Category: Detik.com Kesehatan

  • Video Dokter Hewan: Nomor Satu Penyebab Kucing Sulit Pipis karena Stres

    Video Dokter Hewan: Nomor Satu Penyebab Kucing Sulit Pipis karena Stres

    Video Dokter Hewan: Nomor Satu Penyebab Kucing Sulit Pipis karena Stres

  • 4 Obat Alami Atasi Disfungsi Ereksi, Efeknya Tak Kalah Jos dari ‘Viagra’

    4 Obat Alami Atasi Disfungsi Ereksi, Efeknya Tak Kalah Jos dari ‘Viagra’

    Jakarta

    Disfungsi ereksi (DE) menjadi masalah yang dapat menurunkan rasa percaya diri laki-laki, serta mengganggu kehidupan seksualnya. Masalah disfungsi ereksi ini umumnya disebabkan oleh faktor psikologis seperti stres atau trauma masa lalu, masalah fisik seperti diabetes atau saraf, atau efek dari penggunaan obat-obat tertentu.

    Dikutip dari New York Post, banyak pria yang mengatasi masalah ini dengan pengobatan viagra. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke penis setelah adanya rangsangan seksual. Dengan begitu, obat ini dapat memicu ereksi dan membuat ereksi bertahan lebih lama.

    Namun, ada juga beberapa minuman alami yang diklaim mampu mengobati disfungsi ereksi, dengan kemampuan yang mirip seperti viagra. Apa saja bahan alami tersebut?

    1. Jus Anggur Merah

    Sebuah studi yang diterbitkan di Aging Male mengungkap pria yang rajin minum jus anggur merah, dapat menurunkan risiko disfungsi ereksi secara signifikan.

    Para peneliti di Rumah Sakit Umum Universitas Kedokteran Tianjin di Cina Utara menemukan bahwa, mereka yang mengonsumsi jus anggur merah selama lima kali atau lebih dalam seminggu, mengalami penurunan sekitar 79 persen terkait masalah disfungsi ereksi, dibandingkan pria yang tidak meminum jus anggur merah.

    Senyawa fenolik dan zat kimia bernama fenol diketahui dapat menjaga kesehatan arteri dan mencegah penyempitan yang dapat membatasi aliran darah ke penis.

    2. Kopi Hitam

    Sebuah penelitian dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Houston menemukan kafein mengurangi kemungkinan disfungsi ereksi. Para peneliti mwnyebut pria berusia di atas 20 tahun yang mengonsumsi kafein sekitar dua hingga tiga cangkir kopi sehari cenderung tidak melaporkan masalah disfungsi ereksi dibandingkan pria yang menghindari kopi hitam.

    3. Shilajit

    Shilajit merupakan zat mineral alami yang berasal dari bebatuan pegunungan Himalaya. Shilajit telah lama digunakan sebagai pengobatan untuk mengobati banyak masalah kesehatan, termasuk disfungsi ereksi.

    Sebuah studi klinis menemukan pria yang diobati dengan dosis shilajit dua kali sehari selama 90 hari berturut-turut mengalami peningkatan yang signifikan dalam testosteron dan dehidroepiandrosteron (keduanya diperlukan untuk pertumbuhan otot dan kinerja seksual) dibandingkan mereka yang diberi plasebo.

    4. Bit Merah

    Buah bit merah memang dikenal memiliki reputasi yang bagus terkait pengobatan masalah seksual. Sejak zaman Romawi, bit merah memang dipuji karena khasiat afrosidiaknya.

    Meskipun bit sudah lama terkenal, hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa bit dapat meningkatkan kesehatan seksual. Namun, bit diketahui dapat meningkatkan jumlah oksida nitrat dalam tubuh, yakni senyawa yang berperan penting dalam menghasilkan dan mempertahankan ereksi.

    (dpy/naf)

  • Terungkap, Proses Penuaan Manusia Meningkat Drastis di Umur 44 dan 60 Tahun

    Terungkap, Proses Penuaan Manusia Meningkat Drastis di Umur 44 dan 60 Tahun

    Jakarta

    Fakta baru terkait proses penuaan manusia diungkap peneliti. Mereka menemukan puncak penuaan terjadi di umur 44 dan 60 tahun.

    Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Aging, para ilmuwan di Universitas Stanford dan Universitas Teknologi Nanyang di Singapura mengikuti 108 peserta selama beberapa tahun untuk mengamati perubahan penuaan pada molekul mereka: RNA, protein, dan mikrobioma peserta.

    Mereka menemukan bahwa penuaan manusia tidak terjadi secara bertahap dan linier. Sebaliknya, sebagian besar molekul yang mereka pelajari menunjukkan perubahan non-linier yang dipercepat pada usia 44 dan 60 tahun.

    Dikutip dari Live Science, banyak faktor yang berubah sekitar usia 44 dan 60 tahun terkait dengan kesehatan jantung. Misalnya, protein yang terkait dengan aterosklerosis, atau penumpukan plak di arteri, meningkat dalam darah peserta selama usia 40-an dan 60-an.

    Kelompok usia ini juga menunjukkan penurunan kemampuan untuk memetabolisme kafein, yang untuk sementara meningkatkan tekanan darah, dan alkohol, yang awalnya menurunkan tetapi kemudian meningkatkan tekanan darah.

    Perubahan pada usia 60 sudah dapat diperkirakan, bertepatan dengan penurunan fungsi kekebalan tubuh dan peningkatan penyakit kronis. Namun, perubahan pada usia 44 dinilai sebagai suatu kejutan.

    “Awalnya kami mengira menopause dapat menjelaskan perubahan pada pertengahan usia 40-an pada wanita,” kata salah satu penulis penelitian, Xiaotao Shen, PhD.

    Adapun apa yang dapat diambil dari temuan mereka, para peneliti menyarankan untuk membuat perubahan gaya hidup seperti mengurangi konsumsi alkohol dan lebih banyak berolahraga saat mendekati tahun-tahun penting di usia 40-an dan 60-an.

    (kna/kna)

  • Viral Rutin Minum Jus Wortel-Tomat Bikin Wajah Glowing, Begini Kata Dermatolog

    Viral Rutin Minum Jus Wortel-Tomat Bikin Wajah Glowing, Begini Kata Dermatolog

    Jakarta

    Viral di media sosial X seorang netizen memberikan pengalamannya rutin minum jus tomat dan wortel. Dia menyebut minuman tersebut sangat ampuh meredakan bekas jerawat dan membuat wajahnya menjadi glowing.

    “guys i swear jus tomat wortel sengaruh itu sama muka… aku baru 3 kali minum dan bekas jerawatku mendingan banget??? meskipun agak hoek hoek minumnya wkwkwk tp worth to try sumpah,” ucap pemilik akun @s***we***y di media sosial X.

    “betulll kakk, tambahin timun juga enak lebih seger. yg susah tuh konsistensinya, sama sadar kalo ternyata 3 sayur itu (tomat, wortel, timun) gak murah,” balas netizen lain yang membenarkan manfaat dari jus wortel dan tomat tersebut.

    Terkait unggahan tersebut, spesialis kulit dr I Gusti Nyoman Darmaputra SpDVE membenarkan jus tomat dan wortel mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kulit.

    Beberapa kandungan gizinya meliputi beta-karoten, likopen, vitamin C, hingga antioksidan lainnya. Kandungan-kandungan tersebut dapat membantu mengurangi peradangan hingga meningkatkan regenerasi sel.

    “Karena mengandung nutrisi penting seperti beta-karoten, likopen, vitamin C, dan antioksidan lainnya. Nutrisi ini mendukung kesehatan kulit secara sistemik, seperti meningkatkan regenerasi sel, mengurangi peradangan, dan melindungi kulit dari stres oksidatif,” kata dr Darma ketika dihubungi detikcom, Selasa (14/1/2025).

    Meski memiliki banyak manfaat yang baik untuk kulit, dr Darma mengingatkan bahwa klaim bahwa jus wortel-tomat bisa secara langsung mengatasi masalah jerawat memerlukan penelitian lebih lanjut..

