Category: Detik.com Kesehatan

  • Siasat BPOM ‘Bersih-bersih’ Kosmetik Ilegal yang Banyak Dijual Online

    Siasat BPOM ‘Bersih-bersih’ Kosmetik Ilegal yang Banyak Dijual Online

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI beberapa waktu ke belakang telah menyita ratusan merek kosmetik dan skincare impor ilegal dan mengandung bahan berbahaya.

    Meskipun BPOM telah merilis daftar kosmetik dan skincare yang diduga mengandung bahan berbahaya dan masuk ke dalam kategori ‘warning BPOM’, masih banyak produk yang tercantum dalam daftar, diperjualbelikan secara bebas pada toko online.

    Kepala BPOM RI Taruna Ikrar berjanji akan menindak tegas para pedagang nakal. Dirinya akan bekerja sama dengan pihak-pihak lain, salah satunya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    “Karena berhubungan dengan media sosial dan (toko) online, jadi bukan domain kami. Untuk men-take down itu kan (wewenang) Kementerian Komunikasi dan Digital,” kata Taruna di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025).

    “Kami akan bersurat pada Komdigi, dan biasanya cepat (ditangani) kalau surat dari BPOM langsung ditanggapi oleh kementerian terkait,” sambungnya.

    Senada, Koordinator Humas BPOM RI Eka Rosmalasari mengatakan penjualan produk kosmetik atau skincare ilegal dan diduga mengandung bahan berbahaya memang masih banyak dijumpai di lokapasar. Menurut Eka, pedagang biasanya mempunyai trik nakal dalam menjajakan dagangannya.

    “Biasanya ada huruf yang diganti, misal produknya Lameila, nah itu huruf ‘A’-nya kadang diganti dengan angka 4. Jadi, keyword-nya makin banyak,” kata Eka.

    Selain itu, Eka menambahkan bahwa meskipun toko online tersebut sudah terkena peringatan hingga diblokir, mereka akan dengan mudah ‘ternak akun’ dan berjualan kembali.

    (dpy/naf)

  • Aktor Ju Ji Hoon Juga Punya Masalah Asam Urat, Apa Penyebabnya?

    Aktor Ju Ji Hoon Juga Punya Masalah Asam Urat, Apa Penyebabnya?

    Jakarta

    Aktor hits Korea Selatan Ju Ji Hoon (42) buka-bukaan soal masalah kesehatan yang dialaminya selama ini. Tak banyak yang menyangka, rupanya Ju Ji Hoon memiliki masalah asam urat tinggi yang terkadang menjadi tantangan tersendiri ketika menjalani syuting.

    Dalam salah satu wawancara yang dilakukan pada 2024, bintang film ‘Project Silence’ ini menuturkan ketika ia sedang syuting, khususnya film atau serial bertema aksi, kadar asam uratnya bisa melonjak sewaktu stres. Kejadian ini terjadi ketika ia sedang syuting untuk serial ‘Blood Free’.

    “Ketika aku sedang stres, kadar asam uratku bisa melonjak. Ketika sedang mengambil gambar untuk film aksi, aku merasa ada yang panas di kakiku. Aku biasanya langsung mengambil obat asam urat dan segera menyelesaikan syuting,” kata Ju Ji Hoon dikutip dari Nate News, Jumat (31/1/2025).

    Dalam kesempatan lain, Ju Ji Hoon juga sempat menyinggung masalah asam uratnya ketika syuting film ‘Unofficial Operation’ yang rilis pada 2023. Untuk menjalani perannya di film itu, Ju Ji Hoon berolahraga sangat keras dan menaikkan berat badannya hingga 12 kg.

    Namun, kenaikan berat badan tersebut berdampak buruk pada kesehatannya. Proses kenaikan dan penurunan berat badan yang berulang hingga proses penuaan alami membuat kekebalan tubuhnya melemah dan memicu masalah seperti asam urat dan tinitus.

    “Tidak mudah untuk tiba-tiba menyesuaikan berat badan saya untuk peran tersebut,” katanya.

    Penyebab Asam Urat Tinggi

    Asam urat merupakan produk limbah yang dihasilkan saat tubuh memecah zat kimia yang disebut purin dalam makanan dan minuman. Sebagian asam urat larut dalam darah, melewati ginjal, dan keluar melalui urine.

