Category: Detik.com Kesehatan

  • Ada Batu Kandung Kemih Raksasa di Tubuh Pria, Ini Gejala yang Dikeluhkan

    Ada Batu Kandung Kemih Raksasa di Tubuh Pria, Ini Gejala yang Dikeluhkan

    Jakarta

    Kasus batu kandung kemih raksasa sangat jarang terjadi, sering kali disebabkan oleh gejala yang terabaikan. Hal ini seperti dialami oleh pria di Nepal berusia 52 tahun.

    Pria tersebut datang ke rumah sakit dengan keluhan gejala disuria atau anyang-anyangan berat, nyeri perut bagian bawah, hingga frekuensi berkemih yang sering atau pollakuria selama 10 tahun terakhir.

    Pria tanpa disebutkan namanya itu mengira hanya mengeluhkan kondisi biasa hingga memutuskan membeli obat-obatan yang dijual bebas. Obat yang dikonsumsi sempat meredakan gejala yang dialaminya dalam waktu sementara. Imbas hal tersebut, dirinya pun menunda untuk memeriksakan diri ke rumah sakit lebih lanjut.

    batu kandung kemih raksasa Foto: Sciencedirect

    Namun dalam beberapa bulan terakhir, gejalanya memburuk, dan obat-obatan lokal yang dijual bebas gagal memberikan pertolongan kepadanya.

    “Mendorongnya untuk mencari perhatian medis,” demikian keterangan laporan kasus dengan judul “Giant urinary bladder stone: A rare case report”, dikutip dari Science Direct.

    Berdasarkan hasil CT Scan, ditemukan adanya batu kandung kemih raksasa yang ‘bersarang’ di tubuh pria tersebut berukuran 11 cm × 9 cm × 8,5 cm dan berat 726 gram. Dokter juga menemukan sejumlah batu pada ginjal kanannya.

    “CT polos ginjal, ureter, dan kandung kemih mengonfirmasi nefrolitiasis kanan pada polikaliks bawah (sedikit batu, ukuran terbesar 30 × 22 mm +895 HU),” kata laporan tersebut.

    Adapun batu kandung kemih biasanya terjadi pada pasien pria dengan faktor risiko potensial seperti pembesaran prostat, striktur uretra, gangguan neurologis, atau benda asing di kandung kemih.

    Pria tersebut kemudian menjalani pengangkatan batu kandung kemih. Enam minggu kemudian, ia menjalani pengangkatan batu ginjal kanannya.

    “Analisis batu menunjukkan komposisi struvite dan newberyite. Kondisi pasien membaik dan tetap menjalani pemeriksaan rutin,” kata laporan tersebut.

    (suc/kna)

  • Detektif Swasta Lagi Ngetren di Jerman, Tugasnya Selidiki Izin Sakit Karyawan

    Detektif Swasta Lagi Ngetren di Jerman, Tugasnya Selidiki Izin Sakit Karyawan

    Jakarta

    Perusahaan-perusahaan Jerman mempekerjakan detektif swasta untuk menyelidiki apakah karyawan yang sedang cuti sakit jangka panjang benar-benar sakit, dengan menganggapnya sebagai cara yang efektif untuk memberhentikan pekerja yang tidak produktif.

    Salah satu agen detektif swasta tersebut, Lentz Group, yang berlokasi di dekat stasiun kereta api utama Frankfurt, mengalami lonjakan bisnis di pasar ini.

    Bercerita kepada AFP, Marcus Lentz, pendiri agen tersebut, mengungkapkan bahwa perusahaannya menerima sekitar 1.200 komisi tahun lalu, sekitar dua kali lipat dari angka beberapa tahun sebelumnya.

    Ia melihat rekor jumlah permintaan dari firma-firma agar agennya memeriksa karyawan yang dicurigai menelepon karena sakit padahal sebenarnya mereka layak bekerja.

    “Semakin banyak perusahaan yang tidak mau menerima hal ini lagi,” katanya.

