Category: Detik.com Kesehatan

  • Alasan AS Tarik Diri dari Keanggotaan WHO, Salah Satunya Terkait COVID-19

    Alasan AS Tarik Diri dari Keanggotaan WHO, Salah Satunya Terkait COVID-19

    Jakarta

    Presiden Donald Trump menepati janjinya sebelum pemilihan untuk menarik Amerika Serikat dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam salah satu dari banyak perintah yang dikeluarkan setelah pelantikannya, ia mengumumkan dimulainya proses penghentian keanggotaan AS di badan PBB yang mengawasi masalah kesehatan global tersebut.

    Kekecewaan Trump terhadap WHO bermula dari puncak era COVID-19. Ia berulang kali mengkritik organisasi tersebut karena terlalu lambat menanggapi pandemi dan “dimiliki dan dikendalikan oleh China.”

    Melalui laman White House, Trump menyatakan AS sempat menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2020 karena kesalahan penanganan organisasi tersebut terhadap pandemi COVID-19 yang muncul dari Wuhan, China, dan krisis kesehatan global lainnya. WHO disebut gagal dalam mengadopsi reformasi yang sangat dibutuhkan dan ketidakmampuannya untuk menunjukkan independensi dari pengaruh politik yang tidak pantas dari negara-negara anggota WHO.

    “Selain itu, WHO terus menuntut pembayaran yang sangat memberatkan dari Amerika Serikat, jauh dari proporsi pembayaran yang ditetapkan oleh negara-negara lain. China, dengan populasi 1,4 miliar, memiliki 300 persen populasi Amerika Serikat, tetapi memberikan kontribusi hampir 90 persen lebih sedikit kepada WHO,” tulis pernyataan tersebut.

    Butuh waktu satu tahun agar janji Trump menjadi resmi. Itulah jangka waktu yang ditetapkan AS untuk penarikan di masa mendatang saat bergabung dengan badan kesehatan global tersebut pada tahun 1948.

    Pada masa jabatan pertama Trump, ia sempat menghentikan pendanaan untuk WHO dan memulai proses penarikan. Namun sebelum batas waktu satu tahun tercapai, Biden menjabat dan segera mengubah arah.

    Dikutip dari laman NPR, konsekuensi dari pengumuman ini bagi WHO sangat signifikan. Mereka bisa dibilang akan kehilangan anggota terpenting mereka dan sejauh ini merupakan donor terbesar. AS memberikan sekitar USD 1,284 miliar kepada WHO selama tahun 2022 dan 2023, ratusan juta dolar lebih banyak daripada Jerman, donor kedua.

    Para pengkritik Trump percaya bahwa AS juga akan menghadapi konsekuensi. WHO memantau ancaman kesehatan global, mengevaluasi vaksin dan pengobatan baru, mengoordinasikan respons terhadap krisis kesehatan yang muncul serta masalah yang sedang berlangsung dan memberikan dukungan ahli kepada negara-negara, terutama ketika mereka menghadapi keadaan darurat kesehatan.

    AS disebut akan kehilangan akses mudah ke data penting tentang wabah dan posisi di meja perundingan ketika standar kesehatan ditetapkan dan respons penyakit diputuskan.

    “Ini adalah keputusan yang paling dahsyat,” kata Lawrence Gostin, profesor hukum kesehatan global di Universitas Georgetown dan direktur Pusat Hukum Kesehatan Global WHO.

    “[Ini] adalah luka parah bagi kepentingan nasional Amerika dan keamanan nasional kita. Ini benar-benar akan membuat badan-badan kita seperti CDC [Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit] dan NIH [Institut Kesehatan Nasional] menjadi buta,” tegasnya.

    (kna/kna)

  • Viral Before Vs After Diet Wanita Mantan Obesitas Bikin Pangling! Sempat 100 Kg

    Viral Before Vs After Diet Wanita Mantan Obesitas Bikin Pangling! Sempat 100 Kg

    Jakarta

    Viral wanita usia 20-an di Lombok berhasil menurunkan bobot tubuhnya hingga lebih dari 40 kg dalam setahun terakhir. Berkat menjalani pola diet konsisten, pemilik akun tiktok @isatanrodiah itu, kini berhasil berada di bobot 54 kg. Sebelumnya, berat badannya nyaris menyentuh 100 kg.

