Category: Detik.com Kesehatan

  • Ratusan Telur Cacing Pita ‘Hidup’ di Tubuh Pasien, Dokter Minta Batasi Makanan Ini

    Ratusan Telur Cacing Pita ‘Hidup’ di Tubuh Pasien, Dokter Minta Batasi Makanan Ini

    Jakarta

    Temuan dokter UGD di Florida belakangan disorot lantaran seorang pasien kedapatan memiliki ratusan telur cacing pita di dalam tubuhnya. dr Sam Ghali menyebut hal itu dipicu oleh makanan babi mentah.

    Pasien diketahui mengonsumsi daging babi setengah matang yang masih mengandung larva cacing pita. Tak disangka, larva cacing menetas masuk ke jaringan tubuh hingga membentuk kista di tubuh pasien.

    Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD, KGEH, menyebut kondisi ini memang rentan terjadi saat seseorang mengonsumsi daging yang tidak atau kurang matang. Tidak hanya daging babi, jenis daging sapi giling, ayam, dan unggas lain juga sebaiknya dihindari dikonsumsi dalam kondisi kurang matang.

    “Ada kemungkinan daging setengah matang mengandung bakteri ataupun parasit. Beberapa daging yg sebaiknya dihindari dimakan setengah matang adalah daging sapi giling, daging ayam, daging bebek dan daging babi,” tuturnya kepada detikcom Sabtu (25/1/2024).

    “Daging sapi giling dikhawatirkan tercemar oleh alat penggiling-nya yang mungkin tercemar bakteri, ayam dan bebek juga bila proses pembersihan dan penyimpanannya yang tidak baik. Daging babi seperti diketahui memiliki parasit cacing pita yang hidup di daging babi, bila termakan akan menyebabkan penyakit cacing pita pada manusia,” sambung dia.

    Dampaknya tidak main-main, cacing pita yang termakan dapat membentuk kista, seperti yang terjadi pada pasien di Florida, AS. Kondisi ini disebut sistiserkus, saat kista terbentuk sewaktu larva cacing masuk ke dalam jaringan tubuh termasuk otot, otak, hingga mata.

    “Sistiserkosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing pita. Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti sakit kepala, kejang, dan kebingungan bila menyerang otak. Bisa menyebabkan kebutaan bila mengenai mata,” wanti-wantinya.

    dr Aru juga mengingatkan kontaminasi makanan tidak hanya terjadi saat mengonsumsi daging mentah. Penting juga untuk memperhatikan alat masak yang bersih, tidak menggunakan talenan ataupun pisau yang sama untuk mengolah daging berbeda dan pastikan selalu kebersihannya.

    (naf/naf)

  • Terungkap Pemicu Puluhan Warga Jatuh Sakit di Tasikmalaya, Bukan Penyakit Misterius

    Terungkap Pemicu Puluhan Warga Jatuh Sakit di Tasikmalaya, Bukan Penyakit Misterius

    Jakarta

    Belakangan gaduh puluhan warga Desa Kamulyan dan Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, disebut terjangkit penyakit misterius. Menurut laporan, pasien mengalami gejala demam, pusing, nyeri otot, hingga susah berdiri.

    Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya turun ke lokasi untuk mengecek kondisi warga, melakukan pemeriksaan hingga rapid test pada 25 pasien.

    “Kami turunkan tim ke lapangan sejak mendapat laporan hari Senin lalu. Hari ini ada 25 sample rapid test untuk diujikan pada warga untuk mengungkap penyakit apa,” kata Koordinator Surveilans Dinkes Kabupaten Tasikmalaya, Rina Parina pada detikjabar, Kamis (23/1/2025) siang.

    Kementerian Kesehatan RI baru-baru ini memastikan puluhan warga tersebut tidak terjangkit penyakit misterius. Hasil pemeriksaan menunjukkan penyebab pasien jatuh sakit adalah chikungunya. Infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk dan bisa menyebabkan demam mendadak hingga nyeri sendi parah.

