Category: Detik.com Kesehatan

  • Kondisi Gaza Memprihatinkan! WHO: Butuh 5-10 Tahun Selamatkan Semua Pasien Kritis

    Kondisi Gaza Memprihatinkan! WHO: Butuh 5-10 Tahun Selamatkan Semua Pasien Kritis

    Jakarta

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Israel segera mempercepat evakuasi medis di tengah kondisi warga Gaza semakin memprihatinkan. Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sejauh ini pihak Israel masih sangat lambat menangani banyaknya korban luka parah di tengah serangan, yang juga menyasar rumah sakit.

    WHO melaporkan hanya ada 5.383 pasien yang dievakuasi sejak perang dimulai Oktober 2023. “Artinya, hanya bertambah 436 orang sejak penyeberangan Rafah ditutup,” kata Tedros dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial.

    Ia mengatakan lebih dari 12.000 orang masih membutuhkan evakuasi medis.

    “Pada tingkat ini, akan memakan waktu 5-10 tahun untuk mengevakuasi semua pasien yang sakit kritis ini, termasuk ribuan anak-anak. Sementara itu, kondisi mereka memburuk dan beberapa meninggal,” wanti-wanti WHO.

    Tedros melaporkan baru ada 55 pasien dan 72 pendamping dievakuasi ke Uni Emirat Arab (UEA) pada 31 Desember.

    UNICEF melaporkan lima anak muda dilaporkan tewas pada Rabu malam, dan yang lainnya terluka, dalam serangan terhadap sebuah tenda di Mawasi, yang disebut sebagai ‘zona aman’.

    Saat ini lebih dari 80 persen Jalur Gaza berada di bawah perintah evakuasi Israel. Di tengah situasi ini, kemampuan pekerja kemanusiaan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan di seluruh Gaza semakin berkurang.

    “Desember menjadi kondisi yang sangat tragis saat beberapa pembatasan terberat terhadap pergerakan kemanusiaan semakin banyak. Ini termasuk memblokir akses ke daerah perbatasan untuk mengumpulkan pasokan dan menolak upaya untuk mengirimkan barang dan jasa atau menilai kebutuhan di seluruh Gaza,” kata OCHA.

    Secara keseluruhan, Israel menolak 39 persen upaya PBB untuk memindahkan pekerja bantuan ke mana pun di Gaza, dengan 18 persen lainnya terganggu di lapangan atau terhalang.

    Selain itu, untuk daerah yang terkepung di Gaza Utara, akses telah ditolak selama 88 hari berturut-turut, atau sejak 6 Oktober.

    (naf/kna)

  • Pesona Nenek Bugar Umur 62 Tahun, Menolak ‘Jompo’ Meski Usia Tak Muda Lagi

    Pesona Nenek Bugar Umur 62 Tahun, Menolak ‘Jompo’ Meski Usia Tak Muda Lagi

    Jakarta

    Seorang nenek asal Portugal bernama Monica Bousquet menjadi inspirasi karena penampilannya yang awet muda di usia 62 tahun. Ketika usianya sudah menginjak kepala enam, nyatanya ia tetap aktif berolahraga hingga memiliki tubuh fit dan juga six-pack di perutnya.

    Hal ini tentu menjadi pemandangan yang langka ketika Monica memiliki penampilan yang jauh lebih muda dari usianya.

    Melalui akun media sosialnya di Instagram dengan 1,4 juta pengikut, ia seringkali membagikan tips kebugaran hingga aktivitasnya sehari-hari. Hal inilah yang akhirnya menjadi inspirasi bagi banyak pengikutnya.

    “Akun Instagram-mu baru keluar dan itu menarik perhatianku. Aku berusia 40 tahun tapi sudah seperti 80 tahun, tapi aku ingin mengubahnya. Anda menginspirasi saya agar ketika tua bisa sebaik Anda,” ucap salah satu komentar dari postingan Monica.

