Category: Detik.com Kesehatan

  • Jurus Diet Tanpa Nyiksa ala Jennifer Aniston, Tetap Body Goals di Umur 55

    Jurus Diet Tanpa Nyiksa ala Jennifer Aniston, Tetap Body Goals di Umur 55

    Jakarta

    Aktris Jennifer Aniston terlihat masih awet muda di usia 55 tahun. Ternyata ada rahasia di balik tubuhnya yang langsing dan bugar.

    Aniston mengaku dirinya rutin menjalani olahraga dan diet sehat. Program diet yang dilakukannya adalah 80/20.

    “Saya melakukan diet 80/20, di mana saya dapat makan apapun yang saya inginkan sehari-hari. Saya tidak membatasi diri,” katanya kepada TODAY.com.

    Aniston mengungkapkan 80 persen waktunya berfokus untuk mengkonsumsi makanan padat nutrisi. Sementara 20 persen lainnya, ia dapat makan apa saja yang diinginkannya.

    Menurutnya, diet 80/20 yang dijalani cukup membosankan. Selama diet, Aniston banyak mengkonsumsi protein, sayuran, salad, dan minum banyak air.

    “Tantangan terbesar saya adalah tidur. Saya pikir itu semua bagian dari kebersihan nutrisi kita. Itu seperti jumlah air yang kita konsumsi serta jumlah tidur yang kita dapatkan,” jelas Aniston.

    “Kombinasi dari semua hal itulah yang membuat olahraga Anda paling efektif,” sambungnya.

    Meski menjalani diet, Aniston juga tetap bisa mengkonsumsi camilan. Pilihannya terdiri dari popcorn, protein bar, dan protein shake.

    Saat makan, Aniston suka membuat perubahan kecil yang berpengaruh pada dietnya, seperti tidak menambahkan garam dan mengurangi saus salad. Dia juga mempelajari ‘kekuatan bumbu’ dan cuka untuk menambah rasa pada hidangannya.

    “Hal-hal seperti itu akan menciptakan rasa yang sangat lezat, di mana Anda tidak hanya menaburi semuanya dengan garam dan mentega atau minyak zaitun untuk membuatnya terasa enak,” tuturnya.

    Saat waktu bebasnya, Aniston bisa makan makanan yang disukainya. Seperti burger hingga pizza yang gurih.

    “Itu bisa berupa burger keju dan kentang goreng atau makanan Meksiko, pasta, pizza, semuanya itu gurih. Saya bukan orang yang suka makanan manis, seperti es krim atau kue. Saya lebih suka makanan gurih,” pungkasnya.

    (sao/kna)

  • Fogging untuk Cegah Wabah Chikungunya di Kota Kediri

    Fogging untuk Cegah Wabah Chikungunya di Kota Kediri

    Foto Health

    ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani – detikHealth

    Selasa, 07 Jan 2025 19:05 WIB

    Kediri – Sedikitnya 17 warga Kota Kediri terkena chikungunya. Untuk mencegah penyebarannya, Dinas Kesehatan setempat melakukan pengasapan (fogging).

  • Wanita Meninggal 9 Hari usai Melahirkan, Gagal Jantung akibat Kondisi Langka

    Wanita Meninggal 9 Hari usai Melahirkan, Gagal Jantung akibat Kondisi Langka

    Jakarta

    Seorang wanita Utah, Amerika Serikat, meninggal karena penyakit jantung langka, hanya sembilan hari setelah melahirkan anak kembar.

    Morgan Hughes, 23, selalu ingin menjadi seorang ibu dan sangat gembira ketika melahirkan anak laki-laki dan perempuan pada 19 Desember 2024. Hughes pulih dengan baik setelah melahirkan dan dipulangkan dari rumah sakit beberapa hari kemudian.

    “Si kembar, yang lahir prematur sekitar enam minggu, dikirim ke unit perawatan intensif neonatal untuk menjadi lebih kuat,” kata ayah Hughes, Brian Hodson dikutip dari NBC News, Selasa (7/1/2025).

    Morgan dan suaminya, Sam Hughes, memberi nama si kembar Hudson dan Georgia dan mengunjungi mereka di NICU, ingin segera membawa mereka pulang.

    Namun sekitar seminggu setelah melahirkan, Morgan mulai merasa tidak enak badan. Ayahnya mengatakan dia muntah dan pingsan, dan mengira dia mungkin mengalami kejang. Saat dibawa ke RS, dokter menemukan cairan di sekitar jantungnya.

