Category: Detik.com Kesehatan

  • Video Anggaran MBG Januari Tembus Rp 855 M Per Hari, BGN: Nanti Naik di Mei

    Video Anggaran MBG Januari Tembus Rp 855 M Per Hari, BGN: Nanti Naik di Mei

    Jakarta

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Besarnya cakupan ini membuat kebutuhan rantai pasok MBG semakin signifikan.

    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut anggaran MBG pada Januari 2026 mencapai Rp 855 miliar per hari dan diproyeksikan naik menjadi Rp 1,2 triliun per hari pada Mei mendatang, dengan 70% dana digunakan untuk membeli bahan baku.

    “Di Januari hari ini kita mendistribusikan di seluruh Indonesia dan akan menggunakan uang kurang lebih Rp 855 miliar satu hari, per hari ini sampai kemudian naik nanti di Mei akan ada Rp 1,2 triliun per hari. Karena jumlah penerima manfaatnya terus naik,” ungkap Dadan Hindayana saat ditemui pada Kamis (8/1).

    “Dan ini 70% dari dana yang digunakan untuk membeli bahan baku dan bahan baku 95-99% berasal dari produk pertanian,” tambahnya.

    Klik di sini untuk video lainnya!

    (/)

    makan bergizi gratis anggaran makan bergizi gratis mbg badan gizi nasional dadan hindayana

  • Butuh Ketelitian Super, Pindahkan Batang Korek Ini agar Hitungannya Benar!

    Butuh Ketelitian Super, Pindahkan Batang Korek Ini agar Hitungannya Benar!

    Butuh Ketelitian Super, Pindahkan Batang Korek Ini agar Hitungannya Benar!

  • Pria Umur 35 Kena ‘Stroke Mata’, Hampir Buta gegara Main Game Semalaman

    Pria Umur 35 Kena ‘Stroke Mata’, Hampir Buta gegara Main Game Semalaman

    Jakarta

    Seorang pria di China hampir kehilangan penglihatannya setelah bermain game semalaman. Pria berusia 35 tahun itu mengalami gangguan penglihatan permanen pada mata kanan.

    Kejadian ini dialami Xiao Yan di Hangzhou, China. Ia mendadak mengalami penglihatan kabur parah pada mata kanannya setelah bermain game hingga jam 2-3 pagi waktu setempat.

    Awalnya, Yan mengira keluhan tersebut hanya karena kelelahan mata karena terlalu lama menatap layar. Ia pun mematikan komputer dan memilih tidur.

    Meski penglihatannya sempat membaik keesokan harinya, kondisi itu kembali memburuk pada malam berikutnya. Ia memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit Rakyat Pertama Hangzhou.

    Didiagnosis Alami Oklusi Arteria Retina Sentral

    Dokter kemudian mendiagnosis Yan mengalami oklusi arteria retina sentral atau central retinal artery occlusion (CRAO), yang kerap dikenal sebagai ‘stroke mata’. Kondisi ini terjadi akibat sumbatan pada arteri retina yang menyebabkan kehilangan penglihatan mendadak tanpa nyeri.

    Meski telah mendapatkan perawatan intensif, penglihatannya hanya pulih sebagian. Diketahui, Yan memiliki riwayat obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

    Dikutip dari VNExpress, faktor-faktor ini secara signifikan meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah.

    Dokter mengungkapkan bahwa ‘golden hour’ penanganan CRAO hanya sekitar 90 menit sejak munculnya gejala. Karena Yan baru mencari pertolongan medis lebih dari 24 jam, kerusakan retina akibat iskemia berkepanjangan tidak bisa dihindari dan bersifat permanen.

    Menyoal ‘Stroke Mata’

    Kepala Departemen Oftalmologi, Yao Xiaolei, menjelaskan ‘stroke mata’ merupakan bentuk emboli vaskular akibat penyumbatan pada arteri atau vena retina sentral. Retina membutuhkan aliran darah dan oksigen yang stabil.

