Category: Detik.com Kesehatan

  • Ini Pemicu Gagal Jantung Akut, Kondisi Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal

    Ini Pemicu Gagal Jantung Akut, Kondisi Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal

    Jakarta

    Artis senior Emilia Contessa meninggal dunia di RSUD Blambangan Banyuwangi pada Senin (27/1/2025). Ibunda Denada itu mengembuskan napas terakhir di usia 67 tahun setelah mengalami gagal jantung akut.

    Penyanyi yang sempat mendapat julukan Singa Panggung karena aksinya yang menggelegar itu menjalani perawatan atas penyakit Diabetes yang dia alami. Koordinator pelayanan publik RSUD Blambangan Ayyub Erdianto yang menyampaikan itu.

    Ayyub mengatakan bahwa Emilia sudah beberapa kali menjalani perawatan di RSUD Blambangan akibat sakit yang diidap.

    “Dilakukan penanganan oleh dokter Nelly Mulyaningsih, dokter spesialis jantung kami dan dinyatakan pasien tengah mengalami gagal jantung akut dan diberikan obat-obatan emergency. Kondisinya sempat membaik namun beberapa saat kemudian kembali memberat. Keluhannya sesaknya,” kata Ayyub, dikutip dari detikJatim.

    Spesialis jantung dr Vito A Damay, SpJP(K) menjelaskan jantung berfungsi memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Darah berisi nutrisi dan oksigen untuk seluruh sel tubuh.

    “Nah darah itu dihantarkan melalui pembuluh darah, jadi jantung itu POMPA dan Pembuluh darah itu PIPA,” katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (28/1/2025).

    Adapun gagal jantung akut, lanjut dr Vito, adalah kondisi saat fungsi jantung menurun secara tiba-tiba atau mendadak, sehingga tak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

    “Ini bisa terjadi mendadak pada orang tanpa riwayat gagal jantung sebelumnya, atau sebagai perburukan dari gagal jantung kronis,” katanya.

    Adapun gagal jantung akut berbeda dengan gagal jantung kronis. dr Vito menjelaskan gagal jantung akut terjadi secara mendadak dan pasien membutuhkan penanganan darurat.

    Sementara gagal jantung kronis berkembang perlahan-lahan dalam jangka waktu lama, seringkali karena kerusakan jantung yang sudah terjadi, seperti akibat hipertensi atau penyakit koroner.

    Pemicu Gagal Jantung Akut

    dr Vito menjelaskan terdapat kebiasaan buruk yang dapat memicu gagal jantung akut. Di antaranya:

    kebiasaan merokokkonsumsi alkohol berlebihtidak terkontrolnya tekanan darah atau diabetes

    “Jangan tunggu gejala memburuk, segera ke IGD jika ada tanda-tanda darurat seperti sesak napas berat atau penurunan kesadaran,” katanya.

    (suc/suc)

  • BPJPH Apresiasi AQUA Bantu UMKM Dapat Sertifikasi Halal

    BPJPH Apresiasi AQUA Bantu UMKM Dapat Sertifikasi Halal

    Jakarta

    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengapresiasi upaya AQUA dalam membantu UMKM di Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi halal. Langkah AQUA ini diharapkan menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya.

    “Komitmen AQUA untuk membantu pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikasi halal ini patut dicontoh oleh pelaku usaha lainnya,” kata Kepala BPJPH Haikal Hassan dalam keterangan tertulis, Selasa (28/1/2025).

    Saat mengunjungi pabrik AQUA di Mekarsari, Kamis (23/1), Haikal mengungkapkan berdasarkan data BPJPH saat ini dari 66 juta pelaku usaha di semua level mulai dari mikro sampai besar, baru sekitar 2,1 juta usaha yang bersertifikasi halal. Kondisi ini dinilainya menjadi dilema, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

    Haikal menyebut Indonesia menduduki peringkat kedelapan dalam hal kepemilikan sertifikasi halal oleh pelaku usaha. Bahkan kalah dari Prancis, Korea Selatan, Brazil dan Rusia terkait sertifikasi halal.

    “Bahkan kita kalah dengan China di posisi pertama sebagai negara yang menghasilkan produk dengan sertifikasi halal bagi dunia,” katanya.

