Category: Detik.com Kesehatan

  • Gejala Utama Penyakit HMPV, Penularan dan Cara Mengobatinya

    Gejala Utama Penyakit HMPV, Penularan dan Cara Mengobatinya

    Jakarta

    Penyakit human metapneumovirus (hMPV) tengah menjadi sorotan masyarakat. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini menyerang sistem pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah.

    Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa hMPV bukanlah virus baru. Penyakit ini pertama kali muncul pada tahun 2001 di Belanda, dan bukan berasal dari China.

    Ia meminta agar masyarakat tidak terlalu khawatir terkait keberadaan virus tersebut. Sebab, hMPV sudah beredar sejak lama dan efek kesehatan yang ditimbulkannya juga cenderung ringan.

    “Jadi sudah beredar di seluruh dunia tuh sudah lama. Termasuk di Indonesia juga sudah beredar. Apakah hMPV itu mematikan? Nggak mematikan. hMPV itu fatality ratenya sangat-sangat rendah,” kata Menkes Budi ketika ditemui awak media di Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2025).

    “Ini kan yang terkena hMPV sebenarnya sudah lama selalu ada yang kena. Saya lihat ada yang terkena hMPV di Jakarta, di tempat lain. Gimana statusnya? Udah sembuh semua. Ini sama seperti flu biasa. Jadi buat teman-teman nggak usah khawatir,” sambungnya.

    Gejala Utama Penyakit HMPV

    Meski sudah beredar sejak lama, terkadang gejala hMPV kerap tidak disadari. Pasalnya, gejala hMPV atau keluhan yang muncul mirip seperti flu biasa.

    Namun, jika virus ini masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan, seperti pneumonia hingga memperburuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    Berikut gejala utama hMPV yang perlu diwaspadai agar kondisinya tidak semakin memburuk:

    Virus hMPV menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang menimbulkan sejumlah gejala. Gejala utama hMPV seperti:

    BatukDemamHidung berair atau tersumbatSakit tenggorokanSesak napasMengiRuam

    Pada sebagian orang, virus hMPV dapat menyebabkan gejala lain, seperti sakit tenggorokan, mual, muntah, dan diare.

    Terkadang, pasien hMPV juga mengeluhkan gejala yang parah. Hal ini mengharuskan mereka untuk segera mendapat perawatan di rumah sakit.

    Gejala parah akibat hMPV, yaitu:

    BronkiolitisBronkitisPneumoniaKambuhnya asma atau PPOKInfeksi telinga (otitis media)

    Penyakit hMPV biasanya akan sembuh dalam dua hingga lima hari. Namun, kondisi ini dapat memburuk dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius dalam beberapa kasus.

    Orang dewasa dengan masalah kesehatan lain atau sistem kekebalan tubuh yang terganggu terkadang dapat mengalami infeksi telinga tengah yang parah akibat hMPV.

    Cara Penularan Penyakit HMPV

    Umumnya, penyakit hMPV menular melalui kontak dekat atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Dikutip dari WebMD, penyakit ini juga bisa menyebar lewat barang atau permukaan yang terkena droplet dari orang yang terinfeksi.

    Berikut beberapa cara penularan penyakit hMPV yang perlu diperhatikan:

    Menyentuh permukaan yang mengandung virus.Menyentuh mulut, hidung, atau mata setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi.Menyentuh droplet dari orang yang terinfeksi melalui hal-hal seperti bersin, meludah, atau batuk.Melakukan kontak dekat, seperti berjabat tangan dan bersentuhan.

    Begitu human metapneumovirus memasuki tubuh, masa inkubasi atau waktu antara paparan hingga tanda-tanda gejala pertama adalah tiga hingga enam hari.

    Cara Mengobati Penyakit HMPV

    Anggota Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI Prof Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K), menjelaskan saat ini memang belum ada pengobatan antivirus yang spesifik untuk menangani penyakit hMPV.

    “Belum ada obat antivirus khusus untuk penyakit ini. Vaksin belum ada,” kata dr Erlina dalam webinar daring PB IDI, Rabu (8/1/2025).

    Meski begitu, perawatan suportif masih dapat dilakukan untuk meringankan gejala dan mendukung pemulihan. Misalnya saat muncul gejala seperti batuk, pilek, dan demam yang ringan.

    Pasien dapat diberikan obat penurun demam, konsumsi vitamin, hingga menjaga agar kebutuhan cairan tubuhnya tercukupi dengan baik.

