Category: Detik.com Kesehatan

  • Malaysia Catat 327 Kasus HMPV, Penyakit Pernapasan yang Melonjak di China

    Malaysia Catat 327 Kasus HMPV, Penyakit Pernapasan yang Melonjak di China

    Jakarta

    Malaysia mendeteksi 327 kasus infeksi human human metapneumovirus (hMPV). Penyakit yang juga tengah memicu lonjakan penyakit pernapasan di China.

    Catatan kasus hMPV Malaysia pada 2024 meningkat dari semula 225 kasus di sepanjang 2023.

    Kementerian Kesehatan setempat mengatakan hMPV merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus dari famili Pneumoviridae.

    “Ini bukan penyakit baru dan di negara ini, infeksi hMPV tidak perlu dilaporkan atau diberitahukan menurut Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988,” katanya dalam sebuah pernyataan, baru-baru ini, dikutip dari Straits Times, Minggu (5/1/2025).

    Kementerian mengatakan masyarakat harus tetap waspada karena infeksi saluran pernapasan akan terus berkembang di masyarakat. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk secara proaktif menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain, terutama di tempat tertutup dan ramai.

    Malaysia juga akan terus memantau perkembangan infeksi saluran pernapasan baik di dalam negeri maupun internasional, meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil tindakan yang tepat.

    “Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut pada akhir tahun dan awal tahun berikutnya merupakan fenomena yang sudah diperkirakan, sejalan dengan tren serupa yang dilaporkan di negara lain, terutama yang mengalami musim dingin, seperti China.”

    “Sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyebaran infeksi, Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan dari waktu ke waktu, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Ini termasuk virus penyebab Covid-19, influenza, dan infeksi saluran pernapasan lainnya,” kata otoritas setempat.

    Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat yang mengalami gejala berkepanjangan atau memburuk untuk segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan pemerintah atau swasta terdekat.

    Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, dan mengenakan masker bagi mereka yang berisiko tinggi atau berada di area ramai.

    Terkait COVID-19, kementerian mengatakan situasi masih terkendali, tidak ada lonjakan kasus mendadak yang memerlukan perawatan intensif dan tidak ada kematian terkait yang dilaporkan sejak 25 April 2024.

    Jumlah total kasus COVID-19 pada 2024 menunjukkan penurunan signifikan sebesar 50,4 persen, turun dari 202.962 kasus pada tahun 2023 menjadi 100.666 kasus pada tahun 2024.

    Kematian juga menurun dari 441 pada tahun 2023 menjadi 57 pada tahun 2024.

    Varian SARS-CoV-2 yang saat ini beredar di negara itu masih varian Omicron dan subvariannya.

    Tidak ada kasus baru varian Omicron yang dilaporkan dari 24 November hingga akhir tahun.

    (naf/naf)

  • Jalan Kaki Seperti Ini Bisa Turunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

    Jalan Kaki Seperti Ini Bisa Turunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

    Jakarta

    Berjalan kaki adalah salah satu aktivitas fisik paling sederhana dan mudah dilakukan, tetapi manfaatnya bagi kesehatan sering kali diabaikan.

    Berjalan kaki memiliki potensi besar untuk mendukung gaya hidup sehat, terutama jika dilakukan dengan lebih cepat.

    Dikutip dari Times of India, penelitian terbaru telah membuktikan bahwa langkah kecil ini bisa menjadi kunci untuk mengurangi risiko penyakit serius.

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam Scientific Reports mengungkapkan berjalan lebih cepat dapat menurunkan risiko diabetes dan hipertensi, khususnya bagi individu dengan obesitas.

    Penelitian ini melibatkan lebih dari 24.000 orang dewasa di Jepang, yang datanya dianalisis untuk melihat hubungan antara kecepatan berjalan dan penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, serta dislipidemia (kadar kolesterol yang tidak normal).

    Dampak Positif Berjalan Cepat

    Mengurangi Risiko Diabetes

    Peserta yang berjalan lebih cepat memiliki risiko 30 persen lebih rendah untuk mengidap diabetes dibandingkan mereka yang berjalan lambat.

    Penurunan Risiko Hipertensi

    Kemungkinan mengalami tekanan darah tinggi menurun hingga 6 persen pada pejalan kaki yang lebih cepat.

