Category: Detik.com Kesehatan

  • Kemenkes RI Buka Suara soal Surat Terbuka 7 Profesor Kesehatan ke Prabowo

    Kemenkes RI Buka Suara soal Surat Terbuka 7 Profesor Kesehatan ke Prabowo

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) buka suara terkait surat terbuka yang diajukan tujuh profesor kesehatan atas nama Aliansi Ketahanan Kesehatan Bangsa. Sedikitnya ada lima poin yang dilayangkan dalam surat terbuka untuk Presiden RI Prabowo Subianto, menyoal polemik kesehatan.

    Termasuk prioritas program di Kemenkes RI hingga nihilnya keterlibatan organisasi profesi dokter dalam Undang Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023 yang belum lama disahkan.

    Ketujuh profesor tersebut juga mempertanyakan proyek-proyek besar seperti pengadaan ratusan laboratorium, seperti kateterisasi atau cath lab serta proyek genomik dengan dana pinjaman luar negeri yang dinilai tidak pro-rakyat. Di sisi lain, mereka juga melihat ketidakharmonisan antara organisasi profesi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

    “Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi disharmoni serius antara Menteri Kesehatan dengan organisasi profesi kesehatan, ini mengakibatkan kurangnya komunikasi, kerja sama dan inklusivitas antara kedua pihak, yang pada
    akhirnya menciptakan kondisi tidak kondusif bagi dunia kesehatan Indonesia,” sorot aliansi terkait dalam surat yang diteken 31 Desember 2024.

    Respons Kemenkes RI

    Kepala Biro Komunikasi Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI Aji Muhawarman menepis anggapan tersebut. Lahirnya UU Kesehatan baru menurutnya justru menghilangkan liberalisasi sektor kesehatan.

    “Yang tadinya disetir dan didominasi oleh organisasi massa dan individu tertentu, yang mana sekarang diambil alih seluruhnya oleh pemerintah,” terang dia saat dihubungi detikcom Selasa (2/1/2025).

    Bila keterlibatan tersebut berdampak pada kepentingan 280 juta warga Indonesia, Kemenkes RI dipastikan Aji bakal berpihak melindungi masyarakat.

    “Jadi bisa dipahami mengapa ada pihak-pihak dari tenaga medis atau tenaga kesehatan yang kontra dan menggugat pemerintah,” tukas dia.

    (naf/kna)

  • Viral Ratu Drama China Zhao Lusi Disebut Kena Afasia, Kondisi Apa Itu?

    Viral Ratu Drama China Zhao Lusi Disebut Kena Afasia, Kondisi Apa Itu?

    Jakarta

    Ratu drama China Zhao Lusi disorot usai fotonya berada di kursi roda viral di media sosial. Banyak yang menduga bintang drama ‘Hidden Love’ itu mengidap afasia.

    Pada media sosial X, kata kunci #TruthForZhaoLusi mendadak trending. Berbagai cuitan fans meminta agensi untuk menjelaskan kondisi kesehatan aktris berusia 26 tahun itu.

    Diberitakan Dimsum Daily, Zhao dikabarkan merasa tidak enak badan selama produksi proyek terbarunya dan segera dibawa ke rumah sakit pada tanggal 18 Desember. Para saksi menggambarkannya tampak lemah dan tidak stabil, dengan kakinya gemetar saat dia berjalan dari kendaraan ke pintu masuk rumah sakit.

    Sementara itu teman baik Zhao Lusi yang juga aktris dan model China, Wei Xiao, lewat akun Weibo pribadinya mengungkapkan bahwa Zhao Lusi mengalami gejala afasia.

    Dikutip dari laman Mayo Clinic, afasia adalah gangguan yang memengaruhi cara Anda berkomunikasi. Afasia dapat memengaruhi cara bicara serta cara menulis bahkan memahami bahasa lisan dan tulisan.