    Mereka mendiagnosisnya dengan kardiomiopati pascapersalinan, yang juga disebut kardiomiopati peripartum, suatu bentuk gagal jantung langka yang terjadi ketika otot jantung melemah menjelang akhir kehamilan atau hingga sekitar lima bulan setelah melahirkan.

    Dalam beberapa kasus, kardiomiopati peripartum dapat ditangani dengan pengobatan untuk meningkatkan fungsi jantung dan mengatasi retensi cairan jika didiagnosis cukup dini. Namun, kondisi tersebut sulit dideteksi karena gejala gagal jantung – seperti sesak napas dan pembengkakan pada kaki dan tungkai – dapat menyerupai gejala kehamilan.

    Kondisi Morgan memburuk dengan cepat dan dirawat di unit perawatan intensif. Pada tanggal 28 Desember, ia meninggal setelah mengalami serangan jantung.

    “Ini sangat menghancurkan. Kami sama sekali tidak menduga hal ini,” kata suaminya.

    Penyebab kardiomiopati peripartum tidak jelas. Para ahli mengatakan tampaknya ada beberapa faktor risiko, termasuk kehamilan yang melibatkan anak kembar atau kelipatan lainnya, usia ibu 35 tahun atau lebih, dan tekanan darah tinggi, termasuk preeklamsia, komplikasi kehamilan serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Hodson mengatakan Morgan telah didiagnosis dengan preeklamsia di akhir kehamilannya tetapi sehat-sehat saja.

    Kardiomiopati peripartum diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari 2.000 kelahiran hidup, dengan wanita kulit hitam lebih mungkin mengalaminya, menurut Dr. Patrick S. Ramsey, kepala kedokteran ibu-janin di UT Health San Antonio di Texas.

    “Ini adalah kondisi yang frekuensinya meningkat selama beberapa dekade terakhir, dan kami tidak tahu persis mengapa,” kata Ramsey, yang membantu menulis panduan American College of Obstetricians and Gynecologists tentang penyakit kardiovaskular dan kehamilan tetapi tidak merawat Hughes.

    (kna/kna)

  • 6 Penyakit yang Bisa Disembuhkan saat Rutin Mengonsumsi Kunyit

    6 Penyakit yang Bisa Disembuhkan saat Rutin Mengonsumsi Kunyit

    Jakarta

    Kunyit menjadi salah satu bahan rempah yang populer di Indonesia. Biasanya, kunyit dijadikan sebagai pewarna alami di masakan atau diolah menjadi obat tradisional.

    Sebagai jamu, kandungan senyawa dengan khasiat obat pada kunyit seperti kurkumin dan minyak atsiri dapat berperan sebagai antioksidan, antitumor, antikanker, antimikroba, antiracun.

    Dikutip dari Healthline dan WebMD, ada beberapa jenis penyakit yang bisa disembuhkan atau mengurangi gejalanya saat seseorang rutin mengonsumsi kunyit. Apa saja penyakit-penyakit tersebut?

    1. Demam

    Mengonsumsi kunyit diketahui dapat mengurangi gejala-gejala yang biasanya muncul bersamaan dengan demam, seperti bersin, hidung meler, gatal di hidung, dan hidung tersumbat.

    2. Gangguan Pencernaan (Dispepsia)

    Kunyit juga dapat memperbaiki gangguan pencernaan. Hal ini karena kandungan kurkumin pada kunyit dapat bekerja sama baiknya seperti obat yang disebut omeprazole.

    3. Gejala Depresi

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa inflamasi dapat berkaitan dengan depresi. Ini berarti senyawa antiinflamasi pada kunyit membuatnya baik untuk digunakan sebagai pengobatan depresi.

    Bahkan, salah satu penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi ekstrak kunyit sebanyak 200 mg hingga 500 mg dalam 3 bulan memiliki gejala depresi yang lebih rendah.

    4. Mengurangi Inflamasi

    Beberapa studi membuktikan bahwa kandungan kurkumin pada kunyit dalam dosis tinggi dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengurangi inflamasi. Namun, manfaat tersebut hanya bisa didapat oleh orang-orang yang mengonsumsi kunyit setidaknya selama 2 bulan, sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

    5. Mengobati Radang Sendi

    Mengonsumsi kunyit diketahui dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan kaku pada sendi. Hal ini karena kunyit memiliki senyawa anti-inflamasi yang kuat.

