Category: Detik.com Kesehatan

  • Cerita Ortu di Bogor soal Kebiasaan Makan Anaknya Sebelum Idap Kanker Darah

    Cerita Ortu di Bogor soal Kebiasaan Makan Anaknya Sebelum Idap Kanker Darah

    Jakarta

    Viral karena sound TikTok, anak 6 tahun di Bogor didiagnosis mengidap kanker darah. Keseharian Devin Nur Faeyza berjuang melawan penyakitnya diabadikan dalam akun TikTok @devinpejuangcancer.

    Orangtua Devin, Siti Rukmana (28) bercerita, penyebab Devin terkena kanker darah dipicu beragam faktor termasuk adanya mutasi genetik hingga faktor pola hidup serta kebiasaan makan. Dalam riwayat keluarga, belum ada saudara maupun orangtua Devin yang pernah terkena kanker darah.

    “Kalau keturunan, Devin itu nggak ada keturunan kanker, waktu sehat memang Devin suka jajan-jajan sama kadang suka makanan instan seperti junkfood,” terang Siti kepada detikcom Rabu (29/1/2025).

    Dokter yang menangani Devin menyebut makanan dengan tambahan zat kimia ikut berpengaruh dalam pertumbuhan kanker darah. Karenanya, masyarakat disarankan untuk terbiasa memberikan makan tanpa tambahan pengawet, pewarna, maupun zat kimia lain.

    Lebih baik mengonsumsi makanan dengan bahan alami yang diolah secara hygiene oleh keluarga.

    “Leukemia adalah suatu penyakit yang timbul akibat beragam faktor, yang tersering adalah akibat gangguan genetik dan faktor-faktor lingkungan. Jadi kita sebagai manusia bisa mengurangi intervensi atau pengaruh dari lingkungan yang tidak baik,” beber dr Tumpal Yansen Sihombing, SpA.

    “Salah satu contoh adalah memakan makanan tanpa zat kimia, jadi saya sarankan adalah untuk mengonsumsi makanan alami yang dibuat sendiri oleh keluarga, mengurangi jajan makanan yang tidak baik,” lanjut dr Tumpal.

    Awal Mula Terkena Kanker Darah

    Devin mulanya ‘hanya’ mengeluhkan gejala demam tinggi pada Juli 2024. Namun, tiga hari setelah gejala awal muncul, keluhan lain mulai dirasakan Devin.

    Muncul memar sekujur tubuh hingga sesekali mengalami gejala mual dan muntah. Setelah dibawa ke klinik, dokter saat itu menyatakan kondisi limfa Devin sudah membesar.

    “Setelah tiga hari di klinik, langsung dibawa ke rumah sakit tipe C. Di sana diambil sampel darahnya, hasilnya sangat jauh dari normalnya manusia. HB atau hemaglobin 4 leukosit 2.000 trombosit 15.000,” tutur Siti.

    Devin langsung dibawa ke RSUP Fatmawati untuk dilakukan observasi lebih lanjut, yakni pemeriksaan sumsum tulang belakang. Tujuan pemeriksaan sumsum tulang belakang adalah untuk mengetahui kondisi sumsum tulang, dalam memproduksi sel darah. Hasilnya menunjukkan Devin terkena kanker darah.

    Pada usia yang masih sangat muda, Devin terpaksa fokus menjalani pengobatan kemoterapi, dari 127 target kemo, Devin baru mengikuti 12 kemoterapi dengan berbagai efek samping.

    “Rambut rontok, mual-mual, hingga perdarahan di kencingnya dan sempat mengalami dehidrasi parah,” cerita Siti.

    “Saat ini Devin harus meninggalkan rumah karena harus tinggal di rumah singgah dekat RS, jauh dari teman-nya, berhenti sekolah, jauh dari kakaknya karena harus fokus berobat. Saya berharap Devin bisa sembuh dan kembali normal seperti anak-anak lainnya,” pungkas dia.

