Category: Detik.com Kesehatan

  • Wanita Ini Berhasil Pangkas BB 55 Kg dalam 18 Bulan, Begini Cara Dietnya

    Wanita Ini Berhasil Pangkas BB 55 Kg dalam 18 Bulan, Begini Cara Dietnya

    Jakarta

    Seorang wanita berusia 28 tahun, asal California, Amerika Serikat, membagikan perjuangannya dalam menurunkan berat badan sebanyak 55 kg hanya dalam waktu 18 bulan. Wanita bernama Sim Godoy itu mengaku menerapkan diet dengan cara mengelola asupan makan harian dan rutin berolahraga.

    Sim menceritakan bahwa ia memiliki berat badan berlebih sejak masih kecil. Bertahun-tahun dirinya mencoba berbagai program kebugaran untuk menurunkan berat badan, tetapi tampaknya tak membuahkan hasil.

    Parahnya, kondisi berat badannya itu memengaruhi kesehatan Sim Godoy. Ia mengidap penyakit sindrom ovarium polikistik atau Polycystic ovarian syndrome(PCOS), yang dapat memicu penambahan berat badan dan menstruasi yang tidak teratur.

    “Saya tahu saya ingin memulai sebuah keluarga suatu hari nanti, dan berat badan saya akan membuat siklus bulanan yang normal menjadi sangat sulit. Pada usia 26, berat badan saya mencapai 129 kg,” katanya, dikutip dari Women’s Health, pada Jumat (29/11/2024).

    Pada akhirnya, saat Maret 2018, Sim Godoy memutuskan untuk melakukan perubahan besar dalam hidupnya dengan cara menerapkan pola hidup sehat untuk menurunkan berat badannya.

    Dirinya menerapkan sebuah program gaya hidup yang membantunya untuk mengatur porsi makanan yang dikonsumsi, menyeimbangkan makanan yang dikonsumsi, dan menentukan asupan makanan yang lebih sehat untuk tubuh. Berikut merupakan menu makanan yang ia konsumsi dalam sehari.

    Sarapan: Kopi, pisang, dan terkadang oat atau muffin atau browniesMakan siang: Makanan sisa atau makanan beku atau saladCamilan: Buah plum atau jeruk dan protein barMakan malam: Chalupa taco atau hidangan khas Meksiko tengah-selatan yang terdiri dari tortilla jagung goreng yang diisi dengan berbagai isian gurih.

    Selama beberapa minggu menerapkan pola makan tersebut, berat badannya tidak kunjung turun. Sim memutuskan untuk menerapkan olahraga rutin, seperti berjalan kaki selama jam istirahat makan siang di kantor beberapa kali dalam seminggu. Seiring berjalannya waktu, dirinya meningkatkan frekuensi olahraga menjadi jalan cepat selama 30 menit, 5 hari dalam seminggu.

    “Sekarang saya telah berkembang menjadi 30 hingga 45 menit berjalan kaki 5 hari seminggu sejauh setidaknya 2 mil,” tutup Sim Godoy.

    (suc/suc)

  • Tentara Israel Lagi-lagi Serang RS Indonesia di Gaza, Situasinya Mencekam

    Tentara Israel Lagi-lagi Serang RS Indonesia di Gaza, Situasinya Mencekam

    Jakarta

    Pasukan tentara Israel kembali menyerbu Rumah Sakit Indonesia yang berada di kota Beit Lahia, Gaza Utara. Mereka melontarkan ancaman kepada para staf medis rumah sakit dan pasien, serta memerintahkan untuk segera mengungsi.

    Dikutip dari Middle East Monitor (MEMO) dan Gulf Times, rumah sakit tersebut kini berada di bawah pengepungan para pasukan Israel. Sebagian besar yang terjebak di dalam rumah sakit adalah wanita dan anak-anak, serta sejumlah pasien yang sulit untuk bergerak.