    6. Menyeimbangkan Kadar Gula Darah

    Kandungan kurkumin yang ada pada kunyit dapat membantu untuk mengatasi inflamasi dan menjaga agar kadar gula darah pada tubuh tetap stabil. Salah satu penelitian yang melibatkan 240 orang dengan prediabetes dan mengkonsumsi suplemen kurkumin selama 9 bulan mengalami risiko yang lebih kecil untuk mengalami diabetes.

    (dpy/kna)

  • Kasus Flu di China Naik, Permintaan Obat Antivirus Melonjak

    Kasus Flu di China Naik, Permintaan Obat Antivirus Melonjak

    Jakarta

    Penyebaran influenza musiman yang cepat di China dalam beberapa minggu terakhir membuat permintaan obat antivirus tertentu meningkat. Para ahli kesehatan memperingatkan agar tidak menimbun pil atau memberikannya kepada anak-anak tanpa saran dokter.

    Salah satu obat yang permintaannya meningkat adalah obat baloxavir marboxil, yang dijual dengan merek dagang Xofluza. Obat ini telah disetujui untuk digunakan pada orang dewasa hingga anak-anak usia lima tahun ke atas.

    Harga pasar asli per strip Xofluza, yang terdiri dari dua tablet 20 miligram, adalah 222 yuan atau sekitar 489 ribu rupiah di China. Kini, obat resep tersebut dijual dengan harga lebih dari 300 yuan (661 ribu rupiah) di beberapa platform e-commerce.

    Kasus influenza, infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan manusia, telah meningkat sejak Desember 2024. Menurut data yang dirilis awal Januari oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, orang-orang yang mengunjungi rumah sakit dengan gejala mirip flu naik 6,2 persen pada 29 Desember.

    “Prevalensi flu di provinsi utara lebih parah, tetapi tingkat keseluruhannya lebih rendah daripada yang terlihat selama periode yang sama pada musim flu terakhir,” kata CDC China, dikutip dari The Straits Times.

    Otoritas setempat pada minggu lalu mengungkapkan di provinsi Liaoning di China timur laut, jumlah kasus flu melonjak pada Desember 2024, dengan tingkat pertumbuhan mingguan rata-rata lebih dari 123 persen.

    Berbicara tentang melonjaknya permintaan Xofluza, apoteker Sun Boyang di Rumah Sakit Rakyat Universitas Peking, mengatakan bahwa dibandingkan dengan obat flu umum lainnya yang disebut oseltamivir, obat baloxavir marboxil lebih mudah diberikan.

    Sementara oseltamivir, yang dijual dengan merek umum Tamiflu, biasanya diresepkan selama lima hari berturut-turut, dengan dosis harian dua tablet. Sementar Xofluza, hanya perlu diberikan sekali selama seluruh perjalanan penyakit.

    Sun mengungkapkan mungkin banyak orang tua yang khawatir dan berujung menimbun obat antivirus yang relatif baru untuk mengantisipasi kekurangan obat. Namun, bagi anak-anak yang menunjukkan gejala, sebaiknya harus dibawa ke rumah sakit terlebih dulu untuk dievaluasi.

    Ia menegaskan bahwa pemberian Xofluza hanya di bawah bimbingan profesional.

    “Wanita hamil atau menyusui juga harus mengambil tindakan pencegahan khusus saat menggunakan obat antivirus ini,” imbuh apoteker tersebut.

    Dr Wang Quan dari Capital Medical University’s Beijing Children’s Hospital mengatakan bahwa obat antivirus apapun, paling efektif jika diberikan dalam waktu 48 jam setelah infeksi yang dikonfirmasi.

    Orang tua juga disarankan untuk memberikan obat antipiretik dengan hati-hati berdasarkan usia dan berat badan anak, serta komposisi obat.

    “Perusahaan farmasi Roche, satu-satunya pemasok Xofluza di China, meredakan kekhawatiran akan kekurangan obat dan mengatakan pada 6 Januari bahwa mereka memiliki persediaan obat flu yang cukup. Perusahaan sangat mementingkan pengamanan persediaan Xofluza selama musim flu ini,” tambah Dr Wang.