    “Kalau demam itu kan cairan tubuh hilang jadi banyak minum, makan yang cukup, minum vitamin ini untuk menjaga sistem imun tubuh. Jadi dengan imun baik, virus atau bakteri tanpa bantuan obat bisa diatasi,” jelas dr Erlina.

    “Kalau sudah istirahat, sudah minum parasetamol tapi makin berat makin berat, harus ke dokter. Bisa jadi terinfeksi dan ada koinfeksi dari virus lain,” pungkasnya.

    (sao/kna)

  • Video: BKKBN Temukan Anak Stunting saat Bagikan MBG di Ciracas

    Video: BKKBN Temukan Anak Stunting saat Bagikan MBG di Ciracas

    Video: BKKBN Temukan Anak Stunting saat Bagikan MBG di Ciracas

  • Video Wakil Kepala BKKBN sebut Program MBG Ibu Hamil-Balita untuk Cegah Stunting

    Video Wakil Kepala BKKBN sebut Program MBG Ibu Hamil-Balita untuk Cegah Stunting

    Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka mengungkapkan pentingnya program makan bergizi untuk para Ibu hamil hingga balita dalam pencegahan stunting. Isyana menekankan pencegahan stunting, yang efektif dilakukan sejak seribu hari pertama kehidupan, dimulai sejak masa kehamilan.

  • Pria Pemilik Mr P Terpanjang Ada di Negara Ini, Ukurannya Bisa Sentuh 17 Cm

    Pria Pemilik Mr P Terpanjang Ada di Negara Ini, Ukurannya Bisa Sentuh 17 Cm

    Jakarta

    Ukuran penis atau Mr P menjadi hal yang penting bagi banyak pria. Tidak sedikit yang mengaitkan ukuran penis dengan tingkat keperkasaan kaum Adam.

    Untuk menentukan ukuran penis terbesar di dunia, kompendium kumpulan data Data Panda yang didasarkan pada laporan tahun 2014 dalam jurnal BJU International Sexual Medicine mengurutkannya dalam peringkat. Para peneliti meninjau studi yang ada dari seluruh dunia, yang berdasar pada hasil pengukuran yang dilakukan para profesional kesehatan.

    Hasil ini didapatkan dari pengukuran sampel yang terdiri dari lima orang atau lebih. Dikutip dari NYPost, berikut 10 negara dengan pria yang memiliki ukuran penis terpanjang di dunia:

    Sudan: 7,07 inci (17,95 cm)Republik Demokratik Kongo: 7,05 inci (17,90 cm)Ekuador: 6,93 inci (17,60 cm)Republik Kongo: 6,83 inci (17,34 cm)Ghana: 6,81 inci (17,29 cm)Nigeria: 6,69 inci (16,99 cm)Venezuela: 6,66 inci (16,91 cm)Lebanon: 6,62 inci (16,81 cm)Kolombia: 6,59 inci (16,73 cm)Kamerun: 6,55 inci (16,63 cm)

    Bagaimana di Indonesia?

    Seksolog dr Haekal Anshari, M Biomed (AAM) mengungkapkan ukuran penis standar orang Indonesia berkisar 10 sampai 12 cm saat dalam kondisi ereksi.

    “Kalau untuk Indonesia itu, ukuran standarnya ketika ereksi itu kisaran 10-12 cm,” beber dr Haekal saat ditemui beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Haekal menegaskan ukuran penis tidak mempengaruhi kepuasan seks. Hal terpenting bagi pria saat berhubungan seksual adalah ereksi yang maksimal.

    “Itu mitos. Kalau penisnya panjang, gede, tapi lembek, buat apa. Nggak bisa menstimulasi G-spot perempuan. Yang penting itu keras optimal. Kerasnya itu seperti timun lah,” sambungnya.

    (sao/kna)

  • Los Angeles Bak ‘Neraka’ Imbas Kebakaran Hutan, Kesehatan Warganya Terancam

    Los Angeles Bak ‘Neraka’ Imbas Kebakaran Hutan, Kesehatan Warganya Terancam

    Jakarta

    Kawasan Los Angeles Amerika Serikat dilanda kebakaran dahsyat. Api melalap sejumlah rumah yang membuat ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

    Saat beberapa kebakaran hutan terjadi di seluruh wilayah Los Angeles County, lebih dari 180 ribu orang mengungsi karena asap memperburuk kualitas udara di daerah tersebut. Ratusan ribu orang juga tidak memiliki listrik, dan sedikitnya lima orang telah meninggal. Pihak berwenang mengatakan jumlah total kematian belum diketahui saat ini.

