Category: Detik.com Kesehatan

  • 30 Tahun Berlalu, Kisah di Balik Foto MRI Hubungan Seks Pertama di Dunia Terungkap

    30 Tahun Berlalu, Kisah di Balik Foto MRI Hubungan Seks Pertama di Dunia Terungkap

    Jakarta

    Sebuah eksperimen ilmiah yang dilakukan lebih dari tiga dekade lalu kembali menjadi sorotan. Ini terkait pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) terhadap pasangan yang berhubungan seks di dalam mesin tersebut.

    Ternyata, hal ini mengubah pemahaman dunia medis tentang anatomi wanita dan mekanisme hubungan seksual.

    Eksperimen tersebut dilakukan pada 1991 oleh Ida Sabelis dan pasangannya, Jupp, atas permintaan ilmuwan asal Belanda Menko Victor ‘Pek’ van Andel. Tujuannya adalah mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh manusia saat berhubungan seks.

    Gambar yang dihasilkan dari pemindaian MRI itu menjadi yang pertama di dunia. Kemudian dipublikasikan dalam artikel ilmiah yang sangat populer di British Medical Journal (BMJ) pada 1999.

    Hingga kini, studi tersebut masih dibaca ribuan orang setiap bulannya.

    Sebuah eksperimen ilmiah yang dilakukan lebih dari tiga dekade kembali menjadi sorotan. Ini terkait apa yang terjadi selama pria dan wanita berhubungan seks. Foto: British Medical Journal (BMJ)

    Meski peristiwa itu terjadi lebih dari 30 tahun, Ida Sabelis baru-baru ini menceritakan pengalamannya secara mendalam di podcast ‘What Was It Like’. Ia mengaku tidak menyangka eksperimen tersebut akan menghasilkan temuan besar tentang tubuh wanita.

    “Ini adalah salah satu mesin MRI pertama yang pernah ada, jadi mengambil fotonya membutuhkan waktu,” kata Ida, dikutip dari News.com.au.

    “Ada perintah dari ruang kendali untuk tetap dalam posisi tersebut selama, entah berapa lama, satu menit. Jadi, dalam hal itu, ini sangat lucu,” sambungnya.

    Ida awalnya berencana menggunakan posisi misionaris. Tetapi, ukuran mesin MRI membuat hal itu tidak memungkinkan.

    “Jupp dan saya merangkak masuk ke dalam mesin itu dan mulai melakukannya. Itu bukan romantis, lebih seperti tindakan cinta dan pertunjukan,” tutur Ida.

    “Untungnya kami tidak mengalami klaustrofobia,” tambahnya.

    Alasan Ikut Eksperimen

    Ida sebelumnya juga menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam eksperimen tersebut didorong oleh latar belakangnya sebagai aktivis hak-hak perempuan. Ia ingin membantu memperluas pemahaman medis tentang tubuh wanita.

    “Saat saya melihat foto-foto itu, saya langsung berpikir ‘oh, begitulah kita cocok bersama’,” terangnya.

    Dalam penjelasannya, Ida mengaku melakukan hubungan fisik dalam posisi berpelukan, karena posisi misionaris menurutnya hampir tidak menimbulkan gairah.

    Sebelumnya, anatomi vagina kerap digambarkan lurus, termasuk dalam ilustrasi terkenal Leonardo da Vinci dari tahun 1492. Itu menunjukkan vagina sebagai silinder lurus.

    Namun, hasil MRI menunjukkan penis yang melengkung mengikuti tubuh wanita tanpa menimbulkan rasa sakit pada pria saat ereksi.

    Temuan ini kemudian menjadi dasar studi formal yang dilakukan Ida dan Pek antara 1991 hingga 1999, dan dipublikasikan di BMJ. Eksperimen lanjutan dilakukan dalam posisi misionaris dengan relawan berusia di atas 18 tahun yang dapat menghentikan eksperimen kapan saja.

