Category: Detik.com Kesehatan

  • Jangan Anggap Sepele, Ini yang Terjadi pada Tubuh Kalau Keseringan Skip Sarapan

    Jangan Anggap Sepele, Ini yang Terjadi pada Tubuh Kalau Keseringan Skip Sarapan

    Jakarta

    Sarapan menjadi satu hal yang dilakukan sebelum beraktivitas. Biasanya, menu yang dipilih untuk sarapan berupa roti, susu, kopi, hingga sereal.

    Namun, tidak semua orang biasa sarapan. Mereka yang sedang dalam program diet untuk menurunkan berat badan mungkin lebih memilih untuk tidak sarapan.

    Dikutip dari Times of India, sarapan berperan penting dalam mengisi bahan bakar tubuh dan memulai metabolisme. Selain itu, dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan menstabilkan suasana hati.

    Dengan melewatkan sarapan, tubuh dapat kehilangan nutrisi penting sehingga memicu kelelahan, mudah tersinggung, hingga gangguan kognitif.

    Berikut beberapa bahaya lainnya yang dapat terjadi pada tubuh jika melewatkan sarapan:

    1. Mengganggu konsentrasi

    Sarapan yang seimbang memproduksi glukosa yang diperlukan otak untuk fungsi optimal. Jika melewatkan sarapan, dapat mengganggu konsentrasi, memori, dan kinerja kognitif secara keseluruhan, yang memengaruhi produktivitas di tempat kerja atau sekolah.

    2. Memicu obesitas

    Ternyata, melewatkan sarapan dapat memicu penambahan berat badan hingga obesitas. Hal ini sering kali menyebabkan seseorang makan berlebihan di kemudian hari, terutama pada camilan berkalori tinggi, dan dapat mengganggu metabolisme tubuh.

    3. Kekurangan nutrisi

    Sarapan merupakan kesempatan untuk mengonsumsi vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan. Melewatkan waktu makan ini meningkatkan risiko kekurangan nutrisi, yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan seiring berjalannya waktu.

    4. Perubahan suasana hati

    Tidak sarapan dapat mengakibatkan kadar gula darah rendah, yang memicu perubahan suasana hati, mudah tersinggung, dan rasa tidak nyaman secara umum. Sarapan yang seimbang membantu menstabilkan kadar gula darah dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

    5. Metabolisme melambat

    Melewatkan sarapan dapat memberi sinyal pada tubuh untuk menyimpan energi, yang menyebabkan metabolisme melambat. Respons adaptif ini dapat menghambat upaya pengelolaan berat badan dan membuat pembakaran kalori secara efisien menjadi lebih sulit.

    6. Tingkat stres meningkat

    Kadar gula darah rendah akibat melewatkan sarapan dapat mengaktifkan respons stres tubuh. Hal ini dapat meningkatkan kadar kortisol, yang berkontribusi pada peningkatan stres dan kecemasan sepanjang hari.

    7. Risiko penyakit kronis yang lebih tinggi

    Melewatkan sarapan dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan sindrom metabolik.

    (sao/kna)

  • Kasus Penyakit HMPV Melonjak di China, Gejalanya Mirip COVID-19?

    Kasus Penyakit HMPV Melonjak di China, Gejalanya Mirip COVID-19?

    Jakarta

    Beredar di media sosial rumah sakit di China dibanjiri pasien penyakit pernapasan Human Metapneumovirus atau HMPV. Meningkatnya kasus HMPV ini terjadi terutama di kalangan anak di bawah 14 tahun.

    Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China juga melaporkan kejadian penyakit pernapasan di periode 16-22 Desember tahun lalu. Gejala HMPV di antaranya yakni batuk, demam, hidung tersumbat, hingga mengi atau sesak napas.

    Terkait penyebaran HMPV di China, spesialis paru dari RS Persahabatan dr Erlina Burhan, SpP mengatakan meski kasusnya belum ditemukan di Indonesia, masyarakat tidak boleh lengah dan tetap harus waspada.

    “Penyakit menular menyebar dengan cepat. Dunia yang terhubung mempermudah virus melintasi banyak negara. Kita tak bisa santai, meskipun Indonesia belum terdampak,” katanya di akun X pribadinya dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Jumat (3/1/2025).

    Benarkah gejala HMPV mirip COVID-19?

