Category: Detik.com Kesehatan

  • 5 Cara Melakukan Diet Intermittent Fasting untuk Menurunkan Berat Badan

    5 Cara Melakukan Diet Intermittent Fasting untuk Menurunkan Berat Badan

    Jakarta

    Cara melakukan diet intermittent fasting atau diet IF yang benar kerap dicari banyak orang. Pasalnya, diet intermittent fasting diyakini sebagai salah satu metode diet yang efektif untuk menurunkan berat badan dengan cepat.

    Diet IF juga digandrungi oleh banyak artis dan tokoh terkenal, seperti Melaney Ricardo, Marshanda, Beyonce, Benedict Cumberbatch, hingga Elon Musk. Karenanya, tidak heran jika banyak yang penasaran dan tertarik mencoba diet IF untuk menurunkan berat badan.

    Ada banyak varian diet IF yang bisa diterapkan. Bagi pemula yang tertarik ingin melakukan diet ini, berikut 5 cara diet IF yang bisa dijajal yang dikutip dari Medical News Today.

    1. Puasa selama 12 Jam Sehari

    Sesuai namanya, cara diet IF ini mengharuskan seseorang untuk berpuasa selama 12 jam setiap hari. Sejumlah penelitian menunjukkan puasa selama 12-14 jam dapat mendorong tubuh mengubah simpanan lemaknya menjadi energi, yang kemudian melepaskan keton ke dalam darah. Inilah yang membuat berat badan berkurang.

    Metode ini cocok bagi pemula karena waktu puasa yang relatif pendek. Sebagian besar puasa terjadi saat tidur, dan praktisinya tetap bisa mengonsumsi kalori dalam jumlah yang sama setiap hari.

    Cara paling mudah untuk melakukan metode ini adalah dengan memasukkan periode tidur di waktu puasa. Misalnya, memilih puasa mulai dari jam 8 malam hingga 8 pagi.

    2. Puasa selama 16 Jam

    Selain puasa 12 jam, diet IF juga bisa dilakukan dengan berpuasa selama 16 jam. Metode ini dikenal juga dengan sebutan 16:8 atau diet Leangains.

    Bagi wanita, beberapa ahli menyarankan untuk berpuasa selama 14 jam dan perlahan-lahan meningkatkan durasinya hingga 16 jam. Di sisi lain, pria bisa langsung mulai berpuasa selama 16 jam.

    Metode ini mungkin cocok bagi mereka yang telah berpuasa selama 12 jam, tetapi tidak merasakan manfaat apapun.

    Sebuah ulasan studi pada 2022 juga menemukan cara diet IF seperti ini mungkin bermanfaat untuk manajemen berat badan pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan.

    3. Puasa 2 Hari Seminggu

    Cara diet IF ini disebut juga dengan metode 5:2. Jadi dalam seminggu, seseorang mengonsumsi makanan sehat dengan porsi standar selama lima hari, kemudian mengurangi asupan kalori untuk dua hari sisanya.

    Selama dua hari berpuasa, pria biasanya dapat mengonsumsi 600 kalori, sedangkan wanita hanya 500 kalori.

    Biasanya, orang-orang akan memisahkan hari puasa mereka dalam seminggu. Misalnya, mereka berpuasa pada hari Senin dan Rabu, dan makan seperti biasa pada hari lainnya.

    4. Puasa Selang-seling

    Cara diet IF ini dilakukan dengan berpuasa setiap dua hari sekali. Bagi sebagian orang, puasa selang-seling seperti ini berarti menghindari konsumsi makanan padat saat puasa, atau hanya mengonsumsi hingga 500 kalori.

    Lalu pada hari lainnya, mereka akan makan sebanyak yang diinginkan.

    Perlu diingat, puasa seperti ini mungkin tidak cocok bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Selain itu, mungkin juga sulit mempertahankan puasa ini dalam jangka panjang.

    5. Puasa 24 Jam Sekali Seminggu

    Dikenal juga dengan sebutan diet ‘Eat-Stop-Eat’, cara diet IF ini melibatkan puasa selama satu atau dua hari penuh dalam seminggu. Banyak orang mempraktikkannya dengan berpuasa mulai dari sarapan pagi hingga sarapan pagi berikutnya, atau mulai dari makan siang sampai waktu makan siang keesokan hari.

