Program skrining kesehatan gratis sebagai hadiah dari pemerintah untuk warga di hari ulang tahun rencananya akan dimulai Februari 2025. Ada dua cara mendapatkan fasilitas ini, yaitu melalui aplikasi SATUSEHAT atau datang ke puskesmas. Lewat aplikasi, warga akan mendapatkan notifikasi soal akses skrining ini.
Category: Detik.com Kesehatan
-

Manfaat dan Bahaya Makan Buah Pinang, Penting Diketahui
Jakarta –
Pinang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengobatan tradisional dan digunakan dalam pengobatan Ayurveda dan Tiongkok. Buah ini dipercaya memiliki khasiat antiradang, antioksidan, dan analgesik.
Namun penelitian menunjukkan, buah pinang juga berbahaya bagi kesehatan. Lantas, apa saja manfaat dan bahaya dari mengkonsumsi buah pinang?
Manfaat Buah Pinang
Buah pinang memiliki panjang 3-5 cm, berbentuk lonjong dengan satu biji, dan berwarna hijau hingga jingga. Menurut laman Netmeds, berikut beberapa manfaat dari buah pinang.
1. Meningkatkan Kesehatan Kulit
Pinang mengandung sifat antioksidan yang bisa membantu meningkatkan kesehatan kulit dengan melindungi dari stres oksidatif dan meningkatkan produksi kolagen. Hasilnya, kulit yang lebih sehat dan tampak lebih muda dan mencegah munculnya garis-garis halus dan kerutan.
2. Membantu Mengatur Berat Badan
Mengonsumsi buah pinang bisa membantu mengatur berat badan. Dengan merangsang metabolisme dan meningkatkan pencernaan, buah ini bisa membantu menjaga berat badan yang sehat. Tentunya, makan buah pinang harus dikombinasikan dengan diet seimbang dan olahraga teratur.
3. Membantu Meredakan Masalah Pernapasan
Secara tradisional, buah pinang digunakan untuk meredakan masalah pernapasan seperti batuk dan pilek. Khasiat ekspektoran dari pinang bisa membantu mengencerkan lendir dan melegakan penyumbatan di saluran pernapasan
Dalam penelitian dalam jurnal IOP Conference Series Earth and Environmental Science, dikatakan bahwa ekstrak biji buah pinang bisa menurunkan kadar gula darah. Hal ini berkat kandungan senyawa dari buah pinang bernama pyridine dan piperidine alkaloid yang memiliki sifat anti-diabetes.
Meski begitu, penelitian ini baru dilakukan pada hewan. Jadi, masih dibutuhkan penelitian dan riset lebih lanjut terkait manfaat konsumsi buah pinang.
Bahaya Makan Buah Pinang
Di samping manfaat yang ditawarkan, buah ini juga berpotensi membahayakan kesehatan. Penelitian mengungkap beberapa risiko kesehatan yang serius dari buah pinang.
WHO menggolongkan buah pinang sebagai karsinogen. Banyak penelitian yang menunjukkan hubungan yang meyakinkan antara buah pinang dengan kanke mulut, dan esofagus.
Mengunyah pinang secara teratur juga menyebabkan iritasi gusi dan kerusakan gigi. Bahkan efeknya bisa ternoda merah tua dan hitam secara permanen.
Sebuah studi yang diterbitkan American Society for Clinical Nutrition juga menemukan hubungan yang kuat antara buah pinang dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan obesitas. Pinang juga bisa berinteraksi dengan obat lain atau suplemen herbal.
Buah pinang memang banyak diklaim memiliki sejumlah manfaat. Meski begitu, penelitian modern menunjukkan banyak risiko kesehatan yang terkait dari mengkonsumsi buah ini. Jadi, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan ahli medis jika ingin mengkonsumsi buah pinang.
(elk/elk)
-

Tak Cuma Kurang Tidur, Sering Ngantuk Bisa Jadi Pertanda Gejala 8 Penyakit Ini
Jakarta –
Selalu merasa ngantuk dapat dipicu berbagai faktor. Hal yang paling umum diketahui adalah kurangnya waktu tidur atau tidur yang tidak berkualitas.