    Laporan awal diterima Kemenkes RI pada 20 Januari, saat 37 warga mengalami gejala demam, ruam, nyeri sendi dan mual. Pasca diverifikasi, 9 orang jatuh sakit di Desa Kamulyan, 18 kasus di Desa Gunajaya, sehingga totalnya ‘hanya’ 27 pasien.

    Pasien saat ini melakukan pengobatan rawat jalan di puskesmas manonjaya, dua orang di antaranya sudah terindikasi positif chikungunya. Kemenkes RI bekerja sama dengan lintas sektor, melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan pemantauan jentik.

    Sebanyak 21 dari seluruh pasien, dinyatakan sembuh. “Masih bergejala 6 kasus dan dalam pemantauan PKM Manonjaya, jadi bukan penyakit misterius,” tegas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman kepada detikcom, Kamis (24/1/2025).

    (naf/kna)

  • Mudah Dilakukan, Ini 4 Rutinitas Pagi Hari yang Bantu Usir Lemak di Perut

    Mudah Dilakukan, Ini 4 Rutinitas Pagi Hari yang Bantu Usir Lemak di Perut

    Jakarta

    Lemak yang menumpuk di perut bagi sebagian orang merupakan masalah yang cukup serius. Selain mengganggu penampilan, lemak perut tersebut juga dapat meningkatkan risiko dari beberapa masalah kesehatan seperti diabetes, darah tinggi, hingga penyakit jantung.

    Dikutip dari Times of India, ada banyak cara untuk menghilangkan lemak perut, termasuk dengan beberapa rutinitas sederhana yang bisa dilakukan di pagi hari, setelah bangun tidur.

    Lalu, apa salah aktivitasnya?

    1. Minum Air Jeruk Nipis

    Meminum air yang telah dicampur dengan jeruk nipis di pagi hari akan membantu tubuh memulai metabolisme. Minuman ini dapat menyegarkan dan menghidrasi tubuh setelah malam yang panjang, membantu proses pencernaan, dan mendetoksifikasi tubuh.

    Metabolisme yang berjalan lebih awal dan cepat, dapat meningkatkan proses pembakaran lemak, termasuk yang menumpuk di perut.

    2. Olahraga

    Melakukan aktivitas fisik ringan di pagi hari sangat efektif untuk membakar lemak di perut. Tidak perlu latihan yang berat, cukup melakukan yoga, High Intensity Interval Training (HIIT), kardio, dan bersepeda sudah cukup.

    Berolahraga di pagi hari dapat meningkatkan metabolisme dan mendorong oksidasi lemak. Olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang selama 30 menit setiap hari dapat membantu mengurangi lemak di perut.

    3. Sarapan Kaya Protein

    Sarapan dengan makanan yang tinggi protein dapat membantu tubuh menstabilkan kadar gula darah. Makanan seperti telur, yogurt, atau smoothies dapat membantu mengurangi penumpukan lemak perut.

    Mengonsumsi makanan tinggi protein membuat perut membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah dan mencernanya, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori. Selain itu, dapat mengurangi keinginan untuk makan dalam waktu lama.

    Hindari juga makan berlebihan di pagi hari. Mengganti minuman pagi dengan teh hijau atau kopi hitam juga dapat membantu meningkatkan proses pembakaran lemak.

    4. Meditasi

    Stres juga bisa berkontribusi pada penambahan berat badan. Melakukan meditasi singkat di pagi hari dapat membantu untuk mengurangi stres.

    Dengan berkurangnya stres, hormon di tubuh akan lebih optimal dan membantu meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak perut. Meditasi juga akan menurunkan kadar kortisol dalam tubuh, dan mencegah penyimpanan lemak.

    (dpy/suc)

  • Apakah Cacing Pita Hanya Ada di Daging Babi?

    Apakah Cacing Pita Hanya Ada di Daging Babi?

    Jakarta

    Cacing pita adalah parasit yang dapat hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Ini disebut infeksi cacing pita.