    Lihat juga Video ‘Riwayat Kesehatan Jane Birkin Sebelum Meninggal’:

    (naf/up)

  • Kadar Gula Darah Emilia Contessa Sempat Lampaui 500 Sebelum Wafat, Ini Bahayanya

    Kadar Gula Darah Emilia Contessa Sempat Lampaui 500 Sebelum Wafat, Ini Bahayanya

    Jakarta

    Penyanyi senior Indonesia Emilia Contessa meninggal dunia pada Senin (27/1/2024) pukul 18.00 WIB. Sebelum meninggal, ibunda Denada itu sempat dirawat di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

    Hal ini karena gula darahnya sempat melampaui angka 500 sebelum meninggal dunia. Hal ini disampaikan oleh adik kandung Emilia, Dino Rosano Hansa.

    “Tadi pagi diabetesnya naik. Naik sampai 450, lalu sampai 500 lebih. Pagi-pagi kami rujuk ke RSUD Blambangan. Memang langsung ditangani tim dokter dan perawat,” tutur Dino kepada wartawan, Senin (28/1).

    “Tapi bertambah jam, bertambah jam, itu staminanya atau fisiknya terus menurun. Menurun, menurun, hingga tadi jam 18.00 WIB, Bu Emil nggak ada,” sambungnya.

    Apa bahaya kadar gula darah 500 mg/dL ke tubuh?

    Glukosa adalah jenis gula yang ditemukan di dalam aliran darah. Merujuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) pada kondisi normal, kadar gula darah manusia berada pada 70-100 mg/dL.

    Seseorang akan didiagnosis dengan diabetes saat nilai gula darah puasa mencapai 126 mg/dL atau lebih. Jika kadar gula darah mencapai 500 mg/dL termasuk kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia yang ekstrem, dan perlu segera ditangani.

    Umumnya, penyebab kadar gula darah bisa mencapai 500 mg/dL adalah diabetes yang tidak terkontrol. Dikutip dari Live Strong, ini dapat terjadi saat seseorang terus mengkonsumsi makanan yang mungkin tinggi gula atau karbohidrat, yang membuat kadar gula darahnya meningkat melebihi kadar normal.

    Jika tubuhnya tidak mengeluarkan insulin untuk menurunkan kadar atau mempertahankannya antara 85 mg dan 100 mg, glukosa akan terus meningkat. Bahkan jika tubuh memproduksi insulin dalam jumlah minimal, itu mungkin tidak cukup untuk menurunkan kadar kembali ke kisaran yang sehat, bahkan ketika orang tersebut tidak makan.

    Kadar glukosa dapat meningkat pada penderita diabetes, jika mereka sakit atau memiliki penyakit lain yang mendasarinya. Saat kadar gula darah mencapai 500 mg/dL tentunya dapat merusak tubuh.

    Jika tidak segera diobati dengan benar melalui diet, olahraga, serta pengobatan melalui oral atau insulin, diabetes dapat mulai mempengaruhi tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti:

    Penyakit jantungStrokeKebutaanHipertensiNeuropati diabetikKerusakan sarafDepresiKomplikasi pada kakiPenyakit ginjalAmputasi anggota tubuh

    Ada beberapa tanda yang dapat terjadi saat kadar gula darah terlalu tinggi. Gejala-gejala tersebut meliputi:

    Rasa haus yang berlebihanSering buang air kecilMudah lelahPusingPenglihatan kaburKebingunganNapas cepat

    (sao/naf)

  • Sumpit Tersangkut di Rongga Mata Pria, Baru Ketahuan usai Muncul Gejala, Kok Bisa?

    Sumpit Tersangkut di Rongga Mata Pria, Baru Ketahuan usai Muncul Gejala, Kok Bisa?

    Jakarta

    Sebuah kejadian langka menimpa seorang pria 24 tahun di Vietnam karena sebuah sumpit kayu tersangkut di rongga matanya. Keberadaan sumpit tersebut bahkan tidak disadari selama tiga minggu.