    Afasia biasanya terjadi tiba-tiba setelah stroke atau cedera kepala. Namun, afasia juga dapat terjadi secara bertahap akibat tumor otak yang tumbuh lambat atau penyakit yang menyebabkan kerusakan progresif dan permanen (degeneratif). Tingkat keparahan afasia bergantung pada sejumlah hal, termasuk penyebab dan tingkat kerusakan otak.

    Ada banyak jenis afasia. Jenis-jenis ini biasanya didiagnosis berdasarkan area otak yang dominan bahasa yang terpengaruh. Juga berdasarkan tingkat kerusakannya. Misalnya:

    Orang dengan afasia Broca mengalami kerusakan pada bagian depan otak yang dominan bahasa.Orang dengan afasia Wernicke mengalami kerusakan pada sisi otak yang dominan bahasa.Orang dengan afasia global mengalami kerusakan pada sebagian besar otak yang mengendalikan bahasa.

    (kna/naf)

  • Kasus Penyakit Pernapasan ‘Ngegas’ di China, RI Gimana? Kemenkes Bilang Gini

    Kasus Penyakit Pernapasan ‘Ngegas’ di China, RI Gimana? Kemenkes Bilang Gini

    Jakarta

    Belum lama ini sebuah video ramai di media sosial menunjukkan membludaknya antrean pasien pada rumah sakit besar China. Belakangan diketahui, pasien-pasien tersebut terpapar penyakit pernapasan termasuk influenza A dan human metapneumovirus (hMPV).

    Muncul kekhawatiran kasus tersebut juga mulai menyebar luas ke luar China, termasuk Indonesia.

    Juru bicara Kementerian Kesehatan RI drg Widyawati, MKM, menyebut sejauh ini belum ditemukan wabah yang sama seperti di China. Mengutip data World Health Organization (WHO), Widyawati menekankan lonjakan kasus influenza maupun hMPV hanya menyebar di China.

    Dari data yang kami himpun khususnya dari WHO, hingga saat ini kasus influenza A dan HMPV masih menyebar di wilayah tiongkok saja

    “Kasus influenza tipe A untuk varian H5N1 pernah terjadi di Indonesia, pada 2005 hingga 2017,” terang dia dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (2/1/2025).

    “Namun sejak 2018 belum ada kasus baru pada manusia. Untuk varian h5N6 dan H9N2 dilaporkan terjadi beberapa kasus di Tiongkok tapi belum pernah dilaporkan kedua varian tersebut terjadi di indonesia,” lanjutnya.

    Pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menyebut virus influenza A maupun hMPV bukanlah virus baru. Kedua penyakit pernapasan ini sudah lama menyebar dan termasuk kategori endemik, menetap dan terus muncul di beberapa wilayah tertentu.

    Virus influenza A, menjadi salah satu varian virus yang tengah dipantau ketat lantaran diwaspadai berisiko memicu pandemi bila menyebar luas antarmanusia.

    “Ini yang dikhawatirkan kalau bicara influenza A. Jadi dikatakan serius, serius sebetulnya. Namun saat ini pada level yang belum membahayakan atau belum meningkatkan kekhawatiran sebetulnya,” katanya lagi.

    Berbeda dengan hMPV, virus pernapasan yang ditemukan pada 2001 ini sama dengan RSV atau respiratory syncytial virus. Lebih rentan menyerang anak-anak, tetapi bisa juga menular di kelompok dewasa saat imunitas mereka menurun.

    “Nah kalau sampai ke Indonesia bicara dua penyakit ini ya tentu tetap ada kasus impor. Terutama melalui pelancong internasional atau pelaku perjalanan khususnya berarti dari Asia Timur itu,” tuturnya.

    “Namun dengan sekali lagi pengendalian perbatasan dan protokol kesehatan tentu risiko wabah besar bisa diminimalkan. Apalagi di Indonesia harusnya orang sudah mulai terbiasa untuk update atau booster imunitas dengan vaksinasi,” pungkas dia.