    Dikutip dari Essentially Sports, wanita yang tinggal di Inggris dan Brazil ini menceritakan dirinya tidak mulai berolahraga sejak usia muda. Ia harus melalui banyak masalah mental dan fisik untuk mencoba berbagai cara untuk menjaga berat badannya.

    Pada usia 53 tahun, ia sempat didiagnosis mengidap chondromalacia di lututnya. Itu adalah kondisi ketika terdapat kerusakan atau pelunakan tulang rawan yang ada di bagian bawah tempurung lutut.

    Dokter pada saat itu akhirnya meminta ia untuk rutin berolahraga di pusat kebugaran. Pada saat itulah ia memulai ‘perjalanan’ menuju sehatnya.

    “Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan. Saya belajar sejak usia dini bahwa tidak ada yang mudah,” katanya.

    Monica berpendapat bahwa olahraga atau latihan adalah hal yang sulit. Tapi, menjalani hidup yang tidak banyak bergerak juga tidak ada bedanya.

    Jadi ia menyarankan para pengikutnya untuk bersikap bijak dan mempertimbangkan manfaat jangka panjang. Monica tidak ingin pengikutnya menunggu hingga usia tua untuk memulai olahraga.

    “Itu tidak mudah dan membutuhkan banyak tekad dan disiplin. Tetapi itu adalah perjalanan yang luar biasa sehingga saya tidak bisa tidak bertanya-tanya, mengapa saya tidak memulainya lebih awal?” ucapnya.

    Kehidupannya berubah 180 derajat, Monica kini bahkan sudah mengikuti berbagai kompetisi binaraga. Dari kompetisi itu, ia beberapa kali sudah menjuarainya.

    (avk/kna)

  • Suami Siti Badriah Jalani Operasi Batu Empedu, Ngaku gegara Doyan Bakso-Seblak

    Suami Siti Badriah Jalani Operasi Batu Empedu, Ngaku gegara Doyan Bakso-Seblak

    Jakarta

    Suami dari selebritis Siti Badriah, Krisjiana Baharudin belum lama ini harus menjalani operasi pengangkatan batu empedu. Krisjiana menduga bahwa kebiasaannya mengonsumsi makanan yang mengandung tepung seperti seblak, siomay, hingga mi.

    “Gua kan pernah infeksi usus ya, dan pas gue infeksi usus, gue dilarang makan makanan yang bertepung. Setelah gue sembuh, gue emang gak makan apapun yang mengandung tepung,” kata Krisjiana, dikutip detikcom lewat akun TikTok-nya, Jumat (3/1/2025).

    “Setelah satu bulan gue mulai bandel sih. Gue makan mi, ramen, siomay, gue makan seblak, gue makan bakso, itu bakso mungkin seminggu bisa dua hingga 3 kali itu,” sambung dia.

    Krisjiana juga mengatakan bahwa dirinya mengalami gejala sakit perut yang luar biasa. Bahkan setelah dilakukan pengecekan, Krisjiana mengatakan bahwa amilase pankreasnya menyentuh angka 205 U/L.

    Lantas, apa saja masalah kesehatan yang bisa saja muncul jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung tepung, apakah batu empedu termasuk salah satunya?

    Menjawab hal ini, spesialis penyakit dalam dr Yunita Indah Dewi, SpPD mengatakan seseorang memang harus menjaga batas dalam mengonsumsi makanan mengandung tepung. Pasalnya, risiko kesehatan dari pola makan yang kurang baik ini terbilang cukup serius.

    “Bisa kena diabetes melitus (tipe 2), obesitas, pankreatitis akut, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung,” kata dr Yunita saat dihubungi detikcom, Jumat (3/12/2024).

    Tanda-tanda yang biasanya muncul jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung tepung adalah berat badan yang tiba-tiba naik, hipertensi, hingga gula darah naik.

    Salah satu organ yang mungkin rentan terkena masalah, lanjut dr Yunita adalah pankreas. Hal ini karena makanan-makanan seperti seblak, siomay, dan bakso yang mengandung tepung tersebut dapat memperberat kerja pankreas.