    Ketika terjadi sumbatan, kekurangan oksigen muncul dengan cepat dan memicu kehilangan penglihatan secara tiba-tiba. CRAO merupakan bentuk stroke mata yang paling akut dan berat, dengan gejala penurunan penglihatan mendadak tanpa rasa sakit, sering digambarkan seperti lapang pandang tertutup tirai hitam.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • Video: Cara Kepala BGN Bikin Siswa Mau Makan Sayur: Kasih Reward RP 50 Ribu

    Video: Cara Kepala BGN Bikin Siswa Mau Makan Sayur: Kasih Reward RP 50 Ribu

    Video: Cara Kepala BGN Bikin Siswa Mau Makan Sayur: Kasih Reward RP 50 Ribu

  • 30 Tahun Berlalu, Kisah di Balik Foto MRI Hubungan Seks Pertama di Dunia Terungkap

    30 Tahun Berlalu, Kisah di Balik Foto MRI Hubungan Seks Pertama di Dunia Terungkap

    Jakarta

    Sebuah eksperimen ilmiah yang dilakukan lebih dari tiga dekade lalu kembali menjadi sorotan. Ini terkait pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) terhadap pasangan yang berhubungan seks di dalam mesin tersebut.

    Ternyata, hal ini mengubah pemahaman dunia medis tentang anatomi wanita dan mekanisme hubungan seksual.

    Eksperimen tersebut dilakukan pada 1991 oleh Ida Sabelis dan pasangannya, Jupp, atas permintaan ilmuwan asal Belanda Menko Victor ‘Pek’ van Andel. Tujuannya adalah mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh manusia saat berhubungan seks.

    Gambar yang dihasilkan dari pemindaian MRI itu menjadi yang pertama di dunia. Kemudian dipublikasikan dalam artikel ilmiah yang sangat populer di British Medical Journal (BMJ) pada 1999.

    Hingga kini, studi tersebut masih dibaca ribuan orang setiap bulannya.

    Sebuah eksperimen ilmiah yang dilakukan lebih dari tiga dekade kembali menjadi sorotan. Ini terkait apa yang terjadi selama pria dan wanita berhubungan seks. Foto: British Medical Journal (BMJ)

    Meski peristiwa itu terjadi lebih dari 30 tahun, Ida Sabelis baru-baru ini menceritakan pengalamannya secara mendalam di podcast ‘What Was It Like’. Ia mengaku tidak menyangka eksperimen tersebut akan menghasilkan temuan besar tentang tubuh wanita.

    “Ini adalah salah satu mesin MRI pertama yang pernah ada, jadi mengambil fotonya membutuhkan waktu,” kata Ida, dikutip dari News.com.au.

    “Ada perintah dari ruang kendali untuk tetap dalam posisi tersebut selama, entah berapa lama, satu menit. Jadi, dalam hal itu, ini sangat lucu,” sambungnya.

    Ida awalnya berencana menggunakan posisi misionaris. Tetapi, ukuran mesin MRI membuat hal itu tidak memungkinkan.

    “Jupp dan saya merangkak masuk ke dalam mesin itu dan mulai melakukannya. Itu bukan romantis, lebih seperti tindakan cinta dan pertunjukan,” tutur Ida.

    “Untungnya kami tidak mengalami klaustrofobia,” tambahnya.

    Alasan Ikut Eksperimen

    Ida sebelumnya juga menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam eksperimen tersebut didorong oleh latar belakangnya sebagai aktivis hak-hak perempuan. Ia ingin membantu memperluas pemahaman medis tentang tubuh wanita.

    “Saat saya melihat foto-foto itu, saya langsung berpikir ‘oh, begitulah kita cocok bersama’,” terangnya.

    Dalam penjelasannya, Ida mengaku melakukan hubungan fisik dalam posisi berpelukan, karena posisi misionaris menurutnya hampir tidak menimbulkan gairah.

    Sebelumnya, anatomi vagina kerap digambarkan lurus, termasuk dalam ilustrasi terkenal Leonardo da Vinci dari tahun 1492. Itu menunjukkan vagina sebagai silinder lurus.

    Namun, hasil MRI menunjukkan penis yang melengkung mengikuti tubuh wanita tanpa menimbulkan rasa sakit pada pria saat ereksi.

    Temuan ini kemudian menjadi dasar studi formal yang dilakukan Ida dan Pek antara 1991 hingga 1999, dan dipublikasikan di BMJ. Eksperimen lanjutan dilakukan dalam posisi misionaris dengan relawan berusia di atas 18 tahun yang dapat menghentikan eksperimen kapan saja.