    Menurut dr Darma, mengonsumsi jus wortel dan tomat bukan satu-satunya faktor yang membuat kulit menjadi lebih sehat, melainkan juga perawatan yang tepat.

    “Perubahan kulit biasanya memerlukan kombinasi pola makan sehat, perawatan topikal yang sesuai, dan gaya hidup yang seimbang,” sambungnya.

    Hal senada juga diungkapkan oleh spesialis kulit dr Ruri Diah Pamela, SpKK. dr Ruri menuturkan bahwa jus tomat dan wortel memang memiliki banyak kandungan yang baik untuk kesehatan kulit, namun itu bukan solusi tunggal yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah kulit.

    Oleh karena itu, selain mengonsumsi jus wortel dan tomat, perawatan dan gaya hidup yang baik juga harus diutamakan untuk menjaga kulit wajah lebih sehat, khususnya dalam mengatasi masalah jerawat.

    “Kesehatan kulit tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan, melainkan pada pola makan keseluruhan, hidrasi yang cukup, gaya hidup sehat, dan perawatan kulit yang tepat. Jadi, meski bermanfaat, jus tomat-wortel bukanlah solusi tunggal,” ucap dr Ruri terpisah.

    (avk/kna)

  • Video: Hal yang Perlu Diperhatikan Bila Punya Kucing Lebih dari Satu

    Video: Hal yang Perlu Diperhatikan Bila Punya Kucing Lebih dari Satu

    Video: Hal yang Perlu Diperhatikan Bila Punya Kucing Lebih dari Satu

  • Pengidap Aphantasia Tak Bisa Berimajinasi, Ini yang Terjadi pada Otaknya

    Pengidap Aphantasia Tak Bisa Berimajinasi, Ini yang Terjadi pada Otaknya

    Jakarta

    Aphantasia merupakan sebuah fenomena langka ketika otak tidak memiliki kemampuan untuk berimajinasi atau membayangkan sesuatu. Hal ini membuat seseorang dengan aphantasia tidak mampu membayangkan gambaran fisik dari suatu hal di dalam otak.

    Aphantasia merupakan kondisi yang hanya dipahami oleh orang-orang yang mengalaminya, namun seringkali tidak disadari. Bagi orang-orang secara umum yang bisa berimajinasi, tentu ini seperti semudah bernapas.

    “Jika Anda mencoba dan membayangkan pantai, Anda mungkin dapat ‘melihatnya’ dalam mata batin Anda. Pengidap aphantasia tidak mendapatkan gambaran mental itu – gambaran itu kosong,” ucap peneliti dari University of New South Wales Sydney Profesor Joel Pearson, dikutip dari IFL Science, Selasa (14/1/2025).

    Sebuah penelitian melibatkan 14 orang dengan aphantasia dan 18 orang kelompok kontrol dilakukan untuk mendalami kondisi ini. Dua kelompok menjalani uji citra visual sebelum menjalani functional magnetic resonance imaging (fMRI) pada otak mereka.

    Ketika masuk ke dalam alat pemindai, mereka diminta untuk melihat atau membayangkan pola garis-garis berwarna. fMRI mengukur perubahan kadar oksigen dalam darah yang menunjukkan peningkatan aktivitas otak.

    Analisis menunjukkan bahwa mereka yang menderita aphantasia memiliki sinyal aktivitas otak yang berkurang saat mereka hanya melihat garis-garis tersebut dibandingkan dengan kelompok kontrol.

    Saat diminta membayangkan pola tersebut, korteks visual otak pengidap aphantasia masih aktif dan menghasilkan informasi visual, tapi gambar-gambaran ini tidak dirasakan secara sadar. Mereka hanya seperti melihat layar yang kosong dalam pikiran mereka.

    “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa ketika seseorang dengan aphantasia mencoba membayangkan, otak mereka tampaknya masih menciptakan representasi di korteks visual awal. Otak mereka seolah-olah sedang menghitung tetapi melewatkan langkah terakhir untuk menampilkan hasilnya di layar,” kata Pearson.