    (sao/kna)

  • 6.990 Tenaga Kerja Kontrak Kota Bekasi Jalani Tes Kesehatan

    6.990 Tenaga Kerja Kontrak Kota Bekasi Jalani Tes Kesehatan

    Foto Health

    Agung Pambudhy – detikHealth

    Selasa, 07 Jan 2025 16:01 WIB

    Bekasi – 6.990 tenaga kerja kontrak di Kota Bekasi menjalani tes kesehatan. Tes ini bagian dari proses seleksi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

  • 3 Penyakit Saat Liburan: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

    3 Penyakit Saat Liburan: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

    Jakarta

    Masa liburan menjadi waktu yang tepat untuk berwisata bersama keluarga dan teman. Liburan juga menjadi waktu yang perlu diwaspadai, karena ada sejumlah penyakit yang sering menyerang.

    Penyakit ini bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Penyebabnya bisa karena beberapa faktor, seperti pola makan yang tidak teratur, kelelahan, atau tertular dari orang lain di tempat wisata.

    Penyakit Saat Liburan yang Perlu Diwaspadai

    Dikutip dari situs Mount Elizabeth Hospital, berikut ini 3 penyakit saat liburan yang perlu diwaspadai:

    1. Gastroenteritis

    Saat liburan, para pecinta kuliner pasti ingin menikmati berbagai menu makanan di tempat wisata. Jika tidak hati-hati dan menjaga kebersihan, kamu berisiko sakit gastroenteritis hingga tak bisa menikmati liburan.

    Gastroenteritis atau flu perut adalah terjadinya peradangan pada lambung dan usus. Kondisi ini disebabkan infeksi bakteri atau virus dan dalam banyak kasus bisa sembuh dengan sendirinya. Infeksi bisa terjadi akibat kurang menjaga kebersihan atau kontak langsung dengan pasien gastroenteritis.

    Penyebab Gastroenteritis

    Ada beberapa penyebab flu perut, antara lain sebagai berikut:

    Virus: Jenis virus yang sering menyebabkan flu perut adalah rotavirus, yakni virus penyebab diare. Jenis virus lainnya adalah norovirus yang menyebabkan gastroenteritis yang serius.Bakteri: Bakteri ini seperti E. coli, salmonella dan shigella. Bakteri-bakteri tersebut biasanya ditemukan dalam makanan dan minuman yang terkontaminasi.

    Gastroenteritis dapat menular melalui beberapa hal berikut ini:

    Makanan atau air yang terkontaminasiKontak dengan orang yang terinfeksiTangan yang tidak dicuci setelah mengganti popok atau ke kamar mandiGejala GastroenteritisDiare yang sering kali sangat encer, bahkan mungkin berdarah jika penyebabnya adalah bakteri.Mual dan/atau muntah.Sakit perut, kram, dan kehilangan nafsu makan karena diare dan muntah yang terus-menerus.Dehidrasi, yang sampai menyebabkan kulit kering, mulut kering, pusing, dan merasa sangat haus.Diare dan muntah pada anak yang tidak ditangani bisa menyebabkan kematian.Demam, sakit kepala, nyeri tubuh, menggigil, dan kelelahan.Cara Menangani Gastroenteritis

    Jika terjadi diare, maka pasien harus menghidrasi tubuh dengan banyak minum air putih dan minuman isotonik. Hindari makanan berminyak atau pedas serta susu sampai gejalanya berhenti muncul.

    Jika disertai demam tinggi, sakit perut parah, atau muntah-muntah, maka bersegeralah mencari pertolongan medis.

    Cara Mencegah Gastroenteritis

    Untuk mencegah gastroenteritis yang bisa merusak liburan Anda, lakukan beberapa langkah pencegahan berikut ini:

    Cuci tangan Anda secara teratur dengan sabun.Minumlah minuman dalam kemasan yang tertutup rapat.Boleh minum air lokal, tetapi pastikan matang setelah direbus.Sikatlah gigi menggunakan air kemasan.Jaga mulut selalu tertutup saat berada di kamar mandi.Hindari buah dan sayuran mentah.Pilihlah makanan yang dimasak.Hindari minum es dan daging atau ikan setengah matang.Hindari pedagang kaki lima yang berisiko terkontaminasi virus atau bakteri.

    2. Flu

    Flu juga termasuk penyakit saat liburan yang sering menyerang. Penyakit ini sangat mudah menular kepada orang lain. Jika tidak ditangani, flu biasa dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia.

    Flu biasa dan influenza termasuk infeksi sistem pernapasan bagian atas (ISPA). Penyakit ini menyerang hidung, mulut, tenggorokan, paru-paru.