    “Jika seseorang memiliki 30, 40 atau terkadang hingga 100 hari cuti sakit dalam setahun, maka pada titik tertentu mereka menjadi tidak menarik secara ekonomi bagi pemberi kerja,” lanjut dia.

    Dari raksasa otomotif hingga produsen pupuk, perusahaan membunyikan alarm tentang dampak tingginya angka cuti sakit pada sektor ekonomi terbesar di Eropa ini.

    Sementara beberapa orang mengatakan perubahan pelaporan cuti sakit telah mempermudah pemalsuan penyakit, para ahli bersikeras alasan di balik meningkatnya angka tersebut lebih kompleks, mulai dari peningkatan penyakit mental hingga tekanan pekerjaan yang lebih besar.

    Biaya untuk menyewa layanan tersebut tidak diungkapkan. Lentz mengingat kasus-kasus di mana karyawan yang sedang cuti sakit jangka panjang membantu bisnis keluarga atau merenovasi rumah mereka.

    Namun, pengumpulan bukti tidak selalu mengarah pada pemecatan yang berhasil. Misalnya, seorang sopir bus di Italia dipecat setelah ia ketahuan bernyanyi dan bermain piano di sebuah bar selama cuti sakit, yang konon karena kecemasan.

    Namun, Mahkamah Agung Italia memutuskan bahwa kegiatan tersebut membantu meringankan kondisinya dan memerintahkan pemulihannya.

    Para ahli juga memperingatkan bahwa layanan tersebut mungkin tidak mengatasi penyebab tingginya angka cuti sakit, yang meningkat karena masalah yang sah seperti meningkatnya penyakit pernapasan, meningkatnya stres kerja, dan meningkatnya tantangan kesehatan mental setelah pandemi.

    (kna/kna)

  • Benarkah Durian Picu Kolesterol dan Darah Tinggi? Begini Kata Profesor IPB

    Benarkah Durian Picu Kolesterol dan Darah Tinggi? Begini Kata Profesor IPB

    Jakarta

    Banyak masyarakat yang meyakini durian dapat menyebabkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Banyak dari mereka kemudian berhati-hati dalam mengonsumsi buah ini. Lalu, apakah durian memang benar menyebabkan kolesterol dan darah tinggi?

    Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi, Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ir Ahmad Sulaeman, MS, PhD mengatakan bahwa durian tidak mengandung kolesterol, karena buah ini termasuk ke dalam bahan nabati.

    “Kalau kita khawatir, ‘aduh takut kolesterol tinggi’, saya pastikan durian tidak mengandung kolesterol karena dia bahan nabati, kolesterol hanya ada pada hewani. Kalaupun ada justru itu fitosterol yang malah baik mencegah atau mengurangi kolesterol,” kata Prof Ahmad kepada detikcom, beberapa waktu lalu.

    Dikutip dari Singapore Health Service (SingHealth), kolesterol ditemukan dalam makanan yang mengandung lemak jenuh seperti daging merah, seafood, dan produk susu. Sementara itu, durian mengandung lemak jenuh tunggal yang dapat menyehatkan jantung dan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein).

    Lalu, untuk darah tinggi, sebuah penelitian yang diterbitkan di Indonesian Journal of Global Health Research pada tahun 2020 menemukan bukti bahwa mengonsumsi durian dengan jumlah sedikit tidak akan berimbas pada meningkatnya tekanan darah. Namun, orang-orang yang mengidap darah tinggi tetap harus berhati-hati dalam mengonsumsi durian dalam jumlah banyak.

    Berikut manfaat kesehatan yang bisa didapatkan saat mengonsumsi durian.

    1. Menyehatkan Jantung

    Kandungan serat yang tinggi seperti pada durian dapat melindungi dari masalah kesehatan sistem kardiovaskular. Selain serat, durian juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang dipercaya sehat bagi jantung karena dapat mengontrol kadar kolesterol.

