Category: Detik.com Kesehatan

  • Video: Perbedaan Manfaat Kandungan Susu dan Daun Kelor

    Video: Perbedaan Manfaat Kandungan Susu dan Daun Kelor

    Jakarta – Pakar gizi Tria Astika jelaskan perbedaan manfaat susu dengan daun kelor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kandungan susu bermanfaat untuk pertumbuhan otak anak, sedangkan kandungan daun kelor bermanfaat bagi imunitas anak.

    (/)

  • Segini Lho Jumlah Langkah Kaki dalam Sehari yang Disarankan Dokter Olahraga

    Segini Lho Jumlah Langkah Kaki dalam Sehari yang Disarankan Dokter Olahraga

    Jakarta

    Jalan kaki adalah salah satu olahraga dengan intensitas ringan yang paling sederhana untuk dilakukan. Terlebih, olahraga berjalan kaki juga memiliki segudang manfaat pada tubuh.

    Untuk memperoleh manfaat ini, berapa banyak langkah kaki yang dianjurkan dalam sehari?

    Spesialis kedokteran olahraga, Dr dr Listya Tresnanti Mirtha, SpKO, CCD, Subsp APK(K) mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa yang melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150-300 menit per minggu, yang jika dikonversikan menjadi langkah kaki setara dengan 7.000-10.000 langkah per hari.

    Mengacu pada sebuah studi, dr Listya mengatakan bahwa manfaat kesehatan, seperti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan memperbaiki kesehatan mental, mulai terlihat pada kisaran 7.000-10.000 langkah per hari.

    Meski begitu, kebutuhan langkah setiap individu bervariasi tergantung usia, kondisi kesehatan, dan tingkat kebugarannya.

    “Misalnya, untuk lansia, target langkah harian mungkin lebih rendah karena pertimbangan kemampuan fisik,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (15/1/2025).

    Dirinya juga tak menyarankan untuk melakukan jalan kaki yang berlebihan. Pasalnya, kata wanita yang akrab disapa dr Tata itu, olahraga jalan kaki yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif, seperti cedera overuse, kerusakan kulit, gangguan sirkulasi, serta juga kelelahan fisik dan mental.

    “Overtraining bukan hanya terjadi pada olahraga berat, tetapi juga pada aktivitas sederhana seperti jalan kaki jika dilakukan secara berlebihan,” ucapnya.

    “Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung atau gangguan sendi, konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program jalan kaki intensif,” sambungnya lagi.

    (suc/naf)

  • WHO Laporkan Kasus Virus Marburg, Tewaskan 8 Orang di Negara Ini

    WHO Laporkan Kasus Virus Marburg, Tewaskan 8 Orang di Negara Ini

    Jakarta

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan dugaan wabah baru virus Marburg di Tanzania barat laut. Diduga ada sembilan orang terinfeksi virus tersebut, dan delapan orang di antaranya meninggal dunia.

    Virus mematikan ini memiliki tingkat kematian hingga 88 persen, dan berasal dari keluarga virus yang sama dengan virus yang menyebabkan Ebola, ditularkan ke manusia dari kelelawar buah yang merupakan hewan endemik di wilayah Afrika Timur.

    WHO mengatakan pihaknya menerima laporan yang dapat dipercaya mengenai kasus yang diduga terjadi di wilayah Kagera Tanzania pada 10 Januari. Pasien mengalami gejala sakit kepala, demam tinggi, nyeri punggung, diare, muntah darah, kelemahan otot, dan kematian akibat kehilangan banyak darah.

    “Kami memperkirakan akan ada kasus lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang seiring peningkatan pengawasan penyakit,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di X, dikutip BBC.

    Kontak pasien, termasuk petugas kesehatan, telah diidentifikasi dan sedang dipantau lebih lanjut. Tim respons cepat negara tersebut juga telah dikerahkan untuk membantu mengidentifikasi kasus-kasus yang diduga dan menahan wabah tersebut.

    WHO memperingatkan bahwa risiko penyebaran virus di wilayah tersebut tetap tinggi karena Kagera, Tanzania, merupakan pusat transit dengan banyak pergerakan lintas perbatasan ke Republik Demokratik Kongo, Uganda, Burundi, dan Rwanda.

    Meski begitu, WHO menyebut risiko global yang ditimbulkan oleh wabah ini rendah dan tak ada kekhawatiran terkait penyebaran penyakit secara internasional.