    “Hal ini memberitahu kita bahwa imajinasi mental bukan hanya tentang otak yang ‘menyala’, tetapi tentang bagaimana aktivitas itu diformat menjadi sesuatu yang benar-benar dapat kita alami,” sambungnya.

    Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengungkapkan keanehan yang terjadi pada otak pengidap aphantasia. Ini juga penting untuk lebih mendalami bagaimana otak dapat menghasilkan imajinasi.

    Pearson menuturkan penelitian dengan ukuran sampel yang lebih besar kini diperlukan.

    “Penelitian ini menjembatani kesenjangan antara yang terlihat dan yang tidak terlihat. Sungguh luar biasa untuk berpikir bahwa orang dengan aphantasia masih memiliki cetak biru saraf untuk imajinasi, meskipun mereka tidak dapat secara sadar ‘melihatnya’,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • Transformasi Wanita Turun 72 Kg Berkat Diet GLP-1, Seperti Beda Orang

    Transformasi Wanita Turun 72 Kg Berkat Diet GLP-1, Seperti Beda Orang

    Jakarta

    Viral di TikTok seorang wanita membagikan transformasinya sukses turun berat badan dengan diet GLP-1. Metode ini menggunakan obat diabetes untuk menekan nafsu makan.

    “Bisakah kau percaya Ozempic melakukan ini?” tulisnya di salah satu video unggahannya di akun @amyinhalf yang sudah dilihat lebih dari 8 juta pengguna.

    Amy Kane (35) pernah berbobot 136 kg sebelum akhirnya memutuskan untuk mengubah pola hidupnya. Kenaikan berat badannya juga dipicu karena kondisi PCOS atau polycystic ovary syndrome.

    Kondisi itu membuatnya sering merasa lapar yang membuat dia makan berlebihan. Selain itu Amy juga berjuang melawan depresi pasca persalinan yang memicu dia makan banyak untuk meredakan emosinya.

    “Penurunan berat badan selalu menjadi tantangan yang sangat besar bagi saya,” katanya kepada Newsweek.

    “Hal ini menyebabkan pola makan yang tidak teratur selama bertahun-tahun dan hubungan yang tidak sehat dengan makanan,” tuturnya.

    Saat ini, ia makan secukupnya, dengan fokus pada protein dan hidrasi. Ia tidak membatasi diri atau menghilangkan kelompok makanan, tetapi makan dengan penuh kesadaran.

    Ke depannya, ia berencana untuk melakukan operasi pengecilan perut, atau abdominoplasti, prosedur bedah kosmetik yang menghilangkan kelebihan lemak dan kulit dari perut sekaligus mengencangkan otot perut.

    Menurut University of Chicago Medicine, obat-obatan seperti Ozempic, Wegovy, Zepbound, dan Mounjaro telah ada selama bertahun-tahun, tetapi baru-baru ini menjadi berita utama karena popularitasnya yang meningkat sebagai agen penurun berat badan.

    Obat-obatan ini termasuk dalam kelas yang dikenal sebagai agonis reseptor peptida-1 mirip glukagon (GLP-1RA), yang meniru hormon (GLP-1) dalam tubuh yang membantu mengendalikan kadar insulin dan glukosa darah sekaligus meningkatkan rasa kenyang.

    (kna/kna)

  • Nenek di China Rayakan Ultah Ke-124, Ini Rahasia Panjang Umurnya

    Nenek di China Rayakan Ultah Ke-124, Ini Rahasia Panjang Umurnya

    Jakarta

    Seorang nenek di China bernama Qiu Chaishi menginspirasi banyak orang karena gaya hidupnya yang optimis hingga bisa hidup lebih dari satu abad. Pada 1 Januari 2025, ia merayakan ulang tahunnya yang ke-124.

    Ia lahir pada tahun 1901 ketika China berada di bawah kekuasaan semi-kolonial dan semi-feodal Dinasti Qing (1644-1911). Qiu menjadi salah satu orang tertua yang di Nanchong, Provinsi Sichuan. Keluarga Qiu saat ini sudah mencakup enam generasi.