    Perkembangan penurunan bobot tubuh Isa bahkan di luar dari ekspektasi dan target awal. Ia semula memprediksi berat badan idealnya baru tercapai sebelum momen perayaan lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 2025.

    Motivasi terbesarnya menurunkan berat badan adalah kerap menjadi bahan bullying.

    “Selalu insecure, sering diejek, sering sesak napas dan mudah lelah. Bahkan kata keluarga dan tetanggaku, aku udah gendut genetik, pasti nggak bakalan kurus,” beber Isa, yang menamai akunnya mantan obesitas.

    “Dulu sampai dihina kaya paus terdampar, gajah duduk, bahkan babi guling. Kata-kata ini sudah jadi makananku setiap hari, nggak di sekolah maupun di rumah,” sambungnya dalam cerita di unggahan videonya.

    Kepada detikcom, ia membeberkan sejumlah resep menurunkan bobot tubuh yang dijalaninya dalam kurang lebih setahun terakhir. Olahraganya, bahkan hanya dengan berjalan kaki.

    “Aku konsisten bangun setiap pagi pukul 06:30, jalan setiap hari 30 menit, itu ngaruh banget di aku,” tutur dia.

    Sebelum menjalani hari, ia bangun tidur dengan meminum air putih, lalu melanjutkan intermittent fasting atau ‘diet puasa’. Isa baru mulai makan di siang hari.

    “Jam 12:00 makan siang secukupnya dan minum air putih, jam 13:00 nyemil buah dan snack rendah kalori, jangan lupa selalu minum air putih,” beber dia.

    Isa juga menyempatkan tidur siang, demi mengatur metabolisme tubuhnya agar tetap baik. Ia baru mulai kembali makan di pukul 18:00 dengan porsi sedikit nasi, lebih banyak sayur dan protein.

    “Kalau lapar lagi cukup makan buah,” tutur dia.

    Kunci diet sukses menurutnya adalah konsisten menjaga pola makan, menghindari terlalu banyak mengonsumsi gula dan tepung. Kualitas tidur dan menjaga mood juga disebutnya perlu diperhatikan.

    “Intinya aku defisit kalori berbarengan dengan intermittent fasting, jadi hasilnya bisa cepat. Minum air putih juga minimal 2 liter per hari. Istirahat yang cukup, nggak begadang, konsisten,” pungkas dia.

    (naf/kna)

  • Viral Tips Air Cucian Beras untuk Cuci Muka, Dokter Wanti-wanti Hal Ini

    Viral Tips Air Cucian Beras untuk Cuci Muka, Dokter Wanti-wanti Hal Ini

    Jakarta

    Ramai di media sosial X warganet membahas air cucian beras yang disebut bermanfaat untuk kesehatan kulit wajah. Tak sedikit warganet yang menyebut bahwa cuci muka dengan air cucian beras dapat membantu kulit wajah menjadi lebih cerah hingga awet muda.

    “Tiap cuci beras, air sisaan yang putih-putih itu, jangan dibuang. Masukin toples, pake buat cuci muka ato buat bilas rambut. You’re welcome,” kata pemilik akun @e**ed**e.

    “Mamaku rajin maskeran pake endapan nya, kulitnya halus, bersih, cerah, umur udah mau 60 tapi masih minim keriput dan flek padahal skincare nya cuma pake moisturizer itupun ganti ganti merk terus,” timpal salah satu netizen lain.

    Spesialis kulit dr I Gusti Nyoman Darmaputra SpDVE menjelaskan memang ada sejumlah potensi manfaat yang bisa didapatkan dari air cucian beras. Hal tersebut didapatkan dari kandungan inositol, antioksidan, hingga vitamin yang ada di dalamnya.