    Meski dipublikasikan pada 24 Desember 1999, makalah tersebut menjadi salah satu ‘artikel paling populer sepanjang masa’ di BMJ. Bahkan mendapatkan penghargaan khusus pada peringatan 20 tahun jurnal tersebut tahun 2019.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • 5 Perubahan pada Tubuh Jika Rutin Minum Air Kelapa, Nyata Sehatnya

    5 Perubahan pada Tubuh Jika Rutin Minum Air Kelapa, Nyata Sehatnya

    Jakarta

    Air kelapa menjadi minuman yang segar yang menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Minuman ini menyediakan elektrolit yang bisa membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

    Menurut ahli gizi Hannah Van Ark, MS, RD, hidrasi sangat penting untuk fungsi pencernaan yang baik, terutama dalam penyerapan nutrisi dan pencegahan sembelit. Lantas, apa saja manfaat dari minum air kelapa?

    Rutin Minum Air Kelapa, Ini 5 Efek Sehatnya

    Dikutip dari laman Eating Well dan Vinmec, berikut sejumlah manfaat dari minum air kelapa.

    1. Mengisi Kembali Elektrolit dalam Tubuh

    Air kelapa sering disebut sebagai minuman olahraga alami yang kaya akan elektrolit, seperti kalium, natrium, magnesium, dan kalsium. Mineral-mineral ini penting untuk transmisi saraf, kontraks otot, serta menjaga keseimbangan cairan di seluruh tubuh.

    Sebab kaya akan elektrolit, air kelapa bisa menjadi pilihan yang baik untuk rehidrasi, terutama setelah kehilangan cairan dan elektrolit karena penyakit seperti muntah atau diare. Komposisi osmotik dalam air kelapa menyerupai plasma manusia, sehingga minuman ini ideal untuk mengganti elektrolit yang hilang selama dehidrasi.

    2. Mendukung Kesehatan Tulang

    Kalsium dan vitamin D dikenal bisa mendukung kesehatan tulang. Beberapa penelitian menyoroti makanan dan minuman kaya kalium, seperti air kelapa sebagai asupan penting dalam memperkuat kekuatan dan kepadatan tulang.

    Kalium juga membantu mengatur keseimbangan asam-basa dalam tubuh dan mencegah pelepasan kalsium dari tulang. Jadi, diet kaya kalium dikaitkan dengan kepadatan mineral tulang yang lebih tinggi, terutama pada lansia.

    3. Menstabilkan Tekanan Darah

    Secangkir air kelapa mengandung lebih banyak kalium dibandingkan pisang berukuran sedang. Diet kaya kalium terbukti mendukung kesehatan kardiovaskular, menstabilkan tekanan darah, atau bahkan meningkatkan elastisitas pembuluh darah.

    Kalium memainkan peran penting dalam menjaga tekanan darah optimal dengan merelaksasi dinding pembuluh darah dan melawan efek natrium dalam tubuh. Zat ini berperan dengan mendorong ginjal untuk mengeluarkan kelebihan natrium dan mengurangi tekanan pada dinding pembuluh darah.

    4. Mendukung Pengelolaan Berat Badan

    Hidrasi yang tepat sangatlah penting untuk menyehatkan setiap sel dalam tubuh dan mengoptimalkan laju metabolisme. Meski air kelapa mengandung lebih banyak kalori dari air biasa, jumlahnya jauh lebih sedikit dari minuman lan seperti soda dan jus buah. Jadi mengganti minuman yang lebih banyak kalori dengan air kelapa bisa membantu untuk mengelola berat badan dan mengurangi asupan kalori sepanjang minggu.

    Adapun jenis air kelapa terbaik adalah yang baru diambil dari kelapa segar. Namun, kebiasaan ini harus diimbangi dengan pila makan yang sehat serta berolahraga.

    5. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

    Minum air kelapa juga bisa meningkatkan kesehatan usus. Manfaat ini terutama berasal dari sifat menghidrasi dari air kelapa.

    Penelitian menunjukkan bahwa air kelapa memiliki sifat anti-inflamasi dan antimikroba yang bisa bermanfaat bagi mikrobioma usus. Air kelapa juga menunjukkan kemampuan dalam membantu mengurangi peradangan. Dengan begitu, air kelapa bisa menenangkan lapisan usus yang teriritasi dan memberi kelegaan dari rasa tidak nyaman karena gangguan pencernaan.

    Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan Ilmu Gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/kna)

  • Kisah Nahas Remaja 14 Tahun yang Harus Cuci Darah Akibat Gagal Ginjal

    Kisah Nahas Remaja 14 Tahun yang Harus Cuci Darah Akibat Gagal Ginjal

    Jakarta

    Usia remaja seharusnya bisa menjadi masa menikmati bangku sekolah dan bermain bersama teman sebaya. Namun, kenyataan pahit harus dihadapi Lilly, gadis berusia 14 tahun yang mengalami gagal ginjal.

    Dia pun harus menjalani cuci darah, sebuah kondisi serius yang umumnya dilakukan oleh orang yang lebih tua. Hal ini meningkatkan kesadaran bahwa penyakit gagal ginjal bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

    Kisah Remaja 14 Tahun yang Cuci Darah Akibat Gagal Ginjal

    Lily didiagnosis mengidap gagal ginjal stadium akhir pada bulan Juni 2024. Dikutip dari laman BBC, dia dibawa ke ruang intensif pediatric (PICU) di Rumah Sakit Anak Bristol dalam keadaan koma buatan setelah mengidap gejala flu selama 3 bulan.

    Dia mengatakan agak lega saat diberi tahu akan dimasukkan dalam kondisi koma, sebab dirinya merasa sangat kesakitan.

    Sang ayah, Christopher, mengatakan bahwa kondisi tersebut merupakan mimpi terburuk bagi setiap orang tua. Hasil biopsi menunjukkan bahwa Lilly harus menjalani dialisis atau cuci darah dan membutuhkan transplantasi ginjal dari donor.

    Ketika itu, dia menjalani dialisis atau cuci darah beberapa kali dalam seminggu untuk mencegah kondisinya semakin memburuk. Lily diberitahu bahwa waktu tunggu transplantasi ginjalnya bisa memakan waktu hingga 10 tahun.

    Namun, pada bulan Maret 2025, ginjal yang cocok ditemukan. Saat ayahnya memberitahu kabar tersebut, dia mengira hal tersebut adalah mimpi.

    “Saya benar-benar terkejut karena saya tidak menyangka akan memakan waktu sesingkat itu,” kata Lilly.

    Lilly menerima ginjalnya dari donor yang telah meninggal. Setelah menjalani transplantasi ginjal, Lily bisa menjalani kehidupan semi-normal dengan satu ginjal. Bersama ayahnya, dia menyelesaikan berbagai tantangan.

    “Ayah saya mengikuti acara Brave The Shave, kamu juga mengadakan malam undan Bingo dan setelah transplantasi, kami melakukan abseiling,” katanya.

    Lily ingin membantu orang lain yang berada dalam situasi yang sama dengannya. Dia ingin memastikan anak-anak yang mengalami kondisi sama tidak merasa sendirian.

    “di kemudian hari dia ingin menjadi konsultan ginjal untuk membantu anak-anak yang berada dalam posisi yang sama,” kata Christhoper.

    Pada Agustus 2025, dia menggalang dana untuk mesin cuci darah baru untuk Rumah Sakit Anak Bristol. Dia juga mau meningkatkan kesadaran kondisi yang dialaminya di kalangan anak muda.

    (elk/kna)

  • Kasus Kanker Diprediksi Bakal Meroket, Apa Pemicunya?

    Kasus Kanker Diprediksi Bakal Meroket, Apa Pemicunya?

    Jakarta

    Sebuah peringatan serius muncul dari laporan terbaru Global Burden of Disease yang dipublikasikan jurnal The Lancet. Kasus kanker di seluruh dunia tercatat meningkat dua kali lipat sejak tahun 1990, dan diprediksi akan terus melonjak hingga menembus angka 30 juta kasus baru per tahun pada 2050.

    Data menunjukkan sebuah fakta yang mengejutkan. Sekitar 42 persen kematian akibat kanker (atau sekitar 4,3 juta jiwa pada tahun 2023) ternyata berkaitan erat dengan faktor risiko yang sebenarnya bisa kita ubah.