    Cucu perempuan Qiu pada saat ini ada yang sudah berusia 60 tahun dan anggota keluarga termuda baru berusia 8 bulan. Belum lama ini, ia membagikan rahasia panjang umurnya pada media dengan menekankan gaya hidup yang sederhana namun rutin dilakukan.

    Dikutip dari SCMP, Qiu makan tiga kali sehari sesuai jadwal dan selalu berjalan-jalan setelah makan. Ia juga selalu tidur tepat waktu sekitar pukul delapan malam.

    Dalam kesehariannya, ia rutin menyisir rambutnya, menyalakan api, hingga memberi makan angsa sendiri. Di usianya sudah lebih dari satu abad, ia masih bisa menaiki tangga dengan mudah.

    Hidangan favorit Qiu meliputi labu, kundur, hingga jagung tumbuk. Ia terkadang menambahkan lard dalam menu makanannya, namun kini Qiu sudah mulai membatasi karena diberi saran demikian oleh dokter untuk menjaga kesehatannya.

    Di masa lampau ketika Qiu belum menikah, ia merupakan sosok terpandang di desa karena keterampilan akuntansi dan fisiknya. Ia seringkali mengerjakan tugas-tugas pertanian yang sulit seperti membajak ladang dan menumpuk batu.

    Ia berulang kali mengalami ‘ujian’ kehidupan. Pada usia 40-an tahun ia ditinggal sang suami meninggal sehingga harus membesarkan empat orang anak sendirian. Ketika usianya mencapai 70-an, putra sulungnya juga meninggal dunia karena suatu penyakit.

    Setelah berusia 100 tahun, penglihatan dan pendengarannya sedikit menurun, tetapi ia tetap cerdas dan pandai berbicara.

    “Saudara-saudara, suami, dan anak saya sudah lama meninggal. Raja Neraka pasti sudah melupakan saya dan tidak akan menerima saya,” ucap Qiu bercanda.

    Sang cucu bernama Qiu Taohua menuturkan neneknya itu bukan seseorang yang suka mengeluh. Meski berulang kali harus menghadapi kesulitan hidup, sang nenek tetap berhasil bangkit dengan tawa.

    Hal itu yang diduga menjadi salah satu rahasia besar panjang umur sang nenek.

    “Setelah mengalami kemalangan, dia akan diam sejenak, lalu bangkit kembali dengan tawa dan sikap positif,” ujar Taohua.

    (avk/kna)

  • Korsel Akhirnya Catat Kenaikan Angka Kelahiran setelah 9 Tahun ‘Ngedrop’

    Korsel Akhirnya Catat Kenaikan Angka Kelahiran setelah 9 Tahun ‘Ngedrop’

    Jakarta

    Korea Selatan pada tahun 2024 mencatat 242.334 bayi lahir, menandai peningkatan pertama dalam angka tahunan sejak 2015. Kenaikan ini menjadi kabar baik karena Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunua.

    Diberitakan Korea Herald, angka resmi kelahiran pada tahun 2024 naik 7.295 dari 235.039 pada tahun 2023, meningkat 3,1 persen, menurut Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan. Negara tersebut juga mencatat 360.757 kematian pada tahun tersebut, yang mengakibatkan populasi keseluruhan menyusut selama lima tahun berturut-turut sejak 2020.

    Meskipun populasi terus menurun, peningkatan kelahiran tahunan memicu harapan akan perubahan dalam angka fertilitas total negara tersebut. Tingkat kesuburan total di Korea telah mengalami tren penurunan sejak mencapai 1,48 pada tahun 2000, turun di bawah angka 1 untuk pertama kalinya pada tahun 2018 dan mencapai rekor terendah 0,72 pada tahun 2023.

    Pemerintah telah meluncurkan serangkaian langkah dalam upaya untuk memerangi tingkat kelahiran yang lambat, mulai dari perluasan insentif keuangan untuk persalinan dan layanan penitipan anak yang dikelola negara hingga lebih banyak manfaat bagi orang tua dengan banyak anak.