    (naf/kna)

  • Pria Umur 18 Tahun Jalani Operasi Plastik, Before-Afternya bak Beda Orang

    Pria Umur 18 Tahun Jalani Operasi Plastik, Before-Afternya bak Beda Orang

    Jakarta

    Seorang ahli bedah yang mengelola Instituto Maxilofacial, Barcelona, Dr Frederico Alfaro mengungkapkan cerita salah satu pasiennya. Pasien tersebut merupakan seorang pria muda dari Spanyol.

    Klinik yang dikelola Dr Alfaro mengunggah banyak transformasi pasiennya secara daring. Hal ini yang menjadi salah satu cara untuk menarik pasien dari luar negeri untuk mengubah rahang mereka.

    “Dengan sekitar 50 persen pasien mencari prosedur tersebut untuk tujuan kosmetik,” katanya yang dikutip dari Daily Mail.

    Dr Alfaro mengatakan banyak pasien klinik memiliki masalah medis. Misalnya seperti maloklusi atau ketidaksejajaran gigi atas dan bawah, dan sleep apnea yang dapat disebabkan oleh tulang yang menyempitkan saluran udara.

    Klinik tersebut juga menawarkan prosedur kosmetik, termasuk pengencangan wajah, pembesaran pipi, dan blepharoplasty atau operasi untuk mengurangi jumlah kulit di atas mata.

    Pasien yang ditanganinya dari Spanyol utara, Gustavo, baru berusia 18 tahun. Gustavo merasa operasi yang dilakukannya membuatnya merasa jauh lebih percaya diri.

    Ia dirujuk ke klinik tersebut karena maloklusi kelas II pada tahun 2020. Di mana gigi atas secara signifikan tumpang tindih dengan gigi bawah yang menyebabkan masalah mengunyah.

    Saat masuk, kuesioner juga mengungkapkan bahwa ia memiliki kekhawatiran yang signifikan tentang penampilannya dan juga mengalami sleep apnea ringan.

    “Dalam kasus Gustavo, ia memiliki semua masalah ini. Tetapi, perhatian utamanya adalah estetika wajah, dan saya harus mengatakan bahwa mungkin 50 persen dari perhatian utama pasien saya adalah estetika wajah,” terang Dr Alfaro.

    Proses Operasi

    Selama operasi, pertama dokter melakukan osteotomy sagittal split bilateral atau pemotongan tulang rahang bawah dan diposisikan ulang lebih ke depan untuk menyelaraskan gigi. Kemudian, tulang tersebut dapat diamankan menggunakan pelat dan sekrup titanium.

    Gustavo kemudian menjalani osteotomie Le Fort I, di mana sayatan horizontal dibuat di rahang atas. Kemudian, digerakkan ke bawah untuk memperlebar saluran udara.

    Hal ini bertujuan untuk mengatasi masalah tidur. Tulang tersebut mungkin juga diamankan menggunakan pelat dan sekrup titanium.

    Dan terakhir, dokter melakukan mentoplasty peningkatan dan penurunan atau peningkatan dagu. Ini dilakukan dengan memposisikan ulang tulang dagu melalui pembedahan untuk meningkatkan bentuk, posisi, dan proyeksinya.

    Dr Alfaro mengungkapkan sebagai bagian dari operasi di kliniknya, mereka juga dapat menyuntikkan cangkok lemak ke pipi dan bibir untuk lebih meningkatkan penampilan pasien dan memastikan mereka puas dengan hasilnya.

    Dampaknya, ada pembengkakan dan memar setelah operasi, yang dapat memakan waktu hingga empat minggu untuk sembuh. Banyak pasien kembali beraktivitas normal setelah pembengkakan berkurang, meskipun butuh waktu sekitar enam bulan agar tulang pulih sepenuhnya.

    Testimoni Gustavo

    Gustavo mengatakan bahwa hasil pascaoperasi terasa luar biasa. Ia bahkan tidak percaya bahwa apa yang dilihatnya di cermin adalah dirinya.

    “Bahkan sekarang, ketika saya melihat foto yang saya ambil malam sebelum operasi untuk membandingkan hasilnya, saya masih tidak percaya itu saya,” ungkap Gustavo.

