Category: Detik.com Kesehatan

  • Jalan Kaki Metode 6-6-6, Benarkah Dapat Pangkas BB dengan Cepat? Ini Kata Dokter

    Jalan Kaki Metode 6-6-6, Benarkah Dapat Pangkas BB dengan Cepat? Ini Kata Dokter

    Jakarta

    Metode jalan kaki 6-6-6 disebut-sebut lebih efektif membantu membakar kalori dan menurunkan berat badan.

    Sebagai informasi, metode 6-6-6 ini meliputi kegiatan jalan kaki selama 60 menit yang dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu pada pukul 6 pagi dan 6 sore. Selain itu, sebelum berjalan, disarankan untuk melakukan pemanasan selama 6 menit dan pendinginan selama 6 menit setelah beraktivitas.

    Lalu benarkah berjalan kaki dengan metode 6-6-6 ini lebih efektif menghempaskan lemak di perut?

    Menjawab hal ini, spesialis olahraga dr Andhika Raspati SpKO mengatakan jalan kaki memang salah satu cara untuk membakar lemak, namun bukan cara yang paling baik untuk menghilangkan lemak di tubuh.

    “Itu beda ya, antara membakar lemak sama ngilangin lemak, itu nggak sama. Jadi saat dia berolahraga, saat dia jalan, memang secara sistem metabolisme sumber yang paling banyak dipakai banyak dari lemak,” kata dr Andhika saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/1/2024).

    “Tapi kalau kita ngomongin menurunkan berat badan, maka yang dikejar adalah defisit kalori. Artinya kita harus menciptakan kondisi, di mana kalori yang dibakar harus lebih banyak dari kalori yang dimakan,” sambungnya.

    Menurut dr Andhika, jumlah kalori yang dibakar dari jalan kaki tentu lebih sedikit dibandingkan dengan olahraga lain misalnya lari. Menurutnya, jika seseorang ingin cepat menurunkan berat badan, maka harus memilih olahraga yang mampu membakar kalori lebih banyak.

    “Kalau ngomongin cepet-cepetan ngurangin berat badan, ya lebih efektif dengan lari, kalau orangnya bisa lari. Kalau misalnya nggak bisa lari, jalan juga bagus kok,” kata dr Andhika.

    “Namun itu tadi, kalau mau ngurangin kalori yang banyak, ya durasi jalannya mesti lebih lama,” tutupnya.

    Dirinya menambahkan durasi 30-60 menit jalan kaki terbilang cukup untuk mereka yang ingin mencoba menurunkan berat badan. Sementara kalau berlari, 30 menit saja menurutnya sudah merupakan durasi yang ideal.

    (dpy/suc)

  • Video: Respons Prabowo soal Insiden Keracunan Makan Gratis di Sukoharjo

    Video: Respons Prabowo soal Insiden Keracunan Makan Gratis di Sukoharjo

    Video: Respons Prabowo soal Insiden Keracunan Makan Gratis di Sukoharjo

  • Apakah Buah Rambutan Punya Kandungan Gula Tinggi?

    Apakah Buah Rambutan Punya Kandungan Gula Tinggi?

    Jakarta

    Rambutan merupakan buah yang memiliki kulit seperti berambut dan isinya yang putih seperti telur. Namun, di balik kulitnya yang tebal dan keras, rambutan memiliki daging buah yang lembut dan manis kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral.

    Dikutip dari Very Well Fit, dalam 150 gram rambutan yang dikemas kalengan, sirup, atau buah yang dikeringkan mengandung:

    KaloriProteinKarbohidratLemakVitamin CManganTembagaKarbohidratSeratSodiumGula

    Lantas, apakah rambutan mengandung gula tinggi?

    Buah rambutan mengandung gula yang tinggi. Namun, kadar gula di dalamnya tergantung dari tingkat kematangan buah itu sendiri.

    Menurut penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Food Chemistry X pada tahun 2023, rambutan memiliki kandungan gula alami yang tinggi. Kandungan gula yang terdapat pada rambutan, yakni 5,38 hingga 10,01 persen sukrosa, 1,75 hingga 3,18 fruktosa, dan 1,72 hingga 2,43 glukosa.

    Meski begitu, kandungan gula di dalam buah rambutan akan tergantung pada tingkat kematangannya. Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa kandungan gula pada buah rambutan meningkat dari 12,3 persen menjadi 16,4 persen proses pematangan.

