Category: Detik.com Kesehatan

  • 10 Kelompok Orang yang Disarankan Batasi Minum Kopi, Kamu Termasuk?

    10 Kelompok Orang yang Disarankan Batasi Minum Kopi, Kamu Termasuk?

    Jakarta

    Kopi merupakan salah satu minuman paling populer karena rasanya yang kuat dan efeknya yang membangkitkan stamina. Kendati demikian, minuman ini tidak cocok untuk semua orang.

    Beberapa orang bisa mengalami efek samping yang merugikan dari kafein, seperti kecemasan, insomnia, refluks asam, hingga peningkatan detak jantung. Jadi, memahami siapa saja yang disarankan untuk tidak minum kopi begitu penting bagi kesehatan secara keseluruhan.

    Kelompok Orang yang Disarankan Batasi Minum kopi

    Ada beberapa orang yang tidak disarankan untuk minum kopi atau membatasi asupannya. Berikut di antaranya:

    1. Orang dengan Sensitivitas Kafein

    Bagi seseorang yang sangat sensitif terhadap kafein, sejumlah kecil kopi bisa menyebabkan:

    Detak jantung cepatKegelisahanInsomnia
    -Masalah pencernaan
    -Kecemasan

    Dikutip dari laman Times of India, sensitivitas terhadap kafein bisa bersifat genetik atau disebabkan oleh obat-obatan serta kondisi yang mendasarinya. Jika mengalami gejala ini setelah minum kopi, kurangi atau hindari sama sekali.

    2. Ibu Hamil

    Asupan kafein dalam jumlah sedang dianggap aman selama kehamilan, yaitu sekitar 200 mg/hari. Namun, konsumsi kafein yang berlebihan bisa meningkatkan risiko:

    Berat badan lahir rendahPersalinan prematurKeguguran

    Karena itu, ibu hamil disarankan untuk membatasi atau menghindari kopi. Pilih alternatif bebas kafein, seperti teh herbal atau kopi tanpa kafein. Penting untuk memeriksa label minuman ringan atau obat-obatan untuk mengetahui kandungan kafein yang tersembunyi.

    3. Ibu Menyusui

    Ibu menyusui juga disarankan untuk tidak minum kopi. Dikutip dari laman Eat This, ahli gizi Angel Planells, MS, RDN mengatakan, kopi bisa membuat ibu mengalami dehidrasi, terlebih harus menyusui anaknya.

    “Karena kafein adalah stimulan dan diuretik, kekhawatirannya adalah bahwa ibu menyusui mungkin berisiko mengalami dehidrasi,” tuturnya.

    4. Orang dengan Kondisi Jantung

    Kafein bisa meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Orang-orang dengan hipertensi (tekanan darha tinggi), aritmia (detak jantung tidak teratur), dan penyakit arteri koroner, minum kopi bisa memperburuk gejala atau memicu komplikasi.

    Jadi, bagi orang yang memiliki kondisi jantung penting untuk selalu konsultasikan dengan ahli jantung sebelum mengonsumsi kopi.

    5. Orang dengan Refluks Asam atau GERD

    Kopi bersifat asam dan bisa merelaksasi sfingter esofagus bagian bawah. Hal ini bisa menyebabkan:

    Refluks asamMaagGejala penyakit refluks gastroesofageal (GERD)

    Jika mengalami masalah pencernaan setelah minum kopi, pertimbangkan untuk memilih kopi rendah asam atau hindari sama sekali. Selain itu, menghindari kopi saat perut kosong dan membatasi asupannya bisa mengurangi ketidaknyamanan serta melindungi kesehatan pencernaan.

    6. Anak-anak dan Remaja

    Kafein memengaruhi anak-anak dan remaja lebih intens daripada orang dewasa. Asupan kafein bisa menyebabkan:

    -Gangguan tidur
    -Meningkatnya kecemasan
    -Fokus yang buruk dan perubahan suasana hati
    -Ketergantungan
    -Sakit kepala, masalah pencernaan, dan detak jantung meningkat

    Pakar kesehatan menyarankan anak-anak untuk menghindari kafein sepenuhnya. Sementara remaja harus membatasi asupannya tidak lebih dari 100 mg per hari.