    Pasien yang tidak disebutkan namanya itu dirawat di Can Tho University of Medicine and Pharmacy Vietnam. Ketika sampai di sana, pasien mengeluhkan rasa nyeri dan pembengkakan di matanya.

    Pasien berusia 24 tahun itu memberitahu dokter bahwa gejalanya sudah muncul selama tiga minggu. Namun, dalam beberapa hari kondisinya semakin parah, bahkan ada sedikit nanah di sudut mata kirinya.

    Dikutip dari Oddity Central, pasien mengaku sempat mencari pertolongan di fasilitas medis lain di kota tempat tinggalnya. Namun, setelah pemeriksaan, ia hanya mendapatkan obat dari dokter yang ternyata tidak efektif.

    Mendengar pengakuan pasien, tim dokter lantas melakukan pemeriksaan CT scan. Mereka menemukan ada benda asing sepanjang 9 cm di matanya. Benda tersebut rupanya sumpit kayu yang telah menembus jaringan lunak luar rongga mata kiri.

    Sumpit tersebut menembus melalui dinding atas sinus maksilaris dan menghancurkan dinding hidung lateral.

    Ketika mendengar temuan tersebut, pasien mengaku terkejut. Pasien itu hanya bisa mengingat momen tabrakan dengan seorang teman pada pesta di malam hari dalam keadaan mabuk. Namun, ia tidak ingat secara eksplisit sumpit kayu menusuk sinusnya atau rasa sakit yang terkait dengan insiden brutal tersebut.

    Melalui serangkaian prosedur operasi, sumpit kayu tersebut akhirnya bisa diangkat. Setelahnya, dokter juga melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada benda asing lain yang tersisa di dalam tubuh pasien tersebut.

    Pasien sangat beruntung karena sumpit kayu tersebut tidak mengenai matanya, tetapi dokter memperingatkan bahwa cedera seperti itu sangat berbahaya dan harus ditangani oleh tenaga medis secepat mungkin.

    (avk/naf)

  • KKI: 60,8% Konsumen Abaikan Bahaya BPA Galon Guna Ulang demi Harga Murah

    KKI: 60,8% Konsumen Abaikan Bahaya BPA Galon Guna Ulang demi Harga Murah

    Jakarta

    Hasil survei dan investigasi lapangan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengungkap sebuah paradoks dalam perilaku konsumen Indonesia terkait penggunaan galon air minum dalam kemasan ulang.

    Meskipun 60,8% konsumen mengetahui adanya risiko kesehatan dari paparan Bisphenol-A (BPA) pada galon kemasan ulang, sebagian besar konsumen tetap memilih untuk menggunakan produk tersebut karena alasan harga lebih murah.

    BPA, senyawa kimia yang sering ditemukan dalam galon dengan bahan polikarbonat, telah lama menjadi perhatian di kalangan ahli kesehatan. Paparan BPA dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, termasuk gangguan hormon, masalah reproduksi, dan bahkan risiko kanker.

    Meskipun risikonya telah banyak dibahas, hasil survei KKI menunjukkan bahwa kesadaran konsumen akan bahaya BPA masih terbatas. Hanya 60,8% responden yang mengetahui risiko tersebut, sementara sisanya tidak menyadarinya.

    Salah satu faktor utama yang mendorong paradoks ini adalah budaya konsumen Indonesia yang cenderung mengabaikan informasi pada kemasan produk.

    “Dari 495 responden yang kami survei, 83% mengaku tidak memperhatikan informasi tentang usia pakai galon guna ulang, padahal kemasan galon polikarbonat

    yang digunakan berulang kali tanpa ada aturan batas pakai berpotensi melepaskan BPA,” ujar ketua KKI David Tobing, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/1/2025).

    Meskipun konsumen tahu adanya risiko BPA, mereka tetap memilih galon guna ulang karena alasan ekonomis.

    “91,9% responden memilih galon guna ulang karena harganya lebih murah. Mereka lebih memprioritaskan harga ketimbang risiko kesehatan,” tambahnya.