    Namun, ketika kadar asam urat yang terlalu tinggi masih tertinggal di tubuh, asam urat dapat menggumpal menjadi kristal di persendian dan memicu nyeri asam urat atau gout. Kristal ini juga dapat menumpuk di ginjal dan membentuk batu ginjal.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, kadar asam urat yang tinggi biasanya dipengaruhi oleh pola makan tinggi purin. Beberapa jenis makanan tinggi purin misalnya daging merah, jeroan, makanan laut, makanan atau minuman dengan sirup jagung fruktosa tinggi, alkohol, dan efek beberapa jenis obat.

    Sedangkan faktor risiko asam urat tinggi biasanya terjadi pada laki-laki, pengidap obesitas, sering mengonsumsi alkohol, diet tinggi purin, memiliki anggota keluarga dengan masalah asam urat, hingga kondisi hipotiroidisme.

    (avk/naf)

  • Trump Setop Bantuan TBC-HIV, Eks Petinggi WHO Bicara Dampak bagi RI dan Antisipasinya

    Trump Setop Bantuan TBC-HIV, Eks Petinggi WHO Bicara Dampak bagi RI dan Antisipasinya

    Jakarta

    Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, menilai pemerintah perlu merespons cepat penghentian pasokan obat-obatan tuberkulosis (TBC), HIV, dan Malaria dari Amerika Serikat (AS). Ia menyoroti pentingnya kemandirian produksi dalam negeri yang membantu memenuhi pasokan medis.

    Tentu, dalam hal ini, perlu ada ketersediaan anggaran tambahan.

    “Pemerintah tentu dapat memanfaatkan maksimal obat yang diproduksi dalam negeri, tentu yang mutunya sudah terjamin dan sebaiknya sudah melewati proses WHO PQ (“pre qualification”) pula,” beber Prof Tjandra dalam pesannya kepada wartawan, Jumat (31/1/2025).

    “Tentu juga pemerintah dapat dan harus menyediakan anggaran ekstra kini untuk membeli obat-obat ke tiga penyakit ini dari berbagai pabrik di berbagai negara, baik dari Asia maupun dari Eropa, kalau memang diperlukan,” lanjutnya,

    Pemerintah disebutnya juga perlu segera menganalisis berapa besar ketersediaan pasokan medis yang berkurang pasca titah Trump menyetop bantuan.

    Terutama yang selama ini didapat dari rekanan kerja sama United States Agency for International Development (USAID). Menurutnya, hasil analisis juga perlu diumumkan secara publik.

    “Agar tidak terjadi keresahan,” katanya.

    Begitu pula dengan dana yang selama ini didapat dari badan internasional lain misalnya Global Fund AIDS-TB-Malaria (GF ATM).

    “Yang bukan tidak mungkin obatnya bukan hanya dari Amerika Serikat. Atau mungkin juga ada masyarakat dan pasien kita yang terima obat dari negara lain di luar Amerika Serikat, atau pemerintah menjajaki hubungan kerjasama dengan negara di luar Amerika untuk mendapatkan obat-obat ini. Hasil kerjasama ini juga perlu diumumkan ke publik secara luas,” pungkas Prof Tjandra.

    (naf/naf)

  • Video: Respons BPOM soal Serangga Masuk Opsi Menu Makan Gratis

    Video: Respons BPOM soal Serangga Masuk Opsi Menu Makan Gratis

    Video: Respons BPOM soal Serangga Masuk Opsi Menu Makan Gratis

  • Ilmuwan Ungkap Risiko Kanker Mungkin Sudah Ada Sejak dalam Kandungan

    Ilmuwan Ungkap Risiko Kanker Mungkin Sudah Ada Sejak dalam Kandungan

    Jakarta

    Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Cancer menemukan risiko seseorang terkena kanker sepanjang hidupnya mungkin sudah dimulai sejak mereka berada dalam kandungan.

    Penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Van Andel Institute itu mengidentifikasi dua kondisi epigenetik berbeda terkait risiko kanker yang muncul selama perkembangan janin. Salah satu kondisi dikaitkan dengan risiko seumur hidup yang lebih rendah, sedangkan yang lain dikaitkan dengan risiko seumur hidup yang lebih tinggi.

    Jika kanker berkembang pada kondisi risiko rendah, kemungkinan besar kanker tersebut adalah tumor cair, seperti leukemia atau limfoma. Jika kanker berkembang pada kondisi risiko tinggi, kemungkinan besar kanker tersebut adalah tumor padat, seperti kanker paru-paru atau prostat.