    Namun, ia mengingatkan kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti perawatan kulit yang tepat dan gaya hidup yang sehat.

    “Iya, umum tetap harus memerhatikan treatment secara umum dan gaya hidup keseluruhan untuk mendapatkan hasilnya,” kata dr Darma ketika dihubungi detikcom, Minggu (19/1/2025).

    dr Darma menjelaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat apabila ingin mencoba tips ini. Khususnya terkait soal kebersihan beras yang digunakan.

    Penting untuk memastikan bahwa air cucian beras yang digunakan bersih, untuk menghindari masalah kulit justru muncul setelah cuci muka dengan air cucian beras. Pastikan juga wadah untuk mencuci beras juga bersih dan kering untuk menghindari kontaminasi bakteri atau jamur.

    “Cucian pertama masih banyak mengandung kotoran dan dari proses pengolahan beras. Cucian kedua biasanya lebih bersih, tapi masih kaya akan pati dan sejumlah nutrisi. Banyak orang memilih cucian kedua atau bahkan ketiga sebagai air beras yang diambil,” kata dr Darma.

    Air cucian beras sebaiknya disimpan dalam kulkas, untuk mencegah cemaran bakteri. Penyimpan harus dilakukan di wadah tertutup, dengan waktu simpan maksimal 1-2 hari. Apabila muncul bau asam atau fermentasi berlebih, dr Darma menyarankan air cucian beras sebaiknya tidak digunakan lagi untuk wajah.

    Beras organik juga kadang dipilih karena dianggap lebih minim residu pestisida.

    Terakhir, dr Darma mengingatkan masyarakat dengan kondisi kulit tertentu seperti sensitif atau jerawat, kurang disarankan untuk melakukan tips tersebut. Untuk memastikan keamanan, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter terpercaya.

    “Yang utama itu kebersihannya (beras) sih. Pastikan juga kulitnya aman, jadi butuh konsul dokter untuk pastikan aman atau tidak buat kulitnya,” tandasnya.

    (avk/suc)

  • Gaduh Pakai Masker Bisa Bikin Bopeng, Memang Apa Kaitannya? Dokter Bilang Gini

    Gaduh Pakai Masker Bisa Bikin Bopeng, Memang Apa Kaitannya? Dokter Bilang Gini

    Jakarta

    Gaduh perdebatan penggunaan masker bisa memicu jerawat. Ada yang beranggapan keduanya tidak berkaitan, begitu pula sebaliknya. Hal ini bermula dari pengakuan influencer dokter detektif yang menyebut kulitnya berakhir bopeng pasca praktik saat pandemi COVID-19.

    Para tenaga kesehatan di masa wabah COVID-19 berpakaian dengan alat pelindung diri lengkap, bahkan beberapa menggunakan masker berlapis demi menghindari paparan virus. Memang apa sih kaitannya masker dengan jerawat?

    Spesialis kulit dr Ruri Diah Pamela, SpKK menyebut pemakaian masker pada sejumlah kondisi memang rentan memicu jerawat. Kondisi ini bahkan sering disebut sebagai ‘maskne’ yakni mask acne.

    “Masker dapat menciptakan lingkungan lembap dan panas akibat akumulasi keringat, minyak, dan bakteri, terutama jika dipakai terlalu lama tanpa diganti atau digunakan saat kulit belum bersih,” terang dr Ruri kepada detikcom, Senin (20/1/2025).

    “Gesekan antara masker dan kulit juga dapat menyebabkan iritasi, memperburuk kondisi kulit yang sudah rentan terhadap jerawat. Bila jerawat ini tidak diobati dengan baik, dalam beberapa kasus bisa meninggalkan bekas hingga bopeng,” sambung dia.

    Pemilik kulit sensitif dan kering paling rentan terkena maskne. Sebab, keduanya mudah mengalami iritasi saat kehilangan lapisan pelindung alami.

    Namun, bukan berarti mereka dengan kulit berminyak ‘bebas’ risiko maskne. Minyak berlebih juga ditekankan dr Ruri bisa memperparah jerawat.