    “Seiring dengan semakin percaya diri saya, keadaan menjadi lebih baik. Sebenarnya sebelum operasi, saya bahkan tidak mencoba berbicara dengan seorang gadis, dengan asumsi saya tidak akan mendapat hasil apapun,” pungkasnya.

    (sao/kna)

  • Mengenal HMPV Penyakit Pernapasan yang Melonjak di China, Ini Gejalanya    
        Mengenal HMPV Penyakit Pernapasan yang Melonjak di China, Ini Gejalanya

    Mengenal HMPV Penyakit Pernapasan yang Melonjak di China, Ini Gejalanya Mengenal HMPV Penyakit Pernapasan yang Melonjak di China, Ini Gejalanya

    Jakarta

    Setelah lima tahun pasca COVID-19, China kini mencatat lonjakan kasus infeksi virus pernapasan lain yakni human metapneumovirus (hMPV).

    Otoritas kesehatan di seluruh dunia ikut menyoroti wabah tersebut dan kembali menekankan peningkatan tindakan kebersihan seperti mengenakan masker wajah dan mencuci tangan sesering mungkin, terlebih pasca melakukan perjalanan ke tempat asal wabah.

    Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional di China telah menetapkan protokol untuk pelaporan laboratorium serta verifikasi kasus.

    Data dari 16-22 Desember menunjukkan peningkatan infeksi pernapasan akut, termasuk hMPV, terutama di provinsi utara. “Kasus-kasus terkini sebagian besar melibatkan mereka yang terpapar berada di usia di bawah usia 14 tahun,” menurut Reuters.

    “Siaran pemerintah CCTV mengonfirmasi bahwa infeksi pernapasan musim dingin ini sebagian besar disebabkan oleh virus influenza, dengan hMPV juga ikut berkontribusi,” CDC menambahkan.

    Kabarnya, virus tersebut pertama kali terdeteksi pada 2001 oleh peneliti Belanda dalam sampel aspirasi nasofaring dari anak-anak dengan infeksi pernapasan, disebabkan oleh patogen yang tidak diketahui.

    Minggu lalu, badan pengendalian penyakit China mengatakan mereka sedang menguji coba sistem pemantauan untuk pneumonia yang tidak diketahui asalnya. Menurut laporan Reuters, kasus penyakit pernapasan diperkirakan akan meningkat selama musim dingin.

    Apa saja gejala infeksi hMPV?

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC China) mencatat sejumlah gejala yang kerap ditemui.

    “Gejala-gejalanya meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, dan mengi. Kasus yang parah dapat mengakibatkan bronkitis atau pneumonia, terutama di kalangan bayi, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.”

    Badan tersebut lebih lanjut mencatat mereka memiliki kondisi paru-paru yang sudah ada sebelumnya, seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), atau emfisema, berisiko lebih tinggi terkena hasil yang parah.

    Next: Bagaimana virus hMPV menyebar?

    Simak Video “Video: Respons China ke WHO soal Tudingan Tutupi Data Asal-usul COVID-19”
    [Gambas:Video 20detik]

  • Sosialita ‘Catwoman’ Jocelyne Wildenstein Meninggal di Umur 79 saat Tidur Siang

    Sosialita ‘Catwoman’ Jocelyne Wildenstein Meninggal di Umur 79 saat Tidur Siang

    Jakarta

    Seorang sosialita Swiss bernama Jocelyn Wildenstein (79) yang juga dikenal sebagai ‘catwoman’ karena kebiasaan operasi plastik yang dilakukannya meninggal dunia pada Rabu (31/12/2024). Hal tersebut diungkapkan oleh pasangannya yang juga desainer busana, Lloyd Klein.

    Diungkapkan dalam sebuah keterangan resmi, Jocelyn meninggal dunia ketika sedang tidur siang di tempat tinggalnya di Paris, Prancis.