    “Batas aman (enzim pankreas) amilase 23-85 unit per liter (U/L), lipase 0-160 U/L. Tidak ada bedanya, baik muda atau tua, laki-laki atau perempuan,” katanya.

    Terkait operasi pengangkatan batu empedu yang dialami Krisjiana, menurut dr Yunita sebenarnya kondisi ini cenderung disebabkan oleh konsumsi lipid atau lemak yang berlebihan. Namun, tepung juga memiliki peran, meskipun tidak terlalu signifikan.

    “Jadi terbentuknya batu empedu kan banyak faktor, utamanya sih memang lipid karena garam empedu kan untuk memecah lipid. Tapi kan tepung juga pasti ada kandungannya juga,” tutupnya.

    (dpy/kna)

  • BPOM Sita 69 Merek Kosmetik Berbahaya, Positif Merkuri dan Pewarna Tekstil

    BPOM Sita 69 Merek Kosmetik Berbahaya, Positif Merkuri dan Pewarna Tekstil

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali menemukan produk kosmetik berbahaya yang beredar di pasaran. Kosmetik merupakan sediaan farmasi yang memiliki risiko terhadap kesehatan apabila tidak memenuhi persyaratan keamanan.

    “Mayoritas temuan produk kosmetik ilegal merupakan produk impor yang berasal dari Tiongkok, namun ada juga beberapa produk yang berasal dari Korea, Malaysia, Thailand, Filipina, dan India. Untuk kandungan bahan berbahaya, hasil pengujian dari sebagian besar temuan produk kosmetik ilegal diketahui mengandung bahan dilarang, yaitu merkuri dan pewarna rhodamin B (merah K10),” kata Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dalam keterangannya dikutip dari laman BPOM RI, Jumat (3/1/2025).

    Mayoritas kosmetik ilegal yang ditemukan mengandung sejumlah bahan berbahaya seperti merkuri, hidroquinon, hingga pewarna tekstil K3 hingga K10. Pemakaian dalam jangka panjang produk ilegal ini bisa berisiko untuk kesehatan.

    Pewarna dilarang (merah K3, merah K10, dan acid orange 7) bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker dan dapat mengganggu fungsi hati. Adanya timbal pada kosmetik dapat merusak fungsi organ dan sistem tubuh.

    Merkuri sudah lama dilarang untuk dipasarkan secara bebas apalagi dijadikan bahan tambahan kosmetik. Pasalnya masih banyak produk kosmetik mengandung merkuri beredar di pasaran.

    Padahal efek merkuri sangat buruk untuk kulit. Saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu, dokter spesialis dermatologi dr I Gusti Nyoman Darmaputra SpDVE, menjelaskan kandungan merkuri dalam produk kosmetik ilegal dapat menyebabkan berbagai masalah kulit.

    Penggunaan jangka pendek merkuri bisa memicu rasa gatal, kemerahan pada wajah, intermittent flushing, ruam pada tangan, bintil berair, kemerahan pada telapak tangan dan telapak kaki, kerontokan rambut

    “Bahaya merkuri jika dipakai jangka panjang dapat mengalami peningkatan kadar merkuri dalam darah. Hal itu bisa menyebabkan sakit kepala, delirium, kejang, demensia, nyeri hingga pandangan kabur,” jelas dr Darma.

    “Pada kasus lain juga bisa menyebabkan gangguan bicara, gangguan ingatan, ketidakstabilan emosi, depresi, kecemasan, perubahan kepribadian, gangguan konsentrasi, gangguan tidur, tremor, gangguan saraf dan ginjal hingga gangguan kardiovaskular takikardia,” sambungnya.

    Untuk itu masyarakat diminta rajin mengecek produk kosmetik yang akan digunakan terutama terkait izin edar, yang bisa diakses melalui website cek BPOM RI.