Namun, selalu mengantuk atau merasa lelah padahal sudah tidur cukup juga dapat menjadi salah satu tanda dari suatu penyakit. Misalnya, seperti anemia, gangguan autoimun, hingga diabetes.
Selalu Mengantuk Termasuk Gejala Penyakit Apa?
Ada beberapa penyakit yang ditandai dengan gejala mengantuk. Dikutip dari Very Well Health, berikut daftarnya:
1. Diabetes
Sering mengantuk dapat dialami oleh orang-orang dengan diabetes. Rasa kantuk yang dialami disebabkan kadar gula darah rendah, ketidakseimbangan hormon, efek samping pengobatan, hingga faktor gaya hidup seperti diet.
2. Anemia
Anemia merupakan kondisi tubuh memiliki kadar sel darah merah yang lebih sedikit atau tidak berfungsi dengan baik. Hal ini membuat kemampuannya untuk mengalirkan oksigen berkurang.
Selain mengantuk, gejala anemia lainnya yang dapat muncul seperti sulit berkonsentrasi, sakit kepala, hingga rasa kebas pada tangan dan kaki.
3. Kanker
Lebih dari 80 persen pasien kanker mengalami gejala seperti sering ngantuk. Biasanya, kondisi ini tidak dapat membaik setelah berolahraga.
Rasa ngantuk muncul karena rendahnya jumlah sel darah di dalam tubuh, ketidakseimbangan elektrolit, dan perubahan fungsi sel yang dipicu kanker.
4. Sleep Apnea
Seseorang yang sering mengantuk bisa disebabkan gangguan tidur, yakni sleep apnea. Kondisi tersebut menyebabkan saluran pernapasan terhenti, setidaknya selama 10 detik, sehingga kualitas tidur memburuk.
5. Gangguan Autoimun
Gangguan autoimun dapat terjadi saat sistem imun tubuh menyerang sel-sel di dalam tubuh, sehingga memicu kerusakan pada jaringan dan inflamasi kronis. Beberapa gangguan autoimun seperti lupus dan sklerosis ganda, dapat menyebabkan rasa kantuk dan mengganggu metabolisme tubuh.
6. Depresi
Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan rasa sedih, kehilangan minat, hingga gejala fisik seperti kelelahan. Tubuh yang lemas dan sering ngantuk bisa disebabkan insomnia atau gangguan tidur lainnya akibat depresi.
7. Kelelahan Ekstrem
Kondisi tersebut merupakan kelelahan ekstrem yang dapat memburuk hanya dengan melakukan aktivitas ringan. Hal ini tidak bisa membaik setelah berolahraga dan sering memicu gejala seperti flu.
Penyebab kondisi ini tidak diketahui pasti. Namun, kondisi ini kerap dikaitkan dengan infeksi, stres kronis, atau respons autoimun.
8. Fibromyalgia
Fibromyalgia adalah kondisi nyeri kronis yang disebabkan oleh disfungsi pada sistem saraf pusat, yang meningkatkan sensitivitas dan mengubah sensasi yang tidak berbahaya menjadi nyeri (alodinia).
Rasa ngantuk yang sering muncul dapat menjadi salah satu gejala fibromyalgia, yang bisa disebabkan oleh perubahan biokimia, peradangan, dan gangguan tidur.
Rasa ngantuk yang terjadi dapat menghilang jika penyakit diatasi dengan baik hingga sembuh. Untuk mengetahui pengobatan yang tepat, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau ahlinya.
(sao/naf)
-

Kemenkes RI Sebut HMPV Sudah Masuk Indonesia, Sejumlah Anak Tertular
Jakarta –
Kementerian Kesehatan RI menyebut human metapneumovirus (hMPV) sudah teridentifikasi di Indonesia. Sejauh ini, kelompok anak menjadi usia yang banyak terpapar virus tersebut.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman belum bisa memastikan lebih rinci berapa banyak kasus anak yang terkena hMPV, maupun keseluruhan pasien yang terjangkit virus tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Meski begitu, Aji meminta publik untuk tidak panik. Aji sekaligus membenarkan keterangan juru bicara Kemenkes RI Widyawati terkait virus hMPV bukan merupakan virus baru dan sudah menyebar sejak 2001.
Widyawati mengungkap laporan yang dihimpun per Senin (6/1/2025).