    Sementara di hari lainnya, mereka harus kembali ke pola makan yang normal. Metode ini membatasi asupan kalori total, tetapi tidak membatasi makanan tertentu yang dikonsumsi.

    Puasa selama 24 jam bisa cukup sulit bagi sebagian orang, dan berpotensi menyebabkan kelelahan, sakit kepala, atau gangguan suasana hati. Sebaiknya coba membiasakan diri berpuasa selama 12 jam atau 16 jam sebelum menjajal metode ini.

    (ath/kna)

  • Bos WHO Ceritakan Kondisinya usai Nyaris Jadi Korban Serangan Israel

    Bos WHO Ceritakan Kondisinya usai Nyaris Jadi Korban Serangan Israel

    Jakarta

    Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengaku dirinya hampir tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Israel di sebuah bandara di Yaman.

    Tedros dan rekan-rekannya saat itu tengah mengunjungi Sana’a di Yaman Barat untuk melakukan perundingan pembebasan tahanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan menilai situasi kemanusiaan di negara tersebut.

    Saat berada di bandara untuk meninggalkan Sana’a, Tedros dan rekan-rekannya dikagetkan oleh serangan udara yang dilakukan oleh pasukan militer Israel. Dia mengungkapkan dirinya benar-benar ‘terekspos’ selama serangan yang menewaskan sedikitnya enam orang itu.

    Akibat kejadian tersebut, Tedros mengalami tinnitus pada telinga kirinya yang menurut dokter akan bertahan selama lebih kurang empat bulan.

    “Saya masih mengalami tinnitus di telinga kiri dan menurut dokter kondisi ini bisa berlangsung hingga empat bulan,” ujarnya dalam pertemuan media yang digelar WHO terkait isu kesehatan global, Jumat (17/1/2025).

    Apa Itu Tinnitus?

    Dikutip dari Mayo Clinic, tinnitus adalah kondisi saat seseorang merasakan denging atau suara lain pada salah satu atau kedua telinga. Tinnitus dapat disebabkan oleh beragam faktor, seperti penurunan indera pendengaran akibat pertambahan usia, cedera telinga, atau masalah pada sistem peredaran darah.

    Selain itu, suara bising yang keras, seperti peralatan berat atau senjata api, juga dapat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko tinnitus.

    Tinnitus termasuk masalah yang umum, dan memengaruhi sekitar 15 hingga 20 persen orang, khususnya pada orang dewasa yang lebih tua.

    Pengobatan untuk tinnitus bergantung pada kondisi kesehatan yang mendasarinya. Dokter dapat membantu mengurangi gejala tinnitus dengan mengobati penyebab yang mendasarinya, meliputi:

    1. Membersihkan kotoran telinga

    Membersihkan kotoran dan sumbatan di telinga dapat mengurangi gejala tinnitus.

    2. Mengobati masalah pembuluh darah

    Pengobatan untuk gangguan pembuluh darah dapat membantu mengatasi gejala tinnitus yang disebabkan oleh kondisi tersebut.

    3. Alat bantu dengar

    Menggunakan alat bantu dengar dapat meringankan gejala tinnitus akibat kebisingan atau pertambahan usia.

    4. Mengganti obat yang dikonsumsi

    Tinnitus yang disebabkan oleh efek obat-obatan tertentu dapat diatasi dengan mengganti obat-obatan yang dikonsumsi. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan dosis atau jenis obat yang dianjurkan.

    (ath/kna)

  • China Hadapi Angka Kelahiran Jeblok, Cari Cara Agar Warganya Mau Punya Anak

    China Hadapi Angka Kelahiran Jeblok, Cari Cara Agar Warganya Mau Punya Anak

    Jakarta

    Sejak tiga tahun terakhir, populasi di China terus menerus mengalami penurunan. Para ahli pun memperingatkan bahwa penurunan ini bisa menjadi semakin parah ke depannya.

    Dikutip dari Time dan BBC, National Bureau of Statistics (NBS) mencatat jumlah warga China turun sekitar 1,39 juta, menjadi 1,408 miliar jiwa pada tahun 2024. Sementara itu, pada tahun 2023, China memiliki penduduk sekitar 1,409 miliar jiwa.

    China akhirnya melakukan sejumlah upaya untuk membangun masyarakat yang lebih ramah terhadap kelahiran anak. Hal-hal tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tantangan demografis akibat populasinya yang menurun dan menua dengan cepat.