    Para tentara Israel tersebut juga terus melepaskan tembakan dan granat. Bangunan-bangunan di sekitaran rumah sakit juga ikut rusak. Mereka juga menghancurkan bagian oksigen, listrik, sehingga mustahil untuk rumah sakit kembali memberikan layanan medis.

    Serangan ini terjadi seminggu setelah pasukan Israel menyerbu dan mengevakuasi secara paksa orang-orang yang ada di Rumah Sakit Kamal Adwan. Mereka mengirim para pasien ke Rumah Sakit Indonesia yang telah mengalami kerusakan parah akibat serangan udara sebelumnya.

    Saat ini, Gaza Utara tidak memiliki rumah sakit layak untuk dapat memberikan layanan medis kepada setidaknya 300.000 warga Palestina di daerah itu. Di sisi lain, tentara Israel masih terus melanjutkan aksi mereka.

    (dpy/suc)

  • Eks Direktur WHO Beberkan 4 Fakta Seputar HMPV, Virus yang Mewabah di China

    Eks Direktur WHO Beberkan 4 Fakta Seputar HMPV, Virus yang Mewabah di China

    Jakarta

    Wabah virus Human Metapneumovirus (HMPV) saat ini sedang merebak di China dan tengah menjadi perhatian internasional, termasuk Indonesia. Hal ini karena HMPV menyebar dengan sangat luas dan cepat, menyebabkan lonjakan kasus meningkat, khususnya di China bagian Utara.

    Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) drg Widyawati, MKM, mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terkait HMPV ini. Terpenting saat ini adalah tetap melakukan langkah-langkah preventif seperti menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum.

    “Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan berbagai virus yang berpotensi mengancam kesehatan,” jelas Widyawati, dikutip dari laman Kemkes, Sabtu (4/1/2025).

    Terkait hal ini, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan setidaknya ada empat fakta yang masyarakat harus tahu terkait virus ini.

    1. Bukan Virus Baru

    Prof Tjandra mengatakan HMPV pertama kali dilaporkan di jurnal ilmiah di Belanda pada Juni 2021 yang berjudul ‘A newly discovered human pneumovirus isolated from young children with respiratory tract disease’.

    “Sesudah itu ada lagi laporan temuan di berbagai negara seperti Norwegia, Rumania, Jepang dan juga tentu China,” ujar Prof Tjandra kepada detikcom, Sabtu (4/1/2025).

    “Para peneliti bahkan memperkirakan bahwa sebelum resmi dilaporkan di 2001 itu maka HMPV sudah puluhan tahun bersirkulasi. HMPV bukan virus baru,” sambungnya.

    2. HMPV Memiliki Kaitan dengan AMPV

    Prof Tjandra menjelaskan bahwa kata ‘human’ dalam HMPV sebenarnya memiliki kaitan dengan Animal Metapneumovirus (AMPV). AMPV atau yang dulunya dikenal sebagai Turkey Rhinotracheitis Virus (TRTV) sudah ditemukan sejak tahun 1978 di Afrika Selatan.

    “Ini adalah penyakit pada unggas, yang punya 4 sub tipe, dari A sampai D,” ucapnya.

    Para pakar berpendapat bahwa penyakit pada manusia akibat HMPV nampaknya akibat semacam evolusi dari AMPV yang sub tipe C.

    3. Pemerintah China Belum Menerapkan Keadaan Darurat

    Prof Tjandra juga menegaskan bahwa kabar yang menyebut pemerintah China menyatakan ‘state of emergency’ atau keadaan darurat yang mulai bertebaran di grup WhatsApp adalah hoaks.

    Pasalnya belum ada sumber resmi dari pemerintah China maupun World Health Organization (WHO) terkait hal itu.

    4. Tidak Bisa Disejajarkan dengan COVID-19

    Terkait kabar bahwa HMPV yang coba “disejajarkan” dengan COVID-19, Prof Tjandra mengatakan bahwa ini tidaklah tepat. Menurutnya, ada tiga alasan mengapa HMPV tidak bisa sejajar dengan COVID-19.