    Karena itu, Haikal mendorong semua pelaku usaha dari mikro hingga besar wajib melakukan sertifikasi halal agar produk Indonesia lebih mudah diterima dunia. Menurutnya, sertifikasi halal itu dapat meningkatkan ekspor sehingga membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen.

    “Kita (pelaku usaha di Indonesia) ini bukan nggak halal, tetapi kita nggak tertib halal. Karena apa? karena untuk daftar sertifikasi halal ini biaya yang mahal. Karena mahal, yaudah digratisin dengan cara apa? bantuan untuk daerah. Perantaranya bisa dari swasta. Ini mesti begitu, enak nggak enak, malu nggak malu, karena kita ingin semua bersertifikasi halal,” kata Haikal lagi.

    Pihaknya pun mengapresiasi program AQUA yang telah membantu bisnis UMKM mendapatkan sertifikasi halal. Haikal mengatakan program ini telah membantu pemerintah terlebih di daerah agar UMKM bisa memberikan jaminan kualitas bagi para konsumen.

    “Halal itu bukan untuk muslim saja tetapi untuk semua. Jadi halal itu adalah sebuah gaya hidup dan perkembangan budaya modern yang mengutamakan kebersihan, transparansi, keterbukaan, prosperity dan traceability, itu halal,” katanya.

    Sementara itu, VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto mengatakan sertifikat halal merupakan kewajiban yang harus dimiliki setiap pelaku usaha di Indonesia. Dengan mengantongi sertifikasi halal, kata dia, akan memberikan kenyamanan dan kepastian hukum kepada siapapun konsumen produk yang dibeli.

    “Karena kalau halalnya maju maka pertumbuhan ekonominya juga baik,” kata Vera.

    Vera menegaskan komitmen AQUA terkait halal tidak hanya berhenti di pabrik dan produk sendiri tetapi bersama dengan lingkungan dan seluruh mitra Danone yang ada di Indonesia. pihaknya telah bekerja sama dengan BPJPH, BPOM dan instansi muslim lainnya terkait sertifikasi halal agar dapat meningkatkan kapabilitas UMKM.

    Dia melanjutkan selama lebih dari 50 tahun menyajikan kebutuhan air minum masyarakat, AQUA tidak ingin berhenti hanya dalam pertumbuhan bisnis tetapi juga keberlanjutan perkembangan kesehatan, lingkungan dan masyarakat. AQUA ingin maju bersama masyarakat sambil menumbuhkan komunitas halal di sekitar wilayah operasional pabrik.

    “AQUA tidak bisa tumbuh sendiri. Kami tumbuh erat dengan berbagai komunitas dan berkolaborasi dengan PBNU, Muhammadiyah hingga Dewan Masjid Indonesia tidak lain dan tidak bukan bahwa untuk memastikan tumbuhnya bisnis kami ini agar membawa manfaat dan keberkahan bagi konsumen dan kemitraan kita,” katanya.

    (ega/ega)

  • Ternyata Ini Manfaat Rambutan Bagi Kesehatan, Nggak Kaleng-kaleng Khasiatnya

    Ternyata Ini Manfaat Rambutan Bagi Kesehatan, Nggak Kaleng-kaleng Khasiatnya

    Jakarta

    Rambutan atau nama ilmiahnya Nephelium Lappaceum L merupakan buah berbulu, berwarna merah terang, dan berasal dari Asia Tenggara.

    Selain rasanya yang manis, buah ini mengandung beragam nutrisi penting untuk tubuh, seperti vitamin hingga kalsium. Dikutip dari WebMD, buah rambutan merupakan sumber:

    Vitamin AVitamin CVitamin BKaliumKalsiumFolatKolinManganSengBesiBetakarotenMagnesium.

    Satu buah rambutan berukuran sedang mengandung:

    Kalori: 75Protein : Kurang dari 1 gramLemak : Kurang dari 1 gramKarbohidrat : 2 gramSerat : Kurang dari 1 gramGula: Kurang dari 1 gram.

    Adapun vitamin, mineral, dan antioksidan dalam rambutan dapat memberikan manfaat nutrisi yang penting. Misalnya, folat merupakan vitamin penting yang penting untuk pembelahan sel dan duplikasi DNA yang sehat. Dokter menyarankan bahwa jika ingin hamil, harus mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram folat setiap hari. Ini penting untuk menghindari cacat lahir.