    Salah satunya dengan meningkatkan pelayanan persalinan di rumah sakit. Komisi Kesehatan Nasional (NHC) China dan departemen lainnya baru-baru ini mengeluarkan pedoman untuk membangun rumah sakit ramah persalinan di seluruh negeri.

    Rumah sakit ini nantinya akan mengintegrasikan skrining depresi perinatal ke dalam perawatan pranatal dan pascanatal rutin, serta memberikan layanan pereda nyeri persalinan selama 24 jam.

    “Pelayanan yang diberikan rumah sakit ramah bersalin, terutama layanan pereda nyeri persalinan 24 jam, pasti bisa mengurangi rasa takut saya saat melahirkan,” ujar wanita berusia 32 tahun bermarga Bu dikutip dari Xinhua, Minggu (19/1/2025).

    Sebagian wanita di China, seperti Bu, enggan memiliki anak lantaran khawatir dengan rasa sakit saat melahirkan. Sementara, sebagian lainnya khawatir akan keterbatasan waktu dalam menyeimbangkan antara karier dan mengasuh anak.

    Kendati pendaftaran siswa taman kanak-kanak (TK) di China sudah menjadi semakin mudah dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan permintaan untuk layanan permintaan anak yang lebih modern dan membantu mengembangkan kemampuan sosial bagi anak di bawah usia tiga tahun.

    Tren tersebut didorong oleh berkurangnya jumlah anggota keluarga akibat pesatnya pembangunan sosial dan ekonomi di China, yang melemahkan kemampuan pengasuhan antar generasi.

    China sendiri terus mendorong didirikannya pusat perawatan untuk anak-anak di bawah usia tiga tahun. Hampir 100.000 pusat perawatan menyediakan slot untuk 4,8 juta anak, tetapi angka tersebut belum bisa memenuhi permintaan yang ada.

    Pengasuhan anak turut menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam berbagai sesi musyawarah politik dan legislatif daerah tahunan yang dimulai Januari ini. Selama sidang tersebut, pemerintah daerah di kota-kota seperti Beijing dan Shanghai, yang dihadapkan dengan permintaan pengasuhan anak yang tinggi, telah berjanji akan memperluas kapasitas mereka untuk layanan pengasuhan bagi anak-anak di bawah usia tiga tahun.

    Bagi orang tua yang mencari pekerjaan fleksibel untuk mendukung rumah tangga mereka, pekerjaan yang ramah terhadap kelahiran anak menawarkan solusi ideal. Bulan ini, seksi khusus yang menawarkan “pekerjaan ramah kelahiran anak” di sebuah bursa kerja di Shanghai menyedot atensi banyak orang tua.

    Pekerjaan-pekerjaan tersebut, termasuk produser video dan manajer media sosial, tidak menuntut tempat kerja tetap dan menawarkan fleksibilitas yang dibutuhkan oleh para pekerja yang harus mengasuh anaknya.

    Sebuah perusahaan manufaktur makanan di Sishui, Provinsi Shandong, China timur, juga melakukan terobosan serupa. Perusahaan itu memperkenalkan “jabatan untuk ibu”, yang mempekerjakan hampir 700 wanita usia subur.

    Selain kekhawatiran tentang karier dan pengasuhan anak, tekanan finansial juga menjadi hambatan signifikan lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah telah memberikan subsidi untuk mendongkrak angka kelahiran.

    (ath/kna)

  • 7 Jenis Olahraga yang Banyak Bakar Kalori, Bye Perut Buncit

    7 Jenis Olahraga yang Banyak Bakar Kalori, Bye Perut Buncit

    Jakarta

    Ketika seseorang ingin menurunkan berat badan, mungkin hal pertama yang dicari adalah olahraga yang paling banyak membakar kalori. Tidak heran, sebab membakar kalori dipercaya sebagai cara paling efektif untuk menurunkan berat badan dan mengecilkan perut.

    Karenanya, olahraga yang bisa membakar kalori lebih banyak biasanya akan lebih digandrungi orang-orang. Pertanyaannya, apa saja sih jenis olahraga yang bisa membakar banyak kalori?

    Buat detikers yang berencana menurunkan berat badan, berikut tujuh jenis olahraga untuk membakar kalori yang bisa dicoba.