    Kandungan asam pada rambutan juga dapat berkurang saat buah mendekati kematangan. Dari 0,52 persen dan 0,17 persen.

    Melihat kandungan gula yang tinggi pada rambutan, maka disarankan untuk konsumsi per harinya perlu dibatasi. Terutama pada orang-orang dengan kondisi diabetes.

    Manfaat Rambutan untuk Kesehatan

    Meski memiliki kandungan gula yang tinggi, buah rambutan tetap mempunyai manfaat untuk kesehatan. Dikutip dari Medicinenet, berikut manfaatnya:

    1. Meningkatkan kesehatan pencernaan

    Rambutan kaya akan serat, yang menambah jumlah feses atau tinja dan mencegah masalah pencernaan, seperti sembelit dan diare. Serat tidak larut memberi makan bakteri baik di usus, yang membantu usus memecah makanan yang lebih kompleks.

    2. Meningkatkan kekebalan tubuh

    Buah rambutan meningkatkan kekebalan tubuh karena mengandung vitamin C yang tinggi, yang mendorong produksi sel darah putih. Ekstrak tertentu dari buah rambutan dapat membantu melawan infeksi dan mencegah virus berkembang biak.

    Dalam 100 gram rambutan, hanya ada 75 kalori dan tinggi serat. Hal ini berarti dapat membuat merasa kenyang lebih lama dan mengurangi risiko makan berlebihan.

    Serat larut dalam rambutan larut dalam air dan membentuk zat, seperti gel di usus. Zat ini membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan nutrisi, yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan.

    Rambutan juga memiliki kandungan air yang tinggi, yang juga membantu meningkatkan rasa kenyang.

    Rambutan kaya akan kalium, yang membantu mengendalikan kadar natrium yang terkait dengan hipertensi. Kulit atau biji dari rambutan juga dapat mengurangi risiko diabetes dengan cara:

    Meningkatkan sensitivitas insulinMengurangi kadar gula darah puasaMenurunkan resistensi insulin

    5. Mencegah penyakit jantung

    Rambutan dapat membantu mencegah penyakit jantung karena beberapa kandungan nutrisi, seperti:

    Kalium, yang menurunkan tekanan darah.Serat, yang memiliki sifat penurun kolesterol.Folat dan vitamin B lainnya, yang menurunkan peradangan.Vitamin C, yang membantu melawan radikal bebas yang merusak arteri dari waktu ke waktu.

    (sao/suc)

  • Ilmuwan Belgia Botolkan Bau Tulang untuk Melatih Anjing Pelacak

    Ilmuwan Belgia Botolkan Bau Tulang untuk Melatih Anjing Pelacak

    Foto Health

    REUTERS/Yves Herman – detikHealth

    Sabtu, 18 Jan 2025 13:00 WIB

    Belgia – Seorang ilmuwan Belgia bekerja sama dengan polisi federal untuk menciptakan aroma yang menyerupai bau tulang manusia. Hal ini untuk melatih anjing pelacak.

  • Mudah Ditiru, Rutinitas di Pagi Hari Ini Bikin Umur Panjang hingga 100 Tahun

    Mudah Ditiru, Rutinitas di Pagi Hari Ini Bikin Umur Panjang hingga 100 Tahun

    Jakarta

    Tidak ada satu orang pun yang tahu persis sampai berapa lama dirinya bisa hidup di dunia. Namun, seseorang bisa melakukan banyak cara supaya panjang umur dan sehat selalu, bahkan hingga berumur 100 tahun.

    Salah satu caranya adalah menjalankan gaya hidup yang baik dan sehat. Hal ini bisa dimulai dengan menerapkan sejumlah rutinitas pagi yang bikin umur panjang.

    “Rutinitas pagi memainkan peran penting dalam mengatur ritme sirkadian kita, yang sangat memengaruhi berbagai fungsi tubuh,” kata seorang ahli kesehatan Jeffrey Egler, dikutip dari Real Simple.

    Rutinitas di Pagi Hari yang Bikin Umur Panjang

    Berikut penjelasan rutinitas di pagi hari yang bikin berumur panjang hingga 100 tahun.