    Rambutan juga kaya akan kalium, mineral yang membantu jantung berdetak, ginjal berfungsi, dan otot berkontraksi. Rambutan merupakan sumber tembaga yang baik, yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi dan membangun jaringan ikat serta pembuluh darah. Tembaga juga penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf pusat.

    Tak hanya itu saja manfaat rambutan, berikut penjelasannya.

    1. Sumber Antioksidan

    Rambutan kaya akan vitamin C, yang merupakan antioksidan yang ampuh . Antioksidan melindungi sel-sel dari kerusakan harian yang disebabkan oleh penuaan. Saat sel-sel bekerja, mereka menghasilkan produk limbah yang disebut radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak sel dan DNA.

    Mengonsumsi antioksidan membantu melawan radikal bebas. Antioksidan telah terbukti mengurangi kerusakan sel dan berpotensi mengurangi risiko kanker pada banyak orang.

    2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Rambutan telah terbukti mendukung kesehatan sistem kekebalan tubuh dalam beberapa cara. Pertama, vitamin C dalam rambutan dikaitkan dengan fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan.

    Mengonsumsi vitamin C yang cukup secara teratur dapat membantu mendukung kesehatan kekebalan tubuh jangka panjang. Kedua, penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak tertentu dari buah rambutan dapat membantu melawan infeksi. Ekstrak ini dapat mencegah virus bereplikasi, membantu sistem kekebalan tubuh Anda melawan kuman dengan lebih mudah.

    3. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

    Rambutan dapat membantu sistem pencernaan menjadi lebih tangguh. Buah ini menawarkan serat makanan dalam bentuk larut dan tidak larut. Serat makanan dalam rambutan dapat membantu mengurangi sembelit dengan menambah jumlah tinja.

    Serat tidak larut juga memberi makan bakteri “baik” dalam sistem pencernaan, membantu usus mencerna makanan yang lebih kompleks dengan mudah.

    4. Meningkatkan Kesehatan jantung

    Sebuah penelitian terkini menunjukkan bahwa rambutan dapat menurunkan kadar kolesterol, yang merupakan faktor utama penyebab penyakit jantung

    (suc/suc)

  • China Bantah Klaim CIA soal Asal-Usul COVID dari Kebocoran Laboratorium

    China Bantah Klaim CIA soal Asal-Usul COVID dari Kebocoran Laboratorium

    Jakarta

    Pemerintah China pada Senin menolak teori asal-usul COVID-19 dari kebocoran laboratorium yang diklaim oleh CIA atau Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat. Pemerintah setempat menyebut klaim tersebut tak berdasar dan menekankan perlunya penyelidikan ilmiah.

    “Asal usul virus corona adalah masalah ilmiah dan harus ditentukan oleh para ilmuwan dengan semangat ilmiah. Kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin terjadi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning dalam jumpa pers di Beijing, dikutip dari Anadolu Agency.

    “Ini adalah kesimpulan ilmiah resmi yang dicapai oleh tim ahli gabungan China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berdasarkan kunjungan langsung ke laboratorium terkait di Wuhan dan pertukaran mendalam dengan peneliti ilmiah terkait.”

    Pernyataan itu muncul setelah CIA, dalam perkembangan baru, mendukung teori bahwa pandemi COVID-19 mungkin berasal dari kebocoran laboratorium yang tidak disengaja di Wuhan, bukan dari penularan alami di pasar basah.

    Kasus pertama virus ini dilaporkan di Wuhan, China bagian tengah, pada bulan Desember 2019. Virus ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan karantina wilayah nasional dan mengakibatkan hampir tujuh juta kematian.

    Penilaian ulang CIA terhadap teori kebocoran laboratorium dilaporkan didasarkan pada analisis yang lebih dekat terhadap bukti yang ada, termasuk kondisi di laboratorium keamanan tinggi Wuhan sebelum wabah, bukan intelijen baru.

    Namun, Mao menegaskan kembali temuan investigasi gabungan China-WHO, yang menyimpulkan bahwa kebocoran laboratorium “sangat tidak mungkin”, sebuah keputusan yang menurutnya telah “diakui secara luas oleh komunitas internasional dan komunitas ilmiah.”

