Category: Detik.com Kesehatan

  • Teknologi Canggih Mayapada Hospital Sukses Atasi Masalah Katup Jantung

    Teknologi Canggih Mayapada Hospital Sukses Atasi Masalah Katup Jantung

    Jakarta

    Katup jantung yang bermasalah otomatis menjadi kondisi kompleks yang memerlukan penanganan medis tingkat lanjut, karena jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan pada katup jantung dapat menyebabkan gagal jantung dan komplikasi serius lainnya.

    Untuk mengatasinya, dapat dilakukan prosedur advanced bernama Mitral Valve Replacement (MVR), yaitu prosedur penggantian katup jantung mitral dan aorta untuk memastikan penanganan yang optimal bagi pasien.

    Mungkin tidak semua rumah sakit bisa melakukan prosedur canggih MVR di mana membutuhkan dokter ahli dan berpengalaman dengan kelengkapan fasilitas dan alat medis penunjang. Salah satu Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Subspesialis Jantung Dewasa Konsultan yang berpengalaman dalam melakukan MVR yang berpraktik di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Ismail Dilawar, SpBTKV Subsp. JD (K) menjelaskan bahwa MVR digunakan untuk menangani gangguan pada katup jantung yang mengalami penyempitan atau kerusakan sehingga mempengaruhi aliran darah di jantung.

    Prosedur penggantian katup jantung dilakukan dengan mengganti katup yang rusak menggunakan katup donor atau katup buatan.

    “Tindakan MVR mampu menghilangkan gejala-gejala yang mengganggu dan tidak nyaman sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tindakan ini pun mencegah komplikasi lainnya, seperti infeksi katup jantung, gagal jantung, dan kerusakan organ lain akibat tidak lancarnya aliran darah”. ungkap Dr.Ismail, dalam keterangan tertulis, Jumat (24/1/2025).

    Selain Dokter Ismail, dokter spesialis lainnya dari Mayapada Hospital, khususnya dalam layanan Cardiovascular Center, yang berhasil melakukan MVR adalah Dr. dr. Yan Sembiring, Sp.B, Sp.BTKV, Subsp. VE (K), Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Mayapada Hospital Surabaya. Dokter Yan sukses mengatasi gangguan katup jantung dengan MVR kepada pasien usia 42 tahun.

    Berawal dari keluhan sesak napas, napas terasa berat, dan merasakan kelelahan tanpa melakukan aktivitas berat, diketahui ternyata ada kebocoran katup jantung pada pasien dan perlu menjalani MVR.

    “Secara teknis, pada prosedur MVR, fungsi alami jantung pada pasien dihentikan sementara dan diambil alih oleh mesin pintas jantung dan paru (bypass jantung). Kemudian katup mitral pada jantung yang rusak diangkat dan digantikan dengan katup buatan dari logam. Melihat dari kondisi medis dan usia pasien masih tergolong muda, kami memutuskan untuk memasang katup buatan dari logam yang dapat bertahan 20 sampai 30 tahun ke depan. Setelah tindakan berhasil dilakukan, pasien mengalami perbaikan signifikan dan pasien dapat beraktivitas kembali tanpa keluhan.” ujar dr. Yan, dalam keterangan tertulis, Jumat (24/1/2025).

    MVR dapat dilakukan secara open maupun minimal invasif. Tidak semua dokter dapat melakukan MVR secara minimal invasif. Dokter Arinto Bono Adji, SpBTKV Subsp. JD(K), Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Subspesialis Jantung Dewasa Konsultan dari Mayapada Hospital Tangerang meyakini bahwa kemajuan teknologi medis saat ini memungkinkan prosedur MVR yang minimal invasif ini bisa menjadi opsi untuk operasi katup jantung karena memiliki keunggulan.

    “Operasi penggantian katup MVR yang minimal invasif tentunya membawa manfaat bagi pasien. Selain lama perawatan yang lebih singkat, risiko komplikasi yang lebih kecil, dan pasien menjadi lebih nyaman karena rasa nyeri yang minimal dibandingkan dengan operasi konvensional atau bedah terbuka.” ungkap dr. Bono, dalam keterangan tertulis, Jumat (24/1/2025).