    1. Segera Minum Air Putih

    Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah kunci kesehatan. Namun, banyak orang yang sering mengabaikan hal ini. Mulai lah hari dengan segelas air untuk membantu pencernaan, mendukung metabolisme, dan membuang racun.

    “Minum segelas air di pagi hari dapat membantu proses pencernaan, mendukung metabolisme, dan membantu tubuh mengeluarkan racun,” kata Egler.

    2. Sarapan Kaya Nutrisi

    Sarapan adalah waktu makan yang paling penting dalam sehari. Sarapan yang kaya serat dan protein nabati sangat penting untuk memberikan energi sepanjang hari.

    Sarapan yang baik dapat menyumbang sekitar 20 persen dari total kalori yang dibutuhkan tubuh. Makanan yang disarankan antara lain yoghurt alami, oatmeal dengan buah beri, atau kacang-kacangan dan biji-bijian.

    “Makan sarapan yang padat nutrisi, kaya serat, dan berfokus pada protein nabati adalah kuncinya,” jelas Dr Federica Amati, ahli gizi dan ilmuwan medis.

    3. Lakukan Peregangan Tubuh

    Gerakan fisik harian tak harus berarti dilakukan di pusat kebugaran. Amati mengatakan memulai hari dengan gerakan ringan, seperti peregangan, yoga atau jalan cepat, sangat penting untuk meningkatkan sirkulasi darah, fleksibilitas, dan mengatur ritme sirkadian, terutama jika mendapatkan cahaya matahari alami di luar.

    “Di antara menggosok gigi dan sarapan, luangkan waktu lima hingga 10 menit untuk melakukan gerakan fisik. Anda dapat meregangkan kaki, melengkungkan punggung, atau bahkan berjalan-jalan di sekitar lingkungan tempat tinggal untuk melakukan aktivitas,” katanya.

    4. Latihan Spiritual dan Mindfulness

    Berdoa, bermeditasi, atau sekadar menikmati alam di luar rumah dapat memberikan ketenangan batin. Praktik mindfulness dan rasa syukur, seperti menulis jurnal atau melakukan relaksasi, dapat melindungi tubuh dari efek stres kronis yang merusak.

    5. Menikmati Kopi Pagi

    Kopi ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan usus. Orang yang suka minum kopi disebut memiliki mikrobioma unik dalam usus yang disebut Lawsonibacter, yang juga terdapat pada peminum kopi tanpa kafein.

    “Menariknya, mikroba ini hadir bahkan pada orang yang minum kopi tanpa kafein, menunjukkan bahwa senyawa dalam kopi, bukan hanya kafein, yang penting. Selama Anda sama-sama fokus pada hidrasi, jangan berhemat pada secangkir kopi yang baru diseduh di pagi hari,” ucapnya.

    (suc/suc)

  • Video: BPOM Minta Influencer Laporkan Hasil Lab Sebelum Dipublikasi

    Video: BPOM Minta Influencer Laporkan Hasil Lab Sebelum Dipublikasi

    Jakarta – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) meminta para influencer yang aktif di media sosial untuk melaporkan hasil uji lab mereka sebelum dipublikasikan. Hal tersebut guna mencegah keributan yang terjadi antara sesama penjual produk kosmetik.

    (/)

  • BPOM: Influencer Kosmetik Tak Punya Wewenang Viralkan Hasil Uji Lab

    BPOM: Influencer Kosmetik Tak Punya Wewenang Viralkan Hasil Uji Lab

    Jakarta

    Belakangan marak review para influencer atau content creator soal kosmetik di media sosial. Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) RI mencermati bahwa di satu sisi eksistensi review tersebut berdampak positif terhadap edukasi masyarakat mengenai keamanan, manfaat dan mutu kosmetik.

    Namun di sisi lain, BPOM juga mencatat beberapa review yang dilakukan tak komprehensif dan bahkan melanggar ketentuan. Fenomena konten review mengenai produk kosmetik sangat bervariasi.

    Isi konten mulai dari edukasi penggunaan kosmetik secara aman dan sesuai dengan kondisi kulit hingga ulasan hasil uji mandiri para influencer atau content creator terhadap produk kosmetik tertentu yang diduga mengandung bahan berbahaya maupun klaim berlebihan (overclaim).

    Ulasan tersebut dikemas mengikuti tren sehingga menarik perhatian masyarakat dan dapat memengaruhi preferensi masyarakat dalam memilih kosmetik.

