Category: Detik.com Kesehatan

  • Sering Terbangun Jam 4 Pagi? Bisa Jadi gegara Hal Ini

    Sering Terbangun Jam 4 Pagi? Bisa Jadi gegara Hal Ini

    Jakarta – Banyak orang mendapati diri terbangun sekitar pukul empat pagi tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini tentunyabisa mengganggu kualitas tidur.

    Fenomena ini sering menjadi pertanyaan, terutama karena kerap terjadi pada waktu yang sama.

    Dikutip dari Independent, Lisa Artis, wakil CEO The Sleep Charity menjelaskan bahwa tidur biasanya menjadi lebih ringan setelah empat hingga lima jam. Dalam fase ini, tubuh lebih rentan terbangun.

    Jika waktu tidur dimulai pukul 11 malam, kemungkinan besar terbangun terjadi sekitar pukul 4 pagi. Berbagai faktor dapat memengaruhi kondisi ini, mulai dari hormon hingga kebiasaan sehari-hari. Berikut kebiasaan yang bisa jadi pemicu terbangun di jam 4 pagi.

    1. Pengaruh Hormon

    Lisa menjelaskan bahwa pola tidur diatur oleh ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh. Dua hormon utama, melatonin dan kortisol, memiliki peran penting dalam siklus tidur-bangun. Melatonin membantu tidur, sedangkan kortisol bertugas membangunkan dan menjaga kesadaran.

    “Untuk mencegah terbangun di tengah malam, aktivitas menenangkan seperti membaca, mendengarkan musik lembut, atau teknik relaksasi seperti meditasi dianjurkan sebelum tidur,” menurut Dr Mariyam H Malik dari Pall Mall Medical.

    Selain itu, sebaiknya hindari paparan cahaya biru dari perangkat elektronik yang dapat menghambat produksi melatonin. Disarankan untuk menjauhkan ponsel dari tempat tidur atau menggunakan filter cahaya biru.

    2. Pengaruh Pola Makan

    Dr Malik menyebutkan bahwa konsumsi kafein, alkohol, gula, atau makanan berat dapat mengganggu kualitas tidur. Gula dan karbohidrat olahan, misalnya, dapat memengaruhi kestabilan gula darah yang menyebabkan terbangun di malam hari.

    Sebagai alternatif, makanan kaya protein dan magnesium, seperti telur, biji labu, atau cokelat hitam, dapat membantu menjaga tidur lebih nyenyak.

    3. Faktor Usia

    Seiring bertambahnya usia, tidur cenderung lebih mudah terganggu. Pola tidur berubah akibat penurunan produksi melatonin, gangguan kesehatan, atau pengaruh obat-obatan tertentu.

    Pada wanita, perubahan hormonal selama perimenopause juga berdampak pada kualitas tidur. Lisa menyarankan konsumsi makanan kaya fitoestrogen, seperti tahu, edamame, dan brokoli, untuk membantu menyeimbangkan hormon.

    4. Pengaruh Stres

    Stres menjadi salah satu penyebab utama gangguan tidur. Sebuah survei oleh Bupa menunjukkan bahwa jutaan orang di Inggris sering terbangun sekitar pukul 4:05 pagi karena kekhawatiran, terutama terkait kesehatan.

    Untuk mengurangi stres, Dr Malik merekomendasikan membuat jurnal untuk mencatat kekhawatiran sebelum tidur atau melakukan latihan mindfulness agar fokus pada kondisi saat ini.

    (suc/suc)

  • Video: RS di China Kewalahan Tangani Pasien Influenza A dan HMPV

    Video: RS di China Kewalahan Tangani Pasien Influenza A dan HMPV

    Video: RS di China Kewalahan Tangani Pasien Influenza A dan HMPV

  • Mau Lanjut Ronde Kedua? Pasutri Perlu Simak Tips Ini Biar Makin Menggairahkan

    Mau Lanjut Ronde Kedua? Pasutri Perlu Simak Tips Ini Biar Makin Menggairahkan

    Jakarta

    Hubungan seks merupakan salah satu cara yang bisa membuat hubungan suami istri semakin harmonis. Sesudah sesi bercinta ronde pertama, bisa saja salah satu pasangan menginginkan ronde kedua.