    Bentuk cacing pita yang masih muda dan tidak aktif disebut kista larva. Cacing pita dapat tetap hidup di bagian tubuh lainnya. Ini disebut infeksi kista larva.

    Kebanyakan orang menganggap cacing pita hanya ada di daging babi saja. Benarkah demikian?

    Dikutip dari laman CDC, taeniasis pada manusia adalah infeksi parasit yang disebabkan oleh spesies cacing pita Taenia saginata (cacing pita sapi), Taenia solium (cacing pita babi), dan Taenia asiatica (cacing pita Asia).

    Manusia dapat terinfeksi cacing pita ini dengan memakan daging sapi mentah atau setengah matang (T. saginata) atau daging babi tak matang (T. solium dan T. asiatica).

    Infeksi dengan T. saginata akibat konsumsi daging sapi terjadi di mana pun daging sapi mentah yang terkontaminasi dimakan, terutama di Eropa Timur, Rusia, Afrika timur, dan Amerika Latin.

    Infeksi cacing pita karena T. solium atau babi lebih umum terjadi di komunitas dengan sanitasi yang buruk atau orangyang makan daging babi mentah atau setengah matang. Tingkat penyakit yang lebih tinggi telah terlihat pada orang-orang di Amerika Latin, Eropa Timur, Afrika sub-Sahara, India, dan Asia.

    Infeksi cacing pita T. solium dari babi dapat mengakibatkan sistiserkosis pada manusia, yang dapat menjadi penyakit sangat serius yang dapat menyebabkan kejang dan kerusakan otot atau mata.

    Mengonsumsi daging sapi atau babi mentah atau setengah matang yang terkontaminasi merupakan faktor risiko utama untuk tertular taeniasis. Oleh karena itu, menjaga kebersihan pangan sangat penting untuk mencegah infeksi ini.

    (kna/kna)

  • Perlu Tahu! Bentuk Kuku seperti Ini Bisa Menandakan Gangguan Kesehatan

    Perlu Tahu! Bentuk Kuku seperti Ini Bisa Menandakan Gangguan Kesehatan

    Jakarta

    Tubuh biasanya akan mengalami perubahan seiring waktu dan usia. Rambut rontok, kulit kendur, dan persendian yang melemah dapat muncul sebagai gejala. Tak hanya itu, seiring bertambahnya usia, kuku dan dasar kuku juga dapat mulai berubah dengan cara yang sama seperti kulit.

    Terkadang kuku juga bisa membentuk tonjolan. Dikutip dari Times of India, secara klinis kuku yang menonjol disebut sebagai onychorrhexis. Kondisi ini memengaruhi kuku dan bermanifestasi sebagai garis-garis vertikal yang dimulai dari pangkal kuku hingga meluas ke ujung.

    Tonjolan ini dapat memengaruhi sebagian kecil permukaan kuku atau dalam situasi ekstrem, hingga 70 persen kuku. Lantas, menandakan masalah kesehatan seperti apa sih? Berikut penjelasannya.

    1. Kekurangan nutrisi

    Kuku mungkin terpengaruh oleh kekurangan gizi tertentu, misalnya tonjolan vertikal pada kuku bisa menjadi tanda kekurangan zat besi. Cobalah untuk mengonsumsi seng, vitamin A, C, dan D, untuk mendukung kesehatan kuku.

    Sebuah studi tahun 2018 oleh Institut Kesehatan nasional, mengatakan biotin juga sangat disarankan untuk mendukung kesehatan kuku. Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami manfaatnya.

    2. Anemia

    Beberapa bentuk anemia dapat memengaruhi tonjolan vertikal pada kuku, yang sering kali disertai dengan perubahan warna atau tekstur.

    3. Gangguan Pencernaan

    Kuku juga dapat terpengaruh oleh masalah pencernaan yang mengganggu penyerapan nutrisi. Tubuh mungkin mengalami kesulitan menyerap nutrisi dari makanan jika seseorang mengidap penyakit Crohn, celiac, atau kolitis ulseratif.