    Durian juga menyediakan nutrisi penting lain untuk kesehatan jantung, seperti magnesium dan kalium, yang membantu memfasilitasi kontrol tekanan darah. Buah ini uga merupakan sumber folat yang baik, yang mengatur kadar asam amino yang disebut homosistein.

    2. Mengontrol Berat Badan

    Kandungan serat dalam buah durian dapat mendukung upaya penurunan dan pengelolaan berat badan. Serat dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama setelah makan, dan ini dapat membantu mempertahankan berat badan yang ideal.

    Sebuah studi terhadap 345 orang menemukan bahwa asupan serat merupakan prediktor paling berpengaruh terhadap berat badan, terlepas dari asupan makronutrien dan kalori.

    3. Mendukung Kesehatan Pencernaan

    Kandungan serat dalam durian dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dengan melindunginya dari sembelit, mendukung kesehatan usus, dan memicu bakteri probiotik untuk melepaskan senyawa bernama short-chain fatty acids (SCFAs).

    Senyawa ini dapat membantu mengurangi peradangan usus, memperkuat lapisan usus, dan melindungi dari penyakit pencernaan seperti kanker usus besar.

    4. Melindungi dari Penyakit Tertentu

    Durian dikenal sebagai makanan yang tinggi antioksidan dan senyawa anti-peradangan, sehingga dapat membantu tubuh untuk menangkal beberapa penyakit tertentu.

    Kandungan vitamin C pada durian dapat membantu melindungi tubuh melawan beberapa penyakit umum, termasuk kanker dan masalah pada jantung. Kandungan flavonoid dan karotenoid dalam durian juga dapat melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif.

    5. Menyehatkan Otak

    Makanan yang kaya akan vitamin C seperti durian diketahui dapat bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah mampu menyehatkan fungsi otak. Bahkan, hal ini telah dibuktikan lewat sebuah studi.

    Sebuah penelitian yang melibatkan 80 orang dewasa yang lebih tua menemukan bahwa orang dengan kadar vitamin C yang lebih tinggi dalam darah, memiliki kinerja yang lebih baik dalam tugas-tugas yang melibatkan ingatan, fokus, memori, perhatian, pengambilan keputusan, dan pengenalan dibandingkan dengan mereka yang kadar vitamin C-nya lebih rendah.

    (dpy/naf)

  • Viral Bayi Meninggal usai Menangis 2 Jam, Disebut karena Sleep Training

    Viral Bayi Meninggal usai Menangis 2 Jam, Disebut karena Sleep Training

    Jakarta

    Viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang bayi meninggal dunia disebut setelah menangis selama dua jam. Hal ini terjadi setelah orang tuanya menjalani metode sleep training.

    Dari tangkapan layar dan video yang beredar, waktu kejadian berdasarkan CCTV terlihat sekitar tahun 2020. Bayi malang itu menangis lama sebelum akhirnya berbaring dalam posisi tengkurap.

    Belum jelas sumber video yang viral tersebut namun di tahun yang sama, terdapat kasus serupa yang melibatkan seorang bayi berusia 4 bulan di China. Pada saat itu Lembaga pengawas Shanghai telah meluncurkan penyelidikan terhadap sebuah perusahaan atas dugaan keterlibatannya dalam kematian seorang bayi berusia 3 bulan.

    Diberitakan Global Times, insiden itu terjadi ketika ibu anak itu mencoba mengajari bayinya untuk “tidur tengkurap,” di bawah bimbingan konsultan pengasuhan anak perusahaan tersebut. Itu dilakukan melalui grup WeChat pada 16 April, menurut posting terbaru di Sina Weibo yang mirip Twitter di China.