    China secara konsisten menolak klaim negara-negara Barat yang menunjukkan asal mula pandemi dari laboratorium.

    “AS harus berhenti mempolitisasi dan menginstrumentalisasikan isu asal usul virus corona, berhenti menjelek-jelekkan negara lain dan mengalihkan kesalahan,” kata Mao.

    Ia mendesak Washington untuk menanggapi kekhawatiran yang wajar dari masyarakat internasional sesegera mungkin, secara proaktif membagikan datanya sendiri tentang kasus-kasus yang diduga awal dengan WHO.

    Juga, mengklarifikasi keraguan tentang laboratorium biologi AS, sehingga dapat memberikan penjelasan yang bertanggung jawab kepada masyarakat di dunia.

    (suc/suc)

  • Presiden AS Donald Trump Minta CDC Berhenti Kerja Sama dengan WHO

    Presiden AS Donald Trump Minta CDC Berhenti Kerja Sama dengan WHO

    Jakarta

    Staf di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah diperintahkan untuk berhenti berkomunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menurut memo baru, yang memberikan pukulan signifikan terhadap upaya kesehatan global.

    Arahan tersebut dibuat sesuai dengan perintah eksekutif Presiden Donald Trump pada 20 Januari yang menarik AS dari WHO, menurut memo yang dikirim Minggu malam dari Wakil Direktur Kesehatan Global CDC Dr John Nkengasong kepada pimpinan senior lembaga tersebut.

    “Segera, semua staf CDC yang terlibat dengan WHO melalui kelompok kerja teknis, pusat koordinasi, dewan penasihat, perjanjian kerja sama, atau cara lain – secara langsung atau virtual – harus menghentikan aktivitas mereka dan menunggu arahan lebih lanjut,” kata memo tersebut, dikutip dari CNN.

    AS adalah salah satu penyandang dana terbesar WHO, dan hukum federal mengharuskan pemberitahuan satu tahun sebelum dukungan AS terhadap organisasi tersebut dapat ditarik.

    Perintah Trump mengklaim bahwa pemberitahuan penarikan yang sah telah diberikan selama masa jabatan pertamanya, pada tahun 2020, sehingga penarikan dapat segera terjadi.

    “Langkah ini gegabah. Pada dasarnya, memerintahkan CDC untuk tidak bekerja sama dengan WHO dalam memadamkan api akan membuat warga Amerika jauh lebih rentan,” kata Dr Lawrence Gostin, pakar kesehatan global di Universitas Georgetown yang mengelola pusat koordinasi WHO untuk hukum kesehatan nasional dan global, kepada CNN.

    Dengan merebaknya wabah virus Marburg yang mematikan dan flu burung H5N1 yang menyebar pada hewan di seluruh dunia, katanya, kurangnya koordinasi internasional mengenai kesehatan masyarakat sangatlah berbahaya.

    Gostin mengatakan dia juga diberitahu bahwa Trump telah menarik semua staf CDC yang diperbantukan ke kantor WHO di negara lain, sebuah tindakan yang dijabarkan dalam perintah Trump tanggal 20 Januari.

    CDC memiliki staf di jaringan kantor internasional di lebih dari 60 negara. Kantor-kantor ini dapat membantu memberikan peringatan dini saat terjadi wabah penyakit menular yang mengkhawatirkan.

    Gostin mengatakan bahwa jika Trump mencoba menegosiasikan kesepakatan yang lebih baik dengan WHO, ada cara yang lebih baik untuk melakukannya.

    “Presiden Trump meminta CDC untuk menekan tombol jeda. Namun kenyataannya adalah virus tidak berhenti beredar sementara Gedung Putih memikirkan langkah selanjutnya,” katanya.

    “Jika Anda ingin mencari tahu seperti apa hubungan Anda dengan WHO di masa mendatang, Anda harus terus berjuang sampai Anda menemukan jawabannya, lalu bertindak. Anda tidak boleh menyerah begitu saja saat Anda mencoba mencari tahu sesuatu, karena musuh – yaitu virus – masih beredar dan menyebabkan kekacauan.”

