Category: Detik.com Kesehatan

  • PM Israel Netanyahu Jalani Operasi Pengangkatan Prostat, Begini Kondisinya

    PM Israel Netanyahu Jalani Operasi Pengangkatan Prostat, Begini Kondisinya

    Jakarta

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berhasil menjalani operasi pengangkatan prostat pada hari Minggu (29/12/2024). Ia dilaporkan dalam kondisi baik, menurut rumah sakit yang merawatnya.

    Operasi tersebut terjadi saat Israel masih berperang melawan Hamas di Jalur Gaza, lebih dari 14 bulan setelah serangan pada 7 Oktober tahun lalu.

    “Perdana menteri telah sadar dari anestesi dan dalam kondisi baik. Ia telah dipindahkan ke unit pemulihan dan akan tetap diobservasi dalam beberapa hari mendatang,” kata Pusat Medis Hadassah dalam sebuah pernyataan, dikutip NTDV.

    Pada hari Sabtu, kantor Netanyahu mengumumkan bahwa ia telah didiagnosis mengidap infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh pembesaran prostat jinak.

    Sebelumnya, pada bulan Maret, Netanyahu juga dilaporkan menjalani operasi hernia, dan pada bulan Juli tahun lalu, dokter memasang alat pacu jantung setelah mengalami masalah medis.

    Dr. Ofer Gofrit, kepala departemen urologi di Hadassah Medical Center di Yerusalem, mengatakan dalam sebuah pernyataan video pada Minggu malam bahwa prosedur tersebut berjalan dengan baik dan tidak ada kekhawatiran akan kanker atau keganasan.

    “Kami hanya berharap yang terbaik,” katanya.

    (suc/kna)

  • Kondisi Dua Korban Selamat Jeju Air, Alami Cedera-Terancam Lumpuh

    Kondisi Dua Korban Selamat Jeju Air, Alami Cedera-Terancam Lumpuh

    Jakarta

    Kecelakaan pesawat mematikan Jeju Air Korea Selatan menewaskan 179 orang. Salah satu dari dua orang yang selamat, yakni pramugara bahkan mengaku tidak mengingat bagaimana kecelakaan bisa terjadi pada Minggu (29/12/2024).

    Dirinya kini tengah terbaring di rumah sakit Mokpo Hankook.

    “Apa yang terjadi? Bagaimana saya bisa ada di sini?” kata dia saat terbangun, dikutip dari The Guardian.

    Ia memberitahu dokter hal terakhir yang ia ingat adalah mengenakan sabuk pengaman sebelum mendarat. Hal ini dikarenakan menurutnya saat itu pesawat akan segera mendarat. Tidak ada ingatan apapun terkait kejadian setelahnya.

    Dia bertugas melayani penumpang di dekat bagian belakang pesawat. Kini ia mengalami cedera di bahu kiri dan kepala.

    Ia berada dalam perawatan khusus karena kemungkinan efek samping termasuk kelumpuhan total, sementara korban selamat lainnya, seorang pramugari berusia 25 tahun juga sedang dirawat.

    Menurut laporan Bernama, meski kondisinya stabil, ia juga dilaporkan mengalami cedera pada pergelangan kaki dan kepala. Staf medis menolak menjawab pertanyaan wartawan tentang kondisinya.

    Pesawat Jeju Air 2216, yang membawa 181 penumpang, terbang dari Bandara Suvarnabhumi Bangkok dan kemudian jatuh di Bandara Internasional Muan di provinsi Jeolla Selatan Korea Selatan sekitar pukul 9 pagi waktu setempat.

    Sebelum kecelakaan, seorang penumpang mengirim pesan teks kepada anggota keluarga, mengatakan pesawat itu tidak dapat mendarat karena ada burung di sayapnya. Itu adalah salah satu pesan teks terakhir yang diketahui dikirim kepada anggota keluarga.