“Laporan hari ini (Senin 6 Januari 2025) ke Kementerian Kesehatan sudah ada beberapa anak yang terkena HMPV, dan kami terus menelusuri. Dan menurut pengamatan ini tidak hanya baru tahun ini saja, mengingat virus ini sudah tersebar lama sejak tahun 2001. Yang harus kita sampaikan di sini ke publik adalah tetap waspada dan tidak perlu panik. Tidak benar bahwa ini adalah virus baru,” beber Widyawati dalam keterangannya, Senin (6/1/2025).
Aji kembali memastikan hingga kini belum ada larangan atau pembatasan perjalanan ke wilayah atau negara tertentu. Mengingat, kebanyakan kasus hMPV berkaitan dengan gejala ringan seperti penyakit flu lainnya.
Beberapa di antaranya meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas. Namun, kondisi ini dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia.
Dikutip dari Newsweek, lamanya penyakit bergantung pada tingkat keparahan gejala orang tersebut.
Perlu dicatat, hMPV termasuk penyakit musiman yang rentan meningkat setiap musim dingin, seperti yang terjadi di China.
(naf/kna)
-

Apa Itu Wabah HMPV yang Merebak di China? Begini Gejala dan Cara Penularannya
Jakarta –
Belakangan dunia digemparkan dengan wabah baru virus HMPV yang menyebar di China. Kini, beberapa negara telah mengkonfirmasi adanya kasus akibat virus tersebut.’
Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, penyakit HMPV yang mirip flu ini tengah meningkat di negara tersebut. Lantas, apa itu HMPV?
Apa Itu HMPV?
Human metapneumovirus (HMPV) adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit mirip flu pada orang-orang dari segala usia.
“Anak-anak kecil, orang tua, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah yang paling rentan terhadap gejala yang parah,” menurut CDC yang dikutip dari Live Science.
Virus ini baru ditemukan pada tahun 2001. Virus HMPV termasuk dalam famili virus yang sama dengan respiratory syncytial virus (RSV), virus musiman yang juga menyebabkan pilek dan infeksi paru-paru.
Menurut epidemiolog Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Eileen Schneider, virus ini dikaitkan dengan sekitar 20.000 rawat inap di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun di AS setiap tahun.
Apa Saja Gejala HMPV?
Gejala HMPV mirip dengan penyakit flu lainnya. Beberapa gejala umumnya, meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas. Namun, ini dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia.
Dikutip dari Newsweek, lamanya penyakit bergantung pada tingkat keparahan gejala orang tersebut. Tetapi, secara umum biasanya sama seperti penyakit flu.
Bagaimana Penularan HMPV?Seperti virus serupa lainnya, HMPV biasanya menyebar antarmanusia melalui percikan batuk dan bersin. Selain itu, bisa menular melalui berpelukan, berciuman, dan melalui sentuhan permukaan dan benda yang terkontaminasi virus lalu mulut, hidung, atau mata.
Di AS, HMPV beredar secara musiman bersamaan dengan flu dan penyakit serupa. Penyebaran yang paling aktif terjadi di akhir musim dingin dan musim semi.
Bagaimana Cara Agar Tidak Tertular HMPV?
Menurut CDC AS, tidak ada pengobatan ataupun vaksin untuk melawan virus HMPV. Pengobatan untuk HMPV bersifat suportif, artinya bertujuan untuk mengurangi gejala dan menjaga tanda-tanda vital tetap stabil.
Untuk mencegah infeksi HMPV, individu dapat mengambil tindakan pencegahan yang sama seperti yang mereka lakukan untuk virus pernapasan lainnya.
“HMPV adalah infeksi pernapasan yang menyebar dengan cara yang sama seperti virus pernapasan lainnya seperti flu dan COVID-19,” kata profesor virologi di University of Warwick di Inggris yang mempelajari pneumovirus, Andrew Easton.
“Kita dapat melindungi diri dari HMPV dengan cara yang sama seperti yang kita lakukan untuk virus tersebut,” sambungnya.
CDC merekomendasikan hal-hal berikut:
Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air selama minimal 20 detik.Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang tidak sehatTutup mulut saat batuk dan bersin.