    Para peneliti mengidentifikasi 44 faktor risiko yang dapat dimodifikasi, dengan beberapa pemicu utama sebagai berikut:

    Penggunaan Tembakau: Masih menjadi musuh nomor satu, menyumbang 21 persen dari total kematian kanker global.Pola Makan Tidak Sehat dan Gula Darah Tinggi: Menjadi pemicu dominan di negara-negara dengan tingkat ekonomi menengah ke atas.Obesitas dan Polusi Udara: Dua faktor yang terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern dan urbanisasi.Perilaku Seks Tidak Aman: Menjadi faktor risiko utama di negara-negara berpenghasilan rendah, terutama terkait penularan virus pemicu kanker seperti HPV.

    Kanker Payudara dan Paru-paru Mendominasi

    Hingga tahun 2023, kanker payudara tercatat sebagai jenis yang paling sering didiagnosis. Sementara itu, kanker saluran pernapasan (trakea, bronkus, dan paru-paru) tetap menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia.

    Hal ini memperkuat bukti bahwa faktor lingkungan dan kebiasaan merokok masih memiliki dampak yang sangat mematikan.

    Dr Lisa Force dari University of Washington menekankan bahwa data ini harus menjadi alarm bagi pemerintah di seluruh dunia. Mengandalkan pengobatan saja tidak akan cukup untuk membendung “tsunami” kanker di masa depan.

    Walau pertumbuhan populasi dan penuaan menjadi faktor alami kenaikan kasus, gaya hidup tetap memegang peran krusial. Dengan memperbaiki pola makan, menjaga berat badan, dan menjauhi rokok, kita sebenarnya sedang membangun benteng pertahanan paling kuat untuk melawan ancaman kanker di masa depan.

    Halaman 2 dari 2

    (kna/kna)

  • Pria Push-up 100 Kali Tiap Hari selama Setahun, Begini Perubahan pada Tubuhnya

    Pria Push-up 100 Kali Tiap Hari selama Setahun, Begini Perubahan pada Tubuhnya

    Jakarta

    Seorang pria membagikan pengalamannya menjalani tantangan kebugaran dengan melakukan 100 kali push-up setiap hari selama satu tahun penuh. Rutinitas sederhana tersebut ternyata memberikan dampak nyata pada kondisi tubuhnya.

    Kisah ini muncul di tengah momen awal tahun, saat banyak orang menetapkan resolusi kesehatan dan kebugaran. Mulai dari mengikuti Dry January, Veganuary, hingga berkomitmen rutin berolahraga, Januari kerap dijadikan titik awal perubahan gaya hidup.

    Namun, tidak sedikit resolusi kebugaran yang berakhir hanya menjadi wacana. Berbeda dengan James Stewart Whyte, yang berhasil mempertahankan komitmennya.

    James menetapkan target sederhana, yakni melakukan 100 push-up setiap selama setahun, dan benar-benar menjalankan hingga tuntas. Pengalamannya ini ia bagikan melalui YouTube miliknya.

    Ia mengaku memilih push-up karena latihan ini tidak membutuhkan keanggotaan gym, perjalanan khusus, atau perlengkapan olahraga tertentu, sehingga mudah dilakukan secara konsisten.

    “Saya tidak meminta diri saya untuk melakukan sesuatu setiap hari yang harus saya jadwalkan dan persiapkan secara eksplisit sebelumnya,” terangnya, dikutip dari Unilad.

    Perubahan yang Dirasakan

    James menekankan bahwa tujuan utamanya bukanlah perubahan fisik instan, melainkan membangun kebiasaan jangka panjang. Karena itu, ia tidak terkejut saat hasilnya tidak langsung terlihat.

    “Kemajuan yang saya capai lambat,” kata James.

    “Setelah beberapa bulan pertama tahun ini, saya melihat perubahan yang hampir tidak terlihat, kemajuan mulai terlihat memasuki musim panas,” sambungnya.

    Seiring dengan kebiasaannya itu, orang lain mulai memperhatikan perkembangan James. Ototnya terlihat lebih kuat dan latihan harian menjadi terasa lebih muda.

    Meski tidak menghasilkan perubahan fisik yang ekstrem dalam waktu singkat, dampak rutinitas tersebut tetap terasa signifikan. James menilai hasilnya justru menguatkan pentingnya konsistensi.

    “Di pertengahan tahun saya memeriksa kemajuan yang terlihat, meskipun hasilnya sederhana, tetapi ada,” beber James.