    (kna/naf)

  • Terobsesi Jadi ‘Barbie’, Wanita Ini Terima Plasma Darah Putranya Biar Awet Muda

    Terobsesi Jadi ‘Barbie’, Wanita Ini Terima Plasma Darah Putranya Biar Awet Muda

    Jakarta

    Seorang wanita berusia 47 tahun asal Argentina rela menghabiskan lebih dari $99.000 atau Rp 1,6 miliar untuk bisa tetap awet muda. Wanita bernama Marcela Iglesias menggunakan uang sebanyak itu untuk berbagai prosedur kosmetik.

    Wanita yang tinggal di Los Angeles itu juga mengeluarkan lebih banyak uang untuk transfusi plasma darah dari putranya, Rodrigo, yang berusia 23 tahun. Hal tersebut bertujuan agar bisa selalu awet muda.

    “Transfusi darah adalah era baru untuk mempertahankan sel-sel muda dalam sistem Anda, terutama jika itu berasal dari putra atau putri Anda sendiri,” kata wanita yang mengaku sebagai ‘Barbie manusia’ itu, dikutip dari NYPost.

    Marcela mengatakan anaknya Rodrigo telah menyetujui prosedur tersebut. Bahkan, darah tersebut juga diberikan kepada nenek Rodrigo yang berusia 75 tahun, Graciela.

    Menurut Marcela, ada banyak manfaat dari sel donor yang lebih muda, terutama donornya adalah anaknya sendiri. Sebelumnya, dia telah mencoba terapi sel punca dan terinspirasi oleh pengalamannya untuk mencari perawatan lain.

    “Rodrigo sangat menyadari bagaimana prosedur itu dilakukan dan semua manfaatnya. Dia juga bersemangat dengan gagasan untuk membantu neneknya,” tutur Marcela.

    Pada penelitian sebelumnya, prosedur transfusi darah ini terlihat efektif pada hewan pengerat dan beberapa perusahaan sedang meneliti efek terapeutiknya. Namun, menurut salah satu laporan, masih belum jelas apakah transfusi darah orang muda ke orang yang lebih tua memiliki manfaat klinis.

    Pada tahun 2019, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) memperingatkan terhadap infus plasma dari ‘donor muda’ yang disebut-sebut sebagai obat mujarab untuk kondisi tertentu.

    “Kondisi tersebut berkisar dari penuaan normal dan kehilangan ingatan hingga penyakit serius seperti demensia, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, penyakit Alzheimer, penyakit jantung atau gangguan stres pascatrauma,” tulis FDA dalam peringatan tersebut, menambahkan bahwa lembaga tersebut memiliki masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.

    “Tidak ada manfaat klinis yang terbukti dari infus plasma dari donor muda untuk menyembuhkan, meringankan, mengobati, atau mencegah kondisi ini, dan ada risiko yang terkait dengan penggunaan produk plasma apapun.”

    Marcela mengatakan bahwa ia sedang mencari dokter di Los Angeles yang akan mengawasi proses transfusi darah tersebut. Ia merasa sangat bersemangat dan siap untuk menjalaninya.

    “Pada akhirnya, saya seharusnya merasa lebih kuat, lebih mantap, dan lebih terdukung,” tutur dia.

    Marcela menjalani pola hidup ketat, yang mengharuskan dia tidur selama delapan jam dan satu jam olahraga setiap hari, sambil menghindari minuman manis, alkohol, dan produk kedelai.

    Dia juga menjalankan diet pescatarian, yang berarti dia hanya makan ikan tetapi tidak daging, dan menghabiskan hampir $1.000 atau sekitar 16 juta rupiah untuk perawatan kesehatan seperti suntikan, infus, vitamin, dan banyak lagi.

    “Segala sesuatu yang Anda masukkan ke dalam tubuh akan terpantul di luar, jadi sangat penting untuk merawat bagian dalam tubuh sebaik mungkin,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa orang-orang bertanya tentang rahasianya untuk anti-penuaan. Marcela merasa ia masih ‘terlalu muda’ untuk menjadi seorang ibu.

    “Senang rasanya orang-orang mengakui pekerjaan yang telah saya lakukan,” pungkasnya.