    Dikutip dari Medical News Today yang telah ditinjau oleh Jabeen Begum, MD, Human metapneumovirus, yang juga dikenal sebagai HMPV, adalah jenis virus pernapasan umum. Virus ini termasuk dalam famili virus yang disebut pneumoviridae, kelompok yang sama dengan respiratory syncytial virus (RSV).

    Seperti halnya COVID-19, penyakit HMPV juga termasuk penyakit pernapasan menular dengan gejala serupa seperti hidung meler, batuk, demam, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Keduanya menyebar dengan cara yang sama. Dalam bentuk yang paling serius, keduanya dapat menyebabkan rawat inap.

    Namun tidak seperti COVID-19, belum ada terapi antivirus atau vaksin untuk mengobati HMPV. Penyakit HMPV merupakan virus musiman, yang biasanya muncul pada musim dingin dan semi, berbeda dengan COVID-19, yang terkadang dapat beredar sepanjang tahun karena perkembangan varian baru.

    Penelitian telah menunjukkan bahwa insiden HMPV meningkat tiga kali lipat di negara-negara tertentu setelah pandemi COVID-19. Ketika tindakan pencegahan COVID-19 berlaku penuh, orang-orang tidak terlalu terpapar pada semua jenis penyakit pernapasan.

    HMPV membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam hari inkubasi dan gejalanya berlangsung hampir sama lamanya dengan virus pernapasan ringan lainnya, yaitu dari dua hingga tujuh hari.

    Jika tidak mengalami kondisi yang parah, biasanya butuh waktu beberapa hari hingga seminggu untuk pulih dari HMPV. Gejala seperti batuk mungkin berlangsung sedikit lebih lama.

    (kna/kna)

  • 7 Manfaat Jalan Kaki Berdasarkan Durasinya, Perbaiki Mood Nggak Perlu Lama-lama

    7 Manfaat Jalan Kaki Berdasarkan Durasinya, Perbaiki Mood Nggak Perlu Lama-lama

    Jakarta

    Bukan rahasia lagi jika jalan kaki beberapa menit di tengah kesibukan dapat memberikan beragam manfaat kesehatan. Selain itu, jalan kaki juga termasuk sebagai salah satu olahraga yang mudah dilakukan.

    Dikutip dari Times of India, ternyata durasi dari berjalan kaki dapat menentukan manfaat-manfaat kesehatan yang akan didapat. Jalan kaki dengan durasi singkat dan panjang tentu akan memberikan manfaat kesehatan yang berbeda.

    Lalu, apa saja manfaat kesehatan yang bisa didapatkan melalui jalan kaki sesuai dengan durasinya?

    Rutin berjalan kaki selama tiga menit per hari dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama saat seseorang telah duduk dalam waktu lama. Hal ini karena jalan kaki dapat mengendalikan tekanan darah, memperlancar peredakan darah, dan mencegah arteri menjadi kaku.

    2. 5 Menit di Luar Ruangan: Meningkatkan Suasana Hati

    Berjalan kaki di luar ruangan selama lima menit saja ternyata dapat meningkatkan suasana hati yang sedang kurang baik. Berjalan kaki sambil menghirung udara segar dan mendapatkan cahaya alami dapat membentuk serotonin atau hormon ‘rasa senang’.

    3. 5-10 Menit: Meningkatkan Kreativitas

    Sebuah studi di Stanford, berjalan kaki terutama di alam bebas dapat merangsang aktivitas otak dan meruntuhkan hambatan, sehingga bisa meningkatkan pemikiran kreatif. Berjalan kaki, khususnya di alam dapat membantu untuk berpikir lebih jernih.

    Seseorang yang mencoba berjalan kaki setidaknya 15 menit setelah makan dapat membantu menurunkan gula darah. Ini karena jalan kaki setelah makan membuat otot menyerap glukosa, dan menjaga kadar gula darah tetap rendah.

    Meluangkan waktu berjalan kaki setidaknya 30 menit setelah makan dapat membantu untuk menjaga berat badan tetap ideal. Hal ini karena jalan kaki dapat meningkatkan metabolisme dan membakar kalori di tubuh.

    Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki dapat membantu meningkatkan kesehatan usus, mengurangi kembung, dan melancarkan pencernaan.

    6. 40 Menit Sehari: Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Risiko gagal jantung dapat dikurangi dengan berjalan kaki setiap hari, setidaknya 40 menit. Jalan kaki dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner secara signifikan, menurunkan kadar kolesterol, dan memperkuat jantung.