    “Ada burung yang tersangkut di sayap, dan kami tidak bisa mendarat. Baru saja. Haruskah saya meninggalkan pesan terakhir saya?” kata penumpang itu dalam pesan teks kepada seorang kerabat pada pukul 9 pagi.

    Kerabat itu mengatakan kepada kantor berita lokal News1, penumpang tidak dapat dihubungi setelah itu.

    Frutasinya Keluarga Korban

    Menurut The Korea Times, keluarga yang berduka atas kehilangan orang yang mereka cintai mengungkapkan kemarahan dan frustrasi atas tanggapan pihak berwenang setelah kecelakaan pesawat.

    Tangisan anggota keluarga terdengar di lantai pertama Bandara Internasional Muan, 288 kilometer barat daya Seoul.

    “Kakak perempuan saya ada di pesawat itu,” kata seorang wanita berusia 33 tahun bermarga Kim. “Dia mengalami begitu banyak kesulitan dan pergi bepergian karena situasinya baru saja mulai membaik.”

    Sekitar pukul 3:30 sore waktu setempat, pemerintah mulai merilis nama-nama 22 korban tewas yang dikonfirmasi, yang memicu kesedihan dan duka mendalam dari keluarga yang berkumpul.

    Sebagian memprotes bahwa nama-nama tersebut tidak sesuai dengan yang dirilis sebelumnya, sementara yang lain mengeluh bahwa mereka tidak menerima informasi apa pun selama berjam-jam.

    “Apakah terlalu berlebihan untuk meminta daftar korban tewas diumumkan dengan jelas beserta status terkini kecelakaan?” kata salah seorang anggota keluarga.

    Sebagian menuntut agar mereka diizinkan mengunjungi lokasi kecelakaan agar mereka dapat mengidentifikasi anggota keluarga mereka. Kementerian Kesehatan Korea Selatan mengaktifkan sistem tanggap darurat medis yang meminta personel medis dan penyelamat darurat untuk dikirim ke lokasi kejadian.

    Kementerian juga mengirim seorang direktur pemakaman untuk membantu persiapan pemakaman dan berencana untuk menawarkan konseling profesional kepada para korban dan keluarga mereka.

    Sementara itu, pemerintah provinsi Jeolla Selatan mengatakan akan membuka akomodasi sementara bagi keluarga korban di asrama Universitas Nasional Mokpo.

    (naf/kna)

  • Fakta-fakta Iuran BPJS Sandra Dewi-Harvey Moeis Dibayar Pakai Duit Negara    
        Fakta-fakta Iuran BPJS Sandra Dewi-Harvey Moeis Dibayar Pakai Duit Negara

    Fakta-fakta Iuran BPJS Sandra Dewi-Harvey Moeis Dibayar Pakai Duit Negara Fakta-fakta Iuran BPJS Sandra Dewi-Harvey Moeis Dibayar Pakai Duit Negara

    Jakarta

    Belakangan viral di media sosial soal kabar Harvey Moeis dan istrinya, Sandra Dewi, menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI) APBD BPJS Kesehatan. Kabar ini pun viral di media sosial lantaran tak sedikit masyarakat yang menyoroti kehidupan mewah Sandra Dewi.

    Atas kabar tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, membenarkan bahwa Harvey Moeis dan Sandra Dewi menjadi peserta PBI APBD BPJS Kesehatan.

    Kendati begitu, ia tak memberikan informasi lebih lanjut terkait sejak kapan keduanya terdaftar sebagai peserta PBI APBD BPJS Kesehatan.

    “Hasil pengecekan data, nama yang bersangkutan masuk ke dalam segmen PBPU Pemda (nomenklatur lama PBI APBD) Pemprov DKI Jakarta,” katanya saat dikonfirmasi detikcom, Senin (30/12/2024).

    Tanggapan BPJS Kesehatan

    Rizzky menjelaskan bahwa PBI APBD pada BPJS Kesehatan berbeda dengan PBI Jaminan Kesehatan (JK) yang hanya diperuntukkan khusus untuk masyarakat tak mampu atau miskin.