Negara Mana Saja yang Melaporkan Kasus HMPV?Beberapa negara telah melaporkan temuan kasus virus HMPV. Berikut daftarnya:
Malaysia
Malaysia mendeteksi 327 kasus infeksi human human metapneumovirus (hMPV). Kementerian Kesehatan setempat mengatakan HMPV merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus dari famili Pneumoviridae.
“Ini bukan penyakit baru dan di negara ini, infeksi HMPV tidak perlu dilaporkan atau diberitahukan menurut Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988,” katanya dalam sebuah pernyataan, baru-baru ini, dikutip dari Straits Times, Minggu (5/1/2025).
India
Dikutip dari Business Standard, India mendeteksi kasus pertama yang diduga Human Metapneumovirus (HMPV) pada bayi berusia delapan bulan di Bengaluru.
Berdasarkan laporan dari Bruhat Bengaluru Mahanagara Palike (BBMP), kasus diduga HMPV itu terdeteksi melalui laboratorium swasta. Namun, pasien dan keluarganya tidak memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terdampak.
“Kasus itu berasal dari Hunasanahalli di distrik Pedesaan Bengaluru. Anak itu telah dirawat di Rumah Sakit Baptis Bengaluru,” kata sumber itu, seraya menambahkan bahwa anak itu akan dipulangkan hari ini, Senin (6/1/2025).
(sao/kna)
-

Prediksi Tren Diet Terbaik 2025, Badan Kurus Bonus Panjang Umur
Jakarta –
Diet terbaik bukan hanya tentang penurunan berat badan dengan cepat. Diet ini juga menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Setiap tahun, puluhan dokter gizi dan pakar diet di Amerika Serikat merilis prediksi pola makan yang akan populer. Ada beberapa prediksi tren diet populer di tahun 2025 yang mereka temukan dan dirilis oleh U.S. News and World Report.
Para panel ahli ini sepakat bahwa pola makan terbaik adalah yang bergizi lengkap dan mencakup karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang masing-masing berperan penting dalam fungsi tubuh.
“Sistem evaluasi peringkat Diet Terbaik yang diperbarui mencerminkan beragam kebutuhan dan tujuan individu, dengan mempertimbangkan faktor-faktor di luar penurunan berat badan,” kata Gretel Schueller, redaktur pelaksana kesehatan di U.S. News dikutip dari CNN.
Diet Mediterania telah memenangkan penghargaan tertinggi diet terbaik sejak tahun 2019 karena fokusnya pada pola makan seimbang sambil menekankan pentingnya makan bersama keluarga dan teman dan aktivitas sehari-hari juga latihan. Diet ini juga mengurangi konsumsi makanan manis dan merekomendasikan sejumlah kecil produk susu dan daging, terutama daging merah.
Laporan tahun 2025 juga memasukkan peringkat baru untuk pola makan yang dirancang untuk membantu kondisi kronis seperti radang sendi, divertikulitis, penyakit hati berlemak dan sindrom iritasi usus besar, atau tahapan kehidupan seperti menopause.
Prediksi tren diet 2025
1. Diet Mediterania
Diet Mediterania berfokus pada kualitas dan gaya hidup, bukan pada satu kelompok nutrisi atau makanan. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa model pola makan ini mengurangi risiko kondisi kesehatan kronis tertentu, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, sekaligus meningkatkan umur panjang dan meningkatkan kualitas hidup.
2. Diet DASH
Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) adalah rencana makan fleksibel dan seimbang yang dikembangkan oleh National Heart, Lung and Blood Institute. Diet DASH adalah rencana makan untuk menurunkan atau mengontrol tekanan darah tinggi. Pola makan ini menekankan makanan yang lebih rendah sodium serta makanan yang kaya potasium, magnesium dan kalsium, nutrisi yang membantu menurunkan tekanan darah.
3. Diet Flexitarian
Diet Flexitarian adalah pola makan yang menganjurkan konsumsi sebagian besar makanan nabati, namun tetap memperbolehkan daging dan produk hewani lainnya dalam jumlah sedang.
4. Diet MIND
Diet MIND, yang merupakan singkatan dari Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay, menggunakan dua pola makan yang telah terbukti, DASH dan Mediterranean, yang berfokus pada makanan yang meningkatkan kesehatan otak sehingga berpotensi menurunkan risiko penurunan mental.