    7. 90 Menit di Luar Ruangan: Mengurangi Depresi

    Meluangkan waktu 90 menit untuk berjalan kaki dapat ‘mengusir’ pikiran-pikiran buruk yang menyebabkan depresi. Jalan kaki bisa menjadi teknik relaksasi sederhana untuk mengusir depresi, terlebih jika dilakukan di alam yang indah.

    Jalan kaki dapat membantu mengendalikan perasaan cemas dan sedih dengan mengurangi aktivitas di area otak yang terkait dengan pikiran-pikiran tidak menyenangkan yang berulang.

    (dpy/kna)

  • Video: WHO Desak Israel Percepat Evakuasi Medis di Jalur Gaza

    Video: WHO Desak Israel Percepat Evakuasi Medis di Jalur Gaza

    Video: WHO Desak Israel Percepat Evakuasi Medis di Jalur Gaza

  • Video WHO soal Gaza: Butuh Waktu 5-10 Tahun Evakuasi Semua Pasien Kritis

    Video WHO soal Gaza: Butuh Waktu 5-10 Tahun Evakuasi Semua Pasien Kritis

    Jakarta – Menurut catatan WHO, lebih dari 12.000 orang di Gaza masih butuh dievakuasi. Tapi, proses evakuasi dinilai begitu lambat. Melihat situasi yang ada, WHO memperkirakan butuh waktu 5-10 tahun untuk evakuasi semua pasien kritis.

    (/)

  • 20-an Siswa SMA Dilarikan ke RS usai Dihukum 400 Kali Push Up dalam Sejam

    20-an Siswa SMA Dilarikan ke RS usai Dihukum 400 Kali Push Up dalam Sejam

    Jakarta

    Belum lama ini seorang ibu dari atlet pelajar SMA di Texas mengajukan gugatan terhadap mantan pelatih kepala olahraga sepakbola Amerika dan 12 pelatih lainnya karena memicu cedera serius 26 pemain. Kasus tersebut terjadi pada Januari 2023 ketika para pelajar diminta melakukan 400 push up dalam 60 menit sebagai hukuman.

    Berdasarkan gugatan yang diajukan pada 23 Desember lalu, mantan pelatih bernama John Harrell termasuk di dalam daftar 13 orang yang digugat. Mereka dianggap lalai dalam memberikan tindakan disiplin ketika melatih tim sepakbola Amerika SMA Rockwall-Heath ketika latihan.

    Dari laporan yang diberikan, sebanyak 26 pemain terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena didiagnosis atau memiliki gejala kondisi rhabdomyolysis. Itu adalah sebuah kondisi ketika otot-otot mengalami kerusakan dan meningkatkan risiko kematian otot hingga kerusakan ginjal.

    Para orang tua menyebut insiden tersebut terjadi ketika para siswa diminta melakukan 300-400 push up dalam waktu satu jam dan tanpa jeda minum air.

    Dalam laporan tersebut, hukuman push up diberikan kepada siswa untuk pelanggaran-pelanggaran seperti salah menggunakan pakaian, sikap negatif, hingga tidak berusaha keras saat latihan.

    “Masalahnya di sini adalah bahwa ini adalah cedera yang nyata dan berpotensi membahayakan. Ini adalah cedera yang berpotensi jangka panjang dan dapat memengaruhi hidup, dan ini bukan sesuatu yang bisa Anda atasi begitu saja,” kata pengacara dari salah satu orang tua, Mike Sawicki, dikutip dari People, Jumat (3/1/2025).

    Pengaduan itu juga menuding Harrel tidak memantau keselamatan siswa selama hukuman.

    Menyoal Kondisi Rhabdomyolysis

    Dikutip dari Cleveland Clinic, rhabdomyolysis adalah kondisi yang menyebabkan otot mengalami kerusakan atau disintegrasi yang dapat memicu kematian otot. Ketika ini terjadi, komponen toksik dari serat otot dapat memasuki sistem sirkulasi dan ginjal.

    Kondisi otot yang berbahaya ini dapat disebabkan oleh kelelahan akibat latihan berlebih, trauma, dehidrasi parah, pengobatan, atau kondisi lainnya.

    Gejala rhabdomyolysis dapat meliputi:

    Otot bengkak.Otot lemah.Otot nyeri.Urine berwarna cokelat, merah, atau seperti teh.