    Kulit dan kuku dapat rusak jika tubuh kekurangan unsur pembangun yang diperlukan untuk menciptakan sel-sel baru.

    4. Dehidrasi

    Nutrisi yang tak memadai dan dehidrasi merupakan penyebab paling sering munculnya tonjolan memanjang atau vertikal. kemampuan kuku untuk menyerap nutrisi menurun seiring bertambahnya usia, yang pada gilirannya memengaruhi pertumbuhan kuku.

    5. Penyakit Mematikan

    Garis vertikal hitam-cokelat pada lempeng kuku dikenal sebagai melanonikia longitudinal. Bentuk kuku seperti ini juga menjadi tanda berbagai penyakit serius lainnya, seperti trauma, infeksi bakteri, jamur, HIV, gangguan endokrin, pigmentasi eksogen, atau sekadar kelebihan melanin dalam matriks.

    (suc/suc)

  • 300 Ribu Nyawa Hilang Setiap Tahunnya jika Pemerintah Tidak Lakukan Ini

    300 Ribu Nyawa Hilang Setiap Tahunnya jika Pemerintah Tidak Lakukan Ini

    Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara dengan prevalensi perokok tertinggi di dunia. Jumlah perokok di Indonesia diprediksi akan meningkat dari 31,7 persen pada 2000, diproyeksikan menjadi 37,5 persen pada 2025. Meningkatnya angka perokok di Indonesia ini turut berpotensi meningkatkan risiko kesehatan dan kematian yang lebih tinggi.

    Menurut WHO, per tahunnya, Indonesia mencatat sekitar 300 ribu jiwa meninggal akibat rokok. Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menekan jumlah kematian tersebut ternyata belum efektif. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan strategi lain untuk mengurangi angka kematian akibat merokok, seperti menghadirkan opsi metode alternatif yang lebih rendah risiko.

    Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan menerapkan metode Tobacco Harm Reduction (THR). Hal ini dituangkan dalam laporan ‘Lives Saved Report 2024’ yang diterbitkan pada November 2024 silam. Laporan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pakar di seluruh dunia, termasuk ahli kesehatan dari Indonesia, Assoc. Prof. Ronny Lesmana.

    Berdasarkan laporan tersebut, pendekatan alternatif THR dapat menyelamatkan 4,6 juta nyawa di Indonesia dari kematian akibat merokok hingga tahun 2060. THR dapat menjadi opsi yang efektif untuk mereka yang kesulitan ‘lepas’ dari rokok, serta memperkecil risiko kematian dari penyakit akibat merokok.

    Apa Itu Tobacco Harm Reduction (THR)?

    THR adalah pendekatan inovatif yang menawarkan penggunaan produk alternatif untuk mengurangi risiko kesehatan yang disebabkan oleh rokok. Mekanisme pembakaran yang terjadi dalam rokok konvensional menghasilkan zat berbahaya, sementara produk dengan mekanisme pemanasan memiliki risiko lebih rendah. Lebih jauh, sebuah studi yang dilakukan oleh Public Health England juga menemukan bahwa produk alternatif dinilai 95 persen lebih rendah risiko dibandingkan rokok konvensional.

    Menurut Ronny, pendekatan THR sudah secara luas diaplikasikan di belahan dunia lainnya dan menjadi pilihan untuk membantu peralihan penggunaan rokok. Keadaan ini turut menunjukkan bahwa memilih alternatif lain sebagai upaya berhenti merokok bukan hal yang tidak mungkin dilakukan.

    “Semua pendekatan secara ilmiah, kebijakan, serta teknologi bisa dilakukan untuk mengurangi perilaku berbahaya, termasuk dalam bagaimana mengurangi efek buruk konsumsi tembakau. Kalau kita lihat, bukan baru-baru ini saja setiap negara berusaha mendorong masyarakat bebas merokok. Ini bukan keadaan mudah sehingga perlu menemukan alternatif lain yang bisa mengurangi risiko merokok tersebut,” ucap Ronny di acara detikHealth Forum 2025, di Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2025).