(kna/kna)
-

Video: Wabah HMPV yang Tren di China Sudah Ada di Malaysia
Video: Wabah HMPV yang Tren di China Sudah Ada di Malaysia
-

China Punya Hotline Kesehatan Mental Baru, Nihil Nomor 4 karena Dianggap ‘Sial’
Jakarta –
Nomor hotline layanan kesehatan mental baru di China tidak mencantumkan angka empat yakni 12356. Nomor empat konon dikenal dengan angka pembawa sial pada budaya China.
Namun, bukan hal itu yang menjadi perdebatan netizen di sana. Ada keraguan layanan konseling masih melekat dengan stigma dan penghakiman di tengah semakin banyak warga yang stres.
Komisi Kesehatan Nasional (NHC) China meluncurkan layanan konseling gratis tersebut pada Rabu (1/1/2025).
Banyak warga mengalami stres dan merasa tertekan imbas perkembangan ekonomi yang cepat, urbanisasi yang pesat, dan dihadapi aging population atau penuaan populasi yang cepat, demikian penjelasan Xing Ruoqi, wakil direktur di administrasi medis NHC, dalam konferensi pers yang diadakan pada akhir Desember.
“Jika masyarakat ingin berkonsultasi tentang pengetahuan kesehatan mental atau memiliki tekanan psikologis atau masalah emosional, mereka dapat menghubungi 12356,” kata Xing, seraya menambahkan bahwa saluran telepon tersebut akan diawaki oleh konselor hotline profesional dan dapat diakses oleh penelepon di seluruh wilayah mulai 1 Mei.
“Ini adalah langkah ke arah yang benar,” kata para ahli, tetapi kualitas layanan sebetulnya adalah kuncinya. Sistem perawatan kesehatan mental China menghadapi banyak tantangan seperti kekurangan profesional terlatih dan stigma berat yang terus berlanjut di negara tersebut.
Layanan Buruk-Picu Trauma
Psikoterapis Xiaojie Qin, juga direktur CandleX, sebuah organisasi yang berfokus pada kesehatan mental, mencatat banyak saluran telepon bantuan kesehatan mental telah beroperasi di China dan NHC hanyalah yang terbaru.
“Tidak ada kekurangan saluran bantuan seperti itu di China,” kata Qin kepada CNA, seraya menambahkan bahwa itu bukan penanda kemajuan.
Di Xiaohongshu, seorang pengguna dengan nama pengguna ZERO, menyatakan keraguan dan ketidakpercayaan terhadap saluran bantuan kesehatan mental, pasca belakangan berbagi pengalaman dengan seorang psikolog di rumah sakit setempat.
“Insiden itu membuat saya menangis,” katanya.
“Saya tidak percaya pada psikolog atau konselor mana pun. Saya tidak ingin menelepon (saluran bantuan kesehatan mental) lagi.”
Pengguna Xiaohongshu lainnya, yang menggunakan akun Scarecrow, bercerita bahwa ia juga pernah ditolak oleh seorang petugas hotline saat mengikuti sesi konseling. Ia malah disuruh merenungkan masalahnya sendiri dan mengatur cara berpikir.
“Maaf, jika saya bisa menyesuaikan (cara berpikir saya), apakah saya akan tetap menelepon? Orang itu mengatakan masalahnya tampaknya ada pada saya jadi saya menutup telepon setelah beberapa saat,” tulisnya.
Di media sosial, netizen China mempertimbangkan pro dan kontra penggunaan hotline tersebut.
“Ini berita baik, tetapi saya pikir mereka (pejabat kesehatan China) juga harus mulai mempertimbangkan untuk menurunkan biaya konseling tatap muka,” kata seorang pengguna di situs mikroblog Sina Weibo bernama Jia Ling.
Sementara netizen lain tetap skeptis, menyuarakan kekhawatiran tentang privasi dan kerahasiaan, serta mempertanyakan apakah layanan tersebut dapat menyediakan ruang yang benar-benar aman bagi penelepon.