    (suc/suc)

  • Video: CDC Diminta Setop Kerja Sama dengan WHO

    Video: CDC Diminta Setop Kerja Sama dengan WHO

    Jakarta – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC telah diperintahkan untuk berhenti bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penghentian secara tiba-tiba ini tentu akan memberi dampak, mengingat sedang ada wabah virus Marburg dan mpox di Afrika serta ancaman flu burung pada hewan ternak di AS.

    (/)

  • Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal, Dokter Ungkap Gejala Gagal Jantung Akut

    Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal, Dokter Ungkap Gejala Gagal Jantung Akut

    Jakarta

    Artis senior Emilia Contessa meninggal dunia setelah mengalami gagal jantung akut, Senin (27/1/2025). Sebelumnya, ibunda penyanyi Denada ini juga menjalani perawatan diabetes semasa hidupnya.

    Adapun kabar tersebut diungkap oleh Ayyub Erdianto, koordinator pelayanan publik RSUD Blambangan, Banyuwangi, tempat Emilia dirawat.

    “Dilakukan penanganan oleh dokter Nelly Mulyaningsih, dokter spesialis jantung kami dan dinyatakan pasien tengah mengalami gagal jantung akut dan diberikan obat-obatan emergency. Kondisinya sempat membaik namun beberapa saat kemudian kembali memberat. Keluhannya sesaknya,” kata Ayyub.

    baca juga

    Spesialis jantung dr Vito A Damay, SpJP(K) mengatakan gagal jantung akut adalah kondisi saat fungsi jantung menurun secara tiba-tiba atau mendadak, sehingga tak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

    Ini bisa terjadi mendadak pada orang tanpa riwayat gagal jantung sebelumnya, atau sebagai perburukan dari gagal jantung kronis. Orang dengan kondisi gagal jantung akut harus membutuhkan penanganan darurat.

    “(Sementara) gagal jantung kronis berkembang perlahan-lahan dalam jangka waktu lama, seringkali karena kerusakan jantung yang sudah terjadi, seperti hipertensi atau penyakit koroner,” imbuhnya saat dihubungi detikcom, Selasa (28/1/2025).

    Adapun gejala gagal jantung akut menurut dr Vito, di antaranya:

    sesak napas tiba-tiba, terutama saat berbaring

    bengkak di kaki atau perut

    lelah ekstrem

    jantung berdebar atau berdetak tidak teratur

    penurunan kesadaran atau pusing

    baca juga

    (suc/suc)

  • Duh! Studi Ungkap Pola Makan seperti Ini Bisa Picu Kanker Usus Besar di Usia Muda

    Duh! Studi Ungkap Pola Makan seperti Ini Bisa Picu Kanker Usus Besar di Usia Muda

    Jakarta

    Kasus kanker usus besar atau kanker kolorektal meningkat di kalangan usia muda. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan oleh tim peneliti internasional dalam jurnal Neoplasia menemukan tiga faktor risiko utama yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar di usia muda.

    Pola makan yang kekurangan kalsium dianggap sebagai faktor risiko tertinggi, yang dikaitkan dengan sekitar satu dari lima kematian akibat kanker usus besar pada usia muda. Sementara itu mengonsumsi alkohol ditetapkan sebagai faktor risiko terbesar kedua, dan obesitas ditetapkan sebagai faktor risiko terbesar ketiga.

    Penelitian tersebut menggunakan data dari Global Burden of Disease dan menemukan bahwa kasus kanker usus besar global pada orang berusia di bawah 35 tahun hampir dua kali lipat antara tahun 1990 dan 2019 dari 21.874 menjadi 41.545.

    Pada mereka yang berusia di bawah 35 tahun, penyakit ini juga tampak lebih banyak menyerang pria. Pada tahun 2019, data menunjukkan bahwa terdapat 25.432 kasus pada pria sementara hanya terdapat 16.113 kasus pada wanita.

    Jumlah kematian global juga meningkat selama periode waktu yang dianalisis dari 11.445 menjadi 15.486, menurut penelitian tersebut, yang mengaitkan pola makan rendah susu dan kalsium, konsumsi alkohol, dan indeks massa tubuh tinggi sebagai “faktor utama penyebab kematian.”

    Para ahli juga telah meneliti pemicu lingkungan, makanan ultra-olahan, atau diet tertentu sebagai penyebab kanker usus besar, yang didiagnosis pada 107.320 orang Amerika setiap tahunnya.