    Pada dasarnya, konsep THR bukanlah sesuatu yang sangat jauh untuk bisa diimplementasikan di Indonesia. Bertujuan sebagai opsi yang bisa diambil sebagai cara beralih dari konsumsi rokok, sasarannya jelas terarah pada masyarakat perokok aktif.

    Keberadaan produk alternatif yang sudah tersedia di Indonesia saat ini harus bisa dimaksimalkan manfaatnya, apalagi jika sudah terbukti membantu perokok mengurangi konsumsinya hingga akhirnya berhenti merokok. Menurutnya, opsi-opsi yang ada tidak bisa dipandang sebelah mata, melainkan perlu dipertimbangkan melalui penelitian lebih lanjut.

    “Tujuan THR adalah memberikan opsi bagi orang yang mau berhenti merokok. Namun, opsi terbaiknya tentu (langsung) berhenti merokok. Sebab, tujuan akhir dari penerapan THR ini juga untuk berhenti merokok,” lanjut Ronny.

    Keuntungan Tobacco Harm Reduction (THR)

    Laporan Lives Saved Report 2024 memperkirakan lebih dari 4,6 juta nyawa di Indonesia dapat diselamatkan hingga 2060. Jumlah ini merupakan hasil proyeksi dari skenario apabila Indonesia mengintegrasikan penerapan THR dalam kebijakan pengendalian tembakau yang diiringi dengan peningkatan akses perawatan kesehatan paru-paru sehingga angka berhenti merokok akan meningkat. Dengan skenario tersebut, jumlah masyarakat yang setiap tahunnya meninggal akibat merokok akan berkurang dari 300 ribu menjadi 83 ribu kematian setiap tahunnya.

    Foto: Dok. Istimewa

    “Kalau diproyeksikan lebih baik, kita bisa melihat angka kematian bisa turun dengan pendekatan THR. Kita punya pengetahuan soal produk rokok turunan yang muncul beberapa dekade belakang, ternyata bisa. Kita perlu meyakinkan lagi, bagaimana THR bisa menurunkan risiko,” kata Ronny.

    Bila ditelusuri secara mendalam, implementasi THR untuk mengurangi dampak risiko kesehatan telah diterapkan di beberapa negara seperti Swedia, Inggris, Jepang, serta Amerika Serikat (AS). Negara-negara tersebut mencatat penurunan signifikan dalam prevalensi perokok melalui pengenalan produk turunan sebagai alat bantu berhenti merokok.

    Untuk mencapai tujuan akhir berhenti merokok, dukungan terhadap metode yang belum pernah digunakan sebelumnya harus dipertimbangkan. Basis penelitian pun diperlukan untuk mendukung penerapannya, yang akan berperan sebagai sumber perumusan kebijakan yang tepat. Opsi-opsi yang ada tidak bisa dibuang begitu saja, termasuk dalam melihat THR sebagai metode yang bisa diimplementasikan.

    “Apa yang dilakukan (untuk mendukung masyarakat berhenti merokok) tidak efektif selama ini. Maka perlu pendekatan lain yang lebih efektif. Ini fakta yang tidak bisa dihindari dan harus dipikirkan. Kita tidak menegasikan kemungkinan untuk mengadaptasi teknologi, termasuk THR,” ujar Ronny.

    Tantangan Tobacco Harm Reduction di Indonesia

    Meskipun produk THR sudah mulai tersedia di Indonesia, saat ini dukungan penerapan THR serta edukasi dan sosialisasi di masyarakat masih perlu diperkuat. Salah satunya melalui aktivasi ahli kesehatan untuk melakukan edukasi mengenai pengurangan risiko, investasi terhadap penelitian dan implementasi THR oleh pemerintah, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat umum, serta melalui pendekatan terhadap kelompok religius untuk mempromosikan THR.

    Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha dan Tenaga Ahli PT Aretha Medika Utama, Prof. Dr. Wahyu Widowati mengatakan perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong sosialisasi dan pemahaman mengenai THR. Tanpa upaya kolaboratif tersebut, potensi THR dalam mengurangi prevalensi merokok di Indonesia mungkin tidak dapat berjalan maksimal.

    “Saya yakin kalau pemanfaatannya sudah diatur dengan baik, dengan dukungan, dan mungkin ada pengawasan yang tepat, saya yakin masyarakat kita bisa. Jadi antara penyusun kebijakan, akademisi, dan masyarakat Indonesia harus ada kerja sama baik,” kata Prof Wahyu.

    Pemahaman mengenai konsep THR pun perlu digencarkan, terutama dalam membantu mengedukasi masyarakat mengenai apa saja manfaatnya. Keberadaan produk alternatif di Indonesia harus bisa dimanfaatkan dalam upaya menurunkan prevalensi perokok, yang dapat diintegrasikan dalam kebijakan sebagai alternatif, dibandingkan dengan hanya berfokus dengan cara yang ada saat ini.

    Lebih jauh, Wahyu juga menegaskan pentingnya penelitian yang semakin komprehensif mengenai dampak dan implementasi THR di Indonesia. Data dari penelitian tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sehingga cita-cita menjadikan masyarakat yang lebih sehat bisa terwujud.

    “Masyarakat Indonesia banyak yang belum memahami (THR), perlu edukasi, sehingga bisa diimplentasikan bahwa produk turunan mengurangi risiko. Sementara, peneliti berperan memberi data yang akurat,” pungkasnya.

    (dpy/suc)

  • Waspadai Ciri-ciri Pikun, Nggak Cuma Sering Lupa

    Waspadai Ciri-ciri Pikun, Nggak Cuma Sering Lupa

    Waspadai Ciri-ciri Pikun, Nggak Cuma Sering Lupa

  • WHO Nyatakan Negara Georgia Bebas Malaria

    WHO Nyatakan Negara Georgia Bebas Malaria

    Jakarta – Negara Georgia dinyatakan bebas malaria oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Januari 2025. Georgia pun resmi menambah daftar negara-negara yang bebas malaria. Saat ini ada 45 negara dan 1 wilayah yang terbebas menurut WHO.

    (/)

  • Terinfeksi Tuberkulosis, Testis Pria Membengkak sampai Diameternya 15 Cm!

    Terinfeksi Tuberkulosis, Testis Pria Membengkak sampai Diameternya 15 Cm!

    Jakarta

    Seorang pria berusia 41 tahun di Maroko yang tidak disebutkan namanya mengidap kondisi langka hingga memicu pembengkakan testis. Pembengkakan tersebut membuat testisnya membesar hingga diameter 15 cm.

    Pembengkakan tersebut terjadi selama delapan minggu sebelum akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.

    Ketika diperiksa, dokter di Departemen Urologi Rumah Sakit Universitas Ibnu Sina di Rabat, Maroko mendiagnosis pria tersebut dengan tuberkulosis (TB) genitourinari. Itu merupakan jenis TB langka yang menyerang alat kelamin dan saluran kemih.

    TB merupakan infeksi bakteri yang biasanya menyerang paru-paru. Namun, dalam beberapa kasus bakteri pemicu TB juga dapat menginfeksi bagian tubuh lain, seperti organ reproduksi.

    “Di Maroko, TB bersifat endemik dengan insidensi 97 kasus per 100 ribu orang setiap tahunnya,” kata dokter dalam makalah yang diterbitkan di Urology Case Report.

    TB genitourinari mencakup sekitar 20 persen kasus TB yang menginfeksi selain organ paru-paru. Bakteri ini bahkan lebih jarang menginfeksi testis, hanya terjadi 2-4 persen kasus TB genitourinari.

    Dokter yang melakukan pemeriksaan menuturkan bahwa testis kiri pasien tersebut membesar secara bertahap. Sampai akhirnya ukuran diameternya mencapai 15 cm. Skrotum yang bengkak juga mengeluarkan cairan kental putih, dalam tiga minggu sebelum dibawa ke rumah sakit.