    Meski dipublikasikan pada 24 Desember 1999, makalah tersebut menjadi salah satu ‘artikel paling populer sepanjang masa’ di BMJ. Bahkan mendapatkan penghargaan khusus pada peringatan 20 tahun jurnal tersebut tahun 2019.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • 5 Perubahan pada Tubuh Jika Rutin Minum Air Kelapa, Nyata Sehatnya

    5 Perubahan pada Tubuh Jika Rutin Minum Air Kelapa, Nyata Sehatnya

    Jakarta

    Air kelapa menjadi minuman yang segar yang menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Minuman ini menyediakan elektrolit yang bisa membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

    Menurut ahli gizi Hannah Van Ark, MS, RD, hidrasi sangat penting untuk fungsi pencernaan yang baik, terutama dalam penyerapan nutrisi dan pencegahan sembelit. Lantas, apa saja manfaat dari minum air kelapa?

    Rutin Minum Air Kelapa, Ini 5 Efek Sehatnya

    Dikutip dari laman Eating Well dan Vinmec, berikut sejumlah manfaat dari minum air kelapa.

    1. Mengisi Kembali Elektrolit dalam Tubuh

    Air kelapa sering disebut sebagai minuman olahraga alami yang kaya akan elektrolit, seperti kalium, natrium, magnesium, dan kalsium. Mineral-mineral ini penting untuk transmisi saraf, kontraks otot, serta menjaga keseimbangan cairan di seluruh tubuh.

    Sebab kaya akan elektrolit, air kelapa bisa menjadi pilihan yang baik untuk rehidrasi, terutama setelah kehilangan cairan dan elektrolit karena penyakit seperti muntah atau diare. Komposisi osmotik dalam air kelapa menyerupai plasma manusia, sehingga minuman ini ideal untuk mengganti elektrolit yang hilang selama dehidrasi.

    2. Mendukung Kesehatan Tulang

    Kalsium dan vitamin D dikenal bisa mendukung kesehatan tulang. Beberapa penelitian menyoroti makanan dan minuman kaya kalium, seperti air kelapa sebagai asupan penting dalam memperkuat kekuatan dan kepadatan tulang.

    Kalium juga membantu mengatur keseimbangan asam-basa dalam tubuh dan mencegah pelepasan kalsium dari tulang. Jadi, diet kaya kalium dikaitkan dengan kepadatan mineral tulang yang lebih tinggi, terutama pada lansia.

    3. Menstabilkan Tekanan Darah

    Secangkir air kelapa mengandung lebih banyak kalium dibandingkan pisang berukuran sedang. Diet kaya kalium terbukti mendukung kesehatan kardiovaskular, menstabilkan tekanan darah, atau bahkan meningkatkan elastisitas pembuluh darah.

    Kalium memainkan peran penting dalam menjaga tekanan darah optimal dengan merelaksasi dinding pembuluh darah dan melawan efek natrium dalam tubuh. Zat ini berperan dengan mendorong ginjal untuk mengeluarkan kelebihan natrium dan mengurangi tekanan pada dinding pembuluh darah.

    4. Mendukung Pengelolaan Berat Badan

    Hidrasi yang tepat sangatlah penting untuk menyehatkan setiap sel dalam tubuh dan mengoptimalkan laju metabolisme. Meski air kelapa mengandung lebih banyak kalori dari air biasa, jumlahnya jauh lebih sedikit dari minuman lan seperti soda dan jus buah. Jadi mengganti minuman yang lebih banyak kalori dengan air kelapa bisa membantu untuk mengelola berat badan dan mengurangi asupan kalori sepanjang minggu.

    Adapun jenis air kelapa terbaik adalah yang baru diambil dari kelapa segar. Namun, kebiasaan ini harus diimbangi dengan pila makan yang sehat serta berolahraga.

    5. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

    Minum air kelapa juga bisa meningkatkan kesehatan usus. Manfaat ini terutama berasal dari sifat menghidrasi dari air kelapa.

    Penelitian menunjukkan bahwa air kelapa memiliki sifat anti-inflamasi dan antimikroba yang bisa bermanfaat bagi mikrobioma usus. Air kelapa juga menunjukkan kemampuan dalam membantu mengurangi peradangan. Dengan begitu, air kelapa bisa menenangkan lapisan usus yang teriritasi dan memberi kelegaan dari rasa tidak nyaman karena gangguan pencernaan.

    Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan Ilmu Gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/kna)

  • Kisah Nahas Remaja 14 Tahun yang Harus Cuci Darah Akibat Gagal Ginjal

    Kisah Nahas Remaja 14 Tahun yang Harus Cuci Darah Akibat Gagal Ginjal

    Jakarta

    Usia remaja seharusnya bisa menjadi masa menikmati bangku sekolah dan bermain bersama teman sebaya. Namun, kenyataan pahit harus dihadapi Lilly, gadis berusia 14 tahun yang mengalami gagal ginjal.

    Dia pun harus menjalani cuci darah, sebuah kondisi serius yang umumnya dilakukan oleh orang yang lebih tua. Hal ini meningkatkan kesadaran bahwa penyakit gagal ginjal bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

    Kisah Remaja 14 Tahun yang Cuci Darah Akibat Gagal Ginjal

    Lily didiagnosis mengidap gagal ginjal stadium akhir pada bulan Juni 2024. Dikutip dari laman BBC, dia dibawa ke ruang intensif pediatric (PICU) di Rumah Sakit Anak Bristol dalam keadaan koma buatan setelah mengidap gejala flu selama 3 bulan.

    Dia mengatakan agak lega saat diberi tahu akan dimasukkan dalam kondisi koma, sebab dirinya merasa sangat kesakitan.

    Sang ayah, Christopher, mengatakan bahwa kondisi tersebut merupakan mimpi terburuk bagi setiap orang tua. Hasil biopsi menunjukkan bahwa Lilly harus menjalani dialisis atau cuci darah dan membutuhkan transplantasi ginjal dari donor.

    Ketika itu, dia menjalani dialisis atau cuci darah beberapa kali dalam seminggu untuk mencegah kondisinya semakin memburuk. Lily diberitahu bahwa waktu tunggu transplantasi ginjalnya bisa memakan waktu hingga 10 tahun.

    Namun, pada bulan Maret 2025, ginjal yang cocok ditemukan. Saat ayahnya memberitahu kabar tersebut, dia mengira hal tersebut adalah mimpi.

    “Saya benar-benar terkejut karena saya tidak menyangka akan memakan waktu sesingkat itu,” kata Lilly.

    Lilly menerima ginjalnya dari donor yang telah meninggal. Setelah menjalani transplantasi ginjal, Lily bisa menjalani kehidupan semi-normal dengan satu ginjal. Bersama ayahnya, dia menyelesaikan berbagai tantangan.

    “Ayah saya mengikuti acara Brave The Shave, kamu juga mengadakan malam undan Bingo dan setelah transplantasi, kami melakukan abseiling,” katanya.

    Lily ingin membantu orang lain yang berada dalam situasi yang sama dengannya. Dia ingin memastikan anak-anak yang mengalami kondisi sama tidak merasa sendirian.

    “di kemudian hari dia ingin menjadi konsultan ginjal untuk membantu anak-anak yang berada dalam posisi yang sama,” kata Christhoper.

    Pada Agustus 2025, dia menggalang dana untuk mesin cuci darah baru untuk Rumah Sakit Anak Bristol. Dia juga mau meningkatkan kesadaran kondisi yang dialaminya di kalangan anak muda.

    (elk/kna)

  • Kasus Kanker Diprediksi Bakal Meroket, Apa Pemicunya?

    Kasus Kanker Diprediksi Bakal Meroket, Apa Pemicunya?

    Jakarta

    Sebuah peringatan serius muncul dari laporan terbaru Global Burden of Disease yang dipublikasikan jurnal The Lancet. Kasus kanker di seluruh dunia tercatat meningkat dua kali lipat sejak tahun 1990, dan diprediksi akan terus melonjak hingga menembus angka 30 juta kasus baru per tahun pada 2050.

    Data menunjukkan sebuah fakta yang mengejutkan. Sekitar 42 persen kematian akibat kanker (atau sekitar 4,3 juta jiwa pada tahun 2023) ternyata berkaitan erat dengan faktor risiko yang sebenarnya bisa kita ubah.

    Para peneliti mengidentifikasi 44 faktor risiko yang dapat dimodifikasi, dengan beberapa pemicu utama sebagai berikut:

    Penggunaan Tembakau: Masih menjadi musuh nomor satu, menyumbang 21 persen dari total kematian kanker global.Pola Makan Tidak Sehat dan Gula Darah Tinggi: Menjadi pemicu dominan di negara-negara dengan tingkat ekonomi menengah ke atas.Obesitas dan Polusi Udara: Dua faktor yang terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern dan urbanisasi.Perilaku Seks Tidak Aman: Menjadi faktor risiko utama di negara-negara berpenghasilan rendah, terutama terkait penularan virus pemicu kanker seperti HPV.