    Diberitakan TODAY, asap dari kebakaran, dan polutan di dalamnya, yang turun di Los Angeles dan daerah sekitarnya menimbulkan risiko efek kesehatan yang parah akibat menghirupnya dalam waktu lama. Kelompok tertentu sangat rentan, termasuk mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang ada, anak-anak, dan orang tua.

    Distrik Manajemen Kualitas Udara Pantai Selatan mengeluarkan peringatan asap pada hari Selasa, 7 Januari. Distrik tersebut menyatakan kualitas udara tidak sehat setelah mengukur kadar partikel kimia sangat halus yang dapat tertelan oleh paru-paru dan dapat masuk ke aliran darah.

    Pada pagi hari Kamis, 9 Januari, distrik tersebut menyatakan kualitas udara “tidak sehat bagi kelompok yang sensitif terhadap bahaya” di Malibu, Pacific Palisades, dan di bagian tengah dan barat daya wilayah Los Angeles County.

    Paparan asap juga dapat memperburuk kondisi medis lainnya. Unit gawat darurat menangani lebih banyak pasien kardiovaskular setelah hari-hari penuh asap. Dan semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa paparan asap dikaitkan dengan dampak jangka panjang seperti risiko lebih tinggi terkena demensia.

    “Saat kita menghirupnya, partikel (dari asap) merangsang saluran napas kita menjadi meradang sehingga tidak berfungsi secara normal,” kata Dr Ronald Crystal, spesialis ahli paru-paru dan ketua kedokteran genetik di Weill Cornell Medicine, kepada TODAY.com.

    Beberapa polutan cukup kecil untuk masuk ke aliran darah dan merusak organ tubuh.

    Jika kualitas udara sangat buruk, seseorang mungkin mengalami sesak di dada, mengi, dan kelelahan. Beberapa penelitian bahkan mengaitkan paparan asap kebakaran hutan dengan serangan jantung, perubahan kesehatan mental, dan kanker.

    (kna/kna)

  • Kisah Wanita Kena Kanker Stadium 4 di Umur 25, Tiap Hari bak Mendekati Ajal

    Kisah Wanita Kena Kanker Stadium 4 di Umur 25, Tiap Hari bak Mendekati Ajal

    Jakarta

    Seorang wanita di Inggris menceritakan kisahnya yang didiagnosis kanker di usia yang masih sangat muda. Di umur 25 tahun, kabar dirinya mengidap kanker terminal bak mimpi buruk di siang bolong.

    “Saya menderita penyakit yang disebut fibrosis paru, yaitu penyakit paru restriktif yang tidak dapat disembuhkan. Saya ditolak untuk menjalani transplantasi paru-paru ganda karena kurangnya mobilitas di kerongkongan saya. Kondisi ini dapat menyebabkan asam dari lambung bocor ke paru-paru baru saya dan merusaknya,” kata Jyoti Smith, yang saat ini berusia 34 tahun, dikutip dari Metro UK.

    Sejak awal didiagnosis di umur 25, dokter menyebut harapan hidupnya sekitar 3-5 tahun. Dengan perawatan yang maksimal, dia berhasil bertahan hidup lebih dari prognosisnya di 10 tahun.

    Hal ini salah satunya dengan menjalani pengobatan di hospice care.

    Jyoti bercerita gejala awal yang dia rasakan bermula ketika usianya 16 tahun. Saat itu dia mengalami gejala aneh yang membuat tubuhnya makin melemah setiap hari.

    Kala itu dokter mendiagnosisnya dengan atropati, penyakit sendi yang menyakitkan. Untuk sementara waktu, gejalanya minim dan rasa sakitnya datang dan pergi.

    Sayangnya, dua minggu sebelum pernikahannya di Agustus 2014, dokter mengatakan lupus sudah menguasai tubuhnya sehingga dia harus menjalani kemoterapi, atau meninggal tak lama lagi. Dia lalu menjalani kemoterapi pada Oktober selama 5 bulan.

    Sayangnya pengobatan kemoterapi menekan sistem imunnya, memicu kerusakan internal dan jaringan parut di paru-parunya. Pada tahun 2015, dia didiagnosis penyakit jaringan ikat campuran.