    Hal ini menunjukkan meskipun konsumen memiliki akses terhadap informasi kesehatan, mereka cenderung mengabaikannya jika dihadapkan pada pilihan yang lebih murah. Fenomena ini juga mencerminkan rendahnya kesadaran akan pentingnya hak atas produk yang sehat dan aman.

    Oleh karena itu, David menekankan bahwa edukasi kepada konsumen juga menjadi kunci penting dalam mengubah perilaku konsumsi. “Konsumen perlu diedukasi agar lebih kritis dalam memilih produk yang sehat dan aman,” ujarnya.

    Selain itu, KKI juga mengkritisi lambannya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam menerapkan aturan pelabelan bahaya BPA pada galon guna ulang. Meskipun BPOM telah mengeluarkan regulasi yang mewajibkan pelabelan BPA pada kemasan galon polikarbonat dalam Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024, tenggat waktu yang diberikan dinilai terlalu lama, yaitu 4 tahun.

    “Setelah mengetahui adanya aturan itu, 96% responden kami menyatakan bahwa pelabelan BPA harus dipercepat, tidak perlu menunggu 4 tahun. Hak konsumen atas informasi harus diprioritaskan,” pungkas David.

    (anl/ega)

  • Menyoal Klorat, Kandungan Kimia Penyebab Coca-Cola di Eropa Disetop Sementara

    Menyoal Klorat, Kandungan Kimia Penyebab Coca-Cola di Eropa Disetop Sementara

    Jakarta

    Peredaran produk Coca-Cola di Eropa sementara disetop. Minuman soda lainnya, seperti Coke dan Sprite juga ditarik di pasaran.

    Hal ini karena adanya temuan kadar bahan kimia yang disebut mengandung klorat sangat tinggi. Perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan penarikan kembali difokuskan pada Belgia, Luksemburg, dan Belanda.

    “Analisis ahli independen menyimpulkan bahwa risiko terkait bagi konsumen sangat rendah,” kata seorang juru bicara kepada BBC.

    Coca-Cola mengungkapkan pihaknya belum menerima keluhan dari konsumen terkait temuan ini. Perusahaan tersebut menambahkan bahwa masalah ini mempengaruhi sejumlah kecil minuman kaleng impor Appletiser, Coca-Cola Original Taste, Coca-Cola Zero Sugar, Diet Coke, dan Sprite Zero dengan kode produksi dari 328 GE hingga 338 GE yang dapat ditemukan di bagian bawah kaleng.

    Anne Gravett dari Badan Standar Makanan (FDA) mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

    “Jika kami mengidentifikasi makanan yang tidak aman, kami akan mengambil tindakan untuk memastikannya disingkirkan dan memberitahu konsumen,” tambahnya.

    Dampak Paparan Klorat

    Paparan klorat tingkat tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk masalah tiroid, terutama di kalangan anak-anak. Klorat sendiri dapat diproduksi saat disinfektan berbasis klorin digunakan dalam pengolahan air dan pengolahan makanan.

    “Kita perlu mempertanyakan apakah kita ingin mencerna bahan kimia dalam minuman ringan yang digunakan dalam produksi kembang api dan disinfektan, betapapun kecil jumlahnya,” kata NHS dan ahli gizi swasta Caron Grazette.

    Grazette menjelaskan ada beberapa kondisi yang dapat terjadi saat klorat dikonsumsi secara berlebihan oleh manusia. Mengutip penelitian tentang bahan kimia tersebut, Grazette mengungkapkan seseorang dapat mengalami mual, muntah, diare, dan membatasi kemampuan darah untuk menyerap oksigen.

    Menurut juru bicara perusahaan Coca-Cola, kadar klorat yang lebih tinggi ditemukan selama pengujian rutin di fasilitas produksi di Ghent, Belgia. Menurut AFP, sebagian besar produk yang tidak terjual telah ditarik dari rak, dan perusahaan sedang dalam proses menarik sisanya.