    “Dengan berat hati dan kesedihan yang mendalam, Tuan Lloyd Klein mengumumkan kematian yang tak terduga dari tunangan tercintanya dan teman lamanya Jocelyne Wildenstein,” katanya dalam sebuah pernyataan dikutip dari SCMP, Kamis (2/1/2024).

    Lloyd pada saat itu mencoba membangunkan Jocelyn untuk makan malam tahun baru. Namun, sosialita yang lahir pada 5 Agustus 1940 itu tidak responsif.

    “Laporan awal dari dokter yang dipanggil ke tempat kejadian menunjukkan bahwa dia mengalami gagal jantung dan meninggal dengan tenang saat tidur,” imbuh Klein.

    Dikutip dari Mayo Clinic, gagal jantung merupakan kondisi yang terjadi ketika otot jantung tidak memompa darah sebagaimana mestinya. Ketika ini terjadi, darah seringkali menumpuk dan cairan dapat menumpuk di paru-paru, yang menyebabkan sesak napas.

    Masalah gagal jantung dapat disebabkan oleh berbagai kondisi tertentu yang membuat jantung menjadi lemah atau kaku untuk mengisi dan memompa darah dengan benar. Kondisi ini termasuk penyempitan arteri di jantung dan tekanan darah tinggi.

    Terlepas dari kejadian yang dialami oleh Jocelyn, berikut ini sederet gejala gagal jantung yang mungkin dapat dialami seorang pasien:

    Sesak napas saat beraktivitas atau saat berbaring.Kelelahan dan kelemahan.Pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki, dan telapak kaki.Detak jantung cepat atau tidak teratur.Penurunan kemampuan berolahraga.Mengi.Batuk yang tidak kunjung sembuh atau batuk yang mengeluarkan lendir putih atau merah muda dengan bercak darah.Pembengkakan pada area perut.
    Peningkatan berat badan yang sangat cepat akibat penumpukan cairan.Mual dan kurang nafsu makan.Kesulitan berkonsentrasi atau penurunan kewaspadaan.Nyeri dada jika gagal jantung disebabkan oleh serangan jantung.

    (avk/kna)

  • Zhao Lusi Ungkap Idap Depresi Berat, Viral usai Diduga Jadi Korban Bully Agensi

    Zhao Lusi Ungkap Idap Depresi Berat, Viral usai Diduga Jadi Korban Bully Agensi

    Jakarta

    Aktris China Zhao Lusi mendadak viral setelah muncul kabar dirinya jatuh sakit usai mendapat perlakuan buruk dari agensinya. Dalam foto yang beredar di media sosial, bintang ‘Hidden Love’ itu terlihat duduk di kursi roda dan kesulitan melakukan aktivitas sederhana.

    Dilaporkan Global Times, banyak yang mengaitkan kondisinya dengan afasia, gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berbicara akibat kerusakan otak.

    Sebagai tanggapan atas viralnya kabar tersebut, Zhao mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengalami perasaan depresi pada tahun 2019 tetapi dia mengabaikannya. Dalam unggahan terbarunya, Zhao mengungkap penyakit yang diidapnya.

    Dia mengatakan pada tahun 2021, kondisi psikisnyya memburuk yang membuat dia mengeluhkan gejala fisik seperti alergi. Meski telah menjalani perawatan, gejalanya tak hilang dan dia mulai berkonsultasi ke psikolog untuk meredam stresnya.

    Di tahun 2023, aktris berusia 26 tahun itu mengungkap dia mengalami pneumonia, emfisema, pityriasis rosea, urtikaria, keringat malam, terbangun karena terkejut, dan gangguan pendengaran sensorineural secara berturut-turut. Selain itu, ia juga dirundung oleh serangkaian kejadian malang yang menimpa kerabatnya, yang mengakibatkan ia terus mengabaikan kondisi kesehatannya.

    Pada tahun 2024, ia mengalami gejala fisik yang nyata seperti sering muntah, pusing, nyeri sendi, nyeri leher, dan alergi yang semakin parah. Namun, ia tetap mengira hal itu disebabkan oleh efek samping normal yang disebabkan oleh konsumsi obat alergi yang ditargetkan.