    “Pertama, ini (HMPV) bukanlah virus atau varian baru, ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Di sisi lain COVID-19 adalah varian baru dari virus corona,” katanya.

    Kedua terkait gejala HMPV yang dinilai sama dengan COVID-19, menurut Prof Tjandra gejala yang muncul dari masalah pernapasan dan infeksi paru-paru umumnya akan seperti batuk, demam, mungkin sesak dan nyeri dada dan kalau memberat dapat masuk rumah sakit.

    “Ketiga, ada juga yang menyebut HMPV mirip COVID-19 karena sekarang ada peningkatan kasus di China. Ini juga tidak tepat karena dari waktu ke waktu memang selalu saja ada peningkatan kasus infeksi saluran napas, apalagi di musim dingin di negara empat musim seperti China,” tutur Prof Tjandra.

    “Jadi, tidak tepatlah kalau kita terlalu cepat mengorelasikan kenaikan kasus HMPV ini dengan COVID-19, walaupun tentu kita perlu tetap waspada,” tutupnya.

    (dpy/suc)

  • Ternyata Ini Pemicu Penyakit Asam Urat pada Usia Muda, Nomor 1 Penting Diperhatikan

    Ternyata Ini Pemicu Penyakit Asam Urat pada Usia Muda, Nomor 1 Penting Diperhatikan

    Jakarta – Penyakit asam urat tak hanya menyerang usia lanjut, mereka yang berusia muda juga bisa terkena. Penyakit ini ditandai dengan serangan nyeri, pembengkakan, kemerahan, serta sensasi nyeri tertekan secara tiba-tiba dan parah pada beberapa sendi, paling sering pada jempol kaki.

    Penyakit asam urat terjadi ketika kristal urat menumpuk di sendi, menyebabkan peradangan dan nyeri yang hebat akibat serangan penyakit asam urat. Kristal urat dapat terbentuk saat kadar asam urat dalam darah tinggi. Tubuh memproduksi asam urat ketika memecah purin, zat yang ditemukan secara alami dalam tubuh.

    Biasanya, asam urat larut dalam darah dan melewati ginjal ke dalam urine. Namun, terkadang tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal mengeluarkan terlalu sedikit asam urat. Jika ini terjadi, asam urat dapat menumpuk dan membentuk kristal urat tajam seperti jarum di sendi atau jaringan di sekitarnya yang menyebabkan nyeri, peradangan, dan pembengkakan.

    Berikut sejumlah faktor dapat memicu penyakit asam urat di usia muda, seperti dikutip dari Mayo Clinic.

    1. Pola Makan Tidak Sehat

    Mengonsumsi makanan yang tinggi purin, seperti daging merah dan makanan laut, minuman yang dimaniskan dengan gula buah (fruktosa), dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko penyakit asam urat.

    Mengonsumsi alkohol, termasuk bir, juga dapat meningkatkan risiko terserang penyakit asam urat. Oleh sebab itu, penting untuk menerapkan pola makan sehat dan seimbang agar mendapatkan efek kesehatan secara menyeluruh.

    2. Berat Badan Berlebih

    Kelebihan berat badan dapat membuat tubuh memproduksi lebih banyak kadar asam urat. Hal ini memicu organ ginjal lebih sulit untuk membuang asam urat di dalam tubuh.

    3. Kondisi Medis

    Penyakit dan kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat. Di antaranya termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi yang tidak diobati, serta beberapa kondisi kronis seperti diabetes, obesitas, sindrom metabolik, serta penyakit jantung dan ginjal.

    4. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

    Aspirin pada dosis rendah dan beberapa obat yang digunakan untuk mengontrol hipertensi, termasuk diuretik thiazide, penghambat enzim pengubah angiotensin atau , angiotensin-converting enzyme (ACE), dan beta blocker, juga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.

