Category: Detik.com Kesehatan

  • Video KuTips: Yuk Konsiten Feeding Rules Buat Cegah GTM!

    Video KuTips: Yuk Konsiten Feeding Rules Buat Cegah GTM!

    Jakarta – Sepenting itu lho penerapan aturan makan atau feeding rules yang tepat pada anak. Dokter Meta juga menjelaskan feeding rules harus dilakukan konsisten untuk mencegah masalah makan seperti yang sering disebut dengan Gerakan Tutup Mulut (GTM). Aturan seperti apa yang dimaksud? Yuk simak di video ini!

    (/)

  • 5 Perubahan Warna Urine dalam Kesehatan, Kalau Hitam Tandanya Apa Ya?    
        5 Perubahan Warna Urine dalam Kesehatan, Kalau Hitam Tandanya Apa Ya?

    5 Perubahan Warna Urine dalam Kesehatan, Kalau Hitam Tandanya Apa Ya? 5 Perubahan Warna Urine dalam Kesehatan, Kalau Hitam Tandanya Apa Ya?

    Jakarta

    Warna urine normal biasanya berkisar di antara bening hingga kuning pucat. Namun, dalam beberapa kasus warna urine bisa mengalami perubahan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tubuh hingga jenis makanan yang dikonsumsi pada saat itu.

    Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa warna yang mungkin dapat muncul dan penyebabnya:

    1. Kemerahan

    Warna kemerahan atau pink yang muncul dari urine belum tentu menjadi tanda masalah kesehatan serius. Kondisi ini bisa disebabkan oleh makanan seperti bit, blackberry, hingga rhubarb (sejenis sayuran merah).

    Dalam konteks kesehatan, warna kemerahan dalam urine bisa disebabkan oleh keberadaan darah. Darah yang muncul bisa disebabkan pembesaran prostat, tumor jinak, serta batu ginjal atau kista. Beberapa jenis kanker, olahraga berat, hingga obat-obatan juga dapat memicu perdarahan ini.

    Apabila mengalami kondisi ini, tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi ke dokter terpercaya.

    2. Oranye

    Urine yang berwarna oranye biasanya dipengaruhi oleh beberapa jenis obat-obatan seperti fenazopiridin dan obat sembelit lainnya. Obat lain yang juga dapat memicu perubahan warna urine menjadi oranye seperti sulfasalazin untuk pembengkakan dan iritasi, serta beberapa jenis obat kemoterapi.

    Selain obat-obatan, konsumsi vitamin A dan B12 juga dapat mengubah warna urine menjadi oranye atau kuning kejingga-jinggaan.

    Berkaitan dengan masalah kesehatan, urine yang berubah warna menjadi oranye dapat menunjukkan adanya masalah pada organ hati atau saluran empedu, terutama jika pasien juga memiliki tinja berwarna terang.

    Dehidrasi juga dapat membuat urine berubah menjadi oranye.

    3. Biru atau Hijau

    Urine yang berwarna biru dapat disebabkan oleh kondisi langka hiperkalsemia jinak familial. Itu adalah kondisi kelainan genetik langka ketika tubuh kesulitan menyerap triptofan, sehingga menghasilkan zat yang bisa membuat urine berubah biru saat terkena udara.

    Sedangkan untuk urine berubah warna hijau bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih akibat bakteri tertentu. Contohnya seperti bakteri Pseudomonas aeruginosa.

    Selain masalah medis, perubahan urine ini juga bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Beberapa di antaranya seperti amitriptyline, cimetidine, dan triamterene.

    NEXT : Urine berwarna hitam

    4. Cokelat

    Urine berwarna cokelat bisa disebabkan oleh adanya gangguan hati dan ginjal, serta beberapa infeksi saluran kemih dapat mengubah urine menjadi cokelat tua.

    Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh perdarahan di dalam tubuh yang disebut hemoragi dan porfiria atau sekelompok penyakit yang terutama menyerang kulit atau sistem saraf. Cedera otot akibat olahraga berlebihan serta obat-obatan tertentu juga dapat memicu masalah ini.