“Saya khawatir akan mendapat masalah karena berbagi masalah pribadi seperti (perasaan tentang) stres kerja dan ketidakpuasan dengan (penyebab stres) seperti sewa dan transportasi umum yang buruk,” kata seorang pengguna Weibo yang menggunakan nama pengguna Lex Flower.
Seorang pengguna yang sebelumnya menghubungi layanan hotline gratis, menekankan pentingnya pelapor untuk tetap anonim, hal itu dinilai sangat penting bagi siapa pun yang mengalami tekanan mental.
“Kekhawatiran tentang privasi dan informasi pribadi sangat nyata dan valid,” kata pengguna tersebut.
“Jika seseorang sedang mengalami serangan panik yang hebat, ia tidak akan dapat memikirkan rencana tindakan terbaik untuk situasi tersebut, jadi (mendapatkan kepastian) dari orang yang berempati dan tidak menghakimi di ujung telepon adalah hal yang penting dan otoritas kesehatan perlu menyadari hal ini,” tambah pengguna tersebut.
Apakah saluran telepon 12356 akan berhasil atau tidak, psikoterapis Beijing Qin merasa kita masih bisa menunggu dan melihat.
“Karena kita tidak dapat melihat model operasi nomor 12356, sulit untuk memperkirakannya,” katanya.
(naf/kna)
-

Menkes Kirim Dokter Jantung-Saraf Belajar ke China dan Jepang, Ini Alasannya
Jakarta –
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengirimkan sebanyak total 27 dokter spesialis jantung dan spesialis saraf untuk belajar di China dan Jepang. Sebanyak dua dokter spesialis jantung akan ditempatkan di Jepang dan sisanya akan ditempatkan di beberapa rumah sakit di China.
Menkes Budi menuturkan bahwa masalah kardiovaskular merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular dengan kasus kematian tertinggi di Indonesia. Ia menyebut setiap tahun ada sekitar 500 ribu orang meninggal akibat masalah kardiovaskular.
Menurutnya, salah satu faktor tingginya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular adalah masih kurangnya dokter spesialis jantung yang memiliki kompetensi intervensi. Tercatat hingga saat ini baru ada sekitar 1.500 dokter spesialis jantung dengan hanya 30 persen di antaranya yang memiliki kompetensi dalam kardiologi intervensi.
“Minimal kalau mau tiga shift sehari kan 3 dokter butuhnya, ini butuh 1 dokter 1 kota aja kita kurangnya 350-400 dokter. Kalau mau yang bener kan 3 shift, itu kurangnya 1500 berarti. Kursi yang tersedia itu pendidikan itu cuma 30-50 per tahun yang tersedia di Indonesia, itu sebabnya kita kirimkan ke luar negeri,” kata Menkes Budi ketika ditemui awak media di Jakarta Selatan, Senin (6/1/2025).
Menkes Budi menyinggung adanya ‘golden period’ dalam penanganan masalah kardiovaskular. Golden period atau periode emas merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan jangka waktu emas dalam penanganan medis.
Periode itu merupakan waktu yang krusial untuk dilakukan intervensi medis agar pengobatan dapat optimal dan komplikasi bisa dicegah. Untuk kasus penyakit jantung biasanya berdurasi 2 jam setelah serangan dan untuk stroke selama 1 jam.
Apabila jumlah dokter terbatas, maka penanganan pasien yang mengalami masalah kardiovaskular darurat bisa sangat terhambat. Ini juga harus memerhatikan faktor fasilitas medis yang diperlukan setiap daerah.
“Yang di level rumah sakit itu alatnya sudah akan datang sampai tahun 2027, di 514 kabupaten dan kota. Kenapa harus ada di 514 kabupaten dan kota, karena ada golden periodnya,” ujarnya.
“Penyakit ini harus ditangani idealnya di bawah 2 jam untuk jantung atau di bawah 1 jam untuk stroke. Maksimal jantung untuk 6 jam, maksimal stroke 4,5 jam, jadi kan nggak mungkin ditaruh di provinsi, makanya kabupaten dan kota. Alatnya namanya cath lab. Operasi di jantung namanya PCI (Percutaneous Coronary Intervention), kalau di stroke itu trombektomi, itu sebabnya kita siapkan alatnya di kabupaten kota,” tandasnya.
(avk/kna)