    (sao/kna)

  • Daun Kelor Meningkatkan Tinggi Badan? Ini Jawaban dan Cara Konsumsinya

    Daun Kelor Meningkatkan Tinggi Badan? Ini Jawaban dan Cara Konsumsinya

    Jakarta – Daun kelor mengandung sejumlah nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Tumbuhan ini mengandung kalori, lemak, karbohidrat, serat, protein, zat besi, hingga kalsium.

    Daun kelor yang dikenal sebagai tanaman penuh manfaat juga dipercaya bisa membantu meningkatkan tinggi badan. Benarkah hal tersebut?

    Daun Kelor Bisa Menambah Tinggi Badan?

    Ya, daun kelor dapat membantu menambah tinggi badan karena nutrisi yang dikandungnya. Menurut buku Khasiat Dahsyat Daun Kelor karya Dr Erna Nurcahyati, daun kelor kaya akan kandungan kalsium. Berkat kandungan tersebut, daun kelor mampu memberi manfaat untuk kesehatan tulang dan gigi. Asam amino dari daun kelor juga baik untuk pertumbuhan.

    Dalam buku Stik Laor: Efektivitasnya pada Pertumbuhan Balita oleh Dr Ety Yuni Ristanti, SKM, MPH dan Muhamad Asrar, SKM, MPH, dijelaskan, asam amino dalam daun kelor terdapat sulfur yang mampu meningkatkan metabolisme dan nutrisi. Hal tersebut memberikan andil dalam mempercepat proses pertumbuhan seseorang.

    Menurut laman KKN Undip, dikatakan nutrisi dalam daun kelor bermanfaat dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Sebuah riset membuktikan, pemberian ekstrak daun kelor bisa menambah tinggi badan sebesar 0,342 cm. Kandungan vitamin, karbohidrat, kalium, kalsium, zat besi, folat, dan proteinnya yang cukup tinggi bisa dijadikan alternatif makanan tambahan untuk balita.

    Manfaat Lain dari Daun Kelor

    Selain bisa membantu menambah berat badan, ada sejumlah manfaat lain dari daun kelor. Berikut di antaranya:

    1. Menangkal Stres Oksidatif

    Daun kelor mengandung antioksidan yang membantu menangkal stres oksidatif. Menurut laman Health, stres oksidatif kronis adalah ketidakseimbangan antioksidan dan radikal bebas dalam sel.

    Stres ini berkaitan dengan perkembangan penyakit kronis, seperti kanker, jantung, dan diabetes. Selain itu, senyawa fenolik dalam pohon kelor bisa meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah penyakit kronis, dan melawan peradangan.

    Daun kelor juga Dalam sebuah penelitian kecil, penderita diabetes yang mengkonsumsi 20 gram bubuk kelor dalam sehari memiliki efek kecil pada kontrol gula darah. Meski begitu, belum ada penelitian yang cukup untuk mengetahui seberapa efektif daun kelor dalam mengontrol gula darah.

    3. Memberi Efek Anti Penuaan

    Menurut penelitian, ekstrak daun kelor memiliki khasiat anti-penuaan pada kulit. Krim yang mengandung 3% daun kelor bahkan bisa membantu meningkatkan kehalusan kulit. Kandungan vitamin C dan E dalam tanaman kelor juga membantu meremajakan kulit.

    Selain itu, penggunaan minyak kelor dapat membantu pengobatan eksim dan peradangan di kulit. Sebagian besar manfaat ini adalah berkat antioksidan yang melimpah di daun kelor.

    4. Mencegah Malnutrisi

    Sebuah ulasan menemukan bahwa tanaman kelor bisa membantu mengatasi kekurangan gizi. Hal ini berkat vitamin, mineral, dan lemak dari daun kelor. Tanaman ini juga kaya akan vitamin C, vitamin A, dan serat.