    Peningkatan Keseimbangan Kolesterol

    Risiko mengidap dislipidemia sedikit berkurang pada mereka yang berjalan dengan kecepatan lebih tinggi.

    Hasil penelitian ini menekankan bahwa kecepatan berjalan dapat memberikan dampak positif yang signifikan pada kesehatan, terutama bagi individu obesitas yang rentan terhadap penyakit metabolik.

    Berjalan cepat bukan hanya cara untuk mencapai tempat tujuan lebih cepat, tetapi juga membawa berbagai manfaat kesehatan:

    Meningkatkan kapasitas aerobik, sehingga meningkatkan efisiensi fungsi jantung dan paru-paru.Membantu mengatur kadar gula darah, sehingga mengurangi risiko diabetes.Meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah.Mengurangi peradangan tubuh, yang berkontribusi pada pencegahan gangguan metabolik.

    Meski berjalan cepat memberikan manfaat yang signifikan, jumlah langkah harian juga tidak kalah penting.

    Penelitian lain menunjukkan bahwa meningkatkan jumlah langkah tanpa memandang kecepatannya, dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kebugaran secara keseluruhan.

    Kombinasi antara langkah yang lebih banyak dan kecepatan berjalan yang lebih tinggi dapat memberikan manfaat kesehatan maksimal.

    (naf/naf)

  • 5 Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan yang Tak Disangka-sangka    
        5 Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan yang Tak Disangka-sangka

    5 Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan yang Tak Disangka-sangka 5 Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan yang Tak Disangka-sangka

    Jakarta

    Daun pepaya merupakan salah satu jenis tanaman yang umum dalam masakan Indonesia. Tidak hanya rasanya yang enak bagi sebagian orang, rupanya daun pepaya juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

    Dikutip dari Healthline, berikut ini adalah sederet manfaat daun pepaya untuk kesehatan yang jangan sampai kelewatan:

    1. Menjaga Kadar Gula Darah Stabil

    Daun pepaya sering digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk terapi alami dalam pengobatan diabetes dan meningkatkan kontrol gula darah.

    Penelitian pada tikus yang mengalami diabetes menemukan ekstrak daun pepaya memiliki efek antioksidan dan penurun gula darah yang baik. Hal ini disebabkan karena kemampuan daun pepaya untuk melindungi sel-sel penghasil insulin di pankreas dari kerusakan dan kematian dini.

    Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah daun pepaya juga memberikan efek yang sama pada manusia.

    2. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

    Teh dan ekstrak daun pepaya seringkali digunakan sebagai terapi alternatif untuk meredakan gejala pencernaan yang tidak nyaman, seperti kembung dan mulas. Daun pepaya mengandung serat yang baik untuk kesehatan pencernaan dan senyawa untuk yang disebut dengan papain.

    Papain memiliki kemampuan untuk memecah protein besar menjadi protein dan asam amino yang lebih kecil, sehingga mudah dicerna.

    Satu penelitian menemukan penggunaan suplemen bubuk papain yang bersumber dari buah pepaya mengurangi gejala pencernaan negatif. Ini termasuk sembelit dan mulas, pada orang dengan sindrom iritasi usus besar.

    3. Meredakan Peradangan

    Berbagai olahan daun pepaya sering digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan internal dan eksternal. Beberapa di antaranya termasuk ruam kulit, nyeri otot, dan nyeri sendi.

    Daun pepaya mengandung berbagai nutrisi dan senyawa tanaman dengan potensi manfaat antiradang, seperti papain, flavonoid, dan vitamin E. Satu penelitian menemukan bahwa ekstrak daun pepaya secara signifikan mengurangi peradangan dan pembengkakan pada telapak kaki tikus yang mengalami radang.

    Penelitian lanjutan pada manusia perlu dilakukan untuk melihat seberapa jauh manfaatnya.

    NEXT: Membantu wajah menjadi glowing

  • Dikira Cuma Terkilir, Wanita Ini Ternyata Punya Tumor di Kakinya

    Dikira Cuma Terkilir, Wanita Ini Ternyata Punya Tumor di Kakinya

    Jakarta

    Wanita di Los Angeles, Amerika Serikat bernama Ashley Christine menceritakan pengalaman tidak mengenakkan mengidap tumor langka di kakinya. Dokter sempat salah mendiagnosis dan menyebut kakinya hanya terkilir.