    Sebelumnya Tanzania mengalami wabah Marburg pertamanya pada bulan Maret 2023 di distrik Bukoba. Wabah ini menewaskan sekitar enam orang dan berlangsung selama hampir dua bulan. Sementara itu pihak berwenang Tanzania belum mengonfirmasi wabah terbaru saat ini.

    (suc/kna)

  • Psikolog Sorot Kebahagiaan Sementara di Balik Viral Cari Koin Jagat

    Psikolog Sorot Kebahagiaan Sementara di Balik Viral Cari Koin Jagat

    Jakarta

    Beberapa waktu terakhir, viral di media sosial soal berburu harta karun digital ‘koin jagat’. Hal ini menjadi sorotan banyak pihak lantaran perburuan ini diikuti oleh banyak orang yang ingin mendapatkan hadiah tunai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

    Namun, muncul pro dan kontra terkait aksi tantangan ini. Banyak fasilitas-fasilitas umum di perkotaan yang berakhir rusak karena orang-orang mencari koin jagat di bawah tanah hingga keramik tempat umum.

    Berkaitan dengan kejadian tersebut, psikolog Salma Ghina Sakinah Safari berpendapat bahwa fenomena pencarian koin jagat secara psikologis membuat seseorang tertarik dengan sistem reward berupa hadiah atau menyelesaikan misi.

    Tidak hanya itu, faktor komunitas yang besar dalam permainan ini membuat banyak orang merasa terhubung dengan pemain lain. Hal ini yang membuat akhirnya pencarian koin jagat ini semakin masif diikuti banyak orang.

    “Rasa kebersamaan ini dapat meningkatkan well-being atau kebahagiaan sementara, terutama bagi mereka yang merasa kesepian. Game seperti koin jagat memadukan motivasi intrinsik (kesenangan dalam bermain) dan motivasi ekstrinsik (hadiah atau pengakuan sosial). Sehingga meningkatkan motivasi dan keterlibatan individu pada aktivitas ini,” ucap Ghina ketika dihubungi detikcom, Kamis (16/1/2025).

    Berkaitan dengan aksi vandalisme yang terjadi, Ghina menuturkan salah satu faktor yang mendorong adalah identitas kelompok. Ketika kelompok secara tidak sadar mendorong tindakan vandalisme, individu lain akan semakin termotivasi melakukan hal tersebut.

    Awalnya, hal tersebut mungkin hanya dilakukan oleh segelintir orang, perlahan-lahan aksi mulai dicontoh dan semakin masif.

    “Faktornya berkaitan dengan identitas kelompok. Ketika kelompok mendorong tindakan vandalisme, individu akan semakin termotivasi untuk melakukan hal tersebut karena menjadi bagian dari kelompok,” ucap Ghina.

    “Oleh karena itu, proses pengambilan keputusan akan cenderung mengikuti identitas kelompok daripada proses berpikir pribadi, apalagi jika kurang adanya kontrol diri yang baik,” tandasnya.

    (avk/naf)

  • Mengenal Teknik Atasi Pembengkakan Pembuluh Darah di Mayapada Hospital

    Mengenal Teknik Atasi Pembengkakan Pembuluh Darah di Mayapada Hospital

    Jakarta – Aneurisma aorta adalah kondisi pembesaran atau penggelembungan pembuluh darah utama (aorta) di perut (abdomen) atau dada (thoracic) yang berisiko pecah, menyebabkan perdarahan, dan menghambat aliran darah.

    Kondisi ini berbahaya karena sering terjadi tanpa gejala hingga pembuluh darah membengkak atau pecah, atau dengan gejala yang baru muncul ketika pembengkakan pembuluh darah sudah terjadi bahkan pecah.

    Gejalanya bisa berupa nyeri di perut atau dada, back pain (nyeri punggung), denyut nadi di sekitar pusar, batuk, suara serak, hingga sesak napas.

    Penanganan aneurisma aorta dapat dilakukan dengan prosedur advanced minimal invasif (minim sayatan) bernama TEVAR (Thoracic Endovascular Aortic Repair) untuk area dada, dan EVAR (Endovascular Aneurysm Repair) untuk area perut, dengan menempatkan alat stent graft atau cangkok stent, yang berfungsi untuk menguatkan aorta dan memperbaiki dinding pembuluh darah. Stent graft sendiri dirancang untuk mendukung fungsi aorta dalam jangka panjang.

    Kedua prosedur advanced ini membutuhkan skill dan pengalaman dari dokter spesialis bedah jantung yang dapat dilakukan di layanan Cardiovascular Center Mayapada Hospital.