    Cara Konsumsi Daun Kelor

    Ada beberapa cara untuk mengolah dan mengonsumsi daun kelor. Di antaranya dijadikan bubuk teh atau direbus. Berikut penjelasannya dikutip dari buku Tak Selebar Daun Kelor: Moringa Oleifera Lam oleh Ika Maryani dan I Gusti Putu Suryadarma serta laman UMSU:

    1. Bubuk Daun Kelor

    Daun kelor bisa dibuat menjadi teh dengan cara mengolah sebagai berikut

    Pastikan daun kelor benar-benar keringTumbuk atau blender daun kelor sampai benar-benar halusSetelah ditumbuk, tempatkan bubuk daun kelor di sebuah wadah yang kering dan sejukUsahakan wadah tertutup rapat dan kedap udaraUntuk menggunakannya cukup ambil bubuk daun kelor secukupnya dan seduh dengan air panas.

    2. Rebusan Daun Kelor

    Cuci bersih daun kelor dan jemur di bawah sinar matahari sampai keringRendam daun kelor dengan air panasSaring dan tambahkan madu atau gula secukupnya.

    Pastikan konsumsi daun kelor dibarengi asupan lain yang bergizi dan rajin olahraga. Menurut laman Health Shots, daun kelor sebaiknya dikonsumsi rutin untuk memaksimalkan manfaatnya.

    (elk/row)

  • Zhao Lusi Curhat Idap Depresi Sejak 2019, Abaikan Gejalanya sampai Sakit Fisik

    Zhao Lusi Curhat Idap Depresi Sejak 2019, Abaikan Gejalanya sampai Sakit Fisik

    Jakarta

    Aktris China Zhao Lusi mengungkapkan dirinya mengidap depresi. Pengakuan ini datang setelah dia diduga menjadi korban bullying atau perundungan dari agensinya.

    Belum lama beredar video Zhao Lusi terlihat duduk di kursi roda, sehingga membuat penggemarnya khawatir. Video itu juga menunjukkan Zhao Lusi terlihat lemah usai menerima perawatan medis.

    Dalam unggahannya di Weibo, Zhao Lusi secara terbuka menyatakan bahwa ia mengalami depresi dan memperingatkan tentang asumsi yang terbentuk sebelumnya tentang penyakit tersebut.

    “Pada tahun 2019, saya mulai mengalami gejala depresi. Orang-orang berkata, ‘Jangan membesar-besarkan masalah ini,’ atau ‘Berpikirlah positif, dan semuanya akan baik-baik saja.’ Saya pikir saya terlalu sensitif dan tidak menganggap serius kesehatan mental saya,” tulisnya dikutip dari Global Times.

    Di tahun-tahun setelahnya, Zhao Lusi mengaku mengalami gejala seperti alergi yang tak sembuh meski sudah diberi obat. Hal itu lah yang mendorong dia mulai mencari bantuan psikiater untuk mengatasi masalah psikologisnya.

    Dia bahkan mengalami pneumonia, emfisema, pityriasis rosea, gatal-gatal, keringat malam, terbangun tiba-tiba, dan tuli saraf. Namun dia tetap mengabaikan kondisinya karena banyak hal yang terjadi membuat dia menutup-nutupi emosinya.

    “Baru pada tahun 2024 saya mulai mengalami gejala fisik yang parah seperti sering muntah-muntah, pusing, nyeri sendi, dan alergi yang makin parah. Saya berasumsi bahwa ini adalah efek samping normal dari obat alergi yang ditargetkan,” tuturnya.

    Depresi secara teknis merupakan gangguan mental tetapi juga memengaruhi kesehatan fisik. Depresi dapat memengaruhi segala hal mulai dari kesehatan jantung, ginjal, sistem saraf, hingga sistem kekebalan tubuh.

    Tubuh dan pikiran tidak terpisah, jadi tidak mengherankan jika kesehatan mental yang buruk dapat memengaruhi fisik. Depresi dapat disertai dengan sakit kepala, kelelahan, dan masalah pencernaan, dan kecemasan dapat menyebabkan sakit perut, misalnya. Gejala lainnya dapat meliputi insomnia, kegelisahan, dan kesulitan berkonsentrasi.