    5. Hitam

    Dikutip dari Live Science, salah satu kondisi yang dapat membuat urine menjadi hitam adalah kondisi langka alkapotonuria. Orang dengan alkaptonuria tidak dapat sepenuhnya memecah semua blok penyusun protein yang dikonsumsi atau yang dibuat oleh tubuh mereka.

    Hal ini disebabkan oleh mutasi pada gen yang disebut homogentisate 1,2-diooxygenase (HGD) yang menyebabkan enzim yang biasanya berfungsi menjadi tidak berfungsi. Zat homogentisat akhirnya menumpuk dalam tubuh dan diekskresikan melalui urine.

  • 7 Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Kopi, Bisa Picu Efek Samping

    7 Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Kopi, Bisa Picu Efek Samping

    Jakarta

    Kopi merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Minuman ini digemari berbagai kalangan, mulai dari usia muda hingga tua.

    Kopi juga sering disebut memiliki efek positif untuk kesehatan, seperti menambah energi, meningkatkan daya ingat, melindungi kesehatan jantung, dan masih banyak lagi.

    Namun, mereka yang tengah mengonsumsi obat-obatan perlu berhati-hati saat minum kopi. Pasalnya, senyawa dalam kopi dapat mengurangi efektivitas obat dan bahkan memicu efek samping.

    Lantas, obat apa saja yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan kopi? Dikutip dari Health, berikut daftarnya.

    1. Obat Tiroid

    Hipotiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar tiroid tidak bisa memproduksi cukup hormon tiroid. Biasanya, orang dengan kondisi ini akan diresepkan levothyroxine atau obat tiroid lainnya untuk membantu menyeimbangkan hormonnya.

    Sejumlah penelitian menunjukkan minum kopi bersamaan dengan obat tiroid dapat mengurangi jumlah obat yang diserap oleh tubuh, sehingga menurunkan efektivitasnya.

    2. Obat Pilek dan Alergi

    Obat pilek dan alergi kerap mengandung stimulan sistem saraf pusat seperti pseudoephedrin. Kopi juga merupakan stimulan, jadi mengonsumsi keduanya secara bersamaan dapat meningkatkan gejala tertentu, seperti gelisah dan susah tidur.

    Beberapa obat alergi, seperti fexofenadine, juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersama kopi karena dapat menstimulasi sistem sarah pusat secara berlebihan, sehingga meningkatkan gejala kegelisahan.

    3. Obat Diabetes

    Mengonsumsi kopi dengan gula atau susu dapat menyebabkan lonjakan gula dan memengaruhi efektivitas obat diabetes.

    Selain itu, studi menunjukkan kafein dapat memperburuk gejala pada pengidap diabetes. Minuman yang mengandung kafein, termasuk kopi, dapat meningkatkan kadar insulin dan gula darah. Mengonsumsi terlalul banyak kafein dapat membuat tubuh sulit mengelola kadar gula darah, yang kemudian meningkatkan risiko komplikasi diabetes.

    4. Obat Asma

    Asma adalah penyakit kronis yang memengaruhi paru-paru, menyebabkan saluran udara mengalami iritasi dan peradangan. Hal ini membuat pengidap asma kesulitan untuk bernapas, batuk, mengi, serta merasa sesak di dada.

    Banyak pengidap asma menggunakan bronkodilator, seperti aminofilin atau teofilin, saat penyakitnya kambuh. Namun, obat ini dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, mudah tersinggung, dan gelisah. Kopi atau minuman berkafein dapat meningkatkan risiko efek samping tersebut.

    Kopi juga dapat mengurangi seberapa banyak obat yang diserap dalam tubuh.

    5. Obat Osteoporosis

    Osteoporosis adalah kondisi yang membuat tulang menjadi tipis dan rapuh, sehingga meningkatkan risiko patah tulang. Jutaan orang menderita osteoporosis, dan kondisi ini paling umum terjadi pada wanita, terutama wanita yang telah mengalami menopause .

    Obat-obatan seperti risedronate atau ibandronate membantu mencegah dan mengobati osteoporosis. Obat-obatan ini sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan kopi karena dapat membuat efektivitas obat tersebut menurun hingga lebih dari setengahnya.