    Penyebab Flu

    Penyebab flu adalah infeksi virus. Infeksi bisa terjadi karena berkontak langsung dengan orang lain yang terinfeksi atau menghirup tetesan cairan yang mengandung virus flu.

    Gejala Flu

    Gejala flu yang umum terjadi antara lain:

    Hidung melerBersin-bersinBatukSakit tenggorokanSakit kepalaHidung tersumbatDemamNyeri ototCara Menangani Flu

    Jika mengalami gejala di atas, maka disarankan untuk banyak istirahat dan banyak minum air. Obat batuk dan pilek dari apotek bisa membantu meringankan gejala.

    Jika mengalami demam secara terus-menerus, atau disertai mual, muntah, diare, atau pegal-pegal, bersegeralah meminta bantuan medis.

    Cara Mencegah Flu

    Untuk mencegah penularan flu, selalu gunakan alat makan pribadi atau tidak bergantian. Selain itu, kenakan masker, dan sering-seringlah mencuci tangan.

    3. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut

    Penyakit saat liburan lainnya adalah hand, foot, mouth diseases (HMFD). Penyakit tangan, kaki, dan mulut ini banyak menyerang anak-anak, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa.

    Penyebab HFMD

    HFMD disebabkan oleh enterovirus dan biasanya berlangsung kurang dari seminggu. Masalah yang lebih serius, bisa mengakibatkan infeksi pada otak, paru-paru atau jantung.

    Virus tersebut dapat menular lewat kontak langsung dengan air liur, cairan hidung, tinja, maupun cairan ruam orang yang terinfeksi.

    Gejala HFMD

    Gejala HFMD antara lain sebagai berikut:

    Ruam kulit pada mulut, tangan, kaki atau bokongSariawanBisul di tenggorokan, lidah dan mulutSakit tenggorokanDemamKelesuanNafsu makan yang burukCara Menangani HFMD

    Minum air putih dan istirahat yang cukup selalu menjadi salah satu penanganan yang baik untuk berbagai penyakit, termasuk jika mengalami sariawan. Obat pereda nyeri seperti parasetamol, ibuprofen, etoricoxib atau celecoxib juga bisa digunakan untuk mempercepat pemulihan.

    Cara Mencegah HFMD

    Untuk mencegah HFMD, rajin-rajinlah mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, serta setelah dari toilet. Hindari berbagi makanan, minuman, peralatan makan, dan sikat gigi dengan orang lain.

    Selain itu, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan. Semprot permukaan benda yang sering disentuh dengan cairan alkohol.

    Setelah mengetahui 3 penyakit saat liburan di atas, maka detikers bisa lebih waspada dengan melakukan tindakan pencegahan agar selalu sehat. Misalnya rajin cuci tangan, memilih makanan yang dimasak dengan benar, dan menjaga kebersihan selama liburan.

    (bai/row)

  • HMPV Sudah Ada di RI, Perlu Nggak Sih Nyetok Masker? Gini Kata Dokter Paru

    HMPV Sudah Ada di RI, Perlu Nggak Sih Nyetok Masker? Gini Kata Dokter Paru

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengatakan bahwa Virus Human Metapneumovirus (HMPV), yang baru-baru ini merebak di China, dilaporkan telah ditemukan di Indonesia. Namun, Kemenkes meminta kepada masyarakat untuk tidak panik terkait hal tersebut.

    “HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Senin (6/1/2025).

    Menkes Budi menambahkan bahwa HMPV ini bukanlah virus yang mematikan, serta penularannya serupa dengan virus flu lainnya yakni melalui percikan air liur atau individu yang terinfeksi.

    Lantas, untuk menghadapi situasi ini, apakah masyarakat perlu untuk ‘nyetok’ masker dan menggunakan masker di tempat-tempat umum?

    Menjawab hal ini, spesialis paru Dr dr Fathiyah Isbaniah SpP(K) Divisi Infeksi KSM Paru RS Persahabatan-Departemen Pulmonologi FKUI mengatakan bahwa masyarakat tetap harus waspada terhadap HMPV dengan tetap menggunakan masker saat beraktivitas dan bertemu orang lain.

    “Iya pasti, untuk (mencegah) semua virus itu pasti harus pakai masker,” kata dr Fathiyah saat dihubungi detikcom, Selasa (7/1/2024).

    Meskipun HMPV ini merupakan virus lama yang memang sudah lama ditemukan, dr Fathiyah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyepelekannya.