    Seluruh dokter di atas merupakan bagian dari Cardiovascular Center Mayapada Hospital yang telah berpengalaman dalam melakukan tindakan advanced, termasuk menangani masalah jantung mulai dari pencegahan, skrining dan diagnosis, pengobatan, sampai dengan rehabilitasi pasca-tindakan secara mutakhir.

    Layanan Cardiovascular Center menangani berbagai prosedur, antara lain kateterisasi jantung, pemasangan stent, ablasi jantung, bedah jantung, juga berbagai tindakan advanced seperti MVR, TEVAR dan Bentall, sampai dengan bedah jantung untuk menangani penyakit jantung bawaan pada anak seperti Tetralogi of Fallot, ASD dan VSD.

    Tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital, Cardiovascular Center juga memliki layanan Cardiac Emergency yang siaga 24 jam penuh menangani kegawatdaruratan jantung dengan standar protokol internasional Door to Balloon kurang dari 90 menit. Layanan Cardiac Emergency dapat diakses dengan menghubungi kontak emergency 150990 atau melalui fitur button Emergency Call di MyCare.

    Untuk mendukung kemudahan akses layanan tersebut, Mayapada Hospital memiliki aplikasi MyCare, yang memungkinkan pasien menjadwalkan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter serta booking Medical Check Up tanpa antre karena MyCare telah terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran.

    MyCare juga dapat memantau rutinitas olahraga seperti langkah, kalori terbakar, detak jantung, dan body mass index. Unduh aplikasi MyCare di Google Play Store dan App Store, dan dapatkan poin diskon bagi pengguna baru untuk berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.

    (ega/ega)

  • Fakta-fakta Gagal Jantung Akut, Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal    
        Fakta-fakta Gagal Jantung Akut, Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal

    Fakta-fakta Gagal Jantung Akut, Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal Fakta-fakta Gagal Jantung Akut, Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal

    Jakarta

    Artis senior Emilia Contessa meninggal dunia usai mengalami gagal jantung akut, Senin (27/1/2025). Diketahui, ibunda penyanyi Denada ini juga menjalani perawatan diabetes semasa hidupnya.

    Hal itu diungkap Ayyub Erdianto, koordinator pelayanan publik RSUD Blambangan, Banyuwangi, tempat Emilia dirawat. Menurut Ayyub, Emilia sempat ditangani dokter spesialis jantung di RS tersebut.

    “Dilakukan penanganan oleh dokter Nelly Mulyaningsih, dokter spesialis jantung kami dan dinyatakan pasien tengah mengalami gagal jantung akut dan diberikan obat-obatan emergency. Kondisinya sempat membaik namun beberapa saat kemudian kembali memberat. Keluhannya sesaknya,” kata Ayyub.

    Apa itu gagal jantung akut?

    Dikutip dari Healthline, gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah dengan efisien ke berbagai organ tubuh. Umumnya bersifat kronis, yang artinya memburuk dengan perlahan seiring berjalannya waktu. Namun bisa juga bersifat akut, yang berarti terjadi seketika.

    Diperkirakan 64 juta orang di dunia hidup dengan kondisi gagal jantung. Kondisi ini merupakan penyebab umum perawatan di rumah sakit pada kelompok usia di atas 65 tahun.

    Gejala gagal jantung akut

    Gagal jantung akut bisa muncul tiba-tiba, tetapi gejalanya juga dapat muncul beberapa saat sebelum seseorang menyadari masalahnya. Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut ini beberapa gejala yang bisa menyertai:

    Napas beratSensasi tercekikSusah bernapas saat baringDada sesakDenyut jantung tidak normalNyeri dadaBatukRetensi cairan atau edema di lengan dan kaki, yang ditandai dengan bengkakHilang kesadaran.