    6. Obat Antidepresan

    Antidepresan merupakan obat-obatan yang diresepkan untuk membantu mengatasi depresi, gangguan suasana hari yang memengaruhi perasaan dan fungsi tubuh.

    Kopi dapat memengaruhi cara tubuh memanfaatkan obat antidepresan. Beberapa obat, seperti fluvoxamine, amitriptyline, escitalopram, dan imipramine dapat dimetabolisme dengan cara yang berbeda dalam tubuh jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi.

    Penelitian juga menunjukkan fluvoxamine khususnya terbukti dapat meningkatkan efek samping kafein. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti insomnia dan jantung berdebar-debar.

    7. Obat Tekanan Darah

    Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami jutaan orang di dunia. Penyakit ini umum terjadi, tetapi kerap tidak terdeteksi karena jarang menunjukkan gejala.

    Obat tekanan darah, seperti verapamil atau propranolol, bekerja dengan memperlambat detak jantung. Alhasil, jantung tidak bekerja terlalu keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga tekanan darah menurun.

    Namun, mengonsumsi kopi bersamaan dengan obat tekanan darah, seperti felodipine, dapat menyebabkan obat tersebut tidak diserap dengan baik oleh tubuh.

    (ath/kna)

  • 7 Kebiasaan Makan yang Tak Disadari Bikin Perut Makin Buncit

    7 Kebiasaan Makan yang Tak Disadari Bikin Perut Makin Buncit

    Jakarta

    Lemak di perut atau lemak visceral ternyata tidak hanya disebabkan oleh sumber makanan yang dikonsumsi. Namun, cara makan juga bisa mempengaruhi perut menjadi buncit.

    Mungkin berbagai cara telah dilakukan untuk menghempaskan perut buncit, seperti mengganti menu makanan hingga menghitung kalorinya. Sayangnya, cara itu saja tidak cukup membuat lemak di perut menghilang.

    Ada cara atau kebiasaan makan sehari-hari yang juga perlu diperhatikan demi menghindari perut buncit. Dikutip dari berbagai sumber, berikut tujuh kebiasaan makan yang membuat perut buncit:

    1. Makan sambil main ponsel

    Dikutip dari WebMD, salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah makan sambil bermain smartphone. Ternyata, kebiasaan ini dapat membuat seseorang tanpa sadar makan secara berlebihan hingga membuat perut membuncit.

    2. Makan larut malam

    Untuk mencegah terbentuknya lemak di perut, sebaiknya tidak makan terlalu larut atau di jam tidur. Maka dari itu, perlu memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk membakar makanan dengan cara makan lebih awal.

    Jika makan larut malam, waktu yang dimiliki tubuh untuk memproses makanan tersebut akan semakin sedikit dan tidak optimal.

    3. Skip makan

    Beberapa orang menganggap tidak makan dapat menurunkan berat badan sekaligus memangkas lemak. Padahal, cara itu akan menimbulkan hasil yang sebaliknya.

    Kebiasaan skip makan, terutama sarapan, bisa meningkatkan risiko obesitas sampai 4,5 kali lipat. Tidak makan bisa memperlambat metabolisme dan memungkinkan seseorang makan berlebihan saat merasa kelaparan.

    4. Makan dengan piring yang besar

    Ternyata ukuran alat makan, seperti piring, dapat berpengaruh pada berat badan. Kebiasaan memakai piring besar membuat seseorang cenderung mengambil makan dalam porsi yang besar, karena terlihat lebih memuaskan.

    Untuk mencegah makan berlebihan, disarankan untuk menggunakan piring yang lebih kecil. Sehingga, porsi makan yang diambil juga kecil dan tetap memuaskan.

    5. Makan terlalu cepat

    Untuk situasi tertentu, makan cepat mungkin diperlukan. Namun, hal ini bukan untuk dijadikan kebiasaan.

    Dikutip dari Orlando Health, otak memerlukan waktu setidaknya 20 menit untuk mencerna pesan yang mengatakan bahwa perut sudah kenyang.