    Gejala dari rhabdomyolysis dapat berkisar ringan hingga berat. Gejala biasanya muncul satu hingga tiga hari setelah cedera otot. Beberapa orang yang mengalami masalah rhabdomyolysis, mungkin juga akan mengalami:

    Dehidrasi.Berkurangnya frekuensi buang air kecil.Mual hingga kehilangan kesadaran.

    (avk/kna)

  • Berapa Kali Sebaiknya Pasutri Bercinta dalam Seminggu? Ini Temuan Studi

    Berapa Kali Sebaiknya Pasutri Bercinta dalam Seminggu? Ini Temuan Studi

    Jakarta

    Tidak sedikit pasangan yang masih merasa bingung menentukan frekuensi yang ideal untuk berhubungan seks setiap minggunya. Lalu, sebenarnya berapa kali sebaiknya pasangan bercinta dalam seminggu?

    Dikutip dari NBC News dan Times of India, sebenarnya tidak ada angka ‘normal’ terkait berhubungan seks. Selama pasangan merasa puas terkait frekuensi seks mereka, maka hal itu bisa dikatakan sebagai hubungan yang baik-baik saja.

    Sebuah studi tahun 2017 yang dimuat dalam Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa rata-rata orang dewasa saat ini menikmati seks sebanyak 54 kali setahun, yang setara dengan sekitar seminggu sekali.

    Studi lain yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science yang mensurvei lebih dari 30.000 orang Amerika selama 40 tahun untuk tiga proyek berbeda, menemukan bahwa frekuensi seminggu sekali adalah standar Goldilocks untuk kebahagiaan.

    Manfaat Kesehatan Rutin Berhubungan Seks

    1. Menghilangkan Stres

    Dikutip dari WebMD, saat seseorang stres tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Meskipun hormon ini dapat memberikan efek positif, namun terlalu banyak kortisol dapat membuat seseorang menjadi mudah tegang dan lelah.

    Dari sinilah, seks atau bercinta bisa dilakukan untuk memicu pelepasan endorfin, yakni hormon cinta yang dapat membuat seseorang merasa senang dan meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik.

    2. Tidur Nyenyak

    Saat berhubungan seksual, tubuh akan melepaskan salah satu hormon bernama prolaktin. Hormon ini berperan dalam mengatur tidur seseorang.

    Setelah berhubungan seks, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang seringkali terjadi. Hal ini tidak hanya membantu untuk tertidur lebih mudah tetapi juga mendukung tidur yang lebih nyenyak.

    3. Imun Tubuh Meningkat

    Seks ternyata juga dapat membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi antibodi yang melindungi terhadap infeksi, termasuk human papillomavirus (HPV).

    Satu studi kecil oleh para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania menemukan bahwa seseorang yang berhubungan seks tiga kali atau lebih setiap minggu memiliki lebih banyak antibodi imunoglobulin A dalam air liur mereka, yang meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan beberapa virus dan bakteri.

    4. Meredakan Sakit

    Hormon endorfin yang dapat membantu tubuh mengelola stres ternyata dapat juga menjadi penghilang rasa sakit alami. Selama berhubungan seks, tubuh akan dibanjiri endorfin yang berinteraksi dengan reseptor rasa sakit di otak dengan menghalangi transmisi sinyal rasa sakit.

    Sebuah survei tahun 2013 oleh Universitas Munster menemukan bahwa orang-orang yang mengalami serangan migrain atau sakit kepala cluster, seks dapat membantu meringankan gejala-gejalanya.

    5. Jantung Lebih Sehat

    Bercinta juga dapat meningkatkan detak jantung seseorang, hal ini terbilang cukup baik untuk sirkulasi dan menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang lebih muda dan sehat, berhubungan seks secara teratur dapat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena masalah jantung di kemudian hari. Bagi wanita, satu penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengalaman seksual mereka, bukan seberapa sering mereka berhubungan seks, dikaitkan dengan penurunan risiko masalah jantung.

    (dpy/kna)

  • Bolehkah Pengidap Kolesterol Tinggi Makan Durian? Simak Penjelasannya

    Bolehkah Pengidap Kolesterol Tinggi Makan Durian? Simak Penjelasannya

    Jakarta

    Durian menjadi salah satu buah yang kerap dihindari sebagian orang, termasuk orang dengan kolesterol. Pasalnya, buah beraroma khas itu dikhawatirkan dapat mempengaruhi kondisi kolesterol menjadi semakin parah.