    Begitu pula dengan penggunaan obat anti-rejection yang diresepkan bagi orang yang telah menjalani transplantasi organ.

    5. Riwayat Keluarga

    Risiko penyakit asam urat dapat meningkat pada seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit tersebut.

    (suc/suc)

  • Geger Lonjakan HMPV di China, Kemenkes Pastikan Belum Ada Laporan Kasus di RI

    Geger Lonjakan HMPV di China, Kemenkes Pastikan Belum Ada Laporan Kasus di RI

    Jakarta

    Belakangan wabah Human metapneumovirus (HMPV) di China tengah disorot dunia, termasuk Indonesia. Virus ini menyebar dengan sangat luar dan cepat, memicu lonjakan kasus yang signifikan di wilayah China bagian utara.

    Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), drg Widyawati, MKM, mengatakan sampai saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, ia mengimbau agar masyarakat menjaga kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, guna mencegah penularan berbagai virus yang berpotensi mengancam kesehatan.

    “Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia,” jelas Widyawati, dikutip dari keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (4/1/2025).

    Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain. Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).

    “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif yang efektif. Upaya ini dilakukan agar virus ini tidak masuk ke Indonesia,” tambah Widyawati.

    Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak panik tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah risiko penularan virus ini.

    Komplikasi HMPV

    HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, dengan gejala yang mirip flu biasa seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.

    Virus ini biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tetapi berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung.

    Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Meski demikian, perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.

    Kemenkes mengajak masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi terkait perkembangan virus ini. Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menerapkan langkah pencegahan dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

    (suc/suc)

  • Video China Sebut Lonjakan Kasus infeksi Pernapasan gegara Musim Dingin

    Video China Sebut Lonjakan Kasus infeksi Pernapasan gegara Musim Dingin

    Jakarta – Kasus infeksi Human Metapneumovirus (HMpv) dilaporkan mengalami peningkatan signifikan di China, dan kini menarik perhatian dunia kesehatan global. Pemerintah China mengatakan infeksi pernapasan cenderung meningkat selama musim dingin, terutama di wilayah Utara

    (/)

  • Video: Begini Contoh Cara Ukur Lingkar Kepala Anak yang Benar

    Video: Begini Contoh Cara Ukur Lingkar Kepala Anak yang Benar

    Video: Begini Contoh Cara Ukur Lingkar Kepala Anak yang Benar

  • Merasa Lelah dan Ngantuk Setelah Makan? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

    Merasa Lelah dan Ngantuk Setelah Makan? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

    Jakarta

    Makanan seharusnya dapat memberikan energi bagi tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas. Meskipun begitu, nyatanya sebagian orang merasakan mengantuk setelah makan.

    Merasa mengantuk dan kelelahan setelah makan dapat menjadi salah satu tanda bahwa tubuh bekerja keras untuk mencerna makanan. Namun, mengantuk setelah makan juga dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang bermasalah dengan respon glukosa (gula) dan insulin dalam tubuh.

    Para ilmuwan sampai saat ini tak yakin apa yang menyebabkan rasa kantuk setelah makan. Teori yang paling umum adalah bahwa saat seseorang makan, darah dialihkan ke sistem pencernaan dan menjauh dari otak. Penelitian lain mengklaim telah membantah teori tersebut, dengan menyatakan bahwa setelah makan, hormon dilepaskan dari usus yang memengaruhi pusat tidur di otak.

    Meskipun penyebabnya masih belum jelas, merasa lelah setelah makan adalah fenomena nyata. Meskipun istilah teknisnya adalah rasa kantuk setelah makan, banyak orang menyebut perasaan ini sebagai “koma makanan”.

    Lantas, apa saja faktor yang dapat menyebabkan rasa mengantuk setelah makan? Dikutip dari GoodRx, berikut adalah di antaranya.