    Beberapa klip video dan riwayat obrolan WeChat yang beredar daring menunjukkan bayi itu berbaring tengkurap di tempat tidur sambil mencoba membalikkan badan dan terus-menerus menangis. Ibu muda itu mengawasi anaknya melalui video pengawasan di ruangan lain dan, dilaporkan, tidak melakukan intervensi meskipun khawatir anak itu akan mati lemas, berdasarkan saran dari konsultan yang menyarankan ini adalah cara untuk mengajari anak itu tidur tengkurap.

    Bayi itu ditemukan tidak bernapas sekitar dua jam setelah ibunya meminta bimbingan dalam grup tersebut.

    Terlepas dari kejadian tersebut, banyak yang akhirnya menyoroti terkait sleep training. Dikutip dari Sleep Foundation, sleep training atau pelatihan tidur merupakan latihan untuk mengajarkan bayi agar bias tidur sendiri dengan nyenyak tanpa bantuan orang tua atau pengasuh.

    Ada beberapa metode pelatihan tidur yang dapat digunakan orang tua kepada anaknya yang dikembangkan oleh dokter anak dan pakar tidur.

    Setelah mereka dilatih tidur, bayi dapat tidur 9-12 jam di malam hari. Dengan tidur yang lebih nyenyak, mereka akan merasa lebih baik di siang hari.

    Dengan beberapa metode pelatihan tidur, bayi perlahan dapat terbiasa tidur sendiri. Namun, kunci utama dalam menjalani sleep training adalah kesabaran dan tetap konsisten.

    Kapan Usia Berapa Bayi Bisa Jalani Sleep Training?

    Umumnya, bayi berusia empat bulan belum bisa untuk menjalani pelatihan atau sleep training. Sebab, bayi belum mengembangkan ritme sirkadian yang akan membantu mereka untuk tidur sepanjang malam.

    Usia bayi yang dirasa cukup dan mampu menjalani sleep training adalah sekitar enam bulan. Namun, sleep training lebih baik dilakukan saat bayi sudah berusia sembilan bulan.

    Mungkin sulit untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menerapkan metode ini. Tetapi, jika bayi mulai tidur sendiri di malam hari, kemungkinan besar sudah siap untuk menjalani sleep training.

    Sleep training efektif dan memberikan manfaat yang signifikan untuk bayi dan ibunya. Saat bayi tidak bisa tidur nyenyak, hal itu membuat orang tua tertekan dan mengalami insomnia pediatrik.

    Kondisi ini membuat orang tua berisiko besar mengalami depresi, stres, dan kesehatan yang buruk.

    Di sisi lain, saat bayi tidur lebih banyak, orang tua akan merasa lebih baik, begitu pula bayi mereka. Bayi yang tidurnya lebih nyenyak memiliki lebih sedikit masalah perkembangan dan perilaku di dalam dirinya.

    (sao/kna)

  • Ada Batu Kandung Kemih Raksasa di Perut Pria Ini, Ukurannya Bikin Melongo

    Ada Batu Kandung Kemih Raksasa di Perut Pria Ini, Ukurannya Bikin Melongo

    Jakarta

    Seorang pria berusia 52 tahun di Nepal datang dengan keluhan disuria berat atau anyang-anyangan, urgensi, nyeri di perut bagian bawah, hingga poliuria atau menghasilkan urine berlebihan. Gejala tersebut dialaminya selama 10 tahun terakhir.

    Awalnya ia mencari pertolongan dengan obat-obatan yang dijual bebas. Obat yang dibeli itu sempat meredakan gejalanya sementara. Namun beberapa bulan terakhir, gejalanya memburuk, dan obat-obat yang sering dikonsumsi tersebut tak memberikan efek lebih lanjut.

    Lantaran hal tersebut, pria yang tak disebutkan namanya itu mencari pertolongan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan CT Scan, ditemukan adanya batu kandung kemih besar berukuran 11 cm x 9 cm x 8,5 cm dengan berat 726 gram pada tubuh pria tersebut. Dokter juga menemukan sedikit batu pada ginjal kanannya. Pria tersebut kemudian menjalani pengangkatan batu kandung kemih raksasa tersebut. Pengangkatan batu ginjal kanan dilakukan enam minggu kemudian.