    Untuk menjadi peserta PBI APBD, tidak harus berasal dari masyarakat miskin. Sebab, peserta segmen PBI APBD didaftarkan oleh masing-masing pemerintah daerah (pemda), dan iurannya dibayarkan oleh pemda menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing pemda.

    Menurut Rizzky ini merupakan bentuk komitmen Pemprov DKI terhadap penduduknya untuk Universal Health Coverage (UHC), sehingga seluruh penduduk dijamin bagi yang belum dapat jaminan kesehatan dalam Program JKN.

    “Pada segmen ini (PBI APBD), persyaratannya tidak harus fakir miskin maupun orang yang tidak mampu, melainkan seluruh penduduk pada suatu daerah yang belum terdaftar sebagai peserta Program JKN dan bersedia diberikan hak kelas 3,” katanya.

    “Adapun nama-nama yang termasuk dalam segmen PBPU Pemda ini, sepenuhnya ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat,” imbuhnya lagi.

    Sementara untuk segmen PBI JK yang khusus masyarakat miskin, hanya masyarakat yang namanya terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos) yang boleh menjadi peserta.

    Walhasil karena didaftarkan oleh pemerintah pusat, maka iuran segmen PBI JK ini dibayarkan juga oleh pemerintah pusat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    “Daftar nama-nama peserta pada segmen ini mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial dan diperbarui secara berkala,” sambungnya.

    NEXT: Kata Dinkes DKI

  • Kisah Pria Idap Kanker Stadium 4 di Usia 25, Ini Gejala Awal yang Dirasakan

    Kisah Pria Idap Kanker Stadium 4 di Usia 25, Ini Gejala Awal yang Dirasakan

    Jakarta

    Seorang pelatih kebugaran di Inggris bernama Dilan Patel menceritakan kisahnya mengidap kanker di usia muda. Ia menjalani kehidupan normal seperti anak muda usia 20-an lainnya, tapi semuanya berubah pada suatu malam.

    Ia terbangun tengah malam dan menyadari sesuatu yang aneh. Tubuhnya pada saat itu tiba-tiba berkeringat parah.

    “Saya terbangun di tengah malam dengan keringat yang bercucuran. Maksud saya basah kuyup. Pakaian saya, tempat tidur saya, semuanya basah. Itu terjadi 2-3 kali tiap malam,” kata Patel dikutip dari Daily Mail, Senin (30/12/2024).

    Patel awalnya mengira itu hanya karena suhu ruangannya saat itu sedikit hangat. Namun, kondisi tersebut ia alami selama berbulan-bulan.

    Sampai akhirnya 2 tahun kemudian, ia memutuskan untuk pergi ke dokter umum mencari bantuan karena gejalanya sudah tidak tertahankan.

    Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, ia didiagnosis mengidap limfoma Hodgkin, sejenis kanker darah langka yang berkembang di jaringan pembuluh dan kelenjar di seluruh tubuh. Kondisi ini berkembang ketika sel-sel limfosit (sejenis sel darah putih) tumbuh secara tidak normal dan membentuk tumor di kelenjar getah bening, sumsum tulang, atau organ lain.

    Hal ini tersebut cukup mengejutkan Patel karena pada saat itu usianya masih 25 tahun. Ini merupakan salah satu jenis kanker yang langka di dunia.

    Patel mengungkapkan tubuh berkeringat di malam hari bukan satu-satunya tanda. Ia menuturkan bahwa tubuhnya juga sering sekali merasa gatal.

    “Kulit saya sangat gatal, begitu gatal sampai saya bawa losion ke mana-mana, yakin itu hanya kulit kering. Saya bahkan melihat benjolan di leher saya, tetapi saya pikir itu adalah otot saya yang tumbuh dari semua latihan saya di pusat kebugaran,” ceritanya.