    Meskipun umumnya dianggap sebagai penyakit yang secara tidak proporsional mempengaruhi populasi yang lebih tua, kanker usus besar- yang menyebabkan pendarahan rektal, nyeri perut, perubahan kebiasaan tinja, penurunan berat badan, anemia dan kelelahan – telah melonjak di semua kelompok umur.

    “Ini sangat mengkhawatirkan bagi kita semua,” kata Dr. Coral Olazagasti, asisten profesor onkologi medis klinis di University of Miami Sylvester Comprehensive Cancer Center, dikutip dari NY Post.

    “Dulu, Anda mungkin mengira kanker adalah penyakit yang diderita orang lanjut usia. Namun, kini dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat tren bahwa orang didiagnosis kanker lebih awal.”

    (suc/suc)

  • Wanti-wanti Dokter Anak soal Viral Bayi 9 Bulan Dikasih Makan Nasi Padang

    Wanti-wanti Dokter Anak soal Viral Bayi 9 Bulan Dikasih Makan Nasi Padang

    Jakarta

    Viral video seorang bayi 9 bulan diberi makan nasi padang menuai pro kontra di masyarakat. Dalam video tersebut terlihat banyak potongan cabai yang ada di nasi padang tersebut.

    Tak sedikit yang menyayangkan orang tua dari bayi tersebut, mengingat nasi padang identik dengan cita rasa pedas yang tidak cocok untuk anak seusia tersebut.

    “Kasian lambungnya,” kata netizen lainnya.

    “Kalau udah sakit perutnya, emaknya nangis-nangis. Boleh juga tp liat umur anak mbok d eman,” tutur netizen lainnya.

    Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Meta Herdiana Hanindita SpA(K) mengatakan pada dasarnya tak ada literatur terkait ketentuan kapan makan pedas boleh mulai diberikan. Menurutnya, makanan pedas tergantung dari budaya lokal itu sendiri.

    “Orang luar negri yang ga pernah makan makanan pedas, umur berapa pun kalau dikasih makanan pedasnya indonesia ya bisa bereaksi juga,” katanya saat dihubungi detikcom, Senin (27/1/2025).

    Meski begitu, dr Meta menjelaskan cabe tak mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi dan hanya perasa. Artinya, tak terlalu penting untuk diberikan saat bayi sudah Makanan Pendamping ASI (MPASI).

    dr Meta juga mewanti-wanti memberikan makanan pedas pada bayi bisa memicu sejumlah risiko kondisi kesehatan.

    “Yang saya lihat di video tadi ada banyak potongan cabenya. Tapi anaknya oke-oke saja ya nggak ngerasa kepedesan. Pedas=sangat subyektif. Tapi karena bayi masih sensitif, bisa bikin diare, sakit perut,” imbuhnya lagi.

    Di sisi lain, dr Meta menyebut MPASI pada bayi 9 bulan harus mengandung berbagai nutrisi penting, seperti karbohidrat, lemak, protein seperti hewani, sayur, hingga buah-buahan sedikit saja.

    Seandainya diberi nasi padang seperti nasi dan rendang, menurut dr Meta tidak masalah.

    “Nasi= karbo, Santan= lemak, Daging= protein hewani, Teksturnya disesuaikan dengan kemampuan,” katanya lagi.

    “Nasi padangnya boleh, tapi jangan langsung pedas juga,” katanya menyarankan.

    (suc/up)

  • Mayapada Hospital Sukses Kembalikan Fungsi Jantung Anak Lewat Prosedur MVR

    Mayapada Hospital Sukses Kembalikan Fungsi Jantung Anak Lewat Prosedur MVR

    Jakarta

    Anak mengalami demam berkepanjangan? Orang tua harus waspada, bisa jadi itu merupakan gejala dari masalah katup jantung pada anak.

    Meski gejala yang timbul mungkin sederhana, namun jangan dianggap remeh ya. Sebab masalah katup jantung pada anak memerlukan penanganan yang tepat dan advanced agar dapat selamat dari risiko gagal jantung atau komplikasi serius lainnya.

    Salah satu unit Mayapada Hospital yang berlokasi di Tangerang berbagi salah satu cerita sukses dalam menangani kasus katup jantung pada pasien anak. Pasien anak laki-laki berusia 10 tahun tersebut mengalami demam berkepanjangan yang kambuh pada malam hari, disertai gejala nafsu makan yang turun drastis dan gangguan tumbuh kembang.