    Namun, terkadang pasangan memerlukan sedikit sentuhan agar bisa kembali bergairah untuk bercinta. Untuk merealisasikan ronde kedua, berikut kiat-kiat yang bisa dilakukan yang dikutip dari The Health Site.

    1. Berikan Sentuhan

    Sebelum memulai ke bagian inti, cobalah berikan pasangan sentuhan halus pada area pusat dan pinggangnya. Goda dia sedikit, tetapi harus dengan lembut dan perlahan.

    Dengan cara ini, suasana hati keduanya akan kembali siap untuk sesi berikutnya.

    2. Cobalah Berpelukan

    Setelah mencapai klimaks atau orgasme, jangan langsung buru-buru bangun dari tempat tidur. Cobalah peluk pasangan erat-erat dengan dengan yang melingkari pinggangnya.

    Tunjukanlah rasa cinta dan belaian lembut pada pasangan. Semua belaian tidak harus bersifat seksual, tetapi secara perlahan mengarah ke tujuan tersebut.

    3. Mandi Bersama

    Pasangan mungkin tidak akan berpikir untuk lanjut ke ronde selanjutnya jika dalam kondisi berkeringat dan berantakan. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mandi bersama.

    Keduanya dapat saling membasuh tubuh dengan sabun secara perlahan. Hal ini akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan gairah untuk berhubungan seks lagi.

    4. Berikan Pijatan

    Tepat setelah berhubungan seks, pijatan tangan dapat meredakan otot-ototnya yang tegang. Pasangan tidak hanya akan merasa dicintai dan diperhatikan, tetapi Anda juga akan meningkatkan kadar estrogennya dalam waktu singkat.

    (sao/suc)

  • 5 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Rutin Konsumsi Air Hangat Setiap Hari

    5 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Rutin Konsumsi Air Hangat Setiap Hari

    Jakarta

    Minum air hangat mungkin lebih dari sekadar minuman yang menenangkan. Dalam pengobatan tradisional China, air hangat atau panas sering diresepkan untuk membantu meningkatkan kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan.

    Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian, bukti yang ada menunjukkan bahwa minum air panas atau hangat dapat membantu meningkatkan pencernaan dan mendukung pengelolaan berat badan. Terlebih lagi, beberapa pendukung praktik ini melaporkan mengalami manfaat tertentu, terutama saat minum air panas di pagi hari atau sebelum tidur. Berikut penjelasannya seperti dikutip Very Well Health.

    1. Meningkatkan Aliran Darah dan Mengurangi Sakit

    Air hangat dapat membantu melancarkan aliran darah dan meredakan ketegangan otot. Studi menunjukkan bahwa terapi panas dapat memperlancar aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke otot, sekaligus mengurangi kadar asam laktat yang memicu nyeri.

    Minum air hangat dipercaya memiliki manfaat serupa, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

    Memperbanyak konsumsi air diketahui efektif membantu metabolisme tubuh. Air hangat memberikan efek tambahan karena dapat meningkatkan suhu tubuh, yang membantu mengaktifkan metabolisme.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum air dengan suhu mendekati suhu tubuh normal sebelum makan dapat meningkatkan metabolisme hingga 40 menit setelahnya. Kebiasaan ini juga diyakini mampu meningkatkan manajemen berat badan secara efektif.

    3. Melancarkan Pencernaan

    Air hangat dapat membantu melancarkan proses pencernaan dengan melemaskan otot-otot saluran pencernaan dan menjaga sistem tubuh tetap berfungsi optimal.

    Beberapa studi kasus menunjukkan manfaat minum air hangat sebelum makan dalam mendukung fungsi pencernaan. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat temuan ini.

    4. Mengatasi Sembelit

    Sembelit sering kali terjadi akibat kurangnya asupan cairan. Minum air hangat dapat membantu melancarkan buang air besar dengan mendukung fungsi pencernaan.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air hangat dengan suhu mendekati suhu tubuh dapat meningkatkan pergerakan usus secara lebih baik.