    NEXT: Penyebab gagal jantung akut

    Simak Video “Video Menkes: 1,5 Juta Warga RI Wafat Karena Stroke-Serangan Jantung Tiap Tahun”
    [Gambas:Video 20detik]

  • Misteri Asal-usul COVID-19 di Mata CIA, Kebocoran Lab Kini Disorot Lagi    
        Misteri Asal-usul COVID-19 di Mata CIA, Kebocoran Lab Kini Disorot Lagi

    Misteri Asal-usul COVID-19 di Mata CIA, Kebocoran Lab Kini Disorot Lagi Misteri Asal-usul COVID-19 di Mata CIA, Kebocoran Lab Kini Disorot Lagi

    Jakarta

    Cental Intelligence Agency (CIA) kembali berubah sikap tentang asal usul COVID-19. Dulu sempat menuding berasal dari hewan, kini meyakini lebih mungkin berasal dari kebocoran laboratorium.

    Meski demikian, CIA disebut memiliki ‘kepercayaan diri rendah’ terkait pandangan tersebut.

    Seorang juru bicara mengatakan, asal usul terkait penelitian lebih mungkin dibanding dugaan berasal dari alam. Kesimpulan ini diambil berdasarkan laporan yang ada.

    “CIA menilai dengan kepercayaan diri rendah bahwa asal-usul pandemi COVID-19 terkait penelitian lebih mungkin dibanding berasal dari alam berdasarkan laporan yang ada,” kata juru bicara, dikutip dari CBS News.

    “CIA melanjutkan untuk menilai bahwa baik skenario asal usul COVID-19 terkait penelitian maupun alamiah tetap dimungkinkan,” lanjutnya.

    Keputusan untuk merilis pernyataan ini merupakan keputusan pertama yang dibuat direktur baru CIA, John Ratcliffe, yang ditunjuk presiden Donald Trump. Diketahui, Ratcliffe sejak lama mendukung teori yang meyakini COVID-19 bermula dari kebocoran laboratorium Wuhan Institute of Virology.

    Laboratorium tersebut berjarak 40 menit dari pasar basah Huanan, tempat kluster pertama COVID-19 ditemukan.

    Kesimpulan ini disebut bukan berdasarkan bukti intelijen yang baru. Laporan tersebut dibuat sejak akhir pemerintahan Joe Biden.

    NEXT: Respons China

    Simak Video “Video: Respons China ke WHO soal Tudingan Tutupi Data Asal-usul COVID-19”
    [Gambas:Video 20detik]

  • Fakta-fakta Gagal Jantung Akut, Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal    
        Fakta-fakta Gagal Jantung Akut, Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal

    Emilia Contessa Meninggal Gagal Jantung, Kenali Bedanya dengan Serangan Jantung

    Jakarta

    Artis senior Emilia Contessa meninggal dunia pada Senin (27/1/2025). Ibunda penyanyi Denada ini disebut mengalami gagal jantung dalam perawatan di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

    Koordinator pelayanan publik RSUD Blambangan Ayyub Erdianto menebut Emilia sudah beberapa kali menjalani perawatan akibat sakit sejak Senin siang. Ia mendapat perawatan dari dokter spesialis jantung.

    “Dilakukan penanganan oleh dokter Nelly Mulyaningsih, dokter spesialis jantung kami dan dinyatakan pasien tengah mengalami gagal jantung akut dan diberikan obat-obatan emergency. Kondisinya sempat membaik namun beberapa saat kemudian kembali memberat. Keluhannya sesaknya,” kata Ayyub, dikutip dari detikJatim.

    Meski sama-sama bisa berdampak fatal jika tidak tertangani, gagal jantung atau heart failure sebenarnya berbeda dengan serangan jantung atau heart attack. Ada beberapa perbedaan di antara keduanya.

    Serangan jantung

    Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju area jantung terhambat, yang artinya jaringan di area tersebut tidak mendapat suplai oksigen. Jika tidak tertangani, jaringan jantung rusak dan perlahan mengalami kematian.