    Saat makan terlalu cepat, membuat sinyal ini kacau dan makan bisa berlebihan. Sebaiknya, kurangi kecepatan makan dan menikmati makanan sambil otak menangkap sinyal kenyang dari perut.

    6. Tidak cukup makan protein atau serat

    Makronutrien seperti serat dan protein membuat perut kenyang lebih lama. Jadi, jika tidak cukup mengkonsumsinya, seseorang mungkin merasa lebih sering lapar.

    Baik protein maupun serat membutuhkan waktu lebih lama untuk melewati sistem pencernaan, dan energi yang dikandungnya diserap lebih lambat. Artinya, seseorang akan tetap berenergi lebih lama setelah makan.

    7. Terlalu banyak kondimen

    Beberapa menu makanan memang akan terasa lebih nikmat dengan banyak kondimen, seperti saus sambal, kecap, saus salad, dan lainnya. Namun, satu sendok kondimen saja dapat menaikkan kalori pada suatu makanan.

    Untuk mencegahnya, disarankan untuk menggunakan lebih sedikit kondimen agar konsumsi kalori tidak berlebihan dan perut tidak semakin buncit.

    (sao/naf)

  • Uganda Konfirmasi Temuan Wabah Ebola, Satu Orang Meninggal

    Uganda Konfirmasi Temuan Wabah Ebola, Satu Orang Meninggal

    Foto Health

    Hajarah Nalwadda/Getty Images – detikHealth

    Jumat, 31 Jan 2025 20:30 WIB

    Uganda – Kementerian Kesehatan Uganda telah mengkonfirmasi wabah penyakit virus Ebola di Kampala. Pasien pertama yang dikonfirmasi menderita penyakit itu meninggal.

  • Pasutri Catat! Makanan Ini Sebaiknya Dibatasi Biar Libido Nggak Drop

    Pasutri Catat! Makanan Ini Sebaiknya Dibatasi Biar Libido Nggak Drop

    Jakarta

    Berhubungan intim merupakan momen yang penting untuk pasangan suami istri. Oleh karena itu, sudah seharusnya pasangan bisa menjaga libido atau dorongan seks untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

    Tidak hanya soal komunikasi dan bagaimana cara membangun hubungan yang baik dengan pasangan, diet atau pola makan juga sangat memengaruhi libido. Dikutip dari India Times, berikut ini sederet makanan yang sebaiknya dibatasi untuk menjaga dorongan seksual .

    1. Minuman Beralkohol

    Mengonsumsi alkohol secara berlebih dapat memengaruhi organ hati. Organ tersebut memiliki peran besar dalam memetabolisme hormon yang berkaitan dengan gairah seks. Organ hati yang kurang efisien mengubah androgen menjadi estrogen dapat mengakibatkan gairah seksual yang memburuk.

    Menurut para peneliti, alkohol bersifat melemahkan dan dapat memengaruhi kemampuan pria dalam mempertahankan ereksi. Perlu diingat bahwa ini juga bisa berdampak pada wanita.

    2. Makanan Proses

    Makanan dari tepung proses yang dikonsumsi secara berlebihan dapat mendorong penurunan libido bercinta. Ketika tepung gandum utuh diolah menjadi tepung putih, maka ia akan kehilangan tiga perempat kandungan zinc di dalamnya. Zinc merupakan mineral yang sangat penting untuk menjaga kesehatan seksual dan reproduksi, khususnya pada pria.

    Jenis makanan proses lain yang juga harus diperhatikan adalah makanan dari daging olahan. Daging olahan yang dimaksud dapat berupa sosis, nugget, ham, kornet, dan masih banyak lagi.

    Dalam sebuah studi kohort tahun 2020 di antara 21.469 pria dalam Studi Lanjutan Profesional Kesehatan, menghindari daging merah dan olahan dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terkena disfungsi ereksi.

    3. Gula

    Mengonsumsi gula, khususnya gula tambahan secara berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron pada pria. Dalam sebuah studi tahun 2013, yang diterbitkan dalam Clinical Endocrinology, 74 pria berusia 19-74 menjalani tes toleransi glukosa oral.