    Sesuai aturan, pernyataan yang bersumber dari hasil pengujian laboratorium bersifat rahasia, untuk pihak yang bertanggung jawab, dan tidak untuk dipublikasikan.

    Pemilik izin edar sebagai pihak yang bertanggung jawab dapat melakukan pengujian terhadap produk yang dimilikinya di laboratorium yang terakreditasi untuk kepentingan sendiri agar kosmetik tersebut senantiasa memenuhi persyaratan.

    “Kewenangan untuk mengumumkan hasil pengawasan produk kosmetik hanya dimiliki oleh BPOM,” ucap Kepala BPOM Taruna Ikrar. Kewenangan ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2017 Tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan.

    Terhadap pihak yang tanpa kewenangan memviralkan hasil pengujian, maka tindakan tersebut termasuk sebagai pelanggaran dan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku termasuk proses pro-justitia.

    Sesuai ketentuan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang, pihak yang dengan sengaja atau tanpa hak menggunakan rahasia dagang pihak lain dapat dikenakan dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta.

    Selain itu, influencer/content creator kosmetik juga seringkali memberikan pernyataan “approved” terhadap produk yang diulasnya. Hal tersebut termasuk bentuk pelanggaran karena dapat membingungkan dan memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih kosmetik yang akan digunakan.

    “Hanya BPOM sebagai lembaga yang diberikan otoritas untuk melakukan pengawasan, yang berhak menyatakan “approved” terhadap produk kosmetik,” kata Taruna.

    “Perizinan dan pengawalan setelah kosmetik beredar merupakan satu kesatuan yang kewenangannya melekat pada otoritas, yaitu BPOM. Untuk itu, BPOM akan melakukan penertiban terhadap pihak yang menyatakan “approved” produk kosmetik,” tegas Taruna Ikrar.

    Sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengawasi peredaran kosmetik, BPOM berkomitmen untuk menjalankan tugas dan fungsinya tanpa pengecualian terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam peredaran kosmetik.

    Langkah yang dilakukan BPOM meliputi intensifikasi pengawasan, penindakan kejahatan, bimbingan teknis bagi pelaku usaha, serta komunikasi, informasi, dan edukasi bagi masyarakat tentang kosmetik yang aman, bermanfaat, dan bermutu.

    “Secara rutin telah menyampaikan hasil pengujian kosmetik yang membahayakan kesehatan setelah melalui serangkaian kegiatan pengawasan yang komprehensif,” imbuhnya.

    “Terungkapnya pelanggaran peredaran kosmetik injeksi, kosmetik stamina, dan kosmetik mengandung bahan berbahaya, seperti kosmetik merek Lameila, membuktikan BPOM telah bekerja walaupun belum viral di media sosial,” lanjut Taruna Ikrar.

    Kepala BPOM mengajak para influencer atau content creator kosmetik untuk lebih fokus dalam mengedukasi masyarakat dan menyingkirkan motif lain dari publikasi yang dilakukannya, seperti persaingan bisnis, mengejar popularitas, atau mengambil keuntungan.

    Adanya motif lain tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya pelanggaran yang meresahkan masyarakat termasuk persaingan yang tidak sehat di antara pelaku usaha kosmetik dalam negeri.

    Maraknya review dari influencer/content creator kosmetik dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk kosmetik lokal, apabila dilakukan secara tidak tepat.

    “BPOM tentu tidak akan tinggal diam terhadap hal ini. Kami akan menggandeng pihak Kepolisian Negara RI dalam menertibkan pelanggaran review kosmetik yang tidak komprehensif dan tidak sesuai ketentuan ini,” imbuhnya.

    “Yang kami lakukan ini agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat dan berisiko menurunkan daya saing produk kosmetik lokal,” ujar Taruna Ikrar lagi.

    (suc/up)

  • Wanita di Brasil Jadi Manusia Tertua, Usianya Nyaris 120 Tahun

    Wanita di Brasil Jadi Manusia Tertua, Usianya Nyaris 120 Tahun

    Jakarta

    Seorang wanita dari negara bagian Rio de Janeiro, Brasil bernama diketahui Deolira Gliceria Pedro da Silva berusia 119 tahun, dan dua bulan lagi umurnya akan genap 120 tahun. Dengan angka ini, dirinya diklaim sebagai manusia tertua di dunia.