    Ia mengatakan bahwa ia tidak ingin penyakitnya menjadi “aksi publisitas”.

    “Depresi adalah penyakit dan itu bukan lagi sesuatu yang dapat diatasi hanya dengan ‘bersenang-senang’ atau ‘berbicara’,” tulisnya di Sina Weibo, platform mirip X di China.

    Ia mengingatkan masyarakat untuk memahami penyakit mental dan menghargai perawatan psikologis yang dijalaninya.

    (kna/kna)

  • Kasus Langka, Dokter Bedah ‘Tertular’ Kanker dari Pasiennya pasca Operasi

    Kasus Langka, Dokter Bedah ‘Tertular’ Kanker dari Pasiennya pasca Operasi

    Jakarta

    Dalam kasus yang tidak biasa, seorang dokter bedah bedah menemukan benjolan kanker di tangannya yang berasal dari cedera yang diidapnya saat melakukan operasi.

    Diberitakan Live Science, dokter bedah di Jerman mengalami pembengkakan di tangan kiri dekat pangkal jari tengahnya. Benjolan tersebut berdiameter sekitar 3 sentimeter.

    Dokter bedah tersebut kemudian mengangkat benjolan itu dan melakukan pemeriksaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tumor tersebut adalah histiositoma fibrosa, yaitu jenis tumor yang mengandung histiosit, sel-sel imun yang bermigrasi ke jaringan tubuh yang tidak seharusnya dan membentuk pertumbuhan tumor.

    Ini adalah jenis tumor yang sama dengan yang diangkat dari perut pasiennya lima bulan sebelumnya.

    “Setelah melakukan analisis lebih lanjut, para peneliti menemukan bahwa tumor yang ada di tangan ahli bedah itu tidak hanya memiliki bentuk seluler yang serupa dengan tumor pasien, tetapi juga identik secara genetik,” tulis laman tersebut.

    Para ilmuwan mengisolasi DNA dari kedua tumor tersebut dan membandingkannya dengan tumor lain yang tidak terkait. Hasilnya, mereka menemukan bahwa jenis tumor yang diidap dokter bedah tersebut dan tumor pasien benar-benar tidak bisa dibedakan, sementara tumor ketiga yang tidak terkait terlihat jelas berbeda.

    Ternyata, ketika dokter bedah itu melakukan operasi pada pasien, dia tidak sengaja melukai tangannya. Meski luka tersebut segera dibersihkan serta diperban, munculnya tumor identik pada tangannya beberapa bulan kemudian mengungkapkan bahwa sel-sel kanker dari pasien secara tidak sengaja telah tertransplantasi ke tubuh sang dokter bedah.

    Tumor tersebut berhasil diangkat sepenuhnya melalui prosedur pembedahan. Dua tahun setelah kejadian itu, dokter bedah tersebut masih dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa tumor tersebut menyebar atau kembali.

    Meski kasus seperti ini sangat jarang, penularan kanker secara tidak sengaja melalui transplantasi organ atau jaringan telah tercatat dalam beberapa kasus sporadis selama beberapa dekade.

    (kna/kna)

  • 3 Cara Sederhana Perpanjang Umur, Bisa Jadi Resolusi Sehat 2025

    3 Cara Sederhana Perpanjang Umur, Bisa Jadi Resolusi Sehat 2025

    Jakarta

    Banyak dari kita mungkin berharap untuk hidup panjang dan sehat. Jadi, apa saja faktor utama yang dapat membantu meningkatkan umur panjang dan kualitas hidup kita?

    Penelitian yang diterbitkan dalam 12 bulan terakhir mengidentifikasi tiga faktor utama agar panjang umur: diet, olahraga, dan kehidupan sosial. Membuat pilihan sehat dalam ketiga hal ini bisa menjadi kunci untuk menjalani hidup panjang dan memuaskan.

    Berikut penjelasannya dikutip dari Medical News Daily.