    5. Membantu Detoksifikasi

    Minum air panas diyakini membantu tubuh mengeluarkan racun dengan meningkatkan suhu tubuh yang memicu keringat. Selain itu, konsumsi air juga penting untuk menjaga kesehatan ginjal, mengencerkan limbah dalam tubuh, dan melumasi sendi.

    Hal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi tubuh secara keseluruhan.

    (suc/suc)

  • Kebiasaan Makan Ini Ternyata Bisa Bikin Umur Panjang, Cegah Mati Muda

    Kebiasaan Makan Ini Ternyata Bisa Bikin Umur Panjang, Cegah Mati Muda

    Jakarta

    Banyak orang beranggapan bahwa harapan hidup sebagian besar ditentukan oleh genetik. Namun, peran gen ternyata jauh lebih kecil daripada yang diyakini sebelumnya.

    Hal yang sangat berperan untuk harapan hidup seseorang menjadi lebih panjang adalah pola makan dan gaya hidup. Mengkonsumsi makanan bergizi dan berolahraga teratur dapat meningkatkan harapan hidup manusia.

    Kebiasaan Makan Agar Panjang Umur

    Dikutip dari Business Insider, berikut beberapa tips atau kebiasaan yang bisa dilakukan agar berumur panjang.

    1. Mengkonsumsi makanan segar dan utuh

    Salah satu yang bisa dilakukan adalah mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Cobalah untuk mulai mengkonsumsi makanan utuh dan segar, seperti yang dilakukan dua orang berumur panjang di Amerika, Deborah Szekely dan Pearl Taylor yang masing-masing berusia 102 tahun.

    Mereka mengaku biasa mengkonsumsi banyak sayur, buah-buahan, dan sesekali makan daging.

    2. Menghindari makanan fast food

    Agar mendapatkan hidup yang lebih sehat, biasakan mengkonsumsi masakan rumahan dan mulai menghindari fast food. Makanan siap saji dapat berisiko menimbulkan masalah penyakit.

    Dengan terbiasa makan masakan rumahan, seseorang dapat mengontrol dengan baik kandungan dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

    3. Menghindari makan berlebihan

    Tips panjang umur lainnya adalah menghindari kebiasaan makan yang berlebihan atau tidak makan sama sekali. Hidup yang sehat ditandai dengan makan yang cukup, seperti istilah kebiasaan orang Jepang yakni Hara Hachi Bu.

    Istilah tersebut berarti kebiasaan untuk berhenti makan setelah merasa 80 persen kenyang.

    4. Mengkonsumsi alpukat, salmon, dan minyak zaitun

    Kepala petugas kesehatan di Cleveland Clinic, Dr Michael Roizen mengungkapkan makanan yang biasa dikonsumsi agar tetap bugar dan panjang umur. Tiga makanan yang sering dikonsumsi adalah alpukat, salmon, dan minyak zaitun.

    Ketiga makanan tersebut tetap akan memberikan manfaat kesehatan. Studi telah menghubungkan ketiganya dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, sehingga kesempatan hidup dapat lebih panjang.

    (sao/suc)

  • Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula, Bantu Turunkan BB-Cegah Pikun

    Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula, Bantu Turunkan BB-Cegah Pikun

    Jakarta

    Minuman kopi merupakan salah satu minuman yang sangat populer beberapa tahun belakangan ini. Namun yang lebih banyak diminati sebagian besar orang adalah minuman kopi dengan tambahan berbagai rasa, seperti susu, atau gula. Padahal, kopi yang memiliki manfaat untuk kesehatan adalah kopi tanpa gula.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kopi hitam tanpa gula memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Kenapa harus menghindari konsumsi kopi dengan susu atau gula tambahan?

    “Minuman-minuman ini sebagian besar mengandung banyak gula, pemanis, krim kocok, dan susu. Minum jenis kopi ini secara teratur dapat menyebabkan masalah kesehatan,” terang ahli gizi Riya Desai, dikutip dari Healthshot.

    Menurut Riyai Desai, terlalu banyak mengkonsumsi dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung kardiovaskular, hingga masalah ginjal. Berikut beberapa manfaat rutin minum kopi tanpa gula bagi kesehatan.