    “Karena sebagian besar kanker terjadi di kemudian hari dan dipahami sebagai penyakit akibat mutasi, atau genetika, belum ada fokus mendalam tentang bagaimana perkembangan dapat membentuk risiko kanker. Temuan kami mengubahnya,” ujar ketua Departemen Epigenetika Van Andel Institute, J Andrew Pospisilik, PhD, dikutip dari Science Daily, Jumat (31/1/2025).

    “Identifikasi kami terhadap dua kondisi epigenetika yang berbeda ini membuka pintu ke dunia studi yang sama sekali baru tentang dasar-dasar kanker,” sambungnya.

    Seiring bertambahnya usia, risiko kanker dapat meningkat akibat akumulasi kerusakan DNA dan faktor-faktor lain. Namun, tidak semua sel abnormal akan menjadi kanker. Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah mengidentifikasi pengaruh lain, seperti kesalahan epigenetik, sebagai faktor tambahan penyebab kanker.

    Epigenetika merupakan proses yang memengaruhi bagaimana dan kapan instruksi dalam DNA dijalankan. Masalah pada epigenetika dapat menggagalkan proses pengendalian kualitas sel, sehingga sel yang sakit bisa bertahan hidup dan menyebar.

    Dalam penelitiannya, Pospisilik dan rekan-rekannya menemukan tikus dengan kadar gen Trim28 yang rendah dapat memiliki satu dari dua pola tanda epigenetik pada gen terkait kanker, meskipun keduanya identik. Pola-pola ini terbentuk selama perkembangan. Kekuatan pola menentukan mana dari dua kondisi risiko kanker yang terjadi.

    “Setiap orang memiliki beberapa tingkat risiko, tetapi ketika kanker muncul, kita cenderung menganggapnya hanya sebagai nasib buruk. Namun, nasib buruk tidak sepenuhnya menjelaskan mengapa beberapa orang terkena kanker dan yang lainnya tidak. Yang terpenting, nasib buruk tidak dapat dijadikan target pengobatan,” terang peneliti di Pospisilik Lab, Ilaria Panzeri, Ph.D.

    “Di sisi lain, epigenetika dapat dijadikan target. Temuan kami menunjukkan bahwa akar kanker mungkin dimulai selama periode perkembangan yang sensitif, sehingga menawarkan perspektif baru untuk mempelajari penyakit ini dan berbagai pilihan baru yang potensial untuk diagnosis dan pengobatan,” imbuhnya.

    Pospisilik dan timnya menemukan bukti adanya dua status epigenetik di seluruh jaringan dalam tubuh, yang menunjukkan risiko epigenetik perkembangan mungkin umum terjadi pada kanker. Di masa mendatang, mereka berencana untuk meneliti efek kedua status ini pada masing-masing jenis kanker.

    (ath/kna)

  • Nasib Korban Kecelakaan Pesawat Tabrak Black Hawk, Diduga Tak Ada yang Selamat

    Nasib Korban Kecelakaan Pesawat Tabrak Black Hawk, Diduga Tak Ada yang Selamat

    Jakarta

    Insiden American Eagle Flight 5342 yang bertabrakan dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS diduga menewaskan semua penumpang yang ada di dalamnya.

    Diketahui, ada 60 penumpang dan empat awak di dalam pesawat American Eagle. Sementara pada helikopter Black Hawk, terdapat tiga orang anggota tentara.

    Kepala Pemadam Kebakaran Washington DC, John Donnelly, merasa tidak yakin masih ada penumpang yang selamat dari insiden tersebut. Ini diungkapkan setelah dilakukannya pencarian korban pasca kecelakaan.

    “Pada titik ini, saya tidak yakin kita akan menemukan korban yang selamat,” kata Donnelly, dikutip dari NBC News.

    Penumpang pesawat yang jatuh itu termasuk beberapa orang yang kembali dari kamp pelatihan setelah 2025 US Figure Skating Championships di Wichita, Kansas, tempat penerbangan itu dimulai.

    Terkait korban di dalam Black Hawk, tidak ada nama-nama yang dirilis secara resmi. Namun, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan mereka adalah kru yang cukup berpengalaman.

    Bahkan, dua pejabat militer AS memastikan salah satu di antaranya adalah seorang kru wanita.