    “Perusahaan menganggap kualitas dan keamanan produknya sebagai prioritas utama,” beber juru bicara tersebut.

    (sao/kna)

  • 8 Manfaat Minum Air Kelapa Tiap Hari yang Tak Disangka-sangka

    8 Manfaat Minum Air Kelapa Tiap Hari yang Tak Disangka-sangka

    Jakarta

    Air kelapa menjadi salah satu minuman yang menyegarkan. Tak hanya rasanya yang manis dan segar, kandungan nutrisi pada air kelapa dapat bermanfaat untuk kesehatan.

    Meski memiliki rasa manis, kandungan kalori dan gula pada air kelapa rendah sehingga tetap baik untuk tubuh. Selain itu, air kelapa merupakan sumber elektrolit utama, termasuk kalium, natrium, kalsium, magnesium, vitamin, dan mineral.

    Lantas, apakah yang terjadi jika minum air kelapa setiap hari?

    Dikutip dari Eating Well, air kelapa dapat dikonsumsi setiap hari. Selain bermanfaat untuk tubuh, air kelapa juga bisa menghidrasi tubuh.

    Secangkir air kelapa setiap hari dapat membantu mengembalikan keseimbangan elektrolit, menurunkan tekanan darah, mendukung kesehatan tulang, meningkatkan fungsi pencernaan, dan masih banyak lagi.

    Namun, Kepala Ilmu Gizi ITC Ltd Dr Bhavna Sharma mengungkapkan ada waktu yang baik untuk mengkonsumsi air kelapa muda dan berbagai manfaatnya.

    “Seseorang dapat minum air kelapa muda kapan saja, sepanjang hari. Namun, disarankan untuk meminumnya saat pagi atau setelah berolahraga,” katanya yang dikutip dari Hindustan Times.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa manfaat air kelapa untuk kesehatan:

    1. Menghidrasi Tubuh

    Salah satu cara terbaik untuk tetap terhidrasi adalah dengan memasukkan makanan dan minuman yang menghidrasi ke dalam rutinitas harian seseorang. Air kelapa muda adalah salah satu minuman yang paling tepat.

    Air kelapa kaya akan mineral esensial alami seperti kalium, kalsium, dan natrium. Dengan nutrisi yang dimiliki, air kelapa muda dapat memberikan energi dan membantu mengisi kembali elektrolit yang hilang akibat keringat.

    2. Menjaga tekanan darah tetap stabil

    Air kelapa dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi. Dikutip dari Medical News Today, kandungan kalium yang ada di dalamnya dapat membantu menyeimbangkan efek natrium pada tekanan darah, bahkan dapat membantu menurunkan tekanan darah.

    3. Mengontrol gula darah

    Minum air kelapa tanpa tambahan pemanis dapat membantu orang dengan diabetes mengendalikan kadar gula darahnya. Namun, air kelapa tanpa pemanis tetap mengandung gula alami, sehingga perlu membatasi asupannya.

    4. Mengurangi risiko penyakit jantung

    Air kelapa dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Kandungan kalium yang ada di dalamnya dapat mengurangi tekanan darah.

    Selain itu, sebuah penelitian lama menemukan bahwa air kelapa dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Meskipun air kelapa dapat berperan dalam diet jantung sehat, seseorang tetap harus mengikuti anjuran diet dari dokter.

    5. Meningkatkan kesehatan pencernaan

    Air kelapa dapat membantu mencegah gangguan pencernaan, meredakan nyeri ulu hati, menenangkan perut, dan meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

    Nutrisi yang ada di dalam air kelapa juga sangat baik untuk kulit dan rambut, meningkatkan tekstur kulit, dan membuat rambut tampak berseri. Sebab, air kelapa, khususnya air kelapa muda, memiliki sifat yang mendinginkan dan menenangkan.