    “Dan itu membuktikan bahwa setelah Anda membangun kebiasaan baru, Anda harus memberi waktu pada kebiasaan itu untuk bekerja sebelum Anda melihat hasilnya,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • Video: Jumlah Kasus Keracunan MBG Alami Penurunan di Akhir 2025

    Video: Jumlah Kasus Keracunan MBG Alami Penurunan di Akhir 2025

    Video: Jumlah Kasus Keracunan MBG Alami Penurunan di Akhir 2025

  • Belajar dari Kasus Love Scamming Sleman, Begini Biar Tak Terjebak ‘Cinta Online’

    Belajar dari Kasus Love Scamming Sleman, Begini Biar Tak Terjebak ‘Cinta Online’

    Jakarta

    Polresta Yogyakarta menetapkan enam orang menjadi tersangka pada perusahaan sindikat love scamming di Sleman. Perusahaan itu merupakan penyedia jasa outsourcing untuk sindikat scamming yang berpusat di China.

    Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian menjelaskan para tersangka bekerja menggunakan aplikasi kencan atau dating apps untuk merayu korban yang ujung-ujungnya menjual konten pornografi dengan pembayaran sistem koin.

    Para pekerja disebut telah disediakan perangkat dengan aplikasi bernama WOW. Aplikasi ini memiliki server di China dan didatangkan juga dari China. Para pekerja menggaet korban yang rata-rata dari Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia.

    Pentingnya Self-Awareness

    Psikolog klinis Arnoldo Lukito mengatakan setiap orang sebaiknya memperkuat self-awareness atau kesadaran diri agar tidak mudah terjebak dalam segala bentuk penipuan, termasuk love scamming.

    “Namanya kan love scamming, itu kan sudah dirancang sedemikian rupa untuk menipu atau mengecoh mengelabui seseorang,” kata Arnoldo kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Jadi dia sudah dilakukan dengan sangat terstruktur dan sangat sistematis biasanya,” sambungnya.

    Arnoldo menambahkan pelaku love scam biasanya suka mengontrol dalam sebuah ‘hubungan’ online tersebut seperti arah pembicaraan dan lain sebagainya.

    Ini yang menjadi celah bagi siapapun yang ingin membuktikan apakah dirinya sedang dalam lingkaran love scamming atau tidak.

    “Kalau itu bukan scam, biasanya ketika di-confront, bahkan sesimpel bertanya ‘kok kita kayaknya cepat sekali sih? Kan kita belum cukup kenal, yuk kenalan dulu, ketemu orang tuamu’ misalnya,” katanya.

    “Kalau itu scam, kadang nggak suka tuh. Dan reaksinya bisa sangat terlihat mungkin marah, ‘kok kamu nggak percaya sama saya?’ gitu ya,” tutupnya.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/kna)

  • Video Respons BGN soal Viral SPPG di Sragen Dibangun Dekat Kandang Babi

    Video Respons BGN soal Viral SPPG di Sragen Dibangun Dekat Kandang Babi

    Jakarta

    Ramai di media sosial Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dukuh Kedungbanteng, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dibangun berdekatan dengan peternakan babi. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut pihaknya masih berusaha menyelesaikan polemik ini.

    “(Mediasinya) sedang dilakukan, tapi yang jelas mitra pada saat mengajukan ke kami itu sudah membuat pernyataan bahwa lokasi tersebut tidak berdekatan dengan tempat sampah dan juga kandang hewan,” jelas Kepala BGN Dadan Hindayana saat ditemui pada Kamis (8/1).

    “Jadi ini masih dalam tahap pengajuan, belum operasional. Kalau ternyata kandang hewannya tidak pindah, dipastikan SPPG itu tidak akan beroperasi,” tambahnya.

    Klik di sini untuk video lainnya!