    Pesawat Telah Membeku

    Keraguan Donnelly tentang nasib korban mengacu pada kondisi pesawat pasca kejadian. Kedua pesawat tersebut jatuh ke Sungai Potomac dan membeku.

    Donnelly menggambarkan upaya pencarian dalam insiden ini sebagai ‘operasi yang sangat rumit’.

    “Kondisi di luar sana sangat sulit bagi pada korban,” tuturnya yang dikutip dari Al Jazeera.

    Sejauh ini, sekitar 30 jenazah penumpang telah ditemukan. Pejabat pemerintah AS belum mengatakan apapun tentang korban selamat.

    Direktur senior operasi prakiraan cuaca AccuWeather, Dan DePodwin, juga mengungkapkan masalah lain bagi siapa saja penumpang yang mungkin selamat. Salah satunya adalah hipotermia.

    “Pada suhu air yang sangat dingin ini, suhu tubuh inti manusia turun dengan cepat. Kelelahan atau pingsan dapat terjadi hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit,” jelas DePodwin.

    Dikutip dari Mayo Clinic, hipotermia adalah kondisi yang terjadi saat suhu inti tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius. Dalam kondisi ini, tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya menghasilkan panas, yang menyebabkan suhu tubuh rendah yang berbahaya.

    Suhu tubuh normal manusia adalah 37 derajat Celsius. Saat suhu tubuh turun, jantung, sistem saraf, dan organ-organ lain tidak dapat bekerja normal.

    Jika tidak ditangani, hipotermia dapat menyebabkan jantung dan sistem pernapasan gagal berfungsi dan akhirnya dapat menyebabkan kematian. Terkait penyebabnya, hipotermia dapat terjadi karena paparan cuaca dingin atau terendam dalam air dingin.

    (sao/kna)

  • Pakar Ungkap Buah yang Terbukti Jaga Kesehatan Liver, Mudah Ditemukan Sehari-hari

    Pakar Ungkap Buah yang Terbukti Jaga Kesehatan Liver, Mudah Ditemukan Sehari-hari

    Jakarta – Riset baru yang dipublikasikan The American Journal of Clinical Nutrition melihat buah tertentu terbukti membuat dan menjaga liver lebih sehat. Mereka yang terbiasa memiliki pola makan dengan buah ini, berisiko lebih rendah terkena masalah liver.

    William Bell, yang turut menulis penelitian di University of East Anglia menemukan orang yang secara teratur mengonsumsi makanan dengan kandungan flavonoid membantu melindungi banyak organ tubuh.

    “Flavonoid adalah komponen tanaman yang bisa melindungi sel hidup dari stres. Senyawa ini dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan, tetapi apel adalah salah satu buah dengan kandungan tinggi flavonoid,” bebernya, dikutip dari Earth, Jumat (31/1/12025).

    Apel juga mengandung serat, vitamin, dan antioksidan lainnya.

    Para ahli menunjukkan setiap mengonsumsi apel, terjadi peningkatan perbaikan pencernaan yang secara tidak langsung juga melindungi liver.

    Peneliti di berbagai lembaga telah mempelajari bagaimana apel dapat mendukung fungsi liver yang lebih baik. Buah ini tampaknya membantu menjaga keseimbangan dalam tubuh dengan mengurangi stres oksidatif, berdasarkan riset yang dilakukan pada usia 40-69 tahun.

    Ini berarti apel menawarkan pendekatan alami untuk mengekang beberapa reaksi kimia berbahaya yang bisa terjadi dalam sel selama kehidupan sehari-hari. Jika tidak diatasi, reaksi ini dapat menyebabkan peradangan atau penumpukan lemak di hati.

    “Studi mekanistik dan uji coba acak jangka pendek menunjukkan asupan flavonoid makanan yang lebih tinggi dapat melindungi seseorang dari penyakit liver,” tulis William Bell di akhir ringkasan penelitian tersebut.

    Selain itu, banyak vitamin dan antioksidan dalam apel dapat membantu liver membersihkan partikel yang tidak diinginkan. Para peneliti sepakat bahwa serat dan polifenol yang ada dalam apel membantu menurunkan kadar kolesterol di hati, seperti yang tercantum dalam temuan mereka. Seiring berjalannya waktu, dukungan kesehatan semacam itu mungkin sangat penting bagi mereka yang menghadapi potensi masalah liver.