    7. Orang dengan Gangguan Kecemasan

    Kopi dapat merangsang sistem saraf pusat. Hal tersebut bisa memperburuk gejala kecemasan, seperti

    Serangan panikPeningkatan denyut jantungKegelisahan

    Pengidap gangguan kecemasan umum, gangguan panik, atau kecemasan sosial umumnya lebih baik menghindari kafein. Sebab, konsumsi kafein berlebihan bisa mengganggu pola tidur yang menyebabkan peningkatan kecemasan dan iritabilitas, sehingga memperburuk gejala kesehatan. Penting untuk memantau asupan kafein dengan cermat.

    8. Orang dengan Insomnia

    Kafein memblokir adenosin, zat kimia pemicu tidur di otak, sehingga bisa mengganggu siklus tidur. Minum kopi di sore hari bisa menyebabkan

    Sulit tidurKualitas tidur yang buruk-Sering terbangun di malam hari

    Jika mengidap insomnia kronis, minum kopi, bahkan di pagi hari bisa menyebabkan masalah tidur yang berkelanjutan. Kafein juga meningkatkan kewaspadaan, menunda produksi melatonin, memperpendek tahap tidur nyenyak, dan bisa memperburuk kecemasan. Semua hal tersebut memengaruhi tidur nyenyak dan restoratif.

    9. Orang dengan Osteoporosis

    Asupan kopi bisa mengurangi penyerapan kalsium, terutama pada orang yang sudah mengonsumsi makanan rendah kalsium. Seiring waktu, konsumsi kopi yang berlebihan, yaitu lebih dari 3-4 cangkir sehari bisa menyebabkan:

    Kepadatan tulang yang rendahMeningkatnya risiko patah tulang

    10. Pengidap Epilepsi

    Meski studinya terbatas, temuan baru menunjukkan bahwa konsumsi kopi yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan frekuensi kejang. Tapi diperlukan lebih banyak studi. Bagi pengidap epilepsi, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli saraf tentang asupan kafein.

    (elk/kna)

  • Muncul Gejala Ini Saat Olahraga? Langsung Setop, Tandanya Jantung Hampir Kolaps

    Muncul Gejala Ini Saat Olahraga? Langsung Setop, Tandanya Jantung Hampir Kolaps

    Jakarta

    Olahraga memang memberikan banyak manfaat, tapi tubuh bisa memberi sinyal bahaya ketika aktivitas dilakukan terlalu berat atau tidak sesuai kemampuan. Peserta olahraga ekstrem seperti lari trail perlu lebih peka terhadap tanda-tanda tersebut agar terhindar dari risiko yang tak diinginkan seperti jantung kolaps.

    Spesialis kedokteran olahraga dr Andhika Raspati, SpKO, mengatakan peserta olahraga harus segera memperlambat atau menghentikan aktivitas jika mulai merasakan gejala tidak biasa.

    “Feeling subjective juga penting. Kayak udah mulai ngerasa kok ngap banget ya, slow down pelan-pelan, atau mulai ngerasa nggak nyaman di dada, atau mulai kliyengan, atau mulai ngerasa kayak mau pingsan dan sebagainya, itu bisa jadi alarm gitu, udah jerit nih, udah dong guys, slow down, slow down gitu,” ucapnya dalam tayangan detikSore, Selasa (9/12/2025).

    [Gambas:Instagram]

    Selain mendengarkan sinyal tubuh, penggunaan smartwatch juga bisa membantu memantau detak jantung (heart rate) selama aktivitas berlangsung. Namun, dr Andhika menegaskan perangkat tersebut tidak bisa dijadikan patokan utama.

    dr Andhika juga mengingatkan agar peserta tidak memaksakan diri berlari ketika kondisi tubuh sedang tidak fit.

    Menurutnya, beberapa masalah ringan seperti kurang tidur, badan tidak enak, atau mengalami diare justru bisa meningkatkan risiko bahaya saat berolahraga. Kondisi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi tanpa disadari.

    “Diare itu bahaya karena bisa bikin dehidrasi. Dan begitu orang dehidrasi dibawa lari, itu macam-macam tuh (risikonya). Bisa ke heatstroke, bisa ke jantung,” ujarnya.

    (suc/up)

  • Leher Kaku Pertanda Kolesterol Tinggi? Ini Kata Dokter

    Leher Kaku Pertanda Kolesterol Tinggi? Ini Kata Dokter

    Jakarta

    Kolesterol adalah zat alami yang diproduksi di hati dan bisa diserap melalui makanan yang dikonsumsi. Lipoprotein ini penting untuk pola makan sehat, tapi jika dikonsumsi berlebihan bisa berbahaya bagi tubuh.