    1. Jalan Kaki

    Olahraga untuk membakar kardio tidak harus selalu intens. Bahkan, sesimpel jalan kaki saja dapat membantu membakar kardio dan menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Healthline, berjalan kaki dapat membakar 3,1-4,6 kalori per menit. Artinya, semakin lama berjalan kaki tentu semakin banyak pula kalori yang terbakar. Jalan kaki juga tergolong ‘murah meriah’ karena tidak membutuhkan perlengkapan khusus.

    2. Lari

    Lari kerap menjadi salah satu olahraga andalan untuk membakar kalori. Tidak heran, sebab lari mampu membakar 10,8-16 kalori per menit.

    Lari pun bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Meski bisa dilakukan tanpa perlengkapan khusus, sebaiknya gunakan sepatu khusus lari untuk melindungi kaki dan meminimalisir risiko cedera.

    3. Lompat Tali

    Olahraga simpel lain untuk membakar kalori adalah lompat tali. Lompat tali dapat membakar 7,6-9,8 kalori per menit.

    Tak hanya itu, lompat tali juga dapat melatih atau membentuk kekuatan otot tubuh bagian bawah.

    4. Jumping Jacks

    Jumping jacks tidak hanya membakar kalori, tapi juga melatih banyak bagian tubuh. Olahraga ini mudah dilakukan di rumah karena tidak membutuhkan banyak ruang.

    Lantas, berapa banyak kalori yang bisa dibakar dengan jumping jacks? Dikutip dari Healthline, olahraga ini dapat membakar membakar 8-11,8 kalori per menit.

    5. Mountain Climbers

    Mountain climbers merupakan salah satu olahraga populer yang dapat dilakukan untuk membentuk otot tubuh, khususnya perut dan tubuh bagian bawah.

    Selain itu, mountain climbers juga cocok dilakukan oleh mereka yang ingin membakar kalori dan menurunkan berat badan. Olahraga ini mampu membakar 7-12 kalori per menitnya.

    6. High-knees

    Olahraga mirip lari di tempat ini termasuk latihan kardio yang dapat membakar banyak kalori. Dikutip dari Healthline, high-knees mampu membakar 3,5-7 kalori per menitnya.

    7. Berenang

    Berenang merupakan salah satu olahraga menyenangkan untuk membakar kalori. Selain itu, berenang dapat memperkuat otot tubuh, membantu melancarkan peredaran darah, serta meningkatkan kapasitas paru-paru dan jantung.

    Lalu, berapa banyak kalori yang bisa dibakar dengan berenang? Dikutip dari Healthline, berenang selama 30 menit mampu membakar 198 hingga 294 kalori.

    (ath/kna)

  • Viral Aksi Dokter Vasektomi Dirinya Sendiri, Sebut Jadi Kado buat Istri

    Viral Aksi Dokter Vasektomi Dirinya Sendiri, Sebut Jadi Kado buat Istri

    Jakarta

    Seorang dokter bedah plastik Taiwan telah menarik banyak perhatian setelah membagikan video dirinya melakukan vasektomi di media sosial. Aksi nekatnya ini dia sebut sebagai hadiah untuk istrinya.

    Diberitakan OddityCentral, Dr Chen Wei-nong, seorang ayah tiga anak yang bekerja di sebuah klinik bedah plastik di Kota Taipei, menjadi viral setelah membagikan video yang agak tidak biasa di Facebook dan Instagram-nya. Untuk menenangkan pikiran istrinya, dokter muda itu memutuskan untuk melakukan vasektomi, dan untuk memastikan tidak ada risiko mengacaukan prosedur, ia melakukannya sendiri, merekam seluruh proses untuk tujuan edukasi.

    Setelah menyajikan daftar 11 langkah yang terlibat dalam operasi, Dr Chen diberi anestesi lokal dan kemudian mulai mengerjakannya sendiri, Karena mengoperasi diri sendiri tidak terlalu umum, prosedur yang biasanya memakan waktu sekitar 15 menit akhirnya memakan waktu satu jam, tetapi berhasil.