    Dari pemeriksaan Patel memiliki total lima tumor di tubuhnya, termasuk satu di paru-paru. Kanker yang diidap oleh Patel sudah pada stadium empat.

    Patel mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala kanker yang mungkin dapat muncul. Apabila gejala muncul, sebaiknya segera mencari pertolongan medis untuk memeriksa apakah gejala tersebut memang berkaitan dengan kanker atau tidak.

    “Jika ada satu hal yang saya pelajari dari pengalaman ini, itu adalah untuk memperhatikan tubuh Anda. Tanda-tanda dan gejala-gejala kecil itu? Itu ada karena suatu alasan. Jangan menunggu sampai terlambat,” tandas Patel.

    (avk/kna)

  • Terbukti Lewat Studi, Rutin Minum Kopi Bisa Tambah Umur Nyaris 2 Tahun

    Terbukti Lewat Studi, Rutin Minum Kopi Bisa Tambah Umur Nyaris 2 Tahun

    Jakarta

    Sebuah studi yang telah dipublikasikan dalam Ageing Research Reviews menemukan hubungan antara minuman tertentu dengan manfaat panjang umur. Tim dari Universitas Coimbra di Portugal mengamati 85 penelitian sebelumnya yang melibatkan peserta di seluruh Eropa, Amerika, Australia, dan Asia, menganalisis hubungan kopi dengan tingkat kematian dan indikator kesehatan.

    Secara keseluruhan, analisis mereka menunjukkan bahwa minum sekitar tiga cangkir kopi sehari dikaitkan dengan tambahan umur 1,84 tahun pada rata-rata orang, dengan konsumsi teratur juga dikaitkan dengan peningkatan umur sehat untuk hidup tanpa penyakit serius.

    “Tinjauan kami menggarisbawahi peran konsumsi kopi secara teratur dan sedang dalam memediasi mekanisme biologis yang secara alami melambat atau gagal seiring bertambahnya usia, yang memicu berbagai potensi masalah kesehatan dan penyakit penyerta,” demikian keterangan penelitian tersebut, dikutip dari Science Alert.

    Manfaat kopi mungkin akan berbeda pada setiap individu. Meski faktor lain juga ikut berperan, namun hasil penelitian tersebut secara konsisten menunjukkan adanya hubungan positif antara kebiasaan minum kopi dan kesehatan.

    Para peneliti juga mengamati berbagai aspek kesehatan seperti peradangan dan metabolisme tubuh untuk melihat pengaruh kopi. Mereka juga memperhitungkan kebiasaan lain seperti merokok, agar bisa lebih fokus pada dampak kopi.

    “Konsumsi kopi secara teratur tampaknya berkaitan dengan pemeliharaan fungsi otot, kardiovaskular, mental, dan sistem kekebalan tubuh,” tulis para peneliti dalam makalah yang mereka terbitkan.

    “Tampaknya berbanding terbalik dengan kejadian penyakit yang paling sering menyerang orang lanjut usia seperti penyakit kardiovaskular dan pernapasan, stroke, beberapa jenis kanker, diabetes, demensia, depresi berat, atau kelemahan fisik.”

    Penting untuk dicatat bahwa banyak dari penelitian ini melibatkan konsumsi kopi pribadi individu tertentu. Dengan begitu, ada terlalu banyak faktor lain yang mungkin terlibat untuk manfaat kopi bisa bikin panjang umur.

    Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa minum kopi bisa mengurangi risiko penyakit jantung, mengatasi dampak buruk dari gaya hidup kurang gerak, dan bahkan membantu kita hidup lebih lama.

    Seiring bertambahnya usia, penting untuk setiap individu mencari cara agar bisa tetap sehat di usia lanjut. Minum kopi boleh jadi salah satu solusinya.

    “Kita tahu bahwa populasi dunia menua lebih cepat dari sebelumnya, itulah sebabnya semakin penting untuk mengeksplorasi intervensi pola makan yang dapat memungkinkan orang tidak hanya hidup lebih lama tetapi juga hidup lebih sehat,” kata ahli saraf Rodrigo Cunha dari Universitas Coimbra.