    Kasus ini ditangani oleh dr. Arinto Bono Adji Hardjosworo, Sp.BTKV Subsp.JD (K) MARS, Dokter Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Konsultan Bedah Jantung Dewasa Mayapada Hospital Tangerang, dan berhasil diatasi melalui prosedur Mitral Valve Repair (MVR).

    Pasien anak itu menjalani serangkaian pemeriksaan, kemudian dr. Bono mendiagnosa adanya kerusakan pada katup mitral jantung yang terletak di antara serambi kiri dan bilik kiri jantung. Untuk diketahui, katup mitral berfungsi untuk mencegah darah mengalir kembali ke serambi kiri saat jantung berkontraksi.

    Ketika katup mitral mengalami malafungsi, dapat terjadi kebocoran yang mengarah pada sejumlah gejala, seperti yang dialami pasien anak ini. Kerusakan katup mitral pada anak dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti gagal jantung, gangguan tumbuh kembang, dan penurunan kualitas hidup anak.

    “Teknik operasi pada kasus ini cukup kompleks karena semua segmen daun katup jantung tidak menutup sama sekali atau disebut prolaps. MVR memperbaiki daun katup jantung yang mengalami disfungsi tanpa menggunakan bahan-bahan artifisial kecuali ring jantung. Dengan demikian, katup jantung yang telah diperbaiki akan ikut dengan pertumbuhan badan anak sehingga keberhasilan setelah operasi bisa bertahan lama,” jelas dr. Bono dalam keterangan tertulis, Selasa (28/1/2025).

    Tindakan repair katup pada kasus ini termasuk ke dalam tindakan dengan tingkat kesulitan tinggi dan jarang dilakukan oleh dokter bedah jantung. Namun, tindakan ini dapat berhasil berkat dokter serta tim medis yang ahli dan berpengalaman, didukung oleh teknologi medis canggih yang ada di rumah sakit.

    Pasien pun mendapatkan perawatan intensif pasca-operasi dan pemulihan berjalan lancar. Hal ini ditandai dengan tumbuh kembang anak mulai membaik, nafsu makan yang meningkat, tidak demam lagi, dan aktivitas pasien semakin membaik.

    Kasus ini tentu menjadi pembelajaran bagi para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anak. Jika anak mengalami tanda-tanda masalah katup jantung, seperti demam berkepanjangan, penurunan nafsu makan, gangguan pertumbuhan, dan sesak napas, segeralah periksa ke dokter untuk deteksi dini dan mendapatkan penanganan yang tepat.

    Orang tua dapat mengambil langkah tepat untuk membawa anaknya ke rumah sakit yang mampu menangani masalah pada jantung secara komprehensif, seperti Mayapada Hospital lewat layanan Cardiovascular Center. Layanan ini menangani permasalahan jantung mulai dari pencegahan, skrining dan diagnosis, pengobatan, sampai dengan rehabilitasi pasca-operasi. Layanan ini unggul dalam menangani tindakan advanced dengan tingkat kesulitan tinggi, seperti CABG atau Bypass Jantung, Ablasi Jantung untuk kasus aritmia, prosedur TEVAR dan Bentall Procedure, hingga bedah jantung untuk penyakit jantung bawaan anak-anak seperti Tetralogi of Fallot, ASD dan VSD.

    Cardiovascular Center Mayapada Hospital menyediakan layanan Cardiac Emergency yang siap siaga 24 jam untuk menangani kondisi darurat jantung. Layanan ini mudah diakses melalui nomor 150990 atau fitur Emergency Call pada aplikasi MyCare dari Mayapada Hospital. Aplikasi MyCare menawarkan berbagai kemudahan, seperti memesan jadwal konsultasi dengan dokter secara cepat tanpa antre, didukung oleh integrasi berbagai metode pembayaran.

    MyCare juga memiliki fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, jumlah kalori terbakar, dan body mass index (BMI). Unduh aplikasi MyCare di Google Play Store atau App Store untuk mendapat reward point bagi pengguna baru untuk potongan harga layanan di seluruh unit Mayapada Hospital.

    (ega/ega)