    Peneliti menemukan bahwa glukosa atau gula menyebabkan penurunan yang signifikan pada kadar testosteron total. Kadar testosteron yang tidak seimbang juga memengaruhi kesehatan wanita.

    Kadar testosteron yang tidak seimbang pada wanita dapat mengurangi hasrat, meningkatkan lemak tubuh, menurunkan massa otot, dan menciptakan ingatan yang kabur.

    4. Lemak Jenuh

    Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes hingga tekanan darah tinggi. Apabila tidak segera diatasi, kondisi tersebut dapat berdampak negatif pada libido untuk melakukan hubungan seks.

    Sebagian besar makanan goreng yang mengandung lemak trans dapat menurunkan libido pria dan wanita.

    Jika ingin meningkatkan libido dan kualitas seks bersama pasangan, sebaiknya perbanyak konsumsi buah-buahan, sayur, biji-bijian utuh, dan daging ikan.

    (avk/kna)

  • Pemicu Gampang Capek saat Kerja, Butuh Istirahat-Kurang Apresiasi dari Atasan

    Pemicu Gampang Capek saat Kerja, Butuh Istirahat-Kurang Apresiasi dari Atasan

    Jakarta

    Salah satu permasalahan yang mungkin sering dihadapi oleh pekerja adalah rasa lelah yang sering muncul. Sebenarnya ada banyak faktor yang dapat memicu kelelahan seorang karyawan ketika bekerja. Dalam studi terbaru peneliti menyoroti pentingnya mengambil jeda singkat serta dukungan dari atasan untuk mengatasi kelelahan pada pekerja.

    Dikutip dari Science Alert, penelitian dilakukan oleh peneliti Wake Forest University, Virginia Commonwealth University (VCU), serta Northeastern University di Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa mengambil jeda sebentar secara rutin saat bekerja dan dukungan dari atasan memiliki efek yang sangat positif pada kelelahan di akhir waktu kerja.

    Selain itu, kedua faktor tersebut nyatanya juga dapat berpengaruh pada kualitas tidur serta energi di keesokan harinya.

    “Bersama-sama, kedua mekanisme ini menawarkan kelegaan yang paling substansial bagi para profesional yang bekerja di musim sibuk atau periode kerja penuh tekanan lainnya,” kata akuntan Lindsay Andiola dari VCU.

    Para peneliti mensurvei 44 akuntan tentang kebiasaan kerja mereka sebelum melakukan eksperimen terkontrol tentang kelelahan dan istirahat mikro dengan 179 peserta lainnya.

    Bagi para akuntan yang bekerja, manfaat dari kedua intervensi tersebut hanya signifikan pada waktu tersibuk dalam setahun. Ini menunjukkan bahwa intervensinya bakal lebih berpengaruh ketika stres lebih tinggi.

    Terlebih lagi, eksperimen lanjutan mengungkapkan istirahat mikro juga dikaitkan dengan peningkatan akurasi selama audit di tempat kerja. Diketahui akurasi biasanya menurun saat perusahaan akuntansi berada di bawah tekanan yang lebih besar.

    “Tuntutan pekerjaan ini menyebabkan tingkat kelelahan dan kejenuhan yang tinggi, yang dapat berdampak buruk pada kualitas audit dalam jangka pendek dan meningkatkan pergantian karyawan dalam jangka panjang,” tulis peneliti.

    Berdasarkan penelitian tersebut, istirahat mikro efektif dilakukan selama satu menit. Waktu singkat tersebut bisa diisi dengan minum kopi, peregangan, atau membaca berita singkat.

    Sementara dukungan dari atasan dapat berupa dengan menanyakan keadaan karyawan, menawarkan bantuan, hingga menunjukkan apresiasi atas apa yang dilakukan karyawan.

    “Dengan menerapkan strategi ini, perusahaan dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dan kualitas audit, yang pada akhirnya mendorong lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan dan produktif,” tulis para peneliti.