    1. Makanan yang Dikonsumsi

    Sebuah studi menunjukkan bahwa semua jenis makanan dapat menyebabkan rasa mengantuk. Namun, makanan yang kaya akan lemak dan sebagian besar mengandung karbohidrat telah dihubungkan dengan rasa mengantuk yang lebih lama setelah selesai makan.

    Beberapa makanan yang mengandung hormon pengatur tidur melatonin juga dapat menyebabkan rasa mengantuk setelah makan.

    2. Porsi Makanan

    Kebanyakan orang pernah mengalami rasa mengantuk setelah selesai makan dalam porsi yang besar. Namun, sebenarnya tidak banyak penelitian yang secara khusus meneliti kaitan porsi makan yang berlebihan dengan rasa mengantuk setelah makan.

    Sebuah studi mengamati lalat buah dan menemukan hubungan yang jelas antara ukuran makanan dan rasa mengantuk. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin besar makanan yang dikonsumsi, maka semakin lama lalat tidur setelah makan. Kemungkinan besar bahwa hal tersebut dapat terjadi pada manusia.

    3. Waktu Makan

    Tubuh memiliki ritme sirkadian yang dapat mengendalikan siklus tidur-bangun. Ritme ini dapat membantu tubuh untuk tertidur di malam hari dan juga dapat menyebabkan penurunan kewaspadaan di tengah hari. Sebagian orang menyebut hal ini dengan “kelesuan di sore hari”.

    Penurunan energi ini umumnya terjadi sekitar pukul 1 siang sampai dengan 4 sore. Sehingga, apabila tubuh merasa bahwa makan siang adalah waktu makan yang menyebabkan rasa mengantuk, mungkin ritme sirkadian tubuh juga berperan penting dalam hal ini.

    4. Resistensi Insulin

    Resistensi insulin dapat menyebabkan rasa mengantuk setelah makan. Hal ini dapat terjadi saat insulin dalam tubuh tidak dapat menjalankan tugasnya untuk membawa glukosa ke dalam sel tubuh.

    Glukosa merupakan bentuk energi utama bagi tubuh, sehingga tubuh akan merasakan kelelahan apabila glukosa tidak memberikan tenaga pada sel tubuh. Resistensi insulin dapat dipicu oleh penyakit diabetes, gaya hidup tidak aktif, stres kronis, dan indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30.

    5. Kondisi Kesehatan

    Jika seseorang memiliki kondisi medis yang membuat dirinya lebih mudah mengantuk, kemungkinan besar ia akan merasa lelah setelah makan. Kondisi kesehatan yang diketahui dapat menyebabkan kelelahan meliputi:

    DiabetesAnemia defisiensi zat besiApnea tidur obstruktif atau Obstructive sleep apnea (OSA)Tingkat tiroid abnormalKecemasan atau depresiPenyakit Fibromyalgia

    (suc/suc)

  • RI Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk usai Heboh Lonjakan Kasus HMPV di China

    RI Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk usai Heboh Lonjakan Kasus HMPV di China

    Jakarta

    Wabah virus human metapneumovirus (HMPV) yang sedang merebak di china telah menjadi perhatian internasional dalam beberapa waktu terakhir. Virus ini menyebar sangat luas dan cepat, memicu lonjakan kasus yang signifikan di China bagian utara.

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah risiko penularan virus ini.

    Juru Bicara Kemenkes RI, drg Widyawati, MKM, menjelaskan bahwa langkah-langkah preventif seperti menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum dapat membantu mengurangi risiko tertular penyakit menular.

    “Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan berbagai virus yang berpotensi mengancam kesehatan,” jelas Widyawati seperti keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (14/01/2024).

    Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain. Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).

    “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif yang efektif. Upaya ini dilakukan agar virus ini tidak masuk ke Indonesia,” tambah Widyawati.

    Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Meski demikian, perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.