    Dalam hal ini Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Konsultan Bedah Jantung Dewasa Mayapada Hospital Jakarta Selatan Dr dr Ismail Dilawar, SpBTKV (K) , SubspJD (K), MARS menjelaskan tujuan TEVAR/EVAR adalah untuk mengembalikan fungsi aorta agar dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh sehingga sistem tubuh dapat kembali bekerja dengan normal. Seiring dengan kemajuan teknologi medis, TEVAR/EVAR direkomendasikan sebagai pilihan utama dalam menangani masalah pada aorta karena punya beberapa keunggulan dibandingkan dengan pembedahan konvensional atau terbuka.

    Sebagai dokter ahli yang berpengalaman melakukan TEVAR, EVAR, serta prosedur jantung lainnya Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Subspesialis Jantung Dewasa Konsultan Mayapada Hospital Tangerang dr Arinto Bono Adji Hardjosworo, SpBTKV, Subsp JD (K), MARS menceritakan bagaimana prosedur TEVAR dan EVAR dilakukan. Menurut dr Bono, prosedur tindakan dimulai dengan memasukkan kateter ke pembuluh darah arteri pasien, biasanya di pangkal paha, sebagai akses untuk mencapai aorta.

    “Selanjutnya, stent graft atau cangkok stent akan dipasang di ujung kateter dan dokter akan menempatkannya di area aorta yang bermasalah, menggunakan bantuan sinar-x (fluoroskopi),” jelas dr Bono, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/1/2025).

    Dikatakan oleh Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Konsultan Vaskular dan Endovaskular di Mayapada Hospital Surabaya Dr dr Yan Efrata Sembiring, SpB, SpBTKV SubspVE(K), tindakan TEVAR dan EVAR lebih menguntungkan pasien dibandingkan operasi konvensional karena tindakan ini minim sayatan, hanya membutuhkan sayatan kecil berukuran 2-3 sentimeter, sehingga proses pemulihan pasien berjalan lebih cepat, proses rawat inap lebih singkat, serta rasa sakit yang lebih sedikit dan risiko komplikasi lebih kecil.

    Dokter Yan, Dokter Bono, dan Dokter Ismail merupakan tim dokter spesialis bedah toraks di Cardiovascular Center Mayapada Hospital yang berpengalaman melakukan tindakan advanced dalam penanganan kasus jantung. Layanan Cardiovascular Center Mayapada Hospital dikenal mampu menangani berbagai masalah jantung dan pembuluh darah dengan pelayanan berstandar internasional yang komprehensif mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, intervensi jantung, bedah jantung, dan rehabilitasi jantung.

    Cardiovascular Center juga memiliki layanan kegawatdaruratan jantung yaitu Cardiac Emergency dengan tim medis yang siaga selama 24 jam untuk memberi penanganan yang cepat dan tepat dengan standar protokol internasional Door to Balloon kurang dari 90 menit. Untuk mendapat penanganan yang cepat dan tepat, layanan Cardiac Emergency dapat diakses dengan menghubungi kontak emergency 150990 atau melalui fitur button Emergency Call di MyCare.

    Selain tindakan advanced TEVAR dan EVAR, Cardiovascular Center Mayapada Hospital juga telah banyak mengerjakan kasus advanced lainnya seperti perbaikan atau penggantian katup jantung (mitral dan aorta) secara minimal invasif, penanganan kelainan pembuluh darah aorta dengan Bentall Procedure sebagai tindakan yang memiliki kesulitan tinggi, sampai dengan bedah jantung untuk menangani penyakit jantung bawaan pada anak-anak seperti Tetralogi of Fallot, ASD dan VSD. Masih banyak keberhasilan tim dokter Cardiovascular Center dalam menangani masalah jantung dan pembuluh darah yang terangkum dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare.

    Lihat jadwal praktik dokter Cardiovascular Center dan melakukan penjadwalan konsultasi langsung maupun virtual di MyCare dengan mendapat nomor antrean lebih awal, serta transaksi di berbagai metode pembayaran.

    Untuk menjaga jantung yang sehat, MyCare dapat membantu Anda memantau aktivitas kebugaran dengan fitur Personal Health yang dapat terkoneksi ke Google Fit atau Health Access untuk menghitung detak jantung, jumlah kalori terbakar, dan body mass index (BMI). Unduh aplikasi MyCare di Google Play Store dan App Store dan akan ada reward point bagi pengguna yang baru pertama kali registrasi di MyCare untuk potongan harga layanan di seluruh unit Mayapada Hospital.

    (anl/ega)

  • Kate Middleton Umumkan Remisi Kanker, Kondisi Apa Itu?