    Pria itu mengatakan ia tidak pernah terpapar TB sebelumnya. Ia juga tidak mengalami masalah saluran kemih lain atau cedera pada skrotumnya.

    “Testis kirinya keras, tidak beraturan, dan tidak nyeri. Sedangkan testis kanannya normal,” tulis dokter.

    Karena dikhawatirkan pembengkakan itu menjadi kanker atau menyebar ke bagian tubuh lain, mereka memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan. Setelahnya, pasien menjalani pengobatan anti-TB selama enam bulan.

    “Pasien mentoleransi pengobatan dengan baik, dan tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan,” tulis laporan.

    Meski kondisinya membaik, pasien saat ini mengalami gangguan kesuburan secara permanen. Pasien tersebut sudah tidak memiliki sperma dan air mani.

    (avk/kna)

  • Amankah Minum Kopi Setiap Hari? Begini Penjelasan Medis

    Amankah Minum Kopi Setiap Hari? Begini Penjelasan Medis

    Jakarta

    Kopi merupakan minuman favorit bagi banyak manusia di dunia, tak terkecuali Indonesia. Dengan rasa sedikit pahit, dan aroma yang khas, menyeruput secangkir kopi hangat merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari. Tapi, apakah boleh meminum kopi setiap hari?

    Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) minum kopi setiap hari diperbolehkan, selama tidak melebihi batas aman harian. Takaran konsumsi kopi bagi orang dewasa yang sehat adalah 400 miligram (mg) per hari, ini setara dengan 2-4 cangkir kopi yang diseduh per hari.

    Meski begitu, perlu diingat batas toleransi terhadap asupan kafein setiap orang berbeda-beda. Sebaiknya kurangi konsumsinya jika mulai merasakan hal negatif pada tubuh.

    Lalu apa saja manfaat yang bisa didapatkan ketika seseorang rutin minum kopi tiap hari?

    1. Menambah Energi

    Biji kopi mengandung kafein, yakni stimulan alami yang dapat membantu merasa lebih berenergi. Secara khusus, senyawa ini merangsang sistem saraf pusat, membantu orang menjadi lebih bersemangat.

    2. Memperbaiki Suasana Hati

    Minum kopi rutin setiap pagi dapat membantu seseorang mendapatkan hari yang baik. Hal ini karena secangkir kopi dianggap sebagai ‘tiket kebahagiaan’.

    Sebuah studi pada 2019 yang diterbitkan dalam Journal of Basic and Clinical Physiology and Pharmacology menunjukkan orang dewasa sehat mengalami peningkatan suasana hati 30 menit setelah konsumsi kafein.

    Minum kopi secara teratur menghasilkan perbaikan suasana hati yang lebih tinggi dan signifikan dibandingkan minum kopi tanpa kafein.

    3. Mengurangi Risiko Alzheimer

    Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa polifenol bioaktif yang dapat membantu pada aspek kesehatan tertentu, termasuk untuk otak. l

    Melalui beberapa bukti yang diterbitkan pada 2021 di International Journal of Molecular Sciences, mengonsumsi kopi mungkin berkorelasi dengan penurunan risiko pengembangan beberapa kondisi neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer, penyakit parkinson, dan demensia.

    Rutin minum kopi ternyata dapat memberikan dampak baik untuk jantung. Menurut penelitian 2018 yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, kebiasaan mengonsumsi 3 hingga 5 cangkir kopi per hari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 15 persen.

    5. Meningkatkan Fungsi Tiroid

    Sebuah studi pada 2023 yang diterbitkan di Nutrition Journal menemukan hubungan potensial antara asupan kafein dalam jumlah sedang dan peningkatan fungsi tiroid pada orang dengan gangguan metabolisme.

    Secara khusus, asupan kafein antara 9,97 hingga 264,97 miligram per hari dikaitkan secara positif dengan tingkat hormon perangsang tiroid yang sehat.

    (dpy/naf)