    (suc/kna)

  • Terungkap, Sandra Dewi-Harvey Moeis Terdaftar Jadi Anggota PBI BPJS sejak 2018

    Terungkap, Sandra Dewi-Harvey Moeis Terdaftar Jadi Anggota PBI BPJS sejak 2018

    Jakarta

    Aktris Sandra Dewi dan Harvey Moeis terdaftar sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Baik Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan pihak BPJS Kesehatan membenarkan hal tersebut.

    “Harvey Moeis dan Sandra Dewi. Keduanya terdaftar sejak 1 Maret 2018,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati dalam keterangannya dikutip dari ANTARA, Senin (30/12/2024).

    Terdaftarnya Harvey dan Sandra Dewi dalam kepesertaan PBI BPJS Kesehatan disebut upaya Pemprov DKI untuk memenuhi hak kesehatan seluruh warga Jakarta sebagai implementasi universal health coverage (UHC) dari pemerintah pusat.

    Hal itu, menurut Ani, sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 169 Tahun 2016 tentang Kepesertaan dan Jaminan Pelayanan Kesehatan, pada periode 2017-2018, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan percepatan Universal Health Coverage (UHC) dengan tujuan memastikan seluruh penduduk DKI Jakarta memiliki akses terhadap layanan kesehatan.

    “Pergub itu komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan akses layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat yang belum terdaftar dalam JKN. Pergub melindungi hak penuh kesehatan masyarakat Jakarta,” imbuhnya.

    Kemudian, lanjut Ani, penduduk yang memenuhi kriteria administratif, seperti memiliki KTP DKI Jakarta dan bersedia dirawat di kelas 3, pada saat itu dapat didaftarkan oleh perangkat daerah setempat (lurah/camat) sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

    Ani mengatakan saat ini dilakukan tata ulang agar PBI APBD bisa sesuai sasaran di antaranya dengan melakukan integrasi fakir miskin dan masyarakat tidak mampu ke dalam segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang dibiayai oleh pemerintah pusat.

    Kepesertaan JKN terdiri dari beberapa segmen, yaitu:

    1. PPU (Pekerja Penerima Upah): Peserta yang didaftarkan oleh pemberi kerja.

    2. PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan): Peserta yang iurannya ditanggung oleh pemerintah pusat untuk fakir miskin dan masyarakat tidak mampu.

    3. PBPU BP (Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja/Peserta Mandiri): Peserta yang membayar iurannya sendiri.

    4. PBI APBD (Penerima Bantuan Iuran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah): Peserta yang preminya ditanggung oleh Pemerintah Daerah melalui APBD.

    “Kami akan berkoordinasi juga dengan BPJS Kesehatan terkait revisi Pergub, sehingga perlindungan kesehatan bagi setiap warga bisa terpenuhi tetapi tepat sasaran,” tutup Ani.

    (kna/kna)

  • Mantan Presiden AS Jimmy Carter Meninggal Dunia di Usia 100, Ini Riwayat Sakitnya

    Mantan Presiden AS Jimmy Carter Meninggal Dunia di Usia 100, Ini Riwayat Sakitnya

    Jakarta – Jimmy Carter, Presiden Amerika Serikat ke-39 meninggal dunia pada usia 100 tahun hari Minggu (29/12/2024). Sebelum meninggal, ia telah menjalani perawatan paliatif di rumahnya sejak Februari 2023.

    Carter juga telah mengalami beberapa masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah menjalani operasi hati untuk mengangkat massa pada tahun 2015, mantan presiden tersebut didiagnosis mengidap melanoma, yang telah menyebar ke beberapa area otaknya.

    Setelah operasi dan beberapa bulan perawatan dengan radiasi dan imunoterapi, ia dinyatakan remisi.