    Kate Middleton Umumkan Remisi Kanker, Kondisi Apa Itu?

    Jakarta

    Kate Middleton mengumumkan dirinya berhasil masuk ke fase remisi kanker. Princess Wales itu mengabarkan kondisi terakhirnya pada Selasa (14/1/2025).

    “Merupakan suatu kelegaan untuk sekarang dalam pemulihan dan saya tetap fokus pada pemulihan,” kata Kate. dalam sebuah unggahan di media sosial.

    “Seperti yang diketahui oleh siapa pun yang telah didiagnosis kanker, butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan normal yang baru. Namun, saya menantikan tahun yang menyenangkan di masa mendatang. Terima kasih kepada semua orang atas dukungan yang diberikan,” lanjutnya.

    Unggahan tersebut sekaligus memperlihatkan Kate yang tengah melakukan perjalanan kerajaan Inggris ke Rumah Sakit Royal Marsden, fasilitas tempat ia menerima perawatan setelah didiagnosis kanker.

    “Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada The Royal Marsden karena telah merawat saya dengan sangat baik selama setahun terakhir,” tulis wanita 43 tahun. itu.

    “Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada semua orang yang telah diam-diam mendampingi William dan saya saat kami menjalani semuanya. Kami tidak dapat meminta lebih dari itu. Perawatan dan saran yang kami terima selama saya menjadi pasien sungguh luar biasa.”

    Kate juga mengumumkan ia telah menerima peran sebagai pelindung bersama Rumah Sakit Royal Marsden. Peran tersebut menandakan Kate secara resmi akan memberikan dukungan publik kepada fasilitas medis tersebut.

    “Harapan saya adalah, dengan mendukung penelitian inovatif dan keunggulan klinis, serta mempromosikan kesejahteraan pasien dan keluarga, kita dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa, dan mengubah pengalaman semua orang yang terkena dampak kanker,” katanya.

    Selama kunjungannya ke fasilitas medis tersebut, Kate membuka diri tentang pengalaman kemoterapinya dengan pasien kanker.

    “Anda mengira pengobatannya sudah selesai, dan Anda bisa melanjutkan dan kembali normal, tapi itu masih merupakan tantangan nyata. Kata-kata itu hilang sama sekali,” katanya kepada seorang wanita, menurut BBC.

    “Dan memahami bahwa sebagai pasien ya, ada efek samping dalam pengobatan, tapi sebenarnya ada efek samping jangka panjang.”

    Jenis kanker apa yang diidap Kate?

    Kate belum terbuka tentang jenis kanker apa yang didiagnosisnya, begitu pula Raja Charles III, yang juga didiagnosis mengidap kanker awal tahun lalu setelah menjalani prosedur rumah sakit untuk pembesaran prostat jinak.

    Apa itu remisi kanker?

    Remisi kanker adalah kondisi ketika hanya ada sedikit atau bahkan tidak adanya tanda-tanda sel kanker di dalam tubuh. Hal ini dapat diketahui melalui pemeriksaan sinar-X, MRI, atau tes darah. Selain itu, beberapa gejala kanker, seperti kelelahan dan rasa nyeri biasanya telah berkurang secara signifikan.

    Apakah remisi kanker berarti kanker sudah sembuh sepenuhnya? Tidak, remisi tidak berarti pulih total. Pengidap kanker dinyatakan pulih total ketika tidak ditemukan sel kanker atau munculnya gejala kanker setidaknya selama 5 tahun setelah perawatan berakhir.

    (naf/kna)

  • Jantung Pulih dengan Program Rehabilitasi Komprehensif Mayapada Hospital

    Jantung Pulih dengan Program Rehabilitasi Komprehensif Mayapada Hospital

    Jakarta – Mendapatkan kembali jantung yang sehat adalah dambaan setiap pasien yang telah melalui serangkaian pengobatan untuk penyakit jantungnya. Untuk mendapatkan jantung yang sehat pasca-pengobatan, diperlukan proses pemulihan yang komprehensif di layanan kesehatan yang memberi dukungan menyeluruh dalam setiap langkah perawatan hingga pulih.

    Untuk mencapainya, diperlukan proses pemulihan yang komprehensif di fasilitas layanan kesehatan yang memberikan dukungan menyeluruh di setiap tahap perawatan hingga pasien benar-benar pulih. Contohnya di Cardiovascular Center Mayapada Hospital, yang memiliki program rehabilitasi jantung sebagai langkah perawatan pasca-pengobatan jantung.