    Manfaat Rutin Minum Kopi Tanpa Gula

    1. Mengurangi risiko diabetes

    Menurut data dari Harvard TH Chan School of Public Health, minum kopi membantu mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 pada wanita hingga 8 persen. Namun, menambahkan pemanis tambahan dapat meningkatkan kadar gula.

    Maka dari itu disarankan untuk mengkonsumsi kopi tanpa gula agar kadar gula darah tetap stabil. Meski begitu, perlu diperhatikan jumlah kopi yang diminum agar tidak mengganggu sensitivitas insulin.

    2. Mengurangi risiko penyakit jantung

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian paling umum pada orang-orang di seluruh dunia. Penelitian telah menemukan bahwa minum kafein dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Ochsner Journal menemukan bahwa konsumsi kopi mungkin baik untuk jantung. Namun, kafein hanya akan membantu jika mengkonsumsinya tanpa gula.

    3. Meningkatkan daya ingat

    Sebuah studi yang dilakukan Universitas Johns Hopkins menemukan bahwa kopi tanpa gula dapat bermanfaat untuk kesehatan otak. Minum kopi tanpa gula bisa membantu meningkatkan daya ingat seseorang.

    Jika sedang mencoba menurunkan berat badan, cobalah untuk memasukkan kopi tanpa pemanis tambahan ke dalam menu diet. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition menemukan bahwa konsumsi kafein dapat membantu mengurangi indeks massa tubuh (BMI), dan berat badan secara keseluruhan.

    Konsumsi kopi tanpa gula dapat membantu meningkatkan termogenesis, yang meningkatkan produksi energi dan metabolisme tubuh, sehingga membantu membakar lebih banyak kalori.

    Penyakit perlemakan hati non alkohol atau NAFLD terjadi saat lemak menumpuk di hati, meski tidak mengkonsumsi minuman alkohol. Seiring dengan meningkatnya kasus obesitas, NAFLD menjadi alasan untuk khawatir di banyak negara.

    Menurut data dari Journal of Hepatology, prevalensi NAFLD di dunia meningkat dari 25,3 persen pada tahun 1990-2006 menjadi 38 persen pada tahun 2016-2019. Namun, konsumsi kopi dapat menurunkan risiko tersebut. Tidak hanya NAFLD, tetapi kafein juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit hati lainnya.

    Pencernaan kafein menghasilkan produksi zat yang disebut paraxanthine, yang menghambat pembentukan jaringan parut yang menyebabkan fibrosis. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Pharmacology, ini bermanfaat dalam melawan hepatitis C, sirosis terkait alkohol, penyakit hati berlemak yang tidak terkait alkohol, dan kanker hati,

    6. Mencegah kerusakan gigi

    Minum kopi tanpa menambahkan gula atau krimer dapat membantu mengurangi bakteri di mulut, dan mengurangi kemungkinan kerusakan gigi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Conservative Dentistry menemukan bahwa minum kopi tanpa aditif apapun mengurangi risiko karies gigi.

    7. Menjaga tekanan darah tetap terkendali

    Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, sehingga penting untuk menjaga kadarnya tetap terkendali. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients, minum kopi dapat menurunkan tekanan darah.

    Namun, para peneliti dari penelitian yang sama menyarankan orang untuk tidak meminumnya dalam jumlah sedang karena konsumsi berlebihan juga dapat meningkatkan kadar tekanan darah.

    (sao/suc)

  • Benarkah Konsumsi Makanan yang Dibakar Picu Kanker? Begini Faktanya

    Benarkah Konsumsi Makanan yang Dibakar Picu Kanker? Begini Faktanya

    Jakarta

    Bagi sebagian masyarakat, merayakan malam tahun baru umumnya dilakukan dengan mengadakan pesta makanan, seperti membakar jagung.

    Namun, terjadi perdebatan bahwa mengonsumsi makanan yang dibakar dapat menjadi salah satu faktor pemicu penyakit kanker.

    Kanker sendiri merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan abnormal di dalam tubuh. Sel kanker dapat tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Lantas, benarkah mengonsumsi makanan yang dibakar dapat menjadi salah satu pencetus penyakit kanker?

    Dikutip dari Web MD, beberapa jenis makanan yang dimasak pada suhu tinggi, khususnya karbohidrat, seperti kentang atau roti, dapat melepaskan zat kimia yang dikenal dengan akrilamida.