    Resolusi sehat panjang umur 2025

    1. Kontrol pola makan

    Berbagai studi terbaru menunjukkan pentingnya memilih pola makan untuk kesehatan secara keseluruhan, dengan bukti yang semakin banyak bahwa pilihan makanan sehat dapat meningkatkan umur panjang.

    Banyak penelitian mengaitkan konsumsi daging merah dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti kanker, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan demensia. Sebuah studi yang diterbitkan di BMJ Global Health pada April 2024 menemukan bahwa mengganti daging merah dengan ikan bisa mencegah antara 500.000 hingga 750.000 kematian pada tahun 2050.

    Diet sehat juga memperhatikan jumlah garam tambahan dalam makanan. Penelitian dari Annals of Internal Medicine pada April 2024 menunjukkan bahwa mengurangi garam dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung dan kematian secara umum.

    Jika ini adalah hal-hal yang perlu dihindari, jenis diet apa yang sebaiknya kita pilih? Sebuah tinjauan bukti yang diterbitkan di Nutrients pada Agustus 2024 menunjukkan bahwa puasa intermiten, diet Mediterania, dan diet ketogenik (keto) dapat membantu memperlambat proses penuaan. Diet-diet ini berpengaruh positif pada perbaikan sel, peradangan, dan metabolisme tubuh.

    2. Olahraga!

    Olahraga adalah kebiasaan penting lainnya untuk umur panjang. Sebuah studi model menggunakan data dari Amerika Serikat, yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine pada November 2024, menemukan bahwa orang yang berusia di atas 40 tahun dan berjalan sebanyak rekan mereka yang paling aktif secara fisik, dapat menambah sekitar lima tahun pada hidup mereka.

    Manfaat olahraga paling terasa bagi individu yang tidak aktif, karena peningkatan kecil dalam aktivitas fisik dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit tidak menular dan kematian dini. Olahraga dapat meningkatkan kepadatan tulang, kekuatan, mengurangi lemak tubuh, serta meningkatkan kesehatan jantung dan fungsi kognitif.

    3. Jangan lupa bersosialisasi

    Namun, kesehatan jangka panjang tidak hanya bergantung pada diet dan olahraga. Penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas kehidupan sosial kita merupakan faktor penting dalam umur panjang.

    Banyak bukti menunjukkan bahwa kesepian dapat meningkatkan risiko penyakit kronis dan kematian dini. Sebuah studi yang diterbitkan di The Lancet eClinical Medicine pada Juli 2024 menemukan bahwa orang tua yang merasa kesepian memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke, dengan mereka yang merasa kesepian memiliki kemungkinan 25% lebih tinggi terkena stroke dibandingkan mereka yang lebih terhubung secara sosial.

    Kesepian dapat memengaruhi perilaku yang merugikan, seperti kurangnya aktivitas fisik, makan berlebihan, konsumsi makanan olahan, serta peningkatan konsumsi alkohol, merokok, atau obat-obatan. Ini meningkatkan risiko penyakit seperti stroke.

    (kna/kna)

  • 7 Manfaat Jalan Kaki Secara Rutin, Bisa Turunkan Berat Badan

    7 Manfaat Jalan Kaki Secara Rutin, Bisa Turunkan Berat Badan

    Jakarta – Ada sejumlah olahraga ringan yang bisa dilakukan dengan mudah, salah satunya adalah berjalan kaki. Cara ini sangat membantu orang yang tak punya banyak waktu untuk berolahraga karena memiliki kesibukan yang padat.

    Tidak harus berjalan kaki hingga belasan kilometer, dengan mengitari komplek rumah atau lapangan bola selama 15-30 menit dirasa sudah cukup. Namun, pastikan kamu melakukannya secara rutin agar dapat merasakan manfaatnya bagi tubuh.

    Lantas, apa saja manfaat jalan kaki setiap hari? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Manfaat Jalan Kaki Secara Rutin

    Selain menjaga kesehatan tubuh, melakukan jalan kaki secara rutin dapat meningkatkan kesehatan mental, lho. Mengutip situs Prevention, berikut sejumlah manfaat jalan kaki:

    Manfaat yang pertama adalah dapat menurunkan berat badan. Berjalan kaki selama 30 menit dalam sehari diyakini dapat menurunkan berat badan dan lemak tubuh secara efektif.