    (avk/naf)

  • Mengenal LAA Closure, Tindakan Minim Invasif untuk Turunkan Risiko Aritmia

    Mengenal LAA Closure, Tindakan Minim Invasif untuk Turunkan Risiko Aritmia

    Jakarta – Mengalami masalah pada jantung sering kali menjadi ketakutan tersendiri bagi banyak orang, terutama dengan adanya gangguan irama jantung seperti Atrial Fibrilasi, yang merupakan salah satu jenis aritmia. Gangguan ini dapat diatasi melalui prosedur medis yang dikenal sebagai LAA Closure.

    Bagaimana penjelasan mengenai Aritmia Atrial Fibrilasi dan peran LAA Closure dalam pengobatannya? Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Mayapada Hospital Tangerang, dr Agung Fabian Chandranegara, SpJP (K), FIHA akan menjelaskan Aritmia Atrial Fibrilasi dan tindakan LAA Closure yang dilakukan.

    Aritmia Atrial Fibrilasi terjadi karena terganggunya irama jantung, menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal dan berujung dengan menumpuknya darah pada serambi kiri jantung dan masuk ke LAA atau Left Atrial Appendage yang merupakan ruangan kecil menyerupai corong pada bagian serambi kiri jantung dan tidak memiliki fungsi signifikan. Darah yang menumpuk dalam LAA meningkatkan risiko stroke sumbatan atau stroke iskemik.

    Seseorang dengan Aritmia Atrial Fibrilasi memiliki risiko 4-5 kali lebih tinggi untuk mengalami stroke, sehingga memerlukan obat pengencer darah. Menurut dr Agung, risiko stroke akibat sumbatan dapat diatasi melalui prosedur medis yang disebut LAA Closure.

    “LAA Closure adalah tindakan minimal invasif untuk menutup bagian LAA, sehingga risiko stroke pada pasien Atrial Fibrilasi dapat diturunkan hingga 90 persen. Selain menurunkan risiko stroke, pasien yang telah menjalani penutupan LAA dapat menghentikan konsumsi obat pengencer darah,” ujar dr Agung, dalam keterangan tertulis, Jumat (31/1/2025).

    “Umumnya, LAA Closure dilakukan terhadap pasien dengan risiko perdarahan tinggi, serta pasien yang sudah tak dapat minum pengencer darah,” sambungnya.

    dr Agung pernah menangani kasus Atrial Fibrilasi pada seorang pasien yang telah mengalami stroke berulang akibat gangguan irama jantung tersebut. Pasien tersebut juga memiliki faktor risiko lain, seperti riwayat keluarga, obesitas, dan hipertensi.

    Untuk meminimalkan risiko terjadinya stroke berulang, dr Agung melakukan prosedur LAA Closure.

    Lebih lanjut, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Echocardiography dari Mayapada Hospital Tangerang dr Herenda Medishita, SpJP(K), menjelaskan bahwa sebelum LAA Closure, pasien perlu menjalani evaluasi menggunakan Transesophageal Echocardiography (TEE). Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi gumpalan darah, mengevaluasi bentuk dan ukuran LAA, serta memastikan kesesuaian pada ukuran perangkat yang akan dipasang.

    “TEE juga membantu mengantisipasi struktur di sekitar area, seperti katup mitral dan pembuluh darah, agar tidak terjepit. Selain itu, alat ini digunakan saat tindakan untuk memastikan perangkat terpasang dengan sempurna dan tidak ada kebocoran,” jelas dr Herenda.

    Evaluasi menggunakan TEE dilakukan kembali sehari setelah tindakan LAA Closure. Selanjutnya, evaluasi dilakukan pada bulan ke-3 dan ke-6 untuk memastikan perangkat dan kondisi jantung pasien dalam keadaan baik. Setelah itu, pasien disarankan menjalani evaluasi rutin setiap enam bulan sekali.

    Layanan Cardiovascular Center Mayapada Hospital adalah jawaban untuk mengatasi masalah Aritmia Artial Fibrilasi dengan tindakan LAA Closure. Layanan ini menangani pasien yang memiliki keluhan pada jantung dengan layanan terpadu berstandar internasional bersama tim dokter multidisiplin, tenaga medis berpengalaman, dan fasilitas, serta peralatan terkini.