    “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan (memasak terlalu lama atau membakar makanan), Anda menciptakan karsinogen dalam makanan yang berpotensi membahayakan tubuh,” kata Neil Inyengar, MD, onkolog medis di New York City.

    “Saya akan menyebutnya hipotesis saat ini. Saya tidak yakin ini benar-benar terjadi,” imbuhnya.

    Para ilmuwan melaporkan bahwa pada hewan pengerat, kadar akrilamida yang tinggi, yang jumlahnya lebih banyak dari yang ditemukan dalam makanan, dapat menyebabkan terbentuknya tumor.

    Namun, penelitian pada manusia masih sedikit bukti terkait akrilamida dalam makanan dapat meningkatkan risiko kanker.

    Peneliti memeriksa sekelompok besar untuk melihat kaitan akrilamida dan kanker di bagian tubuh, termasuk prostat, kandung kemih, ginjal, dan usus, sebagian besar gagal untuk menemukan hubungan yang jelas.

    Pada beberapa kasus yang lain, bahkan saat hubungan potensial muncul, seperti antara akrilamida dan kanker ovarium, hubungan tersebut menghilang setelah menggunakan alat pengukuran yang lebih kuat, seperti mengamati kadar akrilamida dalam darah.

    Metode memasak daging, seperti mengasapi, memanggang, atau menggoreng, maka dapat melepaskan zat kimia lain yang disebut dengan amina heterosiklik dan hidrokarbon aromatik polisiklik.

    Seperti akrilamida, hewan pengerat yang terpapar zat kimia ini dalam kadar yang tinggi dapat mengembangkan tumor di berbagai organ. Namun, hubungannya pada manusia, buktinya tidak begitu jelas.

    Sementara itu, beberapa penelitian melaporkan bahwa mengonsumsi zat kimia dari daging yang dimasak dapat meningkatkan risiko kanker tertentu, seperti kanker kolorektal atau pankreas, penelitian lain tidak melaporkan adanya hubungan.

    Walaupun bukti bahwa mengonsumsi makanan yang gosong atau terlalu matang menyebabkan kanker pada manusia tidak meyakinkan, namun penting untuk tetap membatasi konsumsi makanan yang dibakar untuk menurunkan risiko terserang penyakit kanker.

    (suc/suc)

  • Pemeran ‘Juliet’ Olivia Hussey Meninggal di Usia 73 Tahun, Ini Riwayat Sakitnya

    Pemeran ‘Juliet’ Olivia Hussey Meninggal di Usia 73 Tahun, Ini Riwayat Sakitnya

    Jakarta

    Pemeran Juliet di dalam drama tahun 1968 ‘Romeo and Juliet’, Olivia Hussey, meninggal dunia. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (27/12/2024) di usia 73 tahun.

    “Olivia adalah orang yang luar biasa dengan kehangatan, kebijaksanaan, dan kebaikannya yang murni menyentuh kehidupan semua orang yang mengenalnya,” kata pernyataan yang diunggah di halaman media sosial Hussey.

    “Ia menjalani hidup yang penuh semangat, cinta, dan dedikasi terhadap seni, spiritualitas, dan kebaikan terhadap hewan,” sambungnya, dikutip dari NYPost.

    Sejauh ini, penyebab pasti kematian Hussey tidak diungkapkan ke publik. Namun ia sempat mengidap sejumlah kondisi.

    Mengidap Kanker Payudara

    Pada tahun 2008 aktris tersebut didiagnosis mengidap kanker payudara. Kondisi tersebut mulai membaik setelah Hussey menjalani mastektomi.

    “Saya bersyukur masih hidup. Saya pernah mengidap kanker payudara pada tahun 2008 dan setelah mastektomi, saya terbebas dari kanker,” tutur Hussey dalam wawancaranya bersama Express UK.

    Namun, di tahun 2018 dokter menemukan tumor baru di dalam tubuh wanita kelahiran Argentina itu. Posisi tumor tersebut juga dianggap sangat berbahaya bagi keselamatannya.