    (/)

    sppg bgn mbg makan bergizi gratis sppg sragen sragen

  • Benarkah ‘Super Flu’ H3N2 Mengancam? Ini Penjelasan Wamenkes Soal Temuan Kasusnya

    Benarkah ‘Super Flu’ H3N2 Mengancam? Ini Penjelasan Wamenkes Soal Temuan Kasusnya

    Jakarta

    Indonesia mengidentifikasi 62 kasus ‘super flu’ atau influenza A (H3N2) hingga akhir Desember 2025. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Benjamin Paulus Octavianus menyebut, angka tersebut kemungkinan belum menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

    “Super flu itu H3N2. Itu sudah ada kasusnya di Indonesia, tapi sangat sedikit dan cenderung turun. Flu itu kan setiap tahun memang ada musimnya, vaksinnya juga ganti tiap tahun, jadi bukan sesuatu yang luar biasa, biasa saja,” kata Benjamin saat ditemui di SMKN 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

    Menurut dia, bukan tidak mungkin jumlah kasus di masyarakat lebih banyak dari 62 yang tercatat. Namun, angka itu merupakan jumlah yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

    “Kemungkinan lebih dari 62 kasus, yang diperiksa dan ditemukan baru 62,” ujarnya.

    Meski begitu, Benjamin menegaskan tren kasus flu saat ini justru menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Ia menyebut, dalam dua bulan terakhir, terutama dua pekan terakhir, jumlah kasus flu terus merosot.

    “Harus diingat, hari ini kasus flu sudah turun jauh. Dua bulan, dua minggu terakhir sudah makin turun. Jadi flu itu selalu memuncak di awal musim hujan,” jelasnya.

    Ia menerangkan, pola musiman flu di Indonesia relatif konsisten setiap tahun. Biasanya, peningkatan kasus mulai terlihat pada Agustus dan September, lalu naik lagi pada Oktober, sebelum perlahan menurun memasuki akhir tahun hingga awal tahun berikutnya.

    “Perhatikan saja, Agustus, September naik, Oktober naik. Sekarang kan Desember ke Januari mulai reda. Lihat saja orang flu sekarang kan berkurang jauh,” kata Benjamin.

    Karena itu, ia meminta masyarakat tidak panik berlebihan menyikapi ‘super flu’. Pemerintah, kata dia, tetap melakukan pemantauan dan surveilans, tetapi kondisi saat ini masih dalam kendali dan tidak menunjukkan lonjakan kasus yang mengkhawatirkan.

    (naf/kna)

  • Kemenkes Belum Wajibkan Vaksinasi Lawan ‘Super Flu’, Ini Alasannya

    Kemenkes Belum Wajibkan Vaksinasi Lawan ‘Super Flu’, Ini Alasannya

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menegaskan saat ini belum mewajibkan adanya vaksinasi massal untuk melawan Influenza A H3N2 subclade K atau yang populer dijuluki ‘super flu’.

    “Vaksin itu boleh-boleh saja, tapi sifatnya opsional. Jadi nggak wajib, boleh untuk kelompok rentan lansia, anak-anak, tenaga kesehatan gitu ya,” kata Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman, saat ditemui di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).

    Menurut Kemenkes saat ini yang terpenting adalah bagaimana menjaga imunitas tubuh menjadi lebih baik, sehingga subclade K tersebut bisa dikalahkan.

    “Menurut kami, pertahanan terbaik adalah imunitas tubuh yang harus diperkuat. Jadi anak-anak atau siapapun itu, dewasa, lansia, perkuatlah pertahanan tubuh dengan imunitas tubuh yang baik. Makan bergizi dan istirahat cukup,” kata Aji.

    Namun, untuk mereka yang mengalami gejala-gejala seperti flu, yakni batuk-batuk, bersin, dan sebagainya untuk sebisa mungkin membatasi bersosialisasi.

    “Stay dulu di rumah, pakai masker, terapkan etiket batuk bersin segala macam. Kalau sudah berat sakitnya, lebih dari 2-3 hari, segera saja ke dokter atau fasilitas kesehatan,” tegas Aji.

    Masyarakat Jangan Panik

    Senada, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi serangan super flu saat ini.

    “Dia penularannya cepet, tapi kematiannya sangat rendah. Dan ini selalu terjadi biasanya di musim-musim dingin. Di Indonesia kita juga sudah identifikasi, terkahir jumlahnya puluhan. Nggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa,” kata Menkes Budi.

    “Tapi nggak usah panik, karena sama seperti flu biasa bukan seperti COVID-19 yang dulu-dulu,” tutupnya.

    (dpy/up)