    Beberapa ahli gizi menyoroti fakta bahwa apel menawarkan lebih banyak nutrisi saat dikonsumsi dengan kulitnya, alih-alih membuang kulit.

    Apel bisa dikonsumsi sebagai camilan renyah sendiri atau dipanggang dengan kayu manis, apel mengandung banyak vitamin yang membantu melengkapi rencana diet apa pun.

    Pilihan kecil, seperti menambahkan buah ini ke dalam makanan sehari-hari, dapat menambah dan berkontribusi pada pertahanan yang lebih kuat terhadap masalah liver.

    Ada juga sesuatu yang menenangkan tentang apel. Apel mudah dikemas dalam kantong, terjangkau, dan serbaguna. Beberapa orang bahkan mencampurnya menjadi smoothie atau menambahkan potongan kecil ke dalam salad.

    Serat membantu menahan rasa lapar, sehingga dapat menjaga tingkat energi tetap stabil di antara waktu makan. Ini sangat berguna bagi individu yang ingin mempertahankan berat badan yang sehat yang, pada gilirannya, mendukung keadaan metabolisme yang lebih seimbang.

    Apel juga cenderung cocok dipadukan dengan makanan lain yang kaya flavonoid seperti beri, bawang, dan teh. Banyak dari makanan ini merupakan bagian dari daftar belanjaan standar bagi orang yang ingin mengonsumsi makanan yang lebih sehat dan alami. Dengan memasukkan lebih banyak buah ini ke dalam pola makan, tubuh secara keseluruhan dapat lebih tangguh.

    BACA JUGA:

    (naf/naf)

  • Kisah Pilu Wanita Hamil Kembar 9, Tak Satupun Berhasil Dilahirkan karena Ini

    Kisah Pilu Wanita Hamil Kembar 9, Tak Satupun Berhasil Dilahirkan karena Ini

    Jakarta

    Seorang wanita hamil di China kehilangan sembilan embrio atau calon anaknya karena penyakit. Kejadian ini dialami wanita 25 tahun di Nanchang, Provinsi Jiangxi, China.

    Awalnya, wanita bermarga Hou itu sulit untuk hamil karena banyak kista di rahimnya serta polip endometrium. Sampai pada Oktober 2024, ia hamil setelah menerima perawatan untuk meningkatkan ovulasi.

    Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Hou hamil dengan bayi kembar tiga. Namun, pemeriksaan lanjutan mengungkapkan ada sembilan embrio yang bergerombol rapat di rongga rahimnya.

    Semua embrio yang tengah berproses menjadi janin itu memiliki detak jantung yang dapat dideteksi.

    Namun, suami Hou mengatakan karena keterbatasan fisik istrinya, dokter menyarankan untuk mengurangi jumlah embrio. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan pertumbuhan anak-anak di masa depan dan faktor keuangan, sehingga memutuskan melakukan operasi untuk mengangkat tujuh embrio.

    “Hou mungkin memerlukan beberapa operasi karena tingginya jumlah embrio dan risiko terkait, yang juga menjadi tantangan bagi para dokter,” kata suami Hou yang dikutip dari Global News.

    Berdasarkan saran dokter, Hou melakukan operasi pada November 2024 dengan total biaya 40.000 yuan atau sekitar 90 juta rupiah.

    Hou pun kemudian dipulangkan dari rumah sakit pada akhir November. Saat itu, ia masih mengandung dua embrio yang tersisa dan berkembang dengan sehat.

    Namun, pada 6 Januari 2025, selama pemeriksaan prenatal, Hou ditemukan mengalami infeksi serviks dan ketubannya pecah. Dokter mengatakan infeksi itu terlalu serius dan berisiko tinggi.

    “Kami harus mengambil pilihan untuk menyelamatkan nyawa orang dewasa dan menyerahkan bayi-bayinya. Jika kami tidak bertindak tepat waktu, nyawa ibu akan berada dalam bahaya,” ungkap suami Hou, dikutip dari South China Morning Post.

    Hou merasa terkejut dengan hasil pemeriksaan tersebut. Ia telah berusaha untuk bisa hamil, namun tidak bisa mempertahankan mereka sampai akhir.

    “Ketuban saya pecah dan tidak bisa kembali lagi. Saya belum merasakan kebahagiaan menjadi seorang ibu, tetapi sudah menderita kesedihan karena kehilangan bayi-bayi,” tandasnya.