    Meski kondisinya mengkhawatirkan, Hussey sempat menolak untuk kemoterapi dan perawatan radiasi. Hal itu karena dia ingin terhindar dari efek yang bisa saja muncul.

    “Yang menakutkan, tumor itu tidak dapat dioperasi, tumbuh di antara jantung dan paru-paru. Saya menolak kemoterapi dan perawatan radiasi 10 tahun lalu, karena ingin menghindari racun-racun itu, tetapi tahun lalu saya tidak punya pilihan lain,” terang Hussey.

    “Mereka (kemoterapi dan radiasi) menyelamatkan hidup saya. Tumor itu menyusut, dan berharap bisa seukuran kacang polong. Dan saya baik-baik saja sekarang, sehat dan bahagia,” lanjut dia.

    Mengalami Depresi

    Diketahui, Hussey sempat menikah sebanyak dua kali. Namun, keduanya gagal karena berbagai hal. Kemudian, ia terjerumus dalam depresi saat manajer bisnisnya menipunya.

    Hussey mengungkapkan telah kehilangan semuanya, termasuk tabungan dan uang pensiun. Di usia 40 tahun itu, ia terpaksa harus menjual rumahnya dan mengalami kebangkrutan.

    Selama itu semua terjadi, Hussey terus berjuang melawan kecemasan sosial yang telah melumpuhkannya.

    “Saya menderita agorafobia di sepanjang hidup, yang bukan merupakan sifat yang baik bagi seorang aktor. Terkadang saya tidak bisa meninggalkan rumah,” beber Hussey.

    “Saya mengalami serangan panik yang terus-menerus hingga akhirnya saya mendapatkan obat yang membantu. Itu masih menjadi masalah, tetapi saya bermeditasi setiap hari dan berdoa untuk bersyukur dan memaafkan,” tambah dia.

    Hussey mengaku mulai berusaha menerima kondisi dirinya sendiri. Ia berdamai dengan berat badannya yang naik, dan tentunya membutuhkan waktu yang lama.

    “Saya akui, saya tidak mudah bergaul. Saya pemurung, keras kepala, sensitif sampai neurosis, dihantui oleh rasa tidak aman dan kerentanan yang aneh. Tetapi, saya telah membaik seiring bertambahnya usia dan saya lebih santai sekarang daripada sebelumnya,” pungkasnya.

    (sao/suc)

  • Sudah Diet, Tapi BB Nggak Turun-turun? Bisa Jadi Ini 5 Pemicunya

    Sudah Diet, Tapi BB Nggak Turun-turun? Bisa Jadi Ini 5 Pemicunya

    Jakarta

    Mendapatkan bentuk tubuh yang ramping dan ideal merupakan impian bagi sebagian orang. Namun, banyak orang yang merasa kesulitan untuk menurunkan berat badan, meskipun sudah menerapkan berbagai metode diet.

    Beberapa kebiasaan tidak sehat yang kerap kali masih dilakukan dapat menjadi faktor penghambat dari proses penurunan berat badan. Dikutip dari Healthline, berikut merupakan kebiasaan sehari-hari yang dapat membuat berat badan susah turun:

    1. Kurang Asupan Protein

    Protein merupakan nutrisi penting dalam proses penurunan berat badan. Sejumlah penelitian mengenai diet tinggi protein melaporkan bahwa protein dapat membantu untuk menurunkan berat badan dan mengurangi risiko penyakit jantung.

    Hal ini dapat terjadi sebab protein dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan membantu untuk menjaga resting energy expenditure (REE), sebagian karena efek protein pada hormon pengatur nafsu makan, seperti ghrelin.

    2. Malas Bergerak

    Berolahraga secara teratur dapat membantu tubuh untuk menurunkan berat badan. Latihan aerobik dan latihan ketahanan, telah terbukti efektif dalam membantu proses penurunan berat badan, melalui berbagai penelitian.

    Berolahraga harus diimbangi dengan pendekatan diet yang tepat sebab hanya berolahraga saja tidak efektif dalam mendorong penurunan berat badan.

    3. Sering Konsumsi Gula

    Minuman manis merupakan makanan yang sangat berlemak. Organ otak dalam tubuh tidak mengompensasi kalori dengan membuat tubuh mengurangi asupan makanan lain.