    7. Memperkuat tulang

    Manfaat air kelapa juga baik untuk tulang. Dengan minum air kelapa secara teratur, dapat membantu memperkuat tulang dan mencegah penyakit seperti radang sendi dan osteoporosis.

    Air kelapa dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah, hingga hipertensi.

    8. Mencegah terbentuknya batu ginjal

    Minum air kelapa secara rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan ginjal. Menurut studi tahun 2018 pada peserta tanpa batu ginjal, air kelapa membantu mereka kehilangan lebih banyak sitrat, kalium, dan klorida selama buang air kecil.

    Hal ini menunjukkan bahwa air kelapa dapat membantu melonggarkan batu atau mencegahnya terbentuk.

    (sao/naf)

  • Trump Setop Bantuan Medis-Obat Pasien HIV, Malaria, dan TBC di Negara Miskin

    Trump Setop Bantuan Medis-Obat Pasien HIV, Malaria, dan TBC di Negara Miskin

    Jakarta

    Pemerintahan AS di bawah Donald Trump telah mengambil tindakan untuk menghentikan pasokan obat-obatan yang selama ini menyelamatkan nyawa pasien HIV, malaria, dan tuberkulosis. Begitu juga dengan perlengkapan medis untuk bayi baru lahir, di negara-negara yang didukung oleh USAID di seluruh dunia, menurut catatan yang ditinjau Reuters.

    Pada Selasa, kontraktor dan mitra yang bekerja dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) mulai menerima memo tersebut untuk segera menghentikan bantuan, demikian informasi sebuah sumber.

    Tindakan tersebut merupakan bagian dari pembekuan bantuan dan pendanaan AS yang lebih luas, berlaku sejak Trump kembali menjabat pada 20 Januari.

    Salah satu memo tersebut ditujukan kepada Chemonics, firma konsultan besar AS yang bekerja dengan USAID dalam penyediaan obat-obatan untuk berbagai kondisi di seluruh dunia.

    “Memo ini mencakup pekerjaan firma pada HIV, malaria, dan tuberkulosis serta kontrasepsi dan perlengkapan kesehatan ibu juga anak,” kata seorang sumber USAID dan seorang mantan pejabat USAID kepada Reuters.

    “Ini bencana besar,” respons Atul Gawande, mantan kepala kesehatan global di USAID yang meninggalkan badan tersebut bulan ini. “Sumbangan obat-obatan menyelamatkan 20 juta orang yang hidup dengan HIV. Itu berakhir hari ini.”

    Chemonics dan USAID belum memberikan keterangan lanjutan.

    Gangguan dalam pengobatan, membuat pasien berisiko jatuh sakit, dan khususnya dalam kasus HIV, menularkan lebih banyak virus ke orang lain. Hal ini juga bisa berdampak pada strain yang resisten terhadap obat.

    Atul mengatakan mitra lain juga telah menerima pemberitahuan yang berarti mereka tidak lagi dapat mengirimkan obat-obatan ke klinik meskipun mereka memiliki stok, atau membuka klinik jika didanai oleh AS.

    Itu termasuk organisasi yang bekerja dengan 6,5 juta anak yatim dan anak-anak rentan dengan HIV di 23 negara.

    Trump memerintahkan jeda 90 hari dalam bantuan pembangunan luar negeri pada 20 Januari, hari ia mengambil sumpah jabatan, sambil menunggu penilaian efisiensi dan konsistensi dengan kebijakan luar negeri AS.

    Pemerintahannya juga telah memberhentikan sekitar 60 pejabat senior di USAID, sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters pada hari Senin.

    Tindakan pemerintah tersebut mengancam miliaran dolar bantuan penyelamat nyawa dari donor tunggal terbesar di dunia. Pada tahun fiskal 2023, AS mencairkan bantuan sebesar USD 72 miliar. Negara ini menyediakan 42 persen dari semua bantuan kemanusiaan yang dilacak oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2024.