    Semuanya berawal ketika ia mengalami nyeri di kaki hingga tidak dapat berjalan selama sebulan. Ketika diperiksa pertama kali, dokter menyebut masalah yang dialami oleh Ashley adalah cedera fisik. Ashley disebut kemungkinan mengalami robek pada ligamen.

    “Saya tahu rasa sakit dan saya tahu cedera. Saya pada saat itu merasa, ‘itu bukan ligamen yang robek atau tulang yang patah’. Ada sesuatu yang salah,” kata Ashley dikutip dari Daily Mail, Minggu (5/1/2024).

    Ashley menuding dokter tersebut meremehkan rasa khawatirnya. Setelah beberapa kali pergi ke tenaga medis, Ashley meminta seorang dokter untuk melakukan pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) untuk pemeriksaan lebih jelas.

    Ternyata benar, dokter menemukan adanya massa besar di area tungkai Ashley. Massa tersebut adalah tumor sel raksasa yang jarang terjadi.

    Umumnya tumor ini bertumbuh dengan jinak, artinya tidak menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker. Namun, ini dapat menimbulkan masalah karena dapat tumbuh dengan cepat, merusak tulang, dan jaringan lainnya.

    Ashley menceritakan bahwa ia sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis onkologi. Sampai akhirnya pada malam Natal 2024, ia akhirnya bisa berkonsultasi.

    Dokter yang melihat kondisi kaki menuturkan bahwa Ashley harus segera menjalani tindakan pengangkatan tumor.

    “Dokter itu melihat sekilas dan berkata, ‘kita harus segera mengeluarkannya’,” cerita Ashley.

    Pada saat ini, Ashley tengah menunggu hasil pemeriksaan biopsi untuk mengetahui apakan tumor yang ada di kakinya bersifat kanker atau tidak. Pemeriksaan juga dilakukan untuk melihat jenis perawatan yang tepat untuk Ashley.

    (avk/naf)

  • Hati-hati! Keluhan di Kaki yang Bisa Jadi Pertanda Masalah Jantung

    Hati-hati! Keluhan di Kaki yang Bisa Jadi Pertanda Masalah Jantung

    Jakarta

    Jantung merupakan salah satu organ paling penting dalam tubuh. Jika tidak dijaga dengan baik, beberapa masalah kesehatan seperti gagal jantung bisa mengintai.

    Gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Kondisi ini biasanya membuat jantung menjadi lemah atau kaku, sehingga menyebabkan sirkulasi oksigen tidak maksimal ke seluruh tubuh.

    Berkaitan dengan masalah gagal jantung, terdapat beberapa gejala yang mungkin bisa menjadi pertanda. Dikutip dari Mirror, ada salah satu gejala gagal jantung yang biasanya muncul pada pagi hari dan terdapat di kaki, yaitu berupa pembengkakan.

    National Health Service (NHS) menuturkan pergelangan kaki dan tungkai yang bengkak karena penumpukan cairan yang dikenal sebagai edema, merupakan salah satu indikator gagal jantung paling umum.

    “Ini mungkin membaik di pagi hari, tetapi memburuk di kemudian hari,” ucap pihak NHS.

    Apabila seseorang mengalami bengkak pada salah satu atau dua pergelangan, telapak, atau tungkai kaki dan tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari, ada baiknya untuk segera memeriksakan kondisi ke dokter.

    Edema tidak serta-merta menjadi ciri khusus dari gagal jantung. Kondisi ini bisa juga menjadi tanda kaki yang terkilir atau digigit oleh serangga. Dalam kasus gagal jantung, edema menjadi indikasi adanya bekuan darah atau infeksi.

    Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter tetap perlu dilakukan untuk mengetahui apakah edema yang dialami berkaitan dengan gagal jantung atau tidak.

    Gejala gagal jantung dapat berbeda pada setiap orang. Ada yang muncul secara tiba-tiba, tetapi juga ada yang muncul secara bertahap selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Berikut beberapa tanda peringatan lain terkait gagal jantung yang harus diperhatikan:

    Sesak napas.Kelelahan.Pusing.Pingsan.