    Dalam kasus gawat darurat jantung, Cardiovascular Center juga memiliki layanan 24/7 Cardiac Emergency yang dapat dihubungi melalui 150990 atau diakses dengan fitur Emergency Call di aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital. MyCare memberikan berbagai kemudahan, seperti membuat janji pemeriksaan dengan dokter spesialis jantung dan akses ke berbagai layanan kesehatan Mayapada Hospital.

    Proses menjadi lebih cepat, tanpa perlu menunggu lama untuk mendapatkan nomor antrean di rumah sakit, karena sudah terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran.

    Unduh MyCare di Google Play atau App Store untuk mendapatkan kemudahan akses seluruh layanan kesehatan Mayapada Hospital, mulai dari Medical Check Up, konsultasi langsung dan virtual, hingga penanganan kasus gawat darurat.

    Aplikasi ini juga didesain untuk dapat memantau kebugaran tubuh seperti mengetahui jumlah langkah, kalori terbakar, detak jantung dan body mass index, dan lain-lain.

    Dapatkan reward berupa poin untuk potongan harga bagi pengguna baru di berbagai jenis pemeriksaan seluruh unit Mayapada Hospital.

    (anl/ega)

  • 4 Minuman yang Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah Tinggi

    4 Minuman yang Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah Tinggi

    Jakarta

    Gula darah tinggi atau hiperglikemia adalah kondisi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti diabetes, gangguan penglihatan, hingga kerusakan organ.

    Pola makan sehat dan olahraga merupakan kunci utama untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Selain itu, mengonsumsi minuman alami tertentu juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah, sehingga mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

    Lantas, apa saja minuman alami yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah? Dikutip dari Health, berikut daftarnya.

    1. Air

    Minum air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari terbukti membantu menurunkan kadar gula darah, melumasi persendian, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Umumnya, orang dewasa dianjurkan untuk minum setidaknya 2 liter atau delapan gelas air putih setiap hari.

    Air, khususnya air mineral, juga lebih bermanfaat dalam mengelola kadar gula darah dibandingkan minuman soda atau jus buah. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan seberapa besar pengaruh air putih terhadap kadar gula darah orang dengan dan tanpa diabetes.

    2. Teh Hijau

    Beberapa penelitian menunjukkan teh hijau membantu mengendalikan kadar gula darah. Teh hijau mengandung katekin, senyawa tanaman yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk mengendalikan jumlah glukosa dalam darah.

    Kendati demikian, penelitian tentang bagaimana teh hijau memengaruhi pengidap diabetes masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami efek yang mungkin terjadi.

    3. Jus Tomat

    Penelitian telah menemukan bahwa likopen, senyawa organik dalam tomat, dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Likopen adalah karotenoid (pigmen tanaman) yang juga meningkatkan aktivitas antioksidan.

    Antioksidan membantu mencegah komplikasi diabetes dan resistensi insulin. Minum jus tomat tanpa tambahan gula dapat membantu Anda menjaga kadar gula darah.

    4. Teh Hitam

    Seperti jus tomat, teh hitam mengandung antioksidan yang membantu menurunkan risiko diabetes dengan mengatur gula darah dan mencegah peradangan.

    Sebuah penelitian juga menemukan minum lebih dari 1 cangkir teh hitam setiap hari dapat membantu menurunkan risiko diabetes hingga 14 persen.

    Sedangkan, penelitian lain menunjukkan theaflavin (antioksidan tanaman dalam teh hitam) mampu mengurangi efek radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Seiring waktu, hal ini dapat meningkatkan risiko terkena kondisi kesehatan kronis, termasuk diabetes.

    (ath/kna)

  • Video: BPOM Berharap Dapat Status ‘WHO Listed Authority’ Tahun Ini

    Video: BPOM Berharap Dapat Status ‘WHO Listed Authority’ Tahun Ini

    Video: BPOM Berharap Dapat Status ‘WHO Listed Authority’ Tahun Ini