr Smith. “Tetap terhidrasi dan tidak mengabaikan aktivitas fisik secara teratur juga akan membantu.”

    (kna/kna)

  • Mr P Selalu Ereksi di Pagi Hari, Apakah Normal? Ini Kata Dokter Andrologi

    Mr P Selalu Ereksi di Pagi Hari, Apakah Normal? Ini Kata Dokter Andrologi

    Jakarta – Penis ereksi di pagi hari atau yang dikenal sebagai nocturnal penile tumescence (NPT) bagi sebagian laki-laki merupakan sesuatu yang biasa terjadi. Penis tersebut biasanya ‘bangun’ tanpa adanya rangsangan seksual yang disengaja. Tapi, apakah hal ini termasuk normal?

    Spesialis andrologi Rumah Sakit Eka Hospital BSD dr Christian Christopher Sunnu, SpAnd mengatakan morning wood merupakan hal normal yang lumrah terjadi pada laki-laki.

    “Itu normal. Namanya nocturnal penile tumescence (NPT), ereksi spontan di pagi hari,” kata dr Sunnu di Tangerang Selatan, Kamis (19/12/2024).

    Menurut dr Sunnu, pagi hari merupakan saat-saat hormon testosteron laki-laki berada di puncaknya.

    @detikhealth_official ♬ Cooking BGM (Japanese style) – ArcTracks

    “Lonjakan testosteron yang tiba-tiba ini mengakibatkan ereksi keras. Biasanya pagi-pagi kan, Subuh gitu sekitar jam 03.00 atau 04.00. Itu titik di mana testosteron manusia atau laki-laki paling tinggi,” kata dr Sunnu.

    Selain ereksi, lanjut dr Sunnu, biasanya laki-laki juga akan mengalami mimpi basah atau ejakulasi tanpa sadar karena lonjakan hormon testosteron ini.

    “Tanpa sadar biasanya spermanya keluar. Kalau testosteronnya nggak tinggi, dia (sperma) nggak bisa keluar, itu normal,” katanya.

    NPT ini umumnya bisa terjadi pada laki-laki yang masih di bawah 40 tahun. Pasalnya, laki-laki yang sudah berusia lebih dari 40 tahun biasanya akan mengalami kondisi menurunnya testosteron.

    (dpy/up)

  • Gejala Hipertensi yang Bisa Muncul di Pagi Hari, Jangan Sepelekan

    Gejala Hipertensi yang Bisa Muncul di Pagi Hari, Jangan Sepelekan

    Jakarta

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani, hipertensi dapat memicu risiko penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga stroke.

    Hipertensi juga disebut sebagai ‘silent killer’ lantaran kerap tidak menunjukkan tanda yang jelas. Namun pada beberapa kasus, pengidap hipertensi bisa mengalami gejala-gejala tertentu, termasuk di pagi hari.

    Dikutip dari Very Well Health, tekanan darah seseorang biasanya berada pada titik terendah saat tidur, dan meningkat ketika bangun. Hal ini dipengaruhi oleh ritme sirkadian, proses internal alami yang mengatur siklus bangun dan tidur.

    Karenanya, peningkatan tekanan darah hingga batas tertentu di pagi hari merupakan hal yang normal. Namun terkadang, tekanan darah bisa meningkat hingga melebihi rentang normal. Hal ini dapat dipicu oleh sejumlah faktor, seperti:

    Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti dekongestan atau kortikosteroidFaktor gaya hidup, meliputi pola makan, kebiasaan berolahraga, dan lain sebagainyaMinuman berkafein atau alkoholKondisi medis tertentu, seperti sleep apnea

    Tekanan darah pagi yang terlalu tinggi dikaitkan dengan masalah kesehatan yang signifikan, khususnya di kalangan orang dewasa yang lebih tua. Adapun tanda-tanda yang mungkin dialami oleh orang yang memiliki tekanan darah tinggi di antaranya:

    Nyeri dadaPusingSakit kepalaSesak napasGangguan penglihatan

    Dalam banyak kasus, gejala-gejala tersebut muncul jika tekanan darah sangat tinggi. Jika ini terjadi, tekanan darah dapat mencapai 180/200 atau lebih tinggi. Perawatan medis segera diperlukan untuk mengatasi kondisi ini guna mencegah terjadinya komplikasi yang fatal, seperti serangan jantung atau stroke.

    (ath/kna)

  • Ciri-ciri Sperma Sehat Bisa Dilihat dari Warna, Wajib Waspada Jika Seperti Ini!

    Ciri-ciri Sperma Sehat Bisa Dilihat dari Warna, Wajib Waspada Jika Seperti Ini!