    “Dalam kasus operasi tuba fallopi wanita, operasi ini sangat sulit, tetapi dalam kasus pria, operasi ini relatif lebih mudah karena masalah ini pada dasarnya diselesaikan dengan menemukan vas deferens di luar dan mengikatnya,” kata dia.

    https://www.instagram.com/reel/DEmij09TBeu/?igsh=OGJ5eDVkYzVqNDlj

    Videonya menjadi viral di Taiwan, ditonton lebih dari 4 juta kali hanya dalam beberapa hari, tetapi meskipun sebagian besar memuji keberanian, keterampilan, dan cintanya kepada istrinya, beberapa menyatakan kekhawatiran tentang keamanan prosedur yang dilakukan sendiri.

    Dokter muda itu mengklarifikasi bahwa ia adalah seorang ahli bedah berlisensi dan bahwa vasektomi dilakukan atas risikonya sendiri, di luar jam kerja, di bawah pengawasan seorang ahli urologi. Namun, ia memperingatkan semua orang untuk tidak mengikuti yang dia lakukan, tetapi mencari ahli urologi yang berkualifikasi untuk vasektomi.

    Dokter Taiwan itu mengatakan bahwa ia mengalami sedikit rasa sakit dan ketidaknyamanan pada malam operasi, tetapi ia baik-baik saja ketika bangun keesokan paginya. Ia dijuluki “pria paling berani di Taiwan” karena melakukan vasektomi pada dirinya sendiri.

    Setelah penyelidikan, Departemen Kesehatan Taipei mengonfirmasi bahwa Dr Chen, seorang dokter yang berkualifikasi, tidak menemui masalah hukum apa pun saat melakukan prosedur tersebut pada dirinya sendiri.

    (kna/kna)

  • Bagaimana Seseorang Bisa Terbangun dari Koma? Begini Penjelasan Ahli

    Bagaimana Seseorang Bisa Terbangun dari Koma? Begini Penjelasan Ahli

    Jakarta

    Seseorang yang mengalami koma terkadang bisa terbangun berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau bahkan puluhan tahun setelah pingsan. Salah satu kasus terpanjang adalah kasus Munira Abdulla, seorang wanita mengalami koma setelah kecelakaan mobil pada 1991 dan terbangun 27 tahun kemudian.

    Lantas, apa yang membuat seseorang bisa terbangun dari koma?

    Profesor psikologi dari UCLA, Martin Monti mengaku hingga saat ini hal tersebut masih menjadi misteri. Menurutnya, belum ada jawaban yang bisa menjelaskan secara pasti mengapa seseorang bisa terbangun dari koma.

    “Itulah sebabnya kita masih belum memiliki banyak intervensi untuk membantu orang pulih,” kata Monti dikutip dari Livescience, Minggu (19/1/2025).

    Monti menjelaskan koma disebabkan oleh adanya kerusakan pada otak, entah itu karena cedera, peradangan, atau infeksi. Sebelum pasien koma dapat bangun, otaknya perlu pulih dengan menumbuhkan kembali neuron yang rusak, atau memperluas jaringan otak lain untuk mengambil alih tugas bagian otak yang cedera.

    Kendati demikian, pemulihan fisik jaringan otak saja tidak cukup. Monti menjelaskan koma juga dapat memperlambat aktivitas otak.

    “Semuanya menjadi sedikit lebih sunyi. Jadi, dalam kondisi ini, jaringan otak tidak berkomunikasi seefisien biasanya,” terangnya.

    Monti mengatakan agar pasien koma dapat terbangun, otaknya mungkin memerlukan semacam dorongan awal agar dapat kembali bekerja. Lantas, apa yang berpotensi dapat memicu lonjakan tersebut?

    Salah satu caranya adalah dengan menggunakan amantadine untuk meningkatkan jumlah dopamin di otak. Monti mengungkapkan obat tersebut diyakini dapat meningkatkan jumlah dopamin yang dilepaskan oleh neuron sekaligus mencegahnya didaur ulang terlalu cepat.

    Dopamin sendiri merupakan neurotransmitter yang penting untuk komunikasi antar jaringan otak. Menurut tinjauan dalam jurnal Medical Hypotheses pada 2010, seseorang yang koma memiliki lebih sedikit dopamin dibandingkan saat sadar.

    Studi lain yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada 2012 juga menemukan amantadine meningkatkan kesadaran pada orang yang berada dalam kondisi vegetatif atau kesadaran minimal yang disebabkan oleh cedera otak traumatis. Studi selanjutnya menemukan bahwa obat ini juga membantu pemulihan dari gangguan kesadaran pada mereka yang mengalami cedera otak non-traumatis, seperti yang disebabkan oleh stroke atau tenggelam.