    Tips Memakai Mencegah ‘Maskne’

    Beberapa tips agar pemakaian masker tidak memicu jerawat:

    Pertama, dr Ruri menyarankan untuk menggunakan masker yang bersih. Mengganti masker secara teratur, terutama ketika sudah dirasa lembap.

    Kedua, pemilihan masker dengan jenis bahan yang lembut. Misalnya, masker kain katun lembut atau masker medis dengan bahan hypoallergenic dapat membantu meminimalkan iritasi.

    Penggunaan masker juga perlu dibarengi dengan perawatan kulit yang tepat.

    “Bersihkan wajah dengan pembersih lembut sebelum dan sesudah menggunakan masker. Gunakan pelembap yang ringan untuk menjaga kelembapan kulit tanpa menyumbat pori,” saran dia.

    “Hindari penggunaan produk skincare yang terlalu berat atau berminyak saat akan memakai masker. Hindari makeup tebal, jika memungkinkan, hindari penggunaan makeup di area yang tertutup masker untuk mengurangi risiko pori tersumbat,” pungkasnya.

    (naf/kna)

  • Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee Sakit usai Suaminya Ditangkap, Disebut Sangat Kurus

    Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee Sakit usai Suaminya Ditangkap, Disebut Sangat Kurus

    Jakarta

    Kesehatan Ibu Negara Korea Selatan (Korsel), Kim Keon Hee, belakangan tengah disorot publik. Hal ini menyusul setelah suaminya, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol, ditangkap pada 15 Januari. Menurut laporan media setempat pada 17 Januari, kesehatan Kim terus memburuk.

    Mengutip pernyataan pejabat kantor kepresidenan, media lokal melaporkan mereka yang bertemu dengan Ibu Kim telah menyatakan kekhawatiran mengenai kesehatannya, bahkan Kim disebut-sebut terlihat sangat kurus kering.

    Orang-orang terdekatnya mengatakan kepada media bahwa sejak diberlakukannya darurat militer pada 3 Desember 2024, Ibu Kim tidak makan dengan benar.

    Beberapa anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa dan berada di dalam kediaman tersebut pada hari penangkapan Presiden Yoon juga mengungkap kondisi Kim.

    “Tidak makan dengan baik sampai-sampai ia mungkin harus pergi ke rumah sakit, tetapi ia mampu bertahan dengan meminum berbagai macam obat”, menurut laporan berita, dikutip dari The Straits Times.

    Sejak Juli 2024, Ibu Kim tidak muncul di depan publik karena skandal tas mewahnya dan tuduhan manipulasi saham Deutsche Motors. Ia tidak menemani suaminya dalam turnya di Amerika Tengah dan Selatan pada November 2024. Ia juga tidak menghadiri acara resmi selama berbulan-bulan.

    Sementara itu, partai oposisi Partai Demokratik Korea menyerukan peluncuran penyelidikan terpisah terhadap Ibu Negara.

    (suc/naf)

  • Dokter Gizi Ungkap Alasan Makan Seblak-Bakso Bisa Picu Anemia

    Dokter Gizi Ungkap Alasan Makan Seblak-Bakso Bisa Picu Anemia

    Jakarta

    Ramai di media sosial yang menyebut makan seblak dan bakso bisa memicu risiko anemia. Anemia terjadi saat tubuh seseorang mengalami penurunan atau jumlah sel darah merah yang ada di dalam tubuh berada di bawah batas normal.

    Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan kurangnya hemoglobin di dalam tubuh, sehingga memengaruhi jumlah produksi sel darah merah.

    Dokter spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, mengatakan seblak dan bakso memang berisiko memicu anemia dan kekurangan gizi. Hal tersebut disebabkan karena kandungan pada bakso dan seblak tak cukup menutrisi tubuh.

    Menurut dr Johanes, bakso terbuat dari tepung, daging, sapi, dan lain-lain. Akan tetapi kandungan daging sapinya terbilang cukup sedikit pada bakso.