    “Jadinya gini, orang-orang sekarang saja vaksin COVID-19, mereka banyak yang nggak mau booster lagi. Tidak takut lagi sama COVID-19, kan harusnya tetap waspada COVID-19, tapi juga waspada HMPV,” tegasnya.

    Menurutnya, ada beberapa kelompok yang paling rentan terserang HMPV ini, sehingga ini perlu menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang dirinya termasuk atau memiliki keluarga kelompok rentan.

    “Ada rentan, kalau yang paling berisiko untuk jadi berat anak di bawah lima tahun, orang lanjut usia, sama dengan orang yang memiliki gangguan kekebalan tubuh,” kata dr Fathiyah.

    Sebagai seorang tenaga medis yang setiap hari bertemu dengan pasien penyakit pernapasan, dr Fathiyah tetap berharap masyarakat jangan panik terkait hebohnya HMPV ini.

    “Jangan panik. Kalau yang sakit diam di rumah, gunakan masker, dan segera ke dokter,” katanya.

    “Tetap harus rutin cuci tangan, terutama yang lagi nggak enak badan, yang sedang flu, harus menggunakan masker atau di rumah saja,” tutupnya.

    (dpy/kna)

  • AS Laporkan Kematian Pertama Manusia Akibat Flu Burung H5N1

    AS Laporkan Kematian Pertama Manusia Akibat Flu Burung H5N1

    Jakarta

    Orang pertama yang terjangkit flu burung H5N1 parah di Amerika Serikat (AS) meninggal dunia, menurut Departemen Kesehatan Louisiana, kasus ini adalah kematian manusia pertama akibat flu burung di AS.

    Pasien dilaporkan berusia 65 tahun dan memiliki kondisi medis yang mendasarinya. Ia dirawat di rumah sakit karena flu setelah terpapar kawanan burung di halaman rumahnya.

    Pejabat kesehatan Louisiana mengatakan bahwa penyelidikan mereka tidak menemukan kasus manusia lain yang terkait dengan infeksi pasien ini. Sementara itu para ahli telah memperingatkan bahwa virus H5N1 bisa memicu infeksi fatal.

    “Kami telah mempelajari silsilah virus ini selama 25 tahun, dan ini mungkin bentuk virus yang paling ganas yang pernah kami lihat. Jadi fakta bahwa virus ini akhirnya menyebabkan infeksi yang fatal di sini merupakan hal yang tragis tetapi tidak mengejutkan,” kata Dr Richard Webby, yang memimpin Pusat Kolaborasi Organisasi Kesehatan Dunia untuk Studi Ekologi Influenza pada Hewan dan Burung di Rumah Sakit Penelitian Anak St Jude, dikutip CNN.

    Sejak 2003, telah dilaporkan sekitar 900 kasus infeksi flu burung pada manusia di seluruh dunia, dan sekitar setengahnya telah meninggal, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini berarti virus tersebut memiliki tingkat kematian kasus sebesar 50 persen, yang membuatnya sangat mematikan.

    Akan tetapi para ahli tidak benar-benar berpikir virus itu membunuh setengah dari orang yang terinfeksi. Meskipun tingkat kematian kasus sebenarnya 10 kali lebih rendah, sekitar 5 persen, virus ini tetap merupakan virus yang serius untuk dilawan.

    Sebuah studi terkini oleh para ilmuwan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS terhadap 46 kasus manusia pertama H5N1 di AS tahun lalu menemukan bahwa hampir semuanya bersifat ringan, kecuali satu kasus yang terjadi setelah terpapar hewan ternak yang terinfeksi.

    Pasien Louisiana terinfeksi virus flu burung H5N1 dengan subtipe D1.1, jenis yang beredar pada burung liar dan unggas. Jenis ini berbeda dengan varian yang beredar pada sapi perah.

    Para ilmuwan tidak tahu apakah virus ini terkait dengan penyakit yang lebih parah pada manusia. D1.1 juga menginfeksi seorang remaja yang sakit kritis dan dirawat di rumah sakit di Kanada. Remaja tersebut, seorang gadis berusia 13 tahun, menerima perawatan intensif dan pulih, tetapi para peneliti tidak tahu bagaimana ia bisa terpapar.

    Infeksi D1.1 juga telah diidentifikasi pada pekerja peternakan unggas di Washington. Kasus-kasus tersebut tampaknya lebih ringan.