    Namun, sebaiknya diimbangi juga dengan menerapkan pola makan sehat dan tidur yang cukup di malam hari. Cara ini dilakukan agar berat badan dapat turun lebih maksimal.

    2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Jalan kaki secara rutin juga dapat meningkatkan kesehatan jantung. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk latihan aerobik yang bermanfaat untuk meningkatkan detak jantung dan oksigen dalam tubuh.

    Jalan kaki selama 15 menit dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol tinggi, serta meningkatkan aliran darah dalam tubuh. Hal ini sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung, bahkan bisa menurunkan risiko terserang penyakit kardiovaskular.

    3. Meningkatkan Kesehatan Tulang

    Seseorang yang rutin berjalan kaki selama 30 menit dalam sehari dapat membantu meningkatkan kepadatan dan kesehatan tulang. Selain itu, kombinasi antara rutin jalan kaki dan latihan kekuatan tubuh juga efektif memperkuat kesehatan otot dan tulang.

    4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Manfaat lain dari berjalan kaki setiap hari adalah dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur tidak mudah terserang infeksi virus dan memiliki gejala yang tidak terlalu parah saat sakit dibandingkan dengan mereka yang jarang berolahraga setiap minggu.

    5. Meningkatkan Kesehatan Mental

    Berjalan kaki setiap hari ternyata dapat membantu meningkatkan kesehatan mental. Aktivitas ini secara alami dapat melepaskan endorfin yang turut meningkatkan suasana hati.

    Suatu penelitian mengungkapkan jika semakin sering berjalan kaki, maka suasana hati akan semakin baik. Hal ini turut mempengaruhi kesehatan mental sehingga tidak mudah cemas dan stres.

    Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang olahraga secara teratur dapat menurunkan risiko gangguan kesehatan mental, seperti stres, depresi, dan masalah emosional hingga 40%.

    6. Meningkatkan Kesehatan Otak

    Rutin berjalan kaki dengan intensitas sedang dapat meningkatkan volume otak di area yang bertanggung jawab untuk memproses informasi dan kemampuan kognitif, seperti memori dan pembelajaran.

    Pada orang dewasa yang lebih tua, berjalan kaki santai secara rutin juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer dan bentuk demensia lainnya. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengungkapkan manfaat tersebut.

    7. Meningkatkan Kualitas Tidur di Malam Hari

    Sebuah studi pada 2019 menunjukkan bahwa orang yang rutin olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur di malam hari, sehingga tidur lebih nyenyak dan bangun dalam keadaan segar.

    Dalam suatu penelitian yang dipublikasikan oleh Sport Sciences for Health pada 2021, orang dewasa yang berjalan kaki setiap hari memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kualitas tidur dan durasi tidur. Lalu, berjalan kaki juga membantu mengurangi rasa cemas dan stres yang dapat mengganggu waktu tidur.

    Tips Berjalan Kaki bagi Pemula

    Bagi orang dewasa, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas ringan hingga sedang selama 150 menit per minggu. Jika tak punya banyak waktu, detikers bisa melakukan jalan kaki di pagi atau sore hari.

    Dilansir laman Very Well Health, secara umum berjalan kaki sebanyak 10.000 langkah dalam sehari sangat baik untuk kesehatan. Namun, sebuah studi yang diterbitkan dalam JAMA Network Open pada 2021 menunjukkan bahwa orang dewasa berusia 38-50 tahun dapat berjalan kaki sebanyak 7.000 langkah sehari.

    Bahkan, dengan berjalan kaki sebanyak 2.500 langkah dalam sehari sudah dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Namun, pastikan detikers melakukannya secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya bagi tubuh dan selalu menerapkan gaya hidup sehat.

    (ilf/fds)