    Beberapa gejala yang tidak umum meliputi:

    Depresi.Kecemasan.Mengi.Kehilangan nafsu makan.

    (avk/naf)

  • Kisah Wanita 55 Tahun Sukses Cetak Rekor Marathon 42K Tiap Hari dalam Setahun

    Kisah Wanita 55 Tahun Sukses Cetak Rekor Marathon 42K Tiap Hari dalam Setahun

    Jakarta

    Pelari di Belgia bernama Hilde Dosogne (55) mencetak rekor dunia sebagai wanita pertama yang lari marathon 42 km setiap hari sepanjang tahun. Usahanya itu dilakukan untuk mengumpulkan bantuan dana penelitian kanker payudara.

    Total Hilde berlari setidaknya 15.444 km dalam satu tahun. Jumlah dana yang berhasil ia kumpulkan dari pencapaian luar biasa tersebut sebanyak 60 ribu Euro (Rp 1 miliar). Hilde menuturkan dia bersyukur bisa menyelesaikan aksi tersebut.

    “Aku senang akhirnya ini bisa berakhir,” kata Hilde setelah finish pada hari terakhirnya, dikutip dari APNews, Minggu (5/1/2025).

    Seluruh data lari berupa GPS, foto, dan video sudah diserahkan pada pihak Guinness World Records. Kini Hilde tinggal menunggu proses konfirmasi rekor tersebut menjadi miliknya.

    Perjalanan yang dilalui untuk memecahkan rekor tersebut tidak mudah. Selama perjalanan ia harus berjuang melawan flu, COVID-19, luka lepuh, hingga berkali-kali mengalami kecelakaan. Meski begitu, beban mental menurut Hilde menjadi yang terberat.

    “Tekanan mental lebih berat daripada fisik. Tentu saja, secara fisik, semuanya harus baik-baik saja. Kalau tidak, Anda tidak bisa berlari selama empat jam setiap hari. Namun, berada di garis start setiap hari lebih berat secara mental,” sambungnya.

    Hilde berlari sebagian besar berlatih atau berkompetisi di lintasan yang relatif datar. Lintasan tersebut berada di luar kota Universitas Gent, Belgia.

    Dalam satu sesi, ia akan berlari sejauh 42,5 km. Jumlah tersebut sedikit lebih jauh dari standar marathon 42,195 km. Hal ini dilakukan Hilde untuk menghindari risiko administrasi statistik demi memecahkan rekor dunia.

    Bekerja sebagai insinyur biologi di perusahaan kimia, Hilde biasanya akan pulang lebih awal untuk bisa menyempatkan marathon di sore hari. Karena tidak bisa berlari dengan kecepatan tertinggi tiap hari, ia biasanya akan menjaga kecepatan 10 km/jam.

    Hal itu juga dilakukannya agar bisa berlari dengan teman-teman dan saksi.

    Ada satu momen ketika berlari, Hilde jatuh di titik 27 km. Ia harus dibawa ke ruang gawat darurat karena jarinya terkilir. Karena menghabiskan terlalu banyak waktu saat perawatan, ia tidak bisa melanjutkan catatannya hari itu.

    Hilde akhirnya mengulangi larinya di hari yang sama, meski pada saat itu ia belum sepenuhnya pulih.

    “Masih sedikit bengkok (jarinya),” tandas Hilde.

    (avk/naf)

  • Kado Ultah Medical Check Up Gratis Mulai Februari 2025, Begini Cara Dapatnya

    Kado Ultah Medical Check Up Gratis Mulai Februari 2025, Begini Cara Dapatnya

    Jakarta

    Program skrining kesehatan gratis Prabowo Subianto rencananya baru akan dimulai Februari 2025. Juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Dedek Prayudi menyebut program ini akan khusus diberikan sebagai kado ulang tahun warga negara Indonesia.

    “Mereka yang masuk dalam penerima layanan dan berulang tahun di awal tahun 2025, berhak mendapat kado ulang tahun dari Presiden Prabowo,” kata Dedek dalam rilis resmi KSP, Jumat, (3/1/2025).

    Dihubungi terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI Aji Muhawarman menekankan pelaksanaan skrining kesehatan gratis diusahakan bisa terlaksana dalam waktu dekat. Mengingat, secara infrastruktur relatif sudah siap di banyak wilayah.