    “Batu kandung kemih raksasa sangat jarang terjadi, sering kali disebabkan oleh gejala yang terabaikan pada individu normal yang kami yakini berlaku pada kondisi ini. Terlepas dari kelalaian, tidak dapat diaksesnya layanan perawatan kesehatan yang tepat juga memainkan peran penting,” demikian keterangan laporan kasus dengan judul “Giant urinary bladder stone: A rare case report”, dikutip dari Science Direct.

    “Batu kandung kemih biasanya berkembang selama beberapa tahun dan muncul dengan gejala seperti disuria berat, urgensi, frekuensi, nyeri supra-pubik, dan hematuria,” lanjutnya.

    Penulis studi kasus tersebut mengatakan sebagian besar batu terdiri dari kalsium oksalat, struvit, kalsium fosfat, atau amonium urat. Batu ini biasanya terjadi pada pasien pria dengan faktor risiko potensial seperti pembesaran prostat, striktur uretra, gangguan neurologis, atau benda asing di kandung kemih.

    “Gejalanya meliputi hematuria, retensi urine, dan ciri-ciri infeksi saluran kemih berulang. Jarang sekali, gejalanya disertai dengan ciri-ciri gagal ginjal, dan bahkan batu kandung kemih soliter merupakan fenomena langka, karena sebagian besar kasus disertai dengan batu ginjal atau ureter, seperti dalam kasus kami,” lanjut studi tersebut.

    Setelah menjalani perawatan lebih lanjut, kondisi pasien dikabarkan membaik tetapi tetap menjalani pemeriksaan rutin.

    (suc/kna)

  • Asap Kebakaran Hebat di LA Bikin Warga ‘Engap’, Air Purifier Ludes Diborong

    Asap Kebakaran Hebat di LA Bikin Warga ‘Engap’, Air Purifier Ludes Diborong

    Jakarta

    Kebakaran hebat di Los Angeles memunculkan risiko kesehatan yang besar. Sejumlah masalah kesehatan diprediksi akan muncul imbas kejadian tersebut.

    Api di sejumlah kawasan yang terbakar menimbulkan asap hebat yang bertahan selama beberapa hari. Hal ini memicu warga setempat memborong air purifier atau penjernih udara agar bisa bernapas dengan baik.

    Dilaporkan Reuters, di beberapa toko besar air purifier ludes terjual, menurut wawancara dengan karyawan di empat tempat usaha. Beberapa warga menutup jendela dengan selotip agar asap tidak masuk ke rumah mereka.

    Pejabat Los Angeles menghimbau orang-orang untuk tetap di dalam rumah di area yang terlihat berasap. Meskipun kondisi membaik pada hari Jumat (10/1), peringatan kualitas udara tetap berlaku hingga malam hari dan partikel berbahaya tetap berada di kisaran empat kali lipat dari pedoman Organisasi Kesehatan Dunia.

    Di Pasadena Convention Center, yang telah diubah menjadi tempat penampungan sementara, para pekerja bantuan dari organisasi kemanusiaan global milik Sean Penn, CORE, membagikan masker N95. Manajer program tanggap darurat Sunny Lee mengatakan para tunawisma sangat rentan terhadap udara yang buruk.

    “Tidak ada tempat bagi mereka untuk masuk ke dalam, jadi mereka semakin menderita di luar dengan kualitas udara yang buruk, tanpa masker apa pun,” tutur Lee. “Jadi, kami memberikan N95 kepada mitra kami yang menjangkau komunitas tersebut. Kami mendistribusikan sebanyak yang kami bisa.”

    Asap kebakaran hutan biasanya membawa serta gas berbahaya dan partikel yang membuatnya lebih beracun daripada polusi udara normal. Kebakaran hutan tidak hanya membakar tanaman, semak belukar, dan pohon, tetapi juga bangunan, rumah, dan mobil yang mengandung plastik, bahan bakar, logam, dan sejumlah bahan kimia.