    Kemenkes mengajak masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi terkait perkembangan virus ini. Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menerapkan langkah pencegahan dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

    (suc/suc)

  • 4 Alasan Nggak Boleh Makan Mi Instan Tiap Hari, Bisa Begini Dampaknya

    4 Alasan Nggak Boleh Makan Mi Instan Tiap Hari, Bisa Begini Dampaknya

    Jakarta

    Mi instan merupakan salah satu jenis makanan yang menjadi favorit banyak orang. Cara memasaknya yang mudah hingga rasanya yang enak menjadi beberapa alasan orang-orang menyukainya.

    Meski rasanya enak, ada baiknya mengonsumsi mi instan tidak dilakukan berlebihan apalagi setiap hari. Dikutip dari Health Shot, berikut ini beberapa bahaya yang dapat mengancam tubuh apabila makan mi instan setiap hari:

    1. Hipertensi dan Penyakit Jantung

    Mi instan memiliki kandungan garam atau natrium yang tinggi. Satu porsi mi instan dapat mengandung setengah asupan natrium harian yang direkomendasikan.

    Menurut Journal of the American College of Cardiology, asupan natrium yang berlebihan dikaitkan dengan kerusakan organ dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

    “Bagi orang yang memiliki masalah jantung atau rentan terhadap tekanan darah tinggi, mengonsumsi mi instan secara teratur dapat memperburuk kondisi tersebut dan memicu masalah komplikasi kardiovaskular yang serius,” kata ahli gizi Saloni Arora.

    2. Malnutrisi

    Mi instan terkenal dengan kandungan nutrisinya yang rendah. Biasanya, mi instan hampir tidak memiliki kandungan nutrisi penting seperti vitamin, protein, dan serat. Mengonsumsinya secara teratur dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi.

    Sebaliknya, mi instan juga mengandung kalori yang tinggi, terutama dari karbohidrat olahan dan lemak yang tidak sehat. Hal ini membuat seseorang yang terlalu sering mengonsumsi mi instan memiliki risiko peningkatan berat badan.

    3. Diabetes

    Selain memberikan masalah gizi, konsumsi mi instan secara teratur setiap hari juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang. Sebuah studi yang diterbitkan Nutrition Research and Practice menunjukkan konsumsi mi instan secara teratur dikaitkan dengan risiko sindrom metabolik lebih besar.

    Beberapa di antaranya seperti diabetes, takanan darah tinggi, kelebihan lemak visceral, hingga kadar kolesterol yang abnormal.

    4. Kolesterol Tinggi

    Mi instan seringkali dibuat dengan minyak kelapa sawit atau minyak tidak sehat lainnya. Hal ini menghasilkan produk makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans.

    Kedua jenis lemak tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL (low-density lipoprotein) sekaligus menurunkan kadar kolesterol baik HDL (high-density lipoprotein).

    “Diet yang tinggi lemak ini dapat menyebabkan aterosklerosis, suatu kondisi yang ditandai dengan penumpukan timbunan lemak di arteri, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke,” kata Arora.

    Kadar kolesterol jahat yang tinggi dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan masih banyak lagi.

    Batas Aman Makan Mi Instan

    Spesialis onkologi dr Denny Handoyo Kirana, SpOnk-Rad menuturkan bahwa mi instan yang beredar di pasaran sebenarnya sudah cukup aman karena adanya izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Namun, ia tetap menyarankan masyarakat untuk tidak mengonsumsi mi instan lebih dari dua kali dalam satu pekan.

    “Jadi kalau dimakan dalam jumlah yang cukup sesekali misalnya dalam seminggu satu atau dua, masih oke, tapi ya jangan pagi, siang, sore, makan mi instan,” kata dr Denny ketika dihubungi detikcom.

    Karena mi instan cenderung rendah nutrisi, masyarakat diharapkan juga dapat mengolah makanan instan tersebut dengan tepat. Selain tidak dikonsumsi secara berlebihan, penting untuk menambahkan sumber nutrisi seperti vitamin dan serat dari sayur hingga protein dari daging atau telur.

    (avk/kna)