    Jakarta – Sangat penting bagi pria untuk mengetahui ciri-ciri sperma sehat. Terutama bagi yang berencana untuk memiliki anak. Sebab, kualitas dan kesehatan sperma pria juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembuahan.

    Secara medis, ada faktor yang menentukan sehat atau tidaknya sperma, termasuk dari warnanya.

    Spesialis urologi Dr dr Ponco Birowo, SpU(K), PhD mengatakan apabila air mani seorang pria berwarna seperti putih mutiara, hal ini bisa menandakan seseorang memiliki sperma yang sehat.

    Meskipun demikian, dr Ponco menyebut warna air mani seperti itu tak menjamin juga bahwa seorang pria memiliki sperma yang sehat. Karenanya membutuhkan alat bantu seperti mikroskop untuk mengetahui lebih lanjut terkait kualitas dari sperma.

    “Pas kita cek di mikroskop ternyata nggak ada spermanya atau spermatozoanya itu jelek kualitasnya. Jadi ibaratnya kalau kita, semangka nih, buat semangka itu kan ada merah-merahnya atau yang kuning ya, ada bijinya, bijinya itu nggak kelihatan. Yang bisa kita lihat cuman semangka dagingnya warnanya merah atau kuning gitu ya,” katanya kepada detikcom, di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2024).

    @detikhealth_official Berendam di sauna bisa memberhentikan produksi sper*a?😰 Mitos atau fakta ya, detikers? ternyata fakta! penasaran dengan penjelasannya? simak video hingga akhir ya! #tipssehat #reproduksi #hormon #hormonpria ♬ Rock and Roll Session – Canal Records JP

    Waspadai juga jika warna sperma berubah menjadi kemerahan. Hal ini, kata dr Ponco, bisa mengindikasikan ada darah di dalam sperma. Begitu juga jika sperma berwarna kuning atau kecokelatan, kemungkinan ada infeksi.

    “Sama juga tadi dengan ciri-cirinya gimana? Sebenarnya kalau dengan mata awam atau dengan penglihatan kita itu sulit. Harus dengan alat bantu yaitu dengan mikroskop,” tuturnya.

    “Jadi yang paling bisa membedakan bahwa ini sperma sehat dan ini sperma tidak sehat jadi warna itu tadi,” katanya lagi.

    (suc/up)

  • Fenomena Gancet Tak Melulu Mistis, Ini Penjelasannya secara Medis

    Fenomena Gancet Tak Melulu Mistis, Ini Penjelasannya secara Medis

    Jakarta – Fenomena gancet saat berhubungan intim seringkali dikaitkan dengan hal-hal mistis. Gancet sendiri biasanya dipandang sebagai ‘hukuman’ untuk mereka yang melakukan hubungan seks terlarang, apalagi dilakukan di tempat-tempat angker.

    Sebagai informasi, gancet merupakan suatu istilah yang digunakan oleh masyarakat saat terjadi kondisi penis terjepit di dalam vagina saat penetrasi. Istilah lain yang sering digunakan adalah penis captivus.

    Spesialis andrologi Eka Hospital BSD dr Christian Christopher Sunnu, SpAnd mengatakan sebenarnya kondisi gancet ini bisa dijelaskan secara medis. Gancet juga bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada pasangan yang telah menjadi suami istri.

    “Itu fenomena yang terjadi karena vaginismus, jadi otot-otot di dinding vagina tiba-tiba menegang dan itu mengakibatkan jepitan yang terlalu keras,” kata dr Sunnu kepada detikcom, di Tangerang Selatan, Kamis (19/12/2024).

    @detikhealth_official♬ Cooking BGM (Japanese style) – ArcTracks

    dr Sunnu menambahkan, saat kondisi ini terjadi maka penis tidak akan bisa ditarik keluar. Mereka yang yang mengalami gancet, menurut dr Sunnu harus segera dilarikan ke unit gawat darurat (UGD) agar tidak semakin memburuk.

    “Itu tidak bisa ditarik lagi batang penisnya dan itu termasuk kondisi gawat darurat. Kalau nggak segera dibawa ke UGD, penisnya bisa nekrosis atau mengalami kematian sel,” tegasnya.

    dr Sunnu melanjutkan gancet ini memang bisa terjadi pada mereka yang melakukan hubungan seksual tidak dalam keadaan yang menikmati.

    “Itu biasanya karena stres atau ketegangan yang terlalu tinggi dari sisi perempuannya,” kata dr Sunnu.

    “Makannya hubungan seksual itu harus dilakukan dengan rileks. Jangan terpaksa atau terburu-buru,” tutupnya.

    (up/up)