    Program Rehabilitasi Jantung dirancang oleh tim dokter multidisiplin di Cardiovascular Center Mayapada Hospital dengan mengedepankan standar protokol internasional.

    Program Rehabilitasi Jantung di Cardiovascular Center Mayapada Hospital diperuntukkan bagi pasien setelah pasien mengalami serangan jantung, menjalani prosedur bedah jantung, atau mengalami kondisi jantung lainnya. Salah satu tim dokter di Cardiovascular Center Mayapada Hospital yaitu Spesialis Bedah Toraks Kardiak Vaskular Subspesialis Jantung Dewasa Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Ismail Dilawar, SpBTKV Subsp JD(K) yang menekankan pentingnya Rehabilitasi Jantung bagi pasien jantung.

    “Rehabilitasi jantung pasca tindakan bedah jantung maupun tindakan jantung lainnya berperan sangat penting dalam mendukung proses pemulihan pasien, karena tidak hanya membantu mempercepat pemulihan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan,” kata dr Ismail, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/1/2025).

    Untuk memahami lebih dalam terkait Rehabilitasi Jantung, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular Mayapada Hospital Kuningan dan Jakarta Selatan dr Olivia Handayani, BMedSc, SpJP(K), FIHA, FICA, FAPSC, menjelaskan program Rehabilitasi Jantung dilakukan dengan melibatkan kombinasi latihan fisik yang terukur, edukasi terkait penyakit jantung, perubahan gaya hidup, serta dukungan psikologis pasien. Dijabarkan oleh dr Olivia, Rehabilitasi Jantung memiliki beberapa tujuan, pertama, untuk memperbaiki fungsi jantung melalui latihan fisik yang aman dan efektif untuk membantu jantung menjadi lebih kuat dan efisien dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

    Kedua, mengurangi faktor risiko penyakit jantung seperti seperti hipertensi, diabetes, dan kadar kolesterol yang tinggi dengan cara mengadopsi gaya hidup sehat, termasuk diet yang seimbang dan aktivitas fisik rutin, serta menghentikan kebiasaan merokok. Ketiga, untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan di masa depan, seperti komplikasi jantung.

    Dalam program Rehabilitasi Jantung, pasien akan melakukan serangkaian latihan fisik di bawah pengawasan tenaga medis yang dirancang sesuai kondisi fisik pasien. Latihan ini mencakup latihan aerobik, latihan kekuatan, dan latihan fleksibilitas. Selain itu, terdapat sejumlah tes atau evaluasi medis yang umum dilakukan seperti 6 Minute Walk Test (6MWT), Treadmill Test (TMT), dan Cardiopulmonary Exercise Test (CPX).

    “6MWT dapat mengukur seberapa jauh pasien dapat berjalan dalam waktu enam menit sekaligus membantu menilai stamina dan kemampuan fisik pasien. TMT berguna untuk mengukur bagaimana jantung pasien bereaksi terhadap aktivitas fisik di atas treadmill,” jelas dr Olivia.

    “Dan CPX dapat menilai fungsi jantung dan paru-paru selama dilakukannya latihan intensif guna memahami kapasitas kardiorespirasi pasien.” sambungnya.

    Tak hanya itu, pasien juga akan diberikan bimbingan dan edukasi tentang penyakit jantung, obat-obatan yang harus dikonsumsi, dan cara mengelola kondisi pasien sehari-hari. Tak kalah penting, pasien juga akan mendapat dukungan psikologis setelah mengalami peristiwa medis yang signifikan.

    Terapis dapat membantu pasien mengatasi kecemasan, depresi, dan masalah psikologis lainnya. Program pemulihan ini juga memerlukan komitmen pasien untuk mengubah gaya hidup seperti menghentikan kebiasaan merokok, mengadopsi pola makan sehat, serta mengelola stres.

    Setelah melalui program rehabilitasi jantung ini, pasien dapat merasakan manfaat yang berarti bagi kesehatan jantung. dr Olivia mengatakan fungsi jantung semakin meningkat untuk memompa darah ke seluruh tubuh, pasien dapat merasa lebih kuat dan mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, gejala seperti nyeri dada, sesak napas, dan kelelahan dapat berkurang secara signifikan, hingga peningkatan kualitas hidup yang membantu pasien kembali ke kehidupan normal dan beraktivitas normal.