    (naf/naf)

  • Cerita Ortu di Bogor soal Kebiasaan Makan Anaknya Sebelum Idap Kanker Darah

    Viral Anak 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker Darah, Harus 127 Kali Kemoterapi

    Jakarta

    Viral di TikTok seorang anak usia 6 tahun berjuang dengan diagnosis kanker darah. Adalah Devin Nur Faeyza yang semula hanya mengeluhkan demam tinggi pada Juli 2024.

    Tak disangka, tiga hari setelah gejala demam muncul, keluhan Devin terus bertambah yakni munculnya memar di sekujur tubuh. Saat dibawa ke dokter di klinik, kondisi limfanya dikatakan sudah membesar.

    “Setelah tiga hari di klinik, langsung dibawa ke rumah sakit tipe C. Di sana diambil sampel darahnya, hasilnya sangat jauh dari normalnya manusia. HB atau hemaglobin 4 leukosit 2.000 trombosit 15.000,” tutor wali Devin, kepada detikcom Rabu (29/1/2025).

    Setelahnya, orangtua Devin langsung merujuk yang bersangkutan ke RSUP Fatmawati, untuk diambil sumsum tulang, sampai akhirnya diagnosis leukemia akut atau kanker darah keluar.

    Kini, di usianya yang masih sangat muda, Devin harus menjalani 127 kali kemoterapi. Devin baru mampu mengikuti 12 kemoterapi.

    Hal ini menjadi tantangan lantaran kondisi Devin saat dikemo relatif tidak stabil. Beberapa kali perawatan kemoterapi ditunda lantaran efek sampingnya berpengaruh pada kondisi tubuh.

    “Rambut rontok, mual-mual, hingga perdarahan di kencingnya dan sempat mengalami dehidrasi parah,” cerita wali Devin.

    Dalam beberapa video, orangtua Devin mengimbau agar masyarakat membatasi pemberian makanan tinggi pengawet, pewarna, pada anak-anak.

    Inikah Pemicunya?

    Terlepas dari kasus terkait, semua jenis kanker darah umumnya dipicu perubahan atau mutasi pada DNA, yang belum bisa dijelaskan pemicunya.

    Meskipun begitu, penelitian menunjukkan ada sejumlah hal yang dapat memengaruhi seberapa besar kemungkinan seseorang mengalami jenis kanker darah tertentu seperti:

    usia,
    jenis kelamin,
    etnis,
    riwayat keluarga,
    paparan radiasi atau bahan kimia, dan
    beberapa kondisi kesehatan dan perawatan.

    Ada beberapa bukti yang menunjukkan faktor lingkungan seperti radiasi atau paparan bahan kimia mungkin terkait dengan beberapa jenis kanker darah, tetapi bukti-bukti ini harus berada pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

    Tidak seperti beberapa jenis kanker lain, faktor gaya hidup seperti pola makan atau tingkat olahraga memiliki pengaruh kecil terhadap risiko terkena kanker darah. Meskipun demikian, para ahli menganjurkan orang untuk menjalani gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur, hal ini dapat membantu mengurangi risiko terkena berbagai penyakit.

    (naf/kna)

  • Eropa Tarik Besar-besaran Produk Coca-Cola, Ada Temuan Kadar Kimia Tinggi

    Eropa Tarik Besar-besaran Produk Coca-Cola, Ada Temuan Kadar Kimia Tinggi

    Jakarta

    Peredaran Coca-Cola di Eropa disetop sementara, minuman soda lain seperti Coke dan Sprite juga ditarik dari pasaran. Hal ini dikarenakan adanya temuan kadar klorat yang tinggi, berpotensi memicu gangguan kesehatan.

    Pihak Coca-Cola mengatakan kaleng dan botol kaca mereka yang mengandung kadar tinggi zat tersebut telah didistribusikan di Belgia, Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, dan Luksemburg sejak November. Demikian pengumuman Coca-Cola Europacific Partners Belgium kepada AFP.

    “Kami tidak memiliki angka pasti, tetapi jelas bahwa itu adalah jumlah yang cukup besar,” kata perusahaan tersebut, tentang berapa jumlah minuman yang memiliki zat klorat tinggi.