    “Pada saat yang sama saya mengetahui tentang MCTD, saya mengetahui bahwa, karena dampaknya, saya juga mengalami fibrosis paru. Diagnosis ini berarti saya sekarang menggunakan oksigen sepanjang waktu,” tutur dia.

    Selama tahun-tahun setelahnya, dia berusaha mendapatkan donor paru namun selalu gagal. Jyoti saat ini bertahan hidup dengan tabung oksigen.

    Di saat itu lah dia memutuskan untuk menjalani perawatan di hospice care, sebutan fasilitas medis untuk perawatan untuk pasien yang penyakitnya tidak dapat bereaksi dengan pengobatan atau tidak dapat disembuhkan secara medis.

    “Kata ‘hospice’ bisa menakutkan. Kata ini otomatis membuat Anda berpikir tentang ‘akhir’. Namun, yang tidak dipahami banyak orang adalah bahwa perawatan hospice juga memungkinkan mereka yang memiliki kondisi yang membatasi hidup, seperti saya, untuk menjalani kehidupan terbaik yang kami bisa,” tutupnya.

    (kna/kna)

  • BPOM Gagalkan Distribusi Sayur Basi di Program Makan Bergizi Gratis

    BPOM Gagalkan Distribusi Sayur Basi di Program Makan Bergizi Gratis

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan adanya indikasi sayur basi di program makan bergizi gratis. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan laporan ini didapatkan dari balai besar POM yang ada di bawah koordinasinya.

    “Ada sayur yang basi intinya begitu. Sayur yang basi kita cegah untuk tidak didistribusikan, itu contohnya,” beber Taruna kepada awak media, Jumat (10/1/2025).

    Taruna mengungkapkan laporan tersebut didapatkan dari balai besar POM yang ada di bawah koordinasinya. Setelah itu, laporan telah disampaikan ke satuan kerja untuk mencegah kejadian seperti itu terulang lagi.

    Namun, Taruna tidak menyebutkan secara jelas lokasi atau tempat ditemukannya sayur basi dari program makan bergizi tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kepanikan.

    “Dan tidak elok kalau saya menyampaikan tempatnya, kenapa? Karena kita tidak mau menimbulkan kepanikan,” tutur dia.

    “Tapi, artinya kami ingin menunjukkan bahwa BPOM sudah berperan di front terdepan untuk kesuksesan makan bergizi gratis ini,” sambungnya.

    Taruna menjelaskan bahwa BPOM memiliki tugas yang penting dalam penyelenggaraan program makan bergizi yang belum lama dijalankan. Pihaknya bertugas mengecek kemungkinan terjadinya keracunan atau pemenuhan gizi yang tidak cukup.

    (sao/kna)

  • Manfaat Signifikan Neurorestorasi untuk Pemulihan Pasien Stroke

    Manfaat Signifikan Neurorestorasi untuk Pemulihan Pasien Stroke

    Jakarta

    Penyakit stroke memiliki risiko kecacatan sementara maupun permanen. Hal itu bisa berdampak pada penurunan kualitas hidup seseorang.

    Seiring berkembangnya teknologi medis, harapan pulih dari stroke kini dapat ditingkatkan. Salah satunya dengan program Neurorestorasi yang ada di Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital, sebagai layanan komprehensif dan modern untuk menangani masalah saraf dan otak.

    Dokter Spesialis Neurologi Konsultan Neurorestorasi di Mayapada Hospital Surabaya, dr. Deby Wahyuning Hadi, Sp.N, Subsp.NRE (K) mengatakan program Neurorestorasi dilakukan sebagai terapi pemulihan (rehabilitasi) untuk mengembalikan fungsi otak semaksimal mungkin. Hal itu bertujuan agar dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

    “Neurorestorasi adalah salah satu cabang ilmu saraf yang fokus pada perbaikan struktur serta fungsi saraf akibat kerusakan dari penyakit-penyakit saraf tertentu, termasuk salah satunya adalah stroke. Fase pemulihan ini umumnya berlangsung mulai dari 2 minggu sampai dengan 6 bulan pasca-stroke dan merupakan fase penting untuk pemulihan fungsional,” kata dr. Deby dalam keterangan tertulis, Jumat (10/1/2025).

    Neurorestorasi telah dipraktikan di Tahir Neuroscience Center yang ada di seluruh unit Mayapada Hospital untuk memberikan manfaat pemulihan yang signifikan bagi pasien stroke. Program ini dilakukan oleh tim dokter Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital yang berpengalaman sehingga perawatan berjalan tepat sasaran untuk pemulihan pasien dari stroke.