    Bahkan, jus buah tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Segelas jus buah dapat mengandung gula yang sama dengan beberapa potong buah utuh.

    4. Jarang Minum Air Putih

    Mengonsumsi air putih dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan sebab menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu meningkatkan metabolisme dalam tubuh.

    Sebuah meta-analisis dari enam penelitian melaporkan bahwa penurunan berat badan rata-rata sebesar 5,15 persen disebabkan oleh peningkatan asupan air. Setidaknya dalam satu penelitian, hal tersebut terkait dengan penggantian minuman berkalori dengan air putih.

    5. Makan Terlalu Cepat

    Makan dengan penuh kesadaran mungkin merupakan salah satu cara yang efektif untuk menurunkan berat badan. Hal tersebut termasuk memperlambat saat makan, makan tanpa gangguan, dan menikmati setiap gigitan sembari mendengarkan sinyal alami yang mengabarkan organ otak bahwa tubuh sudah cukup.

    Berbagai penelitian melaporkan bahwa makan lebih lambat dan penuh perhatian dapat membantu tubuh merasa lebih kenyang dan mendorong proses penurunan berat badan jangka panjang.

    (suc/suc)

  • Orang dengan Kondisi Ini Sebaiknya Tak Konsumsi Kelor, Efek Sampingnya Bisa Fatal

    Orang dengan Kondisi Ini Sebaiknya Tak Konsumsi Kelor, Efek Sampingnya Bisa Fatal

    Jakarta

    Kelor atau bahasa latinnya Moringa Oleifera adalah tanaman asli India utara yang juga dapat tumbuh di tempat tropis dan subtropis lainnya, seperti Asia dan Afrika. Kelor memiliki banyak vitamin dan mineral penting. Daunnya mengandung kalium sebanyak pisang, dan vitamin C sebanyak jeruk.

    Tanaman ini juga mengandung kalsium, protein, zat besi, dan asam amino, yang membantu tubuh menyembuhkan dan membangun otot. Ia juga mengandung banyak antioksidan, zat yang dapat melindungi sel dari kerusakan dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Ada beberapa bukti bahwa beberapa antioksidan ini juga dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi lemak dalam darah dan tubuh. Meskipun demikian, orang dengan kondisi tertentu sebaiknya tak mengonsumsi ini lantaran bisa memperburuk kondisinya.

    Seorang ahli diet dari Boston Functional Nutrition, Ayla Barmmer mengatakan kandungan asam fitat dalam kelor dapat menyebabkan reaksi yang merugikan jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi.

    “Moringa dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika tidak dimasak, difermentasi, atau ditumbuhkan, tergantung pada bagian tanaman yang digunakan,” kata Barmmer, dikutip eatingwell.

    Meskipun tidak ada tindakan pencegahan atau alasan yang diketahui mengapa orang tidak boleh mengonsumsi kelor, tetapi kandungan zat besinya mungkin menjadi perhatian bagi sebagian orang.

    “Mereka yang perlu menghindari zat besi berlebih dalam makanan dan suplemen mungkin perlu berhati-hati,” katanya.

    Terlalu banyak zat besi dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal seperti mual, muntah, dan sembelit. Asupan zat besi yang berlebihan juga dapat menyebabkan kelebihan zat besi, yang jarang terjadi saat mengonsumsi zat besi dari sumber makanan, tetapi jumlah yang terkonsentrasi atau suplemen dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama pada anak-anak.

    Tak hanya itu, penelitian juga menunjukkan bahwa pada umumnya tidak apa-apa untuk memakan daun atau polong biji muda, dan ekstrak daun yang terbuat dari bubuk dan air mungkin juga aman. Namun, memakan kulit kayu atau daging buahnya bisa berbahaya, terutama bagi wanita hamil.

    Dikutip WebMD, bahan kimia dalam kulit kayu dapat membuat rahim berkontraksi dan menyebabkan keguguran. Kelor juga dapat memperburuk orang dengan kondisi hipotiroidisme atau gangguan kesehatan yang terjadi karena kurangnya produksi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid.

    Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi daun kelor atau suplemen apa pun, terutama jika sedang mengonsumsi obat-obatan.

    (suc/suc)