    (sao/kna)

  • Nggak Kaleng-kaleng! Ini 10 Manfaat Buah Manggis, Termasuk Jaga Kadar Gula Darah

    Nggak Kaleng-kaleng! Ini 10 Manfaat Buah Manggis, Termasuk Jaga Kadar Gula Darah

    Jakarta

    Manggis merupakan buah yang cukup banyak ditemukan di Asia Tenggara. Buah ini juga terkenal kaya manfaat untuk kesehatan karena berbagai nutrisi yang ada di dalamnya.

    Salah satunya adalah kandungan senyawa antioksidan seperti xanthone. Kandungan ini berperan dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, masih banyak lagi manfaat yang bisa didapatkan dari buah manggis.

    Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut manfaat buah manggis untuk kesehatan:

    1. Menyehatkan jantung

    Dikutip dari Health, sebuah studi yang melibatkan 60 peserta dengan indeks massa tubuh (BMI) rata-rata 28,3 mengkonsumsi ekstrak manggis selama 16 minggu. Hasilnya, terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, trigliserida, dan indeks massa tubuh dibandingkan dengan kelompok yang hanya diberi plasebo.

    Selain itu, kandungan serat dalam manggis juga membantu menurunkan kolesterol dengan mengikat lemak dalam sistem pencernaan, sebelum akhirnya diserap tubuh.

    Satu cangkir manggis mengandung 3,5 gram serat yang cukup untuk membantu kesehatan jantung.

    2. Menyeimbangkan kadar gula darah

    Kadar gula darah yang tidak teratur dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti diabetes. Buah manggis dapat membantu mengatur kadar gula darah dan mencegah komplikasi ini.

    Sebuah studi selama 26 minggu menunjukkan bahwa wanita obesitas yang mengonsumsi suplemen manggis sebanyak 400 miligram mengalami penurunan resistensi insulin (faktor risiko diabetes), dibandingkan kelompok kontrol yang tidak mengonsumsi suplemen manggis.

    Dikutip dari Medicinenet, efeknya kemungkinan besar disebabkan oleh adanya serat dan xanthone dalam manggis. Senyawa ini terbukti meningkatkan gula darah dan menstabilkan kadar gula darah.

    3. Melindungi dari radikal bebas

    Manggis kaya antioksidan yang dapat melawan efek buruk dari radikal bebas. Xanthone, salah satu antioksidan pada manggis, memiliki efek antiinflamasi dan antikanker.

    Penelitian menunjukkan bahwa xanthone dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker di paru-paru, lambung, dan payudara.

    Ekstrak kulit manggis yang berwarna ungu itu juga dapat bermanfaat untuk kesehatan. Bagian itu terbukti memiliki aktivitas antioksidan di jaringan hati dan sel otak tertentu.

    4. Menjaga kesehatan kulit

    Buah manggis juga dapat menjaga kesehatan kulit. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak manggis dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UVB, yang dapat menyebabkan penuaan dini hingga kanker kulit.

    Selain itu, buah manggis juga bermanfaat untuk ibu hamil. Pasalnya, buah tersebut mengandung folat.

    Dalam 196 gram manggis terkandung sebanyak 60,08 mcg folat, yang setara dengan 15 persen kebutuhan harian.

    6. Mengurangi nyeri otot

    Senyawa xanthone pada manggis juga bermanfaat untuk kesehatan pria. Diketahui, senyawa itu memiliki anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi nyeri otot atau sendi, terutama bagi pria yang aktif secara fisik atau sering berolahraga.

    7. Menjaga keseimbangan hormon

    Manfaat manggis lainnya untuk kesehatan pria adalah dapat menjaga keseimbangan hormon. Terutama kemampuannya dalam mengurangi peradangan kronis yang dapat berpengaruh pada kesehatan reproduksi dan metabolisme tubuh.

    8. Meningkatkan kesehatan pencernaan

    Manggis yang kaya serat ini dapat meningkatkan keteraturan dan membantu mencegah sembelit. Selain itu, efek prebiotik dari serat manggis juga dapat meningkatkan kesehatan usus dengan mendorong pertumbuhan bakteri baik.

    9. Meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh

    Sebuah studi selama 30 hari mengungkapkan bahwa 59 peserta yang mengonsumsi suplemen manggis memiliki sel kekebalan tubuh yang lebih sehat, dibandingkan kelompok lain yang mengonsumsi plasebo.