    Pernah merasakan leher yang kaku? Hal ini bisa menjadi sinyal dari kolesterol tinggi. Begini penjelasan dari dokter.

    Leher Kaku Pertanda Kolesterol?

    Pada umumnya, kolesterol tinggi tidak memicu gejala. Akan tetapi, jika kadarnya berlebihan, maka kolesterol tinggi akan menyebabkan plak dan menyempitkan pembuluh darah, seperti di leher.

    Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengatakan, hal inilah yang bisa memicu gejala sakit pada leher dan pundak.

    “Jadi kalau misal kolesterol tinggi kan bikin menumpuk di pembuluh darah, bikin kaku,” kata dr Putri pada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Nah itu lah yang memicu gejala kok leher-pundak sakit, kaku, itu bisa efek hypercholesterol yang memicu penumpukan lemak di dinding pembuluh darah,” terangnya.

    Senada dengan hal tersebut, spesialis penyakit dalam, dr Ray Rattu, SpPD, kadar kolesterol yang terlalu banyak dalam tubuh bisa membuat nyeri atau rasa tegang pada pundak atau leher. Menurutnya, gejala seperti ini muncul karena penyerapan asam lemak berlebihan yang memengaruhi sistem kardiovaskular dan menyebabkan gangguan pada otot dan saraf di sekitar area tersebut.

    “Ini ada hubungannya dengan setelah dilakukan penyerapan dari asam lemak yang ada, maka akan kemungkinan terjadi suatu perubahan secara kardiovaskular, terutama di pembuluh-pembuluh darah yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan otot dan saraf,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu

    Meski demikian, dr Ray mengatakan, rasa tegang di kuduk yang dirasakan setelah makan makanan berlemak tak selalu dikaitkan dengan kolesterol tinggi. Ada banyak faktor lain yang bisa menyebabkan gejala serupa. Jadi, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

    “Jadi ada begitu banyak, begitu banyak variabel atau komponen lain menjadi juga gejala-gejala seperti itu,” imbuhnya lagi.

    Kolesterol Menyebabkan Penyakit Jantung

    Seiring berjalannya waktu, kolesterol jahat yang dikenal sebagai LDL bisa menumpuk di sekitar arteri yang mengalirkan suplai darah ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung. Jika arteri tersumbat, penyakit jantung koroner bisa terjadi. Adapun beberapa gejala penyakit jantung yang paling umum meliputi:

    Angina, nyeri dadaMualKelelahan ekstremSesak napasNyeri pada leher, rahang, perut bagian atas atau punggung

    Lakukan pemeriksaan kolesterol lebih sering jika memiliki riwayat keluarga dengan serangan jantung atau stroke. Sebab kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala di tahap awal, penting untuk menerapkan gaya hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan bernutrisi dan menjaga rutinitas olahraga.

    (elk/kna)

  • Akses Terhambat, Tenaga Medis Datangi Warga Terdampak Banjir Bandang

    Akses Terhambat, Tenaga Medis Datangi Warga Terdampak Banjir Bandang

    Foto Health

    Rafida Fauzia – detikHealth

    Rabu, 10 Des 2025 22:12 WIB

    Tapanuli Tengah – Fasilitas rusak membuat warga terdampak membutuhkan layanan jemput bola. Petugas bergerak cepat memastikan kebutuhan medis tetap terpenuhi.

  • Minat Pasien Perawatan Anti Aging Alami Terus Meningkat

    Minat Pasien Perawatan Anti Aging Alami Terus Meningkat

    Foto Health

    Rifkianto Nugroho – detikHealth

    Rabu, 10 Des 2025 20:10 WIB

    Jakarta – Tren antiaging alami semakin digemari karena dinilai aman dan efektif. Perawatan berbasis stimulasi otot kini mulai masuk ke lebih banyak klinik.

  • Viral Tutorial di TikTok Bikin Candied Salmon di Rumah, Memangnya Aman?

    Viral Tutorial di TikTok Bikin Candied Salmon di Rumah, Memangnya Aman?