    (kna/kna)

  • Diet GLP-1 Ngetren di Kalangan Gen Z, Pakai Obat Diabetes untuk Pangkas BB

    Diet GLP-1 Ngetren di Kalangan Gen Z, Pakai Obat Diabetes untuk Pangkas BB

    Jakarta – Sebuah survei baru mengungkapkan bahwa banyak lebih banyak gen z yang berencana untuk menggunakan obat penurun berat badan, seperti Ozempic dan Wegovy, untuk mendapatkan berat badan ideal.

    Diberitakan NYPost, dalam survey yang dilakukan oleh Tebra, platform kesehatan di AS, mereka menemukan lebih dari seperempat orang Amerika mempertimbangkan obat diabetes sebagai bagian dari strategi penurunan berat badan mereka. Tren ini sangat terlihat di kalangan generasi muda.

    Generasi Z menjadi yang terdepan, dengan 37 persen dari responden tersebut berencana untuk meninggalkan gym dan beralih ke apotek dengan menggunakan obat GLP-1 untuk mencapai tujuan penurunan berat badan mereka di tahun mendatang.

    Selain perbedaan generasional, terdapat juga perbedaan dari sisi gender.

    Wanita lebih cenderung mengandalkan diet ini daripada pria. Mereka juga memiliki target penurunan berat badan yang lebih tinggi, dengan rata-rata ingin menurunkan 10 kg, sementara pria merencanakan penurunan sekitar 8 kg.

    Perbedaan ini tidak mengejutkan karena wanita secara konsisten lebih cenderung merasa kelebihan berat badan dibandingkan pria. Meskipun minat terhadap obat-obatan ini semakin meningkat, banyak orang Amerika masih menganggap obat-obat ini tidak terjangkau karena biayanya yang tinggi.

    Faktanya, 64 persen dari responden dari mereka yang tertarik untuk menggunakannya mencatat biaya sebagai kekhawatiran terbesar mereka, diikuti oleh kekhawatiran tentang efek samping.

    Obat-obat penurun berat badan ini, yang awalnya ditujukan untuk mengobati diabetes tipe 2, bisa berharga ribuan dolar dan menimbulkan sederetan potensi efek samping berbahaya-bahkan kematian-namun mayoritas menganggap manfaatnya sebanding dengan risikonya.

    Meskipun Generasi Z adalah yang paling tertarik untuk mengonsumsi obat-obatan ini, generasi yang lebih tua sebenarnya lebih percaya pada efektivitasnya.

    Baby boomer adalah yang paling yakin, dengan 72 persen percaya bahwa obat-obat ini bekerja lebih baik daripada metode tradisional. Generasi X mengikuti dengan 70 persen sementara milenial dan Gen Z kurang yakin dengan obat diabetes yang jadi obat diet ini.

    Terlepas dari potensi manfaat kesehatan dan pujian yang tampaknya tak ada habisnya mengenai hasilnya secara online, semua obat GLP-1 seharusnya hanya digunakan oleh individu yang telah mendapat resep dari tenaga medis.

    (kna/kna)

  • Rekomendasi Latihan ala Ade Rai Buat yang Mau Konsisten Olahraga di 2025    
        Rekomendasi Latihan ala Ade Rai Buat yang Mau Konsisten Olahraga di 2025

    Rekomendasi Latihan ala Ade Rai Buat yang Mau Konsisten Olahraga di 2025 Rekomendasi Latihan ala Ade Rai Buat yang Mau Konsisten Olahraga di 2025

    Jakarta

    Tahun 2025 baru saja dimulai. Pergantian tahun seringkali dijadikan momen besar seseorang untuk memulai resolusi sehat dengan berolahraga. Harapannya, resolusi ini bisa menjadi sebuah kebiasaan baru yang dapat memberikan manfaat untuk hidup.