    Program Rehabilitasi Jantung serta perawatan jantung yang komprehensif lainnya mulai dari deteksi, diagnosis, pengobatan, tindakan, serta pemulihan di Cardiovascular Center Mayapada Hospital dilakukan dengan mengedepankan layanan berstandar internasional bersama tim dokter multidisiplin dan perawat yang berpengalaman dalam mendampingi pasien di setiap langkah perawatan. Cardiovascular Center juga didukung fasilitas medis yang lengkap untuk menunjang setiap proses pengobatan pasien.

    Layanan Cardiovascular Center telah berhasil melakukan berbagai prosedur kompleks seperti penggantian katup jantung (mitral dan aorta), penanganan gangguan pembuluh darah aorta dengan prosedur TEVAR dan Bentall, sampai dengan bedah jantung untuk menangani penyakit jantung bawaan pada anak seperti Tetralogi of Fallot, ASD dan VSD. Tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital, Cardiovascular Center juga memiliki layanan Cardiac Emergency yang siaga 24 jam penuh menangani kegawatdaruratan jantung dengan standar protokol internasional Door to Balloon kurang dari 90 menit.

    Layanan Cardiac Emergency dapat diakses dengan menghubungi kontak emergency 150990 atau melalui fitur button Emergency Call di MyCare.

    Untuk mendukung kemudahan akses layanan tersebut, Mayapada Hospital memiliki aplikasi MyCare, yang memungkinkan pasien menjadwalkan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter serta booking Medical Check Up tanpa antre karena MyCare telah terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran. MyCare juga dapat memantau rutinitas olahraga seperti langkah, kalori terbakar, detak jantung, dan body mass index (BMI).

    Unduh aplikasi MyCare di Google Play Store dan App Store, dan dapatkan poin diskon bagi pengguna baru untuk berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.

    (akd/akd)

  • Dokter Cetak Rekor MURI Lulusan Tercepat S3 Kedokteran: Kuliah 21 Bulan-IPK 4,0

    Dokter Cetak Rekor MURI Lulusan Tercepat S3 Kedokteran: Kuliah 21 Bulan-IPK 4,0

    Jakarta

    Sosok dr Yanuar Ardani sukses meraih rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) berkat kecepatannya dalam menyelesaikan program studi doktor ilmu kedokteran selama 21 bulan dan 19 hari. Tidak hanya itu, dirinya bahkan mendapat predikat cumlaude dengan IPK sempurna 4,00.

    dr Yanuar masih aktif berpraktik di RSUP Kariadi Semarang sebagai dokter spesialis penyakit dalam. Kunci kesuksesannya disebut dilatarbelakangi sejumlah hal, termasuk lingkungan terdekat.

    “Lingkungan sangat berpengaruh, dukungan dari direksi RS, izinnya dipercepat, promotor dan pembimbing lain yang sangat mengapresiasi,” terangnya dalam konferensi pers Rabu (15/1/2025).

    Selain lingkungan pekerjaan dan pendidikan, keluarga juga menjadi dukungan terbesar yang didapat dr Yanuar selama menjalani program doktor ilmu kedokteran. Kajian doktor Yanuar merupakan terapi paliatif pasien kanker dengan musik.

    Terapi semacam ini terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono berharap keberhasilan dr Yanuar bisa mendatangkan rekor MURI selanjutnya.

    “Yang kita harapkan ini akan menjadi inspirasi buat teman-teman yang lain, bahwa sambil bekerja bisa sambil belajar,bisa sambil berprestasi, itu yang paling penting, ini bukan yang terakhir tetapi ini adalah awal untuk prestasi-prestasi yang bisa dicapai di masa yang akan datang,” pungkas Prof Dante.

    (naf/kna)

  • Apakah Manusia Bisa Hidup Tanpa Kantung Empedu? Ini Penjelasannya

    Apakah Manusia Bisa Hidup Tanpa Kantung Empedu? Ini Penjelasannya

    Jakarta – Batu empedu (Cholelithiasis) adalah potongan-potongan bahan empedu yang terkonsentrasi seperti kerikil. Biasanya batu empedu terdiri dari kolesterol atau bilirubin yang terkumpul di dasar kantong empedu, lalu mengeras menjadi ‘batu’.

    Salah satu cara pengobatan batu empedu adalah dengan melakukan pembedahan untuk mengangkat kantong empedu (kolesistektomi). Pasca operasi, maka pasien tidak memiliki kantung empedu lagi di dalam tubuh.

    Lantas, apakah seseorang masih bisa hidup tanpa kantung empedu? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Bisakah Manusia Hidup Tanpa Kantung Empedu?

    Sebagian pengidap kantung empedu yang menjalani prosedur kolesistektomi mungkin akan merasa sedih dan putus asa dalam hidupnya. Sebab, kantung empedu di dalam tubuhnya telah diangkat.