    Ada dua cara untuk bisa menggunakan fasilitas gratis skrining kesehatan di puskesmas atau layanan kesehatan terdekat. Bagi yang memiliki smartphone, disarankan untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu di aplikasi SATU SEHAT.

    “Untuk waktu akan sesegera mungkin dimulai di awal tahun. Masyarakat perlu punya aplikasi SATU SEHAT mobile di ponselnya untuk registrasi terlebih dahulu,” ungkap Aji saat dihubungi detikcom Minggu (5/1/2024).

    “Nanti akan diberikan notifikasi sebelum, saat dan sesudah hari lahirnya di bulan tersebut,” lanjutnya.

    Sementara bagi yang tidak memiliki ponsel, bisa langsung mendatangi puskesmas terdekat. Tidak perlu memilih puskesmas sesuai dengan alamat domisili.

    “Cukup dengan membawa identitas diri,” ungkap dia.

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi sebelumnya menjelaskan skrining kesehatan gratis ditujukan untuk melihat 75 jenis penyakit atau masalah kesehatan.
    dr Nadia juga menyebut skrining kesehatan gratis yang tadinya hanya untuk 14 penyakit, kini ditambahkan lebih banyak untuk pemeriksaan lain. Termasuk pemeriksaan ginjal, talasemia, hingga mata.

    Sasaran pemeriksaan mulai dari balita hingga lansia.

    (naf/naf)

  • Manusia Tertua di Dunia Meninggal, Wanita Jepang Berusia 116 Tahun

    Manusia Tertua di Dunia Meninggal, Wanita Jepang Berusia 116 Tahun

    Jakarta

    Manusia tertua di dunia yakni wanita Jepang Tomiko Itooka meninggal dunia di usia 116 tahun. Kematiannya diumumkan pada Sabtu (4/1/2025).

    Itooka, yang memiliki empat anak dan lima cucu sebetulnya meningggal pada 29 Desember di panti jompo tempat ia tinggal sejak 2019, demikian penjelasan wali kota Jepang bagian selatan itu dalam sebuah pernyataan.

    Ia lahir pada 23 Mei 1908, di pusat komersial Osaka, dekat Ashiya, empat bulan sebelum Ford Model T diluncurkan di Amerika Serikat. Itooka diakui sebagai orang tertua di dunia setelah kematian Maria Branyas Morera dari Spanyol pada Agustus 2024 di usia 117 tahun.

    “Itooka memberi kami keberanian dan harapan melalui hidupnya yang panjang,” kata wali kota Ashiya yang berusia 27 tahun, Ryosuke Takashima, dalam pernyataan tersebut.

    “Kami berterima kasih padanya untuk itu.”

    Itooka, yang merupakan salah satu dari tiga bersaudara, hidup melewati perang dunia dan pandemi. Semasa menjadi pelajar, ia bermain voli.

    Di usianya yang lebih tua, Itooka gemar makan pisang dan Calpis, minuman ringan susu populer di Jepang.

    Wanita itu menikmati umur panjang di Jepang, tetapi negara ini menghadapi krisis demografi yang semakin memburuk karena populasi lansia terus bertambah dan menyebabkan melonjaknya biaya medis serta kesejahteraan, dengan tenaga kerja yang menyusut untuk membiayainya.

    Hingga September, Jepang memiliki lebih dari 95.000 orang yang berusia 100 tahun atau lebih, 88 persen di antaranya adalah wanita.

    Dari 124 juta penduduk negara itu, hampir sepertiganya berusia 65 tahun atau lebih.

    (naf/kna)

  • Video Mitos atau Fakta: Stres Kronis Bisa Memicu Masalah Kesehatan

    Video Mitos atau Fakta: Stres Kronis Bisa Memicu Masalah Kesehatan

    Video Mitos atau Fakta: Stres Kronis Bisa Memicu Masalah Kesehatan

  • 5 Hal yang Terjadi di Tubuh saat Rutin Konsumsi Sirsak

    5 Hal yang Terjadi di Tubuh saat Rutin Konsumsi Sirsak

    Jakarta

    Sirsak atau buah hijau berduri dengan tekstur lembut rupanya kaya manfaat. Seporsi buah sirsak rendah kalori dan tinggi kandungan serat serta vitamin C.