    Pendekatan lain adalah dengan deep brain stimulation yang melibatkan penanaman elektroda ke dalam otak untuk mengalirkan sejumlah kecil listrik yang merangsang neuron di sekitarnya. Teknik lain, focused ultrasound, melakukan hal yang serupa dengan getaran ultrasonik dan tanpa operasi bedah.

    “Ada banyak teknik lain yang telah dicoba dan memiliki tingkat bukti yang berbeda-beda, baik yang mendukung maupun tidak. Semuanya cenderung didasarkan pada prinsip yang sama, untuk mengaktifkan otak,” tandas Monti.

    (ath/kna)

  • Viral Wanita Turun 72 Kg Berkat Diet GLP-1, Ini Pesan Ahli Gizi Buat yang Mau Coba

    Viral Wanita Turun 72 Kg Berkat Diet GLP-1, Ini Pesan Ahli Gizi Buat yang Mau Coba

    Jakarta

    Viral di media sosial transformasi seorang wanita yang berhasil turun berat badan dengan diet GLP-1. Metode ini menggunakan obat diabetes untuk menekan nafsu makan.

    “Bisakah kau percaya Ozempic melakukan ini?” tulisnya di salah satu video unggahannya di akun @amyinhalf yang sudah dilihat lebih dari 8 juta pengguna.

    Obat GLP-1 yang dikembangkan untuk mengobati diabetes belakangan dipakai sebagai alternatif menurunkan berat badan. Orang yang mengonsumsi obat ini dapat mencapai penurunan berat badan hingga 15 persen dari berat awal mereka dalam waktu satu tahun.

    Dikutip dari WebMD, GLP-1 meniru hormon peptida-1 mirip glukagon yang diproduksi di saluran pencernaan. Akibatnya, otak mengalami lebih sedikit sensasi lapar, perut terasa lebih kenyang dengan lebih sedikit makanan, dan makanan meninggalkan perut lebih lambat. Obat-obatan ini didasarkan pada senyawa semaglutide, tirzepatide, dulaglutide, atau liraglutide.

    Ahli diet Geri Lynn Grossan dari Las Vegas mengatakan karena obat tersebut mengurangi nafsu makan, penting untuk memastikan makanan yang dikonsumsi memiliki kualitas gizi yang tinggi.

    “Protein akan menjadi nutrisi yang paling penting karena protein bukanlah sesuatu yang kita simpan. Mengetahui hal itu, Anda harus makan protein terlebih dahulu, jadi jika Anda cepat kenyang, Anda sudah makan sedikitnya beberapa suap. Jika tidak makan cukup protein sepanjang hari – dan bahkan pada setiap waktu makan – maka otot akan mulai rusak,” kata Geri kepada WebMD.

    Jenis protein yang bisa dikonsumsi mulai dari ayam dan ikan. SUmber protein nabati seperti tahu, edamame dan tempe juga bisa menjadi alternatif sumber gizi yang baik untuk dikonsumsi.

    Vijaya Surampudi, MD, kepala klinis Divisi Nutrisi Klinis di UCLA Health dan direktur asosiasi klinik manajemen berat badan UCLA juga mengingatkan orang yang menjalani diet GLP-1 untuk mengonsumsi buah dan sayur yang cukup.

    “Air juga penting. Air tidak hanya menahan rasa lapar, tetapi orang terkadang lupa bahwa mereka haus, sehingga mereka tidak minum cukup air,” tutur Dr Vijaya.

    Dr Vijaya juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan berlemak dan makanan ultra proses. Obat GLP-1 akan memperlambat pencernaan sehingga mual, muntah, sembelit, diare rentan terjadi.

    “Menghindari makanan berlemak yang diproses secara berlebihan dan makanan yang digoreng dapat membantu mengurangi gejala-gejala tersebut,” ucapnya.

    (kna/kna)

  • Sinar Matahari Bikin Galon Guna Ulang Berisiko Terpapar BPA

    Sinar Matahari Bikin Galon Guna Ulang Berisiko Terpapar BPA

    Jakarta – Truk pengangkut galon guna ulang dalam bak terbuka, yang terpapar sinar matahari langsung seringkali menjadi pemandangan sehari-hari.