    Penelitian telah mengaitkan asap kebakaran hutan dengan tingkat serangan jantung, stroke, dan henti jantung yang lebih tinggi serta melemahnya pertahanan kekebalan tubuh. Ilmuwan dan dokter kesehatan lingkungan memperingatkan bahwa partikel berbahaya dapat membahayakan orang-orang dengan kondisi paru-paru dan jantung yang sudah ada sebelumnya, serta orang tua dan anak-anak.

    Manajer Veronica Gutierrez mengatakan bahwa ia membeli pembersih udara untuk rumahnya, tetapi alat itu tidak banyak membantu.

    “Kami benar-benar mencium bau terbakar,” kata Gutierrez.

    Bagi sebagian orang di Los Angeles, risikonya tidak akan berakhir saat api padam, demikian peringatan para ahli.

    Justin Gillenwater, direktur penanganan luka bakar di Los Angeles General Medical Center, memperkirakan dampak kesehatan jangka panjang akibat menghirup asap di antara orang-orang dengan kondisi pernapasan dan alergi.

    “Ini akan menjadi sesuatu yang akan kami perhatikan tidak hanya selama beberapa minggu, tetapi juga bertahun-tahun,” katanya.

    (kna/kna)

  • 5 Tahun Berlalu Sejak Kematian Pasien Pertama COVID, Identitasnya Masih Misteri    
        5 Tahun Berlalu Sejak Kematian Pasien Pertama COVID, Identitasnya Masih Misteri

    5 Tahun Berlalu Sejak Kematian Pasien Pertama COVID, Identitasnya Masih Misteri 5 Tahun Berlalu Sejak Kematian Pasien Pertama COVID, Identitasnya Masih Misteri

    Jakarta

    Peringatan lima tahun kematian pertama akibat penyakit COVID-19 di China pada 11 Januari 2025 berlalu begitu saja. Tanpa ada peringatan resmi di negara yang menganggap pandemi sebagai topik tabu.

    Pada 11 Januari 2020, pejabat kesehatan di Kota Wuhan, China bagian tengah mengumumkan seorang pria berusia 61 tahun meninggal akibat komplikasi pneumonia. Diketahui, kondisi itu disebabkan oleh virus misterius yang sebelumnya tidak diketahui asal-usulnya.

    Pengungkapan kasus kematian pertama itu baru dilaporkan, setelah pihak berwenang melaporkan puluhan infeksi yang terjadi selama beberapa minggu akibat virus tersebut. Patogen itu akhirnya diberi nama SARS-CoV-2, penyebab COVID-19.

    Dikutip dari Channel News Asia, kemunculan patogen ini memicu pandemi global yang sejauh ini menewaskan lebih dari tujuh juta orang. Bahkan, mengubah cara dan gaya hidup manusia di seluruh dunia, termasuk di China.

    Namun, pada Sabtu (11/1) tampaknya tidak ada peringatan tentang kasus kematian pertama COVID-19 di media resmi China. Partai Komunis terus mengendalikan diskusi publik dengan ketat selama kebijakan nol-COVID-19, dan telah menghindari refleksi tentang pembatasan garis keras sejak mencabut status pandemi pada akhir tahun 2022.

    Di media sosial, banyak pengguna juga tampaknya tidak menyadari peringatan tersebut.

    Namun, di platform Weibo, para pengguna tertarik pada akun nama Li Wenliang. Nama tersebut merupakan sosok dokter whistleblower yang diselidiki oleh polisi karena menyebarkan informasi awal tentang virus tersebut.

    Tidak secara langsung, hal ini merujuk pada peringatan hari penting tersebut.

    “Dr. Li, satu tahun lagi telah berlalu. Betapa cepatnya waktu berlalu,” tulis salah satu komentar pada hari Sabtu (11/1).