    Ilustrasi Neurorestorasi Foto: dok. Mayapada Hospital

    Tak hanya bermanfaat untuk kasus stroke, Neurorestorasi juga dapat dilakukan oleh penderita parkinson, kasus tumor dan infeksi pada otak dan saraf, bahkan kasus trauma atau kecelakaan.

    “Neurorestorasi menjadi salah satu metode terapi yang membawa harapan bagi pasien untuk mengurangi risiko kecacatan dan gejala sisa pasca penyakit-penyakit pada otak dan saraf,” ujar dr. Deby.

    Sementara itu, Dokter Spesialis Saraf Fellow Neurorestorasi dr. Andrie Gunawan, Sp.S, F-NR yang berpraktik di Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan bahwa salah satu terapi untuk mendukung neurorestorasi terutama untuk pemulihan fungsi saraf adalah terapi Neuromodulasi yang dilakukan dengan bantuan beberapa alat untuk menstimulasi otak dengan merangsang ataupun menghambat kerja dari sel-sel otak dan saraf.

    Dia mencontohkan alat Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) yang menggunakan gelombang elektromagnetik atau alat Transcranial Direct Current Stimulation (TDCS) yang menggunakan arus listrik berdaya lemah.

    Ilustrasi Neurorestorasi Foto: dok. Mayapada Hospital

    “TDS dan TDCS adalah tindakan non invasif (non bedah), tanpa harus ada kontak langsung dengan otak, tidak memerlukan pembiusan, serta aman dan nyaman bagi pasien karena tidak menimbulkan nyeri. Namun perlu diingat bahwa neuromodulasi dengan alat TMS dan tDCS merupakan terapi tambahan dan bukan sebagai terapi utama pengganti obat,” ungkap dr. Andrie.

    Ada juga alat lainnya seperti Electrical Muscle Stimulation (EMS), Neuromuscular Tapping, injeksi Botox, Neurofeedback dan Dry needling yang bermanfaat untuk mengatasi kekakuan dan nyeri otot, hingga terapi sel menggunakan sel punca (stem cell) untuk merestorasi sel-sel otak yang telah mati atau rusak. Tentunya pemilihan alat, metode, dan efektivitas neurorestorasi didasari pada kondisi klinis pasien serta derajat keluhannya.

    Ilustrasi dry needling Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital telah berhasil menangani kasus stroke dan berbagai kasus saraf dengan tim dokter multidisiplin yang ahli dan berpengalaman didukung dengan fasilitas medis canggih.

    Layanan unggulan ini menyediakan rangkaian pelayanan komprehensif mulai dari skrining, diagnosis, terapi, pembedahan, hingga terapi restoratif dan rehabilitatif. Berbagai kasus kompleks dengan tindakan advanced juga sudah berhasil dilakukan seperti tindakan operasi tumor kepala dan saraf tulang belakang secara minimal invasif, Trigeminal Neuralgia, Deep Brain Stimulation untuk penanganan Parkinson, dan operasi tumor tulang belakang.

    Memiliki standar protokol internasional, Tahir Neuroscience Center juga mempunyai layanan Stroke Emergency yang siaga 24 jam menangani kegawatdaruratan stroke dengan menerapkan Door to Needle kurang dari 60 menit bagi pasien stroke sumbatan.

    Serta penanganan stroke sumbatan secara minimal invasif dengan prosedur trombektomi di Cath Lab. Untuk dapat mengakses layanan Stroke Emergency, Anda dapat langsung mengakses fitur buttorn Emergency Call di aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital.

    Unduh aplikasi MyCare sekarang untuk mendapatkan poin yang dapat dipakai untuk mendapat potongan harga di berbagai jenis pemeriksaan di Mayapada Hospital. Mycare juga memudahkan pasien untuk mendapatkan layanan di Mayapada Hospital dengan lebih cepat tanpa antre karena sudah terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran.

    (prf/ega)

  • Mengenal Terminal Lucidity, Fenomena Pasien Sekarat ‘Sembuh’ Sebelum Ajal Tiba

    Mengenal Terminal Lucidity, Fenomena Pasien Sekarat ‘Sembuh’ Sebelum Ajal Tiba

    Jakarta

    Tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang sakit parah dan bahkan sudah divonis dokter tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama lagi, tiba-tiba mengalami suatu keajaiban yakni sembuh secara mengejutkan. Dalam dunia medis, ini dinamakan terminal lucidity datangnya energi ajaib yang tidak terduga.