    Dilansir situs Mount Elizabeth Hospital, sebenarnya manusia masih bisa hidup tanpa kantung empedu. Namun, setelah kantung empedu diangkat, empedu akan mengalir langsung dari hati ke usus kecil.

    Pengangkatan kantong empedu tidak akan memperpendek harapan hidup manusia. Justru, prosedur kolesistektomi bisa meningkatkan harapan hidup seseorang karena ‘dipaksa’ untuk melakukan pola hidup sehat dengan tidak mengkonsumsi makanan sembarangan, seperti membatasi makanan berlemak dan berminyak.

    Pengangkatan batu empedu biasanya menimbulkan efek samping jangka pendek, yakni selama usus belum terbiasa dengan cairan empedu pasca kolesistektomi yang lebih encer, sehingga dapat muncul rasa kembung, mual, atau diare jika mengkonsumsi makanan berminyak atau mengandung lemak.

    Kondisi lain yang wajib diwaspadai adalah kemungkinan terjadinya maag. Hal itu diakibatkan karena tumpahan asam lambung yang encer pada fase-fase awal pasca kolesistektomi dan efek samping tersebut dapat dirasakan pada kemudian hari.

    Namun, detikers tidak perlu khawatir karena semua efek samping tersebut akan berakhir setelah melalui proses adaptasi. Perlu diingat, lama tidaknya masa adaptasi bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain.

    Tips Pola Makan Sehat Tanpa Kantung Empedu

    Pasca operasi pengangkatan kantung empedu, maka detikers tidak boleh mengkonsumsi makanan sembarangan. Mulai sekarang, kamu harus menerapkan pola makan yang lebih sehat dan teratur.

    Dilansir Healthline, berikut sejumlah tips pola makan sehat tanpa kantung empedu:

    1. Batasi Asupan Lemak

    Tips yang pertama cobalah untuk membatasi asupan lemak, maksimal terdiri dari 3 gram lemak dalam satu porsi makanan. Jika kamu ingin mengkonsumsi makanan seperti sosis, daging sapi, keripik, susu, yogurt, atau keju, cobalah mencari versi yang rendah lemak atau tanpa lemak.

    Sebenarnya, lebih disarankan untuk memilih makanan yang diolah dengan cara direbus atau dipanggang daripada digoreng. Sebab, jumlah lemak hanya boleh mencapai 30% dari makanan kamu.

    2. Makan dengan Porsi Kecil Secara Teratur

    Semenjak kantung empedu diangkat, maka sistem pencernaan akan bekerja sedikit berbeda daripada dalam kondisi normal. Sistem pencernaan akan mengalami kewalahan jika kamu mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak dalam sekali makan.

    Kondisi tersebut dapat memberikan beban besar pada hati, sehingga tidak dapat memproduksi sejumlah empedu yang diperlukan tubuh untuk membantu mencerna makanan.

    Oleh karena itu, cobalah menyiapkan porsi makanan yang lebih sedikit setiap hari. Selain itu, makanlah secara teratur dan dikunyah secara perlahan.

    3. Batasi Makanan Berserat

    Mengkonsumsi makanan berserat tinggi setelah operasi pengangkatan kantong empedu dapat menyebabkan kembung, nyeri perut, dan diare. Untuk itu, cobalah membatasi makanan yang berserat tinggi seperti:

    BrokoliKembang kolKubisKacang-kacangan, seperti kacang tanah dan almondRoti berserat tinggi, seperti gandum utuhSereal berserat tinggi.

    Sebagai catatan, kamu masih bisa mengkonsumsi makanan di atas. Hanya saja, mulailah dengan porsi yang lebih sedikit, lalu mulai meningkatkan porsinya secara bertahap untuk mengetahui seberapa jauh toleransi yang bisa diterima tubuh.

    4. Batasi Kafein

    Selain serat, detikers juga harus membatasi minuman berkafein, seperti teh dan kopi. Soalnya, kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung yang membuat isi perut jadi lebih cepat kosong, sehingga dapat memicu lebih banyak gas, kembung, dan nyeri perut saat makanan dicerna.

    Sama halnya dengan asupan serat, kamu hanya perlu membatasi konsumsi minuman berkafein selama masa pemulihan pascaoperasi. Seiring waktu, kamu masih bisa meminum kafein dalam jumlah sedikit, lalu ditingkatkan jumlahnya secara bertahap seiring tubuh melakukan penyesuaian.