    Dikutip dari laman Kemenkes RI, kolesterol total merupakan gabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat dan trigliserida dalam setiap desiliter darah. Kadar kolesterol normal berada di angka

    Bila total kolesterol berada di angka 200 – 239 mg/dL, berarti sudah termasuk kategori agak tinggi. Angka kolesteol tinggi yakni jika rentangnya >240 mg/dL

    Kolesterol tinggi bisa menyebabkan berbagai penyakit yang membahayakan jiwa, seperti penyakit jantung, stroke, hingga pembuluh darah. Maka dari itu, orang dengan kolesterol tinggi harus memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dan mengkonsumsi obat berdasarkan anjuran dokter.

    Lantas, bolehkah orang dengan kolesterol makan durian?

    Dikutip dari laman VnExpress, kolesterol darah tinggi melibatkan peningkatan kolesterol jahat (LDL) atau trigliserida, yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, arteriosklerosis, dan perlemakan hati, di antara masalah lainnya.

    Kondisi ini sering dikaitkan dengan kebiasaan makan, termasuk konsumsi lemak hewani dalam jumlah besar, daging organ, makanan manis, pati, produk susu berlemak penuh, es krim, minuman manis, dan kurangnya aktivitas fisik.

    Makan durian dalam jumlah besar sekaligus dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Jika mengonsumsi terlalu banyak durian terlalu sering dapat menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas, sehingga mempersulit pengelolaan kadar kolesterol darah.

    Mengingat ketidakpastian tingkat keparahan kondisi kolesterol seseorang, disarankan untuk memakannya dalam jumlah sedang, setidaknya sebulan sekali, untuk menjaga kesehatan.

    Apakah Durian Mengandung Kolesterol?

    Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi, Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ir Ahmad Sulaeman, MS, PhD, mengatakan durian kerap kali mendapat stigma sebagai gudangnya kolesterol. Padahal, buah tersebut justru menjadi sumber energi yang baik, mengandung vitamin C, dan serat yang bagus untuk kesehatan.

    “Selama ini, durian memang selalu dipersepsikan sebagai penyebab berbagai penyakit, terutama hipertensi, kolesterol, dan sebagainya,” kata Prof Ahmad Sulaeman beberapa waktu lalu.

    “Ini membuat banyak orang takut makan durian. Durian ya sama seperti makanan lain, bergizi, baik, dan bermanfaat untuk kesehatan. Yang sudah diketahui secara umum bahwa durian ini mempunyai sifat afrodisiak yang bisa membangkitkan gairah, menambah semangat dan menaikkan keharmonisan suami istri,” sambungnya.

    Meski diperbolehkan mengkonsumsi durian, Prof Ahmad mewanti-wanti agar tidak makan secara berlebihan. Terkait masalah kolesterol, ia mengungkapkan bahwa durian tidak mengandung kolesterol sama sekali.

    “Kalau kita khawatir, ‘aduh takut kolesterol tinggi’, saya pastikan durian tidak mengandung kolesterol karena dia bahan nabati, kolesterol hanya ada pada hewani. Kalaupun ada justru itu fitosterol yang malah baik mencegah atau mengurangi kolesterol,” tandasnya.

    (sao/kna)

  • Dokter Wanti-wanti Kebanyakan Jajan Seblak Bisa Picu Penyakit Ini

    Dokter Wanti-wanti Kebanyakan Jajan Seblak Bisa Picu Penyakit Ini

    Jakarta

    Seblak merupakan salah satu jajanan yang memiliki paduan cita rasa pedas dan gurih. Tidak mengherankan jika makanan yang identik dengan kuah ini menjadi salah satu makanan yang populer di semua kalangan, khususnya di anak muda.

    Meskipun memiliki banyak penggemar, terlalu sering mengonsumsi seblak ternyata juga tidak baik untuk kesehatan tubuh. Pasalnya, kandungan tepung yang menjadi salah satu bahan membuat kerupuk seblak bisa memicu munculnya beberapa masalah kesehatan.

    Spesialis penyakit dalam dr Yunita Indah Dewi, SpPD mengatakan ada beberapa masalah kesehatan yang bisa datang ketika seseorang terlalu sering mengonsumsi makanan mengandung tepung, seperti seblak. Di antaranya pembesaran hati, radang pankreas, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, obesitas, hingga penyakit pada jantung.