    Dikutip dari Reuters dan Strait Times, Deolira diyakini berusia lebih tua 3 tahun dari biarawati Inah Canabarro Lucas (116 tahun), yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai manusia tertua di Bumi.

    “Namanya memang belum tercantum dalam buku, tetapi menurut dokumen yang kami miliki tentangnya, dia adalah yang tertua di dunia, sebagaimana yang baru-baru ini saya temukan,” tutur cucu perempuan Deolira Gliceria, Doroteia Ferreira da Silva.

    Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Deolira lahir pada 10 Maret 1905, di Porciuncula, sebuah kota kecil di negara bagian Rio de Janeiro. Saat ini, Deolira tinggal di Itaperuna bersama dua cucunya, Doroteia Ferreira (60) dan Lidia Ferreira da Silva (64).

    Deolira juga diawasi oleh para dokter dan peneliti yang tertarik untuk mengetahui ‘rahasia’ bagaimana dirinya bisa hidup lebih lama dari rata-rata angka harapan hidup di Brasil yang saat ini berada di 76,4 tahun.

    “Nyonya Deolira, pada tahun 2025 akan berusia 120 tahun. Kondisi kesehatannya secara umum baik untuk kondisinya ia tidak mengonsumsi obat apa pun,” kata dokter geriatri Juair de Abreu Pereira.

    Menurut dr Pereira pola makan sehat dan kebiasaan tidur yang baik merupakan kunci Deolira bisa panjang umur. Hingga saat ini, dirinya masih berinteraksi baik dengan keluarganya dan gemar makan pisang.

    Namun, pihak Guinness World Records pihaknya masih belum bisa memastikan dokumen Deolira terkait pengakuan bahwa dirinya merupakan manusia tertua yang masih hidup di Bumi.

    Musibah banjir besar hampir 20 tahun lalu membuat dokumen-dokumen yang mendukung pembuktian usia Deolira rusak. Hal ini menjadi hambatan terkait pengakuan resmi dirinya.

    Meskipun begitu, seorang peneliti dari Universitas Sao Paulo Mateus Vidigal memastikan bahwa usia dari Deolira telah melebihi 100 tahun.

    “Nyonya Deolira tidak dikecualikan dari penelitian ini, tetapi ada kelemahan berupa kurangnya dokumentasi yang disetujui oleh organisasi-organisasi tersebut,” kata Vidigal.

    (dpy/kna)

  • Respons BPJS Kesehatan usai Disebut Tak Mampu Cover Semua Biaya Berobat

    Respons BPJS Kesehatan usai Disebut Tak Mampu Cover Semua Biaya Berobat

    Jakarta

    Belakangan beredar informasi yang menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan memiliki keterbatasan untuk menjamin seluruh penyakit, bahkan disebut hanya mampu menjamin sebagian biayanya saja.

    Terkait hal tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menjelaskan bahwa negara telah menghadirkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memberikan perlindungan jaminan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat Indonesia.

    Adapun cakupan manfaat program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan sangat luas lantaran pelayanan kesehatan yang dijamin diberikan berdasarkan indikasi medis pesertanya. Rizzky menyebut ada ribuan jenis diagnosis penyakit yang dijamin JKN sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023.

    “Selain itu, bukan hanya penyakit berbiaya mahal yang dijamin, BPJS Kesehatan bahkan menjamin biaya pelayanan kesehatan yang memerlukan perawatan berjangka waktu lama atau bahkan berlangsung seumur hidup, seperti cuci darah bagi pasien gagal ginjal, penderita thalasemia dan hemofilia, pasien yang menjalani pengobatan kanker, insulin untuk penderita diabetes, dan lain sebagainya,” kata Rizzky dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (18/1/2025).

    Rizzky mengatakan bahwa sebagai satu-satunya penyelenggara jaminan kesehatan sosial di Indonesia, peserta JKN meliputi seluruh penduduk Indonesia, mulai dari bayi baru lahir hingga peserta yang sudah berusia lanjut. Tidak ada batasan usia untuk menjadi peserta JKN.

    Selain itu, juga tidak ada syarat medical check up bagi masyarakat untuk menjadi peserta JKN.