    Sistem kekebalan tubuh kita membutuhkan berbagai nutrisi agar dapat berfungsi dengan baik. Manggis mengandung berbagai nutrisi yang meningkatkan kekebalan tubuh. Nutrisi tersebut meliputi Vitamin B, Vitamin C, dan mineral.

    10. Meningkatkan kesehatan usus

    Bakteri usus kita bertanggung jawab atas lebih dari yang kita duga. Selain itu, bakteri kecil ini sangat mempengaruhi kesehatan, suasana hati, dan tingkat energi kita secara keseluruhan.

    Karena manggis kaya akan serat, dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang sehat. Demikian pula, beberapa penelitian menunjukkan bahwa manggis memiliki senyawa antibakteri yang dapat membunuh bakteri berbahaya di usus.

    Manggis juga dapat meningkatkan kesehatan usus dengan mengurangi peradangan, yang menjadi masalah usus umum yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pola makan yang buruk, stres, dan infeksi tertentu. Khasiat manggis dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan usus.

    (sao/naf)

  • Suara Serak Menkes AS Kennedy Pilihan Trump Disorot, Ternyata Idap Gangguan Langka

    Suara Serak Menkes AS Kennedy Pilihan Trump Disorot, Ternyata Idap Gangguan Langka

    Jakarta

    Menteri Kesehatan AS pilihan Donald Trump, Robert F Kennedy Jr, menarik perhatian publik saat menyampaikan pidato di hadapan Senat selama hari kedua sidang konfirmasi di Capitol di Washington DC, Amerika Serikat.

    Saat menjawab pertanyaan, publik memperhatikan suara khas pria berusia 71 tahun itu.

    Sebelumnya, Kennedy menjelaskan bahwa suara serak yang menjadi ciri khasnya itu adalah akibat dari gangguan neurologis langka. Ia mengidap disfonia spasmodik yang didiagnosis pada 1996.

    “Suara saya sangat sangat kuat hingga saya berusia 46 tahun. Suara itu luar biasa kuat,” katanya dalam siaran berita pada bulan Juni 2023.

    “Suara itu membuat suara saya bergetar. Saat itu, saya tidak tahu apa yang salah dengan hal itu. Namun, saat tampil di TV, orang-orang akan menulis surat kepada saya dan berkata bahwa saya mengalami disfonia spasmodik,” sambungnya yang dikutip dari People.

    Disfonia spasmodik adalah gangguan bicara neurologis kronis yang mengakibatkan kejang otot, yang membuka atau menutup pita suara secara tidak sadar. Menurut Cleveland Clinic, hal itu menyebabkan suara tiba-tiba terdengar seperti napas pendek, tegang, gemetar, atau serak, seolah-olah seseorang telah kehilangan suaranya.

    Gangguan ini memengaruhi sekitar 50.000 orang di AS dan lebih mungkin memengaruhi wanita daripada pria. Meskipun disfonia spasmodik dapat dimulai pada usia berapa pun, kondisi ini biasanya terjadi antara usia 30 dan 60 tahun.

    Penyebab pasti disfonia spasmodik tidak diketahui. Tetapi, sebagian besar kasus disebabkan oleh pemicu di otak dan sistem saraf.

    Menurut National Institutes of Health, disfonia spasmodik mungkin bersifat turun-temurun. Meskipun gen spesifik untuk gangguan tersebut belum diidentifikasi, mutasi pada gen yang menyebabkan bentuk distonia lain juga telah dikaitkan dengan disfonia spasmodik.

    Tidak ada obat untuk disfonia spasmodik dan kondisi ini berlangsung seumur hidup. Namun, ada perawatan untuk meminimalkan kejang pita suara ini dan membantu meringankan gejalanya.

    Pada 2023, Kennedy mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia baru saja menjalani operasi di Jepang untuk mengobati gangguan yang dideritanya. Memperhatikan bahwa prosedur tersebut belum tersedia di Amerika Serikat, ia menanamkan titanium di antara pita suaranya agar pita suaranya tidak menyempit.

    “Saya telah melakukan banyak hal mengenai pengobatan fungsional dan telah bekerja dengan seorang chiropractor. Suara saya sekarang semakin membaik,” beber Kennedy.

    “Dan saya pikir sebagian dari itu adalah operasi tetapi juga sebagian dari itu adalah terapi yang saya jalani sekarang,” pungkasnya.

    (sao/naf)