    Untuk orang-orang yang baru memulai resolusi sehat 2025, sebenarnya olahraga seperti apa sih yang cocok untuk dilakukan? Binaragawan Ade Rai menuturkan bahwa olahraga dibagi menjadi dua jenis, yaitu olahraga otot rangka (resistance training) dan olahraga otot jantung (cardio exercise).

    Menurut Ade Rai, kombinasi dari kedua jenis olahraga tersebut dapat memiliki dampak yang besar untuk kesehatan secara keseluruhan.

    “Olahraga melatih otot jantung, itu salah satu otot terpenting dalam tubuh kita. Bisa dilakukan dengan melakukan hal dengan kaki, lari, mungkin berenang, atau hiking, di luar ruangan, dalam ruangan dengan alat bantu juga bisa, misalnya treadmill, sepeda statis, menggunakan climber,” kata Ade Rai ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (18/12/2024).

    Ada banyak variasi yang bisa dilakukan dalam olahraga kardio. Untuk yang menyukai dansa, olahraga kardio juga bisa dilakukan dengan zumba, salsa, aerobik, hingga juga bisa dengan olahraga permainan. Dengan banyaknya variasi, masyarakat bisa memilih jenis olahraga yang berdasar dengan kesukaan atau kemampuan.

    Olahraga otot rangka menjadi jenis olahraga yang mungkin masih kurang diperhatikan. Padahal, olahraga yang dilakukan dengan angkat beban ini sama pentingnya dengan kardio.

    Ade Rai menuturkan bahwa sebanyak 60 persen bagian dari tubuh manusia terdiri dari otot rangka. Ketika otot rangka dilatih dengan benar sehingga kuat, ini pada akhirnya dapat merangsang kekuatan pada tulang.

    “Semakin tua orang semakin tua, bukan tulangnya makin lemah, tapi ototnya makin berkurang. Jadi makanya latihan yang semakin tua harus kita lakukan adalah latihan beban,” katanya.

    “Latihan beban itu secara visual juga sangat berpengaruh terhadap bentuk penampilan seseorang. Lebih awet muda dan tubuh lebih atletis,” sambung Ade Rai.

    NEXT: Tips konsisten olahraga

  • Fakta-fakta Lonjakan Penyakit Pernapasan di China, Disebut Dipicu Virus HMPV    
        Fakta-fakta Lonjakan Penyakit Pernapasan di China, Disebut Dipicu Virus HMPV

    Fakta-fakta Lonjakan Penyakit Pernapasan di China, Disebut Dipicu Virus HMPV Fakta-fakta Lonjakan Penyakit Pernapasan di China, Disebut Dipicu Virus HMPV

    Apa Gejalanya?

    HMPV paling banyak terjadi pada kelompok anak. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC China), gejalanya mirip dengan influenza pada umumnya, tetapi bisa berkembang menjadi keluhan lebih parah.

    “Gejala-gejalanya meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, dan mengi. Kasus yang parah dapat mengakibatkan bronkitis atau pneumonia, terutama di kalangan bayi, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah,” beber CDC China.

    Mereka dengan riwayat penyakit paru-paru yang sudah ada sebelumnya, seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), atau emfisema, berisiko lebih tinggi terkena gejala lebih parah.

    “Masa inkubasi berkisar antara tiga hingga lima hari,” kata CDC China.

    Meskipun jumlah kasus meningkat, para ahli menekankan kehati-hatian dalam menggunakan obat antivirus tanpa pandang bulu untuk hMPV.

    Saat ini, tidak ada vaksin atau pengobatan antivirus khusus dan penanganannya berfokus pada pengurangan gejala. CDC telah mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk menekan penyebaran hMPV dan penyakit pernapasan lain.

    Masyarakat diminta memakai masker di tempat ramai, menjaga jarak sosial, sering mencuci tangan, dan menunda menghindari tempat ramai sebisa mungkin.

    Simak Video “Video: Kemenkes Pastikan Belum Ada Laporan Kasus Flu A dan HMPV di RI”
    [Gambas:Video 20detik]

    (naf/sao)