    Dalam 100 gram sirsak mengandung 66 kalori, 1 gram protein, 16,8 gram karbohidrat, 3,3 gram serat, vitamin, kalium, magnesium, hingga sedikit folat dan zat besi.

    Banyak bagian buah sirsak selama ini juga dipakai untuk obat, termasuk daun, buah, hingga batangnya. Sirsak juga dipakai untuk masakan dan beberapa kali dioleskan ke kulit.

    Berikut hal yang terjadi di tubuh saat rutin mengonsumsi buah sirsak, dikutip dari Healthline:

    Antioksidan Tinggi

    Antioksidan adalah senyawa yang membantu menetralkan senyawa berbahaya yang disebut radikal bebas, yang dapat menyebabkan kerusakan sel.

    Beberapa penelitian menunjukkan antioksidan dapat berperan dalam mengurangi risiko beberapa penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

    Satu penelitian tabung reaksi mengamati sifat antioksidan sirsak dan menemukan sirsak mampu secara efektif melindungi dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

    Penelitian tabung reaksi lainnya mengukur antioksidan dalam ekstrak sirsak dan menunjukkan sirsak membantu mencegah kerusakan sel. Sirsak juga mengandung beberapa senyawa tanaman yang bertindak sebagai antioksidan, termasuk luteolin, quercetin, dan tangeretin.

    Bunuh Sel Kanker

    Meskipun sebagian besar penelitian saat ini terbatas pada penelitian tabung reaksi, beberapa riset telah menemukan sirsak berpotensi membantu menghilangkan sel kanker.

    Satu penelitian tabung reaksi mengobati sel kanker payudara dengan ekstrak sirsak. Hal yang cukup menarik, ekstrak sirsak mampu mengurangi ukuran tumor, membunuh sel kanker, dan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh.

    Penelitian tabung reaksi lainnya mengamati efek ekstrak sirsak pada sel leukemia, yang ditemukan dapat menghentikan pertumbuhan dan pembentukan sel kanker.

    Melawan Bakteri

    Selain sifat antioksidannya, beberapa penelitian menunjukkan sirsak mungkin juga mengandung sifat antibakteri yang kuat.

    Dalam satu penelitian tabung reaksi, ekstrak sirsak dengan berbagai konsentrasi digunakan pada berbagai jenis bakteri yang diketahui menyebabkan penyakit mulut.

    Sirsak mampu membunuh berbagai jenis bakteri secara efektif, termasuk jenis bakteri yang menyebabkan radang gusi, kerusakan gigi, dan infeksi jamur.

    Kurangi Peradangan

    Beberapa studi pada hewan menemukan bahwa sirsak dan komponennya mungkin dapat membantu melawan peradangan.

    Peradangan adalah respons imun normal terhadap cedera, tetapi semakin banyak bukti menunjukkan bahwa peradangan kronis dapat menyebabkan penyakit.

    Dalam satu studi, tikus diobati dengan ekstrak sirsak, yang ditemukan dapat mengurangi pembengkakan dan meredakan peradangan.

    Studi lain memiliki temuan yang sama, menunjukkan bahwa ekstrak sirsak mengurangi pembengkakan pada tikus hingga 37 persen.

    Meskipun penelitian saat ini terbatas pada penelitian hewan, ini mungkin sangat bermanfaat dalam pengobatan gangguan inflamasi seperti radang sendi.

    Faktanya, dalam satu penelitian hewan, ekstrak sirsak ditemukan dapat menurunkan kadar penanda inflamasi tertentu yang terlibat dalam radang sendi.

    Jaga Kadar Gula Darah

    Sirsak telah terbukti membantu mengatur kadar gula darah dalam beberapa penelitian hewan.

    Dalam satu penelitian, tikus diabetes disuntik dengan sirsak selama dua minggu. Mereka yang menerima ekstrak tersebut memiliki kadar gula darah lima kali lebih rendah daripada kelompok yang tidak diobati.

    Studi lain menunjukkan pemberian ekstrak sirsak pada tikus pengidap diabetes menurunkan kadar gula darah hingga 75 persen.

    Namun, studi hewan ini menggunakan jumlah ekstrak sirsak yang terkonsentrasi, melebihi apa yang mungkin didapatkan melalui makanan.

    (naf/naf)