    “Sebenarnya daging sapi merupakan sumber zat besi yang bagus. Namun bila jumlahnya sedikit ya tidak akan mencukupi,” imbuhnya saat dihubungi detikcom, Sabtu(18/1/2025).

    Seblak juga lebih dominan karbohidrat, lemak, minim protein, dan tanpa daging merah. Terlebih, kata dr Johanes, makanan seblak terbilang minim zat besi nabati seperti sayuran hijau.

    “Lebih dominan kandungan karbohidratnya, zat besi juga tidak ada,” tuturnya.

    Meski begitu, selain dari sisi makanan, kemungkinan ada faktor lainnya yang turut berkontribusi. Misalnya, lanjut dr Johanes, kedua makanan tersebut terkontaminasi cacing tambang lantaran tak diolah dengan higienis.

    Karena hal tersebut, dr Johanes menyarankan untuk merebus makanan dengan air mendidih, agar mampu membunuh telur cacing tambang yang berpotensi menyebabkan anemia. Dia juga merekomendasikan masyarakat untuk makan makanan yang bersih dan rutin mengonsumsi obat cacing selama satu sampai dua kali dalam setahun.

    (suc/suc)

  • Dikira Sudah Meninggal, Pria India ‘Hidup Lagi’ saat Mau Dibawa ke Kamar Mayat

    Dikira Sudah Meninggal, Pria India ‘Hidup Lagi’ saat Mau Dibawa ke Kamar Mayat

    Jakarta

    Seorang kakek bernama Pavithran (67) di India membuat heboh karena ‘hidup kembali’ setelah sempat dikira meninggal oleh keluarganya. Kakek itu terbangun ketika ia hendak dipindah ke kamar mayat.

    Kejadian tersebut terjadi di distrik Kerala Utara, ketika pihak keluarga sedang mempersiapkan prosedur pemakaman untuk kakek tersebut. Saat mempersiapkan acara pemakaman, pihak keluarga menitipkan ‘jenazah’ Pavithran untuk dimasukkan dalam tempat berpendingin khusus di kamar mayat RS Koperasi Memorial AKG.

    Rencananya, setelah persiapan selesai, jenazah baru akan dibawa ke kampung halaman untuk proses pemakaman.

    Tepat ketika ingin dipindahkan ke kamar mayat, seorang petugas rumah sakit bernama Jayan melihat sedikit gerakan di jari-jari pasien. Ketika melihat hal tersebut, ia lalu menghubungi tim medis dan pihak keluarga.

    “Selain saya, teknisi listrik kami Anoop juga ada di sana. Ia melihat jari-jari pria itu bergerak dan memanggil saya. Saya juga melihatnya. Kami segera memberitahu kerabat dan dokter. Ketika tekanan darah pasien diperiksa, hasilnya normal,” kata Jayan dikutip dari Hindustan Times, Senin (20/1/2025).

    Dokter pun bergegas memindahkan Pavithran ke unit perawatan intensif di rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

    Pihak keluarga menuturkan Pavithran masuk rumah setelah mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti paru-paru dan jantung.

    Kejadiannya bermula ketika ia dirawat di sebuah rumah sakit swasta dan harus dipasangi ventilator. Dokter menyebut Pavithran dapat meninggal dunia dalam 10 menit apabila ventilatornya dilepas.

    Namun, keluarga memutuskan untuk membawa Pavithran pulang ke kampung halaman karena mereka tidak mampu menanggung biaya perawatan yang tinggi.

    Keluarga berasumsi bahwa Pavithran sudah meninggal dunia ketika akhirnya dibawa pulang. Asumsi tersebut semakin kuat setelah dokter sebelumnya sempat menyebut Pavithran tidak mungkin bertahan hidup lebih dari lima jam dengan ambulans biasa tanpa ventilator.

    Menurut keluarga, tubuh Pavithran juga tidak menunjukkan ada tanda-tanda kehidupan saat itu.

    Sesampainya malam hari, keluarga membawa Pavithran RS Koperasi Memorial AKG di dekat kediaman mereka untuk dititipkan sementara. Lalu, kejadian mengejutkan itu terjadi.