    Jakarta

    Beberapa waktu ini viral di media sosial TikTok warganet mencoba membuat salmon candy atau candied salmon. Ini adalah potongan salmon yang diolah dengan cara proses curing, pengasapan, dan glaze manis dengan sirup maple manis hingga terlihat seperti permen.

    Makanan ini terlihat pink gelap, memiliki rasa manis, dengan tekstur sedikit chewy. Karena tampilannya yang enak, banyak warganet yang mencoba membuatnya sendiri di rumah.

    Tak sedikit, orang yang berkomentar makanan ini sebenarnya tidak boleh dibuat sembarangan karena dibuat dengan salmon mentah yang harus melalui proses pengolahan berhari-hari. Bahkan ada beberapa influencer yang memasaknya tanpa proses pengasapan.

    “Jangan diikutin guys, salmon candy yang dibuat sm org luar dinegeri itu ikannya di asepin, bukan cuma dimarinasi dikulkas, mana sampe seharian di kulkas,” kata salah satu netizen di sebuah unggahan di TikTok.

    “Yang mau fomo2an, ingat, parasit cacing pita bisa beranak pinak sangat cepat di badan manusia, bahkan bisa naik ke organ macam otak. Jadi kalau memang gak punya budget bikin yg bener, beli aja,” timpal netizen lain.

    Pakar mikrobiologi IPB University Prof Dr Ir Antonius Suwanto mengungkapkan proses pembuatan candied salmon sebenarnya aman saja dilakukan. Namun, ketika dibuat secara sembarangan di rumah, maka risiko paparan patogen akan semakin besar.

    Jika ini terjadi, maka akan ada risiko infeksi jika akhirnya dikonsumsi.

    “Daging ikan itu sendiri mudah mengalami pembusukan. Selain bisa juga terkontaminasi oleh bakteri patogen, kalau penanganannya tidak betul,” ucap Prof Anton ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (10/12/2025).

    Pada proses curing, sebenarnya garam ikut membantu memproteksi makanan yang diawetkan. Namun, karena salmon diolah dalam kondisi mentah dan suhu kulkas rumahan belum tentu memadai, maka kondisi dari ikannya sendiri menjadi tidak terjamin.

    Ini juga belum ditambah risiko dari konsumsi garam dan gula yang berlebihan mengingat pembuatan candied salmon memerlukan garam dan gula yang banyak.

    Apabila candied salmon yang terpapar patogen dikonsumsi, maka akan timbul masalah pencernaan. Dalam jumlah paparan yang besar, bahkan bisa berakibat fatal untuk tubuh.

    “Misalnya kalau sudah sampai ada patogennya. Kalau ringan mungkin dia diare sakit perut, bisa sampai kemudian juga bisa fatal kalau kemudian itu bakterinya bakteri yang menghasilkan toksin dan sebagainya,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video Sejumlah Penyakit Hantui Korban Bencana di Sumatera”
    [Gambas:Video 20detik]
    (avk/kna)

  • 7 Makanan Peningkat Daya Ingat, Cegah Pikun Sejak Usia Muda

    7 Makanan Peningkat Daya Ingat, Cegah Pikun Sejak Usia Muda

    Jakarta

    Sebagi pusat kendali tubuh, otak bertanggung jawab untuk menjaga jantung tetap berdetak dan paru-paru bernapas, serta memungkinkan untuk bergerak, merasakan, dan berpikir.

    Makan makanan tertentu bisa membantu meningkatkan daya ingat dan menjaga otak dalam kondisi kerja yang optimal. Berikut beberapa makanan yang mendukung kesehatan otak.

    Makanan Peningkat Daya Ingat

    Berbagai makanan, seperti ikan berlemak, blueberry dan brokoli mendukung kesehatan dan fungsi otak, termasuk daya ingat. Beikut penjelasannya.

    1. Ikan Berlemak (Fatty Fish)

    Dikutip dari laman Healthline, saat orang berbicara tentang makanan yang baik untuk otak, ikan berlemak seringkali berada di urutan teratas. Sebab, ikan ini merupakan sumber asam lemak omega-3 yang kaya.

    Adapun beberapa ikan berlemak di antaranya salmon, haring, sarden, dan trout. Sekitar 60 persen otak terbuat dari lemak, dan setengah dari lemak terdiri dari asam lemak omega-3. Otak menggunakan omega-3 untuk membangun sel-sel otak dan saraf dan lemak ini sangat penting untuk pembelajaran dan memori.