    Salah satu kebijakan baru yang diterapkan tahun ini adalah peningkatan batas atas pembayaran cuti orang tua menjadi 2,5 juta won per bulan, naik dari sebelumnya 1,5 juta.

    Meskipun peningkatan angka kelahiran memberikan secercah harapan dalam hal penurunan populasi, Korea Selatan terus menua. Usia rata-rata orang Korea pada tahun 2024 adalah 45,3 tahun, naik dari usia rata-rata 44,8 tahun sebelumnya.

    Sekitar 17 persen warga Korea berusia 50-an, diikuti oleh 15,37 persen berusia 60-an, 15,08 persen berusia 40-an, 12,94 persen berusia 70-an, 12,93 persen berusia 30-an, 11,63 persen berusia 20-an, 9,02 persen berusia 10-19, dan 6,13 persen berusia di bawah 10 tahun.

    Rata-rata usia warga Korea telah meningkat pesat selama bertahun-tahun, melampaui usia 40 tahun pada tahun 2014. Menurut laporan Statistik Korea pada bulan Oktober, rata-rata usia warga Korea diperkirakan akan melewati usia 50 pada tahun 2035 dan 55 pada tahun 2049.

    (kna/kna)

  • Selain Benjolan, Ini Sederet Tanda Kanker Kulit yang Bisa Muncul di Tubuh

    Selain Benjolan, Ini Sederet Tanda Kanker Kulit yang Bisa Muncul di Tubuh

    Jakarta

    Kanker kulit menjadi salah satu masalah kesehatan yang wajib diberikan perhatian. Pasalnya, penyakit ini dapat menyerang hingga ke lapisan terdalam sel kulit tanpa ditandai dengan gejala yang umum, sehingga banyak masyarakat yang terkadang tidak menyadari hingga mencapai stadium akhir.

    Dikutip dari Mirror UK, spesialis kanker kulit dari Shade Skin Clinic dr Emily Alfonsi menekankan bahwa perubahan kecil pada kulit sebaiknya tidak boleh diabaikan. Hal ini karena mengetahui gejala kanker kulit sejak dini sangatlah penting untuk menentukan penanganan yang tepat.

    “Kulit adalah organ tubuh terbesar dan kulit menceritakan kisah tentang kesehatan keseluruhan Anda. Bahkan, perubahan kecil bisa mengindikasikan terkait sesuatu yang perlu diselidiki,” kata dr Alfonsi.

    Menurut dr Alfonsi, ada beberapa perubahan pada kulit yang perlu diwaspadai.

    1. Tahi Lalat

    Jika pada kulit terdapat tahi lalat yang berubah ukuran, bentuk, atau warna, ini perlu menjadi perhatian dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

    2. Kulit Meradang yang Gatal

    Bercak kering yang terjadi pada kulit, disertai dengan rasa gatal yang terus menerus bisa menjadi salah satu tanda yang wajib diwaspadai. Mungkin tidak berbahaya, tetapi gejala yang berkepanjangan dapat mengindikasikan eksim atau bahkan limfoma kulit.

    3. Luka yang Lama Sembuh

    Luka pada kulit yang tidak kunjung sembuh juga perlu diberikan perhatian khusus. Luka yang tidak sembuh setelah dua minggu mungkin merupakan tanda peringatan karsinoma sel basal atau skuamosa.

    4. Perubahan Warna Kulit

    Berubahnya warna kulit secara tiba-tiba menjadi kemerahan, kekuningan, atau muncul bintik hitam juga bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang mendasari seperti penyakit hati atau melanoma.

    5. Muncul Benjolan

    Munculnya benjolan pada kulit yang tampak tidak biasa bisa menjadi gejala yang harus diwaspadai. Terutama jika benjolan tersebut berdarah atau berkerak.

    Menurut dr Alfonsi, kanker kulit merupakan penyakit yang paling dapat diobati jika terdeteksi sejak dini. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen kasus kanker kulit dapat diobati secara efektif jika terdeteksi pada tahap awal.

    (dpy/kna)