    Kanker Payudara dan Paru-paru Mendominasi

    Hingga tahun 2023, kanker payudara tercatat sebagai jenis yang paling sering didiagnosis. Sementara itu, kanker saluran pernapasan (trakea, bronkus, dan paru-paru) tetap menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia.

    Hal ini memperkuat bukti bahwa faktor lingkungan dan kebiasaan merokok masih memiliki dampak yang sangat mematikan.

    Dr Lisa Force dari University of Washington menekankan bahwa data ini harus menjadi alarm bagi pemerintah di seluruh dunia. Mengandalkan pengobatan saja tidak akan cukup untuk membendung “tsunami” kanker di masa depan.

    Walau pertumbuhan populasi dan penuaan menjadi faktor alami kenaikan kasus, gaya hidup tetap memegang peran krusial. Dengan memperbaiki pola makan, menjaga berat badan, dan menjauhi rokok, kita sebenarnya sedang membangun benteng pertahanan paling kuat untuk melawan ancaman kanker di masa depan.

    Halaman 2 dari 2

    (kna/kna)

  • Pria Push-up 100 Kali Tiap Hari selama Setahun, Begini Perubahan pada Tubuhnya

    Pria Push-up 100 Kali Tiap Hari selama Setahun, Begini Perubahan pada Tubuhnya

    Jakarta

    Seorang pria membagikan pengalamannya menjalani tantangan kebugaran dengan melakukan 100 kali push-up setiap hari selama satu tahun penuh. Rutinitas sederhana tersebut ternyata memberikan dampak nyata pada kondisi tubuhnya.

    Kisah ini muncul di tengah momen awal tahun, saat banyak orang menetapkan resolusi kesehatan dan kebugaran. Mulai dari mengikuti Dry January, Veganuary, hingga berkomitmen rutin berolahraga, Januari kerap dijadikan titik awal perubahan gaya hidup.

    Namun, tidak sedikit resolusi kebugaran yang berakhir hanya menjadi wacana. Berbeda dengan James Stewart Whyte, yang berhasil mempertahankan komitmennya.

    James menetapkan target sederhana, yakni melakukan 100 push-up setiap selama setahun, dan benar-benar menjalankan hingga tuntas. Pengalamannya ini ia bagikan melalui YouTube miliknya.

    Ia mengaku memilih push-up karena latihan ini tidak membutuhkan keanggotaan gym, perjalanan khusus, atau perlengkapan olahraga tertentu, sehingga mudah dilakukan secara konsisten.

    “Saya tidak meminta diri saya untuk melakukan sesuatu setiap hari yang harus saya jadwalkan dan persiapkan secara eksplisit sebelumnya,” terangnya, dikutip dari Unilad.

    Perubahan yang Dirasakan

    James menekankan bahwa tujuan utamanya bukanlah perubahan fisik instan, melainkan membangun kebiasaan jangka panjang. Karena itu, ia tidak terkejut saat hasilnya tidak langsung terlihat.

    “Kemajuan yang saya capai lambat,” kata James.

    “Setelah beberapa bulan pertama tahun ini, saya melihat perubahan yang hampir tidak terlihat, kemajuan mulai terlihat memasuki musim panas,” sambungnya.

    Seiring dengan kebiasaannya itu, orang lain mulai memperhatikan perkembangan James. Ototnya terlihat lebih kuat dan latihan harian menjadi terasa lebih muda.

    Meski tidak menghasilkan perubahan fisik yang ekstrem dalam waktu singkat, dampak rutinitas tersebut tetap terasa signifikan. James menilai hasilnya justru menguatkan pentingnya konsistensi.

    “Di pertengahan tahun saya memeriksa kemajuan yang terlihat, meskipun hasilnya sederhana, tetapi ada,” beber James.

    “Dan itu membuktikan bahwa setelah Anda membangun kebiasaan baru, Anda harus memberi waktu pada kebiasaan itu untuk bekerja sebelum Anda melihat hasilnya,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • Video: Jumlah Kasus Keracunan MBG Alami Penurunan di Akhir 2025

    Video: Jumlah Kasus Keracunan MBG Alami Penurunan di Akhir 2025

    Video: Jumlah Kasus Keracunan MBG Alami Penurunan di Akhir 2025