    Istilah medis untuk serangan jantung adalah myocardial infarction. Dikutip dari WebMD, kondisi ini terjadi secara mendadak ketika salah satu pembuluh darah arteri tersumbat.

    Gagal jantung

    Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif ke organ tubuh. Kondisi ini dapat berkembang secara gradual, dan membuat otot jantung makin melemah.

    Serangan jantung dapat memicu gagal jantung jika berdampak pada kemampuan jantung untuk memompa darah. Kadang, gagal jantung juga bisa muncul mendadak setelah serangan jantung. Kondisi ini disebut gagal jantung akut.

    (up/up)

  • Mimpi Buruk Sering Berulang? Ada Penjelasan Ilmiahnya

    Mimpi Buruk Sering Berulang? Ada Penjelasan Ilmiahnya

    Jakarta

    Mimpi buruk kerap datang berulang, terkadang bahkan sama persis. Para ilmuwan berusaha memecahkan misteri di balik fenomena tersebut.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 75 persen orang dewasa pernah mengalami mimpi berulang. Ada yang temanya saja yang serupa, atau lokasi dan karakternya, tetapi ada juga yang setiap detailnya benar-benar mirip setiap kali mimpi berulang.

    Penelitian lain mengungkap, mimpi yang berulang kerap kali, meski tidak selalu, bernuansa negatif. Hal ini terungkap dalam sebuah survei tahun 2022 oleh Michael Schredl, kepala laboratorium tidur di Central Institute of Mental Health di Jerman.

    Alasan di balik fenomena tersebut belum benar-benar dipahami oleh para ahli. Namun menurut Schredl, mimpi biasanya mengover-dramatisasi sesuatu di dunia nyata.

    “Di dalam mimpi, sesuatu menjadi emosi yang jauh lebih besar, meski hubungannya tidak selalu jelas dan straightforward,” jelasnya, dikutip dari Livescience.

    Penjelasan psikologis dan neurosains juga memberikan petunjuk lebih lanjut. Sebagai contoh, seseorang rentan mengalami yang disebut bias negativitas, yakni kecenderungan untuk terpaku pada pikiran, emosi, dan interaksi sosial yang tidak nyaman, dibanding yang lebih positif.

    Perilaku ini mengakar pada alam bawah sadar sebagai tuntutan untuk mengatasi situasi negatif yang mengancam keberlangsungan hidup. Bias ini juga bisa bertambah parah saat tidur karena otak yang sedang bermimpi melemahkan area yang terkait logika linear dan mengaktifkan bagian emosi, sehingga sulit memilah antara pikiran dan perasaan.

    (up/up)

  • Pria Bakar Kalori Lebih Banyak Saat Bercinta, Ini Alasannya

    Pria Bakar Kalori Lebih Banyak Saat Bercinta, Ini Alasannya

    Jakarta

    Bicara soal seks, bukan orgasme saja yang timpang antara pria dan wanita. Jumlah kalori yang terbakar pun ternyata tidak sama.

    Sebuah penelitian menyebut bahwa pria rata-rata membakar 101 kalori saat bercinta. Sementara itu, wanita hanya membakar 69 kalori.

    Leah Millheiser, profesor kesehatan seksual dari Stanford Health, mengatakan bahwa pihak yang lebih memiliki peran aktif membakar lebih banyak kalori saat bercinta. Oleh karenanya, wanita pun bisa membakar lebih banyak kalori pada posisi women on top.

    Intensitas bercinta juga berpengaruh pada jumlah kalori yang terbakar. Begitupun durasi, ada perbedaan antara quickie yang hanya 5 menit dengan seks selama berjam-jam.

    “Seks berbeda pada setiap orang, setiap waktu,” kata Emily Morse, seorang pakar seks, dikutip dari Nypost.

    Pakar olahraga Dr Jason Karp mengatakan, seks bagaimanapun tidak pernah bisa menggantikan olahraga. Selain karena jumlah kalori yang terbakar tidak cukup banyak, durasinya juga tidak selalu bisa disamakan dengan olahraga pada umumnya.