    Dikutip dari Cleveland Clinic dan Healthline, terminal lucidity merupakan fenomena saat seseorang yang tadinya linglung, pikun, bahkan koma mendadak bisa berkomunikasi dengan jelas, bercerita tentang ingatan lama, dan seolah-olah seperti tidak terjadi apa-apa. Biasanya, terminal lucidity ini ‘datang’ pada pasien dengan kondisi demensia atau alzheimer berat.

    Seperti yang diketahui, mereka dengan kondisi alzheimer atau demensia biasanya akan mengalami penurunan kemampuan kognitif, sehingga sulit untuk melakukan aktivitas-aktivitas sehari-hari seperti berdiri, berjalan, berbicara, hingga mengenali orang-orang terdekatnya.

    Saat mengalami terminal lucidity, biasanya pasien sakit keras mendadak bisa melakukan kembali hal-hal di atas. Sayangnya, terminal lucidity umumnya terjadi beberapa hari sebelum kematian.

    Apa Penyebab Terminal Lucidity?

    Para peneliti masih belum bisa mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang mengalaminya. Bahkan, banyak ahli memandang fenomena ini sebagai sebuah paradoks.

    Hal ini karena terminal lucidity bertentangan dengan apa yang diketahui tentang otak manusia dan bagaimana kondisi seperti demensia dapat memengaruhi kognitif seseorang.

    Beberapa ahli meyakini bahwa perubahan sekilas dalam kemampuan kognitif seseorang ini terjadi karena adanya fluktuasi dalam fungsi otak. Penelitian lain menunjukkan bahwa adanya perubahan pada otak yang tidak bisa dijelaskan, sebelum seseorang bertemu kematiannya.

    Terminal lucidity juga bisa dikatakan sebagai sebuah fenomena yang jarang terjadi pada pasien.

    Dalam sebuah studi sebelumnya pada tahun 2018, para peneliti menyelidiki laporan tentang terminal lucidity pada pasien di sebuah rumah sakit pendidikan. Dari 338 kematian yang dilaporkan, hanya ada 6 kasus terminal lucidity dan semua pasien meninggal dalam 9 hari setelahnya.

    (dpy/kna)

  • DSA Cerebral Mayapada Hospital: Solusi untuk Sakit Kepala Berkepanjangan

    DSA Cerebral Mayapada Hospital: Solusi untuk Sakit Kepala Berkepanjangan

    Jakarta

    Setiap orang pasti pernah merasakan sakit kepala, mulai dari yang ringan sampai yang membuat kita sulit beraktivitas. Nah, bagaimana jika sakit kepala tidak kunjung hilang bahkan dirasakan dalam jangka waktu yang lama?

    Kasus ini pernah terjadi pada salah satu pasien perempuan berusia 44 tahun. Ia mengeluhkan nyeri kepala yang hilang timbul sejak lebih dari 1 tahun terakhir, kemudian semakin intens dan tidak berkurang selama 1 minggu terakhir meskipun sudah diberi obat penahan nyeri.

    Pasien pun memutuskan untuk memeriksakan diri ke Tahir Neuroscience Center di Mayapada Hospital Bandung, yaitu layanan unggulan Mayapada Hospital yang komprehensif dalam menangani berbagai masalah gangguan saraf, otak, dan tulang belakang melalui deteksi dini, diagnosis, tindakan neurointervensi dan bedah saraf hingga neurorehabilitasi.

    Kasus ini pun ditangani oleh Spesialis Neurologi Konsultan Neurointervensi di Mayapada Hospital Bandung dr Condrad MP Pasaribu, SpN (K), FINS. Ia melakukan tindakan Angiografi Otak atau Digital Substraction Angiography (DSA) pada pasien untuk melihat dan mendeteksi masalah pada pembuluh darah yang ada di dalam atau yang menuju otak.

    Dari hasil DSA, diketahui bahwa keluhan pasien disebabkan oleh trombosis vena cerebral, yakni adanya penyumbatan pada pembuluh darah vena di otak. Menurut penuturan dr Condrad, DSA adalah prosedur diagnostik untuk melihat gambaran pembuluh darah otak dan juga leher.