    Selain kanker, Presiden AS ke-39 itu juga mengalami dehidrasi dan beberapa kali terjatuh yang menyebabkan pinggulnya patah, panggulnya retak, dan cedera lainnya.

    Sementara sang Istri yang telah dinikahinya selama 77 tahun, Rosalynn Carter, juga masuk rumah sakit pada bulan November 2023 bersama suaminya. Ia meninggal beberapa hari kemudian pada usia 96 tahun.

    Beberapa ahli memuji keluarga Carter karena berbagi rincian perjalanan pasangan itu melalui proses penuaan, perawatan rumah sakit, dan kematian.

    “Sangat luar biasa bagi keluarga Carter untuk bersikap terbuka,” kata Angela Novas, kepala staf medis untuk Hospice Foundation of America di Washington, DC, menurut laporan Associated Press, dikutip Fox News.

    “Hal ini telah memberikan pandangan baru mengenai rumah sakit, dan menimbulkan pertanyaan” bagi orang-orang untuk mempelajari lebih lanjut, tambahnya.

    Lihat juga Video saat ‘Presiden AS ke-39 Jimmy Carter Ulang Tahun ke-100’:

    (suc/kna)

  • Viral Sandra Dewi-Harvey Moeis Anggota PBI, Iuran BPJS Ditanggung Negara

    Viral Sandra Dewi-Harvey Moeis Anggota PBI, Iuran BPJS Ditanggung Negara

    Jakarta

    Viral Sandra Dewi dan Harvey Moeis tercatat sebagai penerima bantuan iuran (PBI) program BPJS Kesehatan. Keduanya disebut terdaftar sebagai anggota PBI sejak tahun 2018.

    “Termasuk Harvey Moeis dan Sandra Dewi. Keduanya terdaftar sejak 1 Maret 2018,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati dalam keterangannya dikutip dari ANTARA, Senin (30/12/2024).

    Ani menjelaskan pihaknya terus mendorong kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa memandang status sosial ekonomi warga, untuk memenuhi hak kesehatan bagi seluruh warga Jakarta, sebagai implementasi kebijakan UHC (Universal Health Coverage) dari pemerintah pusat.

    “Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 169 Tahun 2016 tentang Kepesertaan dan Jaminan Pelayanan Kesehatan, pada periode 2017-2018, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan percepatan Universal Health Coverage (UHC) dengan tujuan memastikan seluruh penduduk DKI Jakarta memiliki akses terhadap layanan kesehatan,” jelas dia.

    Pada masa itu, lanjut Ani, Pemprov DKI Jakarta memiliki target dari pemerintah pusat untuk mendaftarkan sebanyak 95 persen penduduk sebagai peserta JKN. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga DKI Jakarta.

    Kemudian, lanjut Ani, penduduk yang memenuhi kriteria administratif, seperti memiliki KTP DKI Jakarta dan bersedia dirawat di kelas 3, pada saat itu dapat didaftarkan oleh perangkat daerah setempat (lurah/camat) sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

    “Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang merevisi Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan untuk menyesuaikan kriteria peserta PBI APBD agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan, dengan tetap menjaga prinsip keadilan dan transparansi dalam pelaksanaannya,” ujar Ani.

    (kna/kna)

  • Jalan Kaki Vs Naik Tangga, Mana yang Lebih Efektif Turunkan BB?

    Jalan Kaki Vs Naik Tangga, Mana yang Lebih Efektif Turunkan BB?

    Jakarta – Tak sedikit orang yang berusaha menurunkan berat badan dihadapkan dengan berbagai pilihan olahraga. Dua olahraga harian yang paling sering disarankan adalah berjalan kaki dan naik tangga.

    Kedua aktivitas ini tampaknya sederhana, tetapi mana yang sebenarnya lebih efektif untuk membantu kita mencapai tujuan berat badan ideal?

    Dikutip dari Hindustan Times, para ahli menjelaskan bahwa baik menaiki tangga maupun berjalan kaki dapat dipilih sesuai tingkat kebugaran, masalah kesehatan, dan preferensi.