    Demikian penjelasan mengenai apakah masih bisa hidup tanpa kantung empedu? Jawabannya bisa. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)

  • 6 Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Mengonsumsi Pepaya, Ini Daftarnya

    6 Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Mengonsumsi Pepaya, Ini Daftarnya

    Jakarta

    Nutrisi dalam pepaya kaya manfaat kesehatan. Zat gizi di dalamnya membantu mencegah tubuh terkena sejumlah penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Satu buah pepaya berukuran sedang memiliki sekitar:

    120 kalori30 gram karbohidrat, termasuk 5 gram serat dan 18 gram gula2 gram protein

    Pepaya juga merupakan sumber yang cocok untuk:

    folatvitamin Amagnesiumtembagaasam pantotenatserat

    Di sisi lain, pepaya memiliki vitamin B, alfa dan beta-karoten, lutein dan zeaxanthin, vitamin E, kalsium, kalium, vitamin K, dan likopen, antioksidan kuat paling umum dikaitkan dengan tomat.

    Berikut daftar penyakit yang bisa dicegah dengan mengonsumsi pepaya:

    Masalah Mata

    Beberapa senyawa organik yang ada dalam pepaya dapat membantu mencegah peradangan dan stres oksidatif penyakit mata yang berkaitan dengan usia, seperti degenerasi makula.

    Salah satu senyawa ini, yang disebut likopen, dapat membantu melindungi epitel pigmen retina bagian retina yang penting untuk penglihatan sehat, dari peradangan dan stres oksidatif.

    Pepaya juga mengandung karoten, senyawa yang memberi warna oranye khas pada pepaya. Karoten memiliki kaitan dengan peningkatan penglihatan dan pencegahan rabun senja.

    Zeaxanthin, antioksidan dalam pepaya, menyaring sinar biru yang berbahaya. Zat ini dianggap berperan dalam melindungi kesehatan mata dan dapat menangkal degenerasi makula.

    Asma

    Mengonsumsi banyak buah dan sayuran menurunkan risiko asma dan dapat mencegah kondisi tersebut memburuk.

    Hal ini mungkin disebabkan oleh komponen makanan dalam buah dan sayuran, seperti antioksidan, serat, dan vitamin D. Nutrisi ini juga membantu fungsi sistem kekebalan tubuh yang biasanya bekerja berlebihan pada pengidap asma.

    Sebuah studi pada 2022 juga mengaitkan asupan karoten, likopen, dan zeaxanthin yang lebih tinggi dengan risiko yang lebih rendah terkena asma pada orang dewasa. Pepaya mengandung ketiga senyawa organik ini.

    Studi lain pada hewan di 2017 juga menemukan ekstrak daun pepaya memiliki efek antiinflamasi pada saluran napas tikus. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui efek ekstrak daun pepaya pada manusia.

    Kanker

    Banyak senyawa yang ada dalam pepaya seperti likopen, zeaxanthin, dan lutein, memiliki efek antikanker.

    Sebuah tinjauan pada 2022 menjelaskan beberapa penelitian menunjukkan likopen memiliki sifat antikanker, terutama terhadap kanker prostat, zeaxanthin memiliki efek menguntungkan pada sel kanker lambung.

    Sementara lutein secara selektif memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara.

    Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran dapat membantu mengurangi risiko kanker secara umum. Umumnya, tanaman dengan warna terbanyak, hijau tua, kuning, merah, dan oranye, memiliki nutrisi paling banyak.

    Diabetes

    Penelitian menunjukkan pengidap diabetes tipe 1 yang mengonsumsi makanan berserat tinggi memiliki kadar glukosa darah lebih rendah. Selain itu, pengidap diabetes tipe 2 yang mengikuti diet tinggi serat mungkin mengalami peningkatan kadar gula darah, lipid, dan insulin.

    Satu buah pepaya kecil mengandung hampir 3 gram serat, dengan hanya 17 g karbohidrat.

    Pencernaan

    Pepaya mengandung banyak serat dan air, yang membantu mencegah sembelit dan meningkatkan keteraturan serta kesehatan saluran pencernaan.

    Penyakit jantung

    Antioksidan dalam pepaya, seperti likopen, dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Pepaya juga mengandung serat, yang menurut penelitian dapat membantu menurunkan kolesterol.

    Pepaya juga mengandung banyak kalium, yang dapat bermanfaat bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.

    Peningkatan asupan kalium bersamaan dengan penurunan asupan natrium adalah perubahan pola makan terpenting yang dapat dilakukan seseorang untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

    (naf/kna)