    Sebagai catatan, klorat dapat ditemukan dalam makanan karena berasal dari disinfektan klorin, banyak digunakan dalam pengolahan air dan pengolahan makanan.

    Dalam opini ilmiah pada 2015, Otoritas Keamanan Pangan Eropa mengatakan paparan klorat jangka panjang menimbulkan potensi masalah kesehatan bagi anak-anak, terutama mereka yang mengalami kekurangan yodium ringan atau sedang.

    “Mayoritas produk yang terdampak dan tidak terjual telah ditarik dari rak-rak toko dan kami terus mengambil langkah-langkah untuk menarik semua produk yang tersisa dari pasar,” kata Coca-Cola Europacific Partners Belgium.

    Namun, cabang perusahaan di Prancis mengatakan analisis oleh para ahli independen menyimpulkan kemungkinan risiko terkait konsumsi produk Cola, sangat rendah.

    “Kami belum menerima keluhan apa pun dari konsumen tentang masalah ini,” klaim perusahaan itu.

    Sejumlah produk Coke dan Fuze Tea yang terdampak telah dikirim ke Prancis, tetapi untuk saat ini perintah penarikan tidak berlaku untuk pasar Prancis, tambahnya.

    Coca-Cola Europacific Partners meminta maaf atas penarikan tersebut, yang menurutnya terungkap melalui pemeriksaan rutin di lokasi produksinya di Ghent.

    Produk-produk yang terdampak memiliki kode produksi mulai dari 328 GE hingga 338 GE, dan termasuk merek Minute Maid, Nalu, Royal Bliss, dan Tropico, kata perusahaan itu.

    “Kami sedang menghubungi otoritas terkait di masing-masing pasar yang terdampak,” kata firma tersebut.

    (naf/naf)

  • Ngerinya Krisis Populasi Jepang, Jumlah Bayi yang Lahir Makin Sedikit

    Ngerinya Krisis Populasi Jepang, Jumlah Bayi yang Lahir Makin Sedikit

    Jakarta

    Angka kelahiran di Jepang untuk pertama kalinya menurun di bawah 700 ribu per tahun. Sepanjang 2024 hingga bulan ke-11, angkanya berada di 661.577 kelahiran, yakni turun 5,1 persen.

    Tren orang memilih untuk menunda atau tidak memiliki anak sama sekali terus berlanjut. Banyak generasi muda juga memilih hidup sendiri, alih-alih memutuskan menikah. Mereka khawatir tidak memiliki biaya yang cukup untuk membangun keluarga. Terlebih, masih banyak yang berjuang pasca pandemi COVID-19.

    Menurut Japang Today, data awal yang dirilis Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan untuk kelahiran dari Januari hingga November sudah mencakup data warga negara asing.

    Jumlah kelahiran di Jepang terus menurun sejak 2019 di bawah 900.000 dan di bawah 800.000 pada 2022.

    Angka tersebut turun pada 2023 menjadi 727.277, rekor terendah sejak data pembanding tersedia pada 1899.

    Penurunan sebesar 3,8 persen dari 2023 akan membawa angka tersebut di bawah 700.000. Penurunan antara Januari dan Agustus 2024 dari tahun sebelumnya adalah 5,9 persen.

    Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial memperkirakan angka untuk 2024 menjadi 755.000 dan telah memproyeksikan kelahiran akan turun di bawah 700.000 pada tahun 2038.

    Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja yang mengancam keberlanjutan sistem jaminan sosial, seperti perawatan kesehatan dan para pensiun.

    Pemerintah sejauh ini menyiasati kenaikan angka kelahiran melalui langkah-langkah seperti memperluas tunjangan pengasuhan anak dan menawarkan manfaat cuti orang tua, dengan memandang periode hingga awal 2030-an sebagai kesempatan terakhir untuk mengatasi krisis angka kelahiran.

    (naf/naf)