    Peringatan daring juga jarang diadakan di Hong Kong, tempat Beijing meredam suara-suara oposisi saat memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang luas di kota semi-otonom itu pada tahun 2020.

    Tidak seperti negara lain, di China bahkan tidak membangun tugu peringatan besar bagi mereka yang meninggal selama pandemi.

    Next: Hanya Ada Sedikit Informasi soal Korban COVID-19 Pertama

  • Viral Pasutri Gelar Pesta Swinger, Kok Ada yang Pengin Seks Rame-rame?

    Viral Pasutri Gelar Pesta Swinger, Kok Ada yang Pengin Seks Rame-rame?

    Jakarta

    Pasangan suami istri yang menggelar pesta swinger atau hubungan seks bergonta-ganti pasangan berhasil diringkus polisi di Badung, Bali. Keduanya diketahui menggelar pesta tersebut sekitar 10 kali. Tidak hanya di Bali, melainkan juga di DKI Jakarta.

    Patroli siber kepolisian menemukan sumber website tempat registrasi para pasangan yang melakukan swinger, sekitar 11 ribu orang tercatat sebagai anggota. Perilaku seks semacam ini termasuk dalam penyimpangan, mengapa sih ada yang memiliki fantasi aneh?

    Pakar seks dr Dian Boyke Nugraha menyebut swinger atau yang juga dikenal orgy, sebenarnya bukan hal baru. Perilaku semacam ini sudah terjadi sejak dulu dan berawal dari ketidakpuasan seseorang akan menjalani hubungan seks yang normal.

    “Jadi dia seperti ada rasa mencari sesuatu yang lebih nikmat dari seks, padahal kan sebenarnya seks saja sudah nikmat, tapi dia kepingin mencoba yang lebih lagi, sampai ke hal-hal ekstrem,” terang dr Boyke kepada detikcom Senin (13/1/2025).

    Mereka yang memiliki penyimpangan swinger atau orgy sebetulnya mengalami kecanduan seksual. Butuh pertolongan profesional untuk mengatasi perilaku kecanduan, mirip seperti yang terjadi saat kecanduan narkoba.

    Sedikit di antara mereka yang benar-benar disebabkan genetik atau diwariskan dari perilaku orangtua. Bahkan, secara presentasi, berada di bawah sepuluh persen.

    “Bakat itu hanya 5-10 persen, yang bikin meletusnya perilaku menyimpang ini 70 persen karena faktor lingkungan,” pungkasnya.

    (naf/kna)

  • China Laporkan Penurunan Kasus HMPV di Tengah Kekhawatiran Potensi Pandemi

    China Laporkan Penurunan Kasus HMPV di Tengah Kekhawatiran Potensi Pandemi

    Jakarta

    Kasus infeksi human metapneumovirus (HMPV) di China utara mengalami penurunan. Hal ini disampaikan oleh pejabat kesehatan setempat pada Minggu, di tengah kekhawatiran dunia atas potensi pandemi baru.

    HMPV, yang termasuk dalam famili yang sama dengan respiratory syncytial virus (RSV), menyebabkan gejala seperti flu atau pilek termasuk demam, batuk, dan hidung tersumbat.

    Gejalanya sering kali hilang dengan sendirinya, meskipun dapat menyebabkan gejala berat pada anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    “Human metapneumovirus bukanlah virus baru, dan telah ada di antara manusia setidaknya selama beberapa dekade,” kata Wang Liping, seorang peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, dalam jumpa pers yang diselenggarakan oleh Komisi Kesehatan Nasional China.

    Wang menambahkan bahwa peningkatan jumlah kasus virus ini dalam beberapa tahun terakhir, yang pertama kali terdeteksi di Belanda pada tahun 2001, disebabkan oleh metode deteksi yang lebih baik.

    “Saat ini, angka kasus positif deteksi human metapneumovirus berfluktuasi, dan angka kasus positif di provinsi utara menurun, dan angka kasus positif di antara pasien berusia 14 tahun ke bawah sudah mulai menurun,” ungkapnya.