    Pavithran saat ini dilaporkan masih dalam keadaan kritis dan mendapatkan perawatan di ICU. Pihak rumah sakit menuturkan Pavithran merespons pengobatan dengan baik.

    “Ia membuka matanya dan melihat orang-orang ketika namanya dipanggil. Meskipun kondisinya masih kritis, ia merespons dengan baik,” kata seorang pejabat rumah sakit.

    (avk/suc)

  • Raker PERDOKJASI Dukung Penguatan Sistem Pembiayaan Kesehatan Berkualitas

    Raker PERDOKJASI Dukung Penguatan Sistem Pembiayaan Kesehatan Berkualitas

    Jakarta

    Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) menggelar Rapat Kerja (Raker) pertama pada Minggu (19/1/2025) di kantor PB IDI. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam perjalanan organisasi baru yang didirikan pada 20 Oktober 2024.

    Sebagai organisasi keseminatan dokter, PERDOKJASI hadir untuk menjawab kebutuhan akan peran strategis dokter dalam pengelolaan dan pengembangan sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia, baik dalam skema jaminan sosial maupun asuransi komersial.

    Ketua Pengurus Pusat PERDOKJASI, Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS, Subspes, N TB, SpKP, AAK, menekankan pentingnya membangun sinergi antara dunia medis dan sistem pembiayaan kesehatan.

    “Kami melihat kebutuhan mendesak untuk menjembatani praktik kedokteran dengan sistem pembiayaan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan pasien sekaligus keberlanjutan sistem. PERDOKJASI hadir untuk memastikan kedua aspek ini dapat berjalan selaras,” ujarnya dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (20/1/2025).

    Raker pertama ini membahas berbagai agenda strategis yang menjadi prioritas PERDOKJASI. Adapun salah satu fokus utamanya adalah potensi pengembangan program studi ilmu kedokteran asuransi di Indonesia.

    Selain itu, raker ini juga menetapkan program kerja yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kepimpinan dokter di bidang manajemen pembiayaan kesehatan, pengembangan sistem pembiayaan yang efisien, serta literasi masyarakat mengenai jaminan sosial dan asuransi kesehatan.

    PERDOKJASI didukung oleh jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Pakar yang terdiri dari tokoh-tokoh senior di bidang kedokteran dan pembiayaan kesehatan. memiliki lima bidang utama yang mencakup Organisasi dan Keanggotaan, Hukum dan Advokasi, Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, Kajian dan Publikasi Ilmiah, serta Pelatihan dan Pengembangan SDM Kedokteran.

    Dengan struktur ini, PERDOKJASI bertujuan menjadi mitra strategis bagi pemerintah, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, industri perasuransian, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan.

    Melalui diskusi ini, PERDOKJASI berupaya menggali solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memastikan keberlanjutan sistem pembiayaan yang inklusif.

    (suc/up)

  • Viral Air Cucian Beras Disebut Bisa Cerahkan Wajah, Dermatolog Bilang Gini

    Viral Air Cucian Beras Disebut Bisa Cerahkan Wajah, Dermatolog Bilang Gini

    Jakarta

    Ramai warganet media sosial X membahas soal manfaat air cucian beras untuk kulit wajah. Tak sedikit dari mereka menyimpan air cucian beras sebagai air untuk cuci muka.

    Mereka berpendapat bahwa air cucian beras dapat membantu kulit wajah menjadi lebih cerah. Memangnya beneran ngaruh?

    “Tiap cuci beras, air sisaan yang putih-putih itu, jangan dibuang. Masukin toples, pake buat cuci muka ato buat bilas rambut. You’re welcome,” kata pemilik akun @e**ed**e.

    “true here’s another tip, bilasan pertama atau kedua ya soalnya kalo yg pertama kotor buang aza. ampuh nyerahin dan bikin muka alus (honest rivyu pemakaian sendiri) jangan lupa pakenya berkala, kalo dah kering basuh lagi basuh lagi sampe lepek wkwkw di tangan kaki juga boleh,” kata netizen lain membenarkan.