    Untuk orang tanpa masalah persendian yang menikmati aktivitas fisik intens, menaiki tangga menjadi pilihan menarik karena membakar kalori lebih efektif.

    Sebaliknya, bagi yang merasa lelah atau mengalami tekanan pada lutut saat menaiki tangga, berjalan kaki menjadi opsi yang lebih aman dan nyaman.

    Menaiki tangga tidak hanya menguatkan otot dan tulang, tetapi juga meningkatkan kesehatan jantung. Aktivitas ini melibatkan banyak otot seperti otot kaki dan inti tubuh, yang dapat meningkatkan detak jantung dan sirkulasi darah secara optimal.

    Menurut Dr Nasiruddin G, Konsultan Penyakit Dalam di Rumah Sakit Fortis, Cunningham Road, menaiki tangga mampu membakar lebih banyak kalori per menit dibandingkan berjalan kaki, terutama bila dilakukan dengan intensitas tinggi.

    Aktivitas ini juga meningkatkan perkembangan otot yang lebih baik dan metabolisme yang lebih cepat, sehingga membantu penurunan berat badan secara efektif.

    Selain itu, menaiki tangga memiliki beberapa manfaat tambahan:

    Aktivitas ini melibatkan otot bokong, paha, betis, hingga otot inti, yang mendukung perkembangan kekuatan otot secara keseluruhan.

    Intensitas gerakan menaiki tangga membantu meningkatkan detak jantung lebih cepat, yang dapat mempercepat pembakaran kalori dalam waktu singkat.

    Dr Aashish Chaudhry menyarankan menaiki tangga sebagai alternatif bagi mereka yang ingin mempercepat penurunan berat badan, sekaligus meningkatkan metabolisme dan kesehatan tubuh bagian bawah.

    Bahkan, aktivitas ini diketahui dapat memperbaiki pencernaan dan menurunkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular.

    Namun, berjalan kaki tetap menjadi olahraga yang lebih inklusif dan cocok untuk semua kalangan, terutama bagi lansia atau orang dengan masalah persendian.

    Aktivitas ini memiliki dampak yang lebih ringan pada tubuh, sehingga lebih aman dan berkelanjutan untuk dilakukan dalam jangka panjang.

    Dr Nasiruddin G juga menyoroti bahwa berjalan kaki memberikan manfaat besar bagi pengidap masalah persendian, karena tidak memberikan tekanan berlebih pada lutut dan pergelangan kaki.

    Dengan intensitas rendah, aktivitas ini bisa membuat seseorang untuk bergerak lebih lama tanpa merasa terlalu lelah, sehingga pembakaran kalori secara total dapat lebih optimal.

    (suc/suc)

  • 6 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setelah Minum Obat

    6 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setelah Minum Obat

    Jakarta – Agar penyakit cepat sembuh, dokter akan meresepkan sejumlah obat kepada pasien. Pada umumnya, obat tersebut diminum saat sebelum atau sesudah makan.

    Setelah meminum obat, ternyata detikers tidak boleh asal mengkonsumsi makanan. Sebab, ada beberapa makanan yang jika dikonsumsi dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.

    Bahkan, interaksi antara makanan dengan obat tertentu bisa berpotensi meningkatkan kadar obat dalam darah hingga menimbulkan sejumlah efek samping berbahaya.

    Lantas, apa saja makanan yang tidak boleh dikonsumsi setelah minum obat? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Minum Obat

    Ada beberapa produk makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi setelah minum obat. Apa saja? Berikut daftarnya:

    1. Produk Susu

    Sejumlah produk olahan susu seperti keju, susu, dan yoghurt sebaiknya tidak dikonsumsi setelah minum obat, khususnya antibiotik dalam golongan tetracycline untuk pneumonia bakterial dan siprofloksasin.