    “Karena iurannya dihimpun dari seluruh penduduk Indonesia, maka nominal iuran JKN pun relatif terjangkau dan memperhatikan keekonomian masyarakat. Masyarakat juga perlu tahu, BPJS Kesehatan menganut prinsip gotong royong. Artinya, iuran peserta JKN yang sehat digunakan untuk membayar biaya pelayanan kesehatan peserta yang sakit,” jelas Rizzky.

    Dari sisi aksesibilitas, saat ini BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.467 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.150 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang tersebar di seluruh penjuru negeri dan siap melayani peserta JKN. Karena Program JKN memiliki prinsip portabilitas, maka pesertanya bisa mengakses pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, tidak bergantung pada domisili KTP yang bersangkutan.

    Rizzky juga menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan bukanlah kompetitor asuransi swasta, sebab sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024, BPJS Kesehatan dapat berkoordinasi dengan penyelenggara jaminan lainnya yang memberikan manfaat pelayanan kesehatan. Kerja sama tersebut bersifat koordinasi manfaat untuk manfaat yang bersifat komplementer (pelengkap).

    “Menjadi peserta JKN itu wajib bagi setiap penduduk Indonesia, sementara bagi masyarakat yang mampu dan ingin mendapat manfaat non-medis lebih, maka bisa melengkapinya dengan asuransi swasta,” kata Rizzky.

    “Asuransi swasta bisa mengembangkan produk asuransinya untuk menjamin pelayanan kesehatan di luar manfaat yang dijamin BPJS Kesehatan. Peluang kerja sama dengan pihak asuransi swasta dapat dilaksanakan BPJS Kesehatan, sepanjang tidak berbenturan dengan regulasi yang berlaku,” lanjutnya.

    (suc/suc)

  • Viral Makan Seblak-Bakso Disebut Bisa Picu Anemia, Dokter Bilang Gini

    Viral Makan Seblak-Bakso Disebut Bisa Picu Anemia, Dokter Bilang Gini

    Jakarta

    Belakangan beredar di media yang menyebut makan seblak hingga bakso disebut bisa memicu anemia. Kondisi ini ditandai dengan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal.

    Anemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain defisiensi zat besi, defisiensi vitamin B12, defisiensi asam folat, penyakit infeksi, faktor bawaan, dan perdarahan. WHO mengatakan kekurangan zat besi sebagai penyebab anemia yang paling umum pada anak di dunia. Lantas, bagaimana faktanya?

    Dokter spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK mengatakan kedua makanan ini memang berisiko memicu anemia dan kekurangan zat besi. Pasalnya, kandungan yang terdapat dalam bakso dan seblak tak cukup untuk menutrisi tubuh.

    “Bakso terbuat dari tepung, daging sapi, dan lain-lain. Tapi, kandungan daging sapinya kecil sekali pada bakso. Sebenarnya, daging sapi merupakan sumber zat besi yang bagus. Namun, bila jumlahnya sedikit ya tidak akan mencukupi,” katanya saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/1/2025).

    Seblak juga lebih dominan karbohidrat dan lemak, minim protein, dan tanpa daging merah. Bahkan, lanjut dr Johanes, seblak juga minim zat besi nabati seperti sayuran hijau.

    “Lebih dominan kandungan karbohidratnya, zat besi juga tidak ada,” tuturnya.

    Kemungkinan lain, lanjut dr Johanes, kedua makanan tersebut bisa juga terkontaminasi cacing tambang lantaran tak diolah dengan higienis.

    “Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah infeksi cacing tambang.Bisa (muncul) dari makanan seperti sayuran segar, lalapan yang kurang bersih pengolahannya, alat makan yang terkontaminasi,” jelasnya.

    Karena hal tersebut, dr Johanes menyarankan untuk merebus makanan dengan air mendidih, agar mampu membunuh telur cacing tambang yang berpotensi menyebabkan anemia. Dia juga merekomendasikan masyarakat untuk makan makanan yang bersih dan rutin mengonsumsi obat cacing selama satu sampai dua kali dalam setahun.

    “Untuk anemia, mencukupi kebutuhan akan zat besi dengan makan cukup daging merah. Bila makan sayuran hijau, tambahkan vitamin C dosis rendah misal 100 miligram agar zat besi nabati yang F3 3+ dapat direduksi menjadi Fe 2+ yang lebih mudah diserap usus,” sambungnya lagi.

    (suc/suc)