    Dengan tindakan DSA ini kita bisa melihat masalah apa yang terjadi di dalam pembuluh darah otak. Apakah ada penyempitan di pembuluh darah arteri atau vena, penggelembungan pembuluh darah (aneurisma), malformasi pembuluh darah, dapat juga melihat lokasi dan derajat penyumbatan, berguna pula untuk mengevaluasi aliran pembuluh darah, dan membantu dokter untuk memetakan terapi yang sesuai dengan kelainan yang dialami pasien.

    Foto: Mayapada Hospital

    Lebih lanjut, dr Ivan Kurnianto Prabowomukti, SpN, FINA, Dokter Spesialis Neurologi Fellow Neurointervensi di Mayapada Hospital Tangerang menjelaskan DSA dapat dilakukan untuk berbagai kasus seperti stroke sumbatan baru atau berulang, stroke pada usia muda tanpa faktor risiko jelas, gangguan pembuluh darah otak (plak, sumbatan, atau robekan), nyeri kepala akibat pembuluh darah, perdarahan di otak akibat malformasi pembuluh darah (AVM), aneurisma, trombosis sinus vena, perdarahan subarachnoid, hingga sebagai langkah pre-embolisasi sebelum operasi tumor di otak dan kepala leher.

    Untuk mengetahui tentang tindakan DSA, Spesialis Neurologi Konsultan Neurointervensi dari Mayapada Hospital Kuningan dr Ricky Gusanto Kurniawan, SpN (K), FINR, menjelaskan prosesnya. Menurutnya, tindakan ini dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah di lipatan paha dan dinavigasikan sampai ke pembuluh darah leher dan otak dengan bantuan wire yang dipandu dengan bantuan sinar X (fluoroskopi).

    “Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, detail, dan menghilangkan gambaran tulang, otak, jaringan lunak, dokter juga memasukkan cairan kontras yang dicampur dengan pengencer darah ke dalam kateter yang dimasukkan ke pembuluh darah leher dan otak,” ujar dr Ricky.

    Cairan kontras yang digunakan umumnya mengandung yodium, oleh karena itu, sebelum dilakukan DSA, dokter mewawancarai pasien untuk mendapat informasi terkait riwayat alergi terhadap obat-obatan dan bahan kontras (yodium), atau bahan-bahan yang mengandung yodium (seperti kerang atau udang). dr Ricky menyebut pasien juga perlu berpuasa selama dua hingga tiga jam sebelum pemeriksaan DSA.

    “Juga, tidak boleh ada perhiasan, gigi palsu ataupun aksesoris lainnya yang menempel di tubuh selama pemeriksaan. Kami sampaikan pula bahwa ketika zat kontras diinjeksikan, akan menimbulkan rasa hangat dan kesemutan, dan terkadang disertai rasa mual,” kata dr Ricky.

    “Pasien akan mendapat anestesi lokal, namun pada beberapa pasien terutama anak-anak dan pasien yang tidak stabil akan mendapat anestesi umum,” sambungnya.

    DSA merupakan salah satu dari berbagai tindakan advanced yang dapat dilakukan di Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital, didukung oleh kelengkapan fasilitas medis dan tim multidisiplin. Beberapa tindakan advanced lainnya yang telah berhasil dilakukan seperti penanganan Parkinson dengan Deep Brain Stimulation, operasi minimal invasif (minim sayatan) untuk masalah saraf tulang belakang, tumor kepala dan tulang belakang, hingga program pemulihan stroke dengan Neurorestorasi yang meningkatkan harapan pasien untuk pulih dari stroke.

    Tahir Neuroscience Center juga memiliki layanan Stroke Emergency yang siaga 24 jam untuk menangani kegawatdaruratan stroke dengan standar protokol internasional ‘door to needle’ kurang dari 60 menit bagi pasien stroke sumbatan. Untuk dapat mengakses layanan Stroke Emergency, Anda dapat langsung mengakses fitur button Emergency Call dari aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital.

    Melalui MyCare, pasien juga dapat menemukan ragam pemeriksaan untuk menunjang kesehatan saraf dan otak, termasuk melakukan penjadwalan pemeriksaan komprehensif bersama dokter spesialis saraf dengan cepat dan mudah tanpa harus antre di rumah sakit, karena MyCare sudah terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran.

    Anda dapat mengunduh aplikasi MyCare di Google Play Store maupun App Store, dan dapatkan reward berupa poin untuk mendapat potongan harga berbagai jenis layanan kesehatan di seluruh unit Mayapada Hospital.

    (akn/ega)