    Asam lemak omega-3 bisa memperlambat penurunan fungsi mental terkait usia dan membantu mencegah penyakit Alzheimer. Sebaliknya, kekurangan omega-3 dikaitkan dengan gangguan kognitif serta depresi.

    2. Blueberry

    Blueberry menawarkan berbagai manfaat kesehatan, termasuk untuk otak. Buah ini mengandung antosianin, sekelompok senyawa tumbuhan yang memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan.

    Antioksidan bertindak melawan stres oksidatif dan peradangan yang bisa berkontribusi pada penuaan otak dan penyakit neurodegeneratif. Beberapa antioksidan dalam blueberry ditemukan dan dapat terakumulasi di otak srta membantu meningkatkan komunikasi antar sel otak.

    3. Brokoli

    Brokoli kaya akan senyawa tumbuhan yang ampuh, seperti antioksdan. Sayuran ini juga sangat kaya akan vitamin K yang penting untuk pembentukan sfingolipid, sejenis lemak yang tersusun padat di dalam sel-sel otak.

    Beberapa penelitian pada oang dewasa mengaitkan asupan vitamin K yang lebih tinggi dengan daya ingat dan status kognitif yang lebih baik. Brokoli juga mengandung senyawa seperti sulforafan yang memberi efek anti-inflamasi dan antioksidan, serta membantu melindungi otak dari kerusakan.

    4. Coklat Hitam

    Coklat hitam mengandung 70 persen kakao atau lebih dan mengandung senyawa yang bisa meningkatkan fungsi otak, seperti flavonoid, kafein, dan antioksidan.

    Flavonoid merupakan sekelompok senyawa tumbuhan atioksidan yang bisa mningkatkan daya ingat dan membantu memperlambat penurunan fungsi mental terkait usia. Sebuah penelitian menemukan bahwa peserta yang makan coklat hitam mengalami peningkatan suasana hati yang positif dan keragaman mikrobioma usus yang lebih besa, dibandingkan mereka yang tidak makan coklat.

    5. Kacang-kacangan

    Menurut penelitian, mengonsumsi kacang-kacangan bisa meningkatkan indikator kesehatan jantung. Memiliki jantung yang sehat dikaitkan dengan otak yang sehat dan risiko gangguan neurolois yang lebih rendah.

    Beberapa nutrisi dalam kacang-kacangan, seperti lemak sehat, antioksidan, dan vitamin E bisa memberikan efek menguntungkan untuk kesehatan otak. Vitamin E mlindungi sel dari radikal bebas yang membantu memperlambat penurunan mental.

    Dikutip dari laman BBC Good Food, kacang tanah kaya nutrisi dan menyediakan sejumlah mineral, seperti magnesium, zat besi, seng, dan tembaga. Kacang ini juga merupakan sumber vitamin, termasuk kelompok vitamin B dan vitamin E. Konsumsi kacang tanah dan selai kacang secara teratur bisa meningkatkan fungsu memori dan memperbaiki respons sres pada populasi muda yang sehat.

    6. Sayuran Berdaun Hijau

    Sayuran berdaun hijau, seperti kale, bayam, dan selada air kaya akan vitamin dan fitonutrien, seperti folat, vitamin E, dan senyawa tumbuhan yang disebut kaempferol. Kombinasi nutrisi ini bisa membantu memperlambat penurunan kognitif dan mnngkatkan daya ingat, terutama seiring bertambahnya usia.

    7. Telur

    Telur merupakan sumber nutrisi yang baik untuk otak karena kandungan vitamin B6, B12, folat, dan kolinnya.

    Kolin merupakan mikronutrien penting yang digunakan tumbuh untuk menciptakan astilkolin, neurotransmitter yang membantu mengatur suasana hati dan daya ingat. Viamin B yang terkandung dalam telur juga mendukung kesehatan otak.

    Halaman 2 dari 3

    Simak Video “Video: Sehabis Olahraga Sebaiknya Makan Apa Ya? Ini Kata Ahli Gizi”
    [Gambas:Video 20detik]
    (elk/kna)

  • Henti Jantung Bisa Terjadi Saat Olahraga, Masih Bisakah Diselamatkan?

    Henti Jantung Bisa Terjadi Saat Olahraga, Masih Bisakah Diselamatkan?