    (suc/suc)

  • Efek Samping Terlalu Banyak Minum Air Rebusan Daun Salam, Termasuk Diare

    Efek Samping Terlalu Banyak Minum Air Rebusan Daun Salam, Termasuk Diare

    Jakarta

    Minum air rebusan daun salam umumnya aman dan memberikan manfaat untuk kesehatan. Minuman herbal ini dapat membantu mengatasi masalah kesehatan tertentu.

    Namun, efek samping minum rebusan daun salam juga perlu diwaspadai. Seperti apa efek sampingnya?

    Dikutip dari Healthshot, rebusan daun salam dapat diminum setiap hari, terutama di pagi hari. Untuk membuatnya, siapkan tiga lembar daun salam, sejumput bubuk kayu manis, dan air lemon atau madu jika diinginkan.

    Cuci daun salam dan didihkan air dalam panci.Tambahkan daun salam dan bubuk kayu manis, biarkan mendidih selama 10 menit.Matikan api dan saring teh atau rebusan daun salam ke dalam cangkir.Tambahkan madu atau air lemon sesuai selera.

    Meski bermanfaat, pastikan untuk tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Sebab, efek samping minum rebusan daun salam bisa saja terjadi pada tubuh.

    Efek Samping Minum Rebusan Daun Salam

    Dikutip dari laman Tau Saude, terlalu banyak minum rebusan daun salam dapat menyebabkan kantuk. Sebab, rebusan daun salam memiliki kemampuan untuk memperlambat sistem saraf.

    Selain itu, teh daun salam juga dapat memperlambat pernapasan. Pastikan untuk tidak minum air daun salam jika sudah mengkonsumsi obat penenang.

    Hal ini juga dapat menyebabkan gejala gastrointestinal, seperti diare dan kembung, serta sakit kepala.

    Rebusan daun salam juga berpengaruh terhadap kadar gula darah. Jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia. Maka dari itu, sebaiknya orang dengan diabetes harus berhati-hati dalam mengkonsumsinya.

    Manfaat Rebusan Daun Salam

    Meski efek samping minum rebusan daun salam bisa terjadi, mengkonsumsinya dengan tepat dapat memberikan manfaat untuk kesehatan. Berikut daftar manfaatnya.

    Mengelola diabetes

    Minum air daun salam di pagi hari dapat membantu mengelola gula darah. Ini dapat menjaga kadar glukosa darah tetap stabil dan menahan rasa lapar.

    Konsumsi rempah-rempah ini dikaitkan dengan peningkatan metabolisme insulin dan glukosa. Polifenol, senyawa aktif dalam daun salam, dapat membantu mengelola kadar glukosa. Menurut National Institutes of Health, konsumsi daun salam menurunkan faktor risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular.

    Mengatasi gangguan pencernaan

    Daun salam juga dapat meredakan gangguan pencernaan, termasuk sakit perut. Senyawa dalam rempah kering ini sangat efektif mengobati sakit perut dan melancarkan pencernaan.

    Mengurangi risiko radang sendi

    Rempah ini memiliki anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi kemungkinan berbagai penyakit kronis, mulai dari penyakit jantung, asma, hingga radang sendi. Ini dapat meredakan gejala radang sendi seperti nyeri sendi, pembengkakan, dan kekakuan.

    Menjaga kesehatan paru-paru

    Minum air rebusan daun salam saat perut kosong dapat mencegah gangguan pernapasan. Selain itu, dengan menghirup uap daun salam juga membantu mengencerkan dahak serta menghilangkan patogen berbahaya yang terperangkap di paru-paru.

    Memiliki efek antikanker

    Daun salam dapat membantu mencegah kanker tertentu, seperti sel kanker payudara dan kolorektal. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan kaitannya.

    Meredakan stres dan kecemasan

    Air daun salam juga dapat membantu mengatasi stres dan menghilangkan masalah kecemasan dengan sifatnya yang menenangkan. Mungkin karena senyawa yang disebut Linalool yang dapat menurunkan hormon stres dalam tubuh.

    Obat alami ini dapat memastikan bebas stres dan membantu membuat keputusan dengan kepala yang tenang.

    Meredakan Batuk dan pilek

    Daun salam cukup efektif untuk mengatasi gejala seperti flu. Membantu membersihkan lendir di paru-paru, mengobati pilek dan batuk, serta meredakan sakit tenggorokan.

    (sao/kna)