    Berkaitan dengan hal tersebut, spesialis kulit dr I Gusti Nyoman Darmaputra SpDVE menuturkan bahwa air cucian beras memang memiliki potensi manfaat yang baik untuk kulit. Manfaat itu datang dari zat-zat yang ada di dalamnya seperti inositol, vitamin B dan E, hingga antioksidan asam ferulat dan oryzanol.

    dr Darma mengatakan kandungan-kandungan tersebut baik untuk regenerasi sel, menjaga skin barrier, menjaga kelembaban, hingga mencegah penuaan.

    “Antioksidan membantu melawan radikal bebas yang dapat mempercepat penuaan kulit atau photoaging,” kata dr Darma ketika dihubungi detikcom, Minggu (19/1/2025).

    Meski memiliki potensi manfaat, dr Darma mengingatkan bahwa kesehatan kulit melibatkan banyak faktor di dalamnya. Sehingga kulit yang lebih cerah setelah menggunakan air cucian beras, mungkin juga disebabkan oleh perawatan kulit yang baik dan gaya hidup secara umum yang memang sudah tepat.

    Terlebih, kandungan-kandungan nutrisi dalam air cucian beras, seperti antioksidan, konsentrasinya juga tidak selalu terukur tinggi.

    “Efek ‘mencerahkan’ sebagian besar diduga berasal dari kandungan niasin dan antioksidan yang mendukung pergantian sel kulit dan mengurangi stres oksidatif,” kata dr Darma.

    “Walaupun konsentrasi spesifiknya dalam air cucian beras tidak selalu terukur tinggi,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • Kebiasaan Makan yang Bisa Bikin Wanita Menua Lebih Cepat, Wajib Dihindari

    Kebiasaan Makan yang Bisa Bikin Wanita Menua Lebih Cepat, Wajib Dihindari

    Jakarta

    Ahli menemukan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula terkait dengan sel-sel yang lebih cepat menua. Studi baru ini menyoroti makanan dengan gula tambahan dapat mengubah cara sel berfungsi dan mempercepat usia biologis seseorang.

    “Gula sendiri merupakan agen inflamasi, sekaligus penyebab stres oksidatif dalam tubuh,” tutur Dorothy Chiu, PhD, seorang peneliti pascadoktoral di Osher Center for Integrative Health di University of California San Francisco, yang turut menulis penelitian tersebut, kepada Health.

    Dalam studi yang dipublikasikan baru-baru ini di JAMA Network Open, Chiu dan timnya menganalisis data yang dikumpulkan dari National Heart, Lung, and Blood Institute Growth and Health Study (NGHS), yang dilakukan antara tahun 1987 dan 1997. Ada sekitar 350 wanita yang menjadi subjek penelitian ini dengan rentang usia 9-19 tahun.

    Para wanita melaporkan informasi tentang pola makan mereka dan juga memberikan sampel air liur yang digunakan tim untuk menganalisis usia biologis mereka. Mereka menggunakan penanda yang disebut GrimAge2, yang memberikan informasi tentang risiko penyakit dan kematian.

    Hasilnya, wanita yang mengonsumsi gula tambahan dalam jumlah lebih banyak menunjukkan tanda-tanda penuaan sel yang lebih cepat dibandingkan dengan yang lain, bahkan jika mereka mengonsumsi makanan yang sehat, demikian temuan para peneliti.

    Gula tambahan mengacu pada gula yang ditambahkan ke makanan selama proses produksi, seperti pada minuman manis dan makanan panggang, berbeda dengan gula alami yang ditemukan dalam susu, buah-buahan, dan sayuran.

    Bahkan bagi orang-orang yang mengonsumsi makanan sehat, para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi gula tambahan membuat sel-sel mereka menua secara biologis lebih cepat daripada usia kronologis mereka, artinya sel-sel mereka lebih mungkin menua secara biologis daripada usia orang tersebut dalam hitungan tahun.

    (kna/kna)