    Padahal, paparan sinar matahari, terlebih saat suhu udara yang mencapai puncak saat siang hari, dapat mempengaruhi kualitas produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK).

    Menyoroti hal ini, dr. I Made Oka Negara dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pun menyampaikan keprihatinannya terkait pendistribusian produk AMDK galon.

    “Galon ini menjadi masalah pada waktu didistribusikan, mulai dari yang kosong maupun yang sudah diisi, karena bisa terpapar panas, karena ditaruh di truk-truk terbuka,” kata dr. I Made Oka dalam keterangan tertulis, Minggu (19/1/2025).

    Adapun cara distribusi tersebut dinilai menyalahi aturan BPOM tentang cara penyimpanan pangan olahan. Dalam Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024 tentang Label Pangan Olahan, BPOM telah mewajibkan produsen AMDK untuk menyimpan produk-produk mereka di tempat bersih dan sejuk, menghindarkannya dari paparan sinar matahari langsung dan benda-benda berbau tajam.

    Sayangnya, peraturan ini masih belum menjadi perhatian utama para pelaku bisnis AMDK. Padahal, sejumlah riset ilmiah telah menunjukkan paparan sinar matahari langsung terhadap kemasan pangan berbahan plastik polikarbonat yang digunakan oleh galon guna ulang bisa menyebabkan peluruhan Bisphenol A (BPA) dari kemasannya ke air minum.

    Pakar polimer dari Universitas Indonesia Mochamad Chalid pun menjelaskan paparan sinar matahari langsung berpotensi meningkatkan peluruhan BPA dari galon polikarbonat ke air minum. Hal ini disampaikannya dalam acara Expert Forum di UI beberapa waktu lalu.

    “BPA dapat terlepas dari polikarbonat dengan adanya peningkatan pada suhu dan waktu,” ucap Chalid.

    Risiko Paparan Sinar Matahari pada Plastik Polikarbonat

    Bisphenol A (BPA) adalah senyawa kimia yang banyak digunakan dalam pembuatan plastik, terutama jenis plastik polikarbonat. Jenis plastik ini banyak umumnya ditemukan dalam botol dan galon air minum guna ulang.

    Hingga kini, plastik polikarbonat masih menjadi topik perhatian banyak penelitian kesehatan karena potensi risiko kesehatannya. Sejumlah riset ilmiah pun mengungkap bagaimana paparan sinar matahari bisa meningkatkan peluruhan BPA dari kemasan polikarbonat.

    Pertama, sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet (UV) yang memiliki energi cukup kuat untuk memutus rantai ikatan kimia pada plastik polikarbonat. Proses ini akan melemahkan struktur polimer pada polikarbonat, sehingga molekul BPA lebih mudah berpindah dari kemasan ke air minum.

    Kedua, sinar matahari tidak hanya memancarkan sinar UV tetapi juga menghasilkan panas, sehingga meningkatkan suhu di dalam galon polikarbonat. Suhu yang meningkat akan meningkatkan pula mobilitas molekul, yang selanjutnya memfasilitasi migrasi BPA ke dalam air minum.

    Ketiga, polikarbonat rentan mengalami degradasi akibat proses yang disebut “stres oksidatif” akibat paparan radiasi UV dari paparan sinar matahari. Degradasi polikarbonat ini lebih lanjut akan mempercepat pelepasan BPA.

    Jika disimpulkan, ada tiga kombinasi proses yang bisa menyebabkan peluruhan BPA dari kemasan polikarbonat ke dalam air minum akibat paparan sinar matahari langsung. Ketiga proses ini antara lain, paparan radiasi UV, peningkatan suhu akibat panas yang dihasilkan, dan “stres oksidatif”.

    Cara distribusi galon guna ulang yang tidak tepat telah menjadi perhatian pemerintah. Sebelumnya, hasil pengawasan BPOM di lapangan pada 2021-2022 menemukan level peluruhan BPA di sarana distribusi yang berada pada rentang 0,5 bpj (bagian per juta) hingga 0,6 bpj sebanyak 46,97 persen dan yang berada di atas 0,6 bpj sebanyak 3,4 persen.

    Artinya, hampir setengah produk AMDK galon guna ulang di sarana produksi sudah tercemar BPA pada tingkat mengkhawatirkan (0,5-0,6 bpj). Sementara 3,4 persennya sudah melampaui ambang batas aman (0,6 bpj).