    “Meski ada peningkatan pernapasan, heart rate, dan tekanan darah saat bercinta, kelihatannya seks sebagai olahraga tidak berdampak banyak pada kardiovaskular dan manfaat pembakaran kalori dibanding jenis olahraga lain seperti lari, bersepeda, dan angkat beban,” katanya.

    (up/up)

  • Andai Manusia Bisa Terbang, Ini Perkiraan Ukuran Sayap yang Dibutuhkan

    Andai Manusia Bisa Terbang, Ini Perkiraan Ukuran Sayap yang Dibutuhkan

    Jakarta

    Manusia memang tidak seperti burung yang bisa terbang tanpa alat bantu. Namun para ilmuwan pernah membuat perhitungan, seandainya manusia bisa terbang maka butuh ukuran sayap yang cukup besar.

    Tentunya, ukuran sayap akan berhubungan juga dengan berat dan tinggi badan seseorang. Namun diperkirakan, seseorang dengan berat badan 70 kg dan tinggi badan 1,5 meter akan membutuhkan bentang sayap selebar 6 meter.

    Hal ini diungkap Ty Hedrick, profesor biologi dari University of North Carolina di Chaphel Hill. Menurutnya, ukuran tersebut terbilang kecil.

    Perkiraan tersebut dibuat berdasarkan persamaan yang dibuat oleh Robert Nudds, dosen ilmu biologi senior di University of Manchester. Ia merumuskannya pada 2007 dalam sebuah publikasi di Journal of Avian Biology.

    Meski demikian, punya sayap saja tidak serta-merta membuat manusia langsung bisa terbang. Butuh sejumlah fitur lain untuk melengkapinya.

    Dimulai dari bentuk atau jenis sayap yang dibutuhkan. Bentuk sayap seperti digambarkan ada pada malaikat, yakni sayap besar berbulu, membutuhkan tulang dan otot terpisah.

    Michael Habib, peneliti dari Dinosaur Institute at the Natural History Museum of Los Angeles County, menilai sayap seperti kelelawar lebih masuk akal. Dengan sayap seperti ini, seseorang tinggal membentangkan tangan, lalu membran akan terbentang.

    Berikutnya, seseorang juga butuh power yang besar, yang artinya butuh otot yang besar. Pada burung, sekitar 16 persen hingga 18 persen massa otot berada pada bagian tubuh untuk terbang.

    “Kita butuh banyak adaptasi lain yang sudah dimiliki burung selama bertahun-tahun,” katanya, dikutip dari Livescience.

    (up/up)

  • Terungkap, Ini yang Bikin Mr P Manusia Lebih Besar Dibanding Gorila

    Terungkap, Ini yang Bikin Mr P Manusia Lebih Besar Dibanding Gorila

    Jakarta

    Para ilmuwan mengungkap rahasia di balik ukuran penis manusia yang relatif lebih besar dibanding spesies lain. Rata-rata Mr P manusia berukuran 13,2 cm saat ereksi, jauh lebih besar dibanding Mr P simpanse yang ukurannya kurang dari 8 cm.

    Dengan ukuran Mr P gorila, perbandingannya bahkan lebih kontras. Penelitian menyebut rata-rata ukuran Mr P gorila hanya sekitar 3 cm lebih sedikit, meski ukuran tubuh spesies ini begitu besar.

    Simon Underdown, seorang profesor antropologi biologi di Oxford Brookes University menyebut rahasianya ada pada bipedal, yakni mekanisme berjalan dengan kedua kaki. Bipedal disebutnya hampir pasti berada di balik perbedaan tersebut.

    Penjelasannya, bipedal menyebabkan sperma secara fisik lebih sulit mencapai serviks atau rahim saat berhubungan seks, sehingga pembuahan lebih sulit. Akibatnya, perkembangbiakan akan terhambat.