    Jakarta

    Henti jantung merupakan penyebab kematian yang kerap terjadi tanpa peringatan yang jelas. Kondisi darurat ini bisa terjadi pada siapa saja, baik orang dengan riwayat penyakit jantung maupun yang tampak sehat.

    Kondisi ini kebanyakan terjadi secara mendadak. Lantas, seberapa besar peluang untuk bisa diselamatkan?

    Spesialis olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO mengungkapkan seseorang yang mengalami henti jantung, tak terkecuali saat olahraga, masih memiliki peluang selamat, jika segera diberikan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP).

    “Kalau serangan jantung ya lumayan ada waktu ke IGD,” ucapnya dalam acara detikSore, Selasa (9/12/2025).

    “Tapi, kalau (henti) jantung harus on site, mesti langsung bahkan kita cuma punya waktu 3 menit sebenarnya untuk segera CPR atau AED (Automated External Defibrillator),” sambungnya.

    Automated External Defibrillator (AED) atau defibrilator eksternal otomatis merupakan alat medis portabel yang berfungsi menganalisis irama jantung dan memberikan kejutan listrik secara otomatis. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan detak jantung normal pada orang yang mengalami henti jantung.

    Lalu, kondisi seperti apa yang harus langsung mendapat CPR?

    dr Andhika mengatakan penting untuk mengidentifikasi orang seperti apa yang sangat membutuhkan CPR. Salah satunya memberikan rangsangan kepada orang yang mendadak pingsan.

    “Kalau ada orang pingsan terus kita kasih rangsangan, mau dipanggil-panggil, kita tepuk-tepuk, kita kasih rasa nyeri tapi tidak memberikan respons dalam bentuk apapun, kita bisa anggap dia henti jantung,” terang dia.

    “Kalau misalkan ragu nih, kita mungkin bisa ngecek nadi atau ragu sendiri, sudah start (mulai) CPR. Tapi, sebelum itu call for help dulu, karena kalau kita nggak panggil bantuan, seperti ambulans atau segala macam, mau sampai kapan (CPR),” pungkasnya.

    (sao/up)

  • Sederhana Tapi Menjebak! Coba Pindahkan Batang Korek Ini agar Polanya Tepat

    Sederhana Tapi Menjebak! Coba Pindahkan Batang Korek Ini agar Polanya Tepat

    Sederhana Tapi Menjebak! Coba Pindahkan Batang Korek Ini agar Polanya Tepat

  • Bisa Muncul Saat Olahraga, Waspadai Ciri Nyeri Dada yang Jadi Tanda Serangan Jantung

    Bisa Muncul Saat Olahraga, Waspadai Ciri Nyeri Dada yang Jadi Tanda Serangan Jantung

    Jakarta

    Serangan jantung dapat terjadi kapan saja, termasuk saat seseorang berolahraga. Hal ini menjadi perhatian setelah dua pelari meninggal dunia diduga akibat serangan jantung saat mengikuti ajang Siksorogo Lawu Ultra 2025.

    Karenanya, penting untuk mengenali gejala awal serangan jantung yang bisa muncul saat aktivitas fisik, salah satunya nyeri dada.

    Spesialis kedokteran olahraga dr Andhika Raspati, SpKO, menjelaskan nyeri dada yang muncul memang tak selalu berasal dari jantung. Keluhan tersebut dapat muncul karena otot atau gangguan lambung seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

    Namun ia menegaskan, pada kondisi tertentu nyeri dada dapat menandakan gangguan jantung, terutama bila keluhannya menyebar. Berbeda dengan nyeri otot yang lokasinya spesifik dan membaik saat bagian tubuh digerakkan.

    “Tapi kalau sakitnya lebih nyebar, kayak bisa ke tangan, ke leher, ke punggung. Kita mesti curiga. Jangan-jangan jantung nih. Itu nyebarnya tuh nyerinya itu, si pegelnya. Jadi nyerinya nyebar,” katanya dalam tayangan detikSore, Selasa (9/12/2025).

    dr Andhika mengingatkan, jika mengalami nyeri dada dan menyebar aktivitas sebaiknya segera dihentikan karena bisa jadi mengarah pada masalah jantung.

    “Sakitnya susah dijelasin karena emang nggak tajam. Lebih kayak didudukin,” ucapnya lagi.

    (suc/suc)