    Padahal, paparan kronis BPA melalui konsumsi air minum atau makanan lain dapat menyebabkan penumpukan dalam tubuh, yang beresiko membahayakan kesehatan. Penelitian juga menunjukkan akumulasi BPA ini berkaitan dengan gangguan metabolisme, penyakit kardiovaskular, serta perubahan perilaku pada anak-anak.

    (ega/ega)

  • Kisah Wanita yang Terbangun dari Koma Setelah 27 Tahun, Ini yang Dialami

    Kisah Wanita yang Terbangun dari Koma Setelah 27 Tahun, Ini yang Dialami

    Jakarta

    Hidup dan matinya manusia adalah kuasa Tuhan. Jika Yang Maha Kuasa berkenan, seseorang bisa saja selamat meski mengalami musibah yang sangat hebat.

    Itulah yang terjadi pada Munira Abdulla. Wanita yang kini berusia 65 tahun itu secara ajaib terbangun setelah koma selama 27 tahun.

    Semua berawal ketika Munira dan anaknya, Omar, pulang ke rumahnya di kota Al Ain, Uni Emirat Arab (UEA), pada 1991. Munira yang saat itu berusia 32 tahun mengalami cedera otak parah setelah mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan bus saat hendak menjemput anaknya dari sekolah.

    Omar, yang saat itu masih berusia empat tahun, duduk di kursi belakang mobil bersama ibunya. Sebelum tabrakan terjadi, Munira memeluk Omar untuk melindunginya dari benturan.

    “Ibu saya duduk bersama saya di kursi belakang. Ketika dia melihat kecelakaan itu terjadi, dia memeluk saya untuk melindungi saya dari benturan,” kata Omar dikutip dari BBC, Minggu (19/1/2025).

    Alhasil, Omar hanya mengalami memar kecil di kepala. Namun, Munira mengalami cedera parah dan harus dirawat di rumah sakit.

    Munira pun sempat mendapat penanganan di sebuah rumah sakit di London. Di sana, dokter memvonis Munira dalam kondisi vegetatif dan tidak responsif, tetapi mampu merasakan sakit.

    Munira kemudian dipulangkan ke Al Ain, dan menjalani perawatan untuk mencegah degenerasi otot-ototnya. Biaya pengobatan yang besar membuat pihak keluarga harus berpindah-pindah rumah sakit di UEA untuk menyesuaikan asuransi.

    “Saya tidak pernah menyerah karena saya selalu punya firasat bahwa suatu hari dia akan bangun,” ujar Omar.

    Pada 2017, dengan bantuan badan pemerintah di Abu Dhabi, Munira dan keluarganya dipindahkan ke Jerman untuk mendapat penanganan yang lebih memadai. Di sana, Munira menjalani sejumlah operasi untuk memperbaiki otot lengan dan kaki, serta diberi obat untuk memperbaiki kondisinya.

    Kejaiban terjadi setahun setelahnya. Omar yang saat itu terlibat pertengkaran di rumah sakit mendengar ibunya mengeluarkan suara-suara aneh.

    “Dia (Munira) mengeluarkan suara-suara aneh dan saya terus memanggil dokter untuk memeriksanya, mereka mengatakan semuanya normal,” tutur Omar.

    Tiga hari setelah kejadian itu, Omar dikejutkan oleh suara wanita yang memanggil namanya.

    “Itu dia! Dia (Munira) memanggil nama saya, saya melayang kegirangan. Selama bertahun-tahun saya memimpikan momen ini, dan nama saya adalah kata pertama yang diucapkannya,” ucap Omar.

    Seiring waktu, kondisi Munira mulai membaik. Dia menjadi lebih responsif dan bisa melakukan beberapa percakapan. Munira pun telah kembali ke Abu Dhabi untuk melanjutkan fisioterapi dan rehabilitas guna memperbaiki otot-otot dan postur tubuhnya saat duduk.

    (ath/kna)

  • Video: Kepala BGN Sebut Insiden Siswa di Sukoharjo Keracunan MBG Human Error

    Video: Kepala BGN Sebut Insiden Siswa di Sukoharjo Keracunan MBG Human Error

    Video: Kepala BGN Sebut Insiden Siswa di Sukoharjo Keracunan MBG Human Error