    “Simpanse dan primata lain tidak perlu terlalu besar karena tidak bipedal dan karenanya menempatkan sesuatu di lokasi yang tempat bukan sebuah masalah,” jelasnya, dikutip dari The Sun.

    Adapun manusia menghadapi tekanan yang masif yang memaksa spesies ini untuk berevolusi menjadi bipedal. Salah satunya agar bisa bepergian dengan membawa peralatan sekaligus mendapatkan keunggulan dibanding spesies lain.

    (up/up)

  • Obesitas dan Kurang Kalsium? Wajib Waspada Kanker Usus Besar

    Obesitas dan Kurang Kalsium? Wajib Waspada Kanker Usus Besar

    Jakarta

    Kasus kanker usus besar atau kanker kolon meningkat pada kelompok usia di bawah 35 tahun. Sebuah penelitian mengungkap 3 faktor utama yang meningkatkan risikonya.

    Studi yang dipublikasikan di jurnal Neoplasia ini menganalisis sejumlah kasus kanker kolorektal dengan onset sangat dini, yang didefinisikan sebagai usia di bawah 35 tahun. Hasil analisis mengungkap ada 3 faktor risiko utama di balik penyakit tersebut.

    Diet rendah kalsium disebut sebagai faktor risiko tertinggi. Faktor ini dikaitkan dengan 1 di antara 5 kasus kematian akibat kanker kolon di usia sangat muda.

    Faktor berikutnya adalah konsumsi alkohol, sedangkan faktor ketiga adalah obesitas.

    Berdasarkan data dari Global Burden of Disease yang digunakan dalam studi ini, jumlah kasus kanker kolon pada pria usia 35 tahun jauh lebih tinggi dibanding pada wanita. Tercatat ada 25.432 kasus kanker kolon pada pria di 2019, dan sebanyak 16.113 pada perempuan.

    Para pakar juga mengamati bahwa faktor lingkungan turut mengambil peran. Demikian juga asupan makanan yang diproses ultra atau ultraprocessed food.

    “Di masa lalu, Anda mungkin berpikir kanker adalah penyakit usia tua. Namun kini kami melihat trend beberapa tahun belakangan ini orang-orang didiagnosis kanker makin awal,” kata Dr Coral Olazagasti dari University of Miami, dikutip dari Nypost.

    (up/up)

  • Selalu Bareng-bareng Saat Pipis di Toilet? Ilmuwan Ungkap Penyebabnya

    Selalu Bareng-bareng Saat Pipis di Toilet? Ilmuwan Ungkap Penyebabnya

    Jakarta

    Bukan hanya menguap, perilaku buang air kecil terbukti juga bisa menular. Mungkin itu sebabnya hampir selalu ada barengan saat ke toilet untuk pipis.

    Sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal Current Biology mengamati hal tersebut pada sekelompok simpanse (Pan troglodytes). Meski demikian, diyakini temuannya berlaku juga pada manusia.

    “Saya melihat kecenderungan beberapa individu untuk pipis pada satu waktu yang sama,” kata Ena Onishi, peneliti perilaku binatang dari Kyoto University yang melakukan penelitian tersebut.

    “Ini mirip beberapa perilaku manusia yang menggelitik rasa ingin tahu saya. Di Jepang, kampung halaman saya, ada istilah spesifik yang disebut ‘tsureshon’ yang artinya buang air kecil dengan ditemani orang lain,” katanya, dikutip dari Sciencenews.

    Bersama dengan rekannya, Shinya Yamamoto, Onishi menghabiskan 600 jam mengamati 20 simpanse yang hidup di cagar alam. Mereka mencatat para simpanse tersebut buang air kecil sebanyak 1.300 kali sepanjang pengamatan.

    Hasil analisis menunjukkan bahwa para simpanse tersebut cenderung pipis bersama-sama. Jika seekor di antaranya buang air kecil, simpanse di sekitarnya cenderung juga akan buang air kecil, yang mengindikasikan bahwa perilaku tersebut menular.

    (up/up)