    Sebelumnya, kekhawatiran muncul dalam beberapa hari terakhir atas lonjakan infeksi HMPV di China utara setelah beredar gambar daring rumah sakit yang dipenuhi pasien bermasker. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan belum menerima laporan wabah yang tidak biasa di China atau di tempat lain.

    Para ahli mengatakan HMPV tidak seperti COVID-19 karena sudah ada selama beberapa dekade dan sudah ada kekebalan bawaan terhadapnya. Sebagian besar anak-anak terinfeksi virus tersebut pada usia 5 tahun.

    Wang mengatakan penyakit pernapasan yang saat ini menyerang orang-orang di China disebabkan oleh patogen yang diketahui, dan tidak ada penyakit menular baru yang muncul.

    “Jumlah pasien di klinik demam dan unit gawat darurat di seluruh negeri telah meningkat tetapi secara umum masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Gao Xinqiang, wakil direktur Departemen Tanggap Darurat Medis komisi kesehatan.

    “Tidak ada kekurangan sumber daya medis yang nyata,” kata Gao.

    Infeksi flu di seluruh negeri di China diperkirakan akan menurun secara bertahap pada pertengahan hingga akhir Januari, kata juru bicara komisi Hu Qiangqiang.

    Tidak ada vaksin atau obat yang tersedia untuk HMPV. Para ahli menyarankan tindakan pencegahan agar tidak tertular virus dan penyakit pernapasan lainnya, termasuk mencuci tangan secara teratur, menghindari keramaian jika memungkinkan, dan mengenakan masker di tempat ramai.

    (suc/kna)

  • Wadah Makan Bergizi Gratis Tak Berbayar, Warga Diminta Lapor Bila Ada Pungli

    Wadah Makan Bergizi Gratis Tak Berbayar, Warga Diminta Lapor Bila Ada Pungli

    Jakarta

    Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait keluhan netizen yang mengaku dipungut biaya untuk mendapatkan program makan bergizi gratis, dengan dalih penyediaan wadah makanan. Kepala BGN Prof Dadan Hindayana menekankan pemerintah tidak memungut satu rupiah pun kepada orang tua maupun siswa terkait program makan bergizi gratis.

    “Semua program diselenggarakan dan dibiayai, termasuk mulai dari persiapan hingga distribusinya,” terang Prof Dadan saat dihubungi detikcom Senin (13/1/2025).

    Ia meminta sejumlah pihak tidak melakukan inisiatif atau hal yang tidak perlu dalam program MBG yang kemudian merugikan publik.

    “Masyarakat yang belum mendapat bagian mohon sabar menunggu dan tidak melakukan inisiatif-inisiatif yang tidak diperlukan. Semua informasi resmi dari BGN dapat merujuk ke portal resmi BGN,” bebernya.

    “Adapun informasi yang bukan dari portal resmi BGN dapat diabaikan,” sorot Prof Dadan.

    Bila masih mendapatkan pemungutan semacam ini, masyarakat diminta tidak segan-segan melapor ke BGN melalui nomor WhatsApp maupun pelaporan langsung ke email.

    “Apabila ada laporan atau pengaduan dapat mengirimkan email ke halo@bgn.go.id atau melalui nomor 0811-1000-8008 (WhatsApp Only),” kata dia.

    Pemungutan biaya wadah makan bergizi gratis viral di media sosial. Salah satu pengguna X mengaku dimintai uang sebesar Rp 10 ribu untuk wadah makan bergizi gratis.

    “Jelas2 program makan siang GRATIS, sekolah adik gw masih aj dimintain uang astagaa. alesannya buat wadah makan. Tolongg aku bingung harus lapor kmn selain ke ad**n g3r*ndr*,” beber netizen tersebut, dalam unggahannya Jumat (10/11/2025).

    (naf/kna)