    Dilansir situs AARP, produk olahan susu dapat menghambat penyerapan serta mengurangi kemampuan obat untuk mengobati infeksi secara efektif. Jika ingin mengkonsumsi olahan susu, sebaiknya beri jeda sekitar dua jam setelah minum obat atau satu jam sebelumnya.

    2. Sayuran Hijau

    Sayuran hijau seperti brokoli, bayam, kangkung, dan kubis tentu mengandung sejumlah nutrisi yang baik untuk kesehatan. Namun, sayuran hijau tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi setelah minum obat.

    Sebab, sayuran hijau dapat menghambat kemampuan obat untuk menghentikan atau mencegah pembekuan darah. Jika tetap ingin mengkonsumsi sayuran hijau, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

    3. Pisang

    Buah berwarna kuning ini mengandung sejumlah vitamin yang baik untuk tubuh, salah satunya kalium yang berperan dalam fungsi sel jantung dan menjaga detak jantung tetap teratur.

    Namun, mengkonsumsi pisang setelah minum obat tertentu bisa berisiko fatal. Dilansir GoodRx, beberapa obat seperti ARB (angiotensin II receptor blocker) dan ACE (angiotensin-converting enzyme) inhibitor yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah bisa meningkatkan kadar kalium.

    Lalu, obat lainnya yang dijual bebas seperti ibuprofen (Advil dan Motrin) serta naproxen (Aleve dan Naprosyn) juga bisa meningkatkan kalium dalam tubuh.

    Memang, belum ada bukti yang kuat bahwa pisang wajib dihindari sama sekali setelah mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Namun, penting untuk mengetahui dan mewaspadai kemungkinan efek samping yang terjadi saat mengkonsumsi pisang dalam jumlah banyak.

    4. Jeruk Bali

    Mengkonsumsi jeruk bali setelah minum obat tertentu diyakini dapat mengganggu metabolisme obat-obatan di dalam tubuh.

    Mengutip Everyday Health, jeruk bali dapat meningkatkan penyerapan obat ke dalam aliran darah. Hal tersebut dapat meningkatkan konsentrasi obat serta risiko kerusakan hati dan otot.

    “Jeruk bali mengandung senyawa yang dapat menghambat enzim metabolisme obat umum yang disebut CYP3A4. Mengkonsumsi banyak jeruk bali dapat menghambat enzim tersebut, lalu obat akan terakumulasi dalam sistem tubuh yang bisa berbahaya.” kata Aaron Emmel, pendiri Pharmacy Tech Scholar di St. Augustine, Florida.

    5. Apel

    Dilansir Web MD, mengkonsumsi apel atau jus apel dapat meningkatkan kadar gula darah. Dengan begitu, mengkonsumsi apel setelah minum obat diabetes berisiko mengurangi efek obat tersebut.

    Lalu, jus apel juga bisa menurunkan efek aliskiren (Tekturna), yakni obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Apabila obat hipertensi tidak bekerja secara optimal, maka pengidapnya dapat berisiko mengalami gangguan seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal jantung.

    Selain itu, jus apel juga bisa mengurangi jumlah obat atenolol yang diserap tubuh. Jika detikers ingin mengkonsumsi apel, beri jeda setidaknya 4 jam antara minum obat atenolol dan jus apel.

    6. Alkohol

    Mengkonsumsi alkohol setelah minum obat-obatan sangat tidak dianjurkan. Misalnya SSRI, yakni antidepresan yang dapat mengobati depresi dan gangguan kecemasan. Jika mengkonsumsi alkohol setelah meminum obat SSRI maka bisa menyebabkan sejumlah masalah serius pada tubuh.

    “Risiko menggabungkan obat ini dengan alkohol adalah pendarahan lambung atau gastrointestinal,” kata Ashley Ellis, Direktur program ImPAcT di University of Tennessee Health Science Center, dikutip dari Everyday Health.

    Itu dia enam makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi setelah minum obat. Semoga bermanfaat.

    (ilf/fds)