    “Iya, baiknya dikurangi konsumsi makanan mengandung tepung, mungkin seminggu sekali,” kata dr Yunita kepada detikcom, Jumat (3/12/2024).

    Salah satu organ yang mungkin rentan terkena masalah, lanjut dr Yunita adalah pankreas. Hal ini karena makanan-makanan seperti seblak, siomay, dan bakso yang mengandung tepung tersebut dapat memperberat kerja pankreas.

    “Batas aman (enzim pankreas) amilase 23-85 unit per liter (U/L), lipase 0-160 U/L. Tidak ada bedanya, baik muda atau tua, laki-laki atau perempuan,” katanya.

    dr Yunita menambahkan bahwa tubuh biasanya akan memberikan tanda khas jika seseorang ternyata terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung tepung.

    “Bisa berat badan naik, hipertensi, dan gula darah yang naik,” tutupnya.

    (dpy/kna)

  • Seberapa Efektif Diet dengan Telur Rebus? Begini Kata Pakar    
        Seberapa Efektif Diet dengan Telur Rebus? Begini Kata Pakar

    Seberapa Efektif Diet dengan Telur Rebus? Begini Kata Pakar Seberapa Efektif Diet dengan Telur Rebus? Begini Kata Pakar

    Jakarta

    Telur rebus merupakan salah satu menu yang kerap dikonsumsi saat diet, yang sering disebut diet telur rebus. Selama diet, makanan utama yang dikonsumsi adalah telur rebus.

    Biasanya, dalam sehari seseorang bisa makan 2-3 butir telur. Lantas, bagaimana cara kerjanya?

    Dikutip dari Everyday Health, ada beberapa versi diet telur rebus. Diet yang paling umum yakni:

    Sarapan dengan dua butir telur dan satu potong buah.Selain itu mengkonsumsi sayuran yang rendah karbohidrat atau protein opsional.Makan siang dengan telur atau protein rendah lemak, serta sayuran rendah karbohidrat.Makan malam telur atau protein rendah lemak, dan sayuran rendah karbohidrat.

    Lantas, apakah diet telur rebus efektif?

    Secara keseluruhan, diet ini mengandung makanan sehat, tetapi bukan diet yang seimbang dan sehat. Diet telur rebus sangat ketat, sangat rendah kalori, dan hanya tren sesaat.

    “Saya rasa Anda tidak boleh menjalani diet yang mengharuskan Anda terobsesi dengan satu makanan,” kata Lisa Young, PhD, RDN, penulis Finally Full, Finally Slim yang berbasis di New York City.

    Telur menjadi makanan pokok dalam diet ini. Menurut Dr Young, telur rebus memang sehat, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya makanan utama.

    American Heart Association (AHA) mengatakan bahwa orang yang sehat dapat mengkonsumsi hingga satu butir telur per hari, dan orang yang lebih tua dengan kadar kolesterol yang sehat dapat mengonsumsi dua butir telur.

    “Telur merupakan sarapan yang lezat. Telur rebus adalah camilan yang bergizi, tetapi menurut saya mengonsumsi berbagai jenis makanan merupakan cara makan yang lebih sehat,” sambungnya.

    Menurut Dr Young, hal yang baik tentang telur adalah kandungan proteinnya yang tinggi. Satu butir telur rebus berukuran besar mengandung 78 kalori, 6,3 gram (g) protein, 5,3 g lemak, 0,6 g karbohidrat, dan 0 g serat.

    “Telur merupakan protein lengkap dan mengandung nutrisi seperti vitamin D dan kolin,” terang Amy Shapiro, RD, pendiri dan direktur Real Nutrition di New York City.

    Protein lengkap adalah protein yang mengandung semua asam amino esensial dalam jumlah yang cukup. Kolin merupakan nutrisi yang membantu menghasilkan neurotransmitter yang mengatur memori dan suasana hati, serta berbagai fungsi lainnya.

    “Meskipun satu studi kecil telah mengaitkan sarapan berprotein tinggi yang mengandung telur dengan membantu pelaku diet menurunkan berat badan. Tidak ada yang ajaib tentang telur untuk menurunkan berat badan,” beber Shapiro.

    NEXT: Apakah aman menjalani diet telur rebus?

    Simak Video “Video: Sorotan Menko PMK soal Anak Muda Terindikasi Hepatitis-Kolesterol Tinggi”
    [Gambas:Video 20detik]